Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN

PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSA MEDIS HIPERTENSI EMERGENCY

OLEH :
NAMA

: I GEDE AGUS ARTAWAN

KELAS

: A7 C

NIM

: 13.321.1836

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
WIRA MEDIKA PPNI BALI

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN


HIPERTENSI EMERGENCY

A. Konsep Dasar Penyakit


1. Definisi
a. Hipertensi adalah suatu keadaaan dimana pada umuumnya penderita mempunyai
tekanan darah sistolik lebih rendah dari 140 mmHg dan tekanan diastolic lebih dari
90 mmHg. Batas tekanan darah yang masih rendah dianggap normal 140 / 90 mmHg
dan tekanan darah sama dengan atau diatas 160 / 95 mmHg dinyatakan sebagai
hipertensi. (Luffo ).
b. Hipertensi adalah suatu penekanan darah sistolik dan diastolik yang tidak normal,
batas yang tepat dari kelainan tidak pasti. Nilai yang diterima berbeda sesuai dengan
usia dan jenis kelamin, namun pada ummnya sistolik antara 140 190 mmHg dan
diastolik antara 90 95 mmHg dianggap merupakan garis batas Hipertensi ( Syivia A,
pierce. 533 ).
c. Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah perisisten dimana tekanan
sistoliknya diatas 140 mmHg. Pada mulanya hipertensi didefinisikan sebagai tekanan
sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolic 90 mmHg. ( Smehzer, suzanie. 2002 : 896 ).
d. Hipertensi adalah tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik
90 mmHg, atau bila pasien memakai obat anti hipertensi. ( Arisf Mansjoer, 2001 :
518).
2. Etiologi
Berdasarkan penyebabnya, hipertensi dibagi 2 yaitu :
a. Hipertensi primer ( essensial )
Hipertensi primer yang belum diketahui penyebabnya ( idiopatik ). Factor
yang mempengaruhinya yaitu : Genetik, lingkungan, hiperaktivitas, susunan
saraf simpatis, sistem rennin angeostenin dan peningkatan Na + Ca
intraseluler, dan faktor faktor yang meningkatkan resiko seperti obesitas,
alkohol, merokok, polisitemia.
b. Hipertensi Sekunder ( renal )
Hipertensi ini dapat diketahui penyebabnya dan biasanya disertai keluhan atau
gejala gejala dari penyakit yang menyebabkan hipertensi tersebut. Penyakit
yang dapat menyebabkan hipertensi ini misalnya :

1. Pil KB :
Kontrasepsi oral yang mengandung estrogen yang menyebabkan
peningkatan

angiostensinogen

dan

kemudian

akan

meningkatkan

angiostensin II. Peningkatan Angiostensin II ini juga dirangsang oleh


pengeluaran rennin akibat stimulasi saraf simpatis. Akibat peningkatan
Angiostenin II ada 2 hal yaitu : aspek konstriktor arterida perifer dan
peningkatan sekresi aldosteron yang mengakibatkan reabsorbsi Na dan air.
2. Sindrom Cushing
Hipertensi pada penyakit ini diakibatkan oleh peningkatan Glukortikoid
( Kortisol ) sehimgga menyebabkan Glukonegenesis dan perubahan dalam
distribusi jaringan adipose, yang biasanya 2 hal tersebut dapat
meningkatkan obesitas.
3. Penyakit Ginjal
a) Glumerol nefritis akut : Lesi pada Glomerutus menyebabkan retensi
H2O dan NaCl sehinnga menyebabkan Hipertensi.
b) Penyempitan arteri renalis
Penyebab hipertensi pada orang dengan lanjut usia adalah terjadinya perubahana
pada:
1. Elastasi dinding aorta menurun
2. Katup jantung menebal dan menjadi kaku
3. Kemampuan jantung memompa darah menurun, setiap tahun sesudah berumur
20 tahun, kemampuan jantung mempompa darah menurun sehinnga
menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya.
4. Kehilangan elastisitas pembuluh darah, hal ini terjadi karena kurangnya
efektifitas pembuluh darah perifer untuk oksigenisasi.
5. Meningkatkan Resistensi pembuluh darah.
3. Faktor Pencetus
a. Pencetus Hipertensi karena gaya hidup
1. Kurang olahraga
2. Kebiasaan merokok
3. Makanan berlemak dan tinggi kolesterol
4. Minuman berakohol
5. Diet yang tidak seimbang
b. Pencetus Hipertensi karena fisik / tubuh
1. Obesitas dan stress
c. Pencetus Hipertensi karena penyakit lainnya
1. Penyakit Diabetes Militus dan Jantung
2. Wanita yang tidak menstruasi

4. Fatofisiologi
Penyakit hipertensi disebabkan oleh factor usia, jenis kelamin, merokok, stress,
kurang olahraga, genetic, alcohol, kosentrasi NaCl, dan obesitas. Hipertensi ini
dikarenakan Sistemik darah meningkat, kerusakan vaskuler, pembuluh darah, dan
perubahan situasi. Perubahan situasi ini mengakibatkan ansietas. Tekanan sistemik darah
meningkat menyebabkan beban kerja jantung akan meningkat dan aliran darah makin
cepat keseluruh tubuh sedangkan nutrisi dalam sel mencukupi kebutuhan. Kerusakan
vaskuler pembuluh darah akan mengalami perubahan struktur dan penyumbatan
pembuluh darah akan terjadi vasokonstruksi akan terjadi gangguan sirkulasi. Hipertensi
yang akan adanya perubahan situasi. Perubahan situasi ini disebabkan 2 hal yaitu krisis
situsional dan informasi yang minim atau kurang.
Gangguan sirkulasi ini bisa terjadi gangguan pada ginjal, otak, pembuluh darah,
retina / penglihatan. Di dalam ginjal terjadi vasokonstruksi pembuluh darah ginjal dan
aliran darah akan menurun. Aliran darah yang menurun akan terjadi respon RAA yang
akan merangsamg Aldosteron dan terjadi retensi natrium yang menyebabkan kelebihan
volume cairan. Gangguan sirkulasi pada otak mengakibatkan resitensi pembulih darah
diotak akan menurun, dan suplay oksigen yang masuk ke otak juga menurun, itulah di
sebabkan seseorang akan menderita nyeri pada kepala. Gangguan sirkulasi ini terjadi di
pembuluh darah ada 2 yaitu : sistemik dan koroner. Pada pembuluh darah sistemik terjadi
vasokonstruksi gangguan sirkulasi pada retina dapat mengakibatkan resiko cedera.
5. Manifestasi Klinis
Secara klinis derajat hipertensi daoat dikelompokan yaitu:
No
1.
2.
3.
4.

Kategori
Optimal
Normal
High normal
Hipertensi
Grade 1: ringan
Grade 2 :sedang
Grade 3: berat

Sistolik (mmHg)
< 120
120 129
130 139

Diastolik(mmHg)
< 80
80 84
85 89

140 159
160 179
180 209

90 99
100 109
100 119

Grade 4: kronik

> 210

> 120

Tanda dan gejala pada hipertensi :

Gejala yang timbul bervariasi, tergantung dari tinggi rendahnya derajat hipertensi.
Pada hipertensi esensial dapat berjalan gejala dan pada umumnyaa baru timbul gejala
terjadi komplikasi pada organ target seperti : ginjal, mata, otak, dan jantung yang sering
dujumpai seperti :
a. Sakit kepala pusing
b. Lemas, kelelahan, pucat
c. Sesak nafas
d. Vertigo
e. Gelisah
f. Penderita retina
g. Gangguan penglihatan
h. Mual, muntah
i. Epitaksis
j. Kesadaran menurun
k. tachikardi
6. Pemeriksaan Diagnostik
a. Hemoglobin / Hemotokrit
Bukan diagmostik tetapi mengkaji hubungan dari sel sel terhadap volume cairan
dan dapat mengidentifikasikan factor resiko seperti : Anemia, hiperkoagulabilitas.
b. BUN / keratin : memberikan informasi tentang perfusi
c. Glukosa : hiperglikemia pencetus hipertensi dapat diakibatkan peningkatan ketoalamin
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

( meningkatkan hipertensi )
Kalsium Serum
Kalium serim
Kolesterol dan trigleserida serum
Pemeriksaan tiroid
Urinalisa
Asam urat
ECG

7. Penatalaksanaan
Tujuan deteksi dan penatalaksanaannya adalah menurunkan resiko penyakit
kardiovaskuler dan mortalitas serta morbidilitas yang berkaitan. Tujuan terapi adalah
mencapai dan mempertahankan tekanan sistolik dibawah 90 mmHg dan mengontrol
faktor resiko, kelompok resiko dikategorikan menjadi :
a. Pasien tekanan darah perbatasan atau tingkat 1, 2, 3 tanpa gejala penyakit
kardiovaskuler, kerusakan organ faktor lainnya.
b. Pasien tanpa gejala penyakit kardiovaskuler, kerusakan organ faktor lainnya tapi
memiliki satu atau lebih faktor resiko
c. Pasien dengan gejala klinis penyakit kardiovaskuler/ kerusakan organ yang jelas.

d. Faktor resiko : usia > 60 merokok, DM, riwayat penyakit kardiovaskuler dalam
keluarga misalnya : IMA, PJK, stroke, DM.
Modifikasi gaya hidup cukup efektif dapat menurunkan resiko kardiovaskuler
dengan biaya sedikt dan resiko maksimal. Tata laksana ini tetap dianjurkan meski
harus disertai obat antihipertensi karena dapat menurunkan jumlah obat dan dosis
obat.
a. Berhenti merokok
b. Pertahankan gaya hidup sehat
c. Belajar untuk relaks dan kendalikan stress
d. Batasan diet dan pengendalian berat badan
e. Diet garam
f. Periksa tekanan darah secara teratur.

B. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan


1. Pengkajian
a. Aktivitas / istirahat
Gejala :
Kelemahan
Letih
Napas pendek
Gaya hidup monoton
Tanda :
Frekuensi jantung meningkat
Perubahan irama jantung
Takipnea
b. Sirkulasi
Gejala : Riwayat hipertensi, aterosklerosis, penyakit jantung koroner / katup, penyakit
serebrovaskuler
Tanda :
Kenaikan TD
Nadi : denyutan jelas
Frekuensi / irama : takikardia, berbagai disritmia
Bunyi jantung : murmur
Distensi vena jugularis
Ekstermitas
Perubahan warna kulit, suhu dingin ( vasokontriksi perifer ), pengisian kapiler
mungkin lambat
c. Integritas Ego
Gejala: Riwayat perubahan kepribadian, ansietas, depresi, euphoria, marah, faktor stress
multiple ( hubungsn, keuangan, pekerjaan )
Tanda :
Letupan suasana hati
Gelisah
Penyempitan kontinue perhatian
Tangisan yang meledak
otot muka tegang ( khususnya sekitar mata )
Peningkatan pola bicara

d. Eliminasi
Gejala : Gangguan ginjal saat ini atau yang lalu ( infeksi, obstruksi, riwayat penyakit
ginjal )
e. Makanan / Cairan
Gejala :
Makanan yang disukai yang dapat mencakup makanan tinggi garam, lemak dan
kolesterol
Mual
Muntah
Riwayat penggunaan diuretik
Tanda :

BB normal atau obesitas


Edema
Kongesti vena
Peningkatan JVP
glikosuria

f. Neurosensori
Gejala :
Keluhan pusing / pening, sakit kepala
Episode kebas
Kelemahan pada satu sisi tubuh
Gangguan penglihatan ( penglihatan kabur, diplopia )
Episode epistaksis
Tanda :
Perubahan orientasi, pola nafas, isi bicara, afek, proses pikir atau memori
( ingatan )
Respon motorik : penurunan kekuatan genggaman
Perubahan retinal optik
g. Nyeri/ketidaknyamanan
Gejala :
nyeri hilang timbul pada tungkai
sakit kepala oksipital berat
nyeri abdomen
h. Pernapasan
Gejala :

Dispnea yang berkaitan dengan aktivitas


Takipnea
Ortopnea
Dispnea nocturnal proksimal
Batuk dengan atau tanpa sputum
Riwayat merokok

Tanda :
Distress respirasi/ penggunaan otot aksesoris pernapasan
Bunyi napas tambahan ( krekles, mengi )
Sianosis
i. Keamanan
Gejala
: Gangguan koordinasi, cara jalan
Tanda
: Episode parestesia unilateral transien
j. Pembelajaran / Penyuluhan
Gejala
:
Factor resiko keluarga ; hipertensi, aterosklerosis, penyakit jantung, DM ,
penyakit serebrovaskuler, ginjal
Faktor resiko etnik, penggunaan pil KB atau hormon lain
Penggunaan obat / alkohol
2. Diagnosa Keperawatan
a. Penurunan curah jantung b/d peningkatan afterload, vasokontraksi, hipertrofi
ventikuler, iskemia miokard.
b. Intoleransi aktivitas b/d kelemahan, ketidakseimbangan suplay dan kebutuhan
oksigen.
c. Nyeri akut ( sakit kepala) b /d peningkatan tekanan vaskuler several
d. Ansietas ( kecemasan ) b /d stress ancaman kematian, perubahan situasi dan status
kesehatan, pengungkapan masalah
e. Ketidakefektifan koping b / d sistem pendukung yang tidak adekuat
f. Kurang pengetahuan mengenai kondisi rencana pengobatan b / d kurang
pengetahuan / daya ingat, menginterpretasikan informasi, keterbatasan kognitif.

4. Implentasi
Tujuan utama meliputi pemahaman proses penyakit dan penangannya, kepatuhan dengan
program perawatan diri dan tidak adanya komplikasi.

5. Evaluasi
Dx 1 :
1. Berpartisipasi dalam aktivitas yang menurunkan TD / beban kerja jantung
Mempertahankan TD dalam rentan individu yang dapat diterima
2. Memperlihatkan irama jantung dan Frekuensi jantung stabil dalam rentan normal
pasien
DX 2 :
1. Berpatisipasi dalam aktivitas yang diinginkan / diperlukan
2. Melaporkan peningkaatan dalam toleransi aktivitas yang dapat diukur
3. Menunjukan penurunan dalam tanda tanda intoleransi fisiologi.
DX 3 :
1. Pasien dapatmelaporkan nyeri / ketidaknyamanan hilang / terkontrol
2. Pasien dapat mengungkapkan metode yang memberikan pengurangan
3. Mengikuti regimen farmakologi yang diresepkan
DX 4 :
1.
Klien mampu mengidentifikasi dan mengungkapkan gejala cemas
2. Mengidentifikasi, mengungkapkan dan menunjukan tekhink untuk mengontrol
cemas
3.
Vital sign dalam batas normal
4. Postur tubuh, ekspresi wajah, bahasa tubuh dan tingkat aktivitas menunjukan
berkurangnya kecemasan
DX 5 :
1.
Mengidentifikasi perilaku koping efektif dan konsekuensinya
2.
Menyatakan kesadaran kemampuan koping / kekuatan pribadi
3. Mengidentifikasi potensial situasi stress dan mengambil langkah untuk
menghindari / mengubahnya
DX 6 :
1. Pasien dan keluarga menyatakan pemahaman tentang penyakit, kondisi, prognosis
dan program pengobatan
2. Pasien dan keluarga mampu melaksanakan prosedur yang dijelaskan secara benar
3. Pasien dan keluarga pasien mampu menjelaskan kembali apa yang dijelaskan
perawat / tim kesehatan lainya.

DAFTAR PUSTAKA
A. Price, silvya, 1195. Patofisiologi , Jakarta : EGC
Doenges , E. Marilynn, 1999. Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta: EGC
Manisjoer, Arif dkk. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jilid 1. Jakarta : EGC
Nanda Panduan NIC NOC. Mediaction Publishing Jilid 1. 2013
Soeparman, 1990. Ilmu Penyakit dalam. Jilid 2. Jakarta : Balai Penerbit FKVI

LEMBAR PENGESAHAN

Mengetahui,
Pembimbing Ruangan

Mahasiswa

(.......................................................)

( I Gusti Ayu Diah Sasmitha Dewi)


NIM : 13.321.1979

Mengetahui
Pembimbin Akademik

( ..............................................................)