Anda di halaman 1dari 3

FILTRASI

I.

Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Dalam industri kimia, proses pemisahan sangat diperlukan, baik dalam proses
persiapan bahan baku, proses, hingga pengolahan limbah. Limbah cair yang belum
memenuhi baku mutu umumnya menggunakan berbagai cara pemisahan, seperti
koagulasi-flokulasi, sedimentasi, dan filtrasi.
Teknik yang digunakan kali ini adalah filtrasi, yang memisahkan campuran antara
padatan dan cairan dengan melewatkanya melalui medium penyaringan. Secara umum
filtrasi dilakukan bila jumlah padatan dalam suspensi relatif kecil dibandingkan zat
cairnya.
1.2. Tujuan

II.

Mengetahui proses filtrasi air keruh

Mengetahui laju filtrasi

Mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan filtrasi

Tinjauan Pustaka
Filtrasi adalah suatu operasi pemisahan campuran antara padatan dan cairan dengan
melewatkan umpan (padatan + cairan) melalui medium penyaring. Proses filtarsi banyak
dilakukan di industri, misalnya pada pemurnian air minum, pemisahan kristal-kristal garam
dari cairan induknya, pabrik kertas dan lain-lain. Untuk semua proses filtrasi, umpan
mengalir disebabkan adanya tenaga dorong berupa beda tekanan, sebagai contoh adalah
akibat gravitasi atau tenaga putar. Secara umum filtrasi dilakukan bila jumlah padatan dalam
suspensi relatif lebih kecil dibandingkan zat cairnya. (Oxtoby, 2001).
Cara filtrasi juga dipakai untuk memisahkan zat-zat yang kelarutannya berbeda.
Misalnya gula yang dikotori pasir dimasukkan ke dalam air, gula akan melarut, sedangkan
pasir tidak. Melalui penyaringan, gula yang larut itu akan turun sebagai filtrate. Lalu filtrate
diuapkan sehingga diperoleh gula padat yang bersih. Pada industri PAM, salah satu proses
awalnya adalah penyaringan air kotor melalui filter bed, yaitu lapisan air di atas, kerikil di
tengah, dan batu besar di bawah. Air saringan diolah lebih lanjut (Hiskia, 1996).
Melalui penyaringan sederhana, suatu campuran bahan padatan dan bahan cairan atau
bahan padat dan gas diproses yang bertumpukan pada suatu sisi plat berpori yang disebut
medium filter yang hanya melawatkan cairan atau gas serta meninggalkan bahan padat dalam
bentuk gumpalan pada permukaan filter medium. Cairan berupa suspensi partikel-partikel

padat. Hasil dari pemisahan ini nantinya akan diperoleh cairan bening yaitu filtrate dan bahan
padat tertinggal pada filter medium yang disebut gumpalan filter (Cook, 1986).
Jika suatu cairan didiamkan dalam bejana tertutup cairaan itu akan menguap dan
penguapan itu akan terhenti pada tekanan tertentu yang hanya tergantung pada suhu. Tekanan
ini ditetapkan sebagai uap jenuh. Tujuan penyulingan adalah untuk memisahkan cairan yang
mudah menguap atau biasanya merupakan pemisahan dua atau lebih cairan yang berbeda
titik didihnya, yang ini disebut penyulingan bertingkat (Kanisius, 1988).
Filtrasi dengan aliran vertikal dilakukan dengan membagi limbah ke beberapa filter
bed (2 atau 3 unit) secara bergantian. Pembagian limbah secara bergantian tersebut
dilakukan dengan pengaturan klep (dosing)dan untuk itu perlu dilakukan oleh operator.
Karena perlu dilakukan pembagian secara bergantian tersebut, pengoperasian sistem ini rumit
hingga tidak praktis. Filtrasi dengan aliran horizontal dilakukan dengan mengalirkan limbah
melewati media filter secara horizontal. Cara ini sederhana dan praktis tidak membutuhkan
perawatan, khususnya bila di desain dan dibangun dengan baik. Filtrasi dengan aliran vertikal
dan horizontal mempunyai prinsip kerja yang berbeda. Filtrasi horizontal secara permanen
terendam oleh air limbah dan proses yang terjadi adalah sebagian aerobik dan sebagian
anaerobik. Sedangkan pada filtrasi vertikal, proses yang terjadi cenderung anaerobik
(Anonim, 2009).
III.

Metodologi Praktikum
3.1. Alat dan Bahan

Air keruh

Tabung filtrasi

3.2. Prosedur Kerja

Masukkan
air limbah
pada bak

Masukkan
PAC

Ukur
parameter
awal (TSS,
TDS,
kekeruhan)

Ambil
sampel
setiap 10
menit

Lakukan
proses
sedimentasi

Lakukan
proses
koagulasi

Ukur
parameter
efluen (TSS,
TDS,
kekeruhan)
IV.

Data Praktikum

V.

Pembahasan

VI.

Kesimpulan

VII.

Daftar Pustaka