Anda di halaman 1dari 26

Pertemuan ke :3

Lanjutan Bab.II

Mengulas materi pada pertemuan sebelumnya yaitu


menayakan perbedaan jenis relay arus lebih sekitika
( moment-instantaneous), relay arus lebih waktu
tertentu ( definite time ) dan relay arus lebih berbanding
terbalik ( invers).
Menjelaskan tentang Prinsip dasar perhitungan
penyetelan arus pada relay arus lebih, yakni batas
penyetelan minimum dan batas penyetelan maksimum.
Melanjutkan contoh cara penyetelan arus pada
pertemuan ke 3.

Contoh: cara penyetelan arus ( setting arus ) untuk


relay arus lebih.
Suatu rangkaian Gardu Induk 20 MVA, 70/20 KV seperti pada
gambar dibawah :
70 kV
200 / 5

20 kV
20 MVA

600 / 5 300 / 5

Arus maksimum pada transformator daya sama dengan arus


nominalnya yaitu 300 A, maka penyetelan pada sisi primer
dan sekunder serta feeder distribusi sebagai berikut :
Arus nominal pada masing-masing Bus 70 kV dan 20 kV
adalah :

Arus nominal pada masing-masing Bus 70 kV dan 20 kV


adalah :
I n (70kV )

20.000
A 164,9 A
3. 70

I n ( 20kV )

20.000
A 577 A
3. 20

Maka untuk penyetelan arus


Is

k fk
kd

I maks

a. Untuk relay definite : Kd= 0,8


Kfk=1,1
1,1
I s (70kV )
164,9 A 227 A
0,8

Sehingga arus yang melewati kumparan relay pada sisi 70


kV :

5
227
A 5,67 A
200

Untuk sisi 20 kV

1,1
I s ( 20kV )
577 A 793 A
0,8
Sehingga arus yang melewati kumparan relay pada sisi 20
kV :

5
793
A 6,6 A
600

Pada Feeder :

1,1
300 A 412,5 A
0,8

Arus yang melewati kumparan relay :

5
793
A 6,6 A
600

Misalkan relay arus lebih dengan In=2,5 A atau 5 A, maka dari hasil diatas
semua ditulis :
In= 5 A dan Is 1,0 2,0 In
Sehingga penyetelan arus untuk :
a. Sisi 70 kV adalah :

b. Sisi 20 kV adalah :

Is

5,67
I n 1,1 I n
5

Is

6,6
I n 1,3 I n
5

b. Sisi Feeder 20 kV adalah :

Is

6,87
I n 1,3atau1,4 I n
5

b. Penyetelan arus untuk relay invers : Kd = 1,0


Kfk= 1,1
Sehingga arus yang melewati kumparan relay pada sisi 70
kV :
I s (70kV )

1,1
164,9 A 180 A
1,0

180

A 4,5 A 5 A
Penyetelan arusnya :
200

Arus yang melewati kumparan relay pada sisi 20 kV :


I s (20kV )

1,1
577 A 634,7 A
1,0

Penyetelan arusnya : 634,7 5 A 5,29 A 5 A


600
1,1
Arus pada sisi Feeder 20 kV : I s (20kV ) 300 A 330 A
1,0

Penyetelan arusnya : 330

5
A 5,5 A 6 A
300

7. Prinsip dasar perhitungan penyetelan


waktu
Untuk mendapatkan pengamanan yang selektif, maka penyetelan
waktu dibuat bertingkat.
a. Relay arus lebih Definite time
Misal suatu jaringan sistem radial seperti pada gambar
dibawah:
A

Jika terjadi gangguan di titik F, maka untuk


mendapatkan
pengamanan yang selektif : tA > tB > tc. Karena pada
reley arus lebih definite time waktu kerja relay tidak
dipengaruhi oleh besarnya arus, maka untuk
mendapatkan pengamanan yang baik perlu
menentukan beda waktu ( tingkatan waktu t ) antara
dua tingkatan pengaman.

Jadi untuk penyetelan waktu pada rangkaian tersebut diatas


adalah :
tC= t 1
tB = t 2
= t1 + t
tA= t3
= t1 + 2 t
Misalkan suatu jaringan listrik radial seperti pada gambar
berikut ini, seting waktu di bus D dipilih yang paling cepat,
dengan waktu tD = 0,2 detik. Untuk menghindari agar relay
tidak bekerja saat ada pemasukan beban baru, maka beban
waktu dipilih sebesar 0,5 detik.

Contoh gambar jaringan listrik sistem radial untuk


penyetingan waktu relay
A

Sehingga relay akan bekerja dengan beda waktu sebagai


berikut :
tD = 0,2 detik
tC = 0,2 detik + 0,5 detik = 0,7 detik
tB = 0,2 detik + 2 x 0,5 detik = 1,2 detik
tA = 0,2 detik + 3 x 0,5 detik = 1,7 detik

Karakteristik arus waktunya sebagai berikut :


t

tA

tB
B

tC
C

tD
D

b. Relay arus lebih Inverse

Syarat untuk setting wakktu ( TD / Time dial atau TMS/ Time Multiple
setting ) dari relay arus lebih jenis ini, harus diketahui data-data
sebagai berikut :
- Besarnya arus hubung singkat pada setiap bus
- Penyetelan / setting arusnya (IS)
- Kurve karakteristik relay yang dipakai
Kerja relay secara keseluruhan harus cepat bereaksi dan selektif,
sehingga waktu kerja relay untuk dua bus yang berurutan pada
lokasi gangguan yang sama harus mempunyai beda waktu t
minimum 0,4 s/d 0,5 detik.
Adapun untuk tempat / lokasi gangguan yang berlainan pada satu
rangkaian ( satu pengamanan ), maka relay akan bekerja sesuai
dengan arus perkaliannya.

Seting relay arus lebih untuk


satu lokasi gangguan.
Sistem Jaringan dan lokasi gangguan :
B

Kurve karakteristik relay :


t

8. Relay Jarak
Impedansi suatu saluran transmisi adalah sebanding
dengan panjangnya, untuk relay jarak jenis ini dapat
mengukur besarnya impedan saluran pada jarak
tersebut serta berfungsi sebagai pengaman jaringan.
Prinsip dasar pengukuran adalah dengan
membandingkan arus gangguan yang dirasakan oleh
relay terhadap tegangan / lokasi dimana relay
dipasang. Dengan membandingkan dua besaran
tersebut, impedans saluran transmisi dari lokasi relay
sampai titik / lokasi gangguan dapat diukur.

Prinsip kerja sistem pengaman dengan


menggunakan relay jarak.
Bus A

Bus B

PMT

CT

F1
PT

Relay

F2

a. Gangguan di Bus B (batas pengamanan)


Tegangan yang diukur di A adalah V, :

V I f ZL
dimana :
If =arus gangguan di titik B
ZL= impedans antara titik pengukuran (TC) dengan titik
gangguan(titik B)
Perbandingan tegangan dan arus di A :
I f ZL
V

ZL
If
If

yang berarti relay dalam batas keseimbangan (pickup)


.

b. Jika Gangguan di F2
Tegangan yang diukur di A adalah V2 > VB :

V2 I f 2 Z 2
Perbandingan tegangan dan arus di A :

I f 2 Z2
V2

Z2
If2
If2
Jika V2 > VB dan If2 = If ,maka Z2 > ZB, sehinggs relai tidak
bekerja.

c. Jika Gangguan di F1 (di dalam daerah pengamanan)


Tegangan yang diukur di A adalah V1 < VB,:

V1 I f 1 Z1
Perbandingan tegangan dan arus di A :
I f 1 Z1
V1

Z1
I f1
I f1

Jika V1 < VB dan If1 = If ,maka Z1 < ZB, berarti relai akan
bekerja

Karakteristik kerja Pengaman dengan relay jarak :


ZL

Zs

F1

F2

Ketelitian pengaman pada relay jarak dipengaruhi oleh :


1. Penyetelan ZL yang didasarkan pada impedansi saluran
2. Pengukuran dilakukan pada sisi sekunder dari ransformator
arus (CT) dan transformator tegangan (PT), sehingga ketelitian
dipengaruhi oleh CT dan PTnya.

Rangkuman

Suatu relay harus memenuhi syarat antara lain : cepat


bereaksi, selektif, peka/ sensitif dan mempunyai
keandalan/ reliability.

Fungsi relay untuk menentukan dengan segera


pemutusan / penutupan pelayanan penyaluran setiap
elemen sistem tenaga listrik bila mendapatkan gangguan
atau kondisi kerja yang abnormal, disamping itu relay
harus bisa mengetahui letak dan jenis gangguan,
sehingga dari pengaman ini dapat dipakai untuk
pedoman perbaikan peralatan yang rusak.

Relay arus lebih adalah suatu relay yang bekerjanya


berdasarkan adanya kenaikan arus yang melewatinya.

Ada tiga jenis relay arus lebih yaitu : relay arus lebih
sekitika ( moment-instantaneous), relay arus lebih waktu
tertentu ( definite time ) dan relay arus lebih berbanding
terbalik ( invers).

Prinsip dasar perhitungan penyetelan arus untuk


penyetelan minimum bahwa, relay arus lebih tidak boleh
bekerja pada saat terjadi beban maksimum, dan batas
penyetelan maksimum relay harus bekerja bila terjadi
gangguan hubung singkat pada rel berikutnya.
Prinsip dasar perhitungan penyetelan waktu, Untuk
mendapatkan
pengamanan yang selektif, maka penyetelan waktu
dibuat bertingkat

Relay jarak dapat mengukur besarnya impedan saluran pada


jarak tertentu serta berfungsi sebagai pengaman jaringan.
Prinsip dasar pengukuran adalah dengan membandingkan
arus gangguan yang dirasakan oleh relay terhadap tegangan /
lokasi dimana relay dipasang. Dengan membandingkan dua
besaran tersebut, impedans saluran transmisi dari lokasi relay
sampai titik / lokasi gangguan dapat diukur.

Soal-soal
1. Sebutkan dan jelaskan syarat-syarat relay ?
2. Sebutkan klasifikasi relay berdasarkan besaran yang
diukur ?
3. Jelaskan fungsi dari pada relay ?
4. Apa yang anda ketahui tentang relay arus lebih ?
5. Sebutkan daerah-daerah dalam proteksi relay
6. Gambarkan dan terangkan prinsip kerja relay arus lebih
seketika (moment-instantaneous ) ?
8. Jelaskan prinsip dasar perhitungan untuk penyetelan arus
pada relay arus lebih, dan tuliskan persamaan yang
digunakan ?

8. Berikan contoh prinsip dasar perhitungan penyetelan


waktu jenis relay arus lebih definite time ?
9. Gambarkan sistem pengaman jaringan radial yang
menggunakan relay jarak, dan terangkan prinsip
pengamanannya ?