Anda di halaman 1dari 18

UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE

PERATURAN PRESIDEN
NO. 54 TAHUN 2010 DAN
PERUBAHANNYA NO. 70
TAHUN 2012
TUGAS MANAJEMEN KONTRUKSI
Bukan Umam
3/21/2015

DOSEN:
EDWAR RIZKI, ST,.MT

FAKULTAS TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE - 2015

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya
sehingga makalah tentang PERATURAN PRESIDEN NO. 54 TAHUN 2010 TENTANG
PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH DAN PERUBAHANNYA NO. 70 TAHUN
2012 dapat diselesaikan.
Adapun isi dari makalah ini adalah memuat tentang Peraturan Presiden No. 54 Tahun
2010 yang mengatur tentang tata cara Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta dengan
Perubahannya No. 70 Tahun 2012 dan perbedaan antara kedua peraturan tersebut.
Makalah ini sangat menunjang nantinya untuk rekan rekan mahasiswa agar lebih
memahami mengenai pengadaan barang/jasa yang diselenggarakan oleh Pemerintah, selaku yang
akan terlibat didalam lingkup tersebut nantinya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi teman teman sekalian. Akhir kata, penulis
mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT, Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala
usaha kita. Amin.

Penulis

i|U ma mP o r a-Fi les

DAFTAR ISI

KATA PENGANTARi
DAFTAR ISI .ii
BAB I

PENDAHULUAN ................................................................................

1.1

Latar Belakang ..........................................................................

1.2

Rumusan Masalah.....................................................................

1.3

Tujuan .......................................................................................

BAB II TINJUAN PUSTAKA ..........................................................................

2.1

Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah ..........................................

2.2

Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 ....................................

2.3

Perubahan No. 70 Tahun 2012..................................................

BAB III PENUTUP ........................................................................................... 10


3.1

Kesimpulan ............................................................................... 10

3.2

Saran ......................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

ii | U m a m P o r a - F i l e s

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Percepatan pelaksanaan pembangunan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah perlu


didukung oleh percepatan pelaksanaan belanja Negara, yang dilaksanakan melalui Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah. Namun, evaluasi yang dilaksanakan terhadap Peraturan Presiden
Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2011 menunjukkan bahwa implementasi
implementasi Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah masih menemui kendala yang disebabkan oleh keterlambatan dan
rendahnya penyerapan belanja modal.
Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penyempurnaan kembali terhadap Peraturan
Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dimaksud,
dimaksud, yang ditekankan kepada upaya untuk memperlancar
pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (de-bottleceking),
(
), dan menghilangkan
multitafsir yang menimbulkan ketidakjelasan bagi para pelaku dalam proses Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah.
Dengan
n demikian, pengaturan mengenai tata cara Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
dapat dilaksanakan secara lebih lebih efisien, dengan didukung oleh percepatan penyerapan
anggaran.
Makalah ini memuat tentang hal-hal
hal hal mengenai Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010
yang mengatur tentang tata cara Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta dengan
Perubahannya No. 70 Tahun 2012.

1|Umampora - Files

1.1. Rumusan Masalah


Pengertian Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah?
Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010?
Perbedaan
erbedaan Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 dan Perubahannya No. 70 Tahun
2012?
1.2. Tujuan
Dalam penyusunan makalah berjudul Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 dan
Perubahannya No. 70 Tahun 2012 ini, penulis berharap dapat memberikan manfaat baik bagi
penulis sendiri maupun pembaca dan masyarakat
masyarakat luas. Adapun tujuan berikut adalah sebagai
berikut:
Bagi Penulis

Makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen


Konstruksi yang di bimbing oleh Bapak Edward Rizky A., ST., MT.

Makalah ini dibuat agar penulis lebih memahami mengenai pen


pengadaan
barang/jasa yang diselenggarakan oleh Pemerintah.

Bagi Pembaca dan Masyarakat Umum

Makalah
lah ini dimaksudkan untuk mengetahui apa saja isi dan perubahan pepres
no. 57 tahun 2010 dan pepres no 70 tahun 2012

2|Umampora - Files

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Pengadaan barang dan jasa merupakan suatu kegiatan pengadaan dalam hal untuk
mendapatkan barang dan jasa. Tahap-tahap
Tahap tahap dalam pengadaan barang dan jasa dengan
prakualifikasi yaitu : (Keppres No 54, 2010)
1. pengumuman prakualifikasi
2. pengambilan
mbilan dokumen prakualifikasi
3. pemasukan dokumen prakualifikasi
4. evaluasi dokumen prakualifikasi
5. penetapan hasil prakualiflkasi x
6. pengumuman hasil prakualifikasi
7. masa sanggah prakualifikasi
8. undangan kepada peserta yang lulus prakualifikasi
9. pengambilan dokumen lelang umum
10. penjelasan
11. penyusunan berita acara penjelasan dokumen lelang dan perubahannya
12. pemasukan penawaran
13. pembukaan penawaran
14. evaluasi penawaran
15. penetapan pemenang
16. pengumuman pemenang
17. masa sanggah

3|Umampora - Files

18. penunjukan pemenang


19. penandatanganan kontrak
2.2. Peraturan
raturan Presiden No. 54 Tahun 2010
Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 (Perpres 54/2010) merupakan peraturan tentang
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagai pengganti dari peraturan sebelumnya yaitu
Keputusan Presiden Nomor 80 tahun 2003 serta peraturan-peraturan
peratura peraturan perubahannya. Ada
beberapa perbedaan mendasar mengenai ketentuan ketentuan yang diatur didalam peraturan
presiden ini dibandingkan dengan peraturan sebelumnya yaitu metode pengadaan, klasifikasi
pengadaan barang/jasa, organisasi pengadaan dan beberapa
b
hal lainnya.
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang berpedoman pada Peraturan Presiden ini
ditujukan untuk meningkatkan keberpihakan terhadap industri nasional dan usaha kecil, serta
menumbuhkan industri kreatif, inovasi, dan kemandirian bangsa dengan mengutamakan
penggunaan industri strategis dalam negeri. Selanjutnya, ketentuan Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah dalam Peraturan Presiden ini diarahkan untuk meningkatkan ownership Pemerintah
Daerah terhadap proyek/kegiatan yang pelaksanaannya dilakukan
dilakukan melalui skema pembiayaan
bersama (cofinancing) antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Perpres No 54 Tahun 2010 mengatur tata cara pengadaan barang dan jasa sebagai
berikut:

A.

Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


1.

Pelelangan Umum, metode pelelangan umum merupakan yang paling sering


dilakukan untuk memilih penyedia barang/jasa yang akan mendapatkan proyek
pengadaan pekerjaan konstruksi..

4|Umampora - Files

2.

Pemilihan Langsung, metode untuk memilih penyedia jasa untuk proyek yang
maksimal bernilai 200 juta.

3.

Pengadaan Langsung,
Langsung, digunakan untuk proyek pengadaan jasa konstruksi yang
termasuk kebutuhan operasional dan bernilai paling tinggi 100 juta.

4.

Pelelangan Terbatas, dilakukan jika pekerjaan yang dibutuhkan dianggap kompleks


dan penyedianya terbatas.

5.

Penunjukkan Langsung, dilakukan


dilakukan untuk proyek konstruksi tertentu dengan
persetujuan dari jajaran di instansi pemerintah terkait.

B.

Pengadaan Barang/ Jasa Lainnya


1.

Pelelangan Umum, paling umum dilakukan untuk dalam proyek pengadaan barang
dan jasa pemerintah

2.

Pelelangan Sederhana, dilakukan


dilakukan jika proyek yang ada bernilai paling tinggi 200 juta
dan tidak bersifat kompleks.

3.

Pengadaan Langsung, dilakukan jika proyek yang ada berupa pengadaan barang/jasa
operasional yang beresiko kecil, berteknologi sederhana dan bernilai maksimal 100
juta.

4.

Penunjukkan Langsung,

5.

Kontes/ Sayembara. Kontes dilakukan dengan memperlombakan gagasan, kreativitas


maupun inovasi tertentu yang telah ditentukan harga/biaya satuannya., sedangkan
Sayembara dilakukan untuk kriteria yang belum ditentukan harga/nilai satua
satuannya di
pasaran. Biasanya kontes diaplikasikan untuk pengadaan barang, dan sayembara
untuk pengadaan jasa.

5|Umampora - Files

C.

Pengadaan Jasa Konsultasi


1.

Seleksi Umum, merupakan metode paling utama untuk memilih penyedia jasa yang
akan menangami penyedian jasa konsultasi pemerintah.
peme

2.

Seleksi Sederhana, dilakukan untuk pengadaan jasa konsultansi untuk proyek yang
bernilai maksimal 200 juta.

3.

Pengadaan Langsung, dilakukan jika proyek pengadaan jasa bernilai tidak lebih dari
50 juta

4.

Penunjuk Langsung

5.

Sayembara

Perpres 54/2010 sudah mengalami dua kali perubahan dengan dikeluarkannya Perpres
35/2011 (perubahan pertama) dan Perpres 70/2012 (perubahan kedua).
2.3. Perubahan No. 70 Tahun 2012
Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas
Peraturan Presiden Nomorr 54 Tahun 2010 bertujuan untuk mempercepat daya serap anggaran
serta menghilangkan multi tafsir yang masih ada pada Perpres Nomor 54 Tahun 2010. Karena
sifatnya yang strategis, maka banyak perubahan yang ada dalam Perpresini, baik yang bersifat
perubahan, integrasi dari aturan lain, maupun penambahan aturan baru yang sebelumnya belum
ada dalam Perpres 54 Tahun 2010.
Perpres ini merupakan perubahan kedua yang sebelumnya telah didahului dengan Perpres
Nomor 35 Tahun 2011 yang merupakan perubahan pertama.
Perubahan
erubahan yang tertuang dalam Perpres 70 tahun 2012 ini bertujuan menghilangkan
bottlenecking dan multi tafsir yang membuat penyerapan anggaran terlambat
terlambat dan memperjelas
arah reformasi kebijakan pengadaan, yang meliputi :
6|Umampora - Files

Dalam rangka percepatan penyerapan anggaran,


anggaran, dibuat ketentuan baru tentang :
a. Kewajiban setiap K/L/D/I membuat rencana umum pengadaan dan rencana
penarikan
b. Kewajiban melaksanakan pengadaan
peng
di awal tahun anggaran sebelum Daftar Isian
Pelaksanaan Anggaran (DIPA)/ Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)
c. Memperluas penggunaan e-katalog
e
untuk barang-barang
barang yang spesifikasi dan
harganya jelas di pasaran, seperti obat, alat kesehatan, alat pertanian,
pertanian, alat berat, bibit
padi/jagung, dan sejenisnya. Saat ini LKPP telah membuat e-katalog
e katalog untuk kendaraan
bermotor.
d. Menaikkan nilai pengadaan langsung untuk barang/ pekerjaan konstruksi/ jasa
lainnya sampai dengan Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah), ya
yang semula Rp
100.000.000 (seratus juta rupiah). Menaikan nilai pelelangan sederhana untuk
barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya sampai dengan Rp5.000.000.000,00 (lima
milyar rupiah) yang semula Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).
e. Hasil pengadaan langsung
angsung harus diumumkan di website masing
masing-masing K/L/D/I
untuk mencegah terjadinya penyimpangan.
f.

Penambahan metode pelelangan terbatas untuk pengadaan barang.

g. Mengubah persyaratan konsultan internasional.


internasional
h. Pengecualian persyaratan sertifikat keahlian untuk PPK yang dijabat Eselon II
keatas atau dijabat oleh PA/KPA apabila tidak ada pejabat yang memenuhi
persyaratan bersertifikat.
i.

Memperpendek waktu pelelangan sederhana menjadi paling kurang 12 hari kerja


semula 14 hari kerja.

7|Umampora - Files

j.

Pendelegasian menjawab sanggah banding


b
dari Pimpinan K/L/D/I ke pejabat
Eselon I/II.

k. Menaikan jaminan sanggah banding semula 2 0/00 (dua per seribu) maksimum Rp.
50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) menjadi 1% dari nilai HPS.
l.

Mengubah besaran uang muka kontrak tahun jamak maksimum sebesar 20% dari
nilai kontrak dan harus menyusun rencana penggunaan uang muka.

m. Penghapusan larangan bagi Peserta yang terafiliasi.


Dalam rangka memperjelas dan menghilangkan ketentuan yang multi tafsir,
tafsir, yaitu :
a. Memperjelas

keberadaan

ULP

di

Daerah
rah

adalah

ULP

untuk

provinsi/kabupaten/kota;
b. Memperjelas tugas dan kewenangan Ketua dan Pokja ULP (penanggung jawab
proses pemilihan adalah Pokja ULP).
c. Memperjelas adanya penyetaraan teknis untuk pelelangan dengan metoda dua
tahap.
d. Memperjelas bahwa yang
yang berhak menyanggah adalah peserta yang memasukan
penawaran.
Memperjelas arah reformasi kebijakan pengadaan
e. Lampiran Perpres dijadikan Keputusan Kepala (dengan persetujuan Menteri PPN);
f. Mempertegas adanya mainstream Regular Bidding dan Direct Purchasin
Purchasing;
g. Penambahan barang yang Direct Purchasing ditentukan oleh Kepala LKPP.
Perpres 70/2012 ini mulai berlaku sejak diundangkan, yakni tanggal 1 Agustus 2012.
Pengadaan yang sedang dilaksanakan dilanjutkan dengan tetap berpedoman pada Perpres No. 54

8|Umampora - Files

Tahun 2010.
0. Demikian pula dengan perjanjian/kontrak yang ditandatangani sebelum berlakunya
Perpres ini tetap berlaku sampai dengan berakhirnya perjanjian/kontrak
Perpres 70 Tahun 2012 langsung dinyatakan berlaku sejak diundangkan, yang berarti
sudah berlaku sejak tanggal
anggal 1 Agustus 2012. Untuk lebih memahami perbedaan antara Perpres
70 Tahun 2012 dengan Perpres 54 Tahun 2010, akan dimuat susunan matriks perbedaan antara
Perpres No. 70 Tahun 2012, Perpres No. 54 Tahun 2010 serta Keppres No. 80 Tahun 2003
(Lampiran).

9|Umampora - Files

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
1. Pengadaan barang dan jasa merupakan suatu kegiatan pengadaan dalam hal untuk
mendapatkan barang dan jasa. Tahap-tahap
Tahap tahap dalam pengadaan barang dan jasa dengan
prakualifikasi
2. Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 (Perpres 54/2010) merupakan peraturan
tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagai pengganti dari peraturan
sebelumnya yaitu Keputusan Presiden Nomor 80 tahun 2003 serta peraturan
peraturan-peraturan
perubahannya.
3. Peraturan Presiden No. 70 tahun 2012 tentang Perubahan
Perubahan Kedua Atas Peraturan
Presiden No 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah telah
ditandatangani oleh Presiden. Dalam Perpres 70/2012 ini mencakup berbagai
perubahan kebijakan yang secara signifikan berpengaruh terhadap pengadaan
barang/jasa
jasa pemerintah (PB/JP), penyerapan anggaran negara, dan pencegahan korupsi
dalam PB/JP. Perubahan yang tertuang dalam Perpres 70 tahun 2012 ini bertujuan
menghilangkan bottlenecking dan multi tafsir yang membuat penyerapan anggaran
terlambat dan memperjelas
memperjel arah reformasi kebijakan pengadaan.
3.2. Saran
Pengadaan
aan barang dan jasa pemerintah diharuskan memenuhi kriteria tertentu yang
ditentukan dalam peraturan tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Ketidaklengakapan
persyaratan ini dapat menjadi penyebab tidak diakuinya penyedia barang/jasa dalam lelang atau
penunjukan oleh instansi terkait.
10 | U m a m p o r a - F i l e s

Daftar Pustaka
http://lpmpjateng.go.id/web/index.php/arsip/artikel/670
http://lpmpjateng.go.id/web/index.php/arsip/artikel/670-seputar-pengadaan-barang
barang-dan-jasapemerintah
http://www.mudjisantosa.net/
http://ulp.ub.ac.id/wp-content/uploads/2013/10/Konsolidasi
content/uploads/2013/10/Konsolidasi-Perpres-54-th-2010.pdf
2010.pdf
http://www.khalidmustafa.info/2012/0
http://www.khalidmustafa.info/2012/08/08/perpres-no-70-tahun-2012-perubahan
perubahan-keduaperpres-no-54-tahun-2010.php
2010.php
https://nherdiyanto.wordpress.com/2010/08/
https://nherdiyanto.wordpress.com/2010/08/28/peraturan-presiden-nomor-54
54-tahun-2010tentang-pengadaan-barangjasa
barangjasa-pemerintah/
http://www.rejanglebongkab.go.id/matriks
http://www.rejanglebongkab.go.id/matriks-perubahan-perpres-no-54-tahun
tahun-2010-menjadiperpres-no-70-tahun-2012/

11 | U m a m p o r a - F i l e s

LAPMPIRAN

12 | U m a m p o r a - F i l e s

13 | U m a m p o r a - F i l e s

14 | U m a m p o r a - F i l e s

15 | U m a m p o r a - F i l e s