Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN

Otitis Media Akut adalah infeksi akut yang terjadi pada sebagian atau
seluruh telinga tengah, meliputi mukosa telinga tengah, tuba Eustachius, antrum
mastoid, dan sel-sel mastoid.1
Telinga bagian tengah biasanya steril. Walaupun begitu infeksi dari
nasofaring dan faring dapat berlanjut hingga ke bagian telinga tengah. Mikroba
dapat masuk ke telinga bagian tengah melalui tuba Eutachia. Oleh karena itu,
otitis media akut juga sangat berkaitan dengan riwayat infeksi saluran napas atas.
Di

Indonesia,

dengan

populasi

sekitar

210.000.000

penderita,

diperkirakan prevalensi otitis media adalah 3,8% (dengan variasi fluktuasi setiap
bulan, utamanya di musim penghujan) sehingga total kasus di Indonesia adalah
8.000.000 penderita. Otitis media akut dapat berlanjut menjadi otitis media kronis.
Sekitar 60% dari pasien dengan otitis media berkelanjutan membutuhkan
penanganan operasi.2
Penanganan otitis media akut harus dilakukan secara utuh, serta
mempertimbangkan port de entry mikroorganisme. Hal ini sangat penting
mengingat banyaknya kasus yang terjadi serta tingginya angka rekurensi. Selain
itu, tingkat higienitas dan kepatuhan selama masa pengobatan juga tidak boleh
luput dari perhatian. Penggunaan antibiotik yang tidak adekuat mengakibatkan
resistensi sehingga terkadang dibutuhkan kombinasi antibiotik.3