Anda di halaman 1dari 3

39

BAB 3. METODE PENELITIAN


3.1

Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan

pendekatan fenomenologis. Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan yang juga


disebut pendekatan investigasi karena biasanya peneliti mengumpulkan data dengan
cara bertatap muka langsung dan berinteraksi dengan orang-orang di tempat
penelitian (McMillan & Schumacher, 2003).Pendekatan fenomenologis digunakan
karena peneliti ingin meneliti mengenai makna pengalaman hidup beberapa orang
terkait fenomena atau konsep tertentu. Penelitian dalam pandangan fenomenologis
berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang yang
berada dalam situasi-situasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami subjek
dari dunia pengalamannya. Pemahaman ini bergerak dari dinamika pengalaman
sampai makna pengalaman dari subjek penelitian.Metode kualitatif fenomenologi
berlandaskan pada empat kebenaran, yaitu kebenaran empirik sensual, kebenaran
empirik logik, kebenaran empirik etik, dan kebenaran empirik transenden. Atas
dasar cara mencapai kebenaran ini, fenomenologi menghendaki kesatuan antara
subyek peneliti dengan pendukung obyek penelitian (Muhadjir, 1998:12-13)
3.2

Tempat dan Waktu Penelitian

3.2.1

Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan di Kabupaten Jember, hal tersebut didasarkan

pada jumlah kasus penyalahgunaan NAPZA yang mengalami peningkatan setiap


tahunnya. Pada tahun 2013 sampai dengan 2014 terdapat 97 pelaku penyalahgunaan
NAPZA di Kabupaten Jember, sedangkan berdasarkan kelompok umur, jumlah
penyalahgunaan NAPZA pada kelompok usia remaja (17-25 tahun) cukup
mengkhawatirkan yaitu terdapat 28 orang penyalahguna pada tahun 2014.
3.2.2

Waktu Penelitian

40

Penelitian ini diawali dengan melakukan studi pendahuluan terhadap kasus


penyalahgunaan NAPZA di kalangan remaja terkait dengan dampaknya pada aspek
psikis pada bulan .......dan dilanjutkan dengan penyusunan proposal penelitian selama
bulan ......sampai ..... Penelitian ini dilakukan pada bulan ........tahun 2015.
3.3

Informan Penelitian
Purposive sample adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan

tertentu (Sugiyono, 2009:85). Selanjutnya menurut Arikunto (2010:183) pemilihan


sampel secara purposive pada penelitian ini akan berpedoman pada syarat-syarat yang
harus dipenuhi sebagai berikut : a. Pengambilan sampel harus didasarkan atas ciriciri, sifat-sifat atau karakteristik tertentu, yang merupakan ciri-ciri pokok populasi. b.
Subjek yang diambil sebagai sampel benar-benar merupakan subjek yang paling
banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi (key subjectis). c.
Penentuan karakteristik populasi dilakukan dengan cermat di dalam studi
pendahuluan. Informan penelitian dalam penelitian ini terdiri dari beberapa macam,
antara lain :
a. Informan kunci (key informan) yaitu mereka yang mengetahui dan memiliki
berbagai informasi pokok yang diperlukan dalam penelitian. Informan kunci
dalam penelitian ini adalah kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Jember
yang

banyak

mengetahui

mengenai

kasus

penyalahgunaan

NAPZA

dikalangan remaja.
b. Informan utama adalah mereka yang terlibat langsung aktif mengkonsumsi
NAPZA. Informan utama pada penelitian ini adalah remaja usia 10-24 tahun
yang menyalahgunakan NAPZA di Kabupaten Jember.
c. Informan tambahan adalah mereka yang dapat memberikan informasi
walaupun tidak mengkonsumsi NAPZA. Informan tambahan dalam penelitian
ini adalah pasangan atau pacar dari informan utama yang mengetahui
mengenai penyalahgunaan NAPZA yang dilakukan oleh informan utama.
Informan tambahan yang kedua yaitu petugas pelayanan program harm

41

reduction dari Puskesmas Jember Kidul Kabupaten Jember. Informan


tambahan yang ketiga yaitu pendamping penyalahguna NAPZA.
Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive.
Peneliti menggunakan purposive untuk meningkatkan kegunaan informasi yang
diperoleh dari responden atau informan yang sedikit. Penentuan informan diawali
dengan menentukan seseorang atau beberapa informan terlebih dahulu baik secara
kebetulan maupun melalui cara lain. Jumlah informan dalam penelitian ini didasarkan
pada kejenuhan data dan informasi yang didapat. Informasi dianggap jenuh apabila
data dan informasi yang diperoleh dianggap cukup dan telah menjawab tujuan
penelitian, namun jika pada saat review dan analisis hasil penelitian data dianggap
kurang, maka peneliti dapat kembali lagi ke lapangan (Bungin, 2011). Menurut
Sugiyono (2012), kejenuhan data dan informasi diartikan sebagai informan penelitian
sudah tidak dapat lagi memberikan informasi baru yang berarti, sehingga pada
tahapan ini tidak dibutuhkan penambahan jumlah informan.
Kriteria inklusi informan utama dalam penelitian ini adalah:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Remaja berusia 10-24 tahun


Belum menikah
Aktif mengkonsumsi NAPZA selama 6 bulan terakhir
Terganggu kesehatan psikisnya (Konsentrasi,emosional dan cara berinteraksi)
Berdomisili di Kabupaten Jember
Tidak sedang berada di luar kota pada saat penelitian berlangsung
Bersedia menjadi informan dalam penelitian.