Anda di halaman 1dari 3

Glomerulonefritis Akut.

1
Definisi
Glomerulonefritis adalah suatu terminologi umum yang menggambarkan adanya
inflamasi pada glomerulus, ditandai oleh proliferasi sel sel glomerulus akibat proses
imunologi. Glomerulonefritis terbagi atas akut dan kronis. Glomerulonefritis merupakan
penyebab utama terjadinya gagal ginjal tahap akhir dan tingginya angka morbiditas pada anak
maupun pada dewasa. Sebagian besar glomerulonefritis bersifat kronis dengan penyebab
yang tidak jelas dan sebagian besar bersifat imunologis ( Noer , 2002 )

Etiologi
Glomerulonefritis akut paska streptokokus menyerang anak umur 5 15 tahun, anak
laki laki berpeluang menderita 2 kali lebih sering dibanding anak perempuan , timbul
setelah 9 11 hari awitan infeksi streptokokus.( Noer . 2006. Nelson .2002 ) Timbulnya GNA
didahului oleh infeksi bakteri streptokokus ekstra renal, terutama infeksi di traktus
respiratorius bagian atas dan kulit oleh bakteri streptokokus golongan A tipe 4, 12, 25.
Hubungan antara GNA dengan infeksi streptokokus dikemukakan pertama kali oleh Lohlein
tahun 1907 dengan alasan;
a. Timbul GNA setelah infeksi skarlatina
b. Diisolasinya bakteri streptokokus hemolitikus
c. Meningkatnya titer streptolisin pada serum darah

Faktor iklim, keadan gizi, keadaan umum dan faktor alergi mempengaruhi terjadinya
GNA, setelah terjadi infeksi kuman streptokokus. ( Hasan . 1991 ).

Patogenesis
.Glomerulonefritis paska streptokokus dapat didahului oleh infeksi streptokokus
hemolitikus grup A. Glomerulonefritis paska streptokokus dapat terjadi setelah radang
tenggorokan dan jarang dilaporkan bersamaan dengan demam rematik akut. Hal ini
disebabkan terjadinya pembentukan komplek imun yang bersirkulasi dan terjadi
pembentukan komplek imun in situ ini telah ditetapkan sebagai mekanisme patogenesis
glomerulonefritis paska streptokokus. (Noer 2002 )
Suzuki et al, pada penelitiannya di Niigata, Jepang tahun 2004 terhadap 52 orang
penderita Ig A nepropati, mendapatkan hasil kultur tonsil terbanyak adalah haemopilus
parainfluenza yang merupakan bakteri paling banyak dijumpai pada saluran napas. Diduga
bakteri ini merangsang tonsil untuk menghasilkan Ig A yang akan tertumpuk di mesengium
glomerulus ginjal sehingga dapat terjadi kerusakan ginjal yang menyebabkan glomerulnefritis
. (Suzuki . 2004 )
Rekola et al (2004) di Jepang, pada penelitiannyan dari 187 penderita Ig A nepropati
dijumpai 38 penderita glomerulonefritis akut , 53 % penderita dengan peningkatan ASTO
dengan hasil swab tonsil bakteri streptokokus hemolitikus. Hal ini diyakini merupakan
penyebab terjadinya beberapa kasus Ig A nephropati. ( Xie Y. 2004)

Barta et al di Jepang pada penelitiiannya terhadap 35 penderita nephropati Ig A mendapati


perbaikan fungsi ginjal yang signifikan setelah 6 bulan setelah menjalani tonsilektomi
( Barta, 2004)
Inci et al di Turki , pada penelitian pada 58 penderita yang akan dilakukan tonsilektomi
mandapatkan hasil dari aspirasi biopsi tonsil menemukan bakteri terbanyak adalah
stapilokokus 26 penderita ( 52 %). ( Inci 2005 )
Gejala klinis
Gejala yang sering ditemukan berupa hematuria, kadang dijumpai edema pada daerah
sekitar mata atau seluruh tubuh. Gambaran GNAPS yang paling sering ditemukan adalah:
hematuria, oligouria, edema dan hipertensi. Gejala gejala umum yang berkaitan dengan
permulaan penyakit seperti rasa lelah, anoreksia, demam, mual, muntah dan sakit kepala.
Hipertensi dijumpai 60 70 % GNA pada hari pertama, dijumpai juga gejala gastrointestinal
berupa muntah, tidak nafsu makan, konstipasi dan diare. ( Noer . 2002 )
Impetigo
Impetigo merupakan infeksi pada permukaan kulit yang biasanya disebabkan oleh bakteri
stafilokokus dan streptokokus. Bakteri masuk melalui kulit yang luka dan dapat juga melalui
kontak langsung. Lokasi pada daerah muka dan sekitar hidung, kelainan kulit berupa eritema
dan vesikel yang cepat memecah dan menjadi krusta tebal berwarna kuning. Dapat terjadi
glomerulonefritis ( 2 5 % ) (Djuanda , 2007 )
Sumber :