Anda di halaman 1dari 24

LI 1.

Memahami dan menjelaskan larutan dan cairan tubuh


LO 1.1 Memahami dan menjelaskan definisi larutan dan cairan tubuh
Larutan : Campuran yang homogen dari 2 atau lebih zat yang terdiri dari solute dan
solvent
Cairan : zat cair atau zat alir yang dapat mengalir, bentuknya menyesuaikan wadah
Sementara cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air (pelarut) dan zat tertentu (zat
terlarut). Cairan sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi tubuh tetap sehat.Cairan di
dalam tubuh sebanyak 60% dari berat tubuh atau 2/3 dari berat tubuh.(Mima & Swearingen,
1995)
1.2 Memahami dan menjelaskan jenis larutan dan cairan tubuh
Larutan dapat dibagi menjadi 3, yaitu:
a) Larutan tak jenuh yaitu larutan yang mengandung solute (zat terlarut) kurang dari yang
diperlukan untuk membuat larutan jenuh. Atau dengan kata lain, larutan yang partikelpartikelnya tidak tepat habis bereaksi dengan pereaksi (masih bisa melarutkan zat). Larutan
tak jenuh terjadi apabila bila hasil kali konsentrasi ion < Ksp berarti larutan belum jenuh
( masih dapat larut).
b) Larutan jenuh yaitu suatu larutan yang mengandung sejumlah solute yang larut dan
mengadakan kesetimbangn dengan solut padatnya. Atau dengan kata lain, larutan yang
partikel- partikelnya tepat habis bereaksi dengan pereaksi (zat dengan konsentrasi
maksimal). Larutan jenuh terjadi apabila bila hasil konsentrasi ion = Ksp berarti larutan tepat
jenuh.
c) Larutan sangat jenuh (kelewat jenuh) yaitu suatu larutan yang mengandung lebih banyak
solute daripada yang diperlukan untuk larutan jenuh. Atau dengan kata lain, larutan yang
tidak dapat lagi melarutkan zat terlarut sehingga terjadi endapan. Larutan sangat jenuh terjadi
apabila bila hasil kali konsentrasi ion > Ksp berarti larutan lewat jenuh (mengendap).
Berdasarkan banyak sedikitnya zat terlarut, larutan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
a) Larutan pekat yaitu larutan yang mengandung relatif lebih banyak solute dibanding
solvent.
b) Larutan encer yaitu larutan yang relatif lebih sedikit solute dibanding solvent. Berdasarkan
daya hantar listrik : 1.

Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, dibedakan atas :
a) Elektrolit Kuat Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar listrik
yang kuat, karena zat terlarutnya di dalam pelarut (umumnya air), seluruhnya berubah
menjadi ion-ion. (=1)
Asam-asam kuat, seperti: HCl, HClO3, H2SO4, HNO3, dan lain-lain.

Basa-basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, seperti: NaOH, KOH,
Ca(OH)2, Ba(OH)2, dan lain-lain.
Garam-garam yang mudah larut, seperti: NaCl, KI, Al2(SO4)3, dan lain-lain.
b) Elektrolit Lemah Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah
denganharga derajat ionisasi sebesar: 0<<1

Asam-asam lemah, seperti: CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S, dan lain-lain.


Basa-basa lemah, seperti: NH4OH, Ni(OH)2, dan lain-lain.
Garam-garam yang sukar larut, seperti: AgCl, CaCrO4, PbI2, dan lain-lain.
2.Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik karenazat
terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak berion). Contohnya urea,
sukrosa, glukosa, dan alcohol.
Berdasarkan kemampuan menyerap :
Larutan ideal yaitu larutan yang memenuhi Hukum Roult. Pada larutan ideal tidak
terjadi penyerapan atau pelepasan kalor pada saat pencampuran larutan
Larutan tak ideal yaitu larutan yang tidak memenuhi hukum Roult. Larutan tak ideal
inidapat dibagi dua yaitu:
a. Larutan yang mengalami pelepasan kalor pada saat pencampuran sehingga
merupakanlarutan yang mengalami penyimpangan positif dari hukum Roult
b. Larutan yang mengalami penyerapan kalor pada saat pencampuran yangmenghasilkan
penyimpangan negatif dari hukum Roult.
1.3 Memahami dan menjelaskan fungsi larutan dan cairan tubuh
Fungsi cairan tubuh:
1.Transportasi: nutrien, partikel kimiawi, partikel darah, energy, dan lain-lain.
2.Pengatur suhu tubuh.
3.Pembentuk struktur tubuh.
Kekurangan cairan tubuh dapat menyebabkan kematian sel. Sementara unit dasarfungsional
tubuh adalah sel. Sel-sel inilah yang membentuk struktur tubuh. Dalam prosesmetabolisme
yang terjadi di dalam tubuh, air mempunyai 2 fungsi utama yaitu sebagai pembawa zatzat nutrisi seperti karbohidrat, vitamin dan mineral serta juga akan berfungsisebagai
pembawa oksigen (O2 ) ke dalam sel-sel tubuh. Selain itu, air di dalam tubuh jugaakan
berfungsi untuk mengeluarkan produk samping hasil metabolisme seperti karbondioksida
(CO2 ) dan juga senyawa nitrat.
Selain berperan dalam proses metabolisme, air yang terdapat di dalam tubuh jugaakan
memiliki berbagai fungsi penting antara lain sebagai pelembab jaringan-jaringan tubuh
seperti mata, mulut & hidung, pelumas dalam cairan sendi tubuh, katalisator reaksi

biologiksel, pelindung organ dan jaringan tubuh serta juga akan membantu dalam menjaga
tekanandarah & konsentrasi zat terlarut. Selain itu agar fungsi-fungsi tubuh dapat berjalan
dengannormal, air di dalam tubuh juga akan berfungsi sebagai pengatur panas untuk menjaga
agarsuhu tubuh tetap berada pada kondisi ideal yaitu 37 C.
Fungsi elektrolit dalam tubuh bermacam-macam, berikut adalah fungsi elektrolit dalam
tubuhyang dibagi menjadi dua bagian yaitu muatan positif atau disebut juga kation dan
muatannegatif disebut anion.
KATION
1. Natrium
- Aktivitas neuromuskular : transmisi dan konduksi impuls syaraf
- Cairan tubuh : Mengatur osmolalitas vaskular dan mengatur keseimbangan air, bila kadar
natrium meningkat akan terjadi retensi air
- Selular : Pompa natrium (Na) - kalium (K) : Na masuk ke dalam sel sedangkan K keluar
dari sel secara terus menerus untuk mempertahankan keseimbangan air dan aktivitas
neuromuskular. Bila Na masuk ke dalam sel maka akan terjadi depolarisasi (aktivitas sel),
tapi bila Na keluar dari sel maka K akan masuk ke dalam sel dan terjadi repolarisasiAktivitas enzim
- Mengatur keseimbangan asam basa
2. Kalium
- Aktivitas neuromuskular : transmisi dan konduksi impuls syaraf serta kontraksi otot
rangka,otot polos dan jantungCairan tubuh : mengatur osmolalitas intraselular
- Selular : pompa natrium (Na)
- kalium (K) : Na masuk ke dalam sel sedangkan K keluar dari sel secara terus menerus untuk
mempertahankan keseimbangan air dan aktivitas neuromuskular. Bila Na masuk ke dalam sel
maka akan terjadi depolarisasi (aktivitas sel), tapi bila Na keluar dari sel maka K akan masuk
ke dalam sel dan terjadi repolarisasi
- aktivitas enzim untuk metabolisme selular
3. Kalsium
- Mengatur fungsi jantung
- Kontraksi dan relaksasi ototPertumbuhan tukang dan gigi
- Aktifitas enzim
4. Magnesium
- Produksi intrasel

- Sintesis protein dan DNA


ANION
1. Klorida
- Kompenen utama asam lambung
- Buffer kimiawi
- Osmolaritas plasma
2. Fosfat
- Pembentukan tulang dan ATP
- Komponen DNA & RNA
3. Bikarbnat
- Regulasi asam basa
- Komponen dari bikarbonat
-karbonik asam buffer
1.4 Memahami dan menjelaskan perbedaan larutan dan cairan tubuh
Larutan adalah campuran yang homogen, antara pelarut dan zat terlarutnya tidak
dapatdibedakan lagi. Sedangkan cairan, adalah campuran yang heterogen yaitu antara pelarut
danzat terlarutnya masih dapat dibedakan. Partikel-partikel pembentuknya solute
maupunsolventnya masih menunjukkan sifat dari masing-masing partikel tersebut
1.5 Memahami dan menjelaskan faktor yang mempengaruhi kebutuhan larutan dan
cairantubuh
1. UsiaVariasi usia berkaitan dengan luas permukaan tubuh, metabolisme yang diperlukandan
berat badan. Selain itu sesuai aturan, air tubuh menurun dengan peningkatan usia.
2. Jenis kelaminWanita mempunyai air tubuh yang kurang secara proporsional, karena lebih
banyakmengandung lemak tubuh (air 40%)
3. Sel-sel lemakMengandung sedikit air, sehingga air tubuh menurun dengan peningkatan
lemak tubuh
4. StresStres dapat menimbulkan peningkatan metabolisme sel, konsentrasi darah
danglikolisis otot, mekanisme ini dapat menimbulkan retensi sodium dan air. Proses inidapat
meningkatkan produksi ADH dan menurunkan produksi urine
5. SakitKeadaan pembedahan, trauma jaringan, kelainan ginjal dan jantung, gangguan
hormonakan mengganggu keseimbangan cairan
6. Temperatur lingkunganPanas yang berlebihan menyebabkan berkeringat. Seseorang dapat
kehilangan NaClmelalui keringat sebanyak 15-30 g/hari
7. DietPada saat tubuh kekurangan nutrisi, tubuh akan memecah cadangan energi, proses
iniakan menimbulkan pergerakan cairan dari interstisial ke intraselular.

LO 2.1 Memahami dan menjelaskan komposisi dan batas normal cairan tubuh
Persentase dari total cairan tubuh bervariasi sesuai dengan individu dan tergantung beberapa
halantara lain:
1.Umur 2.Kondisi lemak tubuh 3.Sex

Meq/L

intraseluler

Ekstrasellular
Plasma Darah

Ekstraselular
Intertistial

NaCl+

142

144

K+

150

Ca++

2.5

Mg +

27

1.5

Cl

103

144

HCO3

10

27

30

HPO4

100

SO4

20

Asam Organik

Protein

63

16

Kation

Anion

1.Bayi (baru lahir) 75 %


2.Dewasa: a.Pria (20-40 tahun) 60 % b.Wanita (20-40 tahun) 50 %
2.2 Memahami dan menjelaskan mekanisme distribusi cairan tubuh
Pada orang dewasa, sekitar 40% berat badan atau dua pertiga dari TBW (TotalBody Water)
berada didalam sel atau disebut sebagai cairan intraselular. Dan sepertigasisa TBW atau 20%
dari berat badan, berada diluar sel atau disebut sebagai cairanekstraselular.Cairan
ekstraselular dibagi menjadi bagian cairan intrestisial yang terletakdiantara sel (15%) dan
cairan intravascular (5%).

Cairan dalam tubuh selalu bergerakdiantara ketiga tempat cairan tersebut yaitu intraselular,
interstisial, dan intravascular. Pergerakansuatu cairan harus di pertahankan dalam keadaan
seimbang. Penyebab pergerakan cairantubuh dipengaruhi oleh difusi, osmositas, filtrasi, dan
transport aktif.
1.Difusi: gerakan acak dari partikel pada semua arah melalui larutan atau gas.
Partikel bergerak dari area dengan konsentrasi tinggi ke area dengan konsentrasi rendahsepan
jang gradien konsentrasi. Energi untuk difusi dihasilkan oleh energy panas.Contohnya adalah
gerakan oksigen dari alveoli paru ke darah dari kapiler pulmoner.
Faktor-faktor yang meningkatkan difusi:
Peningkatan suhu
Peningkatan konsentrasi partikel
Penurunan ukuran atau berat molekul dari partikel
Peningkatan area permukaan yang tersedia untuk difusi
Penurunan jarak lintas di mana massa partikel harus berdifusi
2.Transpor aktif: diperlukan energi agar substansi dapat pindah dari area berkonstrasi
lebihrendah atau sama ke area dengan konsentrasi sama atau lebih besar. Transpor aktif
adalahvital untuk mempertahankan keunikan komposisi baik CES dan CIS.
3.Filtrasi: gerakan air dan zat terlarut dari area dengan tekanan hidrostatik tinggi ke
areadengan tekanan hidrostatik rendah. Tekanan hidrostatik adalah tekanan yang dibuat
oleh berat cairan. Filtrasi pentih dalam mengatur cairan keluar dari arteri ujung kapiler.Ini
juga merupakan kekuatan yang memungkinkan ginjal untuk memfilter 180 L plasma perhari.
4.Osmosis: gerakan air melewati membrane semipermeable dari area dengan konsentrasizat
terlarut rendah ke area dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi. Osmosis dapatterjadi
melewati semua membrane bila konstrasi zat terlarut pada kedua berubah.

.3 Memahami dan menjelaskan pengaturan keseimbangan cairan tubuh

Untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh maka cairan yang masuk harus sama
dengancairan yang dikeluarkan. Sumber pemasukan cairan ke dalam tubuh dapat diperoleh
darimakanan, cairan ingesti, serta metabolisma dan oksidasi H2O. Cairan tersebut kemudian
akandikeluarkan melalui urin, feses, keringat, dan sebagian akan dikonsumsi tubuh untuk
melakukanmetabolisme.
Pemasukan serta pengeluaran cairan dalam tubuh tentu akan mempengaruhi osmolaritas
plasmayang dimana jika osmolaritas itu meningkat maka akan menyebabkan rasa haus dan
terbentuknya ADH.
Terdapat dua faktor yang diatur untuk mempertahankan keseimbangan cairan di
tubuh.Meskipun regulasi kedua faktor ini berkaitan erat, keduannya bergantung pada jumlah
relatif NACL dan H2O ditubuh, namun penyebab mengapa keduannya dikontrol secara ketat
sangatlah berbeda : 1.Volume CES harus diatur secara ketat untuk membantu

mempertahankan tekanan darah.Pemeliharaan keseimbangan garam sangatlah penting dalam


regulasi jangka panjangvolume CES.
2.Osmolaritas CES harus diatur secara ketat untuk mencegah membengkak ataumenciutnnya
sel. Pemeliharaan keseimbangan cairan sangatlah penting dalam mengaturosmolaritas
CES.Penurunan volume CES menyebabkan penurunan tekanan darah arteri
karena berkurangnya volume plasma. Sebaliknya, peningkatan volume CES meningkatkan te
kanandarah arteri dengan meningkatkan volume plasma. Dua mekanisme kompensasi
bermainuntuk secara transien menyesuaikan tekanan darah sampai volume CES dapat
dipulihkannormal.

KONTROL JANGKA PENDEK UNTUK MEMPERTAHANKAN TEKANAN DARAH


1. Refleks baroreseptor mengubah curah jantung dan resistensi perifer total untuk
menyesuaikantekanan darah dalam arah yang benar melalui efek sistem sarafotonom pada
mengurangi tekanandarah ketika tekanan naik terlalu tinggi.

2. Perpindahan cairan berlangsung secara temporer dan otomatis antara plasma dan
cairaninterstisium akibat perubahan keseimbangan tekanan hidrostatik dan osmotik yang
bekerjamelintasi dinding kapiler yang timbul ketika volume plasma menyimpang dari normal
Penurunan volume plasma dikompensasi secara parsial oleh perpindahan cairan keluardari
kompartemen interstisium menuju pembuluh darah, memperbesar volume plasma
denganmengorbankan kompartemen interstisium. Sebaliknya, ketika volume plasma terlalu
besar, banyak dari kelebihan cairan ini berpinciah ke dalam komparremen intersrisium.
Kedua tindakanini menghasilkan perbaikan remporer untuk membantu menjaga tekanan
darah relatif konstan,tetapi mereka bukan solusi jangka panjang. Selain itu, tindakan
kompensasi jangka pendek inimemiliki kemampuan terbatas dalam meminimalkan perubahan
tekanan darah. Sebagai
contoh, jika volume plasma terlalu kurang adekuat maka tekanan darah akan tetap rendah seb
erapapunkuatnya atau besarnya jantung memompa, pembuluh berkonstriksi, atau cairan
interstisium berpindah ke dalam pembuluh darah.
KONTROL JANGKA PANJANG UNTUK MEMPERTAHANKAN TEKANAN DARAH
Regulasi jangka panjang tekanan darah dilakukan oleh ginjal dan mekanisme haus,
yangmasing-masing mengontrol jumlah urin dan asupan cairan. Mereka melakukan
pertukaran cairanyang diperlukan antara CES dan lingkungan eksternal untuk mengatur
volume cairan tubuh total.Karena itu, mereka memiliki pengaruh jangka panjang pada
tekanan darah arteri. Dari tindakan-tindakan tersebut, kontrol pengeluaran urin oleh ginjal
adalah yang terpenting dalammempertahankan tekanan darah
KONTROL KESEIMBANGAN GARAM SANGAT PENTING UNTUK MENGATUR
VOLUMECES.
Natrium dan anion penyertanya menentukan lebih dari 90% aktivitas osmotik CES.Ketika
menahan garam, ginjal secara otomatis menahan H2O, karena H2O mengikuti Na
secaraosmotik. Larutan garam yang ditahan ini isotonik. Semakin banyak garam terdapat di
CES,semakin banyak H2O di CES. Konsentrasi garam tidak berubah dengan mengubah
jumlah garam,karena H2O selalu mengikuti garam untuk mempertahankan keseimbangan
osmotik yaitu, untukmempertahankan konsentrasi normal garam. Berkurangnya jumlah
garam menyebabkanmenurunnya retensi H2O sehingga CES tetap isotonik tetapi dalam
volume yang lebih kecil.Karena itu, massa total garam Na+ di CES (yaitu, jumlah Na+)
menentukan volume CES dan,karenanya, regulasi volume CES terutama bergantung pada
pengendalian keseimbangan garam.Untuk mempertahankan keseimbangan garam pada
ketinggian permukaan laut, pemasukangaram harus sama dengan pengeluaran garam
sehingga tidak terjadi akumulasi atau defisit garamdi tubuh.
KONTROL PENGELUARAN AIR DI URIN OLEH VASOPRESIN
Fluktuasi osmolaritas CES yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pemasukandan
pengeluaran H2O cepat dikompensasi dengan menyesuaikan ekskresi H2O urin
tanpamengubah ekskresi garam. Reabsorpsi dan ekskresi H2O secara parsial dipisahkan
darireabsorpsi dan ekskresi zar terlarut sehingga jumlah H2O yang ditahan atau dikeluarkan
dapatcepat diubah untuk segera mengoreksi osmolaritas CES ke normal. Reabsorpsi dan
ekskresi H2O bebas disesuaikan melalui perubahan sekresi vasopresin . Hampir di sepanjang
nefron, reabsorpsiH2O penting untuk mengatur volume CES, karena reabsorpsi garam

disertai oleh reabsorpsi H2Odalam jumlah seimbang. Namun, di tubulus distal dan
koligentes, dapat terjadi reabsorpsi
H2O bebas dalam jumlah bervariasi ranpa disertai reabsorpsi garam, karena adanya gradien
osmotikvertikal di medula ginjal tempat sebagian dari tubulus ini terpajan. Vasopresin
meningkatkan permeabilitas bagian akhir tubulus ini terhadap H2O. Jumlah H2O yang
direabsorpsi dapatdisesuaikan untuk memulihkan osmolaritas CES ke normal, bergantung
pada jumlah vasopresinyang ada. Vasopresin diprodulai oleh hipotalamus dan disimpan di
kelenjar hipofisis posterior.Hormon ini dibebaskan dari hipofisis posterior berdasarkan
perintah dari hipotalamus.
KONTROL PEMASUKAN AIR OLEH RASA HAUS
Rasa haus adalah sensasi subyektif yang membuat seseorang menginginkan H2O. Pusat haus
terletak di hipotalamus dekat dengan sel penghasil vasopresin. Sekresi vasopresin dan
rasahaus umumnya dipicu secara bersamaan. Pusat-pusat kontrol hipotalamus yang mengatur
sekresivasopresin (dan pengeluaran urin) serta rasa haus (dan minum) bekerja secara terpadu.
Sekresivasopresin dan rasa haus dirangsang oleh defisit H2O bebas dan ditekan oleh
kelebihanH2O bebas. Karena itu, keadaan yang mendorong terjadinya penurunan pengeluara
n urin untukmenghemat H2O tubuh juga menimbulkan rasa haus untuk mengganti H2O
tubuh.
PERAN OSMORESEPTOR HIPOTALAMUS
Sinyal eksitatorik utama untuk sekresi vasopresin dan rasa haus berasal dari
osmoreseptorhipotal.rmus yang terletak dekat sel penghasil vasopresin dan pusat
haus.Osmoreseptorosmoreseptor ini memantau osmolaritas cairan di sekeliling mereka,
yangselanjutnya mencerminkan konsentrasi keseluruhan lingkungan cairan internal. Seiring
dengan peningkatan osmolaritas (H2O terlalu sedikit) dan kebutuhan akan konservasi H2O
bertambah,sekresi vasopresin dan rasa haus diaktifkan. Akibatnya, reabsorpsi H2O di tubulus
distal dankoligentes meningkat sehingga pengeluaran urin berkurang dan H2O dihemat,
sementara asupanH2O secara bersamaan dirangsang. Efek-efek ini memulihkan simpanan
H2O yang berkurangsehingga kondisi hipertonik mereda dengan pulihnya konsentrasi zat-zat
terlarut ke normal.Sebaliknya, kelebihan H2O, yang bermanifestasi sebagai penurunan
osmolaritas CES,mendorong peningkatan ekskresi urin (melalui penurunan sekresi
vasopresin) dan menekan rasahaus, yang bersama-sama mengurangi jumlah air di dalam
tubuh.
PERAN RESEPTOR VOLUME ATRIUM KIRI
Meskipun perangsang utama sekresi vasopresin dan rasa haus adalah peningkatanosmolaritas
CES, namun sel penghasil vasopresin dan pusat haus juga dipengaruhi dalam tingkat moderat
oleh perubahan volume CES yang diperautarai oleh sinyal dari reseptor volume atriumkiri.
Reseptor volume ini, yang terletak di atrium kiri, memantau tekanan darah yang
mengalir,yarg mencerminkan volume CES. Sebagai respons terhadap penurunan mencolok
volume CES(kehilangan volume >7%) dan tekanan darah arteri, seperti ketika terjadi
perdarahan, reseptorvolume atrium kiri secara refleks merangsang sekresi vasopresin dan rasa
haus. Pengeluaranvasopresin dan meningkatnya rasa haus masing-masing menurunkan
pengeluaran urin danmeningkatkan pemasukan cairan. Selain itu, vasopressin yang dipicu
oleh penurunan mencolokvolume CES dan tekanan arteri, di sirkulasi menimbulkan

vasokonstriksi pada arteriol. Denganmembantu memperbesar CES dan volume plasma serta
dengan meningkatkan resistensi perifertotal, vasopresin membantu mengatasi penurunan
tekanan darah yang memicu sekresivasopresin. Sebaliknya, vasopresin dan rasa haus
dihambat ketika volume CES/plasma dantekanan darah arteri meningkat. Penekanan
asupanH2O, disertai oleh eliminasi kelebihanvolume CES/plasma melalui urin, membantu
memulihkan tekanan darah ke normal. Ingatlah bahwa volume CES/plasma yang rendah serta
penurunan tekanan darah arteri juga secara refleksmeningkatkan sekresi aldosteron.
Peningkatan reabsorpsi Na yang terjadi akhirnya menyebabkanretensi osmotik H2O, ekspansi
volume CES, dan peningkatan tekanan darah arteri. Padakenyataannya, reabsorpsi Na yang
dikontrol oleh aldosteron.
PERAN ANGIOTENSIN II
Perangsang lain untuk meningkatkan rasa haus dan sekresi vasopresin adalah angiotensinII.
Ketika mekanisme renin-angiotensin-aldosteron diaktifkan untuk menghemat Na,
angiotensinII, selain merangsang sekresi aldosteron, juga bekerja langsung pada otak untuk
menimbulkanrasa haus dan merangsang vasopresin untuk meningkatkan reabsorpsi H2O di
ginjal. Peningkatanasupan H2O dan berkurangnya pengeluaran urin kemudian membantu
mengoreksi penurunanvolume CES yang memicu sistem renin-angiotensin-aldosteron.
2.4 Memahami dan menjelaskan gangguan keseimbangan cairan tubuh
Dalam keadaan normal, cairan tubuh berada dalam keseimbangan. Oleh karena suatusebab,
keseimbangan cairan tubuh dapat mengalami gangguan. Secara garis besar,gangguan
keseimbangan cairan tubuh terbagi dua yakni edema (hipervolemik) dandehidrasi
(hipovolemik).
1. Edema (hipervolemik)Edema adalah penimbunan cairan berlebihan di antara sel-sel tubuh
atau di dalam berbagai rongga tubuh. Edema disebut juga dengan efusi, asites.
Penamaan penimbunancairan ini bergantung pada lokasi di mana edema itu terjadi. Edema
dapat terjadi secaralokal maupun umum. Edema lokal disebut juga dengan edema pitting,
sedangkan edemaumum disebut dengan edema anasarka.
2.Dehidrasi (hipovolemik)Dehidrasi adalah kehilangan air dari tubuh atau jaringan atau
keadaan yang merupakanakibat kehilangan air abnormal. Menurut Guyton (1995), dehidrasi
adalah hilangnyacairan dari semua pangkalan cairan tubuh. Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwadehidrasi merupakan keadaan kehilangan cairan tubuh.
LI 3. Memahami dan menjelaskan tentang dehidrasi
3.1 Memahami dan menjelaskan definisi dehidrasi
Dehidrasi adalah kehilangan cairan dari jaringan tubuh yang berlebihan.
Dehidrasimerupakaan gangguan umum terjadi pada bayi dan anak-anak ketika haluan cairan
totalmelebihan asupan cairan total.
3.2 Memahami dan menjelaskan jenis dehidrasi
Dehidrasi dapat digolongkan berdasarkan derajat atau jenisnya
Derajat: ringan,sedang atau berat

.a)Dehidrasi ringan dicirikan dengan kehilangan 5% dari berat badan sebelum sakit
b)Dehidrasi sedang dicirikan dengan kehilangan 5% sampai 10% dari ebrat badansebelum
sakit
c)Dehidrasi berat dicirikan kehilangan lebih dari 10% berat badan sebelum sakit.
Jenisnya (tipe): isotonic, hipertonik, dan hipotonik
a)Isotonis dicirikan dengan defisit air dan elektrolit yang terjadi di dalam prorporsiseimbang.
70% kasus sering dihubungkan kepada hal ini.
b)Hipertonik dicirikan dengan kehilangan cairan melebihi kehilangan elektrolit. Hal
initerjadi pada 20% kasus bayi
.c)Hipotonik dicirikan dengan kehilangan sejumlah elektrolit melebihi kehilangancairan.
3.3 Memahami dan menjelaskan ciri-ciri dehidrasi
a)Dehidrasi ringan
Muka memerah
Rasa sangat haus
Kulit kering dan pecah-pecah
Volume urine berkurang dengan warna lebih gelap dari biasanya
Pusing dan lemah
Kram otot terutama pada kaki dan tangan
Kelenjar air mata berkurang kelembabannya
Sering mengantuk
Mulut dan lidah kering dan air liur berkurang
b)Dehidrasi sedang
Tekanan darah menurun
Pingsan
Kontraksi kuat pada otot lengan, kaki, perut, dan punggung
Kejang
Perut kembung
Gagal jantung
Ubun-ubun cekung
Denyut nadi cepat dan lemah
c)Dehidrasi Berat

Kesadaran berkurang
Tidak buang air kecil
Tangan dan kaki menjadi dingin dan lembab
Denyut nadi semakin cepat dan lemah hingga tidak teraba
Tekanan darah menurun drastis hingga tidak dapat diukur
Ujung kuku, mulut, dan lidah berwarna kebiruan
3.4 Memahami dan menjelaskan factor penyebab dehidrasi
Dehidrasi dapat terjadi karena hal-hal berikut :
Aktivitas
Orang yang banyak aktivitasnya lebih banyak mengeluarkan cairan tubuh melaluikeringat
dari pada orang yang tidak beraktivitas.
Diare
Diare merupakan keadaan yang paling sering menyebabkan kehilangan cairan dalam jumlah
besar. Di seluruh dunia, 4 juta anak anak mati setiap tahun karena dehidrasi akibatdiare.
Usia
Semakin tua usianya, kerja organ semakin menurun
Muntah
Muntah sering menyebabkan dehidrasi karena sangat sulit untuk menggantikan cairanyang
keluar dengan cara minum.
Berkeringat
Tubuh kehilangan banyak cairan saat berkeringat. Kondisi lingkungan yang panas
akanmenyebabkan tubuh berusaha mengatur suhu tubuh dengan mengeluarkan keringat.
Bilakeadaan ini berlangsung lama sementara pemasukan cairan kurang maka tubuh
dapat jatuh ke dalam kondisi dehidrasi.
Diabetes
Peningkatan kadar gula darah pada penderita diabetes atau kencing manis akanmenyebabkan
banyak gula dan air yang dikeluarkan melalui kencing sehingga penderitadiabetes akan
mengeluh sering kebelakang untuk kencing.
Luka bakar
Penderita luka bakar dapat mengalami dehidrasi akibat keluarnya cairan berlebihan
pada pada kulit yang rusak oleh luka bakar.
Kesulitan minum
Orang yang mengalami kesulitan minum oleh karena suatu sebab rentan untuk jatuh
kekondisi dehidrasi.

Gastroenteritis
Ini adalah penyebab paling umum dehidrasi. Jika disertai muntah dan diare, dehidrasiakan
semakin mudah terjadi.
Stomatitis
Nyeri dapat membatasi asupan oral.
Diabetic ketoasidosis (DKA)
Dehidrasi ini disebabkan oleh diuresis osmotik. Penurunan berat badan disebabkan
olehkehilangan cairan yang berlebihan dan katabolisme jaringan. Rehidrasi cepat,
dapatmenimbulkan hasil neurologis yang buruk. DKA sangat spesifik dan
memerlukan perawatan yang intensif.
Demam penyakit
Demam mengakibatkan peningkatan insensible loss water dan dapat mempengaruhi
nafsumakan.
Pharyngitis
Ini dapat mengurangi asupan oral.
Congenital adrenal hyperplasia
berhubungan dengan hipoglikemia, hipotensi, hiperkalemia, dan hiponatremia.
Heat stroke
Hyperpyrexia, kulit kering, dan perubahan status mental dapat terjadi.
Cystic Fibrosis
Mengakibatkan kerugian natrium dan klorida keringat, menempatkan pasien pada
risikohiponatremia, hipokloremia dan dehidrasi parah.
Diabetes insipidus
Output urin yang berlebihan yang sangat encer dapat mengakibatkan kerugian besar
air bebas dan hipernatremia.
Tirotoksikosis
Berat badan yang diamati, meskipun nafsu makan meningkat
3.5 Mengetahui dan menjelaskan mekanisme dehidrasi
Dehidrasi dapat terjadi jika tubuh banyak kekurangan cairan intraseluler sebagaiakibat dari
berpindahnya cairan intrasel ke dalam ekstrasel. Hal ini terjadi karenakenaikan tonisitas di
dalam plasma atau ekstraseluler. Tonisitas meningkatmerupakan dampak dari terbuangnya
cairan ekstraseluler yang bersifat hipotonik,dimana terbuangnya kadar air jauh lebih tinggi
dari kadar natrium di plasma.Sehingga cairan intrasel akan berpindah secara alamiah ke
plasma untuk menjagahomeostasis cairan. Karena terjadi penurunan cairan inilah
menandakanbahwa plasma kekurangan volume air, menyebabkan osmolalitas meningkat. De

nganterjadinya hal tersebut maka osmoreseptor di hipotalamus akan terangsang


sehinggatubuh kita akan mengekspresikan dehidrasi dalam bentuk rasa haus.
3.6 Mengetahui dan menjelaskan penanganan dehidrasi
Cara mengobati dehidrasi atau penanganan dehidrasi perlu di lakukan bagi orang
yangmenderita dehidrasi. Dehidrasi yang ringan dan sedang dapat ditangani dengan larutan
rehidrasioral,dan dehidrasi berat dapat diobati dengan cairan infuse. OrganisasiKesehatan Du
nia (WHO) merekomendasikan larutan rehidrasi oral yangmengandung natrium klorida, natri
um sitrat, kalium klorida dan glukosa anhidrus.
Langkah-langkah untuk menyiapkan larutan rehidrasi oral dari suatu paket standarmencakup:
Cucilah tangan Anda dan keringkan dengan kainyang bersih
Ambilah satu liter air bersih
Campurkan satu pak penuh larutan rehidrasi oral ini tetap tertutup.
Berikan larutan ini pada anak menurut penjelasan di bawah ini.
Gunakan larutan ini dalam waktu 24 jam. Sisa larutannya harus dibuang.
Waktu penghentian rehidrasi oral
Larutan rehidrasi oral harus dihentikan setelah diare berhenti. Pemberiannya juga harusdihen
tikan sementara jika larutan rehidrasi oral gagal memperbaiki dehidrasi dan atau si
anakterkena komplikasi akibat diare.Larutan rehidrasi oral tidak direkomendasikan dalam
kasus dehidrasi parah, kelelahan dan jikatidak ada air seni yang dibuang.
Keuntungan larutan rehidrasi oral
Larutan rehidrasi oral memiliki 4 keuntungan utama, yakni mudah diperoleh, mudah
diberikan,tidak mahal, efektif dalam menangani dehidrasi ringan atau sedang.

Cairan Infus
Cairan infuse untuk menangani dehidrasi biasanya direkomendasikan dalam lima kondisi:
Dehidrasi parah dengan atau tanpa tanda-tanda syok (berkurangnya volume darah
dalamtubuh)
Kelelahan, lemas, koma
Muntah yang tak terkendali
Berkurangnya atau tidak adanya air seni yang dibuang dalam waktu yang lama
Komplikasi apapun di mana larutan rehidrasi oral tidak dapat diberikan.
Kelemahan cairan infuse
Ada 5 kekurangan utama dari pemberian cairan infuse:
Mahal

Dibutuhkan orang yang terlatih untuk memberikan cairan dengan cara ini
Tidak cukupnya fasilitas di pedesaan atau daerah yang jauh di pedalaman
Tingginya risiko infeksi ketika teknik-teknik atau bahan-bahan yang bersih tidak
digunakan.
Kemungkinan terjadinya hidrasi yang berlebihan dan hidrasi yang tidak memadai lebih
tinggidibandingkan dengan perawatan dengan larutan rehidrasi oral( misalnya, oralit).
a. Cairan Kristaloid
Larutan kristaloid adalah larutan air dengan elektrolit dan atau dextrosa, yang
tidakmengandung molekul besar. Dalam waktu yang singkat, kristaloid sebagian besar akan
keluardari intravaskular . Sehingga volume yang diberikan harus lebih banyak ( 3:1 dengan
volumedarah yang hilang). Ekspansi cairan dari ruang intravaskuler ke interstitial
berlangsung selama30-60 menit, dan akan keluar sebagai urin dalam 24-48 jam. Secara garis
besar kristaloid bertujuan untuk meningkatkan volume ekstrasel,
tanpa peningkatan volume intra sel. Meskipun banyak jenis cairan kristaloid yang tersedia,
namun NaCl 0,9% dan Ringer laktat adalah pilihan pertama yang paling masuk akal.
NaCl 0,9%
Keuntungannya yaitu murah dan mudah didapat, cairan infus ini juga kompatibel
untukdicampurkan dengan produk-produk darah dan merupakan pilihan yang terbaik untuk
resusitasivolume.Kekurangannya. NaCl 0,9% dapat berkontribusi menyebabkan asidosis
hipercloremikketika resusitasi cairan jumlah besar diperlukan. (untuk menggantikan
setiap liter volume darah,maka kita membutuhkan sekitar 3 liter Nacl 0,9% ) jadi
perbandingan cairan ini dengan volumedarah yang hilang adalah 3 : 1.
Ringer Laktat
Keuntungannya: murah dan mudah didapat, memiliki komposisi isotonis yang lebihfisiologis
dengan cairan tubuh, menghasilkan pergantian elemen kalsium dan pottasium, ionsodium dan
chlor yang dihasilkan juga lebih fisiologis
Kekurangannya: Relatif tidak kompatibel terhadap produk-produk darah, kandungan
Ca pada Ringer laktat dapat mengaktifasi cascade koagulasi pada produk-produk darah, serta
kandungan laktat dalam infus ringer laktat ini juga dapat memperburuk koreksi
terhadapmetabolik asidosis yang sedang berlangun.
Dextrose atau glukosa
Tidak di indikasikan untuk pasien trauma karena memilki potensi bahaya. Stress
sebagairespon yang dipicu oleh trauma mayor atau pembedahan sering menyebabkan kadar
gula darahmeningkat. Pemberian dextrose secara cepat dalam jumlah banyak selama
resusitasi dapatmenyebabkan diuresis osmotik dan menjadi faktor perancu terhadap defisit
intravaskular.Penggunaan dextrose dapat menyebabkan hiperglikemi pada pasien trauma.
Namun glukosadapat digunakan sebagai cairan maintainance selama fase post resusitasi.
b. Cairan Koloid

Penggunaan cairan koloid intra vena pada penanganan trauma


masih kontroversi. Pada jaman perang dulu, koloid yang digunakan hanyalah albumin dan pla
sma. Namun sekarang,dikenal Dextran , haemacel, albumin, plasma dan darah. Koloid
mengandungmolekulmolekul besar berfungsi seperti albumin dalam plasma, tinggal dalam int
ravaskular cukup lama (waktu paruh koloid intravaskuler 3-6 jam), sehingga volume yang dib
erikan sama dengan volumedarah. Kekurangan dari koloid yaitu mahal.Koloid mempunyai
kelebihan yaitu dapat menggantikan dengan cepat dan denganvolume cairan yang lebih
sedikit,ekspansi volume plasma lebih panjang, dan resiko edema pheripheral kecil.
Secara umum koloid dipergunakan untuk :
Resusitasi cairan pada penderita dengan defisit cairan berat (syok hemoragik) sebelum
transfusitersedia
Resusitasi cairan pada hipoalbuminemia berat, misalnya pada luka bakar.
Jenis- Jenis Cairan Infus:
Asering
Indikasi:Dehidrasi (syok hipovolemik dan asidosis) pada kondisi: gastroenteritis akut,
demam berdarah dengue (DHF), luka bakar, syok hemoragik, dehidrasi berat,
trauma.Komposisi:
Setiap liter asering mengandung:
- Na 130 mEq
-K 4 mEq
-Cl 109 mEq
-Ca 3 mEq
-Asetat (garam) 28 mEq
Keunggulan:
-Asetat dimetabolisme di otot, dan masih dapat ditolelir pada pasien yangmengalami
gangguan hati
-Pada pemberian sebelum operasi sesar, RA mengatasi asidosis laktat lebih baik dibanding
RL pada neonates
-Pada kasus bedah, asetat dapat mempertahankan suhu tubuh sentral padaanestesi dengan
isofluran
-Mempunyai efek vasodilator
-Pada kasus stroke akut, penambahan MgSO4 20 % sebanyak 10 ml pada1000 ml RA, dapat
meningkatkan tonisitas larutan infus sehinggamemperkecil risiko memperburuk edema
serebral.

KA-EN 1B
Indikasi:
-Sebagai larutan awal bila status elektrolit pasien belum diketahui,
misal pada kasus emergensi (dehidrasi karena asupan oral tidak memadai,demam)
- < 24 jam pasca operasi
-Dosis lazim 500-1000 ml untuk sekali pemberian secara IV. Kecepatansebaiknya 300-500
ml/jam (dewasa) dan 50-100 ml/jam pada anak-anak
-Bayi prematur atau bayi baru lahir, sebaiknya tidak diberikan lebih dari100 ml/jam
KA-EN 3A & KA-EN 3B
Indikasi:
-Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air danelektrolit dengan
kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresiharian, pada keadaan asupan oral terbatas
-Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam)
-Mensuplai kalium sebesar 10 mEq/L untuk KA-EN 3A
-Mensuplai kalium sebesar 20 mEq/L untuk KA-EN 3B
KA-EN MG3
Indikasi :
-Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air danelektrolit dengan
kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresiharian, pada keadaan asupan oral terbatas
-Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam)
-Mensuplai kalium 20 mEq/L
-Rumatan untuk kasus dimana suplemen NPC dibutuhkan 400 kcal/L
LI 4. Memahami dan menjelaskan gangguan keseimbangan elektrolit tubuh
4.1Memahami dan menjelaskan definisi gangguan keseimbangan elektrolit tubuh
Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit dapat mempengaruhi fungsi fisiologistubuh.
Jadi didefinisikan sebagai keadaan perubahan hoeostatis cairan dan elektrolittubuh total
4.2Memahami dan menjelaskan jenis gangguan keseimbangan elektrolit tubuh
A. Gangguan Keseimbangan Natrium
Natrium merupakan kation utama di dalam cairan ekstraselular. Kadarnya di dalam
tubuhdiatur oleh ginjal dan dipengaruhi oleh hormon aldosteron.
1. HIPONATREMIA
Asupan makanan

- rendahnya kadar Na di makanan kurang dari 135 mEq/L


- asupan air yang berlebihan : mengakibatkan pengenceran cairan ekstrasel
- anoreksia nervosa
- pemberian infus Dekstrosa 5 % yang berkepanjangan
Keluarnya natrium dari saluran pencernaan
- muntah, diare, aspirasi dari saluran cerna
- operasi saluran cerna
- bulimia
- kehilangan potassium
Keluarnya natrium dari ginjal
-gangguan tubulus ginjal : tidak respon terhadap ADH pengeluaran Na, Cl dan air
- diuretik
Pengaruh hormon
-ADH menyebabkan peningkatan reabsorbsi air dari tubulus distal cairan
ekstraselular menjadi lebih banyak mengandung air kadar Na berkurang
- Penurunan hormon adrenokortikal : penyakit kelenjar adrenal (Addison) produksi
hormon adreno
-kortikal berkurang pengeluaran Na dan retensi K
Manifestasi Klinis Hiponatremia :Manifestasi klinis hiponatremia bervariasi tergantung pada
jumlah natrium yang hilang.Hiponatremia ringan biasanya asimptomatik (tidak bergejala),
dan gejala awal biasanya berupa mual dan muntah.
Gangguan saluran cerna : mual, muntah, diare, perut nyeri dan keram
Gangguan jantung : hipotensi
Gangguan neuromuskular : kelemahan otot
Lain-lain : kulit kering, pucat, membran mukosa kering,sakit kepala,depresi,kejang
2. HIPERNATREMIA
Terjadi karena cairan hipotonik tidak diganti secara adekuat. Hipernatremia disebabkankarena
penurunan osmolalitas urin turun atau sama dengan serum
B. Gangguan Keseimbangan Kalium
Kalium (K) merupakan kation terbanyak di dalam sel tubuh, sebanyak 90 % terdapat dicairan
intrasel dan 2-3 % terdapat di cairan ekstrasel. Kadar K di dalam sel 150 mEq dandi cairan
ekstrasel 3,5 5,3 mEq.

1. HIPOKALEMIA
Asupan makanan
- rendahnya kadar K di makanan kurang dari 3.5 mEq/L
- malnutrisi, kelaparan, diet yang tidak seimbang
- anoreksia nervosa
- alkoholisme
Keluarnya kalium dari saluran pencernaan
- muntah, diare, aspirasi dari saluran cerna
- operasi saluran cerna, fistula saluran cerna
- bulimia
Keluarnya kalium dari ginjal
- fase diuresis (poliuria) gagal ginjal akut
- diuretik, terutama diuretik yang tidak hemat kalium
- hemodialisis, peritoneal dialisis
Pengaruh hormon
- penggunaan steroid, terutama kortison dan aldosteron dapat meningkatkan ekskresikalium
dan retensi natrium
- stress, menyebabkan peningkatan produksi steroid di dalam tubuh
- penggunaan licorice (mengandung asam gliserat) yang berlebihan, memiliki efek
sepertialdosteron
Gangguan fungsi selular
- trauma, kerusakan jaringan, luka bakar, operasi
- menyebabkan banyak kalium yang dilepaskan ke dalam cairan intra vaskular
Redistribusi kalium
- alkalosis metabolik, menarik kalium masuk ke dalam sel- insulin, menarik glukosa dan
kalium ke dalam sel
Manifestasi Klinis Hipokalemia :Defisit kalium dapat memperlambat kontraksi otot, baik otot
rangka maupun otot saluran pencernaan.
Gangguan saluran cerna : anoreksia, mual, muntah, diare, distensi abdomen,
gangguan peristaltik dan ileus
Gangguan neuromuskular : kelemahan otot, penurunan refleks tendon, paralisis
otot pernafasan

Gangguan ginjal : poliuria dan polidipsia


. HIPERKALEMIA
Disebabkan karena defisiensi aldosteron, deplesi natrium, asidosis, trauma, hemolisis
seldarah merah, diuretik pengganti kalium.
4.3Memahami dan menjelaskan gejala gangguan keseimbangan elektrolit tubuh
1.Natrium
Defisiensi (hiponatremia)Gejala yang muncul pada klien yang mengala hiponatremia di
antaranya sakit kepala,kelemahan otot, fatigue, apatis, mual, muntah, kejang perut, shock,
kekacauan mental,dan koma.
Kelebihan (hipernatremia)Gejala-gejala klinisnya antara lain: selaput lender kering
lengket, output urine sedikit,turgor kulit keras seperti karet, kegelisahan mental, takikardia,
dan bahkan menyebabkankematian. Hipernatremia akan menekan fungsi jantung di mana
menyebabkan kontraksi jantung meningkat, sehingga menyebabkan terjadinya takikardia
2.Kalium/Potasium
Defisiensi (hipokalemia)Gejala klinis yang muncul: kelemahan otot, anoreksia, mual,
muntah, refleks tendonhilang, aritmia jantung, perubahan gambaran EKG, defisit kalium
yang berat/lama akanmenyebabkan paralise, kerusakan ginjal, ileus paralitik, ardiak
arrest/respirasi.
Kelebihan (hiperkalemia)Gejala klinis yang muncul: mual, muntah, diare, kardiak aritmia,
perubahan gambaranEKG, berdebar-debar paralistik, anuria, dan kardiak arrest.
3.Kalsium
Defisiensi (hipokalsemia)Gejala klinis yang muncul: osteoporosis, fraktur patologis,
spasme, kejang-kejang, mual,muntah, diare, kardiak arrest, deposit kalsium dalam jaringan
tubuh, serta kedutan diseputar hidung, telinga, jari tangan, dan kaki.
Kelebihan (hiperkalsemia)Manifestasi klinis yang muncul diantaranya adalah haus, poliuri,
refleks tendon menurun, batu ginjal, lemah, tonus otot menurun, dan motilitas
gastrointestinal traktus menurun.
4.Magnesium
Defisiensi (hipomagnesemia)Akibat absorbs yang terganggu dari saluran gastrointestinal,
banyak kehilanganmagnesium melalui ginjal, atau dapat pula disebabkan karena malnutrisi
yang lama.
Kelebihan (hipermagnesemia)Gejala klinis yang muncul: hipotensi, vasodilatasi,
peningkatan panas, haus,mual/muntah, kehilangan refleks-refleks tendon, depresi pernapasan.
Hipermagnesemiayang lama dapat menyebabkan kardiak arrest, dan koma.
LI 5. Memahami dan menjelaskan kaidah minum sesuai etika Islam

1. Berupaya untuk mencari makanan yang halal. Alloh Shallallaahu alaihi wa Sallam
berfirman:"Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik-baik yang
Kami berikankepadamu". (Al-Baqarah: 172). Yang baik disini artinya adalah yang halal.
2. Hendaklah makan dan minum yang kamu lakukan diniatkan agar bisa dapat beribadah
kepadaAllah, agar kamu mendapat pahala dari makan dan minummu itu.
3. Hendaknya jangan makan sambil bersandar atau dalam keadaan menyungkur.
RasulullohShallallaahu alaihi wa Sallam bersabda; " Aku tidak makan sedangkan
aku menyandar ". (HR. al-Bukhari). Dan di dalam haditsnya, Ibnu Umar Radhiallaahu anhu
menuturkan: "RasulullohShallallaahu alaihi wa Sallam telah melarang dua tempat makan,
yaitu duduk di meja tempatminum khamar dan makan sambil menyungkur ". (HR. Abu Daud,
dishahihkan oleh Al-Albani).

DAFTAR PUSTAKA
Asmadi. 2008.Teknik Prosedural Keperawatan: Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar
Klien.Jakarta: Salemba Medika
Home, Mima M. 2001.Keseimbangan Cairan, Elektrolit, dan Asam Basa. Jakarta: EGC
SUMBER: keperawatan pediatrik oleh panduan belajar
Saviston, David.Buku Ajar Bedah
Sherwood, L (20130). Introduction to Human Physiology. United State, Cengage
LearningDarwis, D (2013). Gangguan Keseimbangan Air Elektrolit dan Asam-Basa.Jakarta,
BadanPenerbit FKUI
http://medicastore.com/penyakit/284/Dehidrasi.html
http://www.dzikir.org/index.php/etika-dalam-islam/58-etika-makan-minum