Anda di halaman 1dari 8

PerilakuKonsumenterhadapRokok

Mata Kuliah : PerilakuKonsumen


Dosen : Bpk. Andi M. Sadat
Bpk Adrian Haro

Disusun oleh :
Marina Fitriani 8215132344
Kelas C Manajemen 2013

Universitas Negeri Jakarta


Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen
2013

Pendahuluan
Merokok mungkin memang menjadi kebiasaan yang sering dilakukakan
oleh banyak orang di Indonesia ,terutama oleh para pria.Terkadang
kebiasaan merokok ini bisa saja menjadi hal yang memang tidak biasa
diubah karena banyak yang berpikiran bahwa jika tidak merokok sehari saja
rasa mulut akan berbeda,terlebih lagi setelah makan.
Merokok merupakan salah satu produk yang cukup unik (terutama cara
mengkonsumsinya)karena produk ini memberikan kepuasaan kepada
konsumen melalui asap (hasil pembakaran asap dan campuran
didalamnya) .Rokok telah menjadi salah satu produk utama pemuasan
kebutuhan konsumenya .Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali ditemui
orang merokok ,baik di kantor,dipasar,distasiun ,terminal, diwarung makan,
dan ditempat umum lainnya.
Padahal dikemasan bungkus rokok itu sendiri memang sudah banyak
terdapat dampak negative merokokyang menjadi pengingat bagi para
perokok ,akibat merokok yang ditulis dikemasaan bungkus rokok merupakan
jenis dari penyakit berbahaya .Hanya saja memang banyak orang cukup
mengabaikannya ,padahal bahaya merokok tersebut memang benar adanya,
apalagi kini iklan komersial rokok ditelevisi pun sudah disisipi dengan pesan
Merokok membunuhmu .Tetapi peringatan bahaya rokok yang ada pada
bungkus dan iklan tersebut tidak menjadi penghalang bagi para perokok
untuk berhenti merokok karena mereka semua sudah kecanduan akan bahan
- bahan yang terkandung didalamnya.
Untuk itu pada essai ini saya akan menjelaskan bagaimana perilaku
para perokok tersebut?

LandasanTeori
Motivasi merupakan kekuatan yang enerjik yang menggerakkan
perilaku dan memberikan tujuan dan arah pada perilaku. Motivasi
menunjukkan alasan untuk perilaku. Suatu motif (motive) merupakan
konstrak (construck) mewakili kekuatan dalam (inner force) yang tak terlihat
dan memaksa suatu respon perilaku dan memberikan pengarahan khusus
terhadap respon.
Kepribadian (personality) merupakan suatu karakteristik individu
mengenai kecenderungan merespon lintas situasi yang mirip. Kepribadian
konsumen menunjukkan dan mengarahkan perilaku yang dipilih untuk
mencapai tujuan dalam situasi yang berbeda.
Pembelajaran (learning) merupakan istilah yang dipergunakan untuk
menguraikan proses dengan mana memori dan perilaku diubah sebagai
suatu hasil dari proses informasi secara sadar dan tak sadar. Pembelajaran
penting bagi proses konsumsi. Kenyataannya, perilaku konsumen merupakan
perilaku hasil pembelajaran, orang memperoleh sebagian besar sikapnya,
nilai (value), rasa (taste), perilaku, preferensi, arti simbolik dan perasaan
melalui pembelajaran. Budaya dan kelas sosial melalui institusi seperti
sekolah, organisasi keagamaan, keluarga, kawan, media massa, advertensi,
menyediakan pengalaman pembelajaran yang mempengaruhi gaya hidup
yang orang cari dan produk yang mereka konsumsi.
Persepsi merupakan proses bagaimana rangsangan atau stimuli-stimuli
di seleksi diorganisasikan dan diinterpretasikan atau diberi nama/arti.
Menurut Wiliam J Stanton: Persepsi dapat diartikan sebagai makna yang kita
hubungkan berdasarkan pengalaman masa lampau, rangsangan yang kita
terima melalui 5 indera.
Segmen pasar ialah kelompok konsumen yang kebutuhan dan
keinginannya relatif sama. Konsumen terlalu banyak terpencar-pencar dan
sangat bervariasi kebutuhan dan keinginan mereka. Beberapa pesaing akan
mendapatkan posisi yang lebih baik didalam melayani segmen konsumen
yang khusus dari pasar yang terlalu luas tersebut. Pasar terdiri dari para
pembeli, dan pembeli berbeda didalam satu aspek atau lebih. Mereka
mungkin berbeda keinginannya, daya belinya, umurnya, gaya hidupnya,
kepribadiannya, lokasi geografisnya, sikap pembelinya dan praktik

pembeliannya. Setiap variabel-variabel ini bisa dipergunakan untuk


membentuk segmen suatu pasar.

Analisis
Menurut Sciffman dan Kanuk, perilaku yang diperhatikan konsumen
dalam mencari,membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan
produk, jasa, atau ide yang diharapkandapat memuaskan konsumen untuk
dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa
yang
ditawarkan.Jikadikaitkandenganpembahasansaya,
PerilakuKonsumenRokok yang membeli dan mengkonsumsi rokok yang
diharapkan untuk dapat memuaskan apa yang menjadi kebutuhannya.
Saat ini rokok menjadi produk yang tingkat konsumumsinya relative
tinggi di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,seperti yang kita tahu
rokok juga memberikan dampak negative bagi kesehatan,namun walaupun
kesadaran akan bahaya rokok dapat membahayakan telah ada,konsumen
rokok tetap saja mengkonsumsi rokok dan cenderung mengabaikan dampak
negative dari rokok bagi kesehatan.Tujuan dari analisis yang saya buat ini
menganalisis factor factor yang memperngaruhi seseorang yang ingin
mengkonsumsi rokok.
Secara praktis,perilaku konsumen rokok dipengaruhi oleh 2 faktor,dimana
kedua factor ini secara bersama sama akan mempengaruhi perilaku beli
konsumen walaupun tetap tidak bisa diketahui secara tepat apa yang
sebenarnya menentukan seseorang ingin membeli sesuatu.
1. Faktor Eksternal
Faktoreksternalmerupakan factor yang terdapat di luar diri konsumen
seperti kebudayaan, kelas social.
2. Faktor Internal
Faktor internal merupakan factor yang terdapat didalam diri konsumen
seperti pembelajaran,motivasi,dan konsep diri
Bagi pria perokok,rokok dapat dipresepsikan sebagi produk yang
memberikan
manfaat
psikologis,
manfaatpsikologisnyadapatberupa

menghilangkan stress,menghilangkan rasa ngantuk,memberikan rasa


tenang,mengurangi
tingkat
kecemasan
dan
mengurangi
tingkat
ketegangan,biasannya selain itu pria perokok juga mempersepsiakan rokok
sebagai produk yang memberikan dampak negative atau resiko
(menyebabkan mulut berbau,tangan berbau tidak sedap,dan plak kuning di
gigi).Sikap seorang perokok terhadap rokoknya adalah bahwa pria perokok
memiliki kesukaan terhadap rasa rokoknya pada saat mengkonsumsinya.
Hal ini disebabkan karena sikap konsumen dari itu sendiri.Jika
seseorang mempunyai sikap suka terhadap suatu produk,maka ia akan
cenderung berusaha mengkonsumsi produk tersebut meskipun sudah
mengetauhui bahaya atau dampak negative dari produk tersebut, dan
sebaliknya bila ia tidak menyukai suatu produk maka ia pun tidak akan
mengkonsumsi poduk tersebut meskipun mengetahui dampak postif produk
tersebut.
Saat ini, rokok merupakan barang yang sudah tidak asing bagi para
pria, dari anak - anak sekolah sampai orang tua, dari orang miskin sampai
orang kaya, kebanyakan dari mereka menghisap rokok. Rokok sudah menjadi
kebutuhan primer ,para pria mengkonsumsi minimal 3-4 batang setiap
harinya.Tanpa melihat kondisi ekonomi mereka.Tidak hanya dari kalangan
menengah keatas, tetapi kebanyakan jumlah .perokok aktif berasal dari
masyarakat ekonomi menengah kebawah padahal seharusnya uang yang
mereka belanjakan untuk membeli rokok bisa mereka simpan atau mereka
belanjakan untuk kebutuhan pokok lainnya.Menurut survey dari ratarata
masyarakat menengah bawah untuk rokok sebesar 12,43% dari total
pengeluarannya.
Selain itu perilaku penduduk Indonesia dalam konsumsi rokok sendiri di
dominasi oleh remaja, survey menunjukkan presentasi tertinggi penduduk
yang merokok setiap hari berada pada kelompok usia sekolah yaitu 15-19
tahun dengan presentase sebesar 51.7 %. Ini terkait dengan salah satu teori
perilaku konsumen tentang factor factor yang mempengaruhi keputusan
konsumen dalam membeli sesuatu dalam kasus ini rokok .Anak anak muda
tersebut tentunya tidak secara tiba tiba mereka mengkonsumsi rokok,
awalnya mereka memperhatikan orang orang terdekat mereka seperti ayah
konsumen perokok remaja tersebut ditambah lagi dengan lingkungan yang
mendukung mereka untuk mengkonsumsi rokok ini semakin membuat
mereka penasaran dan ingi nmencoba mengkonsumsinya pada akhirnya
factor-factor seperti factor eksternal dan internal menjadi salah satu pemicu
keputusan konsumsi para konsumen rokok remaja untuk mengkonsumsi

rokok,karena Bagi para remaja merokok sangatlah mengasyikan karena


dapat menimbulkan perasaa nikmat,Dampaknya pun mereka merasakan
kenikmatan dari asap rokok yang mereka hisap,bahkan biasanya para remaja
dengan memegang rokok saja mereka sudah merasakan kenikmatan, selain
merasakan kenikmatan dari rokok adapun hal yang paling mendominasi para
remaja dalam mengkonsumsi rokok yaitu seperti mempererat
pergaulan,dengan merokok remaja dapat mempererat pergaulan antara
sesama para remaja lainnya yang merokok.
Ketika mereka sudah mencoba-nya untuk pertama kali, tidak menutup
kemungkinan mereka akan mencoba-nya kembali. Dan ini bisa terjadi
berulang kali. Sehingga menimbulkan tingkat konsumsi yang
tinggi.Kebanyakan anak dibawah umur biasanya mempunyai uang saku yang
tidak banyak .Ketika mereka tidak mempunyai uang untuk membeli dan
mereka tidak bisa menahan keinginan untuk merokok maka mereka bisa saja
melakukan hal-hal yang menyeleweng dan melanggar aturan .Tidak sedikit
dari mereka melakukan tindak kriminalitas untuk memperoleh uang yang
akan digunakan untuk membeli rokok. Dari tindak criminal yang sederhana
sampai tindak criminal yang memakai kekerasan. Fenomena ini sangatlah
bisa menganggu lingkungan dan orang-orang sekitar Bahkan diri sediri
Upaya untuk menyadarkan para pecandu rokok supaya meninggalkan
kebiasaan buruknya memang sangat lah sulit .Seperti yang kita tahu banyak
hal yang telah dilakukan mulai dari kampanye bahaya merokok bagi
kesehatan hingga adaanya penulisan pada kemasan,Meskipun banyak sekali
dampak yang membahayakan bagi pecandu rokok akan tetapi para pecandu
rokok tidaklah jera, padahal dikemasan rokok sudah disebutkan merokok
dapat menyebabkan kanker,serangan jantung,gangguan kehamilan dan
janin,tetapi tulisan pada kemasan pun tidak pernah dihiraukan oleh pecandu
rokok.
Para perokok juga sebenernya menyadarkan bahaya kesehatan akibat
kebiasaan merokok ,namun, kesadaran bahaya merokok tersebut tidak
lantas membuat para perokok memutuskan untuk berhenti merokok. Faktor
ketagihan pada rokok disebabkan karena zat nikotin yang terdapat pada
rokok.Zat nikotin tergantung dalam tembakau merangsang otak untuk
melepas zat yang memberi rasa nyaman sehingga menyebabkan rasa
ketergantungan. Untuk mempertahankan rasa nyaman ,timbul lah dorongan
merokok kembali ,ini lah awal dari proses kecanduaan.

Akibat merokok memang banyak sekali yang merugikan dalam diri kita
dan akan mengganggu kesehatan kita,maka dari itu memang seharusnya
kita yang merokok ataupun tidak merokok harus menjahui asap rokok,Karena
memang dampak merokok tidak hanya dirasakan oleh para perokok tapi juga
bagi orang sekitar yang menghirup asap rokok secara tidak langsung.Akibat
dari merokok ini bisa dirasakan oleh banyak orang,karena memang dalam
kandungan rokok berbahaya

Kesimpulan
Berdasarkan analisa dan pembahasan serta beberapa factor kesimpulan
yang telah dikemukakan maka dapat saya simpulkan sebagai berikut. Bahwa alasan
merokok,berbagai macam alasan yang dikemukakan oleh mereka para perokok dari
Lingkungan social
Lingkungan social menjadi factor yang sangat penting dalam pembentukan
keperibadian seseorang.
Dampak yang dapat ditimbulkan dari perilaku perokok,perilaku merokok
sama aktivitas lainnya yang memiliki dampak posotif dan negative dari merokok
1)Dampak positif
bahwa seperti yang kita ketahui dengan merokok dapat merasakan dampak positif
bagi dirinya yaitu perasaan nikmat dan dapat meningkatkan rasa kepercayaan pada
diri.
2) Dampak negative
timbulnya bermacam macam penyakit,dapat merusak fungsi organ tubuh ,seperti
otak,jantung,paru-paru dan sistem tubuh lainnya.

Banyak hal dalam peringatan bahaya merokok seperti apa yang


dijabarkan dalam analisis yang saya buat bahwa para perokok tidak lantas akan
berhenti mengkonsumsi rokok,mereka akan tetap berkonsumsi rokok karena mereka
memiliki persepsi yang berbeda beda.
Masih banyak individu yang menganggap bahwa merokok tidak akan
berbahaya bagi mereka,tetapi mereka masih saja melakukan kebiasaan
merokoknya .banyak diantara individu menganggap bahwa label pada kemasaan
rokok atau peringatan bahaya merokok yang tertera pada kemasan rokok itu hanya
untuk menakut-nakuti atau bisa terjadi tetapi dalam jangka waktu yang lama dan
itupun jika kesehatan para perokok itu lemah .
Dari kesimpulan diatas ,bahwa bahaya merokok dibentuk dari persepsi dari
diri masing masing individu,karna presepsi merupakan suatu proses psikologis yang
mencerminkan sikap,kepercayaan,nilai,dan pengharapan persepsi bersifat pribadi.