Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkah dan
karunia-Nya, sehingga dapat menyelesaikan penulisan tugas referat yang berjudul
ATEROSKLEROSIS.
Referat ini disusun dalam rangka memenuhi persyaratan kepaniteraan di bagian ilmu
penyakit dalam di RS. TK II Moh. Ridwan Meuraksa Jakarta. Terwujudnya referat ini adalah
berkat bantuan dan dorongan berbagai pihak. Dalam kesempatan ini penulis ingin
menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1. Dr. Ade Netra Kartika, SpPD
2. Dr. Eny Ambarwati, Sp.PD, FINASIM
3. Dr. Andi Sutanto, Sp.PD, FINASIM
4. Dr. Librantoro, Sp.JP, FIHA
5. Dr. Endah Aryastuti , Sp.P
6. Seluruh Staf di Klinik Bagian Ilmu Penyakit Dalam
Penulis menyadari bahwa referat ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu
penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun sehingga penyusunan ini
dapat lebih baik sesuai dengan hasil yang diharapkan.
Akhir kata dengan mengucapkan Alhamdulillah, semoga Allah SWT selalu meridhoi
kita semua dan tulisan ini dapat bermanfaat.

Jakarta, September 2014

( Adhito Karistomo )

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ...............................1
DAFTAR ISI ..............2
BAB I. PENDAHULUAN .................3
BAB II. ATEROSKLEROSIS.................................................................................7
1. Definisi...............................................7
2. Epidemiologi......................................................9
3. Etiologi.........................................................................................................11
4. Faktor Resiko..............................................................................................11
5. Patofisiologi............................................................................................18
6. Manifestasi klinik...................................................................................21
7. Kriteria diagnostik.................................................................................24
8. Pemeriksaan penunjang...........................................................................25
9. Penatalaksanaan......................................................................................28
10. Pencegahan..............................................................................................33
11. Prognosis.................................................................................................34
BAB III. KESIMPULAN ..................................................................................36
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................37

BAB I
PENDAHULUAN
Arteri adalah pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi dari jantung
ke anggota tubuh yang lain. Ciri-ciri arteri yang sehat yaitu fleksibel, kuat dan elastis.
Lapisan permukaan dalamnya licin sehingga darah dapat mengalir tanpa batasan.
Tetapi, suatu waktu, terlalu banyak tekanan pada arteri dapat menyebabkan dinding
pembuluh darah menjadi tebal dan kaku, akhirnya akan membatasi darah yang
mengalir ke organ dan jaringan. Proses ini disebut arteriosklerosis atau pengerasan
pembuluh arteri.
Aterosklerosis adalah bentuk umum dari ateriosklerosis. Meskipun
tersebut

dalam

aplikasinya

dapat

saling

menggantikan.

kedua istilah

Aterosklerosis merupakan

pengerasan pembuluh darah arteri yang disebabkan karena penumpukkan simpanan


lemak (plak) dan substansi lainnya. Beberapa penelitian menggambarkan perbedaan antara
ateriosklerosis, atherosklerosis,and

arteriolosklerosis. Dalam

konteks

ini,

atherosklerosis digunakan ketika mengacu pada arteri utama yang lebih besar, dan
arteriolosklerosis digunakan ketika mengacu pada arteriol, sedangkan arteriosklerosis
merupakan induk dari kedua terminologi di atas. Arteriosklerosis (pengerasan arteri utama)
diakibatkan dari suatu simpanan yang tidak mudah rusak dan kolagen yang kaku di
dalam dinding pembuluh darah di sekitar ateroma. Hal ini meningkatkan kekakuan dan
menurunkan elastisitas dinding arteri. Arteriolosklerosis (pengerasan arteri kecil, arteriol)
adalah hasil dari penyimpanan kolagen, penebalan dinding otot

dan penyimpanan

protein ( hyaline).
Aterosklerosis adalah
mengerasnya

pembuluh

penyakit
arteri

yang

karena

sangat

sumbatan

progresif
oleh

yang

kolesterol

menyebabkan
teroksidasi.

Atherosklerosis ini tidak jarang sudah mulai terjadi sejak usia masih sangat muda. Proses
mengerasnya pembuluh darah merupakan suatu proses yang berjalan perlahan-lahan
namun pasti.
Diperkirakan bahwa atherosklerosis berawal sebagai atheroma, yaitu tumor jinak
(nonkanker) sel-sel otot polos di dalam dinding pembuluh darah. Sel-sel ini bermigrasi dari
lapisan otot pada pembuluh darah ke posisi tepat di bawah lapisan endothel, sel-sel tersebut
terus membelah diri dan membesar. Kemudian, kolesterol dan lemak yang menumpuk di
sel-sel otot polos abnormal ini membentuk plak. Plak terbentuk dari simpanan substansi
lemak, kolesterol sisa metabolisme sel, kalsium dan fibrin. Substansi-substansi ini dapat

berkembang pada arteri sedang atau aorta. Kerusakan dinding pembuluh yang parah
akibat terkena plak ini menjadi keras dan kehilangan elastisitasnya. Keadaan seperti ini
disebut pengerasan arteri.
Atherosklerosis bukanlah penyakit yang baru dikenal. Pembuluh darah mummi
Mesir, lebih dari 3500 tahun yang lalu, ternyata telah mengidap penyakit ini. Otopsi pertama
yang

dilakukan pada tahun

1931 menunjukkan adanya tanda-tanda pengapuran pada

pembuluh koroner seorang wanita mummi wanita berusia 50 tahun. Otopsi pada 200
serdadu yang mati muda dalam perang Korea menunjukkan 50 persen serdadu itu
menunjukkan tanda-tanda pengapuran pada pembuluh koronernya walaupun mereka tidak
mempunyai keluhan sama sekali. Di Amerika Serikat, 46 persen dari anak muda yang mati
karena kecelakaan lalu lintas ternyata sudah mengidap pengapuran koroner yang nyata, tetapi
tetap tanpa gejala yang nyata. Jumlah penderita atherosklerosis di era globalisasi dan
industrialisasi cenderung meningkat. Pada dekade terakhir ini penyakit jantung dan
pembuluh darah yang didasari oleh atherosklerosis berkembang menjadi pembunuh utama di
Indonesia. Dari penelitian menunjukkan, penyebab kematian dari penduduk dunia yang
diteliti adalah jantung (42,9 persen), stroke (25,9 persen), penyakit paru dan asma (12,5
persen), kanker (5,4 persen), dan penyakit lain (kurang dari empat persen). Salah satu
penyebab fenomena ini adalah pola hidup masyarakat yang tidak sehat .
Studi yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1976
menyimpulkan bahwa progresi pengapuran koroner bertambah sebesar 3 persen per
tahun sejak usia seseorang melewai 20 tahun. Kenyataan ini membuktikan bahwa
progresivitas pengapuran pembuluh koroner sesungguhnya memang menggulir diam-diam
dan senantiasa membawa bahaya laten. Check up menjadi

penting,

terutama

bagi

seseorang yang sudah melewati usia 40 tahun. Dengan demikian, progresivitas penyakit
ini dapat di cegah sedini mungkin.
Di negara-negara Barat aterosklerosis merupakan sebagian besar bentuk dari
penyakit jantung. Lebih dari 1 1/2 dari semua penderita yang meninggal merupakan
hasil langsung maupun tidak langsung dari aterosklerosis.
1.2 Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan aterosklerosis?
2.

Bagaimana mekanisme terbentuknya aterosklerosis?

3. Apa penyebab aterosklerosis?


4. Apa gejala dan tanda dari aterosklerosis?

5.

Siapa yang memiliki factor resiko terhadap aterosklerosis?

6.

Bagaimana cara mendiagnosis aterosklerosis?

7.

Bagaimana perlakuan ( treatment ) terhadap aterosklerosis?

8.

Bagaimana cara mencegah aterosklerosis?

1.3 Tujuan
1.

Menjelaskan pengertian aterosklerosis.

2.

Memahami mekanisme terbentuknya aterosklerosis.

3.

Mengetahui penyebab aterosklerosis.

4.

Menjelaskan gejala dan tanda dari aterosklerosis.

5.

Mengetahui faktor resiko terhadap aterosklerosis.

6.

Menjelaskan cara mendiagnosis aterosklerosis.

7.

Menjelaskan cara perlakuan terhadap aterosklerosis.

8.

Mengetahui cara mencegah dan menghindari aterosklerosis.

1.4 Manfaat
1. Menambah khazanah ilmu pengetahuan kedokteran khususnya tentang aterosklerosis
2. Memberikan informasi kepada mahasiswa kedokteran mengenai atherosklerosis

BAB II

ATEROSKLEROSIS
2.1 Definisi
Aterosklerosis adalah perubahan dinding arteri yang ditandai akumulasi lipid
ekstrasel, recruitment dan akumulasi lekosit, pembentukan sel busa, migrasi dan proliferasi
miosit, deposit matriks ekstrasel, akibat pemicuan patomekanisme multifaktor yang bersifat
kronik progresif, fokal atau difus, bermanifestasi akut maupun kronis, serta menimbulkan
penebalan dan kekakuan arteri. Aterosklerosis disebabkan faktor genetik serta intensitas dan
lama paparan faktor lingkungan (hemodinamik, metabolik, kimiawi eksogen, infeksi virus
dan bakteri, faktor imunitas dan faktor mekanis), dan atau interaksi berbagai faktor tersebut.
Atherosklerosis berasal dari kata athero yang dalam bahasa Yunani ( athera )
suatu bentuk gabung yang menunjukan degenerasi lemak atau hubungan dengan atheroma.
Sedangkan sklerosis dalam bahasa Yunani berarti indurasi dan pengerasan; seperti
pengerasan sebagian peradangan, pembentukan jaringan ikat meningkat atau penyakit zat
intersisial. Atherosklerosis adalah suatu penyakit yang menyerang pembuluh darah besar
maupun kecil dan ditandai oleh kelainan fungsi endotelial, radang vaskuler, dan
pembentukan lipid, kolesterol, zat kapur, bekas luka vaskuler di dalam dinding
pembuluh intima. Pembentukan ini meyebabkan plak, pengubahan bentuk vaskuler,
obstruksi luminal akut dan kronis, kelainan aliran darah, pengurangan suplai oksigen
pada organ atau bagian tubuh tertentu. Plak terbentuk dari lemak, kolesterol, kalsium, dan
subtansi lain yang ditemukan dalam darah. Ketika itu tumbuh, membentuk plak di bagian
dalam arteri, dan pada saatnya dapat membatasi aliran darah. Ada dua jenis plak:
-Stabil dan keras
-Tidak stabil dan lembut.
Plak yang keras menyebabkan pengerasan dan penebalan dinding pembuluh
darah. Plak yang lembut

lebih memungkinkan untuk pecah dan terlepas dari dinding

pembuluh darah dan masuk aliran darah. Hal ini dapat menyebabkan penggumpalan
darah yang dapat secara parsial atau total memblok aliran darah di dalam arteri. Ketika hal ini
terjadi, organ yang disuplai oleh arteri yang terblok akan kekurangan nutrisi dan oksigen.
Akibatnya sel organ tersebut akan mati atau menderita kerusakan yang parah.

Aterosklerosis
adalah
penyakit yang
sangat
progresif yang
dapat dimulai
pada

masa

kanak-kanak.
Aterosklerosis
dapat
mempengaruhi
arteri di otak,
hati, ginjal, lengan dan kaki. Karena terjadi pembentukan plak, hal ini dapat menyebabkan
penyakit yang serius dan komplikasi. Seperti :
Penyakit arteri coronaria
1. Angina
2. Serangan Jantung
3. Mati mendadak
Penyakit Cerebro Vaskuler
1. Stroke
2. Transient ischemic attack (TIA) atau mini stroke

2.2 Epidemiologi
Frekuensi terjadinya aterosklerosis yang sebenarnya sangat sulit untuk ditentukan
karena sebagian besar menunjukkan gejala yang asimptomatis. Proses aterosklerosis sendiri

dimulai pada masa kanak-kanak yang ditandai dengan timbulnya fatty streaks yang akan terus
berkembang sampai usia remaja. Lesi tahap lanjut mulai timbul pada dekade kedua dan
bermanifestasi klinis pada dekade keempat dan kelima. Aterosklerosis paling sering terjadi
pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Tingginya prevalensi pada laki-laki
disebabkan karena adanya efek protektif hormon seks pada perempuan dan efek ini akan
hilang setelah menopause. Kebanyakan kasus aterosklerosis terjadi pada pasien umur 40
tahun ke atas.
Di Amerika Serikat, sekitar 14 juta orang mengalami CAD dan berbagai komplikasi.
Gagal jantung kongestif (CHF) yang berkembang karena kardiomiopati iskemik pada
penderita hipertensi MI telah menjadi diagnosis debit paling umum untuk pasien di rumah
sakit Amerika. Sekitar 80 juta orang, atau 36.3% penduduk, memiliki penyakit
kardiovaskular.
Setiap tahun, sekitar 1.5 juta orang Amerika memiliki AMI, sepertiga dari mereka
mati. Dalam 2009, 785,000 Amerika diperkirakan telah menderita MI pertama, dan tentang
470,000 Amerika diperkirakan memiliki peristiwa berulang. Tambahan 195,000 diam
serangan jantung diperkirakan terjadi setiap tahun. Tentang setiap 34 detik, seorang Amerika
akan memiliki MI. CAD tetap nomor 1 penyebab kematian untuk pria dan wanita di Amerika
Serikat dan bertanggung jawab untuk sekitar 20% dari semua kematian AS. Dari 1995-2005,
tingkat kematian akibat CAD menurun 34.3%, namun jumlah sebenarnya kematian menurun
hanya 19.4%.
Insiden internasional ACS dan AMI, terutama di negara maju, mirip dengan yang diamati di
Amerika Serikat. Meskipun konsumsi makanan kaya, penduduk Perancis dan wilayah
Mediterania tampaknya memiliki insiden lebih rendah dari CAD. Fenomena ini (kadangkadang disebut paradoks Perancis) sebagian dijelaskan oleh penggunaan lebih besar alkohol,
dengan kemungkinan manfaatnya meningkatkan HDL-, dan dengan konsumsi diet
Mediterania, termasuk penggunaan utama dari asam lemak tak jenuh tunggal, seperti minyak
zaitun atau minyak canola, serta omega-3 lemak asam, yang kurang aterogenik. Eskimo telah
ditemukan memiliki prevalensi yang lebih rendah dari CAD sebagai akibat dari
mengkonsumsi minyak ikan mengandung omega-3 asam lemak.
Frekuensi penyakit jantung koroner di Timur Jauh secara signifikan lebih rendah
daripada yang mendokumentasikan di Barat. Tidak jelas alasan genetik untuk fenomena ini

mungkin ada, tetapi bunga yang signifikan mengelilingi peran diet dan faktor lingkungan
lainnya dalam ketiadaan penyakit vaskular aterosklerotik klinis dalam populasi. Penyakit
kardiovaskular aterosklerotik juga jarang di benua Afrika, meskipun bukti yang berkembang
menunjukkan bahwa ini juga berubah, sebagai akibat dari westernisasi yang cepat dan
urbanisasi dari populasi Afrika tradisional pedesaan dan agraria. Prevalensi penyakit jantung
koroner juga meningkat di Timur Tengah, India, dan Tengah dan Amerika Selatan. Tingkat
CAD dalam populasi imigran etnis di Amerika Serikat pendekatan yang penyakit dalam
putih, mendukung peran faktor-faktor lingkungan putatif.

2.3 Etiologi
Pada atherosklerosis, dinding arteri menjadi keras dan tebal, kadang-kadang
mengacau sirkulasi aliran darah. Kondisi ini merupakan akibat dari proses penuaan alami dari
atherosklerosis
Para ilmuan belum mengetahui secara pasti bagaimana mekanisme aterosklerosis
terjadi ataupun penyebabnya. Penyakit ini berkembang bertahap dan komplek Banyak
ilmuwan berpikir hal ini dimulai dengan kerusakan pada lapisan yang paling dalam dari arteri
yang disebut endhotelium. Penyebab dari kerusakan endhotlium meliputi

Peningkatan kadar kolesterol

Tekanan darah tinggi

Virus

Reaksi alergi

Bahan-bahan iritan, seperti nikotin atau drugs atau terlalu banyak homocystein

(suatu asam amino yang terdapat pada darah)

Penyakit tertentu, seperti diabetes

2.4 Faktor Resiko

Meskipun

ilmuwan

tidak

mengetahui

secara

pasti

penyebab

terjadinya

atherosklerosis, namun mereka mengetahui bahwa pada kondisi-kondisi tertentu dapat


meningkatkan resiko terjadinya atherosklerosis.
Beberapa faktor resiko dari penyakit aterosklerosis, yaitu sebagai berikut :
1. Faktor risiko biologis yang tak dapat diubah, yaitu: usia, jenis kelamin, ras, dan
riwayat keluarga. Risiko aterosklerosis koroner meningkat dengan bertambahnya
usia; penyakit yang serius jarang terjadi sebelum usia 40 tahun. Tetapi hubungan
antara usia dan timbulnya penyakit mungkin hanya mencerminkan lebih
panjangnya lama paparan terhadap faktor- faktor aterogenik. Wanita agaknya
relatif kebal terhadap penyakit ini sampai menopause, dan kemudian menjadi
sama rentannya seperti pria; diduga oleh adanya efek perlindungan estrogen.
Orang Amerika-Afrika lebih rentan terhadap aterosklerosis daripada orang kulit
putih. Riwayat keluarga yang positif terhadap penyakit jantung koroner (saudara
atau orang tua yang menderita penyakit ini sebelum usia 50 tahun) meningkatkan
kemungkinan timbulnya aterosklerosis prematur. Pentingnya pengaruh genetik
dan lingkungan masih belum diketahui. Komponen genetik dapat diduga pada
beberapa bentuk aterosklerosis yang nyata, atau yang cepat perkembangannya,
seperti pada gangguan lipid familial. Tetapi, riwayat keluarga dapat pula
mencerminkan komponen lingkungan yang kuat, seperti misalnya gaya hidup
yang menimbulkan stres atau obesitas.

2. Hiperkolesterolemia
Pada keadaan hiperkolesterolemi terdapat gangguan homeostasis pembuluh
darah yang disebabkan
a. Penurunan produksi NO akibat ganguan transduksi sinyal protein G1-2
b. Peningkatan produksi anion superoksida melalui protein kinase C yang
merusak NO.
c. Peningkatan reaktivitas Endothelin

d. Peningkatan adhesi sel akibat peningkatan ekspresi NFKB melalui


peningkatan produksi anion superoksida
e. Penurunan endothelium dependent vasodilatation.
f. Peningkatan adhesi dari monosit bila disertai dengan diabetes mellitus

3. Hipertrigliseridemia
Masih merupakan perdebatan antara para ahli, apakah konsentrasi trigliserida
plasma yang meningkat adalah faktor resiko terjadinya penyakit kardiovaskuler
3. Diabetes melitus
Pada diabetes mellitus terjadi peningkatan aktivitas enzim aldosa reduktase
yang diperlukan untuk mengubah glukosa yang tinggi menjadi sorbitol.
Peningkatan aktivitas aldosa reduktase menyebabkan peningkatan konversi
NADPH yang tereduksi menjadi bentuk teroksidasi NADP. Pemakaian NADPH
akan berakibat penurunan produksi NO dan anti oksidan. Penurunan anti oksidan
akan menyebabkan radikal bebas yang harusnya didetoksifikasi oleh antioksidan
berinteraksi dengan NO menjadi peroksinitrit (NOO) yang dapat merusak
pembuluh darah. Ketidakseimbangan inilah yang disebut stres oksidatif. Kadar
glukosa yang tinggi juga menyebabkan terjadinya reaksi glikosilasi dengan
protein dan molekul lain yang mengandung gugus amin sehingga menghasilkan
advance glycocylation end product (AGE). AGE akan berikatan dengan reseptor
pada endotel makrofag. Ikatan dengan endotel akan meningkatkan ekspresi
ICAM, vascular adhesion molecule 1, dan E-selektin yang memudahkan terjadi
adhesi monosit. Monosit yang menempel tersebut akan bermigrasi ke subendotel
dan berikatan dengan LDL teroksidasi, sehingga membentuk foam cell yang akan
berkembang menjadi fatty streak.
Low Density Lipoprotein (LDL) teroksidasi akan mengaktivasi sel limfosit T
yang berakibat menurunnya densitas dan fungsi otot polos, sehingga sintesa
matriks menurun. Juga akan mengaktivasi makrofag untuk mengeluarkan enzim
proteolitik seperti matriks metalloproteinase, sehingga menyebabkan peningkatan
degradasi matriks. Peningkatan degradasi matriks dan penurunan sintesis matriks
tersebut akan memudahkan ruptur plak

4. Hipertensi
Bila tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Berpengaruh buruk pada pria dan
wanita dengan komponen diastol sebagai faktor terpenting. Pengaruh hipertensi
pada perkembangan aterosklerosis masih belum jelas, mungkin saat terjadi
kerusakan pada endotel memungkinkan masuknya protein, lipoprotein, dan sel
lain ke lapisan intima. Hipertensi menambah tekanan hidrodinamik intra arteri
sehingga suatu saat dapat terjadi robekan pada plaque aterosklerosis, lalu
berakibat trombosis akut dan obstruksi arteri
Pada keadaan hipertensi terdapat disfungsi endotel akibat
a. Peningkatan kadar anion superoksida (O2-) yang akan menyebabkan
stress oksidatif dan dapat merusak NO.
b. Penurunan bioavailabilitas prekursor sintetis NO (L arginin).
c. Peningkatan angiotensi II menyebabkan peningkatan kadar O2- melalui
peningkatan NADH/NADPH membran serta menyebabkan pertumbuhan
sel otot polos vaskuler dengan menginduksi growth factor seperti PDGF,
bFGF, dan TGT B1.
d. Peningkatan endothelin-1 akibat peningkatan AII

5. Penyakit Jantung Koroner


Pada mulanya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding dalam
pembuluh darah jantung (pembuluh koroner), dan hal ini lama kelamaan diikuti
oleh berbagai proses seperti penimbunan jarinrangan ikat, perkapuran, pembekuan
darah, dll.,yang kesemuanya akan mempersempit atau menyumbat pembuluh
darah tersebut. Hal ini akan mengakibatkan otot jantung di daerah tersebut
mengalami kekurangan aliran darah dan dapat menimbulkan berbagai akibat yang
cukup serius, dari Angina Pectoris (nyeri dada) sampai Infark Jantung, yang dalam
masyarakat di kenal dengan serangan jantung yang dapat menyebabkan kematian
mendadak
6. Hiperhomosisteinemia

Pasien penyakit ini beresiko mendapat penyakit oklusi vaskuler. Mekanisme :


merusak sel endotel dan otot polos sehingga menunjang aterosklerosis. Kelainan
ini Juga membantu kelainan koagulasi platelet
7. Obesitas
Penelitian ziccardia P20 membuktikan bahwa wanita dengan obesitas
ditemukan adanya disfungsi endotel yang dihubungkan dengan peningkatan lemak
tubuh, khususnya lemak viseral. Pada keadaan obesitas terjadi peningkatan
mediator proinflamasi, seperti TNF-, IL-6, yang dapat meningkatkan ekspresi
kemotaksis dan molekul adhesi pada endotel. Di samping itu juga ditemukan
peningkatan vaskular adhesion molecule-1 (VCAM-1), ICAM-1 dan P-selektin.
Peningkatan mediator tersebut memegang peran penting dalam terjadinya
aterosklerosis. Penurunan berat badan menunjukkan adanya perbaikan endotel
yang bermakna dan berkolerasi dengan penurunan sitokin. Petanda inflamasi
dalam darah seperti CRP dapat dipakai untuk menduga keadaan kesehatan,
terutama kejadian yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskuler
Belum merupakan faktor resiko yang spesifik, tetapi biasanya obesitas disertai
oleh hipertensi, DM, hiperkolesterolemi, dan hipertrigliseridemi. Meningkatnya
berat badan berhubungan dengan meningkatnya LDL dan menurunnya HDL
kolesterol, sehingga kenaikan berat badan sering dikaitkan dengan munculnya
faktor resiko
8. Merokok
Merupakan faktor resiko untuk terjadinya aterosklerosis dan penyakit jantung
koroner. Mekanisme terjadinya disfungsi endotel pada perokok melalui
mekanisme peningkatan interaksi trombosit dengan dinding pembuluh darah,
penurunan ekspresi PGI2, peningkatan kadar kolesterol LDL teroksidasi,
penurunan konsentrasi HDL, dan terjadinya stres oksidatif. Selain itu merokok
juga menyebabkan peningkatan adhesi dan agregasi trombosit, meningkatkan
kadar fibrogen, spasme arteri, dan menurunkan kapasitas oksigen darah.
Banyak merokok maka kerusakan bertambah besar. Kematian karena penyakit
kardiovaskular pada perokok berat 70 % lebih tinggi daripada non-perokok.
Merokok berhubungan dengan penyakit serebrovaskular dan insidens lebih tinggi
pada penyakit vaskular perifer. Faktor resiko perokok pasif adalah dua kali lipat
pada istri dengan suami perokok daripada istri dengan suami non-perokok.

Mekanisme terjadi kelainan kardiovaskular pada perokok akibat vasokonstriksi,


agregasi platelet meningkat, dan hipoksemi vaskular yang tidak permanen.
9. Kelakuan dan kepribadian
Bahwa stress berlebihan berakibat aterosklerosis yang diawali dengan
terjadinya disfungsi endotel, namun belum dibuktikan. Yang sedang dikaji
bagaimana reaksi pasien terhadap stress, bahwa dengan marah berlebihan akan
meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung.
10. Aktifitas Jasmani
Aktifitas jasmani yang teratur memberi potensi untuk mengurangi aterogenesis,
seperti meningkatnya konsentrasi HDL kolesterol dan menurunnya tekanan darah.
Tidak melakukan aktifitas jasmani adalah faktor resiko aterosklerosis, namun
olahraga berlebihan tidak untuk mengatasi penyakit ini.
11. Homosisteinuria
Adalah penyakit yang jarang dan diturunkan secara autosom resesif, serta
menyebabkan penurunan aktivitas enzim cystathionine B sintetase . peningkatan
kadar homosistein penderita ini mempunyai resiko aterosklerosis. Hal ini
disebabkan karena pembentukan radikal bebas selama proses autooksidasi
homosistein.

12. Shear Stress


Penelitian membuktikan bahwa shear stress (tekanan gesek) memegang peranan
penting dalam mengatur fenotif endotel pada cabang arteri. Shear stress yang
melebihi 15 dyne/cm2 menyebabkan penurunan ekspresi vasokonstriktor, growth
factor, mediator inflamasi, molekul adhesi dan oksidan serta peningkatan produksi
faktor vasodilator, inhibitor pertumbuhan, fibrinolitik, faktor antitrombosit,
antioksidan. Sedangkan shear stress yang rendah (0-4 dyne/cm2 ) dapat
meningkatkan

ekspresi

molekul

adhesi,

vasokonstriktor,

prokoagulan,

protrombotik, prooksidan, substansi proliferatif yang akan menyebabkan


aterosklerosis
13.Penuaan
Bertambahnya usia selalu berhubungan dengan peningkatan stress oksidatif

14.Perubahan hormonal
Insiden PJK meningkat pada wanita setelah melewati dekade ke-6, sedangkan
sebelum dekade tersebut insidensnya separuh pada pria. Beberapa penelitian
membuktikan bahwa hormon estrogen bersifat kardioprotektif terhadap wanita.
Penelitian lain menunjukkan bahwa terapi estrogen dapat meningkatkan ekspresi NO
dan PGI2 pada wanita pasca menopause. Sudah terbukti bahwa estrogen mempunyai
sifat antioksidan. Pada wanita pascamenopause terjadi penurunan kolesterol HDL,
peningkatan kolesterol LDL, peningkatan fibrinogen & penurunan antitrombin.
Infeksi berperan pada patogenesis aterosklerosis dan infark miokard. Infeksi
yang terjadi pada patogenesis PJK yaitu infeksi kronik herpes simplex virus (HSV-I),
chlamydia pneumoniae (Cpn). Hal itu dapat dilihat dengan adanya peningkatan Creactive protein (CRP).