Anda di halaman 1dari 26

3/23/2015

NewPage2

Kembali Karangan 1 Karangan 2 Karangan 3 karangan 4


KARANGAN 4 PESERTA MENULIS 2

DEFINISI DAN FUNGSI KOHERENSI


(Kurniastuti Lestari, NIM 022224059)

PENDAHULUAN
Penulisan karya ilmiah ini ditujukan untuk memberi penjelasan tentang koherensi, apa
itu koherensi, bagaimana seharusnya koherensi dan unsurunsur karya tulis yang
memerlukan koherensi. Karena selama ini masih banyak terdapat tulisan yang unsur
unsurnya kurang berkoherensi, baik itu dalam kalimat, paragraph ataupun antar paragraf
sehingga membuat para pembaca kurang memahami tulisan tersebut. Oleh karena itu
karya ilmiah ini ditujukan untuk para penulis supaya dapat membuat karya yang lebih
baik.

PEMBAHASAN
Koherensi
Koherensi adalah bagaimana membuat peralihanperalihan yang jelas anta rideide,
membuat hubungan yang jelas antar kalimat dari sebuah paragraph dan membuat
hubungan antar paragraph jelas dan mempermudah para pembaca untuk mengerti.
Koherensi haruslah jelas, lengkap, susunan serta pengembangan materinya harus logis.

Koherensi Dalam Kalimat


Kalimatkalimat yang baik haruslah dilengkapi untuk memberikan penggambaran pikiran
anda dengan tepat. Tetapi demi kejelasan pemikiran anda, kalimatkalimat itu tidak
lebih rumit dari yang seharusnya.
Caranya:
a. Hindari pemikiran yang berbelitbelit dan tidak perlu.
b. Dalam pemisahan ideide, hindari pemikiran pendek. Pastikan bahwa seluruh
hubungan dan ideide tersebut jelas bagi pembaca.
c. Hindari memotong kalimatkalimat anda dengan menempatkan banyak frase dalam
tanda kurung.

Koherensi Dalam Paragraf


Koherensi dalam paragraph adalah kualitas yang membuat setiap kalimat saling
berhubungan satu sama lain. Sebuah paragraph berkoherensi jika:
a. Ideidenya dapat dimengerti.
b. Ideidenya tersusun dengan logis.
c. Kalimatkalimat dalam sebuah paragraf berhubungan langsung dengan ide pokok.
d. Kalimatkalimatnya terhubung dengan jelas dan logis satu sama lain.

Koherensi dalam paragraph dijamin dengan penggunaan satu atau lebih diantara 5 unsur
berikut:
1. Kata penghubung
Seperti: dan, tetapi, atau, karena, jika, bagaimanapun juga ,oleh karena itu, dll.
Kesemuanya itu menunjukkan hubungan antar kalimat dan mengikat ideide dari sebuah
paragraph.
2. Frase yang berubah
Adalah sekumpulan kata sebagai sebuah kesatuan untuk menghubungkan kalimatkalimat
atau bagianbagian dari kalimat dan menunjukkan hubungan timbal balik antar mereka
http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

1/26

3/23/2015

NewPage2

3. Pengulangan istilahistilah pokok:


Pengulangan ini penting untuk pemikiran dari keseluruhan paragraph dan
mengekspresikan tiap ide kalimat.
4. Kata ganti
Kata ganti adalah pengganti kata benda, mengulang konsep kata benda itu tanpa harus
menulis kembali. Tetapi pastikan bahwa kata ganti yang digunakan jelas dan tidak
bermakna ganda.
5. Pengulangan pola kalimat
Pengulangan pola kalimat digunakan untuk menekankan persamaan sifat dari sebuah
pemikiran dan mengikatnya bersama.

(Effective Writing ; Robert Hamilton Moore ; 1959 ; Holt,Rinehart and Winston ; New York
. Page 108111)

Adakalanya paragraph yang kita buat telah dirasa lengkap tetapi masih saja kurang bisa
difahami dan membingungkan pembaca.
Memperbaiki sebuah paragraf:
a. Mendefinisikan kembali ide pokok anda.
b. Buatlah ideide sejelas mungkin.
c. Menulis kembali topic kalimatnya.
d. Rubahlah topic kalimat tersebut menjadi lebih menarik.
e. Menyusun kembali unsurunsur penunjangnya secara berurutan dengan menambah
perubahanperubahan yang perlu.

(Grammar & Composition ; Gary Forlini ;1987 ;Prentice Hall,Inc ; New Jersey . Page 486
Writing Invention Form and Style ; Leonard and Joanne M Poddis ; 1984 ;Scott Foresman
and Company ; London. Page 9192)

Koherensi Antar Paragraph


Koherensi antar paragraph sama pentingnya dengan koherensi dalam paragraph
digunakan disini yaitu:
1. Kata Penghubung
2. Frase yang berubah
Yang mungkin diperluas dari secukupnya menjadi kalimatkalimat yang lengkap atau
bahkan untuk melengkapi paragraph yang berubah, mmecah bagianbagian yang lebih
besar dalam karangan.
3. Kata ganti.
Pengulangan istilahistilah pokok.
(Effective Writing ; Robert Hamilton Moore ; 1959 ; Holt Rinehart and Winston ; New
York. Page 113118)

DAFTAR PUSTAKA
Grammar & Composition ; Gary Forlini ; 1987 ; Prentice Hall, Inc ; New Jersey. Page 450
Basic Language VI ; John J de Boer ; 1982 ; Harper and Row publisher,Inc ; New York.
The Writers option , combining to composing ; Donald A Doiker ; 1982 ; Harper and
Row,Publishers,Inc ; USA. Page 242
Heath Grammar & Composition ; Carol Ann Bregman ; 1987 ; D.C Health and Company ;
Lexington. Page 329
Effective Writing ; Robert Hamilton Moore ; 1959 ; Holt Rinehart and Winston ; New
York. Page 107
Writing Invention Form and Style ; Leonard and Joanne M Poddis ; 1984 ;Scott Foresman
and Company ; London. Page 9192)

MENULIS KOHERENSI DALAM PARAGRAF


Utami Siwi, NIM 022224052
BAB I PENDAHULUAN
http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

2/26

3/23/2015

NewPage2

Dalam menulis sebuah tulisan yang baik dan dapat dimengerti oleh pembaca,
hendaknya penulis mempersiapkan dengan baik susunannya. Sering kita temui pembaca
yang merasa bingung dan tidak mengerti isi dari tulisan yang dibacanya. Hal ini menjadi
tanggung jawab penulis. Hendaknya penulis memastikan terlebih dahulu apakah
tulisannya sudah tersusun dengan baik (berkoherensi).
Jika penulis ingin tulisannya jelas dan mudah diikuti, ia tidak seharusnya
membiarkan pembaca bingung saat berpindah dari satu poin ke poin yang lain atau saat
mengubah arah idenya. Oleh kareana itu tulisannya hendaknya mempunyai koherensi.
Koherensi merupakan sebuah rancangan logis tentang susunan paragraf dengan kalimat
kalimat yang saling mengikuti satu sama lain dengan teratur sehingga menjadi susunan
yang jelas.
Koherensi merupakan kesatuan yang menyatukan katakata, kalimatkalimat
maupun paragraf dengan paragraf. Koherensi dapat dicaoai dengan beberapa cara.
Misalnya menggunakan penghubung, pengulangan kata, kata ganti dan lainlain.
Sedangkan koherensi dalam sebuah tulisan sendiri dapat dibagi menjadi 2 yaitu koherensi
dalam paragraf yang menghubungkan antar kalimat dalam paragraf, dan koherensi antar
paragraf yang menghubungkan paragraf yang satu dengan paragraf yang lainnya sehingga
dapat tersusun dengan baik dan rapi. Pada pembahasan kali ini, kita akan membicarakan
koherensi dalam paragraf terlebih dahulu serta serta metodemetode koherensi. Karena
pada dasarnya keduanya sama pentingnya. ... in an essay, coherence between paragraph
is just as important as coherence within paragraph. ( Beth Neman, 1980: 71)

BAB II PEMBAHASAN
KOHERENSI
Pengertian
Berikut ini akan dijelaskan pengertian koherensi menurut beberapa ahli, sebagai berikut:
Richard Marius dan Harvey S. Wiener
Koherensi adalah sebuah rencana logis berdasarkan susunan paragraf, dengan kalimat
kalimat yang saling mengikuti satu sama lain dengan alasan yang jelas.
Leonard A. Podis
Koherensi adalah semua hal yang dikatakan penulis yang bergabung bersama dan
mengalir dengan lancar.
Robert Hamillton Moore
Koherensi dalah membuat jelas dan rapi hubungan antara ide, membuat hubungan antar
kalimat dalam sebuah paragraf menjadi jelas dan membuat hubungan antar paragraf
bahkan multi paragraf menjadi jelas dan mudah diikuti oleh pembaca.
Elizabeth McMahan dan Susan Day
Koherensi adalah hubungan yang logis antar bagian. ...In short, it must hang together.
(Elizabeth McMahan, 1984: 392)
Dari beberapa definisi tentang koherensi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa
koherensi adalah rencana logis atau ide penulis yang bersatu dan mengalir dengan lancar
untuk membuat hubungan baik atar ide, kalimat bahkan paragraf menjadi jelas dan baik.
Sehingga mudah diikuti oleh pembaca.
Menulis koherensi
Dasar koherensi dalam paragraf atau tulisan harus dapat dimengerti jika
kerangkanya jelas, lengkap dan disusun dengan logis begitu juga pengembangan
materinya. Jika tidak ada kemajuan yang logis dari pemikiran yang muncul dari kalimat
ke kalimat, paragraf ke paragraf, dan dari bagian ke bagian, maka koherensi tidak dapat
dijamin oleh cara apapun. Hal tersebut harus jelas, tidak ada jalan yang tidak mungkin
untuk menjelaskan hubungan yang tidak tetap.
Ada 2 macam koherensi yaitu koherensi dalam paragraf (antar kalimat) dan
koherensi antar paragraf.

Koherensi dalam paragraf


Membertikan sebuah susunan paragraf yang baik, dimana ide kalimat secara logis
saling mengikuti. Sebuah susunan ide yang disusun dengan baik dalam paragraf akan
mudah diikuti dan lebih menyenangkan untuk dibaca daripada sebuah ide yang tidak
http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

3/26

3/23/2015

NewPage2

disusun dengan baik. Tetapi sebelum menulis, penulis harus memutuskan ide mana yang
akan dibahas terlebih dahulu dan yang mana selanjutnya.
Dalam menulis, paragraf yang merupakan kesatuan kalimatkalimat dan teratur
saja tidak cukup, susunannya juga harus berkoherensi , yaitu secara jelas sehingga
pembaca dapat secara sadar mengikuti jalan pemikiran penulis. Dalam menulis paragraf
yang berkoherensi maka harus mengikuti langkahlangkah berikut ini:
1.Menyusun ideide sebelum menulis
Setiap poin harus secara jelas mengikuti yang sebelumnya. Penulis harus yakin bahwa
semua hal yang menyinggung ide yang terkandung dalam tulisan atau ide utama.
2.Mengetahui pikiran pembaca
In order not to lose your readers when you move from one example to the next, you must
provide transition. ( Elizabeth McMahan, 1984:392)
Penjelasan mengenai penghubung akan dijelaskan lebih lanjut pada metode untuk
menghasilkan koherensi yang akan disajikan pada sub bagian berikutnya.
3.Menggunakan banyak contoh yang khusus dan konkret
Penulis tidak dapat mengharapkan pembaca membaca pikirannya. Pada saat penulis
menyajikan sebuah pernyataan maka hendaknya penulis mengikutkan contohcontoh
khusus atau penjelasan untukmemasatikan pembaca dapat mengikuti jalan pemikirannya.
Metode koherensi
Menurut Beth Neman, koherensi dapat dicapai dengan penempatan yang logis
kalimatkalimat dalam paragraf retorik dan dengan perubahan antar kalimat atau
paragraf.
Selain itu kita juga dapat menggunakan metode variasi untuk membuat paragraf
yang koheren. Hal tersebut dinyatakan oleh Richard Marius dab Harvey S. Wiener dalam
bukunya College Handbook yaitu sebagai berikut:
You can achieve coherence by carefully arranging the information in a paragraph. You
can also achieve coherence by using pronouns, by repeating important word or phrases,
by using parallel structures and by using, by using transitional words and expression.
These techniques rarely appear alone, and yau should combine them to achieve
paragraph that hold together aroung a central theme or topic. (Richard Marius & Harvey
S. Wiener, 1985: 62)
Dari beberapa ahli dapat dikumpulkan sejumlah metode untuk menghasilkan
paragraf yang koheren.
a. Penghubung
A transition can be any word, phrase, sentence, or paragraph that clearly shows the
reader how an idea relates to one or ones which precede it. (Leonard A. Podis, 1984:93).
Agar pembaca tidak bingung dengan tulisan yang disajikan penulis, maka penulis perlu
menampilkan penghubung ( kata atau frase penghubung) untuk menjaga kesinambungan
kata maupun kalimat dalam paragraf.
Contoh :
Kata penghubung: dan, atau, tetapi, yang, jika, kalau , meskipun, walaupun
.bagaimanapun, bila, dll.
Frase penghubung: dengan kata lain , pada dasarnya, dll
Pada frase penghubung, lebih seperti kata penghubung tunggal yaitu kelompok kata yang
bekerja sama sebagai satu bagian, dalam kalimatkalimat atau bagian kalimat dan
menunjukkan hubungannya.
b. Pengulangan atau repetisi
Koherensi dicapai tidak hanya dengan menggunakan katakata atau frasefrase
penghubung saja, tetapi juga melalui penggunaan kata kunci.
Pengulangan adalah sebuah metode yang sngat berguna untuk meningkatkan koherensi
sebuah paragraf. Saat penulis mengulang katakata atau frase, atau saat menggunakan
subsitusi seperti kat aganti atau kata sifat, maka penulis sedang membantu pembaca
untuk tetap mengikuti jalan pemikirannya. Susunan tata bahasa juga dapat diulang.
Sebaiknya penulis mengetahui dengan baik metode pengulangan agar paragraf
berkoherensi dapat dimengerti oleh pembaca dengan baik.
1.Jangan takut untuk mengulang sebuah kata jika kata itu adalah kata terbaik.
Repetition, a device necessary for continuity and clarity, hold the paragraph together.
http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

4/26

3/23/2015

NewPage2

(Sylvan Barbet, 1980:368)


2.Menggunakan kata ganti untuk kata benda jika keterangannya jelas.
3.Jangan bingung dengan kata ganti yang mempunyai kesalahan yang disebut elegant
variation. Ragu pada pengulangan tanpa alasan yang jelas kadang membuat penulis
menulis terlebih dahulu.
4.Tetapi jangan mengulan kata jika kata tersebut sedang digunakan pada 2 arti yang
berbeda.
Pengulangan harus mempunyai tujuan. Kata atau frase ulang harus cukup penting dalam
keseluruhan paragraf serta cukup jelas dalam menampilkan ide setiap kalimat.
c. kata ganti
Kata ganti menggantikan kata benda, mengulangi konsep kata benda tanpa mengulang
kata. Misalnya:
nama A dan B diganti menjadi mereka
milik Ani diganti menjadi miliknya
Consequently, every pronoun forces the reader to think back to the antecedent noun
and by so doing helps to bind together the parts of paragraph. ( Robert H. Moore, 1965:
110) Sehingga dapat tercapai paragraf koheren yang mudah dibaca dan tersusun dengan
baik.
d. Struktur paralel
Teknik ini sangat dekat degan penggunaan p4engulangan sehingga sering menggunakan
katakata ulang dan frasefrase. Tetapi paragraf akan menghasilkan sebuah pola yang
tetap.
e. Sinonim
Pengulangan kata yang terlalu banyak akan membosankan. Untuk menghindari hal
tersebut, penulis dapat memilih beberapa cara alternative. Salah satu cara alternative
itu adalah penggunaan sinonim, yaitu kata lain yang mempunyai arti yang sama.
f. Penyusunan pola yang teratur
Strategi utama koherensi yang selanjutnyqa adalah penyusunan kalimat menjadi pola
yang teratur, termasuk menampilkan informasi baik lama dan baru.
Informasi lama dan baru
Menempatkan informasi yang lama dan baru pada hubungan yang tepat. Sebuah kalimat
mempunyai semua tipe informasi. Penggunaan informasi yang lama adalah beberapa
keterangan yang telah ada sebelumnya yang menjamin kelanjutan ide. Informasi baru
pada hal lain membawa pikiran lebih maju. Secara khusus, informasi lama tampil di awal
kalimat sedangkan informasi baru muncul di akhir kalimat.
g. Pengulangan kalimat
Semua paragraf yang telah dipelajari menggunakan metodemetode untuk menampilkan
koherensi dalam paragraf. Semuanya dalam satu hal dan yang lain mengulang seluruh
pola kalimat. Dalam paragraf yang menampilkan pola penggunaan kata ganti, kata ganti
dia dan siapa tampil sebagai subjek di banyak klausa. Dari hal ini maka dapat
disimpulkan bahwa sebuah paragraf berkoheren yang mengikat bukan hanya karena
setiap kata ganti kembali ke kata benda yang sama, tetapi juga karena penulis telah
menyimpan pola kalimat tersebut dengan konsisten berdasarkan perubahan subjek yang
tidak beraturan dari satu kalimat ke kalimat selanjutnya.

BAB III PENUTUP


Agar pembaca tidak bingung membaca seluruh tulisan, maka koherensi sangat
dibutuhkan untuk menjaga supaya tulisan tersebut tidak melenceng dari ide utama dan
dapat tersusun dengan rapi dan jelas. Koherensi sendiri merupakan rencana logis atau ide
penulis yang bersatu dan mengalir dengan lancar untuk membuat hubungan baik
antaride, kalimat bahkan paragraf menjadi jelas dan baik. Sehingga mudah diikuti oleh
pembaca.
Ada 3 langkah untuk membuat paragraf yang koheren:
1)Menyusun ide ide sebelum memulai
2)Mengetahui pikiran pembaca
3)Menggunakan banyak contoh yang khusus dan konkret.
Banyak cara yang telah dikemukakan dalam pembahasan diatas untuk menghasilkan
http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

5/26

3/23/2015

NewPage2

koherensi dalam paragraf , yaitu antara lain:


1)Menggunakan penghubung, baik berupa kata frase maupu kalimat
2)Menggunakan pengulangan kata , khususnya kata yang penting
3)Menggunakan kata ganti agar tidak terkesan membosankan
4)Menggunakan struktur paralel
5)Menggunakan sinonim kata
6)Penyusunan pola yang teratur
7)Pengulangan kalimat

DAFTAR ISI
&Neman, Beth.1980. Teaching Student to Write. Columbus, Ohio: Bell & Howell
Company
&Podis, Leonard A.1984. Writing: Invention Form and Style. United States of
America: Scott, Foresman and Company.
&Marius, Richard & Harvey S. Wiener. 1985. The McGrawHill College Handbook.
United States of America: McGrawHill, Inc.
&McMahan, Elizabeth & Susan Day. 1984. The Writers Rhetoric and Handbook.
United States of America: McGrawHill, Inc.
&Moore, Robert H. 1965. Effective Writing. United States of America: Holt,
Rinerhart and Winston, Inc.
&Daiker, Donald A. 1982. The Writers Option: Combining to Composition second
edition. United States of America: Harper & Row Publishers, Inc.
&Grassi, Rosanna & Peter De Blois. 1984. Composition & Literature: A Rhetoric
for Critical Writing. Englewood Cliffs, New Jersey: PrenticeHall, Inc.
&Barnet, Sylvan & Marcia Stubbs. 1980. Practical Guide for Writing. United States
of America: Little, Brown and Company
&Fawcett, Susan & Alvin Sandberg. 1984. A Guide to Writing Evergreen. United
States of America: Haughton Mifflin Company, Inc.

LAMPIRAN
... in an essay, coherence between paragraph is just as important as coherence within
paragraph. ( Beth Neman, 1980: 71)
Dalam sebuah tulisan, koherensi antarparagraf sepenting koherensi dalam paragraf.
...In short, it must hang together. (Elizabeth McMahan, 1984: 392)
Pendek kata , harus bergantung bersama.
In order not to lose your readers when you move from one example to the next, you must
provide transition. ( Elizabeth McMahan, 1984:392)
Agar tidak kehilangan pembaca saat anda beralih dari satu contoh ke contoh selanjutnya,
anda harus menggunakan penghubung.
You can achieve coherence by carefully arranging the information in a paragraph. You
can also achieve coherence by using pronouns, by repeating important word or phrases,
by using parallel structures and by using, by using transitional words and expression.
These techniques rarely appear alone, and yau should combine them to achieve
paragraph that hold together aroung a central theme or topic. (Richard Marius & Harvey
S. Wiener, 1985: 62)
Anda dapat mencapai koherensi dengan menyusun dengan hatihati informasi dalam
sebuah paragraf. Anda dapat juga mencapai koherensi dengan mengguanakan kata ganti,
dengan mengulang katakata atau frasefrase yang penting, dengan menggunakan
struktur paralel dan menggunakan kata hubung dan ungkapan. Teknik ini jarang muncul
sendiri dan anda harus menggabungkannya untuk mencapai paragraf yang digunakan
bersama di sekitar tema pokok atau topik.
A transition can be any word, phrase, sentence, or paragraph that clearly shows the
reader how an idea relates to one or ones which precede it. (Leonard A. Podis,1984:93)
Sebuah penghubung dapat menjadi kata, frase, kalimat atau paragraf yAng secara jelas
menunjukkan kepada pembaca bagaimana sebuah ide saling berhubungan.
Repetition, a device necessary for continuity and clarity, hold the paragraph together.
(Sylvan Barbet, 1980:368)
http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

6/26

3/23/2015

NewPage2

Pengulangan, sebuah cara yang penting untuk meneruskan dan menggabungkan paragraf
bersama.
Consequently, every pronoun forces the reader to think back to the antecedent noun
and by so doing helps to bind together the parts of paragraph. ( Robert H. Moore, 1965:
110)
Sebenarnya, setiap kata ganti memaksa pembaca untuk berpikir kembali ke kata benda
sebelumnya dan dengan menggabungkan bagianbagian paragraf.
KOHERENSI DALAM MENULIS
DEWI RETNANINGSIH, NIM 022224046

BAB I PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG
Semua orang pasti dapat menulis dan membangun paragraf demi paragraf. Hanya saja,
apakah paragraf yang mereka tulis sudah sesuai dengan aturan yang diharapkan atau
belum.Ternyata untuk membuat sebuah tulisan yang bagus tidaklah semudah yang kita
bayangkan, apalagi bagi para penulis pemula.Mereka harus benarbenar belajar
bagaimana menulis yang baik itu. Membangun paragraf itu tidak hanya sekedar
menuliskan katakata dan kalimatkalimat semau kita. Katakata dan kalimat itu harus
sesuai dengan ide atau topik,sehingga terjadi hubungan yang erat antara topik atau judul
dengan penjelasnya. Apa yang hendak disampaikan oleh penulis akan mudah dimengerti
oleh pembaca. Keadaan itulah yang disebut dengan koherensi.
Dalam menulis, baik penulis pemula maupun penulis yang sudah mahir, tidak boleh
melupakan ketentuan menulis yang disebut koherensi. Tanpa adanya koherensi dalam
menulis, maka tulisan yang dihasilkan belumlah sempurna atau bahkan masih jauh dari
sempurna. Tulisan yang dihasilkan akan sulit dimengerti sebab tidak asanya hubungan
yang jelas antara topik dengan kalimatkalimat penjelasnya.
Oleh karena itulah, kami selaku orang yang sedang belajar menulis, mencoba mengulas
dan mencari tahu apa sebenarnya koherensi itu dan bagaimana cara membangun
koherensi dalam suatu tulisan. Untuk mendapatkan pengetahuan tentang koherensi itu,
kami menggunakan metode Library Work, yaitu mencari sumbersumber informasi dari
bukubuku di perpustakaan.

B. PERMASALAHAN
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, sebenarnya banyak muncul permasalahan.
Namun dalam paper ini hanya akan membahas beberapa persoalan sebagai berikut :
1.Pengertian koherensi
2.Bagaimanakah cara kita membangun koherensi dalam menulis

C. TUJUAN
Tujuan penulisan paper ini adalah :
1.Untuk lebih mengetahui cara kerja Library Work
2.Untuk mengetahui apa dan bagaimanakah koherensi dalam menulis itu
3.Untuk berltih menulis bagi pemula yag sedang belajar
4.Sebagai salah satu tugas mata kuliah Menulis II

BAB II PEMBAHASAN

A.PENGERTIAN KOHERENSI/KOHEREN
Pada dasarnya ada beberapa pengertian dari koherensi/koheren, tetapi mereka tetap
memiliki makna yang hampir sama. Secara bebas koherensi/koheren dapat diartikan
sebagai kesatuan hubungan. Menurut Oxford Advanced Leaners Dictionary, koheren
adalah melekat bersama dalam kelomok untuk membentuk esatuan, atau kelogisan dan
kemudahan untuk dimengerti. Cohere is to stick together in a mass or group to form a
whole or coherent is logical or consistent; easy to understand; clear. (Oxford Advanced
http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

7/26

3/23/2015

NewPage2

Leaners Dictionary: 217)


Sedangkan menurut kamus InggrisIndonesia, koheren/koherensi adalah pertalian,
hubugan, masuk akal, bertalian secara logis, saling berlengkatan (Echols dan Shadily:
123)
Koherensi adalah masalah memilih bahan yang benar dan menggunakan kata penghubung
yang benar. Pengertian ini seperti diungkapkan oleh Janice M. Lauer, dkk, Coherence is
a matter of putting the selected material in the right order with the right connectives.
Coherence mean literally to stick together. (Lauer, Montague, Lunsford, dan Emig: 80)
Dalam suatu kesatuan paragraf, setiap kalimat haruslah bersangkut paut denga ide
utama, seperti diungkapkan oleh Elizabeth Ackley, A coherence paragraph is a
paragraph in which the sentences are clearly and logically connected to one another.
(Ackley: 46)
Menurut John S. De Boer, koherensi berasal dari kata Latin yang artinya melekat
bersama. Coherence (from the Latin word) meaning to cling together. (Boer : 75).
Sementara itu, W. Ross Winterowd dan Patricia Y. Murray juga mengungkapkan bahwa
menulis yang koheren adalah menulis, di mana adanya hubungan yang logis dan jelas
antar ide, seperti kutipan berikut : Coherence writing is writing in which the logical
relationship between ideas are apparent. (Winterowd dan Murray : 118)
adi secara sederhana dapat disimpulkan bahwa pengertian koherensi adalah huungan
yang logis, jelas, dan bersanagkut paut antara topik dengan kalimat penjelas, sehingga
pembaca dapat dengan mudah mengertti isi dan maksud yang hendak disampaikan oleh
penulis dalam tulisannya.

B.CARA MEMBANGUN KOHERENSI DALAM MENULIS


Susunan yang baik dari sebuah karangan adalah adanya koherensi yang berurutan dan
jelas dengan ide atau topik. Paragraf dikatakan saling berhubungan atau koheren jika
kalimatkalimatnya saling berhubungan antara satu dengan yang lain, tidak hanya pada
isinya, tetapi juga pada grammar dan strukturnya. Kalimatkalimat tersebut harus efektif
dan terbangun secra alami dan logis antara yang satu dengan yang lainnya. Kesatuan dan
keselarasan hubungan tersebut dicapai dengan memilih kata dan kalimat yang sesuai dan
tepat, dan membuang materi yang tidak sesuai dengan ide atau topik. Dengan demikian,
pembaca akan mudah untuk mengerti dan memahami maksud dari tulisan tersebut.
Dalam menulis, kekurangkoheresian, akan menyebabkan ide tidak berhubungan atau
hubungan antar ide dengan penjelas tidak jelas bagi pembaca.
Secara umum, terdapat empat hubungan koherensi antarkalimat, yaitu :
1.Hubungan penambahan (and)
Banyak dari tulisan kita yang berupa penambahan ide ke dalam ide yang sudah ada.
2.Hubungan pertentangan (but)
Hubungan ini memperlihatkan adanya perbedaan antara dua hal. Kita menggunakan
hubungan pertentangan/perbedaan ketika membandingkan dua hal yang pada hal
tertentu mengalami perbedaan.
3.Hubungan kemudian (then)
Hubungan ini kita gunakanm ketika terjadi perubahan waktu.
4.Hubungan pertimbangan (therefore)
Hubungan pertimbangan ini digunakan dalam proses pertimbangan untuk menyatakan
pendapat.
Sementara itu, untuk mencapai koherensi dalam menulis, ada beberapa cara. Cara yang
mudah dan sederhana antara lain adalah dengan menggunakan kata penghubung dan
urutan logis, dengan mengulang kata kunci dan frasa, dan dengan menggunakan sinonim.
Cara yang pertama yaitu dengan menggunakan kata penghubung dan urutan yang logis
untuk membangun koherensi dalam menulis.Pernyataan ini seperti diungkapkan oleh
Carol Ann Bergman dan J.A. Seen, Achieve coherence by presenting ideas in logical
order and using transitional words and phrases. (Bergman dan Seen: 329)
Bergman dan Seen juga menyatakan bahwa kita harus membetulkan koherensi paragraf
kita dengan mengecek urutan logis dan menambahkan kata penghubung jika diperlukan.
Revise your paragraph for coherence by checking the logical order of ideas and adding
http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

8/26

3/23/2015

NewPage2

transitions when needs. (Bergman dan Seen: 370)


Dalam bahasa Inggris, ada beberapa ekspresi penghubung, antara lain:
Aditional
Also, in addition, for, moreover, and, besides, further, furthermore, equally,
important, next, then, finally.
Example
For example, for instance, thus, as anillustration, namely, specifically.
Contrast
But, yet, however, on the other hand, nevertheless, nonetheless, conversely, in
contrast, on the contrary, still, at the same time.
Comparison
Similarly, likewise, in like manner, in the same way, in comparison.
Concession
Of course, to be sure, certainly, naturally, granted.
Result
Therefore, thus, consequently, so, accordingly, due to this.

Summary
As a result, hence, in short, in brief, in summary, in conclusion, finally, on the
whole.
Time Squence
First, firstly, then, finally, afterwards, before, soon, later, during, meanwhile,
subsequently, immedietely, at length, eventually, in the future, currently.
Place
In the front, in the frontground, in the back, adjacent, nearby, in the distance,
here, there.
Sebagai contohnya (dalam bahasa Indonesia) adalah sebagai berikut:
Air dapat dikatakan sebagai sumber kehidupan. Setiap makhluk hidup memerlukan air.
Sebagai contoh (for example), tumbuhan memerlukan air untuk tumbuh, hewan
memerlukan air untuk minum, dan (and) manusia memerlukan air untuk mandi, minum,
masak, dan sebagainya. Tentu saja (of course) air yang diperlukan oleh manusia adalah
air yang sehat dan memenuhi syarat untuk dikonsumsi. Akan tetapi (but), jika
keberadaan air berlebihan, maka akan berbahaya, sebab akan menyebabkan bencana
banjir. Jadi kesimpulannya (finally) keberadaan air itu dapat menguntungkan dan juga
dapat merugikan jika berlebihan.
Sedangkan mengenai urutan yang logis, kita dapat menggunakan urutan kronologis.
Penulis memperkenalkan kejadian yang diketahui dan menjaga agar pembaca dapat
mengirangira kelanjutan kejadian itu. Suatu saat kita dapat memulainya dari akhir
sebuah cerita tentang pengalaman, baru kemudian kembali ke awal kejaian untuk
menerangkan begaimana suatu kejadian itu terjadi. Untuk itu, dapat digunakan beberapa
penghubung seperti selalu (always), sebelum (before), sekarang juga (immedietly), dan
sebagainya untuk menjelaskan kejadian yang sedang berlangsung.
Contoh penggunaannya (dalam bahasa Indonesia) adalah :
Tadi pagi aku mengalami kecelakaan. Seperti biasa, setiap Minggu pagi aku selalu
(always) pergi berjalanjalan dengan temantemanku. Kami berjalanjalan mengitari
desa. Tibatiba (immedietly) sebuah sepeda motor dengan kecepatan tinggi
menabrakku. Akhirnya terjadilah kecelakaan itu.
Cara yang kedua yaitu dengan mengulang kata kunci dan frasa untuk membangun
koherensi tulisan. Setiap kalimat dalam suatu kesatuan paregraf merupakan jaringan
yang berarti antara yang satu dan yang lain. Mengulang kata kunci dan frasa yang sama
dengan kata yang terdahulu akan menjadikan arti menjadi lebih jelas. Namun demikian,
kita juga harus berhatihati dalam menggunakan pengulangan agar tidak membosankan
dan terkesan monoton.
Penggunaan pengulangan kata kunci dapat dicontohkan sebagai berikut:
Ayah membelikanku sepeda baru. Sepeda itu berwarna biru. Sepeda itu dibeli ayah
http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

9/26

3/23/2015

NewPage2

sebagai hadiah ulang tahunku. Sepeda itu sangat cantik. Sepeda itu aku gunakan untuk
pergi ke kampus. Sepeda itu aku rawat dengan baik setiap hari. Sepeda itu selalu
menemani setiap harihariku. Sepeda itu selalu mengingatkanku pada ayahku tersayang.
Cara yang ketiga yaitu dengan menggunakan sinonim untuk membangun suatui koherensi
dalam menulis. Dengan sinonim akan menambah variasi pada tulisan, tetapi harus
dipastikan bahwa sinonim yang dipilih itu sesuai dengan arti kata yang kita maksudkan.
Contoh penggunaan sininim dalam menulis adalah sebagai berikut :
Sepeda motor bukan lagi sebagai barang antik dan langka. Kendaraan beroda dua dan
bermesin itu telah banyak dimiliki oleh masyarakat, baik di desa maupun di kota.
Hondahonda itu telah berubah menjadi kebutuhan primer bagi sebagian besar
masyarakat. Dengan sepeda bermesin itu orangorang akan mudah untuk mengunjungi
berbagai tempat dengan cepat.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan banwa dalam menulis diperlukan adanya
keterkaitan hubugan atau koherensi, yang dapat dibangun dengan menggunakan urutqan
yang logis dan kata penghubung, dengan menggunakan pengulangan kata kunci dan frasa,
serta dengan menggunakan sinonim.

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN
Dari berbagai uraian pada Bab II tersebut, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1.
2.
3.

Koherensi adalah hubugan yang logis antara topik atau ide dengan kalimatkalimat
penjelas, sehingga mudah diikuti oleh pembaca.
Untuk membangun koherensi dalam tulisan, terdapat tiga cara yang sederhana,
yaitu dengan menggunakan kata penghubung dan urutan yang logis, dengan
menggunakan pengulangan kata kunci dan frasa, dengan menggunakan sinonim.
Tanpa adanya koherensi dalam suatu tulisan, akan menyebabkan hilangnya
hubungan antara ide dengan kalimat penjelas. Selain itu juga akan menjadikan
pembaca mengalami kesulitan untuk memahami dan mengikuti maksud tulisan.

DAFTAR PUSTAKA

Ackley, Elizabeth. 1986. Macmillan English 12. New York: Macmillan Publishing Company.
Bewrgman, Carol Ann & J.A. Seen. 1987. Health Grammar and Composition.
Massachussets : D.C. Health & Company.
Boer, John. S. De. 1982. Basic Language VI. New York : Harren & Row English Curiculum.
Gebhardt, Ricard C and Down Rodngues. 1989. Writing Process and Intentions. Lexington
: D.C. Health and Company.
Gray, Betty G. 1990. World of Language . Atlanta : Silver Burdett & Ginn Inc.
Lauer, Jenice M; Gene Montague; Andrea Lunsford; Janet Emig; 1981. Four Worlds of
Writing. New York : Harper & Row Publisher.
Ruggiero, Vincent Ryan. 1981. The Art of Writing. New York : Alfred Publishing Co. Inc.
Troyka, Lynn Quitman. 1987. Simon & Schuster Handbook for Writer. New Jersey:
PrenticeHall Inc., Englewood Cliff.
Winterowd, W Ross & Patricia Y. Murray. 1985. English Writing and Skills. San Diego :
coronado Publisher.

KOHERENSI DALAM MENULIS


Slamet Priyati/ 022224051

PENDAHULUAN

http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

10/26

3/23/2015

NewPage2

Dalam penulisan sebuah tulisan dalam bentuk apapun ada banyak hal yang sangat penting
dan yang harus diperhatikan oleh penulis baik sebelum maupun pada saat mengerjakan
tulisannya. Salah satu hal yang cukup penting yaitu adanya koherensi dalam tulisan yang
dibuat. Koherensi menunjukkan adanya hubungan atau keterkaitan antara paragraf
dengan judul tulisan atau adanya hubungan kalimat kalimat penjelas dengan kalimat
topik dalam suatu paragraf.
Koherensi sangat penting artinya karena akan membantu memberikan kejelasan kepada
pembaca tentang maksud dari tulisan kita. Bila tulisan yang dibaca mengandung
koherensi, pembaca dapat mengikuti urut urutan yang disampaikan penulis dengan
mudah karena runtutannya jelas, sehingga pembaca dapat menempatkan diri seolah
olah berada pada posisi yang disampaikan pada tulisan.
Koherensi dalam karangan adalah adanya hubungan paragraf paragraf dengan judul
karangan. Dalam hal ini semua paragraf harus mempunyai keterkaitan dengan judul dan
gagasan gagasan yang ada dalam paragraf harus tersusun secara logis dan jelas serta
mampu memberikan gambaran atau menyiratkan isi dari judul yang dibuat. Sedangkan
pengertian koherensi dalam paragraf adalah terjadinya keterkaitan antara kalimat
kalimat yang menyusun paragraf dengan kalimat topik yang ada dalam paragraf itu.Jadi
dalam setiap paragraf terdapat sebuah kalimat topik dan kalimat topik tersebut diikuti
atau didahului oleh beberapa kalimat penjelas yang pada intinya adalah mendukung atau
menjelaskan kalimat topik tersebut.
Dalam sebuah tulisan yang koheren , gagasan gagasan penulis dapat disampaikan dengan
jelas dan mengalir dengan lancar baik dari kalimat satu kekalimat selanjutnya maupun
dari paragraf satu keparagraf berikutnya.Kelancaran dalam menyampaikan gagasan
ditunjukkan dengan teraturnya atau runtutnya cerita tang disajikan.
Tulisan yang koheren sangat diperlukan dan bermanfaat bagi pembaca dalam hal
mencapai pemahaman dari tulisan yang dibacanya. Tulisan yang teratur dan berurutan
akan membentu pembaca memahami maksud tulisan dalam sekali baca, intinya
koherensi itu sangat efektif dan efisien baik bagi penulis sendiri maupun bagi pembaca.

KOHERENSI DALAM MENULIS

Pada saat menulis ,kita harus mengingat satu hal yang sangat penting yaitu harus ada
koherensi dalam tulisan kita.Koherensi mengacu pada hubungan yang harmonis antara
paragraf paragraf dalam tulisan dengan judul yang dipilih dalam tulisan tersebut.
Disamping, itu koherensi juga dapat berarti hubungan atau adanya kererkaitan antara
kalimat kalimat dalam suatu paragraf dengan kalimat topik dalam paragraf itu.
A pharagraph is coherent when the sentence are arranged in a dear
order and ideas flow smoothly from one to the other. A reader should be able to follow
the thought without difficulty, and the transision from sentence to sentence should be
easy and natural ( Brever, 1990: 94).

Brever berpendapat bahwa suatu paragraf dikatakan koheren bila kalimat kalimatnya
tersusun dalam susunan yang jelas dan gagasan gagasan yang ingin disampaikan dapat
mengalir dengan lancar atau tidak terputus putus dari satu kalimat kekalimat lain.
Disamping itu, paragraf yang koheren akan mudah dipahami oleh pembaca tanpa
mengalami kesulitan dan peralihan dari satu kalimat kekalimat yang lain harus mudah
dan alami sehingga dapat membantu pembaca memahami maksud dari tulisan tersebut
dan tidak mengalami kebingungan dalam menankap makna atau pesan yang terkandung
didalamnya.
Sedangkan menurut Troyka( 1987:83) , sebuah paragraf akan dikatakan koheren apabila
kalimat kalimatnya berhubungan satu sama lain , tidak hanya berhubungan dalam hal isi
atau maksud yang dikandung saja tetapi juga dalam struktur tata bahasa dan pilihan
katanya.
Dalam sebuah paragraf, kesatuan dan koherensi merupakan dua hal yang pokok dan
saling berkaitan. Kesatuan dalam paragraf dicapai ketika semua kalimat dalam paragraf
tersebur berhubungan secara jelas dengan gagasan yang dinyatakan dalam kalimat topik.
Dalam paragraf yang menyatu, sangat diperlukan sekali bahwa dalam kalimat kalimat
http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

11/26

3/23/2015

NewPage2

dalam paragraf tersebut dapat mengalir dengan lancar dari kalimat pertama hingga
kalimat terakhir. Bila hal itu sudah terpenuhi , maka paragraf itu dikatakan mempunyai
koherensi.

Unity is achieved when all of the sentence in a pharagraph are clearly related to
the ideas stated in the topic sentence. If a pharagraph is a unified , containing no ideas
or details that do not bear directly on the idea stated in the topic sentence, it should
present no serious problems for a reader. However , it is destrable that one sentence in
a paragraph flow smothly into the next. When the thought of a pharagraph flows easily
from the first sentence through the last, the pharagraph is said to have coherence( John
& Yates, 1982: 199)

Untuk menulis paragraf yang koheren, pertama kali kita hatus tahu beberapa urutan logis
yang dapat membantu kita untuk menyusun informasi yang dibutuhkan dalam
menulis.Sebuah paragraf yang koheren akan mengikuti beberapa urutan logis yaitu urutan
kronologis, urutan ruang , urutan kepentingan, urutan perbandingan dan pertentangan,
atau beberapa urutan logis lain yang dikesankan oleh kalimat topik.
Forlini ( 1987 : 450 453) mengemukakan beberapa urutan logis tersebut yang antara lain:
Dalam urutan kronologis, peristiwa peristiwa atau tindakan tersusun berdasarkan
rangkaian waktu terjadinya. Sebagai contih yaitu dalam penulisan peristiwa peristiwa
sejarah dapat dilakukan dengan mengikuti urutan terjadinya peristiwa itu.
Dalam urutan ruang, rincian rincian fisik ditunjukkan berdasarkan lokasinya disuatu
tempat. Urutan ruang ini sangat berguna terutama dalam mendiskripsikan manusia,
tempat atau benda benda. Urutan ini menunjukkan rincian rincian dalam suatu cara
dimana pembaca mungkin bisa melihatnya secara nyata, misalnya dari atas kebawah,
dari jarak dekat kejarak jauh, dari dalam keluar, dan seterusnya.
Dalam urutan kepentingan , informasi informasi pendukung tersusun dari yang
kkurang penting ke yang paling penting. Memulai dari ide yang kurang kuat menuju ke
yang paling kuat sangat efektif karena hal ini akan membiarkan pembaca dengan gagasan
terkuat. Urutan kepentingan dapat digunakan ketika kita mengemukakan alasan alasan
untuk mendukung sebuah gagasan atau ketika kitamenjelaskan sebuah ide secara
sederhana.
Urutan perbandingan dan pertentangan, gagasan gagasan dalam sebuah paragraf
masih dapat disusun dalam cara cara yang lain.Kita dapat membandingkan gagasan atau
rincian rincian itu dengan melihat kesamaannya, sebaliknya kita juga dapat
mempertentangkan antara gagasan satu dan yang lainnya dengan melihat perbedaannya.
Urutan logis yang lain dapat digunakan untuk mengembangkan sebuah kalimat topik
yang khusus. Jenis urutan logis lainnya mungkin menyusun informsi informasi pendukung
dalam sebuah rangkaian yaitu setiap gagasan baru mungkin didasari oleh gagasan
sebelumnya.

Salah satu cara untuk mendapatkan koherensi adalah dengan menggunakan kata kata
transisional yaitu kata kata yang menunjukkan hubungan antara kalimat kalimat atau
bagian dari kalimat. Dalam menulis ada banyak sekali kata kata transisional yang layim
dipakai. Untuk menunjukkan hubungan waktu kita dapaat menggunakan kata kata
seperti kemudian, selanjutnya, sesudah itu, sementara itu, pada mulanya, sekarang dan
sebagainya, selanjutnya untuk menunjukkan tempat dapat digunakan kata kata
diantara, diluar, pada bagian belakang, diatas, disana, dan lain lain.Untuk menunjukkan
tambahan dapat digunakan kata kata seperti disamping itu, lagi pula , juga,yang
lainnya, sebagai contoh, dan, lagi, selain itu.Lalu untuk menunjukkan pertentangan
biasanya digunakan katakata tetapi, sebaliknya,namun, walaupun, meskipun,dan
sebagainya.Sedangkan untuk menunjukkan rangkuman atau kesimpulan dapat digunakan
kata kata jadi, maka dari itu,kesimpulannya, berdasarkan, dengan meninjau kembali,
oleh karena itu, akhirnya, untuk alasan itu, dan masih banyak lagi. Kta kata dan frase
transisional ini membantu kalimat mengalir lebih lancar dan logis.
Selain menggunakan kata kata dan frase transisional, cara lain untuk mencapai
koherensi adalah dengan pengulangan kata kunci dan frase. Pengulangan ini dapat
http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

12/26

3/23/2015

NewPage2

membantu membuat hubungan makna menjadi lebih jelas dan dapat dipahami oleh
pembaca. Selain itu juga dapat digunakan kata ganti yang secara jelas mengacu pada hal
yang disebutkan sebelumnya, juga dapat membantu dalam pencapaian koherensi.
Christ ( 1982: 68) menberikan penjelasan tentang bagaimana cara untuk menulis paragraf
yang koheren:
1.Tell a bout the details of an event in cronological order that is in the order they
occurred.
2.Build to a climax. Give the details that lead to a high point,and then end the
paragraph as quickly as possible.
3.Arrange the details in order of importance, either the most important detail first on
the must important detail last.The most important last arrangement is similar to
building to a climax.
4.Give details in a sequence of steps.
5.Mention the details in order in location.In deseribing places and the thing in them,
tell what can be seen whan looking from sife to side or from top to bottom.
6.When the preceding suggestions do not apply, use common sense adan arrange
details in any sensible order.
Panduan diatas akan sangat membantu kita mendapatkan koherensi dari tulisan yang
akan kita buat. Sebagai penulis pemula kita perlu tahu tentang dasar dasar menulis yang
benar agar dapat menghasilkan tulisan yang benar juga.Setelah memahami koherensi dan
arti pentingnya koherensi dalam tulisan, maka selanjutnya konsep yang sudah kita terima
itu harus kita terapkan dalam kegiatan menulis yang akan kita laksanakan, sehingga pada
akhirnya kita dapat menghasilkan tulisan yang berkualitas dan bermanfaat.

PENUTUP
Dari uraian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan
sebagai berikut:
1.Koherensi, baik dalam paragraf maupun dalam karangan sangat penting artinya dan
harus selalu ada.
2.Koherensi dan kesatuan merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat
dipisahkan.
3.Paragraf yang koheren akan mengikuti beberapa urutan logis yatu urutan kronologis,
urutan ruang, urtutan kepentingan, urutan perbandibgan dan pertentangan, atau
beberapa urutan logis lain yang dinyatakan dalam kalimat topik.
4.Sebuah paragraf dikatakan mempunyai koherensi bila kalimat kalimatnya tersusun
secara jelas dan logis, gagasan gagasan mengalir dengan lancar dan kalimatnya saling
berhubungan tidak hanya berhubungan dalam hal isi tetapi juga dalam struktur tata
bahasa dan pilihan katanya.
5.Koherensi dapat diperoleh dengan menggunakan kata kata dan frase transisional
yaitu kata kata atau frase yang menunjukkan hubungan antar kalimat atau bagian dari
kalimat.
6.Koherensi juga dapat dicapai dengan pengulangan kata kunci dan frase. Pengulangan
ini akan membantu membuathubungan makna menjadi lebih jelas dan mudah dipahami.

DAFTAR PUSTAKA
Ackley, Elizabeth. 1986. Macmillan English 12. New York: Macmilan Publishing
Company.
Bergman, Coral Ann & J. A. Senn. 1987. Heath Grammer and Composition
Lexington: DC Heath and company.
Brever, Sandra. 1990. World of language. Atlanta: Silver Burdett & Ginn Inc.
Christ, Henry I & Jerame Carlin. 1982. Modern English In Action. Lexington: DC
Heath and Company.
De Boer, John J. 1982. Basic language VI. New York: Harper & Row Publisher,Inc.
Forlini, Gary. 1987. Grammer and composition. New Jersey: Prentice Hall, Inc.
John, Mellie & Paulene M, Yates. 1982. Basic language V. New York: Harper & Row
http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

13/26

3/23/2015

NewPage2

Publisher, Inc.
Laver, Janica M, Gene Montague, Andrea Lunsford, Janet Smig. 1981. Four World
Of Writing. New York: Harper & Row Publisher, Inc.
Rugiero, Vincent Ryan. 1981. The art of Writing. New York: Alfred Publishing Co
,Inc.
Troyka, Lynn,Quitman. 1987. Simon & Schuter Handbook For Writers. New Jersey:
Prentice Hall, Inc.

LAMPIRAN

1 Each paragraph in an essay should connect smoothly with the paragraph before
and after it. (page 241)
In a unified paragraoh each sentence is relevant to the main idea. When you aim
for coherence in writing,you examine the way in which each sentence in a paragraph
is connected to the sentence around it.
A coherent paragraph is a paragraph in which the sentences are clearly and
logically connected to one another.(page 46)
After you have revised your supporting sentences to ensure they are directly linked to
the topic sentence.you will find it easier to revise for coherence:
Repeated words and synonyms
As you revise,see if repeating any words or using synonyms can improve the coherence of
the paragraph.
Pronoun references
Using pronouns in a paragraph allows a writer to be concise as well as coherence. Keep in
mind that the antecedents of pronouns must always be clear.
Transitions
Transitional worlds and phrases help sentences flow more smoothly and logically into
each other.(page 65)
(Ackley,Elizabeth.1986.Macmillan English 12.New York:Macmillan Publishing Company)

Tiaptiap paragraf dalam sebuah essay harus berhubungan secara lancar dengan paragraf
paragraf sebelum dan sesudahnya.(halaman 241)
Dalam sebuah paragraf yang menyatu,setiap kalimat berhubungan dengan pikiran utama.
Ketika kamu berusaha mencapai koherensi dalam menulis,kamu periksa bagaimana
caranya setiap kalimat dalam sebuah paragraf berhubungan dangan kalimatkalimat yang
mengelilinginya.
Paragraf yang koheren adalah paragraf dimana semua kalimatnya berhubungan secara
jelas dan logis.(halaman 46)
Setelah kamu meninjau kembali kalimatkalimat pendukung untuk memastikan bahwa
kalimatkalimat tersebut berhubungan secara langsung dengan kalimat topik,kamu akan
menemukan bahwa lebih mudah untuk merevisi koherensi:
Pengulangan kata dan sinonim
Pada saat kamu merevisi.lihat bahwa mengulang katakata atau menggunakan sinonim
dapat menambah koherensi dari paragraf.
Referensi kata ganti
Penggunaan kata ganti dalam sebuah paragraf memungkinkan penulis menjadi lebih
singkat sebagaimana koheren. Ingatlah bahwa bagian yang mendahului kata ganti harus
selalu jelas.
Transisional
Katakata dan frase transisional membantu kalimat mengalir lebih lancar dan logis satu
sama lain.(halaman 65)

2 Coherence in a paragraph is the quality that makes each sentence seem


connected to all the others. One way to achieve coherence is to present ideas in a logical
order. Another way is to use transitions. Transitions are words and phrases that show how
ideas are related.(page 329)
http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

14/26

3/23/2015

NewPage2

(Bergman,Carol Ann & J.A.Senn.1987.Heath Grammar and Composition.Lexington DC


Heath and Company)

Koherensi dalam sebuah paragraf adalah kualitas yang membuat masingmasing kalimat
berhubungan dengan yang lain. Salah satu cara untuk mencapai koherensi adalah dengan
cara menyampaikan gagasan dalam susunan yang logis. Cara lain yaitu dengan
menggunakan transision. Transision adalah frase yang menunjukkan bagaimana ideide
terhubung.(halaman 329)

3. Unity is achieved by eliminating ideas and details that do not have a close
relation to the topic sentence. Coherence (from the Latin word meaning to cling
together) is achieved by keeping the thought of the paragraph flowing smoothly from
one sentence to the next.
One method of gaining coherence is through the use of transitional wordswords that
show the relationship between sentences or part of sentences. The following are
commonly used transitional expressions:
To indicate a time relationship:then,later,afterwards,meanwhile,at first,now,by this
time.
To indicate place:between,beyond,farther on,in the rear,there,next,over.
To indicate an addition:besides,furthermore,also,another,again,too,for
example,and,in addition,moreover.
To introduce a contrast:but,still,on the other hand,nevertheless,although,however.
To introduce a summary or conclusion:thus,consequently,in conclusion,accordingly,in
review,hence,finally,for this reason.
These words,properly used,function as trail markers to help your reader follow your
thought. If use too much,however,they can make for stiff,mechanical writing.
Another method for achieving coherence is by repeating key words and phrases. Every
sentence in a unified paragraph is likely to be linked in meaning with the ones around it.
Repeating key words and phrases helps to make the meaning relations obvious.(page 75
76)
(De Boer John J..1982.Basic Language 6.New York:Harper & Row Publisher,Inc.)

Kesatuan dicapai dengan cara menghilangkan ide dan rincianrincian yang tidak
mempunyai hubungan yang dekat dengan kalimat topik. Koherensi (dari kata Latin yang
artinya melekat bersama ) yang diperoleh dengan menjaga gagasan dari paragraf agar
tetap mengalir dengan lancar dari satu kalimat ke kalimat selanjutnya.
Salah satu cara mencapai koherensi adalah melalui penggunaan katakata
transisional,yaitu katakata yang menunjukkan hubungan antar kalimat atau bagian dari
kalimat. Berikut ini adalah ekspresiekspresi transisional yang umum dipakai:
Untuk menunjukkan hubungan waktu:kemudian,selanjutnya,sesudah itu,sementara
itu,pada awalnya,sekarang,pada waktu ini.
Untuk menunjukkan tempat:diantara,di luar,lebih jauh,pada bagian belakang,di
sana,selanjutnya,di atas.
Untuk menunjukkan tambahan:di samping itu,lagipula,juga,yang lainnya,lagi,sebagai
contoh,dan,dan lagi,selain itu.
Untuk menunjukkan pertentangan:tetapi,sebaliknya,namun,walaupun.
Untuk menunjukkan rangkuman atau kesimpulan:jadi,maka dari
itu,kesimpulannya,berdasarkan,dengan meninjau kembali,oleh karena itu,akhirnya,untuk
alasan itu.
Katakata tersebut semestinya dipakai,berfungsi sebagai jejak untuk membantu
pembacamu mengikuti gagasanmu. Tetapi bila digunakan terlalu banyak,mereka bisa
menyebabkan kekakuan,penulisan mekanis.
Cara lain untuk mencapai koherensi adalah dengan mengulang kata dan frasa kunci.
Setiap kalimat dalam paragraf yang menyatu mungkin dihubungkan artinya dengan
kalimat yang melingkupinya. Pengulangan frase dan kata kunci membantu untuk
membuat hubungan makna menjadi jelas.(halaman 7576)

http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

15/26

3/23/2015

NewPage2

4. In addition to unity, a paragraph should have coherence.In a coherent paragraph,


the ideas will be logically organized. They will also be presented in a way that makes the
connection between them easy to see. To make a paragraph coherent, you can use one
of a number of different logical orders as well as certain connecting words, called
transitions.
In order to write coherent paragraph, you shoul first become familiar with the different
logical orders that can be used to organize information when you write paragraph.
A coherent paragraph, will follow some logical order: cronologocal order, spatial order,
order of importance, comparison and contrast order, or some other logical order
suggested by the topik sentence.

In chronologocal order events or actions are arranged according to their sequence in


time. For example, you can write about historical events simply by following the order
in which the events took place. Or you can explain a laboratori process in terms of the
steps that some one must follow to perform the process.
In spatial order physical details are presented according to their location in a scene .
This order is particularly useful in descriptions of people, places, and things. It presents
details in a way that a reader might actualy see them. From top to bottom, from neares
to far thest, from the inside to the out side, and so forth.
In order of importance, supporting infpormation is arrangad from least important to
the most important. Going from the least powerful or leas important idea to the most
important is effective because it leaves the reader with the strongest idea. You can use
order of importance when you are presenting reason to support an opinion or when you
are simply explaining an idea.
Comparison and contrast order. The ideas in a paragraph can be arranged in still other
ways. Ideas or detail can be compared because of their differencis between two kinds of
watches.
Other logical orders can be used to develop a particular topic sentence. Another kind
of logical order might arrange supporting information like a series of building blocks:
each new thought might be based on the idea before it.
( page 45 0 453)
(Forlini, Gary.1987. Grammar and Composition.New Jersey:Prentice Hall,Inc.)

Disamping kesatuan.sebuah paragraf harus mempunyai koherensi. Dalam sebuah paragraf


yang koheren,gagasangagasan akan tersusun dengan logis. Gagasangagasan itu juga
akan ditampilkan dalam suatu cara yang membuat hubungan diantaranya mudah untuk
dikihat. Untuk membuat paragraf yang koheren , kamu dapat menggunakan salah satu
dari sejumlh susunan logis yang berbeda dan juga kata kata penghubung tertentu yang
disebut transition.

Untuk menulis paragraf yang koheren, pertama kali kamu harus akrap dengan urutan
urutan logis yang berbeda yang dapat digunakan untuk menyusun informasi ketika kamu
menulis paragraf.
Sebuah paragraf yang koheren akan mengikuti beberapa urutan logis: urutan kronologis,
urutan ruang, urutan kepentingan, urutan perbandingan dan pertentangan, atau
beberapa urutan logis lain yang dikesankan oleh kalimat topik.

Dalam urutan kronologis, peristiwa atau perbuatan perbuatan tersusun berdasarkan


rangkaian waktunya.Sebagai contoh, kamu dapat menulis tentang peristiwa peristiwa
sejarah dengan mudah dengan cara mengikuti urutan dimana peristiwa itu terjadi.Atau
kamu dapat menjelaskan proses laboraturium sebagai syarat dari langkah langkah yang
harus diikuti oleh seseorang untuk memperagakan proses itu.
Dalam urutan ruang , rincian rincian fisik ditunjukkan berdasarkan lokasi mereka
disuatu tempat. Urutan ini terutama sekali berguna dalam mendeskripsikan manusia,
tempat, dan bendabenda.Urutan ini menunjukkan rincian rincian dalam suatu cara
dimana pembaca mungkin bisa melihatnya secara nyata.Dari atas kebawah, dari terdekat
ke terjauh, darii dalam keluar, dan seterusnya.
http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

16/26

3/23/2015

NewPage2

Dalam urutan kepentingan, informasi informasi pendukung tersusun dari yang kurang
penting ke yang paling penting. Mulai dari ide yang kurang kuat atau kurang penting
menuju ke yang lebih penting sangat efektif karena hal ini membiarkan pembaca dengan
gagasan terkuat.Kamu dapat menggunakan urutan kepentingan ketika kamu menampilkan
alasan alasan untuk mendukung sebuah gagasan atau ketika kamu menjelaskan sebuah
ide secara sederhana.
Urutan perbandingan dan pertentangan. Gagasan gagasan dalam sebuah paragraf
masih dapat disusun dalam cara cara yang lain.Gagasan gagasan atau rincian rincian
dapat diperbandingkan karena kesamaannya,atau mereka dapat dipertentangkan karena
perbedaannya.
Urutan logis yang lain dapat digunakan untuk mengembangkan sebuah kalimat
topik yang khusus. Jenis urutan logis lainnya mungkin menyusun informasiinformasi
pendukung seperti sebuah rangkaian blok bangunan:setiap gagasan baru mungkin didasari
gagasan sebelumnya. (halaman 450453)

5. Unity is achieved when all of the sentences in a paragraph are clearly related to
the idea stated in the topic sentence. Often when you are writing,one of your supporting
sentences may start you thinking about an idea that has nothing yo do with the
statement you made in your topic sentence.

If a paragraph is unified,containing no ideas or details that do not bear directly on the


idea stated in the topic sentence,it should present no serious probleme for a reader.
However,it is desirable that one sentence in a paragraph flow smoothly into the next.
When the thought of a paragraph flows easily from the first sentence through the last,the
paragraph is said to have coherence.
One way of achieving coherence is through the use of transitional words and expressions
words that show the relationship between sentences or parts of sentences. Another
method of achieving coherence is by repeating key words and phrases. The sentences in a
unified paragraph should have a close relationshipto each other. Repeating important
words and phrases can help to make this relationship apparent. In addition,using
pronouns that clearly refer to previously mentioned nouns can also aid in achieving
coherence. (page 199200)

(John,Mellie and Paulene M.Yates.1982.Basic Language 5.New York:Harper & Row


Publishers,Inc.)
Kesatuan dicapai ketika semua kalimat dalam sebuah paragraf berhubungan secara jelas
dengan gagasan yang dinyatakan dalam kalimat topik. Sering ketika kamu menulis,salah
satu dari kalimat pendukungmu bisa memulai kamu berpikir tentang sebuah gagasan yang
tidak mempunyai apapun untuk dihubungkan dengan pernyataan yang kamu buat dalam
kalimat topik.

Jika sebuah paragraf menyatu,tidak mengandung gagasangagasan atau rincianrincian


yang tidak menunjang secara langsung pada gagasan yang dinyatakan dalam kalimat
topik,hal ini tidak akan memperlihatkan masalah yang serius bagi pembaca.
Tetapi,sangat diperlukan sekali bahwa satu kalimat dalam sebuah paragraf mengalir
dengan lancar dari kalimat pertama sampai terakhir,paragraf tersebut dikatakan
mempunyai koherensi.

Salah satu cara mencapai koherensi adalah melalui penggunaan katakata dan ekspresi
transisional yaitu katakata yang yang menunjukkan hubungan antarkalimat atau bagian
dari kalimat. Cara lain untuk mencapai koherensi adalah dengan pengulangan kata kunci
dan frase. Kalimatkalimat dalam paragraf yang menyatu,harus mempunyai hubungan
dekat satu sama lain. Pengulangan katakata penting dan frase dapat membantu
membuat hubungan ini jelas kelihatan. Selain itu,penggunaan kata ganti yang secara
jelas mengacu pada benda yang disebutkan sebelumnyajuga dapat membantu dalam
pencapaian koherensi. (halaman 199200)

http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

17/26

3/23/2015

NewPage2

6 .A paragraph is coherent when the sentences are arranged in a clear order and
ideas flow smoothly from one to the other. A reader should be able to follow the thought
without difficulty ,and the transition from sentence to sentence should be easy and
natural.
In addition to logical arrangement of ideas the use of transitional words and pfrases will
help you achieve coherence. Transitional words are like bridges, connecting ideas within
paragraph or between paragraph.( Page 94)

(Brever, Sandra. 1990. World of Language. Atlanta: Silver Burdett & Ginn Inc)
Sebuah paragraf koheren jika kalimatkalimatnya tersusun dalam urutan yang jelas dan
gagasangagasan mengalir dengan lancar dari satu hal ke hal lain. Seorang pembaca harus
bisa mengikuti gagasan tanpa kesulitan dan transisi dari kalimat ke kalimat harus mudah
dan alami.
Disamping susunan logis dari gagasangagasan,penggunaan katakata transisional dan
frasa akan membantumu mencapai koherensi. Katakata transisional itu seperti
jembatan,menghubungkan gagasan dengan paragraf atau antar paragraf.(halaman 94)

7. Guides for writing coherent paragraph


Tell about the details of an event in chronological order that is in the order they
occurred.
Build to a climax. Give the details that lead to a high point,and then end the
paragraph as quickly as possible.
Arrange the details in order of importance,either the most important detail first or
the most important detail last. The most importantlast arrangement is similar to
building to a climax.
Give details in a sequence of steps.
Mention the details in order of location. In describing places and the thing in
them,tell what can be seen when looking from side to side or from top to bottom.
When the preceding suggestions do not apply,use common sense and arrange details in
any sensible order.
(Christ,Henry I.AND Jerome Carlin.1982.Modern English in Action.Lexington:DC Heath and
Company)
Panduan untuk menulis paragraf yang koheren
Kemukakan tentang rincian rincian dari suatu peristiwa dalam urutan kronologis yaitu
dalam urutan terjadinya.
Ciptakan klimaks. Berikan rincian yang menunjukkan poin yang tinggi dan kemudian
akhiri paragraf tersebut secepat mungkin.
Susunlah rincian rincian tersebut dalam urutan kepentingan, atau rincian yang paling
penting terlebih dahulu atau rincian yang paling penting pada akhir. Susunan yang paling
penting diakhir sama dengan membangun klimaks.
Berikan rincian rincian dalam sebuah rangkaian langkah.
Sebutkan rincian rincian itu dalam urutan tempat. Dalam mendiskripsikan tempat dan
benda benda, ceritakan apa yang dapat dilihat bila melihat dari sisi kesisi atau dari atas
kebawah.
Ketika pernyataan pernyataan terdahulu tidak diterapkan, gunakan pengertian umum
dan susun rincian rincian tersebut dalam urutan yang pantas.

8. Effective arrangement of a composition resuld in coherence that is in the


continuity of the ideas, the smoothness of connections. Coherence refers in one sense to
the relation ship among the ideas, and in another, to the clarity with wich thost
relationsship are expressed. In writing that lack coherence, either the ideas are not well
related or their relationship are not made clear to the reader.
There are four such relationship:
and relationship
Much of your writing will involve adding one idea to another.
but relationship
This shows contrast .It exists whenever we say to thing that in some way oppose each
http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

18/26

3/23/2015

NewPage2

other.
then relationship
It exists whenever there is a change in time.
therefore relationship
This manifests the process of reasoning, of making a judgment.

( Ruggiero, Vincent Ryan. 1981. The Art Of Writing. New York : Alfred Publishing Co,
Inc. Page 9899)

Susunan yang efektif dari sebuah komposisi menghasilkan koherensi yaitu pada
kelancaran gagasan, kelancaran hubungan. Koherensi mengacu pada suatu keadaan
hubungan diantara gagasan gagasan dan yang lainnya, pada kejelasan dengan cara apa
hubungan itu disampaikan. Dalam menulis tulisan yang kurang koheren, gagasan gagasan
tidak terhubung dengan baik atau hubungannya tidak membuat jelas bagi pembaca.Ada
empat hubungan seperti itu:

Hubungan dan
Banyak dari tulisanmu akan melibatkan penambahan satu gagasan ke gagasan lain.
Hubungan tetapi
Hal ini menunjukkan pertentangan. Ini akan ada bila kita mengatakan dua hal dalam
beberapa cara berlawannan satu sama lain.
Hubungan kemudian
Hal ini terjadi bila ada perubahan waktu.
Hubungan oleh karena itu
Hal ini menunjukkan proses pemikiran dalam membuat keputusan.

9. A paragraph is coherent when its sentences are related to each other, not only in
content but also in gramatical strucrures and choice word. Techniques that help to make
paragraph coherent include using transitional expressions, using pronouns, repeating key
words and using pararell structure.
( Troyka, Lynn Quidman. 1987.Simon & Chuster Hand book for writers. New Jersey:
Prenteacer hall, Inc. Page 83)

Sebuah paragraf dikatakan koheren bila kalimat kalimatnya berhubungan satu sama lain,
tidak hanya dalam isi tetapi juga dalam struktur tata bahasa dan pilihan kata. Teknik
yang membantu untuk membuat paragraf koheren mencakup penggunaan ekspresi
transisional, penggunaan kata ganti, pengulangan kata kunci dan penggunaan struktur
paralel.

10. Coherence is a matter of putting the selected material in the right order with the
right connectives.Coherence means literally to stick together
( Lauer, Janice M. 1981. Four World of Writing. New York: Harper &Row Publisher. Page
80)
Koherensi adalah persoalan dalam peletakan bahan bahan yang terpilih dalam urutan
yang benar dengan hubungan yang benar. Koherensi artinya secara harfiah adalah
menempelkan bersama sama.

KOHERENSI DALAM TULISAN


Ari Sudiyati, NIM 022224049
BAB I PENDAHULUAN

Menulis merupakan pross penyampaian ide ke dalam tulisan. Untuk membuat


suatu tulisan yang baik harus memperhatikan beberapa hal termasuk pembaca dan isi
tulisan itu sendiri.
Isi merupakan bagian terpenting dalam tulisan karena di dalamnya terdapat ide
http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

19/26

3/23/2015

NewPage2

ide yang ingin disampaikan oleh penulis. Cara yang digunakan untuk menyampaikan isi
tuisan sangat berpengaruh terhadap ideide yang ingin disampaikan dalam tulisan kepada
pembaca. Berhasil atau tidaknya penyampaian ide tersebut tergantung bagaimana
penulis mengolah dan menyajikan isi tulisan agar mudah diterima dan dipahami oleh
pembaca.
Penyajian isi tulisan yang baik akan menarik minat pembaca untuk membaca
tulisan yang kita tulis. Dalam penyajian tulisan ini harus memperhatikan beberapa hal,
diantaranya adalah bahasa, struktur kalimat, dan hubungan antar kalimat maupun
peregraf yang menjadi bagian dari tulisan. Dalam istilah kebahasaan hubungan antar
kalimat atau paragraf tersebut dikenal dengan koherensi.
Koherensi dalam tulisan merupakan hubunngan yang menyatukan ideideyang
ingin disampaika oleh penulis. Koherensi ini membuat isi tulisan menjadi jelas dan mudah
dipahami. Oleh karena itu koherensi sangat penting dalam setiap tulisan.
Keberadaan koherensi sebagai salah satu hal yang penting dalam tulisan
menjadikan masalah koherensi banyak dibahas dalam bukubuku yang menyangkut teknik
penulisan. Pembahasan mengenai koherensi ini sangat penting karena merupakan hal
yang cukup mendasar dalam tulisan. Oleh karena itu dalam bab selanjutnya juga akan
dibahas mengenai koherensi berkaitan dengan pengenalan terhadap koherensi, caracara
memperoleh koherensi serta halahal lain yang berhubungan dengan koherensi tersebut.
Pembahasan mengenai koherensi ini akan menguraikan pentingnya koherensi dalam suatu
tulisan.

BAB II PEMBAHASAN

A.MENGENALI KOHERENSI TULISAN


Pembahasan mengenai koherensi menyangkut pemahaman mengenai
hubungan kesatuan dalam tulisan. Menurut asal katanya, koherensi berasal dari bahasa
Latin yang artinya melekat bersama. Dalam hal ini koherensi melekatkan /
menghubungkan ide, kalimat, paragraf, dan bagianbagian lain dalam tulisan.
Tulisan yang baik memuat koherensi yang menunjukkan hubungan ideide
secara logis dan jelas. Setiap paragraf dalam tulisan harus saling berhubungan baik
dengan paragraf sebelum maupun sesudahnya. Each paragraf in an essay should connect
smoothly with the paragraph before and after it. (Elizabet Ackley : 241). Paragraf yang
saling berhubungan ini akan membuat tulisan menjadi jelas dan mudah dipahami oleh
pembaca.
Beberapa penulis berpandangan bahwa paragraf yang koheren adalah
paragraf yang kalimatkalimatnya saling berhubungan. Kalimatkalimat dalam paragraf
tersebut harus berhubungan secara jelas dan mengikuti urutan yang logis berupa susunan
kronologis, susunan ruang, susunan kepentingan, perbandingan dan pembedaan, serta
susunansusunan logis yang lain.
Tulisan yang koheren akan mudah dipahami karena pembaca akan lebih
mudah mengikuti pikiranpikiran dan peralihan ideide penulis dalam tulisan.

B.CARA MEMPEROLEH KOHERENSI


Tulisan yang baik harus memilki koherensi yang di dalamnya
terdapat hubungan kesatuan antara bagianbagian dalam tulisan. Menurut John J. De
Boer (1982 : 75) kesatuan dalam tulisan tersebut diperoleh dengan menghilangkan ideide
dan rincianrincian yang tidak mempunyai hubungan dekat dengan kalimat topik. Dia juga
berpendapat bahwa koherensi diperoleh dengan mempertahankan pikiranpikiran dalam
paragraf agar mengalir denan lancar dari kalimat satu ke kalimatkalimat selanjutnya.
Unity is achieved by eliminating ideas and details that do not have a close relation to the
topic sentence. Coherence (from the Latin word meaning to cling together) is achieved
by keeping the thought of the paragraph flowing smoothly from one sentence to the
next. (John J. De Boer ; 750

http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

20/26

3/23/2015

NewPage2

Paragraf sebagai bagian dari tulisan juga harus memilki koherensi. Kalimat
kalimatnya harus berhubungan tidak hanya menyangkut isinya saja tetapi juga dalam
struktur gramatikal dan pemilihan kata. Henry I. Christ dalam bukunya berjudul modern
English in Action menuliskan beberapa petunjuk untuk menuliskan paragraph yang
koheren, yaitu :
a.Menceritakan rincianrincian kejadian dalam susunan kronologis yaitu menurut urutan
kejadiannya.
b.Mengembangkan ideide hingga mencapai klimaks
Hal ini dilakukan dengan memberikan rincianrincian yang semakin memuncak dan
kemudian megakhiri paragraf secepat mungkin.
c.Menyusun rincianrincian menurut urutan kepentingan
d.Memberikan rincianrincian dalam rangkaian tahaptahap
e.Menyebutkan rincianrincian dalam susunan lokasi. Dalam mendeskripsikan tempat
dan barangbarang dalam lokasi yang ada dalam rincian kita juga harus menceritakan apa
yang kita lihat dari sisi ke sisi atau dari dasar ke dasar.
f.Jika kesan yang kita tampilkan di awal tidak berguna, kita bisa menggunakan rincian
rincian dalam susunan apapun yang cocok.
Selanjutnya, beberapa penulis mencatat bahwa ada beberapa cara yang bisa
digunakan untuk mempermudah dalam mendapatkan koherensi, yaitu :
a.Menggunakan katakata dan frase penghubung
Katakata penghubung dalam tulisan menunjukkan hubungan antar kalimat atau
bagianbagian kalimat. Katakata dan frase penghubung ini menghasilkan koherensi
dengan membuat pikiranpikiran kalimat menjadi jelas, lancar dan mudah didikuti.
Dengan kata lain, kata dan frase trsebut bisa membantu pembaca mengetahui bagaimana
penulis mengalihkan ideidenya.
John J. De Boer (1982 : 75) menyatakan beberapa pernyataan penghubung yang
bisa digunakan meliputi katakata dan frase yang menunjukkan hubungan waktu, tempat,
penambahan, perbandingan / perbedaan, dan ringkasan atau kesimpulan. Pernyataan
penghubung tersebut sebagai penanda untuk membantu pembaca mengikuti pemikiran
penulis.
b.Menggunakan kata ulang dan sinonim
Menurut Elizabeth Ackley (1986 : 46) kita bisa menciptakan hubungan yang kuat
antar kalimat dengan mengulang katakata yang sama atau dengan menggunakan
sinonim. Tetapi dalam pengulangan ini harus dilakukan dengan hatihati dan menghindari
penyederhanaan yang berlebihan serta penulisan halhal yang membosankan. Penggunaan
sinonim bisa memberi variasi dalam tulisan.
c.Menggunakan kata ganti
Kata ganti bisa digunakan untuk menghubungkan kalimatkalimat dalam paragraf.
Kata ganti tersebut juga bisa menunjukkan bahwa kalimatkalimat yang mendahului kata
kata tersebut jelas. Selain itu pengulangan katakata dan frase penting juga dapat
membantu mebuat hubungan kalimatkalimat dalam paragraf terlihat jelas. Bahkan
menurut Betty G. Gray kata ulang merupakan jembatan yang menghubungkan ideide
dalam paragraf atau ideide antar paragraf. Oleh karena itu pengulangan kata dan frase
ini penting untuk mendapatkan koherensi.
Selanjunya kita juga harus memperhatikan bahwa kejadiankejadian dalam
sebagian besar cerita kebanyakan berkembang dalam urutan kronologis. Dengan
mengenalkan kejadiankejadian tersebut seperti apa yang terjadi akan membuat
pembaca penasaran untuk mengetahuai kejadiankejadian selanjutnya.
Penulis harus bisa mengungkapkan kejadiankejadian yang akan ditulis secara
urut menurut urutan waktu, ruang kepentingan, perbandingan, dan lainlain. Penulisan
kejadian scara kronologis tersebut juga akan membantu kita memperoleh koherensi.

BAB III KESIMPILAN

Tulisan yang baik harus memuat koherensi yaitu hubungan yang menyatukan
bagianbagian dalam tulisan baik kalimatkalimatnya maupun paragraf yang menyusun
http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

21/26

3/23/2015

NewPage2

tulisan. Koherensi membuat tulisan mudah diterima dan dipahami oleh pembaca.
Pembaca akan lebih mudah mengikuti pikiran dan ideide yang disampaikan penulis
dalam tulisan. Oleh karena itu koherensi merupakan salah satu hal terpenting yang perlu
diperhatikan dalam setiap penulisan.
Dalam proses menulis, koherensi bisa diperoleh melalui beberapa cara.
Penggunaan kata dan frase penghubung, sinonim, kata ganti, dan kata ulang bisa
mempermudah penulis untuk memperoleh koherensi. Selain itu mengungkapkan kejadian
kejadian yang ingin disampaikan dalam tulisan secara kronologis juga penting untuk
memperoleh koherensi. Dengan begitu tuisan yang mempunyai koherensi akan lebih
mudah diperoleh.

DAFTAR PUSTAKA
Ackley, Elizabeth. 1986 . Macmilan English . New York : Macmilan Publishing Company.
Carol Ann Bergman & J. A. Senn. 1897 . Heath Grammar and Composition. Lexington : DC
Heath Company
Christ, Henry I. 1982 . Modern English in Action. Lexington : DC Heath Company
De Boer, John J. 1982 . Basic Language VI. New York : Harper & Row English Curriculum
Forlini, Gary. 1987 . Grammar and Composition . Englewood Cliffs, New Jersey : Prentice
Hall Inc.
Gray, Betty G. 1990 . World of Language . Atlanta, Ga : Silver Burdett & GINN Inc.
Lauber, Jonice M. 1981 . Four Worlds of Writing . New York ; Harper & Row Publisher
Melline John & Paulene M. Yares. 1982 . Basic Language V. New York : Harper & Row
English Curriculum
Mc Crimmon, Jones M. 1984 . Writing With A Purpose . Boston : Houghton Company
Ruggerio, Vincent Ryan. 1981 . The Art of Writing . new York : Alfred Publishing Co Inc
Troyka, Lynn Quitman . 1987 . Handbook for Writing . Englewood Cliffs, new Jersey :
PrenticeHall Inc
W. Ross Wionterowd & Patricia Y. Murray . 1985 . English Writing and Skills . San Diego :
Coronado Publisher

KOHERENSI
TRI HASTIRIN 022224045
BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Menulis merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan kerena dengan menulis kita bisa
menuangkan perasaan kita yang bisa dijadikan bahan bagi karangan kita atau bahkan
untuk novel. Namun bagi orangorang yang belum bisa menulis, untuk menghasilkan
karangan saja mereka merasa kesulitan. Kadang mereka enggan menulis karena bingung
mengenai apa yang akan ditulis. Atau bahkan mereka takut apakah hasil karangannya itu
berkualitas atau tidak. Memang menulis itu tidak gampang karena dalam menulis ada
syaratsyarat yang harus dipenuh.

Sering kita membaca suatu karangan tetapi kita tidak bisa menangkap isi karangan
tersebut. kadang kita bingung membaca karangan itu karena urutanurutannya tidak
logis. Karangan terseBut merupakan salah satu contoh karangan yang tidak berkualitas
dan disusun belum memenuhi aturanaturan dalam menulis.

Adanya koherensi antar kalimat dalam paragraf atau antar paragraf dalam suatu
karangan merupakan salah satu syarat dalam menulis yang harus dipenuhi. Dengan
adanya koherensi atau hubungan yang logis tersebut karangan itu menjadi berkualitas
dan juga bisa ditangkap oleh pembaca. Namun, dalam menulis untuk mencapai suatu
koherensi atau hubungan yang logis tersebut memang tidak mudah.

B.Rumusan Masalah
Koherensi merupakan syarat penting yang harus dipenuhi saat menulis baik suatu
http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

22/26

3/23/2015

NewPage2

karangan maupun karya ilmiah. Karena koherensi memegang peranan penting dalam
suatu karangan. Berdasarkan pentingnya koherensi serta latar belakang masalah diatas,
maka dapat dijelaskan mengenai:

1.Apa yang dimaksud dengan koherensi ?


2.Bagaimana ciriciri suatu paragraf yang koheren ?
3.Apa pentingnya koherensi dalam paragraf ?
4.Bagaimana caracara untuk mencapai koherensi ?

C.Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka penulisan ini bertujuan untuk:
1.Menjelaskan apa yang dimaksud dengan koherensi.
2.Menjelaskan ciriciri suatu paragraf yang koheren.
3.Menjelaskan pentingnya koherensi dalam paragraf.
4.Menjelaskan caracara untuk mencapai koherensi.

BAB II PEMBAHASAN
A.Pengertian Koherensi
Salah satu syarat penting dalam menghasilkan suatu karangan yang baik dan berkualitas
yaitu adanya koherensi dalam karangan tersebut. menurut James M. Mc. Crimmon (1984)
dan juga Jenice M. Cauer (1981), koherensi secara harfiah atau arti katanya, koherensi
berarti tetap bersatu.
Koherensi adalah tersusunnya uraianuraian sehingga bagianbagiannya berkaitan satu
sama lain. Dalam karangan, koherensi merupakan hubungan logis antara bagianbagian
karangan atau antara kalimatkalimat dalam suatu paragraf.koherensi pada suatu
paragraf merupakan sifat yang membuat setiap kalimat terlihat berhubungan satu dengan
yang lainnya. Koherensi menunjukkan adanya suatu kesatuan yang utuh dalam paragraf
tersebut atau memperlihatkan kesatuan antar komponenkomponen atau bagianbagian
dalam karangan. Koherensi juga menunjukkan kesatuan antara bentuk dan isi serta ide
karangan tersebut. menurut Vincent Ryan Ruggiero (1981: 99), coherence refers in one
sense to the relationships among the ideas and in another, to the clarity with wich those
relatinships are expressed.
B.Ciriciri Paragraf yang Koheren
Sebuah paragraf yang baik harus mempunyai kesatuan antar kalimatkalimat yang
membentuk paragraf tersebut. Kesatuan ini dapat dicapai dengan kalimat pendukung
yang berhubungan dengan ide dalam kalimat topik. Dalam paragraf yang bersatu dan
terpadu, setiap paragraf ada hubungannya atau bersangkut paut dengan ide pokok.

Disamping kesatuan, ciri dari sebuah paragraf yang baik harus mempunyai koherensi.
Coherence and unity are characteristics of a wellconstructed paragraph. (Henry I. Christ
dan Jerome Carlin, 1982 : 68). Sebuah paragraf dikatakan koheren apabila kalimat
kalimat yang membentuk paragraf tersebut berhubungan satu dengan yang lainnya
dengan jelas dan secara logis. Kalimatkalimat tersebut saling berhubungan atau
berkaitan serta disusun bersama sehinnga membentuk kesatuan.

Menurut Gary Forlini (1987 : 450), paragraf yang koheren disusun mengikuti urutan logis
yang berbeda yang dapat digunakan untuk menyusun informasi yang akan ditulis. Urutan
logis itu meliputi urutan waktu, urutan dalam perbandingan dan pertentangan, dan
urutan mengenai hal yang penting dari halhal yang akan ditulis. Ide dalam paragrafyang
koheren juga disusun secara logis. Ideide pada paragraf yang satu dengan yang lain
mempunyai hubungan atau keterkaitan serta ideide itu mengalir dengan lancar. Hal ini
diperkuat dengan pendapatnya Sandra Brever (1990 : 94), A paragraph is coherent when
the sentences are arranged in a clear order and ideas flow smoothly from one to the
other. Pada paragraf yang koheren, kalimatkalimatnya saling berhubungan tetapi tidak
http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

23/26

3/23/2015

NewPage2

hanya mengenai isi melainkan juga pada struktur tata bahasa dan pemilihan kata.

Apabila kalimatkalimat dalam paragraf tersebut berhubungan dengan ide utama,


paragraf tersebut dapat dikatakan sebagai paragraf yang koheren dan juga terpadu. If
the sentences in a paragraph are directly related to the main idea and to each other,
the paragraph is unified and coherence. (Elizabeth Ackley, 1986: 48).

C.Pentingnya Koherensi dalam Paragraf


Selain membuat karangan berkualitas, koherensi sangat penting karena dengan koherensi
pembaca yang membaca karangan itu bisa menangkap apa yang dimaksud dalam
karangan itu. Pembaca dapat mengikuti pikiran penulis karangan tersebut dengan lancar
dan tanpa kesulitan. A reader should be able to follow the thougt without difficulty,
and the transition from sentence to sentence should be easy and natural ( Sandra
Brever, 1990: 94).

Tanpa adanya koherensi pada suatu paragraf ataupun karangan akan membingungkan
pembaca. Karena kalimatkalimat dalam paragraf tersebut dan juga paragrafparagraf
dalam karangan tidak berhubungan, serta ideide dalam karangan tersebut tidak ada
kaitannya.

Menurut Vincent Ryan Ruggiero (1981: 99), karangan tanpa koherensi ataupun ideide
tidak berhubungan dengan baik, membuat pembaca tidak jelas dengan apa yang
dibicarakan tersebut. Paragraf yang tidak koheren dapat membingungkan pembaca
karena ideidenya tidak diatur dengan jelas atau tidak disusun dengan baik. Oleh karena
itu, ketika menulis sebaiknya pada saat memperbaiki kita harus meyakinkan bahwa ide
idenya disajikan sejelas mungkin.

Menurut James M. Mc Crimmon, dalam paragraf yang koheren, kalimatkalimatnya


dirangkai bersama sehingga pembaca dapat pindah dari satu kalimat ke kalimat
berikutnya dengan mudah dan membaca paragraf tersebut sebagai suatu keseluruhan
yang digabungkan daripada sebagai suatu rangkaian kalimat yang terpisahkan.

Koherensi dalam paragraf atau karangan memang sangat penting karena dengan
koherensi karangan menjadi baik dan berkualitas, ideide yang dituangkan menjadi jelas,
dan karangan menjadi bersatu dan terpadu. Dan juga pembaca tidak akan bingung atau
pusing ketika membaca karangan tersebut.

D.Cara Mencapai Koherensi dalam Paragraf


Untuk membuat paragraf yang koheren diperlukan beberapa cara seperti yang
dikemukakan oleh beberapa ahli. Paragraf yang koheren sebaiknya disusun menurut
urutan yang logis. Apabila ingin mengalihkan pembicaraan sebaiknya menggunakan kata
kata peralihan agar pembaca menjadi jelas. Katakata peralihan merupakan katakata
atau frasefrase yang menunjukkan bagaimana ideide itu berhubungan. Hal ini diperkuat
oleh John J. De Boer (1982 : 75) bahwa katakata transisi atau peralihan menunjukkan
hubungan antara kalimatkalimat atau bagianbagian kalimat. Katakata peralihan
menghubungkan ideide dan juga memberi petunjuk bagi pembaca dari ide yang satu ke
ide selanjutnya.

Katakata transisi atau peralihan itu misalnnya: untuk menunjukkan hubungan waktu
adalah kemudian, sekarang, pada waktu itu, sementara itu, sesudah itu,mulamula.
Untuk menunjukkan tempat misalnya, diantara, di sini,di atas, dan lain sebagainya.
Katakata peralihan yang menunjukkan penambahan adalah disamping itu, juga,
misalnya, dan, selain itu, lagi pula. Sedangkan untuk memperkenalkan suatu
pertentangan digunakan katakata peralihan misalnya, tetapi, sebaliknya, walaupun,
namun, meskipun, akan tetapi. Dan untuk memperkenalkan suatu ringkasan atau
kesimpulan adalah jadi, maka dari itu, maka, sebab itu, karena itu, akhirnya, sebagai
penutup. Katakata peralihan tersebut seperti jembatan yang menghubungkan ideide di
http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

24/26

3/23/2015

NewPage2

dalam paragraf atau antar paragraf.

Cara lain untuk mendapatkan koherensi pada paragraf yaitu dengan mengulang katakata
atau frasefrase yang penting. Pengulangan itu membantu memperjelas hubungan arti.
Seperti pendapat dari Mellie John dan Paulene M. Yates (1982 : 200) bahwa koherensi
dapat diperoleh dengan mengulang kata atau frase yang penting karena dengan
pengulangan tersebut hubungan antar kalimat maupun maksud pada paragraf tersebut
menjadi jelas.

Mengulang kata dengan persamaan katanya atau sinonimnya juga dapat digunakan untuk
mendapatkan paragraf yang koheren. Selain itu bisa juga dengan menggunakan kata
ganti. Penggunaan kata ganti untuk menyebutkan kata benda sebelumnya dapat
membantu dalam pencapaian koherensi.
Menurut Henry I. Christ dan Jerome Carlin (1984) cara agar paragraf koheren seperti
tersebut di bawah ini:

Guides for writing coherent paragraph:


1.Tell about the details of an event in cronological order that is in the order they
occurred.
2.Build to a climax. Give the details that lead to a high point and then end the
paragraph as quicly as possible.
3.Arrange the details in order of importance, either the most important detail first or
the most important detail last. The most important detail last arrangement is similar to
building to a climax.
4.Give details in a sequence of steps.
5.Mention the details in order of location. In describing places and the thing in them,
tell what can be seen when looking from side to side or from top to bottom.
6.When the preceding suggestiondo not apply, use commom sense and arrange details
in any sensible order.
Cara lain dikemukakan oleh Lynn Quitman Troyka bahwa caracara yang membantu untuk
mendapatkan paragraf yang koheren meliputi penggunaan penggambaran peralihan
dengan menggunakan katakata transisi, penggunaan kata ganti, pengulangan katakata
yang penting, dan penggunaan struktur yang sejajar.

BAB III PENUTUP

Koherensi merupakan hubungan logis antara bagianbagian karangan atau antara kalimat
kalimat dalam satu paragraf. Koherensi menunjukkan adanya suatu kesatuan antara
bentuk dan isi serta ide dalam karangan atau paragraf tersebut. Pada paragraf yang
koheren, kalimatkalimatnya saling berhubungan dan berkaitan. Kalimatkalimat yang
membentuk paragraf disusun dengan urutan logis dan jelas.
Adanya koherensi pada suatu paragraf maupun karangan menjadikan karangan tersebut
berkualitas. Dan juga dengan adanya koherensi pembaca menjadi jelas mengenai apa
yang dibicarakan dalam karangan itu. Pembaca juga tidak bingung pada saat membaca
karangan tersebut. koherensi dapat dicapai dengan berbagai cara yaitu, disusun dengan
urutan yang logis, menggunakan katakata peralihan, pengulangan katakata yang
penting, dan penggunaan kata ganti.

http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

25/26

3/23/2015

NewPage2

http://ykedu.org/menulis%202%202005/koherensi.htm

26/26