Anda di halaman 1dari 5

NAMA

: TEGUH NUGRAHA

KELAS

: 1B

PRODI

: D3 TEKNIK KIMIA

NATRIUM SILIKAT

A. Natrium Silikat
Natrium silikat adalah nama umum untuk senyawa dengan rumus kimia Na2(SiO2).
Senyawa ini lebih dikenal dengan nama natrium metasilicate, waterglass atau gelas cair,
bahan-bahan ini tersedia dalam larutan dan dalam bentuk padat. Komposisi murni tidak
berwarna atau putih, tetapi commercial sample sering kehijauan atau biru karena kehadiran
yang mengandung besi kotoran. Mereka digunakan dalam semen, proteksi kebakaran pasif,
tekstil dan pengolahan kayu, refraktori dan mobil. Natrium karbonat dan silikon dioksida
bereaksi ketika cair untuk membentuk natrium silikat dan karbon dioksida.

B. Sifat Sifat penting Natrium Silikat

Natrium Silikat atau kaca alkali silikat merupakan kristal putih


yang dapat larut dalam air (soluble glass) menghasilkan larutan alkalin.
Secara kimia, natrium silikat

adalah sodium silikat. Terdapat banyak

jenis sodium silikat, antara lain adalah sodium orthosilikat, sodium


polisilikat, dan sodium pyrosilikat. Natrium silikat merupakan salah satu
jenis gelas/kaca dari sejumlah jenis gelas. Selain Natrium Silikat
terdapat kaca berupa silika lebur, kaca soda gamping ( soda lime glass
), kaca timbal ( lead glass ), kaca timbal silikat alkali, kaca borosilikat,
dan kaca alumina silikat ( Uhlmann dan Kreidl, 1980 ).
Natrium Silikat

selalu stabil dalam larutan murni dan alkalin.

Dalam larutan asam, ion silikat bereaksi dengan ion hidrogen untuk
membentuk asam silikat, yang bila dipanaskan dan dibakar akan
membentuk silika gel yang keras, bening seperti zat kaca yang dapat
menyerap air dengan cepat.
Faktor-faktor yang dipengaruhi oleh nilai perbandingan SiO2 dan
Na2O di dalam Natrium Silikat adalah densitas, viskositas dan pH.
Natrium oksida dan silikat merupakan komponen dari waterglass,
komponen tersebut diperoleh dari pasir silika yang direaksikan dengan
natrium hidroksida.
Sodium silikat dalam bentuk Natrium Silikat dibuat dengan cara
melarutkan kristal-kristal natrium silikat kering dengan menggunakan
kukus lewat jenuh (superheated steam). Komposisi natrium silikat
bervariasi dari Na2O2,3SiO2 sampai Na2O3,9SiO2. Variasi tersebut
berbeda dalam kebasaan dari pH 13,2 untuk Na2O2,3SiO2, sampai pH
10,8 untuk Na2O3,9SiO2, diukur dalam persen larutan. Tiap rasio
komersial menghasilkan larutan dengan sifat-sifat fisik masing-masing
untuk tujuan tertentu.

C. Reaksi Pembuatan Natrium Silikat


1. Pada awalnya, Natrium Silikat diproduksi dengan cara memanaskan
pasir kuarsa dan Na2CO3 dalam tungku open hearth (fumace) pada
suhu 1400C menurut reaksi kimia:
SiO2 + Na2SO4 + 12C
SiO2 + Na2CO3

12CO2 + Na2SiO3
CO2 + Na2SiO3

2. Namun saat ini, Natrium Silikat dapat diproduksi dari bahan-bahan


yang mengandung silika dengan cara ekstraksi dengan larutan
alkali. Oleh karena itu, Natrium Silikat dapat dibuat pada suhu yang
relatif

rendah

yaitu

95-105C

menurut

reaksi

kimia

berikut

( Uhlmann dan Kreidl, 1980 ) :


SiO2 + Na2CO3 + 2H2O Na2SiO3 + CO2 + 2H2
SiO2 + 2NaOH + H2O Na2SiO3 + 2H2
D. Skema Aliran Proses Pembuatan Natrium Silikat dalam Skala
Industri

Pencucian pasir
silika

Pasir silika

H2O

Penumbukan pasir
silika
Pengeringan pasir silika
( T=100C), selama 2 jam

H2O

Pengayakan dengan ukuran


dan (50/60)
mesh
(35/40)
Bahan baku pasir silika
umpan peleburan

Pasir silika ukuran (35/40) dan (50/60) mesh


dari persiapan bahan baku

1.
2.

dengan variasi :
Pembuatan
Natrium Silikat
RasiomassaNaOHterhadappasir silika
Ukuran

1:1 2,4:1, 3,2:1, 4:1 g/g)


,( 1,5:1,
pasir silika:
( 35/40 )dan( 50/ ) 60
mesh
Hasil berupa padatan

Pengumpulan hasil ( pemisahan


Natrium Silikat
dari wadah )

Analisis
SiO
2 dan2O
Na
dalamNatrium Silikat

E. Penjelasan Singkat
Pada umumnya, Natrium Silikat dibuat dari Pasir Silika. Jumlah
Pasir Silika yang digunakan untuk setiap pabrik bisa mencapai ribuan
ton setiap minggunya. Langkah pertama yang dilakukan adalah mencuci
Pasir Silika dengan menggunakan air. Hal ini berfngsi untuk memisahkan
pasir dari tanah atau zat-zat lain yang masih tercampur dengan pasir.
Setelah itu, Pasir Silika ditumbuk dalam keadaan masih basah, namun
tidak

bercampur

dengan

air

berlebih.

Hal

ini

berfungsi

untuk

memudahkan dalam proses penumbukan pasir. Setelah Pasir Silika


halus, langkah selanjutnta adalah mengeringkan Pasir Silika tersebut
pada suhu 100oC selama 2 jam. Setelah itu diayak. Bagian ini
merupakan

pengolahan

Pasir

Silika

sebelum

direaksikan

dengan

senyawa alkali. Ukuran Pasir Silika yang dipakai adalah (35/40) dan (50/60)
mesh setelah penumbukan pasir yang bertujuan agar Pasir Silika cepat larut ketika
direaksikan dengan senyawa Alkali.
Selanjutnya, Pasir Silika direaksikan dengan NaOH didalam Reaktor sampai Pasir
Silika larut. Setelah itu dilakukan Filtrasi dalam keadaan masih panas. Residu dibuang.
Filtrat yang dihasilkan dikristalisasi sampai terbentuk Natrium Silikat yang berbentuk
bongkahan atau butiran dengan ukuran besar.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2013. Natrium Silikat. [Online] 2013. [Dikutip: 11 Junu 2014.]
http://id.wikipedia.org/wiki/Natrium SILIKAT.
Manfaati, Rintis dkk. 2012. Buku I Bahan Ajar Praktikum Satuan Proses I. Bandung : Jurusan
Teknik Kimia Politeknik Negeri Bandung.