Anda di halaman 1dari 70

NAPZA

By :
SULISTYONO, S.Kep, Ns

NAPZA
Singkatan dari
N : Narkotika
A
: Alkohol
P : Psikotropika
ZA : Zat Adiktif lainnya

NAPZA ( Psychoactive drugs )


merupakan zat kimia yang mampu
merubah suasana, pola pikir,
perasaan, persepsi dan perilaku
seorang individu karena zat tersebut
mempengaruhi susunan saraf pusat.
NAPZA sering juga di sebut dengan
nama mood altering subtance atau
zat pengganti mood.

NARCOSIS

Dalam bahasa Yunani berarti


menidurkan atau
membiuskan

a.EcstAsy
Salah satu jenis methamphetamine atau derivate dari
amphetamine yang sifatnya
bekerja mengaktifkan kerja susunan saraf pusat.
Bentuknya tablet atau kapsul bermacammacam warna.
Pemakaian dengan di telan.

EFEK SAMPING

Dehidrasi
Hiperaktif
Sakit kepala
Jantung berdebar
Halusinasi
Kehilangan selera makan
Paranoid

SHABU

Merupakan nama popular dari methamphetamine


( salah satu jenis amphetamine )
sebutan lain Crystal, Ubas, SS, Mecin.
Bentuknya crystal tak berbau dan tidak berwarna
sehingga sering disebut ICE.
Pemakaian dengan cara dibakar lalu dihisap

EFEK SAMPING

Berat badan menurun


Impotensi
Halusinasi
Paranoid

Kerusakan pada usus, ginjal, jantung


Memperlambat saraf otak
Hyperactive

c. GANJA

Merupakan tanaman yang tumbuh didaerah tropis


yang sifatnya halusinagen yang dapat memperlambat
cara kerja saraf otak. Sebutan lain Mariyuana atau Cimenk
bentuknya seperti daun singkong kecil berwarna hijau.
Pemakaian dengan di keringkan dan dihisap.

EFEK SAMPING
1.
2.
3.
4.

Halusinasi
Gangguan mental dan prilaku
Terganggunya perhatian dan daya ingat
Euphoria (Kesenangan yang berlebihan)

d. OBAT PENENANG ATAU OBAT TIDUR


Merupakan obat anti cemas dan anti insomnia
( sulit tidur ) yang harusnya dibeli dengan resep dokter,
tetapi banyak dijual secara bebas dikios obat kaki lima,
sebagian orang menyebutnya pil koplo, Boat, Boti Etc.
Pemakaian dengan cara di telan.

EFEK SAMPING

Emosi labil
Agresif
Mudah tersinggung
Banyak bicara
Sering kali tidak nyambung
Terganggunya perhatian dan daya ingat
Over Confidence (Terlalu percaya diri)

e.

Heroin atau Putauw


Merupakan turunan dari Opium / candu mentah yang
tingkat kecanduanya sangat tinggi
( Sakaw ). Biasanya disebut dengan Si Putih, PT, Bedak.
Pemakaian dengan cara dihisap atau di suntik.
Seseorang yang memakai putaw dengan kurun waktu
yang panjang dapat berakibat overdosis bahkan mati.
Selain itu, dapat menularkan penyakit seperti
Hepatitis C dan HIV.

f.ALCOHOL
Alcohol dibagi tiga :
1. Berkadar ethanol 1% - 5% contoh : Bir
2. Berkadar ethanol 5% - 20% contoh : Anggur
3. Berkadar ethanol 20% - 50% contoh : Brandy, Whiskey

EFEK SAMPING

Dapat menggangu fungsi hati dan juga bisa


menimbulkan gangguan mental prilaku, emosi labil.

f.LSD ( Lysergic Acid Diethylamide)


Termasuk dalam kategori halusinogen, efek yang didapat dari
penggunaan LSD
adalah membuat si pemakai berhalusinasi.
LSD dapat ditemui dgn dalam bentuk seperti perangko kecil,
atau dalam bentuk cair.

EFEK SAMPING
- Halusinasi

- Menurunnya kemampuan berpikir


- Distorsi antara kenyataan dan alam khayal
- Gangguan mental dan perilaku

Orang yg. menghisap rokok & menghisap


asap hasil pembakaranrokok tersebut

Orang yg. Berada di sekitar perokok aktif


yang turut menghisap asap rokok bukan
hasil pembakaran rokoknya sendiri

ZAT BERBAHAYA DALAM ROKOK


nikotin

tar

CO

Zat kimia lainnya

Saluran pernafasan
Sistem kardiovaskuler
Sistem syaraf pusat
Sistem pencernaan
Organ repropduksi
Kanker

Lem, Cat, Bensin, dll

Penyalahgunaan benda-benda dengan cara dihirup/


penyalahgunaan inhalen (sniffing)
penyalahgunaan benda2 dgn cara dihirup (inhalen/sniffing)
benda yang dihirup: lem, tiner cat dan zat sejenisnya.

EFEK BENDA-BENDA DIHIRUP:

mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan


otot, urat syaraf, dan organ-organ lain.
Mengakibatkan masalah sumsum tulang belakang
Mati mendadak akibat menghirup (Sudden
Sniffing Death SSD) dapat terjadi pada si
pemakai karena denyut jantung mendadak jadi
cepat dan tidak beraturan gagal jantung

HEROIN JENIS BARU

HAPPY FIVE

COCAINE

The Diseases of
addiction

Sebagaian besar masyarakat mengerti


Adiksi atau kecanduan hanya sebatas
rasa sakit yang terjadi dalam diri seorang
pecandu
Adiksi terjadi melalui beberapa tahap :
1. User
2. Abuser / Penyalahguna
3. Addiction

Stages of use

Penggunaan biasa / social user / user :


Konsumsi zat yang sesuai dengan konteks yang
ada. Contoh ; segelas anggur di waktu makan,
menggunakan obat sesuai resep dokter.
Penyalahgunaan / Abuser :
Konsumsi zat yang tidak sesuai dengan
indikasi/batas sosial dan berakibat menurunnya
fungsi fisik, mental, emosi dan memberikan dampak
negatif pada kesejahteraan sosial individu maupun
lingkungan sosialnya. Hal yang sering terlihat
adalah banyak rasionalisasi untuk membenarkan
pemakaian zat yang dilakukannya.

Ketergantungan / dependence /

addiction :
Merupakan kebutuhan fisik dan atau psikis
akan suatu drugs, dengan karakterisktik
penggunaan secara kompulsif, toleransi
terhadap drugs dan ketergantungan fisik
yang ditunjukan dengan withdrawal
syndrome

Pikiran
obsesif

Coba-coba

menyalahgunakan

kecanduan

k
fisi
n
kat
ga
g
n
n
i
u
en
ant
m
g
r
i
e
ans
Ket
r
e
l
To
kaw
a
s
kai
a
gis
m
o
e
l
km
siko
a
t
p
bila
gan
t
n
a
u
Z
ant
us
g
t
r
u
ete
aP
K
l
a
j
Ge
w
aka
p
k
ntu
u
kaw
a
r
K

Perilaku
Kompulsif
yang
Bermasalah

Ini paket kehidupan


seorang pecandu:

NAZA
HIV/A IDS/HC
V
SEKS , IMS
UANG
KRIMINALITA
S
KEKERASAN

Rentang respons coping


kimiawi tubuh
Respons Maladaptif

Respons Adaptif

Eksperimental

Rekreasional

Situasional

Penyalahgunaan
zat

Ketergantungan
zat

MEKANISME KERJA
Norepineprin
Ectasy

pelepasan biogenik amin

Dopamin
Seretonin

Dopamin
Aktv gerak
Disko terus

stereotip
gedeg terus

Eforia
gembira luar biasa

Seretonin
gangguan presepsi
timbul ilusi
Ilusi suara

ilusi warna

tripping

segalanya tampak indah


Norepineprin

Pemecahan
glikogen

pemecahan
trigliserida

Glukosa darah

asam lemak darah


sumber energi

tdk mudah lelah

Norepineprin

Seretonin

menghambat
Pusat lapar

merangsang
pusat kenyang

Tidak merasa lapar

kenyang terus

nafsu makan
terapi kegemukan

Bahaya ecstacy
Pelepasan N.E
Vaso kons

kontraksi jantung

Tek darah

frek denyut jantung

Stroke

aritmia

disko terus

EFEK SAMPING PASCA MINUM


1. Kehabisan energi
kelelahan hebat
2. Release (pelepasan) amina biogenik
biasa dipacu
tidak minum
tidak release
konsentrasi amina biogenik
di sinaps SSP rendah
tidak bisa mikir
tidak bisa konstr
3. Mimpi menyeramkan

koplo

depresi

Pemakaian zat yang cukup berat, ditandai


dengan adanya ketergantungan fisik
berupa toleransi dan sindroma putus zat.
Toleransi : suatu kondisi, seseorang yang
telah mengalami peningkatan dosis untuk
mencapai tujuan yang diinginkan
Syndroma Putus Zat : suatu kondisi
seseorang yang telah menggunakan obat
secara rutin, pada dosisi tertentu berhenti
menggunakannya sehingga memberikan
gejala putus zat

ADDICTION
Adiksi

didasari pada tiga hal


Obsesi, Kompulsi dan kontrol
Adiksi merupakan kondisi dimana
seseorang Mempunyai masalah dengan :
- Bio : Biological of the body
- Psycho : Emosional ,pola pikir dan
tingkah laku
- Social : dalam hal ini menyangkut
hubungan intra dan interpersonal.

Biological Problems

Withdrawal : Rasa sakit yang timbul akibat


dari berhenti memakai drugs ( Gejala putus
zat )
Gejala Withdrawal :
1. Mata berair
2. Pegal pegal pada seluruh badan
3. Merinding
4. Sakit perut
5. Mual dan muntah muntah
6. Dan sebagainya

Psycho-Social Problems
Gejala Post Acute Withdrawal ( PAW ) ;

Merupakan gejala yang terjadi setelah


seorang pecandu bersih ( Clean )
PAW mempengaruhi pola pikir,emosional
dan perilaku seorang pecandu
PAW sering di kenal dengan nama Dry
Drunk
Terjadi selama 9 sampai dengan 18 bulan

Post Acute Withdrawal

Inability to think clearly / Ketidakmampuan


berpikir jernih :
1. Susah berkonsentrasi
2. Tidak ada keterbukaan pikiran ( Closemindedness )

Memory Problems / masalah dalam


memori :
1. Cepat lupa
2. Sangat sulit untuk mengingat sesuatu
3. Short term memory tidak sampai kepada long term

memory atau Long term memory tidak dapat di recall

Emotional overreaction or Numbness /


Reaksi emosi yang berlebihan :
1. Bereaksi berlebihan
2. Mood swing
3. Sangat sulit untuk merasakan perasaannya
4. Sangat cepat emosi

Stress sensitivity : Tidak tahan terhadap


stress, Cepat bosan dan tidak dapat
membedakan masalah kecil dan besar.

Sleep Problems / Masalah dalam tidur :

Susah untuk tertidur, Disturbing dream,


takut untuk tertidur
Physical coordinator problems :
1.Keterlambatan gerak
2.Manipulasi
3.Diffensive
4.Dishonest
5.Tidak berstruktur
6.Denial
7.etc

Sleep Problems / Masalah dalam tidur :


Susah untuk tertidur, Disturbing dream,
takut untuk tertidur
Physical coordinator problems :
1. Keterlambatan gerak
2. Manipulasi
3. Diffensive
4. Dishonest
5. Tidak berstruktur
6. Denial
7. etc

Setelah Ditangani di UGD/PKJ Di


lakukan Triage :
Apakah Klien mengalami Withdrawal
Apakah Klien Mengalami

Intoksikasi/Over Dosis
Apakah Klien dipersiapkan untuk ikut
program Recovery

Pengkajian
Keperawatan

Pengkajian dibagi 3 tahap :


Detoksifikasi/intoksikasi
Komplikasi
Rehabilitasi

DETOKSIFIKASI

Proses penanganan gejala putus zat


dengan tujuan klien dapat mencapai
abstinensia dengan rasa nyaman dan
aman
Proses pengeluaran racun dari dalam
tubuh seseorang
Proses penghentian secara mendadak
dari penggunaan Napza dengan
menggunakan berbagai metode
perawatan

Proses penanganan klien


intoksikasi
Intoksikasi : Gejala yang
timbul saat mengkonsumsi
napza

REHABILITASI

Proses pemulihan klien dari


ketergantungan Napza yang
dilakukan secara komprehensif
Mengembalikan/memulihkan kondisi
fisik, mental, sosial, spiritual dan
meningkatkan daya tahan hidup.

KONDISI PASIEN ADIKSI

Intoksikasi/Detoksifikasi dan komplikasi

Lebih banyak kebutuhan akan keamanan


dan kenyamanan fisik emosional
Kebutuhan O2, cairan elektrolit, nutrisi,
eliminasi, istirahat tidur, penanganan
nyeri dan mobilisasi
Kebutuhan emosional

Rehabilitasi:

Persiapan akan perubahan pola hidup


berupa rencana masa depan
Latihan perilaku positif
Sosialisasi
Adaptasi dengan lingkungan kondusif

METODA DETOKSIFIKASI
Cold Turkey : Didiamkan saja atau

dimandikan seperti dipenjara tau


metode religius dengan menahan rasa
sakit dan akhirnya rasa itu hilang sendiri
tanpa diobati

METODA DETOKSIFIKASI

Rapid Detox: Dengan cara cepat


menggunakan metode pembiusan di
kamar operasi dengan tujuan
menghilangkan gejala putus zat dgn
cepat

Metode Simtomatik : proses


detoksifikasi dengan
penanganan gejala-gejala
yang timbul saja melalui
pemberian terapi medis
simtomatik dan terapi
modalitas keperawatan
dibantu dengan dukungan
Peer Support Grup

Komponen layanan
Monitoring : untuk putus zat dgn opiat dpt
Withdrawal
menggunakan Skala CINA(Clinical Institute
On Narcotic Assesment )
Medikasi : sesuai dgn program layanan
yang dikunjungi : terapi Substitusi,
Simtomatik, Kontroversi, Rapid detox, dll
Rujukan Pasca Withdrawal : Program
Rehabilitasi, After care

Pengkajian Perawatan

Identitas Klien dan Keluarga


Persetujuan Program Detoksifikasi
Alasan masuk
Faktor Predisposisi :
Riwayat masalah adiksinya
Etiologi
Faktor Relapse

Zat bekerja pada SSP


Individu :

Kepribadian anti sosial


Bingung masa peralihan
Sedang mencari identitas
Nilai persahabatan yang berlebihan

Lingkungan Sosial yang tidak


kondusif/tidak mendukung ke arah positif

Faktor pendukung penyalahgunaan zat pada


pasien/klien.
Kecenderungan keluarga menggunakan zat
Menderita suatu penyakit dengan obat
terus menerus
Penyimpangan perilaku
Penyimpangan kepribadian
Perselisihan dengan orang tua
Krisis identitas
Disfungsi keluarga
Sikap masyarakat ambivalent
Norma budaya
Kontrol masyarakat yang kurang
Riwayat tindakan kriminal

Faktor Presipitasi/Pencetus :

Pernyataan untuk mandiri dan butuh


teman sebaya
Mencari kesenangan
Menghindari rasa sakit
Kehilangan yang sangat berarti
Diasingkan
Ketegangan akibat modernisasi

Sumber coping:
Sistem pendukung yang ada
Komunikasi
Kegiatan yang dilakukan
Motivasi merubah perilaku

Mekanisme coping :
Denial
Proyeksi
Rasionalisasi

Perilaku :
Euforia (rasa gembira tanpa sebab) dan

disforia (rasa sedih tanpa sebab)


Acuh, masa bodoh, apatis
Gangguan konsentrasi
Daya ingat menurun
Tingkah laku mal adaptif
Mudah marah/emosional
Pupil melebar
Bicara cadel
Tubuh lesu dan lemah
Gejala putus zat

Pemeriksaan fisik & keluhan


Riwayat Kesehatan masa lalu
Genogram
Data Psikososial

Penting pengambilan data !


1. Riwayat penggunaan napza:
Apa jenis zat yang digunakan ?
Kapan terakhir menggunakan zat ?
Bagaimana cara menggunakan zat ?
Berapa banyaknya zat yang biasa
digunakan perhari?

Apa tanda dan gejala yang dirasakan?


Apa penyebab menggunakan zat ?
Apakah pernah mengurangi / berhenti ?
Karena apa ?
Berapa kali mencoba berhenti ? Kapan
paling lama ?
Apa yang telah dilakukan untuk berhenti ?
Apa yang menyebabkan pakai lagi ?

2. Riwayat pengobatan:
Apakah pernah over dosis ? Apakah pernah
dirawat karena over dosis ?
Apakah pernah dirawat untuk
detoksifikasi ? Berapa kali ? Kapan
terakhir ?
Apakah ada penyakit serius yang dialami
akibat penggunaan zat ?
Apakah pernah mengikuti rehabilitasi ?
Kapan ? Berapa lama ?

Dasar mengangkat diagnosa keperawatan

melalui
Tanda dan gejala Withdrawal yang dialami.
Respon biologis : nyeri, dll
Respon psikologis : Koping ind tdk efektif,

Cemas, Isolasi sosial, dll


Respon kognitif : kurangnya pengetahuan.
Respon spitual :Ketidakberdayaan,
Keputusasaan.

TINDAKAN KEP PADA KLIEN SCR UMUM :


Diskusikan bersama pasien tentang:
Dampak penggunaan zat (kesehatan, hubungan
sosial, pendidikan / pekerjaan, ekonomi /
keuangan, hukum)
Cara meningkatkan motivasi berhenti
Cara menyelesaikan masalah yang sehat
Gaya hidup yang sehat

Diskusikan cara mengontrol


keinginan:
Menghindar : (tidak pergi ke tempat-tempat yang
ada pengedar, tidak bergabung / bergaul dengan
pengguna)
Mengalihkan: (menyibukkan diri dengan aktivitas
yang padat dan menyenangkan)
Menolak : (mengatakan tidak, walaupun ditawarkan
gratis dan tetap mengatakan tidak, walaupun sekali
saja)

Latih pasien menggunakan koping

yang positip
Mengontrol keinginan menggunakan zat
Mengenali situasi yang berisiko tinggi:
kondisi emosi negatif : misalnya kesal,
dituduh pakai lagi
Konflik dengan orang lain, misalnya
bertengkar karena dilarang keluar rumah
atau dituduh mencuri
Tekanan sosial, misalnya dipaksa sebagai
syarat untuk bergabung dengan kelompok
tertentu