Anda di halaman 1dari 2

Nafisah Anas

21040113120054
PEMERINTAH PENGUSAHA
Yang diperhatikan dari pengusaha adalah bagaimana mengelola anggaran yang
effisien untuk mendapatkan output atau pendapatan yang lebih besar. Fadel Muhammad
adalah seorang pebisnis dan pendiri grup Bukaka yang terpilih menjadi gubernur pertama di
Gorontalo pada tahun 2001. Ketika gubernur lainnya dapat menggunakan dana untuk
membangun kantor baru untuk diri sendiri atau lembaga provinsi lainnya, Fadel
menggunakan uang tersebut untuk membangun bandara, pelabuhan laut dan jalan, karena
menurutnya tanpa fasilitas ini, provinsi baru tidak akan pernah tumbuh.
Fadel memiliki tiga tujuan. Pertama adalah untuk menyelesaikan permasalahan
kurangnya fasilitas infrastruktur di Goronralo, kedua adalah untuk membantu memastikan
hasil pertanian dapat cepat diangkut ke pasar atau pelabuhan sehingga tidak membusuk di
sentra produksi. Ketiga, untuk mengakhiri ketergantungan Goronralo di Sulawesi Utara
untuk transportasi udara.
Sebagai seorang insinyur dan pengalamannya mengembangkan industri di Bukaka,
Fadel berfokus pada sektor pertanian sebagai dasar untuk mengembangkan ekonomi lokal.
Menurut Fadel, agropolitan adalah alternatif yang paling mungkin dalam mengembangkan
Gorontalo dikarenakan provinsi Gorontalo memiliki potensi yang cukup besar dari tanah
yang subur, dan sebagian besar masyarakat adalah petani jagung. Namun, sumber daya
manusia di bidang ekonomi lainnya sangat terbatas pada keterampilan dan tingkat
pendidikan yang rendah.
Pada tahun 2006, Fadel memenangkan pemilihan (dengan 81% suara) untuk masa
jabatan kedua. Ini jelas menunjukkan bahwa orang-orang mendukungnya. Selain itu, hal ini
masuk ke Museum Rekor Indonesia sebagai gubernur dengan vote terbesar dari pemilihan.
Kehadiran Fadel menjadi bersinar karena kebijakannya jelas dimaksudkan untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, petani dan pengusaha kecil. Menurt ekonom
lokal, Manta Rahmalo, kebijakan Fadel ini difokuskan pada pengembangan kapasitas
sumber daya manusia, meningkatkan sektor pendidikan dan kesejahteraan rakyat.
Pemerintah Provinsi Gorontalo mengklaim jumlah orang yang hidup dalam
kemiskinan telah menurun drastis dari 72% pada tahun 2001 menjadi 26% pada tahun
2006. Rusli Habibi mengatakan tiga pilar yang telah diberlakukan oleh Fadel itu akan
mempengaruhi perkembangan masa depan Gorontalo. Ini adalah percepatan pembangunan
sumber daya manusia melalui pendidikan sehingga Provinsi Gorontalo berubah menjadi
agropolitan, awalnya didasarkan pada produksi jagung dan pengembangan sektor
perikanan serta pariwisata di wilayah pesisir.
Fadel telah menjadi lebih agresif di sektor pertanian, menyebarkan teknologi baru
untuk meningkatkan produksi dan kualitas pertanian dengan menggerakkan Walikota,

Nafisah Anas
21040113120054
Bupati dan kepala desa untuk membantu petani. Ia juga aktif dalam mencari Pasar Luar
Negeri. Tahun lalu, misalnya, gubernur menandatangani MOU Jepang dan Korea Selatan
untuk produk ekspor Gorontalo. Jepang kini menyerap sekitar 36% ekspor pertanian
Gorontalo, Korea Selatan 34,55%, sedangkan sisanya pergi ke Hong Kong, India, Filipina,
Taiwan dan Malaysia. Petani jagung mengklaim mereka sekarang menikmati kehidupan
yang lebih baik.
Setelah Kesuksesannya dalam meningkatkan produksi jagung, Fadel sekarang ingin
menjadikan Gorontalo sebagai pusat untuk produksi padi hibrida di dalam negeri, dia ingin
Gorontalo berkontribusi 200.000 ton dari 2 juta ton cadangan beras nasional.
SAYA BUKAN ORANG BIASA
Gubernur Provinsi Gorontalo, Fadel Muhammad yang sering diberitakan dan
sekarang diangkat sebagai contoh bagaimana pengusaha pemerintah dapat mengubah
sebuah kawasan tertinggal yang buruk menjadi salah satu daerah yang paling cepat
berkembang di Indonesia. Ia kini telah diakui secara luas sebagai agrikultural yang sukses
karena keberhasilannya meningkatan produksi jagung dan perikanan di provinsinya. Dia
mengatakan bahwa Undang-Undang Otonomi Daerah yang mengeluarkan dinamika
ekonomi di daerah-daerah yang jauh secara struktural cacat kecuali ada perubahan yaitu
pemerintah pusat menarik kendali.
Pupuk dan benih berasal dari pemerintah pusat dan Jakarta cenderung
menggunakan sistem satu cocok untuk semua pendekatan untuk mengelola provinsi.
Menurut Fadel, itu salah karena setiap wilayah memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga
Jakarta masih terjebak dalam pola pikir lama dan mereka harus berubah seiring berjalannya
waktu.
Untuk mengatasi masalah, saya harus pro-aktif dan menggunakan koneksi saya di
pemerintah pusat untuk mendorong program saya. Kita perlu mengadopsi pemikiran
kewirausahaan dalam pemerintahan. Apa yang saya lakukan bukanlah hal yang baru dan
program ini telah diperkenalkan di banyak negara lain. Saya bukan orang biasa," ujar Fadel.
"Jika saya melakukan suatu hal, saya melakukannya dengan baik. Melakukan sekedarnya,
bukanlah gaya saya."
Indonesia membutuhkan pengusaha lainnya di sektor ini karena mereka adalah
tulang punggung perekonomian nasional, terlebih kita berada dalam masa kritis karena saat
ini kita memiliki populasi yang besar dan beberapa masalah penting tetapi memiliki
anggaran yang terbatas untuk menjalankannya, satu-satunya cara untuk mengatasi hal itu
adalah memiliki pertumbuhan ekonomi yang kuat di daerah.