Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

MAKALAH
SAINS BUMI DAN ANTARIKSA

Tentang
SISTEM TATA SURYA

Oleh
KELOMPOK 1
SETIA ERLILA R.

(11 107 013)

SRI WARDAHNI

(11 107 014)

Dosen Pembimbing :
Venny Haris, M.Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN TARBIYAH


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
BATUSANGKAR
2014

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang
disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut
termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet
kerdil, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid,
komet) lainnya.
Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid,
empat planet luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan Piringan Terbesar. Enam
dari delapan planet dan tiga dari lima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami yang biasa
disebut dengan bulan. Contoh: Bulan atau satelit alami Bumi. Masing-masing planet bagian
luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain.
Dalam makalah ini, pemakalah mencoba memberikan pengetahuannya seperti apa
perkembangan tata surya dari waktu ke waktu dan bagaimana sistem tata surya tersebut.

B. Rumusan Masalah
Adapun masalah yang akan di angkat pemakalah di makalah ini adalah :
1. Bagaimana sejarah tata surya?
2. Apa saja bagian dari tata surya?
3. Seperti apa konfigurasi planet di tata surya
4. Apa saja satelit yang mengelilingi planet?

C. Metode Penulisan
Dalam penyusunan makalah ini, pemakalah menggunakan beberapa metode yaitu :
1. Studi Pustaka
Pemakalah membuka dan menelaah beberapa buku berdasarkan isi makalah
yang pemakalah bahas sekarang ini. Pemakalah juga membaca dan menganalisis
beberapa artikel yang sesuai dengan pembahasan makalah pemakalah.
Pemakalah juga membaca beberapa bacaan yang relevan dengan tugas di
internet.

D. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari pemakalahan makalah ini adalah :
1. Mengatahui sejarah dan awal terbentuknya tata surya
2. Mengetahui bagian dari tata surya
3. Mengetahui konfigurasi planet
4. Mengetahui satelit-satelit yang beredar di tata surya

BAB II
PEMBAHASAN

A. Asal Mula Pembentukan Tata Surya


1. Defenisi Tata Surya
Tata surya terdiri dari sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek
yang yang mengelilinginya. Objek-objek tersebut termasuk sembilan buah planet
yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, meteor, asteroid, komet, planetplanet kerdil/katai, dan satelit-satelit alami.

2. Sejarah Terbentuknya Tata Surya dan Teori yang Terkait


Dahulu sebelum tatanan tata surya kita sebagus dan setenang sekarang ini,
tatanannya kacau balau. Tabrakan, ledakan, dan masih berbentuk asteroid. Semakin
lama, asteroid-asteroid tersebut menggumpal menjadi satu hingga terbentuk lah
planet. Tapi kondisi luar angkasa di tata surya kita masih kacau balau. Masih banyak
sekali tabrakan-tabrakan dan ledakan-ledakan antar planet. Nah dari tabrakantabrakan itulah yang mengatur posisi planet-planet yang mengorbit matahari.
Lambat laun, sistem tata surya kita menjadi lebih tenang, tapi itu masih belum
selesai, bermilyar-milyar tahun yang lalu, ada kejadian dimana planet neptunus
berubah posisi dengan planet yang orbitnya lebih jauh dari neptunus terhadap
matahari. Itu disebabkan ada planet lain di tata surya kita yang mengorbit tata surya
kita dengan kecepatan 2 kali lipat dari kecepatan putaran neptunus terhadap matahari.
Sehingga planet neptunus keluar jauh dari orbitnya dan menuju sabuk asteroit yang
letaknya diluar sistem tata surya kita, sehingga neptunus di hujam dengan banyak
sekali meteor-meteor.
Teori Pembentuk Tata Surya adalah :1
a. Teori Nebula / Kabut
Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Kant dan Laplace pada tahun
1796. Menurut teori ini mula-mula ada kabut gas dan debu (nebula) yang sebagian
besar terdiri atas hidrogen dan sedikit helium. Nebula mengisi seluruh ruang alam
semesta, karena proses pendinginan kabut gas tersebut menyusut dan mulai berputar.
1

Taufik Ramlan.2000.Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa

Proses ini mula-mula berjalan lambat, selanjutnya semakin cepat dan bentuknya
berubah dari bulat menjadi semacam cakram. Sebagian besar materi mengumpul di
pusat cakram, yang kemudian menjadi matahari sedang sisanya tetap berputar dan
terbentuklah planet beserta satelitnya.

b. Teori Tidal / Pasang Surut


Teori ini dikemukakan oleh James H. Jeans dan Harold Jeffres pada tahun 1919.
Menurut teori ini ratusan juta tahun yang lalu sebuah bintang bergerak mendekati
matahari dan kemudian menghilang. Pada waktu itu sebagian massa matahari tertarik
dan lepas. Bagian-bagian yang lepas kemudian membentuk planet-planet.

c. Teori Planetesimal
Teori ini dikemukakan oleh Moulton dan Chamberlain, yang menyatakan bahwa
matahari merupakan salah satu dari bintang-bintang yang jumlahnya sangat banyak.
Ada sebuah bintang berpapasan dengan matahari pada jarak yang tidak terlalu jauh,
sehingga terjadilah peristiwa pasang naik pada permukaan matahari dan bintang
tersebut. Sebagian massa dari matahari itu tertarik ke arah bintang, sebagian jatuh
kembali ke permukaan matahari dan sebagian lagi terhambur ke ruang angkasa di
sekitar matahari. Moulton dan Chamberlain berpendapat bahwa massa yang
terhambur di ruang angkasa inilah yang dinamakan planetesimal yang kemudian
menjadi planet-planet yang beredar pada orbitnya dengan matahari sebagai pusatnya.
(Moh. Ma'mur Tanudidjaja : 99)

d. Teori Bintang Kembar


Teori ini dikemukakan oleh Hoyle. Hoyle mengemukakan bahwa pada awalnya
matahari merupakan bintang kembar yang berdekatan. Satu bintang meledak,
sehingga pecahannya berputar mengelilingi bintang yang tidak meledak. Gravitasi
bintang besar yang tidak meledak menimbulkan perputaran. Bintang yang tidak
meledak menjadi matahari, sedangkan pecahan bintang yang meledak menjadi planetplanet dan satelit.

e. Teori Awan Debu


Teori ini dikemukakan oleh Von Wizsecken, ia berpendapat bahwa tata surya
terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Pada 5.000 juta tahun yang lalu,
4

gumpalan awan mengalami pemampatan, sehingga partikel-partikel debu tertarik ke


bagian pusat awan serta membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin.Semakin lama,
gumpalan gas itu memipih membentuk cakram (tebal di bagian tengah dan lebih tipis
di bagian tepi). Bagian tengah cakram gas itu berpilin lebih lambat daripada bagian
tepinya. Partikel-partikel di bagian tengah cakram itu kemudian saling menekan,
sehingga menimbulkan panas dan menjadi pijar yang disebut matahari.
Bagian yang lebih luar berputar sangat cepat, sehingga terpecah-pecah menjadi
gumpalan gas dan debu yang lebih kecil. Gumpalan kecil ini juga berpilin kemudian
membeku dan menjadi planet-planet serta satelit-satelitnya.

B. Anggota Tata Surya

Bagian-bagian di tata surya adalah :


1. Matahari
Sebagai pusat tata surya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a) Massa Matahari

= 1,99.1030 kg = 3,3.105 kali massa bumi

b) Jari-jari matahari

= 7.108 m

c) Volume Matahari

= 1,436.1027 m3

d) Massa jenis rata-rata

= 1,39 103 kg/m3

e) Suhu inti matahari

=150.106 0C

f) Suhu permukaan

= 6000 0C

g) Energi yang dipancarkan berupa gelombang elektromagnetik terdiri atas sinar


gamma,

sinar X, sinar ultraviolet, cahaya tampak , sinar inframerah dan

gelombang mikro.

2. Planet
Planet berarti mengembara, karena benda langit itu memang selalu berputar
mengelilingi matahari. Terdapat 8 buah planet: Merkurius, Venus, Bumi, Mars,
Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Tabel data planet-planet


Jarak
Nama

Massa x

Garis tengah

terhadap

Kala

massa Bumi

( km )

Matahari

Revolusi

Kala Rotasi

(km)
Matahari

333.400

15.105

25 hari

Merkurius

0,053

4.897

58 juta

88 hari

59 hari

Venus

0,007

12.104

108 juta

224,7 hari

249 hari

Bumi

1,00

12.743

150 juta

365,25 hari

24 jam

Mars

0,106

6.787

228 juta

687 hari

24,6 jam

Yupiter

318

141.700

778 juta

11,9 tahun

9,9 jam

Saturnus

94,1

12.104

1426 juta

29,5 tahun

10,4 jam

Uranus

14,4

50.800

2872 juta

84 tahun

10,8 jam

Neptunus

17,1

48.103

4490 juta

164,8 tahun

15,7 jam

Keterangan :2
a) Merkurius merupakan planet terdekat matahari sehingga menjadi planet terpanas,
suhunya mencapai 3400C.
b) Venus merupakan planet terdekat dari bumi, setiap fajar tampak cemerlang di
ufuk Timur. Suhunya antara 4500C 5000C.
c) Bumi merupakan planet kehidupan yang terdiri 71 % laut dan 29 % darat. Suhu
bumi rata-rata 1400C.
d) Mars adalah planet yang tampak merah. Suhu Mars antara 1000C sampai 300C.
e) Yupiter merupakan planet terbesar . Suhu Yupiter rata-rata 1000C di bawah nol.
f) Saturnus adalah planet mempunyai tiga gelang yang melingkari dengan kadar
terang yang berbeda. Suhunya 1450C di bawah nol.

Taufik Ramlan.2000.Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa

g) Uranus merupakan planet petualangan karena gerakannya sukar diikuti. Suhunya


rata- rata 1850C di bawah nol.
h) Neptunus adalah planet kembaran Uranus yang disebut planet pembuat ulah
karena sering beredar meninggalkan orbitnya. Suhunya rata-rata 2000C di bawah
nol.

Planet-planet yang ada di tata surya dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa


kriteria, antara lain sebagai berikut :
a. Berdasarkan Massanya, planet dapat dikelompokan menjadi dua macam, yaitu
sebagai berikut:
1. Planet Bermassa Besar (Superior Planet), terdiri dari: Jupiter, Saturnus, Uranus,
dan Neptunus.
2. Planet Bermassa Kecil (Inferior Planet), terdiri dari: Merkurius, Venus, Bumi, dan
Mars.
b. Berdasarkan Jaraknya ke Matahari, planet dapat dibedakan atas dua macam planet,
yaitu sebagai berikut:
a) Planet Dalam (Interior Planet)
Planet Dalam yaitu Planet-Planet yang jarak rata-ratanya ke Matahari lebih
pendek daripada jarak rata-rata Planet Bumi ke Matahari. Berdasarkan kriteria
tersebut, maka yang termasuk Planet Dalam adalah Planet Merkurius dan
Venus.

b) Planet Luar (Eksterior Planet/ Planet Unggul)


Planet Luar yaitu Planet-Planet yang jarak rata-ratanya ke Matahari lebih
panjang dari pada jarak rata-rata Planet Bumi ke Matahari. Termasuk ke dalam
kelompok Planet Luar adalah Planet Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan
Neptunus.
Dilihat dari Bumi, sudut Elongasi kelompok Planet Luar berkisar antara 0 -180
derajat. Bila Elongasi salah satu Planet mencapai 180 derajat hal ini berarti
Planet tersebut sedang berada dalam kedudukan oposisi, yaitu kedudukan
suatu Planet berlawanan arah dengan posisi Matahari dilihat dari Bumi

3. Meteor dan Meteorid


Meteor disebut juga bintang beralih, merupakan benda angkasa yang berupa pecahan
planet-planet. Meteor mempunyai lintasan tak teratur dan pada suatu saat dapat jatuh ke
planet lain. Apabila meteor jatuh ke bumi dan memasuki atmosfer bumi, meteor
mengalami gesekan dengan bumi sehingga menghasilkan panas. Oleh karena itu meteor
yang jatuh tampak berpijar dan akhirnya habis terbakar. Dilihat dari bumi meteor yang
jatuh ke bumi tampak seperti bintang berpindah. Meteor yang jatuh ke bumi disebut
Meteorit . Contoh kawah meteorit di Arizona Amerika Serikat .

4. Asteroid
Asteroid merupakan planet kecil yang berupa gumpalan-gumpalan padat. Lintasan
asteroid pada umumnya berupa lingkaran yang terletak antara orbit Mars dan Yupiter.
Oleh karena jumlah asteroid sangat banyak, orbit asreroid sering disebut sabuk asteroid.
Orbit asteroid ada yang lonjong sehingga orbitnya dapat memotong orbit planet utama.
Asteroid tidak mempunyai angkasa dan ukuran garis tengahnya rata-rata 2 km. Asteroid
yang terbesar adalah Ceres, ukuran diameternya sekitar 750 km.

5. Komet
Komet berarti si rambut panjang, karena mempunyai ekor yang cukup panjang.
Komet berujud gas dan debu yang membeku dengan orbit sangat lonjong, sehingga kala
revolusinya mencapai puluhan juta tahun. Ekor komet terjadi karena pengaruh sinar
matahari yang mendorong partikel-partikel komet tersebut, sehingga selalu menjahui
matahari.
Contoh:
a) Komet Halley tampak dari bumi setiap 76 th, terakhir muncul 1986
b) Komet Kohoutek tampak dari bumi setiap 75.000 th , terakhir muncul 1973
c) Komet Biela tampak dari bumi setiap 7 th . Pada tahun 1872 bumi melintas
d) dekat dengan komet Biela, sehingga tampak ribuan bintang terang meluncur dari
langit sebagai hujan meteor.

C. Konfigurasi Planet
Jika kita bisa melihat ke bawah di tata surya dari titik yang jauh di ruang angkasa kita
akan melihat bahwa beberapa planet yang lebih dekat ke matahari dari bumi, dan
beberapa jauh. Orang-orang yang lebih dekat disebut planet inferior. Orang-orang yang
8

jauh disebut planet unggul. Juga mencatat bahwa dari perspektif ini, pemanjangan adalah
sudut antara matahari, bumi, dan planet.

Gambar 1 : planet inferior dan planet superior

Gambar 2: Pemanjangan Konfigurasi dari Planet Inferior


Planet inferior konfigurasi :
sebuah planet yang lebih rendah tidak dapat memiliki perpanjangan dari 180 . Jika
tidak, itu berarti planet ini lebih jauh dari matahari dibandingkan bumi. Sebaliknya,
untuk planet rendah ada batas disebut elongasi terbesar. Ini adalah sudut maksimum
yang pernah terjadi antara matahari dan planet yang lebih rendah, dan itu tergantung
pada jarak planet dari matahari. Mengamati bahwa planet tidak pernah memiliki
pemanjangan 180 berarti bahwa ia harus menjadi planet rendah, dan ini adalah
bagaimana Copernicus tahu bahwa Venus dan Merkurius lebih dekat ke matahari
daripada bumi.
9

Gambar 3 : Pemanjangan Konfigurasi dari Planet yang Unggul


Planet superior konfigurasi
Tidak seperti planet rendah, planet unggul dapat memiliki nilai elongasi antara 0 dan
180 . Ketika sebuah planet yang unggul memiliki pemanjangan 0 , kita mengatakan
itu pada hubungannya (karena hanya ada satu jenis planet bersama untuk unggul, kita
tidak perlu menggunakan istilah bersama superior). Perpanjangan dari 180 disebut
oposisi, karena matahari dan planet berada pada sisi berlawanan dari bumi.

D. Medium Antar Planet


Lembar aliran heliosfer, karena gerak rotasi magnetis Matahari terhadap medium
antarplanet.Di samping cahaya, matahari juga secara berkesinambungan memancarkan
semburan partikel bermuatan (plasma) yang dikenal sebagai angin surya. Semburan
partikel ini menyebar keluar kira-kira pada kecepatan 1,5 juta kilometer per jam,
menciptakan atmosfer tipis (heliosfer) yang merambah Tata Surya paling tidak sejauh 100
SA (lihat juga heliopause). Kesemuanya ini disebut medium antarplanet.3
Badai geomagnetis pada permukaan Matahari, seperti semburan Matahari (solar
flares) dan lontaran massa korona (coronal mass ejection) menyebabkan gangguan pada
heliosfer, menciptakan cuaca ruang angkasa. Struktur terbesar dari heliosfer dinamai
lembar aliran heliosfer (heliospheric current sheet), sebuah spiral yang terjadi karena
3

http://devisetya.wordpress.com/2013/01/27

10

gerak rotasi magnetis Matahari terhadap medium antarplanet. Medan magnet bumi
mencegah atmosfer bumi berinteraksi dengan angin surya. Venus dan Mars yang tidak
memiliki medan magnet, atmosfernya habis terkikis ke luar angkasa. Interaksi antara
angin surya dan medan magnet bumi menyebabkan terjadinya aurora, yang dapat dilihat
dekat kutub magnetik bumi.
Heliosfer juga berperan melindungi Tata Surya dari sinar kosmik yang berasal dari
luar Tata Surya. Medan magnet planet-planet menambah peran perlindungan selanjutnya.
Densitas sinar kosmik pada medium antarbintang dan kekuatan medan magnet Matahari
mengalami perubahan pada skala waktu yang sangat panjang, sehingga derajat radiasi
kosmis di dalam Tata Surya sendiri adalah bervariasi, meski tidak diketahui seberapa
besar.
Medium antarplanet juga merupakan tempat beradanya paling tidak dua daerah mirip
piringan yang berisi debu kosmis. Yang pertama, awan debu zodiak, terletak di Tata
Surya bagian dalam dan merupakan penyebab cahaya zodiak. Ini kemungkinan terbentuk
dari tabrakan dalam sabuk asteroid yang disebabkan oleh interaksi dengan planet-planet.
Daerah kedua membentang antara 10 SA sampai sekitar 40 SA, dan mungkin disebabkan
oleh tabrakan yang mirip tetapi tejadi di dalam Sabuk Kuiper.
E. Surat dan Ayat Al-Quran Mengenai Tata Surya
Alquran surat Al Anbiya ayat 33 dan surat Yaasin ayat 38 menjelaskan mengenai
fakta ilmiah itu dan terbukti kebenaranya. Beberapa di antaranya seperti:4
1. (QS Al Anbiya:33) Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari
dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.
2. (QS Yaa Siin: 38) Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah
ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
3. (QS Yaa Siin: 39) Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga
(setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan
yang tua.
4. (QS Yaa Siin: 40) Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan
malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis
edarnya.
4

anggisukmawijaya.wordpress.com/2012

11

F. Satelit yang Dimiliki Planet


Terdapat dua jenis satelit yaitu :
a. satelit alami.
Satelit alami adalah benda-benda luar angkasa alami (bukan buatan manusia)
yang mengorbit pada sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripada
dirinya. Salah satu contoh satelit alami yang dimiliki bumi adalah bulan.
b. Sedangkan Satelit buatan
adalah benda buatan manusia yang diluncurkan ke luar angkasa dan beredar
mengelilingi planet. Salah satu contoh satelit buatan yang dimiliki Indonesia
adalah Satelit Palapa. Satelit buatan memiliki berbagai macam kegunaan
seperti untuk tujuan telekomunikasi, mata-mata (militer), penelitian,
pengamatan bumi dan benda-benda luar angkasa, dan sebagainya.
Satelit buatan juga terdiri dari bermacam-macam jenis loh, tergantung dari
fungsinya masing-masing.
Berikut ini adalah beberapa contoh satelit buatan:5
1. Satelit astronomi: satelit yang digunakan untuk mengamati planet, galaksi, dan benda
luar angkasa lainnya.
2. Satelit komunikasi: satelit buatan yang dipasang di angkasa dengan tujuan
telekomunikasi.
3. Satelit pengamat bumi:satelit yang dirancang khusus untuk mengamati bumi seperti
pengamatan lingkungan, meteorologi, pembuatan peta, dan lain sebagainya.
4. Satelit navigasi: satelit yang menggunakan sinyal radio yang disalurkan ke penerima
dipermukaan tanah untuk menentukan lokasi sebuah titik dipermukaan bumi seperti
mengukur jarak antar bangunan.
5. Satelit mata-mata: satelit pengamat bumi yang digunakan untuk tujuan militer atau
mata-mata.
6. Satelit cuaca: satelit yang diguanakan untuk mengamati cuaca dan iklim di bumi.

http://engineeringtown.com

12

Satelit-satelit yang dimiliki planet adalah :6


No Nama Planet

Jumlah Satelit

Nama Satelit

Bumi

Bulan

Jupiter

16

Metis, Andrastea, Amalthea, thebe, Io, Europa,


Ganymede, Callisto, Leda, himalia, Lysithea,
Elara, Ananke, Carme, Pasiphane, Sinope.

Mars

Phobos, Deimos

Saturnus

18

1981S1, Atlas, Prometheus, Pandora, Helene,


Titan, Hyperion, Iapetus, Rhea, Phoebe, Janus,
Dione, Telesto, Mimas, Epimetheus, Enceladus,
Tethys, Pan

Uranus

15

Miranda, Titania, Oberon, Cordelia, Ophelia,


Bianca, Cressida, Desdemona, Juliet, Portia,
Rosalind, Belinda, Puck, Ariel, Umbriel.

Neptunus

Triton,

Nereid,

1989N6,

1989N3, 1989N2, 1989N1

http://maylan-ademayem.blogspot.com/2009/10

13

1986N5,

1989N4,

BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Tata surya terdiri dari matahari, dan objek langit lainnya yang dihubungkan secara
gravitasi dengan matahari.Objek-objek yang terdapat di tata surya adalah :
1. Matahari
2. Planet
3. Satelit
4. Komet
5. Meteorid
6. Asteroid
7. Medium antar planet

Tata surya adalah susunan benda-benda langit yang terdiri atas matahari sebagai
pusatnya dan planet-planet, meteorid, komet, serta asteroid yang mengelilingi matahari.
Susunan tata surya terdiri atas matahari, delapan planet, satelit-satelit pengiring planet,
komet, asteroid, dan meteorid. Benda langit yang berupa planet dan benda langit lainnya
dalam mengelilingi matahari disebut revolusi. Sebagian besar garis edarnya (orbit) berbentuk
elips. Bidang edar planet-planet mengelilingi matahari disebut bidang edar, sedangkan bidang
edar planet bumi disebut bidang ekliptika.

B. Saran
Mempelajari Jagat raya Dan Tata Surya agar dapat mengetahui dari mana sebenarnya
Tata Surya itu berasal sehingga kita tidak dapat mengada-ada atau merekayasanya.
Mengetahui Jagat Raya Dan Tata Surya juga sangat penting agar kita dapat mengetahui
kebesaran Tuhan Yang Maha Esa sehingga kita dapat meningkatkan keimanan dan
ketakwaan.

14

DAFTAR PUSTAKA

Ramalis, Taufik Ramlan.2000.Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa. Bandung: Fisika


FMIPA UPI
Amalia, Lily. 2004. Fisika 1 Kelas X. Bandung: PT. Rosdakarya.
Barata, Bima. 2002. Fisika Untuk SMA. Jakarta: Sagufindo Kinarya.

Sumber lain :
http://anggisukmawijaya.wordpress.com/2012/makalah_sistem_tata-srya.html
http://gudangmakalah.blogspot.com/200/04/tesis-sejarah-tata-surya.html
http://forum.kompas.com/showthread.php?.13913-tata-surya-menurut-kamus-besar-idonesia.
http://www.scribd.com/doc/50450019/satelit-planet.html
Wikipedia.2009.Tata Surya,(Online),(http://wikipediafoundation.org/,diakses 23 November
2009).
Wikipedia.2009.Planet,(Online),(http://wikipedia.org/wiki/Planet,diakses 23 November
2009).
Wikipedia.2009.Bulan,(Online),(http://id.wikipedia.org/Bulan_%28satelit%29,diakses 23
November 2009).

15