Anda di halaman 1dari 7

Laboratorium Teknik Komunikasi 2015

APLIKASI ILMU GEOLOGI PADA BIDANG GEOLOGI


LINGKUNGAN
I.

Pendahuluan
Geologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang bumi. Yang

meliputi bagian permukaan dan bawah permukaan, batuan sebagai komponen


penyusun, serta proses proses fisik yang membentuk selama waktu geologi
(eksogen dan endogen). Lingkungan yakni total keseluruhan dari suatu keadaan.
Lingkungan meliputi kondisi fisik dan social budaya. Kondisi fisik berupa bentuk
lahan, udara, air, dan gas. Sedangkan social budaya meliputi etika, ekonomi,
estetika, dan kenyamanan.
Geologi lingkungan pada hakekatnya merupakan ilmu geologi terapan
yang ditujukan sebagai upaya memanfaatkan sumber daya alam dan
energi secara efisien dan efektif untuk memenuhi kebutuhan perikehidupan
manusia pada masa kini dan masa mendatang dengan mengurangi dampak
lingkungan yang ditimbulkannya semaksimal mungkin (Iqbal, 2011).

II.

Konsep konsep Geologi Lingkungan


Dalam Ilmu Geologi Lingkungan tidak pernah terlepas dari pemahaman

mengenai bumi beserta isi dan aktivitasnya. Terdapat 7 Konsep Geologi


Lingkungan yang perlu dipahami oleh planner dalam perencanaan suatu wilayah.
Secara umum konsep konsep tersebut menjelaskan bahwa bumi pada dasarnya
merupakan suatu sistem tertutup; bumi adalah satu-satunya tempat tinggal paling
sesuai dengan kehidupan manusia, akan tetapi SDA yang dimiliki sangat terbatas;
proses proses fisik yang terjadi dibumi telah merubah keadaan bentang alam
yang kita miliki; banyak proses proses alam yang terjadi di bumi yang
membahayakan umat manusia, bencana alam itu harus kita kenali dan kita hindari
dengan merawat alam serta meminimalkan penggunaan SDA; perencanaan
penggunaan lahan dan air harus berusaha memperhatikan keseimbangan ekonomi
dan estetis; dampak dari penggunaan lahan cenderung bertumpuk; serta komponen
fundamental lingkungan merupakan faktor geologi, dan pemahaman tentang
Nama: Erlangga Dwi Putranto
NIM : 111.120.016
Plug : 2

Laboratorium Teknik Komunikasi 2015

lingkungan memerlukan beberapa pendekatan melalui ilmu ilmu kebumian dan


disiplin ilmu yang lain yang berhubungan.
Konsep pertama menjelaskan bahwa bumi pada dasarnya merupakan
sistem tertutup. Maksudnya, di bumi terdapat berbagai macam peristiwa yang
terjadi karena aktivitas aktivitas setiap bagian dari bumi. Bumi dikatakan
sebagai system dengan empat buah bagian. Yaitu atmosfer, hidrosfer, biosfer, dan
litosfer. Di setiap bagian system itu terjadi berbagai macam aktivitas yang saling
berkaitan. Itulah mengapa bumi disebut sebagai suatu sistem tertutup.
Konsep kedua, yakni menjelaskan bahwa bumi merupakan satu satunya
tempat yang paling sesuai dengan kehidupan manusia, akan tetapi sumber daya
yang dimiliki sangat terbatas. Menurut penulis senior dari The Earth and Human
Affairs, Leo F. Laporte, dia mempercayai isi dari konsep kedua termasuk dua
kebenaran pokok, pertama bahwa bumi ini tentu saja satu-satunya tempat tinggal
yang bisa kita tempati. Yang kedua, SDA kita terbatas dan walaupun ada beberapa
SDA yang bisa diperbarui, tetapi masih lebih banyak SDA yang tak bisa
diperbarui. Tentunya akan diperlukan tindakan yang tepat untuk bisa
memanfaatkannya dengan baik sekaligus melestarikanya.
Konsep ketiga menjelaskan bahwa proses proses fisik yang terjadi di
bumi mengubah bentang alam yang kita miliki. Konsep ini memberikan kita suatu
pengetahuan tentang sejarah geologi mengenai proses yang telah terbentuk pada
masa lalu yang saat ini kita masih bisa lihat hasil dari proses proses itu. Dengan
kata lain, sekarang adalah kunci dari masa lalu, yang di ungkapkan oleh James
Hutton (1785). Dengan mampu malihat semua keadaan bentang alam di bumi ini
pada masa kini, kita bisa mengetahui proses proses yang telah terjadi pada masa
lalu.
Konsep keempat, yakni menjelaskan tentang banyak proses alam yang
terjadi di bumi yang membahayakan umat manusia. Sebagai contoh, aktivitas
gunung berapi (meletus), tsunami, erosi, longsor, gempa bumi, dan lain
sebagainya. Semua bencana itu merupakan dampak dari proses proses yang
terjadi di bumi, karena bumi merupakan suatu sistem yang terus bergerak. Kita
sebagai manusia yang tinggal di bumi harus bisa mengenali bencana alam dan

Nama: Erlangga Dwi Putranto


NIM : 111.120.016
Plug : 2

Laboratorium Teknik Komunikasi 2015

menghindarinya sebisa mungkin. Juga kita berkewajiban untuk merawatnya serta


menggunakan potensi yang dimiliki bumi secara tepat dan bertanggung jawab.
Konsep kelima, menjelaskan tentang perencanaan penggunaan lahan dan
pengairan harus berusaha memperhatikan keseimbangan antara pertimbangan segi
ekonomi dan dari segi yang lain seperti estetika. Dewasa ini pertimbangan sumber
daya alam dan evaluasi keindahan sebuah kawasan sebelum dilakukannya
pembangunan menjadi bagian penting dalam teoriEnvironmental impact atau
dampak lingkungan.
Konsep keenam, menjelaskan tentang dampak dari penggunaan lahan yang
cenderung bertumpuk.
konsep

ketujuh yang

menjelaskan

tentang

komponen

fundamental

lingkungan merupakan faktor geologi, dan pemahaman tentang lingkungan


memerlukan beberapa pendekatan melalui ilmu ilmu kebumian dan disiplin ilmu
yang lain yang berhubungan. Terdapat perbedaan dalam mempertimbangkan suatu
pembangunan sebuah wilayah yang dapat digolongkan menjadi tiga kategori,
yaitu fisik, biologis, dan fungsi kedayagunaan. Faktor fisik yaitu pertimbangan
keadaan geografis, proses geografis, proses hidrologi, tipe batuan dan tanah, dan
klimatologi. Faktor biologis yaitu, pertimbangan aktivitas mahluk hidup terutama
tumbuhan dan hewan, perubahan keadaan biologis atau proses, spatial analisis
terhadap informasi. Faktor fungsi kedayagunaan yaitu, kegunaan lahan, estetika,
keterkaitan antara aktivitas manusia dengan faktor fisik dan biologis, dan
peraturan yang mengatur lingkungan.
III.

Aplikasi Geologi dalam Geologi Lingkungan


Geologi Lingkungan bisa dikategorikan sebagai bagian dari ilmu

lingkungan, karena ilmu lingkungan adalah dasar pemahaman kita mengenai bumi
dan membahas interaksi manusia dengan seluruh aspek yang ada disekelilingnya,
termasuk aspek geologis serta dampaknya bagi kehidupan manusia. Karena itu
filosofi utama dari geologi lingkungan adalah konsep manajemen lingkungan
yang didasarkan pada sistem geologi untuk pembangunan berkelanjutan dan
bukan pada beban lingkungan yang tidak bisa diterima.

Nama: Erlangga Dwi Putranto


NIM : 111.120.016
Plug : 2

Laboratorium Teknik Komunikasi 2015

Pada hakekatnya hubungan antara geologi dan lingkungan tidak dapat


dipisahkan, mengingat permasalahan lingkungan yang muncul sebagai akibat dari
eksploitasi sumber daya alam dan aktifitas manusia lainnya merupakan subyek
dan obyek dari geologi.
Pada awalnya geologi lingkungan (geologi khususnya) merupakan ilmu
yang kurang mendapat perhatian dari para ahli maupun para pembuat kebijakan,
namun seiring dengan waktu, ditandai oleh kerusakan lingkungan yang terjadi dan
kelangkaan sumber daya alam sebagai akibat dari aktifitas manusia yang
mengabaikan lingkungannya, ilmu ini mulai mendapat perhatian dari berbagai
pihak.
Dengan kata lain geologi lingkungan dapat diartikan sebagai penerapan
informasi geologi dalam menjembatani antara manusia dan lingkungan, sehingga
pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan dapat berjalan
dengan baik.
Ruang lingkup geologi lingkungan mencakup antara lain:
1.Proses proses geologi dan perubahan bentangalam
2.Sumberdaya Geologi (air, mineral, lahan, dan energi)
3.Bahaya geologi (gerakan tanah / longsor, gempabumi, tsunami, gunungapi)
4.Perencanaan tata guna lahan
Ilmu geologi lingkungan memiliki sembilan aspek geologi yang terdiri
dari morfologi, topografi, litologi, struktur geologi, strartigrafi, hidrologi,
klimatologi, hidrogeologi dan bahaya geologi. Aspek-aspek ini akan
memberikan sebuah informasi penting bagi dunia perencanaan pembangunan.
Manfaat nyata dari aspek-aspek geologi ini adalah sebagai pedoman dalam
menentukan aspek tata guna lahan suatu wilayah. Dengan pertimbanganpertimbangan aspek geologi ini, diharapkan pemetaan tata guna lahan suatu
wilayah dapat berjalan optimal dan dapat mengurangi dampak lingkungan yang
dapat timbul di masa depan.
Dari sudut pandang yang lain, Geologi Lingkungan bisa juga disebut
sebagai manajemen dari sistem alam yaitu konsep yang sekarang dikenal sebagai
Sustainable Development, yaitu manajemen sumber daya alam untuk mendukung
pembangunan ekonomi dan sosial berkelanjutan yang berkaitan dengan sumber
Nama: Erlangga Dwi Putranto
NIM : 111.120.016
Plug : 2

Laboratorium Teknik Komunikasi 2015

daya alam terbarukan dan upaya minimalisasi dampak dari pengambilan dan
penggunaan sumberdaya alam tak terbarukan. Kata kuncinya adalah manajemen
lingkungan yang efektif . Dalam hal ini kita tidak hanya melihat sisi konsekuensi
lingkungan yang timbul akibat interaksi manusia dengan lingkungan geologis,
tetapi juga sisi manajemen yang efektif untuk menjamin ketersediaan sumber daya
alam di masa depan, strategi pembentukan lingkungan yang aman, dan
pembuangan limbah yang tepat, serta mitigasi dampak dari bencana alam.
Kondisi yang paling ideal untuk membahas Geologi Lingkungan dan
hubungannya dengan pembangunan adalah pada lingkungan permukiman di
perkotaan karena intensitas interaksi antara manusia dengan lingkungan geologis
sangat tinggi dan juga menimbulkan banyak permasalahan yang memerlukan
solusi tepat dalam pengelolaannya.
Proses yang terjadi pada lingkungan permukiman di perkotaan (Bennett,
Matthew R. dan Peter Doyle, 1997) memperlihatkan tentang lingkungan
perkotaan (urban environment), dapat dianalogikan dengan sebuah mesin yang
membutuhkan input dan mengeluarkan output pada proses kerjanya.
Input terdiri dari:
1. Air, berasal dari reservoir dan sungai disekitarnya.
2. Bahan Mentah/Baku, berbentuk sumber daya mineral untuk industri dan
konstruksi.
3. Energi, sebagai produk akhir dari sumber daya alam seperti batubara, gas
dan uranium.

Nama: Erlangga Dwi Putranto


NIM : 111.120.016
Plug : 2

Laboratorium Teknik Komunikasi 2015

Sedangkan output yang dihasilkan adalah:


1. Produk-produk dari industri dan perdagangan.
2. Limbah/Sampah, berbagai bentuk/jenis bahan-bahan sisa/buangan dan
limbah rumah tangga dan industri.
3. Polusi, disebabkan oleh strategi manajemen pembuangan limbah yang
buruk sehingga sistem air, tanah dan atmosfir alam tidak lagi mampu
untuk mendaur ulang limbah cair, padat maupun gas yang dihasilkan oleh
aktifitas lingkungan perkotaan.
Sistem mesin ini membutuhkan perawatan yang konstan dalam rangka
peningkatan dan pembangunan infrastruktur yang fondasinya bergantung pada
stabilitas kondisi geologi, dimana keamanan sistemnya terancam oleh adanya
bencana alam baik dari dalam bumi maupun dari proses yang terjadi dipermukaan,
maka dalam pengelolaannya dibutuhkan manajemen lingkungan yang tepat,
dimana Geologi Lingkungan memegang peranan sangat penting begitu pula
dengan geologi teknik, manajemen limbah dan mitigasi bencana alam. Pada
gambar tersebut dijelaskan tentang tingkat kebutuhan akan Geologi Lingkungan
untuk daerah perkotaan dan daerah sekitar perkotaan yang menjadi sumber dari
sumber daya alam yang dibutuhkan oleh daerah perkotaan tersebut.

III.1. Aplikasi Geologi Lingkungan Pada Pertambangan


Geologi Lingkungan sebagai ilmu yang mempelajari bumi, mempunyai
peranan penting di dalam penataan lingkungan daerah pertambangan, yang kajian
utamanya adalah membahas karakteristik fisik dan kimiawi lingkungan
pertambangan yang meliputi aspek-aspek Klimatologi, Geomorfologi, Geologi,
dan Hidrogeologi. Secara geografis wilayah Indonesia yang terletak pada garis
equator termasuk ke dalam daerah beriklim tropis basah, yang umumnya memiliki
temperatur hangat, kelembaban udara tinggi, dan curah hujan tinggi. Iklim
demikian menyebabkan wilayah Indonesia memiliki tanah yang subur,cocok
untuk lahan pertanian dan memiliki hutan yang cukup lebat, tetapi kondisi curah
hujan dalam iklim ini yang cukup tinggi berpotensi besar bagi terjadinya bencana
banjir.
Nama: Erlangga Dwi Putranto
NIM : 111.120.016
Plug : 2

Laboratorium Teknik Komunikasi 2015

Bentuk roman muka bumi (bentang alam) yang sesuai untuk suatu
kawasan pertambangan ditentukan berdasarkan hasil pengamatan terhadap
landscape lapangan yang meliputi relief, kemiringan lereng, ketinggian daerah
(elevasi), pola pengaliran sungai, litologi, dan struktur geologi yang berkembang.
Pembukaan kawasan pertambangan pada daerah dengan morfologi curam/terjal
perlu ditunjang oleh beberapa kegiatan geologi teknik/hidrogeologi seperti
pemeliharaan stabilitas lereng (slope stability) dan penirisan (dewatering), untuk
menghindari terjadinya longsor/runtuhan akibat dibukanya jalan (road cuts) dan
sistem penambangan yang diterapkan.
Dalam suatu operasi pertambangan, perlu dipertimbangkan faktor dampak
negatif yang dapat ditimbulkan oleh pengambilan tanah penutup, batuan dan
mineral-mineral

ekonomis.

Sebaiknya

fasilitas

penunjang

pertambangan

ditempatkan pada daerah-daerah yang cukup jauh dari bahaya longsor, amblesan
dan kerusakan lainnya. Suatu operasi pertambangan juga perlu dilengkapi dengan
unit pengelolaan sisa bahan tambang (air asam tambang dan tailing) yang cukup
berbahaya bagi lingkungan di sekitar pertambangan. Selain itu, fasilitas penunjang
pertambangan semaksimal mungkin dijauhkan dari jalur-jalur yang dilalui sesar.
Penataan lingkungan pertambangan dengan memanfaatkan air permukaan (sungai,
danau, laut) harus direncanakan sebaik mungkin dan tidak mengganggu air
permukaan yang sering dipergunakan oleh penduduk setempat untuk mandi,
mencuci, minum, dan lain sebagainya. Selain itu, skala penambangan yang cukup
besar menyebabkan airtanah terpotong, sehingga penirisan tambang perlu
dilakukan secermat mungkin melalui perhitungan yang matang dan akurat.
Penirisan pada tambang terbuka dapat dilakukan dengan cara pemompaan,
sedangkan pada tambang bawah permukaan dengan cara membuat saluran air
(water intersection) pada rekahan-rekahan, kontak sesar, kontak litologi dan
perlapisan batuan, baik dengan pemboran horisontal maupun vertikal untuk
kemudian dialirkan melalui saluran-saluran bawah tanah (drift).

Nama: Erlangga Dwi Putranto


NIM : 111.120.016
Plug : 2