Anda di halaman 1dari 8

A.

DESKRIPSI GANDUM
Gandum (Triticum aestivum L.) adalah salah satu dari famili Graminae (Poaceae) yang
merupakan salah satu bahan makanan pokok manusia selain beras. Gandum cukup terkenal
dibandingkan bahan makanan lainnya sesama serealia karena kandungan gluten dan
proteinnya yang cukup tinggi diantaranya karbohidrat 60%-80%, protein 6%-17%, lemak
1,5%-2,0%, mineral 1,5%-2,0% dan eumlah vitamin. Pada dasarnya gandum dibagi menadi
dua tipe. Bread wheat yaitu gandum digunkan sebagai bahan baku pembuatan roti dan cake
serta Durum Wheat yaitu gandum yang digunkana sebagai bahan baku pembuatan mie dan
pasta. Gandum biasanya digunakan untuk memproduksi tepung terigu, pakan ternak, ataupun
difermentasi untuk menghasilkan alkohol.
Gandum termasuk tanaman serealia yang mengandung karbohidrat lebih dari 70 %
dan merupakan bahan pangan berbasis tepung. Tepung dari bahan baku serealia termasuk
gandum mempunyai karakter yang istimewa dibandingkan dengan tepung dari tanaman
berpati seperti aneka umbi. Tepung dari komoditas serealia tidak bersifat higrokopis sehingga
memiliki daya simpan yang cukup panjang, baik dalam bentuk biji maupun tepung.
Gandum termasuk tanaman genus Triticum dari faili Grammae. Beberapa jenis
gandum yang telah di budidayakan dan selanjutnya digunakan sebagai bahan baku industri
antara lain adalah dari jenis Triticum compactum. Ketiga jenis gandum tersebut mempunyai
karakteristik yang khas sehingga di budidayakan untuk tujuan yang berbeda-beda pula. Jenis
andum yang kan diolah menjadi tepung terigu dan paling banayk di budidayakan anatara lain
jenis gandu Triticum vulgare. Gandum ini paling mudah beradaptai dengan lingkungan
pertumbuhannya eperti keadaan iklim, tanah dan lainnya.
Tanaman gandum mempunyai umur panen panen berkisar antara 85-134 hari
tergantung pada varietas dan ketinggian tempat/variasi suhu lingkungan. Terdapat
kecenderungan bahwa semakin tinggi tempat/elevasi maka umur panen tanaman gandum akan
semakin panjang.waktu panen juga dapat diketahui dengan melihat cirri-ciri visual pada
batang, daun dan bulir gandum,
Pemanenan dapat dilakukan setelah terlihat adanya ciri-ciri seperti berubahnya warna
daun dari hijau menjadi kuning tua, malai telah merunduk/terkulai ke tanah dan biji telah
mengeras. Selain ciri visual, saat panen juga dapat diduga dengan melihat umur berbunga
tanaman (biasanya 65-80 hari setelah tanam) dan berdasarkan informasi tersebut waktu panen
yang tepat adalah 55-65 hari setelah tanaman mulai berbunga. Kadar air biji gandum pada saat
panen bervariasi antara 18-24
B. KLASIFIKASI GANDUM
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Sub Kelas: Commeliniade
Ordo: Poales
Famili: Poaceae
Genus: Triticum
Spesies: Triticum aestivum L.

C. MORFOLOGI GANDUM
Tanaman gandum mempunyai dua macam akar yaitu akar kecambah dan akar
adventif. Batang tegak dan berebntuk silinder membentuk tunas anakan dalam suatu rumpun
serta buku-bukunya berongga. Daun terdiri dari tangkai pelepah, helai daun, dan ligula
dengan dua pasang daun telinga pada dasar helai daun. Kumpulan bunga gandum (spikelets)
bertumpuk satu ama lain pada malai. Uung bulir membentuk rambut panjang bervariasi dan
berfungi sebagai penahan kekurangan air bila teradi kekeringan. Pertumbuhan dan
pekembangan dimulai dari stadia biji kecambah, anakan, tunas ganda, buku pertama, buku
kedua, keluar malai, penyerbukan, pengisian biji.
Biji gandum terdiri dari endosperm, bran dan germ. Bagian-bagian ini adalah bagian
utama biji gandum dimana besarnya komposisi tiap bagian endosperm 83%, bran 14.5% dan
germ 2.5%. Endosperm merupakan bagian dalam biji gandum berupa butiran (granula) pati
(starch) yang tersusun oleh butir-butir glukosa. Disekitar pati (starch) dikelilingi protein yang
sifatnya tidak larut air (insoluble). Protein tersebut adalah glutenin dan gliadin.
Glutenin adalah protein yang mempengaruhi kekuatan meregang dari adonan.
Sedangkan gliadin adalah protein yang mempengaruhi kemampuan meregang (elastisitas)
dari adonan. Glutenin dan gliadin adalah komponen pembentuk gluten ketika didalam tepung
gandum ditambahkan air dan dilakukan pengadukan (Shellen, 1971). Gambar biji gandum
dapat dilihat pada gambar 1 dan Komponen kimiawi endosperm, germ, dan bran dapat dilihat
pada tabel 2.
Tabel 2. Komponen kimiawi endosperm, germ, dan bran
Komponen
Parameter
Endosperm(%)
Germ (%)
Bran (%)
Kadar air
4.0
11.7
13.2
Protein
9.6
28.5
14.4
Lemak
1.4
10.4
4.7
Kadar abu
0.7
4.5
6.3
Pati
71.0
14.0
8.6
Gula
1.1
16.2
4.6
Hemiselulosa
1.8
6.8
26.2
Selulosa
0.2
7.5
21.4
Total Karbohidrat
74.1
44.5
60.8
Menurut Kent NL (1975) Bran merupakan kulit luar gandum dan terdapat sebanyak
14,5% dari total keseluruhan gandum. Bran terdiri dari 5 lapisan yaitu epidermis (3,9%),
epikarp (0,9%), endokarp (0,9%), testa (0,6%), dan aleuron (9%). Bran memiliki granulasi
lebih besar dibanding pollard, serta memiliki kandungan protein dan kadar serat tinggi
sehingga baik dikonsumsi ternak besar. Epidermis merupakan bagian terluar biji gandum,
mengandung banyak debu yang apabila terkena air akan menjadi liat dan tidak mudah pecah.
Fenomena inilah yang dimanfaatkan pada penggilingan gandum menjadi tepung terigu agar
lapisan epidermis yang terdapat pada biji gandum tidak hancur dan mengotori tepung terigu
yang dihasilkan. Kebanyakan protein yang terkandung dalam bran adalah protein larut
(albumin dan globulin).
Menurut Jones (1967) Endosperma merupakan bagian yang terbesar dari biji gandum
(80-83%) yang banyak mengandung protein, pati, dan air. Pada proses penggilingan, bagian
inilah yang akan diambil sebanyakbanyaknya untuk diubah menjadi tepung terigu dengan
tingkat kehalusan tertentu. Pada bagian ini juga terdapat zat abu yang kandungannya akan
semakin kecil jika mendekati inti dan akan semakin besar jika mendekati kulit.

Lembaga (germ) terdapat pada biji gandum sebesar 2,5-3%. Lembaga merupakan
cadangan makanan yang mengandung banyak lemak dan terdapat bagian yang selnya masih
hidup bahkan setelah pemanenan. Di sekeliling bagian yang masih hidup terdapat sedikit
molekul glukosa, mineral, protein, dan enzim. Pada kondisi yang baik, akan terjadi
perkecambahan yaitu biji gandum akan tumbuh menjadi tanaman gandum yang baru.
Perkecambahan merupakan salah satu hal yang harus dihindari pada tahap penyimpanan biji
gandum. Perkecambahan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya kondisi
kelembapan yang tinggi, suhu yang relatif hangat dan kandungan oksigen yang melimpah.
D. SIFAT FISIK
Seperti jenis serealia lainnya, gandum memiliki tekstur yang keras.Berbagai varietas
tanaman gandum antara lain common gandum atau gandum Roti (T. aestivum) merupakan
varietas yang paling banyak dibudidayakan di dunia. Durun (T. durum) salah satu varietas
yang juga banyak digunakan saat ini, dan gandum paling banyak dibudidayakan kedua.
Einkron (T. monococcum) merupakan gandum varietas liar. Emmer (T. dicoccum) yang
dibudidayakan di zaman dulu tetapi tidak lagi digunakan secara luas. Spelt (T. spelta)varietas
yang dibudidayakan dalam jumlah terbatas. Varietas ini yang digunakan di Amerika Serikat.
Gandum dapat digolongkan berdasarkan 3 hal, yaitu berdasarkan pada tekstur kernel,
warna bran dan musim tanam (Samuel,1972). Berdasarkan tekstur kernel gandum dibedakan
menjadi :
1. Gandum Keras (Hard Wheat)
Gandum keras berwarna merah kecoklatan, memiliki biji yang keras dengan tingkat kekerasan
20-25 psi, kadar protein tinggi (minimal 14%), dan mempunyai daya serap air yang tinggi.
Gandum yang termasuk dalam golongan gandum keras adalah Australian Prime Hard,
Australian Hard, Canada Western Extra Strong, Polish Wheat, Kazach 13, Kazach 14, dan
Kazach 15.
2. Gandum Lunak (Soft Wheat)
Gandum lunak berwarna putih kekuningan, memiliki biji yang lunak dengan tingkat
kekerasan 9-13 psi, kadar protein lebih rendah dari gandum keras yaitu antara 10% - 12%, dan
mempunyai daya serap air yang rendah. Gandum lunak dapat digunakan untuk campuran
grist agar didapat tepung terigu jenis medium wheat. Gandum yang termasuk dalam golongan
gandum lunak antara lain adalah Australian Extra Soft, Ukraine Wheat, dan Chinese Wheat.
3. Gandum Durum (Durum Wheat)
Gandum durum berwarna merah kecoklatan dengan endosperm berwarna kuning, memiliki
biji yang keras dengan tingkat kekerasan 25 psi sehingga dapat digolongkan sebagai
gandum sangat keras (very hard), kadar protein tinggi (minimal 14%), dan mempunyai daya
serap air yang tinggi. Gandum durum digunakan sebagai bahan baku pembuatan pasta,
couscous, dan roti Mediterania. Gandum yang termasuk dalam golongan gandum durum
adalah Australian Durum, dan Canada Western Amber Durum.
Tabel 1. Karakteristik gandum berdasarkan kekerasannya
Gandum Keras
Gandum Lunak
Parameter
(Hard Wheat)
(Soft Wheat)
% Kadar air
12.0
10.0
% Kadar protein
14.0
10.0

% Kadar abu
1.8
1.8
% Kadar pati
64.0
69.0
% Kadar lemak
2.1
2.0
Warna permukaan
Coklat tua
Coklat muda
Sifat kekerasan
Keras (20-25psi)
Lebih Lunak (9-13psi)
Sumber : Kent, 1975
Berdasarkan warna bran gandum dibedakan menjadi dua macam yaitu Red dan White.
Sedangkan berdasarkan musim tanam dibedakan menjadi dua yaitu winter dan spring
(Samuel,1972).
1. Red Winter Wheat
Red winter wheat mempunyai bran berwarna merah dan ditanam pada musim dingin.
Gandum yang termasuk dalam golongan ini dapat berasal dari gandum keras maupun gandum
lunak. Gandum tersebut antara lain adalah Hard Red Winter, Soft Red Winter, dan Canada
Western Red Winter.
2. White Winter Wheat
White winter wheat mempunyai bran berwarna putih dan ditanam pada musim dingin.
Gandum yang termasuk dalam golongan ini dapat berasal dari gandum keras maupun gandum
lunak. Gandum tersebut antara lain adalah Australian Premium White, Australian Standard
White, Hard White Winter, dan Soft White Winter.
3. Red Spring Wheat
Red spring wheat mempunyai bran berwarna merah dan ditanam pada musim semi. Gandum
yang termasuk dalam golongan ini dapat berasal dari gandum keras maupun gandum lunak.
Gandum tersebut antara lain adalah Hard Red Spring, Soft Red Spring, Dark North Spring,
dan Canada Western Red Spring.
4. White Spring Wheat
White spring wheat mempunyai bran berwarna putih dan ditanam pada musim semi. Gandum
yang termasuk dalam golongan ini dapat berasal dari gandum keras maupun gandum lunak.
Gandum tersebut antara lain adalah Hard White Spring, Soft White Spring, Dark North
Spring, dan Canada Western Soft White Spring.
E. SIFAT KIMIA
Gandum (Triticum aestivum L.) merupakan tanaman serealia dari famili Gramineae
(Poaceae) yang berasal dari daerah subtropis. Salah satu keunggulan gandum adalah
kandungan gluteinnya yang mencapai 80%. Glutein adalah protein yang bersifat kohesif dan
liat sehingga bahan pangan yang mengandung glutein banyak digunakan untuk membuat roti,
tepung, produk bahan baku (cake, cookies, crackers, pretzel), roti tanpa ragi, semolina, bulgar
dan sereal. Selain kandungan glutein yang tinggi, komposisi nutrisi gandum juga lebih baik
dibanding komoditas lainnya. Sebagai contoh, kandungan protein pada gandum mencapai
13%, sedangkan pada padi 8%, jagung 10%, dan barley 12%. Kandungan karbohidrat gandum
mencapai 69%, sedangkan padi 65% dan barley 63%. Keragaman penggunaan, kandungan
nutrisi dan kualitas penyimpanannya yang tinggi menjadikan gandum sebagai bahan makanan
pokok lebih dari sepertiga populasi dunia (Porter, 2005).
Kandungan gizi dari gandum antara lain mengandung sekitar 12,6 gram protein , 1,5
gram total lemak , 71 gram karbohidrat (adanya perbedaan), 12.2 gram makanan serat , dan
3,2 mg besi (17% dari harian persyaratan); berat yang sama musim semi gandum merah keras
mengandung sekitar 15,4 gram protein , 1,9 gram total lemak , 68 gram karbohidrat (adanya
perbedaan), 12.2 gram makanan serat , dan 3,6 mg besi (20% dari harian kebutuhan).
Gandum memiliki kemampuan alami untuk mengendalikan berat badan dalam setiap
orang, tapi kemampuan ini lebih menonjol bagi wanita. Makanan dari biji-bijian seperti
gandum dan buah-buahan memberikan perlindungan yang signifikan bagi perempuan pramenopause terhadap kanker payudara. Laporan mengatakan bahwa wanita pra-menopause
yang mengkonsumsi gandum memiliki 41% penurunan risiko kanker payudara dibandingkan
dengan yang memakan serat dalam bentuk lain. Biji-bijian seperti gandum sangat efektif pada

pasien dengan gangguan metabolisme. Jenis-jenis sindrom metabolik termasuk obesitas


visceral, trigliserida tinggi, rendahnya tingkat kolesterol HDL dan tekanan darah tinggi dapat
dilindungi dengan gandum. Gandum kaya akan magnesium, yang merupakan mineral yang
bertindak sebagai co-faktor untuk lebih dari 300 enzim. Enzim ini terlibat dalam penggunaan
fungsional tubuh insulin dan sekresi glukosa. Makanan yang mengandung gandum minimal
51% dan juga rendah lemak jenuh dan kolesterol, berarti menurunkan resiko penyakit koroner
dan beberapa jenis kanker.
F. SIFAT BIOLOGI
Tanaman gandum memerlukan proses vernalisasi (vernalization) yaitu suatu perlakuan
dengan suhu rendah untuk merangsang tanaman agar dapat berbunga dan menghasilkan biji.
Daerah bersuhu rendah yang berpotensi untuk pertanaman gandum biasanya terdapat di
dataran tinggi pada elevasi lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut. Pengembangan
gandum di daerah dingin semacam itu sering menghadapi kendala, terutama dalam hal
pesaingan penggunaan lahan dengan tanaman hortikultura (sayuran dan buah-buahan). Selain
itu, hambatan juga muncul karena sebagian besar petani belum mengenal budidaya gandum,
serta belum ada jaminan pasar untuk produk gandum lokal yang dihasilkan.
Pada awalnya seorang pakar pemuliaan mutasi dari IAEA, Mr. Knut Mikaelsen (alm),
memperkenalkan benih dua varietas gandum tropis asal CIMMYT Meksiko, yaitu Sonalika
dan SA-75. Penelitian awal dilakukan untuk mempelajari respon atau sensitivitas tanaman
gandum terhadap iradiasi sinar gamma untuk tujuan pemuliaan tanaman lebih lanjut.
Disimpulkan bahwa dosis optimal iradiasi gamma untuk pemuliaan gandum berkisar antara
200-350 Gy (Soeranto, 1997; Soeranto et al., 2002). Dosis optimal adalah dosis iradiasi
gamma yang dapat menimbulkan keragaman genetik tertinggi pada populasi tanaman generasi
kedua setelah iradiasi (M2).
Pada tahun 1986, penelitian gandum dilanjutkan secara lebih mendalam dan terfokus
pada ketahanan terhadap penyakit karat (Puccinia striiformis). Penyakit karat adalah salah
satu penyakit tanaman gandum terpenting, khususnya untuk daerah tropis di mana kondisi
suhu dan kelembapan yang tinggi. Hasil penelitian yang berupa galur-galur mutan gandum
telah diuji di lapangan pada agroekosistem dataran tinggi (800-1200 m dpl) yang bersuhu
sejuk di daerah Cipanas dan Kuningan, Jawa Barat pada tahun 1992-1994. Disimpulkan
bahwa beberapa galur mutan gandum sangat tahan terhadap penyakit, memiliki produksi biji
yang relatif tinggi dan kualitas tepung yang baik.
Meningkatnya suhu dapat menyebabkan menurun-nya produksi gandum. Untuk
mengatasinya tanaman perlu mendapatkan kompensasi pemberian unsur hara dan pengairan
yang optimum. Selama pengisian biji bila suhu tinggi, perkembangan tanaman gandum
melaju lebih cepat daripada pertumbuhannya. akibatnya, meskipun tanaman dikelola secara
optimum, produksinya dapat menurun sampai 4% untuk setiap kenaikan suhu rata-rata 1C
pada suhu tinggi (Stopper dan Fischer, 1990) karena masa pengisian bijinya menjadi sangat
pendek.
Keragaman genetik dalam populasi penting diketahui karena seleksi tidak
menciptakan keragaman, tetapi berperan atas adanya keragaman. Koefisien keragaman
genetik (KKG) merupakan nisbah besaran simpangan baku genetik dengan nilai tengah
populasi karakter yang bersangkutan. Bahar dan Bari (1993) menyatakan bahwa nilai KKG
digunakan untuk mengukur keragaman genetik suatu sifat tertentu dan membandingkan
keragaman genetik berbagai sifat tanaman yang dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan
produksi gandum. Tingginya nilai KKG menunjukkan peluang terhadap usaha-usaha
perbaikan yang efektif melalui seleksi, untuk mendapatkan gandum yang adaptif diwilayah
tropis diperlukan perakitan varietas gandum yang toleran terhadap suhu tinggi maupun suhu
rendah.
Cekaman panas pada fase akhir pertumbuhan (terminal heat stress atau post-anthesis
heat stress) sering menjadi faktor pembatas pada produksi gandum di beberapa negara (Yang
et al, 2002). Pada suhu tinggi laju perkembangan tanaman meningkat sehingga mengurangi

potensi akumulasi biomasa. Secara umum, pengaruh suhu tinggi terhadap perkembangan bulir
pada serealia meliputi laju perkembangan bulir yang lebih cepat, penurunan berat bulir, biji
keriput, berkurangnya laju akumulasi pati serta perubahan komposisi lipid dan polipeptida
(Stone 2001).
G. MANFAAT GANDUM
Gandum telah dikenal sebagai makanan yang sehat yang sangat dianjurkan, terutama
sebagai bahan makanan pokok untuk dikonsumsi setiap hari. Gandum memang terbilang jenis
karbohidrat yang berguna sebagai makanan utama layaknya nasi putih kita konsumsi. Di
indonesia kebiasaan untuk menyantap nasi putih sebagai makanan pokok sudah mendarah
daging, tapi sebenarnya gandum juga merupakan alternatif makanan pokok yang baik. Berikut
ini manfaat dari gandum:
1. Di Kanada, wanita disarankan untuk mengonsumsi setidaknya lima sampai tujuh kali
makanan dari bahan bijian-bijian dan gandum setiap hari.
2. Mengurangi Lemak Perut
Sebuah studi yang diterbitkan pada 2011 dalam jurnal Obesity menyebutkan bahwa dengan
banyak mengonsumsi makanan berserat tinggi bisa mengurangi lemak-lemak yang
tersembunyi di bagian dalam perut Anda. Dalam kadar yang tinggi, lemak ini bisa
meningkatkan tekanan darah, diabetes, dan memicu penyakit hati. Studi ini juga menyebutkan
bahwa dengan mengonsumsi 10 gram gandum per hari Anda bisa mengurangi lemak perut
hingga empat persen.
3. Mencegah Batu Empedu
American Journal of Gastroenterology selama lebih dari 16 tahun telah mempelajari tentang
makanan serat dan melacak lebih dari 70.000 wanita yang telah melakukan operasi batu
empedu. Hasilnya, wanita yang mengonsumi makanan tinggi serat yang tidak mudah larut, 17
persen lebih redah terkena risiko batu empedu daripada mereka yang mengonsumsi sedikit.
4. Mengontrol Gula Darah
Menurut penelitian Lund University, Swedia, mengonsumsi gandum atau biji-bijian untuk
sarapanseperti sereal, baik itu direbus atau sudah berupa rotimembantu mengatur
kenaikan gula darah hingga 10 jam. Hal ini sangat baik bagi kesehatan mengingat kadar gula
darah yang tinggi rentan menimbulkan penyakit diabetes tipe 2, obesitas dan penyakit
kardiovaskular.
5. Cegah Radikal Bebas
Gandum dan biji-bijian diperkaya oleh mangan yang merupakan sumber dari enzim
antioksidan. Enzim ini bermanfaat untuk mengurangi radikal bebas, penyakit jantung dan
kanker.
6. Mencegah Diabetes Tipe 2
Selain itu, konsumsi secara teratur gandum mempromosikan kontrol gula darah yang sehat.
Orang yang menderita diabetes dapat menjaga kadar gula dengan mengganti nasi dengan
gandum.
7. Mengurangi Peradangan Kronis
Gandum dapat membantu dalam pencegahan peradangan kronis, yang juga ditemukan dalam
manfaat bayam. Peradangan merupakan konstituen utama dalam sebagian besar jenis sakit
rematik. Dengan demikian, makan gandum dalam jumlah yang sehat dan aktif akan
mengurangi peradangan. Konsumsi betaine mempengaruhi sejumlah aspek dalam kimia tubuh
kita yang menjamin risiko yang lebih rendah peradangan kronis dan penyakit lain seperti
osteoporosis, penyakit jantung, penyakit Alzheimer, penurunan kognitif, dan diabetes tipe-2.
8. Meningkatkan Metabolisme Tubuh
Dokter merekomendasikan makan roti gandum dan makanan kaya serat lainnya. Diet gandum
mungkin adalah cara yang paling efektif, cepat, dan menyenangkan untuk mengurangi
sindrom metabolik tubuh.
9. Mencegah Asma Pada Anak

The American Lung Association, mengatakan bahwa sekitar 20 juta orang Amerika
mengalami asma. Studi telah menyatakan bahwa biji-bijian dan ikan pada sebagian anak,
dapat menurunkan kemungkinan asma. Studi Internasional Alergi dan Asma pada anak
dibuktikan melalui banyak penelitian bahwa diet berbasis gandum memiliki kapasitas untuk
menurunkan kemungkinan terkena asma hampir 50%. Selama survei, diberikan diet khusus
gandum, ikan dan biji-bijian dan menunjukkan penurunan hampir 66% dalam kemungkinan
penyakit asma.
10. Melawan Kanker Payudara
Penelitian di Inggris menemukan bahwa diet kaya serat sangat penting bagi wanita untuk
menjaga kanker payudara. Studi mengatakan bahwa sekitar 30 gram gandum yang
dikonsumsi sehari-hari, cukup bagi perempuan untuk mengurangi risiko kanker payudara.
11. Kontrol Obesitas (terutama pada wanita)
The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan penelitian gandum adalah pilihan
yang baik untuk pasien obesitas. Wanita yang mengkonsumsi produk gandum dalam waktu
lama menunjukkan penurunan berat badan jauh lebih baik dari pada makanan lain.

Daftar Pustaka
Anonim. 2005. Gandum Tanaman Prasejarah. http://www.jurnalasia.com/2014/08/21/gandutanaman-prasejarah/#sthash.jzF0q1Jb.dpuf . (Diakses pada tanggal 1 Maret 2015).
Anonim. 2007. Manfaat Hebat Gandum. http://www.readerdigest.co.id/sehat/nutrisi/manfaat.
Gandum/005/002/94. (Diakses pada tanggal 1 Maret 2015).
Anonim. 2004. Manfaat Gandum. http://manfaat.co.id/manfaat-gandum. (Diakses pada
tanggal 1 Maret 2015)
Anonim.
2008.
Jaga
kualitas
tepung
panen
gandum
tepat
waktu.
http://balitsereal.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?
option=com_content&view=article&id=606:jaga-kualitas-tepung-panen-gandumtepat-waktu&catid=4:info-aktual. (Diakses pada tanggal 1 Maret 2015).
Bahar, H. dan L. Bahri. 1996. Keragaman pertumbuhan, komponen hasil, dan hasil tanaman
terigu. Jurnal Penelitian Pertanian 15:107-113.
Bridggle, L.W 1980. Origin and botany of wheat. technical monograph, CIBA Geigy Ltd,
Swzerland. Pp 6-13.
Jones DWK, Amos AJ. 1967. Composition of Wheat and Products of Milling in Modern
Cereal Chemistry. London: Food Trade Press Ltd.
Kent, N.L. 1975. Technology of Cereal with Special Reference to Wheat. Pergamon Press Inc.,
Oxford.
Porter JR. 2005. Rising temperatures are likely to reduce crop yields. Nature 436:174.
Samuel, W.J. 1972. Bakery Technology and Engineering. Second ed. The AVI Publishing co.
Inc, West Port, Conecticut.
Shellen Burger, J.A. 1971. Production and Utilization of Wheat. In Y. Pomeranz. Wheat
Chemistry and Technology. The AACC Ind., St. Paul.
Soeranto, H. (1997). Perbaikan adaptasi tanaman gandum tropis melalui program pemuliaan
mutasi induksi. Prosiding Simposium dan Kongres III PERIPI Bandung, 24-25 Sep.
1997. ISBN 97995503-0-0.
Soeranto, H., Carkum, dan Sihono. (2002). Perbaikan varietas tanaman gandum melalui
pemuliaan
mutasi. Prosiding Pertemuan Koordinasi Penelitian dan Pengembangan
Gandum. DEPTAN, 34 Sept 2002.
Stone P. 2001. The effects of heat stress on cereal yield and quality. In: Basra AS. (ed.), Crop
Responses and Adaptation to Temperature Stress. Binghamton NY: Food Products
Press. Hlm 243291
Stopper, M., and R.A. Fischer, 1990. "Genotype, sowing date and plant spacing influence on
high- yielding irrigated wheat in southern New South Wales. II Growth, yield and
nitrogen use." Aust. J. Agin Res., 41: 1021-1041.
Yang J, Sears RG, BS Gill, and GM Paulsen. 2002. Quantitative and molecular
characterization of heat tolerance in hexaploid wheat, Euphitica 126: 275-282.