Anda di halaman 1dari 19

BLEACHING GIGI VITAL: SEBUAH PEMBAHARUAN

PENDAHULUAN
Pasien yang datangn ke dokter gigi saat ini lebih berpendidikan dibandingkan dulu. Terdapat
peningkatan kemampuan pasien untuk memahami apa yang kedokteran gigi tawarkan karena
televisi dan media cetak memberikan wawasan pada pasien mengenai kemajuan dan
peneltian terkini dalam kedokteran gigi, termasuk penyakit periodontal dan implikasinya
dengan penyakit jantung, laser, CAD-CAM, implant, tambalan sewarna gigi, veneer porselen,
dan tooth whitening. Internet juga memberikan pasien akses informasi kemajuan dalam
kedokteran gigi.
Sebagian besar pasien membutuhkan informasi yang lebih mengenai kedokteran gigi
dibidang estetik. Jenis perawatan gigi untuk meningkatkan penampilan personal telah
meningkat selama beberapa tahun terkini dengan kemajuan pesat kedokteran gigi estetik.
Dengan peningkatan kesadaran pasien untuk meningkatkan senyumannya, seperti yang
terlihat dalam televisi nasional, pasien menerima dan menyukai konsep bahwa mereka dapat
merubah tampilan senyumannya hanya dengan beberapa kali kunjungan ke dokter gigi.
Kedokteran gigi estetik bersifat elektif. Kini pasien tidak lagi harus merasa tidak puas dengan
tampilan senyumannya. Kedokteran gigi restoratif estetik meliputi banyak jenis perawatan
untuk merubah tampilan gigi. Perawatan-perawatan dapat berupa penambalan rutin restorasi
resin komposit, veneer porselen, tooth whitening, mahkota keramik penuh dan parsial,
restorasi metal-porselen, implant, dan restorasi prostetik lepasan. Dengan peningkatan
wawasan dan minat pasien dibidang kedokteran gigi estetik untuk merubah tampilan gigi,
teknik tooth whitening with vital bleaching telah banyak diterima.

Tooth whitening merupakan prosedur merubah warna dan tampilan gigi tanpa
menggunakan bahan restoratif. Tooth whitening bisa meliputi produk yang diberikan secara
profesional dan over-the-counter (OTC) yakni produk yang dijual bebas untuk pasien. Untuk
pasien, bahan tooth whitening meliputi pasta gigi pemutih (whitening toothpaste) produk
bleaching OTC, profilaksis gigi rutin, produk bleaching vital yang diberikan secara
profesional, non vital tooth bleaching, dan bahkan pembersih gigi tiruan. Bleaching dapat
digunakan sebagai perawatan untuk gigi yang mengalami perubahan warna yang disebabkan
oleh pewarnaan intrinsik dan ekstrinsik. Contoh pewarnaan intrinsik adalah pewarnaan
endodontik dan pewarnaan yang disebabkan oleh tetrasiklin. Pewarnaan ekstrinsik enamel
meliputi fluorosis, kekuningan karena penuaan, hipoplasia enamel, demineralisasi karies, dan
pewarnaan gigi karena merokok, mengunyah makanan, dan minuman. Karies

dapat

menyebabkan terjadinya pewarnaan intrinsik dan ekstrinsik dari struktur gigi.


Bleaching gigi vital yang diberikan secara profesional merujuk pada bahan, teknik,
dan peralatan yang digunakan di praktek dokter gigi. Dalam beberapa tahun terakhir, pasien
berminat pada bleaching untuk merawat gigi yang berwarna. Bleaching, khususnya home
bleaching paling diminati oleh dokter gigi dan pasien karena merupakan perawatan paling
konservatif, non-invasif untuk merubah tampilan gigi. Bleaching biasanya digunakan untuk
mencerahkan warna gigi yang menjadi gelap karena pewarnaan intrinsik dan ekstrinsik.
Teknik-teknik ini dapat meliputi berbagai konsentrasi hidrogen peroksida dan karbamid
peroksida, in office technic dengan atau tanpa bantuan sinar atau panas, whitening strips
yang diberikan secara profesional, dan tray bleaching. Artikel ini akan meninjau jenis-jenis
sistem, indikasi, dan kontraindikasi bleaching gigi vital dan beberapa efek samping yang
dilaporkan.

Gambar 1 Scalloped tray untuk bleaching di rumah.


Bleaching pertama kali dilakukan pada tahun 1877. Penerimaan bleaching gigi
sebagai perawatan konservatif non-invasif untuk perwarnaan gigi telah meningkat dalam 30
tahun terakhir yang menggunakan konsentrasi tinggi hidrogen peroksida dengan pemanasan.
Laporan klinis menunjukan bahwa dalam kebanyakan kasus, heat lamp khusus dipasang di
dental chair dengan aplikasi dental dam untuk melindungi jaringan gingiva dari konsentrasi
hidrogen peroksida yang tinggi ,pemanasan hidrogen peroksida membutuhkan beberapa kali
kunjungan (lima sampai tujuh kali) dengan satu jam per kunjungan untuk mencapai hasil
tooth

whitening

yang

memuaskan.

Efek

samping

yang

dilaporkan

diantaranya:

hipersensitivitas gigi dan iritasi jaringan lunak karena konsentrasi gigi hidrogen peroksida
yang merembes di bawah dental dam.
Kebutuhan untuk prosedur bleaching gigi yang lebih sederhana membawa pada
penelitian sistem dan bahan kimia lain untuk bleaching gigi vital. Pada tahun 1989, teknik
yang menggunakan mouthguard di rumah (tray) dengan 10% karbamid peroksida OTC
digunakan untuk perawatan gingivitis telah disebutkan sebagai teknik whitening yang sukses.
Laporan awal ini dilanjutkan dengan gel karbamid peroksida teknik yang lebih spesifik
untuk vital tooth bleaching dalam mouthguard. Karena banyak prosedur baru yang
ditawarkan, terdapat kekhawatiran mengenai keamanan, efektivitas, dan jangka waktu teknik

bleaching dengan hidrogen peroksida. The United States Food dan Drug Administration serta
dokter gigi telah mengangkat isu ini.
Penelitian untuk menjawab banyak masalah mengenai bleaching peroksida yang
diberikan

secara profesional telah terjawab penelitian menunjukkan keamanan dan

efektivitas tooth whitening dengan produk peroksida. Tahun 1995, survey pada 8134 dokter
gigi melaporkan bahwa 91% menyediakan bleaching gigi vital di tempat prakteknya. 97%
dokter gigi ini melaporkan kesuksesan dengan tooth whitening. Efek samping yang
dilaporkan responden adalah: 62.2% sensitivitas gigi 10.7% saat itu, 45.9% melaporkan
iritasi jaringan lunak 5.6% saat itu, 2,1% mendapat efek sistemik 0.2% saat itu, dan 18.8%
tidak mendapat efek samping.
Vital tooth Bleaching telah menjadi prosedur yang diterima baik dan sukses dalam
praktek kedokteran gigi. Vital tooth Bleaching yang menggunakan tray adalah yang paling
populer. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pabrik telah memperkenalkan produk
bleaching gigi menggunakan alat penyinar dan dengan konsentrasi peroksida yang lebih
tinggi yang dilakukan di tempat praktek. Ketersediaan produk tooth whitening OTC untuk
pasien juga telah meningkat secara signifikan dalam satu dekade terakhir.
Sejak awal penelitian telah menunjukkan efektifitas dan keamanan dari kandungan
karbamid dan hidrogen peroksida pada perawatan tooth vital bleaching dengan menggunakan
mouthguard. Dalam semua kasus, agen-agen tersebut dapat mengevaluasi pemutihan warna
gigi dengan aman dan efektif dengan efek samping yang minimal. Selain itu, ketika prosedur
bleaching telah selesai, efek samping yang terjadi selama perawatan pun hilang. Dengan
meningkatnya penerimaan vital tooth bleaching yang dilakukan oleh dokter gigi dan tooth
whitening dengan produk lainnya,maka the American Dental Association (ADA)
mengeluarkan laporan di tahun 1994 dan 1998

untuk meninjau kriteria keamanan dan

efektivitas produk yang mengandung peroksida untuk tujuan bleaching gigi. Produk apa pun
yang memenuhi kriteria-kriteria ini bisa mendapatlegalitas dari ADA. Untuk mendapat
legalitas tersebut, perusahaan harus mengumpulkan penelitian keamanan dan dua percobaan
klinis yang menunjukan setidaknya perubahan sebanyak dua tingkat ketika rekomendasi
bleaching tersebut dilakukan. Kebanyakan produk bleaching mendapatkan legalitas yakni
yang menggunakan gel karbamid peroksida 10% yang diaplikasikan menggunakan tray
Konsep asli vital tooth bleaching yang diberikan secara profesional dimulai dengan
pembuatan tray dari cetakan gigi pasien yang digunakan untuk menampung gel karbamid
peroksida 10%. Kini, dokter gigi memiliki banyak pilihan untuk memberikan pasien bahan
dan teknik bleaching gigi di rumah. Hal ini meliputi berbagai jenis tray yang berbeda dan
sistem tanpa tray yang menggunakan hidrogen atau karbamid peroksida dalam berbagai
konsentrasi. Ketika membandingkan konsentrasi kimia hidrogen peroksida dengan karbamid
peroksida, perkiraan rasio rumus yang digunakan adalah 3% hidrogen peroksida kira-kira
setara dengan 10% karbamid peroksida. Dalam dekade terakhir, sejumlah produk bleaching
peroksida yang berbeda telah diperkenalkan untuk dokter gigi. Terdapat modifikasi dalam
bahan kimia untuk membuat peroksida yang tersedia bertahan lebih lama untuk bleaching
dalam semalam. Penambahan karbopol dalam gel bleaching gigi vital karbamid peroksida
memperpanjang peotensial bleaching gel selama 8 jam. Hal ini membuat dokter gigi
merekomendasikan tray dengan gel bleaching karbamid yang bisa dipakai semalaman. Ini
bukan produk bleaching gigi vital berbasis hidrogen peroksida yang sebenarnya. Hidrogen
peroksida akan kehilangan lebih dari 50% ptensial bleachingnya dalam wakt 30 menit.
Degradasi kimia selama 30 menit membawa pada teknologi strip tanpa tray (e.c Crest
Whitesrips), dimana strip dipakai hanya selama 30 menit dalam satu kali. Kebanyakan pabrik
juga menyediakan berbagai peroksida dengan konsentrasi yang lebih tinggi baik karbamid
dan hidrogen peroksida- untuk mengurangi waktu pemakaian tray dan/atau mengurangi

waktu yang dibutuhkan untuk mencapai hasil gigi yang lebih putih . Konsentrasi hidrogen
peroksida yang lebih tinggi (25-35%) digunakan untuk bleaching in office dengan dan tanpa
sinar dan panas.

AT-HOME TRAY BLEACHING


Ketika tooth vital bleaching secara profesional dengan tray pertama kali diperkenalkan,
terdapat kekhawatiran mengenai efek samping dan keluhan pasien. Efek samping dan
keluhan pasien meliputi: rasa gel bleaching, iritasi gusi, bleaching gigi yang tidak berimbang,
tampilan bercak pada gigi selama tahap awal bleaching, dan hipersensitivitas gigi ketika
bleaching. Masalah ini telah diteliti dan penelitian telah menyediakan pemahaman yang lebih
baik. Pabrik produk bleaching gigi telah membuat perubahan dalam rekomendasi teknik dan
komponen produk untuk mengatasi masalah-masalah ini. Keluhan pasien dan dokter gigi
mengenai masalah rasa telah diatasi dengan pemilihan rasa yang lebih baik agar bisa diterima
pasien. Iritasi gingivia terjadi dengan tray yang dibuat dengan buruk baik karena
ketidakakuratan cetakan atau tray yang harus dibuat berlekuk untuk menampung gel
bleaching hidrogen dan karbamid peroksida berkonsentrasi tinggi. Pewarnaan gigi yang tidak
seimbang hilang setelah satu minggu bleaching.
Sensitivitas gigi selama bleaching telah menjadi efek samping tertinggi yang
dilaporkan. Dalam studi penelitian klinis, sensitivitas gigi selama bleaching dilaporkan terjadi
pada 18-78% pasien, baik dengan sistem tray di rumah atau prosedur di tempat praktek.
Sensitivitas karena bleaching gigi dalam pengamatan klinis menyatakan bahwa ia bersifat
sementara, tanpa efek jangka panjang. Beberapa dokter gigi percaya bahwa sensitivitas
sementara ini dikarenakan resesi gingiva. Namun, resesi gingiva bukan faktor dalam
kemunculan hipersensitivitas gigi ketika bleaching. Tidak ada perbedaan yang signifikan

pada sensitivitas karena ada atau tidak adanya resesi gusi ketika bleaching dilakukan. Untuk
meminimalkan sensitivitas gigi selama bleaching gigi vital, klinisi bisa merekomendasikan
pasien untuk mengurangi waktu penggunaan tray pada seminggu pertama, yaitu tidak lebih
dari 1 jam sehari untuk produk karbamid peroksida, atau 15 menit per hari untuk hidrogen
peroksida dengan konsentrasi yang lebih tinggi atau menggunakan peroksida dengan
konsentrasi yang lebih rendah. Lima persen potassium nitrat (KNO3) terbukti menjadi
desensitizer yang efektif ada pasta gigi. Karena keefektivannya, sejumlah pabrik telah
menambahkan 5% agen desensitizing KNO3 pada gel bleaching. Penambahan KNO3 pada
gel bleaching tidak meredakan sensitivitas dibandingkan saat KNO3 digunakan pada pasta
gigi. Dua efek strategi penggunaan KNO3 pada pasta gigi yang mengandung desensitiser
telah terujisecara klinis yaini dengan menggosok gigi dengan pasta gigi desensitizing selama
2 minggu sebelum bleaching awal dan penambahan pasta gigi untuk gigi sensitif yang
mengandung 5% KNO3 1 minggu sebelum bleaching dengan tray yang akan digunakan
untuk bleaching selama 30 menit perhari. Kedua strategi dianggap sebagai mekanisme untuk
meredakan rasa sensitif. Amorphous calcium phosphate (ACP) terbukti efektif menjadi
pereda rasa sensitif yang efektif. Penelitian terkini menunjukan pasta yang mengandung
Recaldent, casein phosphopeptide- amorphous calcium phosphate (CPP-ACP), efektif dalam
mengurangi sensitivitas gigi karena bleaching. Sebuah pabrik, Discus Dental, telah
memperkenalkan produk belaching yang mengandung ACP. Penelitian yang mengevaluasi
gel bleaching yang ACP menunjukan bahwa ACP dapat ditambahkan pada gel bleaching
karbamid peroksida gel 16% dengan reduksi signfikan pada hipersensitivitas gigi selama dan
setelah perawatan.
Selama bertahun-tahun, terdapat kontroversi mengenai apakah tray menjadi metode
terbaik. Ketika bleaching dengan tray diperkenalkan, tray dibuat dari bahan fleksibel
vacuum-formed yang tipis dan tebal dan bahan plastik kaku yang tipis. Beberapa pabrik

membuat tray yang dilapisi busa, karena percaya ia akan menahan bahan bleaching di gigi
dengan lebih efektiv. Dari penelitian terkini yang telah mengevaluasi berbagai konfigurasi
dan jenis tray, dan durasi pemakaian tray, maka dapat disimpulkan bahwa:

Bahan fleksibel tipis vacuum-formed merupakan standard.


spasi pada model batu untuk menghasilkan reservoir tidak dibutuhkan, tetapi

menggunakan reservoir membuat pasien menelan lebih sedikit gel bleaching.


Membuat tray mengikuti kontur gusi tidak dibutuhkan ketika menggunakan karbamid
peroksida 10%, tetapi harus dilakukan untuk karbamid peroksida dengan konsentrasi
tinggi atau hidrogen peroksida yang sebanding. Terlalu memotong tray hingga
membuat sebagian gigi terlihat tidak masalah karena bahan bleaching akan

berpenetrasi dibawah tray.


Custom-fitted tray meningkatkan kontak gel bleaching dengan gigi.
Kebanyakan perusahan membuat gel bleaching untuk aplikasi selama 2 minggu.
Konsentrasi bleaching karbamid peroksida yang lebih tinggi yang digunakan di tray
menunjukan peningkatan awal yang lebih cepat, tetapi dalam periode 6 minggu,
membandingkan karbamid peroksida 10% dengan yang berkonsentrasi lebih tinggi

tidak ditemukan perbedaan pada hasil akhir.


Konsep tooth whitening hingga level akhir disebut sebagai inherent lightness

potential dari gigi; yang merupakan titik akhir sejauh mana gigi bisa diputihkan.
Dalam kebanyakan kasus, pewarnaan tetrasiklin sedang dan ringan dapat dirawat

dengan bleaching selama 3-6 bulan.


Masalah mengenai efektivitas bleaching dengan pemakaian tray semalaman dengan
gel bleaching menunjukan degradasi konsentrasi peroksida secara berangsur-angsur,
tetapi agen bleaching tetap efektiv. Hidrogen peroksida terdegradasi lebih dari 50%

dalam 30 menit, sedangkan gel karbamid peroksida dapat digunakan semalaman


Gel bleaching karbamid peroksida 10% di rumah aman secara klinis ketika terkena
enamel, dentin, permukaan akar, restorasi keramik, coran logam, dan resin komposit;
terdapat satu laporan kasus amalgam yang menghijau selama bleaching.

Gambar 2. A. Tampilan preoperatif sebelum bleaching dengan tray di rumah. B. Tampilan


postoperatif setelah 6 minggu bleaching dengan karbamid peroksida 10%.
(TiON at-home, GC America)
Bleaching dengan tray di rumah membutuhkan sejumlah langkah-langkah untuk
mencapai kesuksesaln, meliputi cetakan studi yang akurat yang harus dipotong untuk
membuat mouthguard yang tipis, fleksibel dan vacuum-down. Mouthguard dapat dipotong
untuk disesuaikan (untuk konsentrasi bleaching peroksida yang lebih tinggi) atau dengan
perluasan 0.5-1mm ke margin gingiva bebas. Pasien harus diinstruksikan cara menempatkan
gel bleaching di tray dan cara membuat kelebihan gel setelah insersi. Walaupun terdapat
variasi dalam durasi pemakaian tray, untuk kebanyakan pasien 2 minggu setidaknya 1 jam
sehari akan memberikan efek pemutihan 90%. Penelitian menunjukan bahwa titik akhir
bleaching akan tercapai 6 minggu terlepas dari konsentrasi dan jenis peroksida yang
digunakan (Gambar 2). Tabel 1 memperlihatkan daftar-daftar produk bleaching untuk
dirumah yang disalurkan secara profesional.

10

TRAYLESS BLEACHING:
YANG DIBERIKAN SECARA PROFESIONAL DAN OTC

Pasien lebih banyak yang menggunakan produk pemutih OTC. Dalam beberapa tahun
terakhir, perusahaan-perusahaan telah mengembangkan metode bleaching gigi tanpa tray
yang baru. Produk pertama yang diperkenalkan secara profesional adalah Crest Whitestrips
(Procter and Gamble) untuk dijual di klinik. Setahun setelah Whitesrip diperkenalkan, produk
OTC dengan konsentrasi hidrogen peroksida yang lebih rendah dijual ke pasaran. Satu
masalah dengan produk pemutih OTC, khususnya produk bleaching, adalah tidak terdapat
diagnosis kondisi untuk pasien yang akan menggunakannya. Pelayanan yang dokter gigi
dapat berikan dalam area estetik adalah evaluasi komprehensif dan diagnosis kondisi
intraoral. Penggunaan produk OTC bisa menjadi kurang tepat. Pasien yang menggunakan
produk bleaching peroksida OTC juga bisa mendapat efek detrimenal pada penggunaan agen
bonding dalam penambalan restorasi resin komposit. Untuk pasien yang sedang dirawat, jika
gigi mereka terlihat lebih putih yang agak aneh atau opalescence, tanyakan apakah mereka
telah melakukan bleaching, dan kapan hal itu dilakukan. Dokter gigi, termasuk spesialis

11

ortodonti yang menempatkan bonded bracket, direkomendasikan untuk menunggu setidaknya


1 minggu setelah bleaching sebelum melakukan prosedur adhesif.
Dalam 2 tahun terkahir, konsentrasi hidrogen peroksida dalam produk yang disalurkan
secara profesional atau OTC telah meningkat. Strip OTC lainnya telah tersedia dari
perusahaan lain. Whitening strips ini terbukti efektif dalam memutihkan gigi, serupa dengan
penggunaan produk bleaching karbamid peroksida dengan tray di rumah. Tidak terdapat
keraguan bahwa para remaja membeli dan menggunakan whitening strips yang mengandung
hidrogen peroksida. Apakah aman dan efektif penggunaan strip pemutih pada remaja?.
Menurut laporan penelitian terkini yang mengevaluasi whitening strips yang digunakan oleh
remaja, terdapat pemutihan gigi yang signifikan tanpa efek samping. Salah satu keterbatasan
strip adalah jumlah gigi yang bisa diputihkan. Strip hanya menutupi gigi anterior, dari
kaninus ke kaninus dan sulit diaplikasikan ketika pasien memiliki gigi yang berjejal. Penting
jika pasien bertanya pada anda mengenai penggunaan whitening strips, anda harus
mengevaluasi kesejajaran gigi untuk memverifikasi bahwa posisi gigi sesuai untuk
penggunaan whitening strips. Untuk menjawab kebutuhan sistem tanpa tray yang akan
bekerja pada lebih banyak gigi dan tidak dihalangi oleh gigi yang berjejal, sistem bleaching
membran tipis, Treswhite (Ultradent Products) diperkenalkan. Sistem tanpa tray yang baru ini
yang menggunakan hidrogen peroksida 9% juga melibatkan gel barrier di margin gingiva
untuk meningkatkan kenyamanan saat diapakai. Penulis memiliki sejumlah mahasiswa
kedokteran gigi yang mencoba sistem ini dan mereka melaporkan kemudahan dalam
penggunaan dan kami bisa mendokumentasikan hasil pemutihan yang signifikan. Keuntungan
sistem tanpa tray adalah: a) hanya butuh dipakai selama 30 menit,dua kali sehari; b) tidak ada
pengisian nampai sebelum insersi, menghindari pengisian oleh pasien yang terlalu banyak
atau sedikit; dan c) strip tanpa tray atau membran sekali pakai dan langsung dibuang.

12

OTC PRODUK WHITENING LAINNYA


Pemutih adalah frase yang digunakan oleh banyak produk OTC gigi yang bukan merupakan
produk bleaching per se, tetapi menghilangkan pewarnaan ekstrinsik dari permukaan gigi.
Pasta gigi, obat kumur, permen karet dan produk paint-on menuliskan fungsi pemutih pada
labelnya. Jika pasien bertanya mengenai produk perawatan mulut tersebut dan efektivitas
pemutihannya, terdapat penelitian terbatas untuk mendukung klaim kosmetik ini. Dalam
kebanyakan kasus, jika peroksida aktif tidak terdapat dalam produk perawatan mulut, efek
pemutihannya hanya berupa penghilangan noda. Dalam beberapa kasus, keberadaan
peroksida aktif mungkin tidak berkontribusi pada pemutihan yang signifikan karena metode
aplikasi dan durasi bagaimana peroksida berkontak dengan gigi.
Banyak pasien ingin percaya bahwa pemutih paint-on bisa efektif. Terdapat variasi
produk yang diaplikasikan oleh pasien dengan cara diulaskan. Apakah produk ini berhasil?
Hal ini tergantung pada produknya dan seberapa putih yang anda inginkan. Penelitian
menunjukan bahwa terdapat efek pemutihan (mungkin penghilangan noda ekstrinsik) ketika
Colgate Simply White (18% karbamid peroksida paint on) dibandingkan dengan pasta gigi
pemutih (Crest Vivid White). Kedua produk memiliki efek pemutihan yang serupa. Ketika
dibandingkan dengan sistem tray di rumah dengan konsentrasi karbamid peroksida yang
rendah (5%), produk paint on (18% karbamid peroksida) dan pasta gigi hidrogen peroksida
1% tidak seefektif sistem tray. Dalam penelitian lain, whitening strips bekerja lebih baik
dalam memutihkan dibandingkan produk bleaching paint-on atau pasta gigi pemutih nonperoksida. Perlu diingat bahwa efek pemutih produk paint-on ini, walaupun tidak sebagus
whitening strips atau tooth whitening profesional konvensional, namun cukup untuk
kepuasan pasien. Obat kumur yang mengandung hidrogen peroksida 2% untuk pemutihan
juga telah diperkenalkan. Dalam percobaan klinis selama 6 minggu, obat kumur hidrogen

13

peroksida 2% tidak menunjukan perubahan warna yang signifikan dibandingkan gosok gigi
biasa. Pasien selalu mencari perawatan gigi sendiri yang nyaman. Sejumlah permen karet
pemutih telah diperkenalkan. Dalam percobaan klinis, permen karet ini mengurangi
pewarnaan gigi ekstrinsik dan menghambat pewarnaan gigi tambahan.
IN-OFFICE, ONE HOUR WHITENING
Bleaching gigi pertama untuk merubah warna adalah prosedur di klinik. Saat ini, sistem
paling populer untuk bleaching di gigi menggunakan hidrogen peroksida berkonsentrasi
tinggi dan sering disebut satu jam bleaching. Konsentrasi hidrogen peroksida yang tinggi
ini berkisar dari 25% sampai 35%. Bleaching di klinik dapat diberikan pada pasien dalam
satu kali kunjungan selama 1-1.5 jam atau prosedur visit berkali-kali. Dokter gigi dapat
menggunakan teknik bleaching dengan sinar, laser atau gel atau hanya larutan bleaching paint
on. Untuk sistem bleaching dengan sinar di klinik, sinar biasanya hanya digunakan untuk
bleaching ( britesmil diskusdental,lumaart, lumilite; zoom 2, discus dental) . Satu sistem sinar
berbasis alat fotopolimerisasi plasma dengan intensitas tinggi (Sapphire PAC Light, DenMat) yang bisa digunakan untuk pemutihan di klinik dan fotopolimerisasi resin. Pemutihan
profesional di klinik bisa menjadi pelengkap yang sempurna untuk sistem pemutihan di
rumah yang anda gunakan. Terdapat banyak pasien yang tidak memiliki waktu untuk
menggunakan tray atau strip. Pemutihan di klinik menawarkan kenyamanan tooth whitening
pada satu atau lebih kunjungan. Untuk pasien-pasien ini, bleaching dengan tray di rumah
tidak sesuai untuk jadwal yang padat. Dua kunjungan sistem bleaching dengan sinar selama 1
jam (Figure 3; Sapphire Light with Lightening Crystal, Den-Mat) memberikan pemutihan
yang diinginkan untuk senyumnya (gambar 4)

14

Gambar 3. Bleaching hidrogen peroksida 35% dengan sinar, sistem bleaching di klinik.
.

Gambar 4. A. Tampilan preoperatif bleaching dengan sinar di klinik. B. Tampilan postoperatif


setelah dua kali kunjungan ke klini dengan 1 hour whitening (Sapphire Professional
Whitening, Den-Mat).

Gambar 5. Barrier ditempatkan dengan resin light cured untuk melindungi jaringa gusi
selama bleaching dengan hidrogen peroksida berkonsentrasi tinggi di klinik.

15

Seberapa efektifkah bleaching di klinik? Penelitian membandingkan bleaching di


klinik dengan bleaching dengan tray di rumah. Di rumah, bleaching dengan tray biasanya
memberikan hasil akhir terbaik. Hasil bleaching di klinik dengan sinar masih kontroversial.
Di dalam literatur kedokteran gigi, terdapat penelitian yang berkonflik apakah senyawa
bleaching hidrogen peroksida dengan konsentrasi tinggi efektif atau tidak. Beberapa
penelitian menunjukan bahwa produk bleaching yang diaktivasi atau diperkuat sinar
memberikan pemutihan yang lebih baik; sedangkan penelitian lain menunjukan tidak ada
manfaat dalam menggunakan sinar tambahan. Terdapat variasi hasil 1 hour whitening dan
produk-produk yang tersedia. Dalam kebanyakan kasus, produk bleaching gigi vital di klinik
adalah gel hidrogen peroksida 25-35%. Pengunaan gel hidrogen peroksida dengan
konsentrasi gigi secara intraoral membutuhkan protokol keamanan yang spesifik. Pertama,
dokter dan pasien harus menggunakan pelindung mata, dan jaringan lunak gusi di sekitar
produk harus terlindung (gambar 5). Beberapa sinar menghasilkan panas dan atau sinar UV,
sehingga rubber dam napkin bisa digunakan untuk melindungi wajah dari sumber sinar.
Dalam beberapa kasus, perusahaan menyediakan pelembab untuk bibir atau sun screen
sebagai proteksi dari sinar UV. Walaupun dental dam akan ideal, penempatan dental dam
akan menghambat bleaching di area servikal gigi, yang akan mengecewakan pasien. Pasien
ingin seluruh gigi yang terlihat menjadi lebih putih. Perusahaan telah merespon hal tersebut
dengan menyediakan pelindung dalam bentuk light-cured resin(mirip dengan flowable
composite resin) yang di ulaskan di jaringan gusi.

16

Masalah yang dikemukakan adalah: a) 1 hour whitening dengan sinar tidak berbeda
dari pemutihan tanpa sinar, b) dibutuhkan kunjungan berkali-kali, c) whitening with tray di
rumah selama 1 minggu direkomendasikan setelah prosedur di klinik, dan d) terdapat
sensitivitas selama prosedur di kursi gigi. Jika hal ini masalahnya, mengapa menggunakan
sinar? Pengunaan sinar untuk memperkuat bleaching gigi vital penting dalam praktek
kedokteran gigi karena pasien berharap melihat sinar. Pasien kita tidak tinggal di tempat
tertutup tanpa kontak dengan dunia luar. Pasien kita telah membaca artikel di koran dan
majalah dan menonton acara makeover ekstrim di relevisi dimana sinar digunakan. Walaupun
penelitian belum pasti dalam penggunaan bleaching dengan sinar, pasien berharap
penggunaannya. Tanpa penggunaan sinar, pasien akan bertanya-tanya apakah mereka
mendapat perawatan yang tepat. Tidak ada bahaya dalam menggunakan sinar dan banyak
dokter gigi yang menganggap bleaching dengan sinar sama pentingnya dengan kepuasan
pasien dan pemasaran.

PEMILIHAN PASIEN UNTUK BLEACHING GIGI VITAL


Pemilihan pasien dengan kondisi prognosis terbaik penting untuk mendapatkan hasil
bleaching yang sukses. Faktor-faktor kunci yang berpengaruh pada hasil akhir bleaching
meliputi konsentrasi agen bleaching, durasi penggunaan agen bleaching, jenis pewarnaan

17

gigi, warna gigi, dan usia pasien. Pewarnaan gigi dengan prognosis terbaik untuk pemutihan
adalah
1. Gigi yang kuning tanpa penyebab sistemik atau developmental (makanan, rokok,
penuaan, noda)
2. Pewarnaan fluorosis ringan
3. Penggelapan gigi ringan karena trauma
4. Pewarnaan tetrasiklin ringan
Diskolorisasi tetrasiklin sedang hingga berat dapat diputihkan dengan penggunaan
mouthguarg bleaching vital semalaman selama 6 bulan.
Banyak dokter gigi menggunakan bleaching gigi vital sebagai tambahan prosedur
bonding estetiknya. Untuk pasien yang tidak puas dengan malposisi gigi dan bentuk
dikombinasikan dengan diskolorisasi, pemutihan warna gig dengan bleaching membuat
penanganan diskolorisasi gigi tidak terlalu sulit. Penting bahwa sebelum prosedur bonding
apapun, bleaching dihentikan selama setidaknya seminggu sebelum perawatan restoratif
untuk mencegah pencapuran dengan adhesi bonding dan pengerasan bahan.

18

Gambar 6. A. Tampilan preoperatif, diskolorisasi gigi yang diinduksi tetrasiklin. B. Tampilan


postoperatif, tooth whitening setelah 6 bulan dengan tray di rumah yang berisi sistem
karbamid peroksida 10%.

RELAPS BLEACHING

Dari semua data penelitian dan klinis, tooth whitening dengan produk generasi terbaru dari
bleaching gigi vital menjadi efektif, aman dan juga cukup tahan lama. Namun Relaps
bleaching telah dilaporkan terjadi. Dengan bleaching in office, CRA melaporkan relaps
sebesar 41% selama 1 tahun. Untuk bleaching dengan tray , Haywood melaporkan relaps
sebesar 26% selama 18 bulan. Peneliti lainnya melaporkan berbagai tingkat relaps bleaching
selama beberapa waktu. Untuk mencegah relaps bleaching, pasien akan lebih baik jika
menggunakan sikat gigi elektrik dengan pasta gigi pemutih dibandingkan sikat gigi manual.
Bleaching dapat dijaga melalui penggunaan pasta gigi pemutih dan pasta gigi bleaching
dengan aplikasi bleaching setiap tahun yang menggunakan agen bleaching peroksida pada
tray custom fitted pasien.

Menjaga gigi yang telah diputihkan-meminimalkan relaps bleaching

Gunakan whitening toothpaste untuk mengangkat noda di permukaan dan mencegah

permukaan menjadi kekuningan dengan sikat gigi elektrik


Sikat gigi atau berkumur langsung setelah mengkonsumsi makanan atau minuman

yang menyebabkan pewarnaan


Gunakan sedotan untuk meminum minuman berwarna seperti kopi, teh, kola dan

anggur merah
Untuk wanita, gunakan lipstik dengan warna terang seperti biru atau pink. Ia akan
membuat gigi anda tampak lebih putih. Hindari warna orange atau cokelat.

19

Cek apakah anda memerlukan pembaharuan. Bergantung pada metode pemutihan


yang anda gunakan, anda mungkin memerlukan pembaharuan dalam 6 bulan atau
setelah setahun atau dua tahun. Jika anda merokok atau minum banyak kopi, anda
mungkin memerlukan pembaharuan lebih sering.

KESIMPULAN
Bleaching gigi vital adalah modalitas perawatan yang efektif yang dapat merubah tampilan
gigi secara signifikan. Kepuasan pasien terlihat setelah penggunaan perawatan bleaching
yang disalurkan secara profesional dan produk OTC. Berdasarkan hasil klinis yang
dilaporkan pada belaching gigi vital profesional, bleaching merupakan perawatan estetik
yang aktif untuk diskolorisasi gigi. Sifatnya yang alami konservatif dan sedikit beresiko
membuatnya menjadi bagian penting rencana perawatan kedokteran gigi estetik.