Anda di halaman 1dari 8

SILABUS

A. IDENTIFIKASI MATAKULIAH
Mata kuliah

: NEURO SCIENCE

Kode Mata Kuliah

: PLB 409

Sks Js

: 2 sks/ 2 Js

Semester

: Genap

Mata kuliah prasyarat

:-

Dosen pengampu

: Dr. Saichudin, M.Kes

B. DESKRIPSI MATAKULIAH
Matakuliah Neuro Science merupakan matakuliah termasuk kelompok Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK), dengan bobot 2sks
dan 2 js. Komponen jam kegiatan belajar per minggu meliputi kuliah teori dan praktikum terdiri dari kegiatan tatap muka, tugas terstruktur, dan
mandiri. Matakuliah Neuro Science bertujuan memberikan bekal pengetahuan kepada mahasiswa dalam memahami tentang konsep-konsep
dasar Neuro Science. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan konsep-konsep dasar Neuro Science pada karakteristik
pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan memiliki keterampilan dalam menerapkan model-model pembelajaran pada ABK berbasis
neuroscience. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut maka dalam matakuliah Neuro Science disajikan materi-materi: (1) Organisasi dan
Anatomi system saraf, Sistem saraf pusat (CNS), Sistem saraf tepi (PNS), sistem saraf Otonom, Pertumbuhan dan perkembangan otak, (2)
Fisiologi Neuron, Sinyal listrik potensial berjenjang dan potensian aksi, Sinap dan Integrasi Neuron, (3) Otak dan Saraf Kranial, (4)
Cerebellum, (5) Sistem saraf Perifer, terdiri dari (a)sistem saraf perifer Devisi Aferen dan Indera, dan (b)sistem saraf Perifer Devisi Eferen, (6)
Sistem Saraf sensorik, (7) Sistem Saraf Motorik, (8) Diensefalon: (a) Talamus dan (b) Hipotalamus (hipofisis, sistem limbik/komplek
Nuklear Amigdaloid, Hipokampus, Sistem saraf otonom perifer/sistem saraf simpatis dan parasimpatis), (9) Ganglion Basalis, (10) Meningen,
Ventrikel dan Cairan Cerebrospinalis, (11) Telensefalon atau Korteks Cerebral, (12) Mekanisme kerja sistem saraf dalam gerak
(mekanisme proses terjadinya gerakan baik gerakan Volunter maupun gerakan involunter), (13) Identifikasi pola kerja sistem saraf pada
setiap model-model pembelajaran di ABK (Anatomi, Morfologi dan Fisiologi serta jenis stimulan pada sistem saraf untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran, mulai dari sistem penerimaan murid baru berbasis Neuro Science, pemetaan 12 kecerdasan jamak dari Howard, G pada

siswa-siswi berbasis Neuro Science, menciptakan latihan sircuit (latihan berangkai) berbasis Neuro Science, dan mereview KTSP berbasis
Neuro Science).
C. STANDAR KOMPETENSI

Setelah mengikuti dan menyelesaikan perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan : (1) Memahami Organisasi dan Anatomi system saraf, (2)
Memahami Fisiologi Neuron, (3) Memahami Pola Kerja Otak dan Saraf Kranial, (4) Memahami Pola Kerja Cerebellum, (5) Memahami Pola
Kerja Sistem saraf Perifer (6) Memahami Pola Kerja Sistem Saraf sensorik, (7) Memahami Pola Kerja Sistem Saraf Motorik, (8) Memahami
Pola Kerja Diensefalon (9) Memahami Pola Kerja Ganglion Basalis, (10) Memahami Pola Kerja Meningen, Ventrikel dan Cairan
Cerebrospinalis, (11) Memahami Pola Kerja Telensefalon atau Korteks Cerebral, (12) Memahami Mekanisme Kerja sistem saraf dalam gerak,
(13) Memahami dan mengidentifikasi pola kerja sistem saraf pada setiap model-model pembelajaran.
D. RENCANA PERKULIAHAN
TATAP
MUKA.

STANDAR
KOMPETENSI

1.

Memahami
tentang
Organisasi dan
Anatomi system
saraf

2.

3.

KOMPETENSI DASAR

MATERI POKOK

SUMBER BAHAN

1. Menjelaskan Organisasi dan Anatomi


system saraf pusat(CNS)
2. Menjelaskan Organisasi dan Anatomi
Sistem Saraf Perifer (PNS)

Sistem saraf pusat (CNS), Sistem


saraf tepi (PNS),

1. Sherwood, 2001. Fisiologi


Manusia
2. Rohen, WJ et.al. 2002. Atlas
Anatomi Manusia

Memahami
3. Menjelaskan Organisasi dan Anatomi
tentang
Sistem Saraf Otonom
Organisasi dan
4. Menjelaskan pertumbuhan dan
Anatomi system
perkembangan otak
saraf
Memahami
1. Menjelaskan sinyal listrik potensial
Fisiologi Neuron
berjenjang dan potensian aksi

Sistem saraf Otonom,


Pertumbuhan dan perkembangan
otak.

Sherwood, 2001. Fisiologi


Manusia

Sinyal listrik potensial berjenjang


dan potensian aksi, Sinap dan

Sherwood, 2001. Fisiologi


Manusia

7.

2. Menjelaskan Sinap dan Integrasi


Neuron
Memahami Pola 1. Menjelaskan struktur Eksterna Otak
Kerja Otak dan
2. Menjelaskan pola kerja Medula
Saraf Kranial
Oblongata
3. Menjelaskan pola kerja Pons
4. Menjelaskan pola kerja otak tengah
5. Menjelaskan pola kerja Saraf Kranial
Memahami Pola 1. Menjelaskan arsitektur eksterna dan
Kerja
interna Caerebellum
Cerebellum
2. Menjelaskan fungsi cerebellum
3. Menjelaskan tanda-tanda disfungsi
Neocerebellum
4. Menjelaskan suplai darah dari
cerebellum
Memahami Pola 1. Menjelaskan fungsi sistem saraf
Kerja Sistem
perifer Devisi Aferen dan Indera
saraf Perifer
2. Menjelaskan sistem saraf Perifer
Devisi Eferen,
Memahami Pola
Kerja Sistem
Saraf sensorik,

1. Menjelaskan Anatomi dan Fisiologi


sistem sensorik
2. Menjelaskan fungsi Reseptor
3. Memahami dan mempraktikan
pemeriksaan sensibilitas

Integrasi Neuron.
Struktur Eksterna Otak, pola kerja
Medula Oblongata, pola kerja
Pons, pola kerja otak tengah, pola
kerja Saraf Kranial

Peter Duus. 1996. Diagnosis


Topik Neurologi: Anatomi,
Fisiologi, Tanda, Gejala

Arsitektur eksterna dan interna


Caerebellum, fungsi cerebellum,
tanda-tanda disfungsi,
Neocerebellum, suplai darah dari
cerebellum

1. Sherwood, 2001. Fisiologi


Manusia.
2. Peter Duus. 1996. Diagnosis
Topik Neurologi: Anatomi,
Fisiologi, Tanda, Gejala

(1)sistem saraf perifer Devisi


Aferen dan Indera, dan (2)sistem
saraf Perifer Devisi Eferen,

1. Sherwood, 2001. Fisiologi


Manusia.
2. Peter Duus. 1996. Diagnosis
Topik Neurologi: Anatomi,
Fisiologi, Tanda, Gejala
1. Lumbantobing, 2008.
Neurologi Klinik
(pemeriksaan fisik dan
mental).
2. Sherwood, 2001. Fisiologi
Manusia.
3. Peter Duus. 1996. Diagnosis
Topik Neurologi: Anatomi,
Fisiologi, Tanda, Gejala

(1)Anatomi dan Fisiologi sistem


sensorik, (2) Reseptor,
(3)pemeriksaan sensibilitas

8.
9.

MIDTERM
TEST
Memahami Pola 1. Menjelaskan sistem motorik Piramidal
Kerja Sistem
dan ekstrapiramidal
Saraf Motorik,
2. Menjelaskan Persarafan Otot Segmental
3. Menjelaskan Persarafan Medula
Spinalis

10

Memahami Pola 1. Menjelaskan mekanisme kinerja dari


Kerja
sistem saraf di Talamus
Diensefalon
2. Menjelaskan mekanisme kinerja
Hipotalamus dan bagian-bagiannya
3. Menjelaskan mekanisne kinerja
hipofisis, sistem limbik, Nuklear
Amigdaloid, Hipokampus
4. Menjelaskan Sistem saraf otonom
perifer saraf simpatis dan parasimpatis

11

Memahami Pola
Kerja Ganglion
Basalis

Menjelaskan pola kerja Ganglion Basalis


pada bagian tubuh diluar sistem saraf
pusat

(1)Sistem motorik Piramidal dan 1. Lumbantobing, 2008.


ekstrapiramidal, (2)Persarafan
Neurologi Klinik
Otot Segmental, (3)Persarafan
(pemeriksaan fisik dan
Medula Spinalis
mental).
2. Sherwood, 2001. Fisiologi
Manusia.
3. Peter Duus. 1996. Diagnosis
Topik Neurologi: Anatomi,
Fisiologi, Tanda, Gejala
(1) Talamus dan (2) Hipotalamus: 1. Lumbantobing, 2008.
hipofisis, sistem limbik, Nuklear
Neurologi Klinik
Amigdaloid, Hipokampus,
(pemeriksaan fisik dan
(3)Sistem saraf otonom perifer
mental).
saraf simpatis dan parasimpatis
2. Sherwood, 2001. Fisiologi
Manusia.
3. Peter Duus. 1996. Diagnosis
Topik Neurologi: Anatomi,
Fisiologi, Tanda, Gejala
4. Rohen, WJ et.al. 2002. Atlas
Anatomi Manusia
Ganglion Basalis
1. Sherwood, 2001. Fisiologi
Manusia.
2. Peter Duus. 1996. Diagnosis
Topik Neurologi: Anatomi,
Fisiologi, Tanda, Gejala
3. Dorland, 2010. Kamus
Kedokteran

12

13

14

15

Memahami Pola 1. Menjelaskan anatomi, fisiologi


Kerja Meningen,
Meningen (Dura Meter, Araknoid, Pia
Ventrikel dan
Mater, Rongga Subaraknoid)
Cairan
2. Menjelaskan anatomi, fisiologi
Cerebrospinalis
Ventrikel dalam sistem saraf
3. Menjelaskan anatomi dan fisiologi
cairan cerebrospinalis
Memahami Pola 1. Menjelaskan posisi dan bagian-bagian
Kerja
dari Telensefalon atau Korteks
Telensefalon atau
Cerebral
Korteks Cerebral 2. Menjelaskan kinerja dari Substansia
Alba
3. Menjelaskan fungsi dari korteks
Somatosensorik Primer, Penglihatan
Primer, Pendengaran Primer,
Gustatorius Primer, dan Vestibularis
Primer

Meningen, Ventrikel dan Cairan


Cerebrospinalis

Memahami
Mekanisme
Kerja sistem
saraf dalam
gerak
Memahami dan
mengidentifikasi
pola kerja sistem
saraf pada setiap
model-model
pembelajaran.

Menjelaskan Mekanisme kerja sistem


saraf dalam gerak (mekanisme proses
terjadinya gerakan baik gerakan Volunter
maupun gerakan involunter

Gerakan Volunter dan Gerakan


Involunter

1. Menjelaskan
dan
melaksanakan
sistem penerimaan murid baru
berbasis Neuro Science.
2. Menjelaskan
dan
melaksanakan
pemetaan 12 kecerdasan jamak dari
Howard, G pada siswa-siswi berbasis

Anatomi, Morfologi dan Fisiologi 1. Lumbantobing, 2008.


serta jenis stimulan pada sistem
Neurologi Klinik
saraf untuk meningkatkan
(pemeriksaan fisik dan
kualitas pembelajaran, mulai dari
mental).
sistem penerimaan murid baru
2. Sherwood, 2001. Fisiologi
berbasis Neuro Science,
Manusia.

Telensefalon atau Korteks


Cerebral, Substantia Alba,
korteks Somatosensorik Primer,
Korteks Penglihatan Primer,
Korteks Pendengaran Primer,
Korteks Gustatorius Primer, dan
Korteks Vestibularis Primer

1. Sherwood, 2001. Fisiologi


Manusia.
2. Peter Duus. 1996. Diagnosis
Topik Neurologi: Anatomi,
Fisiologi, Tanda, Gejala
3. Rohen, WJ et.al. 2002. Atlas
Anatomi Manusia
1. Lumbantobing, 2008.
Neurologi Klinik
(pemeriksaan fisik dan
mental).
2. Sherwood, 2001. Fisiologi
Manusia.
3. Peter Duus. 1996. Diagnosis
Topik Neurologi: Anatomi,
Fisiologi, Tanda, Gejala
4. Rohen, WJ et.al. 2002. Atlas
Anatomi Manusia
Sherwood, 2001. Fisiologi
Manusia

Neuro Science.
3. Menciptakan latihan sircuit (latihan
berangkai) berbasis Neuro Science.
4. Mereview dan membuat KTSP
berbasis Neuro Science).
16

pemetaan 12 kecerdasan jamak


3. Peter Duus. 1996. Diagnosis
dari Howard, G pada siswa-siswi
Topik Neurologi: Anatomi,
berbasis Neuro Science,
Fisiologi, Tanda, Gejala
menciptakan latihan sircuit
4. Rohen, WJ et.al. 2002. Atlas
(latihan berangkai) berbasis
Anatomi Manusia
Neuro Science, dan mereview
5. Kurikulum AKB standar
KTSP berbasis Neuro Science).
nasional terbitan terbaru

FINAL TEST

B. PENILAIAN
NO

JENIS KEGIATAN

INSTRUMEN

Kehadiran Kuliah

Daftar hadir

Partisipasi Kuliah

Rubrik pengamatan

Tugas-tugas Terstruktur

Rubrik penilaian

Ujian Tengah Semester

Tes dan Asesmen

Ujian Akhir Semester

Tes dan Asesmen

E. DAFTAR PUSTAKA
Armstrong DM. Edgley SA. 1988 Jun. Discharges of Interpositus and Purkinje Cell of The cat Cerebellum During lokomotion under
different condition. Departement of Physiology, Medical School, University of Bristol; 400: 425-45.
Bogin B, 1997. Evolutionary hypotheses for human childhood. Yrbk Phys. Anthropol. 40:63-89.
Black JE, Isaacs KR, Anderson BJ, Alcantara AA, Greenough WT, 1990 Jul. Learning Causes Syanaptogenesis, Whereas motor Activity
cause angiogenesis, in Cerebellar Cortex of Adult Rats. Blackman institu, Departement of Psychology, University of Illinois,
Urbana 61801, Juli 87(14):pp.55-72.
Critchley HD, Melmed RN, Featherstone E, Mathias CJ, Dolan RJ. 2001. Brain activity during biofeedbck relaxation: a functional
neuro imaging investigatioan. Brain 124(Pt 5):1003-12.
Ganong WF. 2001. Review of Medical Physiology. Twentieth Edition. North America: The McGraw-Hill Companies, Inc. pp. 212-213,
388-391,352, 199,1,215.
Lumbantobing, S.M. 2008. Neurologi Klinik: Pemeriksaan Fisik dan Mental. Balai Penerbit FKUI. Jakarta.
Peter Duss. 1996. Topical Diagnosis In Neurology. Anatomy, Physiologi, Signs, Sympyoms. Gearg Thieme Verlag Rudigerstrasse 14, D70469 Stuttgart, Germany.
Rohen, J.W. et all. 2002. Color Atlas of Anatomy: A Photographic Study Of The Human Body. Authorized Translation Of The fifth
German Language Edition. By Schattauer Gmbh. Stutgart New York.
Saichudin. 2005. Respons Morfologi Sel PurkinjeCerebellum Akibat Variasi Rangsang Motorik Pada Mencit Muda Jantan.
Disertasi. Program Pasca Sarjana. Surabaya: Universitas Airlangga.

Sherwood, Lauralee. 1996. Human Physiology: From Cells To Systems, 2/E. by West. A Division Of Internasional Thomson Publishing
Inc. All Rights Reserved.
Soetjiningsih. 1995. Tumbuh Kembang Anak. Buku Kedokteran EGC. P.O. Box 4276/ Jakarta 10042.