Anda di halaman 1dari 18

Komputasi Numerik

Utomo Pujianto, S.Kom.,


M.Kom

Deret Taylor
Bentuk Umum
( x xo ) '
( x xo ) 2 ''
( x xo ) m ( m )
f ( x) f ( xo )
f ( x0 )
f ( xo ) ....
f ( xo ) ...
1!
2!
m!

dengan penyederhanaan : (x-x0) = h


h '
h 2 ''
h m (m)
f ( x) f ( xo ) f ( x0 )
f ( xo ) ....
f ( xo ) ...
1!
2!
m!

Contoh Kasus Deret Taylor


Hampiri persamaan-persamaan berikut
dengan Deret Taylor dari titik x0 = 1

f ( x) x

Untuk x = 4

f ( x) cos( x)

Untuk x = 1

Deret Taylor Terpotong


Bentuk Umum
( x xo ) '
( x xo ) 2 ''
( x xo ) n ( n )
f ( x) f ( xo )
f ( x0 )
f ( xo ) ....
f ( xo ) Rn ( x)
1!
2!
n!

Rn(x) adalah galat/sisa (residu)


( x xo ) ( n 1)
Rn ( x)
f
(c); xo c x disebut galat / sisa (residu )
(n 1)!

Deret Taylor Terpotong


Bentuk Sederhana Deret Taylor terpotong
sampai suku orde ke-n

f ( x) Pn ( x) Rn ( x)
dimana

( x xo ) k
Pn ( x)
f ( xo )
k!
k 1
n

( x xo ) ( n 1) ( n 1)
Rn ( x)
f
(c )
(n 1)!

Analisis Galat
Galat berasosiasi dengan seberapa
dekat solusi hampiran terhadap
solusi sejatinya.
Semakin kecil galat, semakin teliti
solusi numerik yg didapatkan.
Dua hal yang perlu dipahami :
Bagaimana menghitung galat
Bagaimana galat timbul (sumber galat)

Menghitung Galat
Galat Mutlak
Galat Relatif

Galat Mutlak a a

Galat Relatif Sejati


Galat Relatif Hampiran

Galat relatif sejati : R x 100%


a

Galat relatif hampiran : RA ^ x 100%


a

Pendekatan Lelaran (1)


Nilai solusi sejati sering tidak
diketahui
Kemungkinan penyebab: persamaan
fungsi tidak diketahui
RA

an an 1

an

an = nilai hampiran lelaran ke-n


an-1 = nilai hampiran lelaran sebelumnya

Pendekatan Lelaran (2)


Proses lelaran dihentikan bila :
|

|<

RA

= Toleransi galat yang


dispesifikasikan
S

Sumber Utama Galat Numerik


Galat Pemotongan
Galat Pembulatan
Chopping
In rounding

Galat Pemotongan
Timbul akibat penggunaan hampiran
sebagai pengganti formula eksak
ekspresi matematika yg lebih kompleks
diganti dengan formula yg lebih sederhana
bergantung pada metode komputasi yg
digunakan

Disebut juga Galat Metode


Contoh : galat akibat pemotongan suku
orde ke-n pada deret taylor.

Contoh Galat Pemotongan


x2
x4
x6
x8
x10
f ( x ) cos( x ) 1

...
2!
4!
6!
8!
10!

( x xo ) ( n 1) ( n 1)
Rn ( x)
f
(c )
( n 1)!

Nilai
hampiran

( x 0) ( 61) ( 61)
x7
R6 ( x)
f
(c )
cos(c)
(6 1)!
7!

Galat
pemotongan

Galat Pembulatan
Perhitungan dgn metode numerik
hampir selalu menggunakan bilangan
riil.
Komputer memiliki keterbatasan
dalam menyajikan bilangan riil !
Bila komputasi numerik dikerjakan
dengan komputer, akan menghasilkan
galat yg disebut Galat Pembulatan.

Contoh Galat Pembulatan


Perhitungan IPK : 3,0175425
Setelah Chopping = 3,01
Setelah In-Rounding = 3,01

In-Rounding kasus khusus :


3 angka di belakang koma = 3,018
6 angka di belakang koma = 3,017542

Penyajian bilangan riil oleh


komputer digital
Bilangan titik tetap (fixed point)
Contoh: 62.358; 0,013; 1.000

Bilangan titik kambang (floating point)


Contoh 1: 0,6238 x 103 atau 0,6238E+03
Contoh 2: 0,1714 x 10-13 atau 0,1714E-13

Digit-digit berarti di dalam format bilangan


titik kambang disebut juga Angka Bena
(significant figure).

Angka Bena (Significant Figures)


Menjadi dasar pemikiran Penyajian
bilangan riil oleh komputer
Contoh :
43.123 memiliki 5 angka bena (4,3,1,2,3)
0,1764 memiliki 4 angka bena (1,7,6,4)
0,0000012 memiliki 2 angka bena (1,2)
27.300 memiliki 5 angka bena (2,7,3,0,0)
0,0090 memiliki 2 angka bena (9,0)

Galat Total
Galat Total =
Galat Pemotongan + Galat
Pembulatan
2

(0,2) (0,2)
Cos (0,2) 1

0,9800667
2
24

TERIMA KASIH