Anda di halaman 1dari 10

GHazwul Fikri (perang pemikiran)

Ghazwul fikri berasal dari kata ghazw dan al-fikr, yang secara harfiah dapat
diartikan "Perang Pemikiran". Maksudnya ialah upaya-upaya gencar pihak
musuh-musuh Allah untuk meracuni pikiran umat Islam agar jauh dari Islamnya,
lalu akhirnya membenci Islam, dan pada tingkat akhir Islam diharapkan habis
sampai ke akar-akarnya.
Perang pemikiran atau ghazwul Fikri adalah cara lain dari barat untuk
menghadapi umat islam khususnya dalam merusak sendi-sendi islam bahkan
keseluruhan. Perang pemikiran berbeda dengan perang militer atau fisik. Perang
pemikiran lebih mudah', hemat waktu dan biaya bahkan lebih efektif dari
perang fisik yang banyak menguras tenaga juga biaya yang tidak sedikit.
Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapanucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, bahkan berkehendak
menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak
menyukainya benci. ( At-Taubah: 32; ash-Shaf : 8 )
Mereka tidak henti hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat)
mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka
sanggup. Barangsiapa yang murtad diantara kamu dari agamanya, lalu dia mati
dalam kekafiran, maka mereka itulah sia-sia amalannya di dunia dan akhirat, dan
mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya. (Al-Baqarah: 217)
Dari ayat-ayat di atas kita mengetahui bahwa kita tidak akan pernah berhenti
melawan musuh-musuh Allah dalam membela agama kita, Islam. Termasuk
adanya Ghazwul fikri yaitu perang pemikiran yang digencarkan oleh musuhmusuh Allah seperti setan, jin, iblis, bahkan manusia itu sendiri.
Sejarah Ghazwul Fikri sudah ada setua umur manusia, makhluk yang pertama
kali melakukannya adalah iblis laknatullah ketika berkata kepada Adam AS.,
Sesungguhnya Allah melarang kalian memakan buah ini supaya kalian berdua
tidak menjadi malaikat dan tidak dapat hidup abadi. (Q.S.Al ARaaf:20).
Dalam perkataannya ini iblis tidak menyatakan bahwa Allah tidak melarang
kalian (Adam alaihissalam), seperti yang telah dijelaskan ayat tersebut, tetapi
iblis mengemas dan menyimpangkan makna perintah Allah azza wa jalla. Sesuai
dengan keinginannya, yaitu dengan menambahkan alasan pelarangan Allah yang
dibuat sendiri. Iblis tahu bahwa Adam alaihissalam tidak punya pengetahuan
tentang sebab tersebut.
Di era saat ini, ghazwul fikri terus berkembang, bahkan menyesatkan kaumkaum muda dan intelektual. Sekedar Contoh, negara barat dengan berbagai
lembaga dan wadah kegiatannya, banyak memberikan fasilitas beasiswa studi
gratis ke luar negeri. Pemuda dan pemudi yang cerdas dari negeri muslim
ditawari untuk kuliah di universitas-universitas favorit yang di sana. Di bidang
ilmu-ilmu sosial, mereka dipilihkan ke program studi yang rentan terhadap
ghazwul fikri, misalnya filsafat, antropologi, sosiologi, dan lain-lain. Mereka
dikaderisasi untuk menjadi ahli dibidang tersebut, kemudian dipulangkan ke

negeri masing-masing. Harapannya, mereka dapat menjadi pelaku utama dalam


ghazwul fikri atau merusak Islam dari dalam. Biasanya mereka membawa
perubahan dan pembaharuan atau modernisasi. Semua yang mereka kader
akan dikondisikan sedemikian rupa dengan segala cara sehingga rusak dan
luntur rasa keagamaan (Islam)nya, luntur akidah, akhlak dan rusak
pemikirannya. Mereka didekatkan dengan lawan jenisnya yang cantik atau
tampan, diajaknya minum-minum, jalan-jalan, kumpul kebo, atau yang lainnya,
diajak diskusi secara kontinyu dengan tema-tema yang dapat menggiring kepada
pelecehan dan perendahan Islam oleh orang-orang tertentu yang ahli dan
dipaksa membuat karya tulis dengan literatur yang telah ditentukan dan
merusak Islam. Akhirnya setelah studinya selesai dan pulang ke negerinya, si
pelajar atau mahasiswa tersebut menjadi orang yang telah tercabut dari akar
budaya dan keislamannya.
Jika yang menjadi korban ghazwul fikri adalah seorang tokoh terkemuka dan
berpengaruh, maka racun ghazwul fikri itu segera menjalar secara cepat, karena
tokoh tersebut akan diikuti dan ditiru oleh pengikut dan penggemarnya.
Akhirnya, secara tidak sadar masyarakat terjerumus kedalam jurang kehidupan
yang semakin jauh dari nilai-nilai dan ajaran Islam.
Alasan mereka melakukan Ghazwul Fikri (perang pemikiran) karena beberapa
hal,
Pertama, Sulitnya mengalahkan umat islam secara militer. Hal ini membuat
mereka stress karena mereka sudah banyak memakan biaya yang tidak sedikit,
tenaga yang besar bahkan telah mengorbankan warga-warga mereka dalam
perang fisik itu yang juga tidak sedikit warga mereka yang tewas. Terbukti
dengan adanya perang di Palestina, Afghanistan dan masih banyak lagi negerinegeri muslim yang mereka perangi namun kemenangan untuk mereka tidak
pernah datang padahal negeri-negeri (muslim) yang mereka perangi jika di
bandingkan dengan mereka baik dalam hal teknologi, persenjataan, kekuatan
Negara dan juga tentara-tentaranya sangat jauh tertinggal dari mereka.
Kedua, karena biayanya lebih rendah, mereka tidak perlu membeli tank-tank,
pesawat-pesawat, amunisi. Yang mereka perlukan hanya menyebarkan ide-ide
yang mereka usung keseluruh belahan dunia dengan tujuan imperialismekolonialisme. Bahkan dengan cara ini yang tidak terjangkau oleh perang fisik
bisa terjangkau dengan perang pemikiran, sebagai contoh; dalam perang
pemikiran media yang mereka pakai sangat banyak mulai dari media massa;
cetak, elektronik dsb-nya, karya2 ilmiah, mendirikan Lsm2, lembaga2
pendidikan, buku-buku bahkan lewat mulut' pun mereka lakukan. Dari media2
inilah mereka bisa menjangkau apa yang tidak terjangkau. Lewat buku2 mereka
bisa menjangkau dari kalangan awam sampai kalangan terpelajar, bahkan yang
lebih menghawatirkan mereka melakukannya lewat media elektronik semisal
televisi, orang2 yang belum kuat pemahaman (islam) nya dengan sangat mudah
cepat terpengaruh dari media tersebut tak terkecuali anak2. Sangat
menghawatirkan.

Ketiga, karena lebih mudah dilakukan berkat bantuan kaki tangan mereka dari
kalangan umat islam sendiri, inilah virus' yang amat berbahaya dari segala
virus, virus' ini lebih hina dan keji dari virus HIV/AIDS namun dari cara kerjanya
sama, mereka menggerogoti organ2' penting agama ini yang mengakibatkan
hancur dari dalam. Penganut liberalisme dari kaum muslimin sendiri termasuk ke
dalam virus' hina ini, karna mereka mengusung ide2 yang bertentangan dengan
islam, memuja kebebasan termasuk kebebasan menafsirkan Al-Qur'an
sekehendak udel mereka, berkiblat pada barat, mengusung ide2 yang beasal
dari barat.
Keempat, Hasilnya lebih memuaskan karena melanggengkan penjajahan barat
terhadap dunia islam. Pemimpin2 negeri muslim yang berkiblat pada barat
dengan mudah di kontrol' oleh mereka, bahkan menjadi boneka2 mereka yang
menjalankan pemerintahan di bawah perintah asing (barat). Inilah yang
melanggengkan cengkeraman barat di dunia islam. Inilah alasan2 barat
melakukan Ghazwul Fikri (perang pemikiran) terhadap dunia islam.
Adapun sasaran-sasaran yang mereka tuju dalam melakukan ghazwul fikri,
Pertama, adalah mendangkalkan Aqidah hingga pemurtadan.
Kedua, menumbuhkan keraguan terhadap ajaran islam. Yang mereka lakukan
adalah mengobok-obok hukum2 islam, mereka menyebutkan hukum2 islam
sudah tertinggal oleh jaman tidak bisa diterapkan lagi dalam kehidupan
sekarang, hukum potong tangan, rajam, jilid dsb-nya tidak manusiawi melanggar
HAM dan berbagai macam komentar dari mereka yang bertujuan meragukan
kaum muslimin dari agamanya. Tidak sedikit dari umat ini yang berpandangan
sama seperti barat, namun mereka bukan dari kalangan SEPILIS (Sekulerisme,
Pluralisme, liberalisme) yang berpendapat Hukuman potong tangan, rajam dsbnya tidak manusiawi. padahal sejatinya Hukuman-hukuman itu adalah Jawajir
dan jawabir , yaitu pencegah dan penghapus dosa. Inilah yang mesti diterangkan
pada umat yang berpandangan seperti itu.
Ketiga, mereka menciptakan sekulerisme (memisahkan agama dari kehidupan).
Mereka mengatakan Agama tidak perlu dibawa-bawa dalam aktifitas keseharian
dan khususnya politik. Jika ada Pedagang yang mengatakan "kalo jualan bawa2
agama gimana mau kaya!" itulah hasil kerja dari orang2 penganut sekulerisme,
mereka berhasil menjauhkan umat dari agamanya sendiri. Selain karna
sekulerisme memang asas mereka yang mereka jadikan sebagai qaidah
fikriyah(kaedah berpikir) dan qiyadah fikriyah (kepemimpinan berpikir) mereka
juga bertujuan melemahkan dan menghancurkan Islam ini dengan cara
menjauhkan kaum muslimin dari agamanya.
Keempat, menumbuhkan Islamphobia baik pada kalangan (umat) islam maupun
kalangan non-islam. Mereka menciptakan' ide "Perang melawan Teroris" dan
yang mereka jadikan sebagai teroris' adalah umat islam yang berjuang untuk
menegakkan Panji-panji Laillahaillallah di muka bumi ini dan negeri2nya.

Kelima, merusak moral kaum muslimin. Mereka merusak moral2 kaum muslimin
dengan cara memperkenalkan' pergaulan bebas, free sex, Clubbing, lagu2
cengeng tentang putus cinta, jatuh cinta, budaya pacaran dan segudang aktifitas
lainnya yang banyak dilakukan kaum muslimin sekarang ini khususnya anak
muda.
Keenam, memecah belah persatuan umat islam. Mereka memakai pisau analis
yang membagi-bagi' kaum muslimin terdiri dari; Islam Radikal atau Islam
Fundamentalis, Tradisionalis dan Islam moderat. Kaum muslimin yang
menentang barat, barat kelompokan kedalam Islam Fundamentalis atau Islam
Radikal, sementara kaum muslimin yang wellcome terhadap barat mereka
kelompokkan kedalam Islam Moderat. Inilah contoh kecil yang Barat lakukan
dalam memecah belah kaum muslimin. Kita harus selalu waspada jangan sampai
kita merasa' bagian dari salah satu kelompok' yang barat ciptakan di atas dan
menganggap yang berbeda kelompok' adalah musuh.
Dan yang ketujuh, adalah melanggengkan kolonialisme baru di tengah2 dunia
islam. Mereka menjajah, merampas kekayaan negeri2 muslim untuk kepentingan
negara mereka. Mereka membeli' orang2 yang berpengaruh dalam negaranya
agar dijadikan kacung-kacung (antek2) mereka. Dengan cara seperti itu mereka
dapat mengendalikan negeri2 muslim karna para penguasanya telah mereka
beli'.
Inilah sebagian kecil dari Ghazwul Fikri (perang pemikiran), namun masih banyak
lagi tujuan-tujuan, maksud-maksud, rencana-rencana busuk yang mereka
kerjakan dan juga yang belum mereka kerjakan. Kita sebagai umat harus selalu
waspada dan menambah pemahaman dan juga Tsaqofah kita agar kita dapat
menangkal dan melawan perang pemikiran yang dilancarkan barat. Keep Ghirah
wa istiqomah.. Allahu Akbar..
Cara Mengatasi Ghazwul Fikri dengan Fi Sabilillah
Fi sabilillah adalah jihad dalam arti umum, (jihad tangan, harta dan lisan), ia
mencakup perang di jalan Allah dan dakwah kepada agama Allah serta segala
aktivitas yang berkait dengannya.
Jihad dalam Islam tidak terpaku pada perang militer dengan senjata semata.
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

Berjihadlah melawan orang-orang musyrikin dengan harta, jiwa dan lisan
kalian. Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud dan an-Nasa`i, dishahihkan oleh
al-Albani dalam Shahih al-Jami ash-Shaghir no. 5401.
Bahwa tujuan jihad dalam arti perang adalah meninggikan kalimat Allah, hal ini
juga terwujud melalui jihad dengan harta dan lisan dengan menjelaskan
kebenaran dan membantah kebatilan melalui media yang sesuai dengan zaman,
lebih-lebih di zaman ini di mana media informasi telah menyebar luas sehingga
ia menjangkau pelosok bumi dan memiliki pengaruh yang signifikan dalam

membentuk pemikiran masyarakat, bahkan perang informasi melalui media


masa lebih besar dampaknya daripada perang militer.
Penerapan pos fi sabilillah di zaman ini adalah
1- Pendirian kantor atau yayasan dakwah dan menanggung biaya pendanaannya
yang menjadi tuntutan operasionalnya.
2- Mencetak buku-buku yang bertujuan menyebarkan ilmu syari dan dakwah
kepada Allah serta mengedarkan kaset-kaset Islam yang membawa misi
demikian.
3- Mendukung halaqah-halaqah al-Qur`an dan mendanai biaya operasionalnya,
hal ini akan mewujudkan tujuan mulia yaitu pengajaran dan pengamalan
terhadap kitab Allah.
4- Pendirian web-site di dunia internet dan membiayainya untuk menjelaskan
kebenaran dan berdakwah kepada Allah dengan hikmah dan nasihat yang baik,
lebih-lebih di zaman ini di mana teknologi telah menjadi sarana paling efektif
dalam berkomunikasi.
5- Pendirian jaringan TV Islam dengan misi dakwah, hal ini termasuk sarana jihad
dengan lisan yang paling agung, karena ia memberi dampak yang besar.
Pendirian media siaran Islam (radio dan sejenisnya) untuk menyuarakan
kebenaran sehingga ia menjangkau seluruh penjuru bumi.
6- Mendanai gerakan-gerakan dakwah dalam bentuk seminar, kajian, diskusi dan
sejenisnya, termasuk mendukung kehidupan ekonomi para dai dan muballigh
sehingga bisa lebih konsentrasi menekuni lahannya.
7- Pendirian majalah-majalah dan koran-koran Islam dengan misi dakwah yang
shahih kepada kitab Allah dan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,
menjelaskan kebenaran dan menangkis kebatilan.
Dan sarana-sarana modern lainnya yang bisa membantu mewujudkan tujuan dan
sasaran dakwah kepada agama Allah sehingga alam semesta mengetahui
kemuliaan Islam. Wallahu alam.

dakwatuna.com Ghazwul fikri, apakah itu? Ghazwul fikri, yang bermakna perang
pemikiran, merupakan strategi perang selain perang fisik, face to face. Kenapa
muncul strategi ini? Perang fisik tentu saja menguras SDM yang tidak sedikit, belum
taruhannya nyawa. Ongkos perang fisik juga sangat mahal, disamping dampak
kerusakannya yang luar biasa besar. Jadi kalau dikalkulasi perang fisik cost-nya
sangat besar. Berbeda dengan perang pemikiran, tidak ada korban nyawa secara
riil, biaya juga bisa ditekan bahkan mungkin tanpa biaya (hanya berdasarkan
kekuatan pengaruh), dan tidak terlalu merusak sumber daya alam/lingkungan.
Tapi ghazwul fikri, sasaran targetnya bisa dalam jumlah besar. Bahkan bisa
mendunia kalau tujuannya memang globalisasi dilakukan dengan cara yang masif
pula. Dampak ghazwul fikri juga bisa terasa oleh berbagai generasi (lebih dari satu
generasi), dan mencakup berbagai lapisan masyarakat.

Secara teori, ghazwul fikri lahir setelah perang fisik. Tapi ternyata, kalau
mentadabburi al-Quran, kita akan melihat justru yang pertama muncul
adalah ghazwul fikri sebelum perang fisik. Mari kita buktikan dengan melihat sejarah
kakek moyang kita Nabi Adam as (QS. al-Baqarah : 30-38, Al Araf : 11-25). Sebagai
manusia pertama yang Allah berikan kelebihan ilmu padanya, ternyata hal ini
mengundang kecemburuan Iblis laknatulah. Iblis yang merasa lebih senior, apalagi
secara strata dia terbuat dari api sementara Adam as cuma sekedar dari tanah.
Maka terjadilah pembangkangan Iblis atas perintah Allah, ketika Allah
memerintahkannya bersujud kepada Adam as. Padahal, selama ini Iblis taat pada
semua perintah Allah. Tak pernah sekalipun Iblis mengundang amarah Allah.
Tapi semuanya berubah dalam sekejap hanya gara-gara munculnya kesombongan
pada diri Iblis. Dia merasa dirinyalah yang paling hebat. Akhirnya, Allah mengusir
Iblis dari jannah. Maka tinggallah Adam dan Hawa di dalam jannah. Allah
persilahkan mereka menikmati semua isi jannah, kecuali satu pohon saja.
Dibakar dendam yang membara kepada Adam as, Iblis pun semakin menjadi-jadi
melawan Allah. Mungkin karena sudah kepalang basah harus jadi penghuni neraka.
Dia mencuri-curi dengar informasi apa saja yang Allah sampaikan kepada Adam as.
Maka ketika dia tahu firman Allah tentang larangan mendekati salah satu pohon, Iblis
pun mulai merancang strategi bagaimana cara mempengaruhi Adam as dan Hawa
agar mau mendekati pohon terlarang tersebut.
Iblislah peletak dasar ghozwul fikri (perang pemikiran). Bagaimana uletnya Iblis
melakukan pendekatan kepada Adam as dan Hawa dengan berperan seperti
musang berbulu domba. Berpura-pura baik, bahkan ingin dikesankan sebagai
penasehat setia. Strategi demi strategi terus dilancarkan tanpa pernah mengenal
putus asa. Semata karena Iblis sudah terlanjur akan menjadi penghuni neraka yang
paling kekal. Maka dia akan memanfaatkan kesempatan hidup di dunia ini dengan
mencari teman sebanyak-banyaknya untuk kelak menjadi penghuni neraka.
Dengan ketekunannya, akhirnya Iblis berhasil melakukan brain storming (cuci otak)
kepada Adam as dan Hawa. Memutarbalikkan fakta, yang hak menjadi nampak batil
sementara yang batil terlihat hak. Bukankah Adam as Rasul? Bukankah Adam as
mengetahui firman Allah tentang larangan itu? Ya begitulah, derasnya informasi
terbaru yang terus menerus dijejalkan Iblis kepada Adam as bisa menggerogoti
keimanan Adam as kepada Allah. Lebih tepatnya, membuat Adam as lupa dengan
larangan Allah itu. Iblis memang sangat jago membuai sehingga yang haram
nampak halal bahkan dengan tambahan iming-iming lainnya. Bukankah sebelumnya
Allah telah berfirman mengingatkan Adam as dan Hawa, Tetapi janganlah kamu
berdua mendekati pohon yang satu ini. (Apabila didekati) kamu berdua termasuk
orang-orang yang zhalim.? Ternyata, Iblis membuat Adam as dan Hawa lupa.
Penyakit lupa ini akan terus dilancarkan oleh Iblis dan antek-anteknya kepada kita
semua. Tentu saja, yang dimaksud lupa di sini: lupa kepada Allah, lupa mengingat
Allah, lupa dari jalan Allah, lupa membaca kitab Allah, lupa dari perintah dan
larangan Allah, dan sebagainya. Lupa inilah yang akan meng-hijab kita dari taufik
dan hidayah. Maka Adam as dan Hawa pun baru tersadar setelah mereka mencicipi
buah pohon terlarang itu sehingga nampaklah auratnya. Lalu Allah pun menyeru
mereka, Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu dan Aku telah
mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu?
Inilah tujuan akhir ghazwul fikri. Jangka panjangnya pemurtadan. Jangka pendeknya
pelarutan kepribadian (tidak bangga dengan identitas muslim), pemerosotan akhlak
(dekadensi moral), pemikiran liberal, pelucutan akidah dalam arti tidak masalah
secara identitas agamanya Islam tapi perilaku sehari-harinya jauh dari tuntutan Islam

Beruntunglah Adam as cepat bertaubat dan kembali ke jalan yang lurus. Tapi iblis
tak cukup berhenti dengan kasus Adam as saja, tak akan menyerah bahkan sampai
Kiamat ingin menyeret sebanyak mungkin teman sebagai penghuni neraka. Maka
target berikutnya adalah Qabil, putra pertama Adam as. Ketika Qabil dan adiknya
Habil diperintahkan berkurban oleh Allah (QS al-Maaidah: 27-31), Qabil terus
digosok-gosok Iblis agar pelit berkurban sehingga menyerahkan yang murah dan
jelek (sayuran busuk). Sementara Habil yang hanif mengurbankan kambing yang
gemuk.
Secara logika saja, kita bisa mengira mana yang kurbannya akan diterima oleh
Allah. Ketika Allah putuskan dengan cara melihat mana kurbannya yang habis
dimakan hewan-hewan, Qabil semakin digosok lagi oleh Iblis. Tentu saja yang habis
dimakan kurbannya Habil, Tapi Qabil tak bisa menerima. Menurutnya Allah tidak adil.
Padahal aturan permainan dari awal sudah disebutkan, tapi Qabil mengingkarinya.
Maka darah Qabil pun mendidih, pikirannya sumpek, amarah membuncah, sehingga
melahirkan satu keputusan yang belum pernah ada dalam sejarah manusia,
pembunuhan. Maka terjadilah pembunuhan pertama manusia dengan aktor utama
Qabil. Dan tahukah siapa sutradaranya? Tentu saja Iblis yang selalu tertawa
terbahak-bahak ketika menyaksikan keberhasilannya menyesatkan manusia.
Iblis akan selalu memotivasi para pengikutnya agar rajin-rajin melakukan ghazwul
fikri, cara ampuh untuk memelesetkan manusia, menggelincirkannya dari jalan Allah
yang lurus. Semua strategi akan digunakan Iblis, baik terang-terangan
maupun smooth dengan cara yang sangat-sangat halus. Lihatlah di sekeiling kita,
dari seluruh penjuru mata angin, Iblis berusaha memperdayakan. Di zaman Rasul
saw kita kenal istilah harta, tahta, wanita. Kini ada trio fun, food, fashion. Di zaman
Nabi Luth as terjadi peristiwa sodomi. Sekarang? Semakin meluas bahkan melebar
dengan turunan-turunannya: waria, homoseks, lesbian, biseks, transgender dll.
Bahkan kini ada globalisasi, tatanan dunia baru (the new world order) yang disetiri
kaum illuminati, freemasonry, dan tentu saja di belakang mereka semua ada kaum
Zionis.
Jadi, tak usah heran ketika suatu saat nanti turun Dajjal (pemuda berambut ikal
matanya buta satu, di antara dua matanya ada tulisan kafir, muncul dari Isfahan atau
Khurasan), semua orang melihat tulisan kafir itu. Semua orang bisa membaca
tulisan kafir itu, tapi gak ngaruh. Kenapa? Karena berbondong-bondong umat Islam
yang jadi pengikut Dajjal. Lho kok bisa begitu?
Mungkin, ini yang dimaksud sebagian orang: sekarang kita sudah berada dalam
sistem Dajjal. Sistem yang dikendalikan oleh Iblis sang majikan beserta setan dan
Zionis sebagai para pengawal setianya. Mari kita lihat beberapa contoh berikut yang
mengisyaratkan ketakberdayaan kaum muslimin atas kampanye-kampanye mereka.
Kaum nabi Luth di Sodom dan Gomorah sudah punah diazab Allah beribu tahun lalu.
Tapi kemudian muncul lagi secara massal di kota Pompeii (bisa di googling foto-foto
fosil manusia-manusia Pompeii yang dimusnahkan Allah sewaktu mereka sedang
berpesta seks dengan meletusnya gunung Vesuvius). Kenapa Allah mengawetkan
tubuh-tubuh mereka menjadi fosil? Supaya jadi ibroh (pelajaran) buat generasi
berikutnya. Eh ternyata, sekarang makin marak, variatif, berani dan terang-terangan.
Di bidang akhlak, ada gaya hidup modern, kosmopolitan. Intinya pergaulan bebas
yang berujung kumpul kebo dan berdampak perkawinannya bergelar MBA =Married
By Accident. Kalau tidak ke pelaminan, pilihannya aborsi. Lebih ekstrim lagi
sekarang sering kita dengar peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh
selingkuhannya sendiri gara-gara cemburu atau gara-gara si perempuan minta
dilegalkan hubungannya.

Di bidang politik, wah ini mah seru sekali! Ada manipulasi alias tipu-tipu, kolusi,
nepotisme alias pertemanan, korupsi, bahkan konspirasi. Ingat kasus Pak De dulu?
Beliau terpaksa mendekam di penjara lama sekali karena menjadi terdakwa atas
meninggalnya Dietje sang Pragawati cantik. Padahal yang membunuh orang lain. Di
masa kini? Oo, jelas lebih seru lagi. Apalagi tujuan Dajjal menguasai dunia. Sepaket
dengan tujuan Zionis yang ingin menghancurkan Islam.
Tengoklah zaman penjajahan Belanda. Siapa yang berhasil menaklukan Aceh?
Snouck Hugronje, Yahudi tulen yang pergi ke Timur Tengah belajar Islam tapi untuk
menghancurkan Islam di Aceh. Sayangnya, di negeri ini ada juga ustadz yang
memuji-muji Snouck ini karena mengira mualaf yang pergi haji dan ulama, katanya.
Inilah ghazwul fikri, pemutarbalikkan fakta. Yang jahat dibilang baik, sementara yang
baik dijelek-jelekkan bahkan kalau perlu dijebloskan ke penjara. Intinya, maling
teriak maling. Maka yang bisa melihat yang hak itu hak dan yang batil itu batil, itulah
yang bisa memahami tulisan kafir di antara kedua mata Dajjal. Itulah manusiamanusia yang tidak termakan dengan umpan yang diberikan iblis. Semoga kita bisa
punya kemampuan mem-furqan (membedakan) mana yang hak dan batil tanpa
tertipu oleh Iblis dan antek-anteknya. Sehingga kita selamat dari ancaman bahkan
terkaman Dajjal yang sesungguhnya.
Wallahu alam bish showab

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/05/06/50846/dahsyatnya-ghazwulfikri/#ixzz3S9ZUYP00
Follow us: @dakwatuna on Twitter |dakwatunacom on FacebookPERANG pemikiran

atau ghazwul Fikri adalah cara lain dari musuh-musuh islam diantaranya barat untuk
menghadapi umat islam khususnya dalam merusak sendi-sendi islam bahkan keseluruhan.
Perang pemikiran berbeda dengan perang militer atau fisik. Perang pemikiran lebih mudah,
hemat waktu dan biaya bahkan lebih efektif dari perang fisik yang banyak menguras tenaga juga
biaya yang tidak sedikit.
Di antara sebab mereka melakukan Ghazwul Fikri (perang pemikiran): pertama, Sulitnya
mengalahkan umat islam secara militer. Hal ini membuat mereka stress karna mereka sudah
banyak memakan biaya yang tidak sedikit, tenaga yang besar bahkan telah mengorbankan
warga mereka dalam perang fisik itu yang juga tidak sedikit warga mereka yang tewas. Terbukti
dengan adanya perang di Afghanistan, Iraq, Chechnya, Suriah dan masih banyak lagi negerinegeri muslim yang mereka perangi.
Namun kemenangan untuk mereka (barat) tidak pernah datang padahal negeri-negeri (muslim)
yang mereka perangi jika di bandingkan dengan mereka (barat) baik dalam hal teknologi,
persenjataan juga kekuatan Negara jauh tertinggal dari mereka (barat).
Inilah yang menyebabkan mereka mencari jalan lain dalam memerangi umat islam khususnya
islamnya yang ingin mereka hancurkan. kedua, karna biayanya lebih rendah, mereka tidak perlu
membeli tank-tank, pesawat-pesawat, amunisi. Yang mereka perlukan hanya menyebarkan ideide yang mereka usung keseluruh belahan dunia dengan tujuan imperialisme-kolonialisme.

Bahkan dengan cara ini yang tidak terjangkau oleh perang fisik bisa terjangkau dengan perang
pemikiran, sebagai contoh; dalam perang pemikiran media yang mereka pakai sangat benyak
mulai dari media massa; cetak, elektronik dsb-nya, karya-karya ilmiah, mendirikan LSM,
Lembaga Pendidikan, buku-buku bahkan lewat mulut pun mereka lakukan.
Dari media-media inilah mereka bisa menjangkau apa yang tidak terjangkau. Lewat buku-buku
mereka bisa menjangkau semua kalangan dan yang lebih mengkhawatirkan mereka
melakukannya lewat media elektronik semisal televisi . Orang yang belum kuat pemahaman
Dien-nya dengan sangat mudah akan terpengaruh dari media tersebut tak terkecuali anak-anak.
Sungguh sangat menghawatirkan. ketiga, karna lebih mudah dilakukan berkat bantuan kaki
tangan mereka yakni kaum munafiqin. Inilah virus yang amat berbahaya dari segala virus yang
ada. virus ini lebih hina dan keji dari virus HIV/AIDS namun dari cara kerjanya sama, mereka
menggerogoti organ-organ penting Dien ini yang bisa mengakibatkan hancur dari dalam.
Penganut SEPILIS termasuk ke dalam virus hina ini karna mereka mengusung pemahaman
yang bertentangan dengan islam, memuja kebebasan termasuk kebebasan menafsirkan AlQuran, berkiblat pada musuh islam dan masih banyak lagi produk pemikiran kuffar yang mereka
pakai dalam menjalani hidup ini namun mereka masih menyebut diri mereka sebagai muslim!
Inilah virus itu! keempat, Hasilnya lebih memuaskan karena melanggengkan penjajahan
terhadap dunia islam.
Pemimpin-pemimpin negeri muslim yang berkiblat pada barat dengan mudah di kontrol oleh
mereka, bahkan menjadi boneka mereka yang menjalankan pemerintahan di bawah perintah
asing. Inilah yang melanggengkan cengkeraman barat di dunia islam.
Adapun tujuan mereka melakukan ghazwul fikri:
Pertama, mendangkalkan Aqidah hingga pemurtadan. Jika tujuan ini berhasil, banyak nya
muslim yang murtad mereka berpandangan umat akan menjadi lemah dalam segi kuantitas.
Kedua, menumbuhkan keraguan terhadap ajaran islam. Yang mereka lakukan adalah mengacakacak syariat islam. Mereka menyebut syariat islam sudah tertinggal oleh jaman tidak bisa
diterapkan lagi dalam kehidupan sekarang, hukum potong tangan, rajam, jilid dsb-nya tidak
manusiawi melanggar HAM dan berbagai macam komentar dari mereka yang bertujuan
meragukan kaum muslimin dari Dien-nya. Alhasil tidak sedikit dari umat ini yang berpandangan
sama seperti mereka.
Ketiga, mereka menciptakan sekulerisme (memisahkan agama dari kehidupan). Mereka
berpendapat Agama tidak perlu dibawa-bawa dalam aktifitas keseharian terkhusus dalam hal
pemerintahan.
Keempat, menumbuhkan Islamphobia baik pada kalangan (umat) islam maupun kalangan nonislam. Mereka menciptakan ide Perang melawan Teroris dan yang mereka jadikan sebagai
teroris adalah umat islam yang berjuang untuk menegakkan Kalimatullah. mereka mencitrakan
para Aktifis dakwah sebagai teroris dan berbahaya.

Kelima, merusak moral kaum muslimin. Mereka merusak moral kaum muslimin dengan cara
memperkenalkan pergaulan bebas, Clubbing, free sex, lagu-lagu cengeng tentang cinta,
budaya pacaran dan segudang aktifitas lainnya yang banyak dilakukan kaum muslimin sekarang
ini khususnya generasi muda. Keenam, memecah belah persatuan umat islam.
Mereka memakai pisau analis yang membagi-bagi kaum muslimin terdiri dari; Islam Radikal
atau Islam Fundamentalis, Tradisionalis dan Islam moderat. Kaum muslimin yang menentang
barat, barat kelompokan kedalam Islam Fundamentalis atau Islam Radikal, sementara kaum
muslimin yang wellcome terhadap barat mereka kelompokkan kedalam Islam Moderat. Inilah
contoh kecil yang Barat lakukan dalam memecah belah kaum muslimin. ketujuh, adalah
melanggengkan kolonialisme baru di tengah-tengah dunia islam.
Mereka menjajah, merampas kekayaan negeri-negeri muslim untuk kepentingan negara mereka.
Mereka membeli orang-orang yang berpengaruh dalam negerinya untuk dijadikan antek
mereka. Dengan cara seperti itu mereka dapat mengendalikan negeri kaum muslimin karna para
penguasanya telah mereka kuasai.
Inilah sebagian kecil dari tujuan mereka melakukan perang pemikiran (Ghazwul Fikr) dan masih
banyak lagi tujuan-tujuan, maksud-maksud dan rencana busuk yang mereka kerjakan dan juga
yang belum mereka kerjakan. Kita sebagai umat harus selalu waspada.. perkuat barisan dan
ukhuwah, terus tambah keilmuan kita untuk menangkal dan melawan perang pemikiran yang
dilancarkan musuh-musuh islam. Wallahualam. [