Anda di halaman 1dari 68

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI

CENDAWAN

agustin I Seta -2004

ISOLASI KAPANG

RUANG ISOLASI
PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN
SPESIMEN
PROSEDUR KEAMANAN DI LAB

agustin I Seta -2004

RUANG ISOLASI

RUANG ISOLASI DALAM KEADAAN


TERTUTUP
PERTUKARAN UDARA DIBUAT SEMINIMAL
MUNGKIN
ALKOHOL DAN LAMPU BUNSEN SELALU
TERSEDIA
SERING DILAKUKAN PEMBERSIHAN DEBU
DENGAN ALAT PENYEMPROT
AC DIMATIKAN DAN JENDELA TERTUTUP.
agustin I Seta -2004

ALAT DAN MEDIA BIAKAN

KEBANYAKKAN ALAT UNTUK BAKTERIOLOGI


SAMA DENGAN ALAT UNTUK ISOLASI
KAPANG SEPERTI AUTOCLAVE, ALAT
GELAS, TIMBANGAN DAN SPATULA, CAWAN
PETRI UKURAN 6 ATAU 9 Cm
HOMOGENIZER ( MIKOLOGI PANGAN --STOMACHER HOMOGENIZER )
BLENDER ---- ISOLASI SECARA KUALITATIF
MIKROSKOP DAN ASESORINYA
ALAT ISOLASI ( OSE, JARUM BERTANGKAI
DAN TEASING NEEDLE )
agustin I Seta -2004

MEDIA BIAKAN

KAYA KARBOHIDRAT, pH SEDIKIT ASAM


KADANG PEPTON TIDAK DIBUTUHKAN
CORNMEAL AGAR, CZAPEKS AGAR,
INFUSION AGAR, MALT EXTRACT
AGAR,OATMEAL AGAR, POTATO
DEXTROSE AGAR
BACTERIAL INHIBITOR (KONDISI ASAM
DAN ANTIBIOTIKA ) DAN GROWTH
RETARDANTS ( DICHLORAN, OXGALL,
SODIUM DEOXYCHOLATE dll )
agustin I Seta -2004

SPESIMEN

SPECIMEN SELECTION
SPESIMEN COLLECTION
SPESIMEN PROCESSING

agustin I Seta -2004

PROSEDUR KEAMANAN
LABORATORIUM MIKOLOGI

SESUAI DENGAN STANDAR YANG


BERLAKU DILAB MIKROBIOLOGI
MELAKUKAN TINDAKAN UNTUK
MENCEGAH SEGALA KEMUNGKINAN
DI LINGKUNGAN KERJA
MELAKUKAN RESPON APABILA
TERJADI KECELAKAAN KERJA
agustin I Seta -2004

TEKNIK DASAR ISOLASI

METODE ISOLASI LANGSUNG


METODE TIDAK LANGSUNG

SOIL DILUTION METHOD


SELECTIVE ISOLATION METHOD

BAITING METHOD ( DERMATOFIT )


PENAMBAHAN SUPLEMEN DAN KONDISI
KHUSUS

SPORE FALL METHOD


agustin I Seta -2004

ISOLASI LANGSUNG

KAPANG DAPAT DIISOLASI LANGSUNG DARI


SPORA ATAUPUN JARINGAN TUBUH BUAH/
FRUITING BODIES ( Basidiomycetes ) D AN
DIPINDAHKAN KEMEDIA BIAKAN SEGAR
DIPINDAHKAN LANGSUNG DENGAN JARUM
HALUS ( SPORA, HIFA, SPORA ISTIRAHAT )
ENDOPHIT ---- ISOLASI PERMUKAAN DAUN
DGN AGAR TUANG, PENEMPELAN
LANGSUNG, SWAB PERMUKAAN DAN
CELLOPANE TAPE.
MICROMANIPULATOR
agustin I Seta -2004

ISOLASI TIDAK LANGSUNG

STERILISASI PERMUKAAN ---- BIJI2AN


SOIL DILUTION METHOD
SELECTIVE ISOLATING METHOD ( baiting
method, penambahan suplemen, suhu, pH
dll )
SPORA FALL METHOD ( agar blok,
cellopane tape )
UNTUK MISELIUM ---- sterilisasi permukaan,
homogenisasi dan pour platting
agustin I Seta -2004

METODE PEMERIKSAAN

LANGSUNG

PEWARNAAN

KULTUR

AGAR MIRING
AGAR PELAT
SLIDE CULTURE ( RIDDEL METHOD )
agustin I Seta -2004

IDENTIFIKASI KAPANG
MAKROSKOPIK

MIKROSKOPIK

agustin I Seta -2004

MAKROSKOPIK

BENTUK KOLONI

TEKSTUR KOLONI

Bulat
Oval
Globrous
Velvety
Yeast like
Cottony
Granuler/powdery

TOPOGRAFI KOLONI

Flat
Folded
Rugose
Crateriform
Veruccose
cerebriform
agustin I Seta -2004

WARNA KOLONI

Putih, cream, coklat sampai hitam

TIPE PERTUMBUHAN

Cepat
Sedang
Lambat

agustin I Seta -2004

Bentuk bulat, tekstur cottony, topografi


flat , warna putih dan kuning keemasan
bagian pinggir

agustin I Seta -2004

Bentuk bulat tidak rata, tekstur globrous,


topografi crateriform, warna putih

agustin I Seta -2004

Tekstur granuler, topografi folded, warna


cream kecoklatan

agustin I Seta -2004

Tekstur glabrous, topografi rugose, warna


putih

agustin I Seta -2004

Tekstur velvety,topografi folded, warna


putih bagian tengah dan hijau kebiruan

agustin I Seta -2004

MIKROSKOPIK

PEWARNAAN LANGSUNG

PEWARNAAN NATIF

Lugol,Lactophenol,Lactophenol Cotton
Blue,Calcoflour White

PEWARNAAN NEGATIF

KOH 10 20%

Tinta india, negrosin, tinta cina dll

HISTOPATOLOGI

HE, Giemsa, Gommori, Methenamine silver


dll,
agustin I Seta -2004

MIKROSKOPIK

HIFA

CONIDIA

Bersepta ( uninukleat, multinukleat )


Tak bersepta/ soenositik
Bentuk, ukuran, isi sel, warna,
permukaan

CONIDIOGENOUS CELL

Thallic ( holothalic , enterothalic )


Blastic ( holoblastic, enteroblastic )
agustin I Seta -2004

CONIDIA

CONIDIOGENOUS CELL

KONIDIOFOR

agustin I Seta -2004

IDENTIFIKASI KAPANG
ARTHROSPORA

Kebanyakkan kapang kontaminan


Yeast like
Warna putih sampai krem ( Scytalidium
dimidiatum )
Coccidioides immitis
Arthrospora berdinding tebal
Barrel shape
Ukuran 2.5 4.5 um x 3 8 um
Tumbuh dari hifa terminal , percabangan
terjadi pada pertumpuan cabang utama dan
berganti lepas dari spora yang berdekatan
agustin I Seta -2004

Scytalidium dimidiatum

agustin I Seta -2004

agustin I Seta -2004

Coccidioides immitis

agustin I Seta -2004

BENTUK KONIDIA

BENTUK SEDERHANA

SCOLECOSPORE

Ratio panjang/lebar 15 :1

DICTYOSPORE

Globose, subglobose, ellip, reniform dll

TERBAGI MENJADI BEBERAPA SEPTA

HELICOSPORE
STAUROSPORE

agustin I Seta -2004

Konidia bulat menempel


langsung pada fialid, hifa
bersepta

agustin I Seta -2004

IDENTIFIKASI KAPANG
ALEURIOSPORA

DERMATOFITA ( Epidermophyton,
Microsporum dan Trichophyton )
Histoplasma capsulatum dll

agustin I Seta -2004

Dermatofita

agustin I Seta -2004

ALEURIOSPORA

agustin I Seta -2004

HISTOPLASMA CAPSULATUM

agustin I Seta -2004

HOLOBLASTIK KONIDIA

Koloni biasanya berwarna coklat


sampai hitam
Spora diproduksi melalui pertunasan
Dinding sel tebal
Konidia diproduksi pada bagian
terminal hifa, berkelompok disisi hifa
dan ada yang berbentuk rossetes

agustin I Seta -2004

KONIDIA HOLOBLASTIK

agustin I Seta -2004

KONIDIA ENTEROBLASTIK

Bentuk karakteristik, konidia terbentuk


dari dinding dalam conidiogenous cell
Konidia tumbuh pada fialid atau anelid
Spora mudah lepas dan gampang
terbawa udara
Bentuk,warna, permukaan spora
bervariasi
Aspergillus sp dan Penicillium sp
agustin I Seta -2004

KONIDIA ENTEROBLASTIK

agustin I Seta -2004

Aspergillus

sp

agustin I Seta -2004

Foot cell pada Aspergillus sp

agustin I Seta -2004

Penicillium sp

agustin I Seta -2004

TIPE PERCABANGAN Penicillium


sp

agustin I Seta -2004

IDENTIFIKASI
ZYGOMYCETES

SPORANGIUM
SPORANGIOSPORA
HIFA TAK BERSEPTA
RHIZOID
Absidia sp, Mucor sp dan Rhizopus
sp

agustin I Seta -2004

agustin I Seta -2004

agustin I Seta -2004

agustin I Seta -2004

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI


KHAMIR

PROSEDUR ISOLASI KHAMIR SECARA UMUM HAMPIR


SAMA DENGAN KAPANG.

KOLEKSI SPESIMEN MAUPUN PENANGANAN TIDAK


MEMBUTUHKAN PROSEDUR SPESIAL,PENGIRIMAN
SECARA CEPAT TIDAK DIPERLUKAN.

SUMBER SPESIMEN BERASAL DARI BERMACAM MACAM


BAIK SPESIMEN KLINIK, BAHAN PAKAN, BAHAN
MAKANAN, TANAH, AIR ,INSEKTA dll

SPECIMEN TANAH DAPAT SECARA LANGSUNG DIBIAKKAN


PADA MEDIA BIAKAN DENGAN Ph 3.7.

agustin I Seta -2004

DIBUTUHKAN MEDIA SELEKTIF UNTUK


KHAMIR KHAMIR TERTENTU

Kluyveromyces marxianus
membutuhkan laktosa sebagai sumber
karbon
Brettanomyces membutuhkan glukosa,
kalsium karbonat dan tiamin dll

MEDIA ISOLASI

Sabaurauds Dextrose agar (SDA), Blood


agar,SABHI, BHI agar.

agustin I Seta -2004

IDENTIFIKASI KHAMIR

MEDIA BIAKAN
Sabaurauds Glucose Peptone Agar
Potato Dextrose Agar
Corn Meal Agar
Gorodkowa Agar
Czapek Dox plus Tween 80 Agar
Christensens Urea Agar
ANTIBIOTIKA
agustin I Seta -2004

METODE PEMERIKSAAN

METODE LANGSUNG

KOH 10 20 % Untuk sputum atau


jaringan
Pewarnaan untuk spesimen cair/
eksudat ( Lactophenol, Lugol dll )

KULTUR

Media biakan

agustin I Seta -2004

IDENTIFIKASI KHAMIR

MORFOLOGI

MAKROSKOPIK
MIKROSKOPIK

BIOKIMIA

ASIMILASI
FERMENTASI
agustin I Seta -2004

MORFOLOGI

MAKROSKOPIK

BENTUK KOLONI ( bulat, oval )


TEPI KOLONI ( kasar, halus)
PERMUKAAN KOLONI ( cembung,
cekung)
KONSISTENSI (padat, berlendir )
WARNA ( putih-krem, berwarna )
agustin I Seta -2004

Cryptococcus neoformans

agustin I Seta -2004

Candida sp

agustin I Seta -2004

Rhodotorula sp

agustin I Seta -2004

MIKROSKOPIK

BENTUK SEL
UKURAN SEL
ADA TIDAKNYA KAPSUL
ADA TIDAKNYA PSEUDOHIFA, HIFA
DAN BLASTOSPORA
ADA TIDAKNYA KLAMIDOSPORA
PRODUKSI ASKOSPORA
agustin I Seta -2004

GERM TUBE TEST

METODE IDENTIFIKASI SECARA


SEDERHANA
MEMBUTUHKAN KULTUR MURNI
DIBIAKKAN DALAM MEDIA YANG
MENGANDUNG SERUM ( KUDA, MANUSIA
DLL )
DIGUNAKAN MEDIA PENGGANTI YAITU
PUTIH TELUR BEBEK
DIINKUBASI PADA SUHU 370 C SELAMA 2.5
3 JAM
agustin I Seta -2004

Germ tube

agustin I Seta -2004

KLAMIDOSPORA

TERBENTUK DARI BAGIAN HIFA YANG


MEMBESAR DAN MEMBENTUK DINDING
SEL YANG TEBAL
SEL TUNGGAL
TERMINAL KLAMIDOSPORA DAN
INTERKALAR KLAMIDOSPORA
MENGGUNAKAN MEDIA CORN MEAL
AGAR+ TWEEN 80 (CMT)
METODE CUT STREAK ( GORES POTONG )
agustin I Seta -2004

CUT STREAK METHODS

agustin I Seta -2004

Candida dalam jaringan

agustin I Seta -2004

MEDIUM GORODKOWA

MERUPAKAN SALAH SATU MEDIUM


YANG DIGUNAKAN UNTUK
MENGIDENTIFIKASI ADANYA
ASKOSPORA
ASKOSPORA MERUPAKAN SPORA
SEKSUAL
Saccharomyces cerevisae
agustin I Seta -2004

ASKOSPORA

agustin I Seta -2004

UREASE TEST

PENTING UNTUK KHAMIR Cryptococcus neoformans


KHARAKTERISTIK KARENA KHAMIR INI MAMPU
MEMPRODUKSI ENZIM UREASE
MEDIA YANG DIGUNAKAN ADALAH cristensens urea
DIINKUBASI DALAM SUHU 300C SELAMA 4 HARI
HASIL POSITIF APABILA TERJADI PERUBAHAN
WARNA DARI AMBER KE PINK
Rhodotorula dan Trichosporon
PERLU DIWASPADAI TERHADAP BAKTERI PENGHASIL
UREASE

agustin I Seta -2004

BENTUK SEL

agustin I Seta -2004

UKURAN

BERVARIASI
Panjang 1 - 50 um
Lebar 1 10 um

agustin I Seta -2004

KAPSUL
Digunakan pewarnaan negatif
dengan menggunakan tinta
cina, tinta india ataupun
pewarna negrosin

agustin I Seta -2004

agustin I Seta -2004

UJI BIOKIMIA

ASIMILASI

FERMENTASI
Menurut Kluyver ketentuan dasar dalam fermentasi
khamir adalah : 1. apabila khamir tidak memfermentasi
glukosa maka khamir tersebut tidak terfermentasi, 2.
glukosa terfermentasi maka fruktosa dan manosa
terfermentasi tidak selalu untuk galaktosa, 3. maltosa
terfermentasi maka laktosa tidak atau sebaliknya
kecuali Brettanomyces claussenii

agustin I Seta -2004

TERIMA KASIH

agustin I Seta -2004