Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN HASIL DISKUSI

DISUSUN OLEH:
Maysaroh (XII IPA3/3)

SMA NEGERI 1 WONOSARI


2013

LAPORAN HASIL DISKUSI


Upaya Penanaman Jiwa Nasionalisme pada Generasi Muda
1. Pendahuluan
Nasionalisme merupakan suatu paham mengenai rasa cinta terhadap tanah air. Rasa
cinta terhadap tanah air (nasionalisme) harus ditanamakan sejak dini agar seluruh anak
bangsa memiliki rasa cinta yang sangat besar terhadap Indonesia.
Patriotisme merupakan suatu paham yang mengajarkan seseorang untuk bersikap rela
berkorban demi tanah airnya. Patriotisme merupakan bagian dari nasionalisme. Salah satu
perilaku cerminan sikap patriotism yaitu mencintai dan menggunakan produk-produk hasil
karya anak bangsa.
Diskusi ini bertujuan untuk yaitu memberikan penjelasan mengenai berbagai upaya
yang dilakukan untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan patriotisme pada generasi muda.
2. Nama Kegiatan
Tema kegiatan ini adalah Upaya Penanaman Jiwa Nasionalisme pada Generasi Muda
3. Pelaksanaan
Diskusi dilaksanakan pada
hari
: Kamis
tanggal
: 29 Agustus 2013
waktu
: pukul 12.20 13.15 WIB
tempat
: kelas XII IPA 3 SMA 1 Wonosari, Yogyakarta.
4. Panelis
Panelis pada diskusi ini yaitu Tita Nur Aini S dan Muhsin Nur Alamsyah , yang
merupakan ketua dan wakil ketua kelas XII IPA3 SMA N 1 Wonosari.
5. Peserta
Diskusi kali ini diikuti oleh 29 siswa kelas XII IPA 3 SMA N 1 Wonosari.
6. Uraian singkat diskusi
Diskusi yang dilaksanakan di ruang kelas XII IPA 3 ini berlangsung lancar.
Antusiasme peserta diskusi sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya tanggapan
dan pertanyaan yang diajukan oleh peserta. Tema yang sesuai dengan keadaan remaja
mengakibatkan tingginya antusiasme peserta dalam mengikuti diskusi kali ini.
7. Penutup

Rasa nasionalisme dan patriotism harus ditanamkan sejak dini. Dengan penanaman
sejak dini, maka generasi penerus bangsa akan memiliki rasa nasionalisme dan patriotism
yang tinggi dan tidak akan menjadi generasi yang lupa akan jati dirinya.

NOTULEN DISKUSI
Tanggal diskusi
Tempat diskusi
Waktu diskusi
Tema diskusi
Moderator
Panelis

: 29 Agustus 2013
: ruang kelas XII IPA 3 SMA 1 Wonosari
: pukul 12.20 13.15 WIB
: Nasionalisme
: Riyana Rochmawati
: 1. Tita Nur Ainni S
2. Muhsin Nur Alamsyah

Peserta

: siswa-siswi kelas XII IPA 3

Jumlah

: 29 Orang.

Uraian pelaksanaan diskusi

Nasionalisme adalah paham yang mengajarkan tentang sikap cinta terhadap tanah air.
Saat ini, rasa nasionalisme para generasi muda mulai luntur. Pelaksanaan upacara bendera yang

berlangsung tidak khidmat dan

kecintaan terhadap produk impor merupakan bukti nyata

kurangnya rasa nasionalisme pada generasi muda.


Rasa nasionalisme dapat ditanamkan dengan cara :
1.
2.
3.
4.

Menanamkan sejak usia dini


Memperdalam ilmu mengenai sejarah Indonesia
Mengenali para pahlawan dan tokoh bangsa
Mengenali, mempelajari dan melestarikan buda bangsa.
Patriotisme adalah sikap rela berkorban untuk tanah air. Sikap patriotism dapat

diwujudkan dengan cara :


1.
2.
3.
4.

Mencintai dan menggunkan produk dalam negeri


Tidak merusak fasilitas yang diberikan pemerintah
Tidak merusak lingkungan hidup
Ikut serta dalam pembangunan

5. Menaati peraturan
6. Menjaga kelestarian budaya bangsa

Pertanyaan 1 :
Pertanyaan 2 :

Manakah yang harus didahulukan antar nasionalisme dan patriotisme ?


Bagaimana bentuk perhatian yang dapat dilakukan siswa?

Pertanyaan 3 :

Siapakah tokoh nyata yang memiliki rasa nasionalisme dan patriotisme

Pertanyaan 4 :
Pertanyaan 5 :

yang tinggi?
Bagaimana cara mencintai produk dalam negeri ?
Saat ini , banyak pelajar yang berpendidikan tinggi akan tetapi rasa
nasionalismenya rendah, sedangkan pelajar berpendidikan rendah
justru memiliki rasa nasionalisme tinggi. Bagaimana cara menyikapi
rasa nasionalisme yang tidak seimbang tersebut ?

Pertanyaan 6 :

Bagaiman caranya agar generasi muda lebih mencintai kebudayaan


Indonesia ?

Jawaban pertanyaan 1 : Ketika mempelajari nasionalisme, secara tidak langsung kita


telah mempelajari patriotisme. Keduanya berjalan secara
bersamaan
Jawaban pertanyaan 2 : Masalah yang sedang marak saat ini adalah korupsi. Sebagai

siswa kita dapat memberikan perhatian dengan cara sharing


pendapat mengenai kasus korupsi terhadap guru. Contoh
yang lebih sederhana yaitu mengingatkan orang lain ketika
membuang sampah semabarangan. Salah satu peserta
(Daniel) menambahkan bahwa perhatian bisa ditunjukkan
dengan mempelajari apa yang terjadi saat ini agar bisa
diperbaiki pada generasi berikutnya
Jawaban pertanyaan 3 : Soe Hok Gie, dia adalah seorang mahasiswa yang juga
seorang aktivis. Soe Hok Gie menulis beberapa buku
tentang pemerintahan Indonesia yang terjadi pada saat itu.
Dia tetap menuliskan fakta yang terjadi meskipun dia terus
di kecam dan menanggung banyak resiko. Sehingga dia
sempat dipenjara berulang kali. Setelah meninggalnya Soe
Hok Gie bau ada kebebasan berpendapat.
Jawaban pertanyaan 4 : Dari segi pemerintah, pemerintah sebaiknya menambah
modal produsen untuk memproduksi barang. Sedangkan
dari segi masyarakat, masyarakat seharusnya meningkatkan
kualitas sumber daya sehingga dapat menghasilkan produk
yang dapat bersaing dengan produk luar negeri.
Jawaban pertanyaan 5 : Hal itu merupakan dampak dari modernisasi. Mungkin sejak
kecil pengetahuan nasionalisme yang dimiliki kurang. Oleh
karena

itu,

pemerintah

mulai

memperbaiki

dengan

memasukkan nilai-nilai nasionalisme kedalam kurikulum


2013. Dengan begitu diharapkan para penerus bangsa yang
berpendidikan dan berprestasi memiliki rasa nasionalisme
dan tidak lupa akan tanah airnya. Salah satu peserta
(Damar) menambahkan bahwa hal itu bukan sepenuhnya
kesalahan

pelajar,

nyatanya

pemerintah

pernah

mengabaikan pelajar yang berprestasi.


Jawaban pertanyaan 6 : Mengkolaborasikan budaya barat dengan budaya sendiri

tanpa menghilakan nilai-nilai budaya dalam negeri. Selain


itu, setiap pemuda harus punya filter yang baik.

Kesimpulan : Penanaman rasa nasionalisme dan patriotism pada generasi muda sangat penting
demi kemajuan dan masa depan Indonesia. Ada beberapa cara untuk memupuk rasa nasionalisme
yaitu dengan cara memperdalam pengetahuan tentang seluk beluk sejarah dan budaya Indonesia,
yang kedua mengenali dan mencintai sejarah dan budaya Indonesia lebih dalam, terakhir dengan
menjaga dan melestarikan budaya yang telah diwariskan oleh nenek moyang.

Ketua

Notulis

Riyana Rochmawati

Maysaroh