Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUM

“Pengaruh Kandungan Jenis Air terhadap Pertumbuhan Kecambah Kacang Hijau ”

LAPORAN PRAKTIKUM “Pengaruh Kandungan Jenis Air terhadap Pertumbuhan Kecambah Kacang Hijau ” Kelompok 2: Elvininda Ervita

Kelompok 2:

Elvininda Ervita Ningrum

Khanifah Derita Prehastuti

Rahmi Maulidya Putranty

Sarwan Aliefdiansyah Khusairi

Tri Sulistiyowati

XII IPA 3 SMAN 3 SINGKAWANG

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan sebuah makalah yang berjudul “Pengaruh Kandungan Jenis Air terhadap Pertumbuhan Kecambah Kacang Hijau”. Makalah ini di buat untuk memenuhi salah satu kompetensi dasar dalam materi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan yakni mengkomunikasikan hasil percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan.

Kami telah berusaha untuk menyelesaikan tugas ini dengan sebaik-baiknya, namun tidak ada sesuatu di dunia ini yang sempurna. Dengan segala keterbatasan kami berupaya untuk meminimalisir kesalahan yang ada di dalam makalah ini. Dengan segala kerendahan hati kami siap menerima kritik dan saran yang membangun agar makalah ini menjadi lebih baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselesaikannya makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan bagi pembaca.

Singkawang, 15 September 2014

i

DAFTAR ISI

Penyusun

KATA PENGANTAR

..............................................................................................................................................

i

 

DAFTAR ISI

ii

 

iii

iv

v

............................................................................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN

1

1.1

Latar Belakang Masalah

1

1.2

Perumusan Masalah

1

1.3

Tujuan Penelitian

1

1.4

Manfaat Penelitian

1

 

3

2.1

Dasar Teori

3

2.2

Hipotesis

5

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN

6

3.1

Alat dan Bahan

6

3.2

Cara Kerja

................................................................................................................................................

6

3.3

Analisis Data

7

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

8

4.1

Hasil Penelitian

8

4.2

Pembahasan

11

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

13

5.1

Kesimpulan

13

5.2

Saran

13

DAFTAR PUSTAKA

14

LAMPIRAN

15

DAFTAR TABEL

ii

Tabel 1.1 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada pot A

.........................

8

Tabel 1.2 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada pot B

8

Tabel 1.3 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada pot C

9

Tabel 1.4 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada pot D

9

iii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Penanaman biji kacang hijau

............................................................................................

15

Gambar 1.2 Keadaan pertambahan tanaman kacang hijau pada hari kedua

.......

…………………… 15

Gambar 1.3 Keadaan pertambahan tanaman kacang hijau hari keempat

15

Gambar 1.4 Keadaan pertambahan tanaman kacang hijau kacang hijau hari keenam

16

Gambar 1.5 Keadaan pertambahan tanaman kacang hijau pada hari kedelapan

.................................

16

iv

iii

ABSTRAK

Salah satu ciri organisme adalah tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan adalah suatu proses pertambahan ukuran, volume, serta jumlah sel yang bersifat irreversible. Sedangkan perkembangan adalah proses yang mengiringi pertumbuhan yaitu proses menuju keadaan yang lebih dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah air. Air merupakan faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan. Pada percobaan kali ini, kami mengamati pertambahan panjang tanaman biji kacang hijau yang diberi beberapa kandungan air yang berbeda. Kami mengamati pertambahan panjang batang tumbuhan kacang hijau selama 8 hari. Kandungan air yang di gunakan adalah air cucian beras, air teh basi dan air cucian ikan. Sebagai kontrol kami menggunakan air sumur.

v

  • 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN

Kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek (kurang lebih 60 hari). Kacang hijau memiliki berbagai manfaat seperti kandungan protein yang

berfungsi untuk memperkuat daya tahan tubuh, Kalsium dan Fosfor yang berfungsi untuk memperkuat tulang serta antioksidan yang sangat berguna bagi tubuh. Kacang hijau merupakan tanaman yang relatif mudah untuk di tanam. Proses pertumbuhan kacang hijau dikendalikan oleh hormon serta faktor lingkungan. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah air.

Air dibutuhkan tumbuhan sebagai pelarut dan medium reaksi enzimatis.

Air juga

mempengaruhi kadar enzim dan substrat sehingga secara tidak langsung mempengaruhi laju reaksi metabolisme. Kandungan air juga akan mempengaruhi kesuburan suatu tanaman. Tanaman yang disiram dengan kandungan air yang berbeda-beda juga akan memiliki tingkat kesuburan yang berbeda pula. Untuk itu, penulis mengadakan penelitian untuk mengetahui kandungan air yang terbaik untuk pertumbuhan kacang hijau.

  • 1.2 Perumusan Masalah Dari latar belakang masalah dapat di rumuskan suatu masalah yaitu : Apakah kandungan jenis air yang paling baik untuk pertumbuhan kacang hijau?

  • 1.3 Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu:.

    • 1. Mengetahui kandungan air yang paling baik untuk proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan kacang hijau.

  • 1.4 Manfaat Penelitian Manfaat dari hasil akhir penelitian ini adalah :

    • 1. Manfaat untuk Penulis Dengan adanya penelitian ini dapat memberikan pengalaman serta pengetahuan kepada penulis tentang kandungan air yang terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kacang hijau.

    • 2. Manfaat untuk Pembaca Untuk menambah wawasan dan pengetahuan bahwa air cucian beras, air cucian ikan serta air teh basi bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Sehingga setelah mencuci beras atau mencuci ikan air tersebut bisa digunakan untuk menyiram tanaman. Demikian juga ketika membuat teh kemudian lupa untuk meminumnya sehingga teh tersebut menjadi basi maka air itu dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman.

      • 3. Manfaat untuk Pendidikan Untuk menjadi referensi dan pengetahuan dalam melakukan percobaan yang sama

1

tentang pengaruh kandungan air terhadap pertumbuhan tanaman.

2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  • 2.1 Dasar Teori Air (H 2 O) adalah cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau yang terdapat dan diperlukan dalam kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan. Secara kimiawi air terbentuk dari Hidrogen dan Oksigen. Air merupakan salah satu faktor yang dapat mempercepat perkecambahan dan menghentikan masa dormansi biji. Fungsi air untuk tumbuhan adalah :

    • 1. Memberikan tanaman turgor pada dinding sel sehingga sel dapat membelah dan membesar.

    • 2. Merangsang proses terjadinya imbibisi yaitu proses penyerapan air oleh biji.

    • 3. Sebagai bahan baku fotosintesis sehingga tanaman dapat memproduksi glukosa.

    • 4. Mengedarkan hasil-hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan.

Bila tanaman kekurangan air maka tanaman akan kering dan kekurangan nutrisi karena tidak ada yang mengangkut nutrisi itu. Tetapi jika kelebihan air juga tidak baik untuk tanaman karena pertumbuhan tanaman akan terhambat dan kemungkinan akan mati. Berikut ini beberapa jenis air berdasarkan kandungannya :

  • 1. Air Cucian Beras Selain sumber energi dan protein, beras juga mengandung berbagai unsur mineral dan vitamin. Sebagian besar karbohidrat beras adalah pati (85-95%) dan sebagian besar pentosan, selulosa, hemiselulosa dan gula. Protein adalah komponen kedua terbesar dari beras setelah pati. Sebagian besar (80%) protein beras merupakan fraksi yang tidak larut dalam air yang disebut protein glutein. Kualitas protein beras lebih baik karena mengandung lisin yang tinggi. Penjelasan logis dan ilmiah mengenai hal ini karena air cucian beras mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi. Karbohidrat bisa menjadi perantara terbentuknya hormon auksin dan giberelin. Auksin bermanfaat untuk pertumbuhan pucuk dan kemunculan tunas baru sedangkan giberelin berguna untuk merangsang pertumbuhan akar.

Kandungan Nutrisi

Konsentrasi per 100 gram

Karbohidrat

28,6 gram

Lemak

0,21 gram

Protein

2,38 gram

Vitamin B1

0,167 mg

Vitamin B2

0,016 mg

Vitamin B3

1,835 mg

Kalsium

3 mg

Magnesium

13 mg

Fosfor

37

g

3

2.

Air Teh Basi

Teh sebagian besar mengandung ikatan biokimia yang disebut polyphenols, termasuk di dalamnya flavonoid. Flavonoid merupakan suatu kelompok antioksidan yang secara alamiah ada pada sayur-sayuran dan buah-buahan. Pada tanaman, flavonoid memberikan perlindungan terhadap adanya stress lingkungan, sinar ultraviolet, serangga, jamur, virus dan bakteri. Air teh basi juga banyak mengandung mineral baik makro maupun mikro yang banyak berperan dalam pembentukan enzim antioksidan.

Unsur Nutrisi

Konsentrasi

Unsur Nutrisi

Konsentrasi

Lemak (mg)

0,79

Kalori (mg)

132

Protein (mg)

19,59

Air (gram)

7,6

Vitamin A (mg)

20,99

Karbohidrat (mg)

7,89

Vitamin C (mg)

300

Vitamin B (mg)

0,01

Besi (mg)

11,8

Fosfor (mg)

205

Tembaga (%)

20

Karbon Organik

Belum diketahui secara pasti

Kalium (%)

13

Magnesium

10

Polyphenol

10-25

Kalsium (mg)

7,7

Asam Amino

Sedikit

Methylxanthires

Sedikit

Selenium (ppm %)

1-1,8

Tennin

9-20

Kafein (mg %)

45-50

Mangan (kg/ml)

300-600

  • 3. Air Cucian Ikan Ikan intinya protein dan protein ada yang larut dalam air tetapi ada juga yang tidak larut dalam air. Salah satu yang dapat larut dalam air adalah asam amino yang dalam jumlah tertentu sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Penguraian protein dalam tanah menghasilkan senyawa Nitrogen dan Sulfur seperti Amonium. Air cucian ikan juga mengandung unsur Fosfor dan Kalium yang sangat bermanfaat untuk tumbuhan. Tumbuhan yang disiram air cucian ikan dengan rutin kan menjadi lebih subur dan cepat berbunga.

Macam zat gizi

Jumlah

Kadar air (%)

47,10

Sumber energi (Kkal)

54

Protein (gram)

11,20

Lemak (gram)

0,7

Kalsium (mg)

9

Fosfor (mg)

156

Zat Besi (mg)

1,2

Natrium (mg)

9,0

Vitamin B3 (mg)

1,2

4

2.2

Hipotesis

Berdasarkan penjelasan di atas, maka hipotesis kami “Air yang paling baik untuk pertumbuhan kecambah kacang hijau adalah air cucian beras?”.

5

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

  • 3.1 Alat dan Bahan

3.2

Alat

1.

Penggaris

2.

Gelas Ukur

3.

4.

Double Tip

5.

Tipe-x

6.

Lidi

7.

Timbangan

8.

Sendok

9.

Pulpen

10.

Kertas

11.

Kantong Plastik

12.

Handphone

Bahan

1.

Air

2.

Beras

3.

Teh Celup

4.

Ikan

5.

Biji Kacang Hijau

6.

Tanah Bakar

Cara Kerja

1.

2.

3.

 

kg.

4.

5.

6.

7.

 

berikut :

a.

b.

c.

d.

8.

Polybag 4 buah ukuran 2 kg

Menyiapkan alat dan bahan.

Memilih bibit kacang hijau yang sudah direndam. Kemudian mengambil bibit yang

terbaik yaitu bibit yang tenggelam.

Memasukkan tanah bakar ke dalam empat buah polybag masing-masing sebanyak 1,5

Meletakkan delapan biji kacang hijau yang telah direndam pada setiap polybag.

Menandai masing-masing biji kacang hijau menggunakan lidi, kantong plastik hitam,

double tip serta tipe-x dan diberi nomor kemudian menandai polybag A, B, C, dan D.

Meletakkan masing-masing polybag pada tempat yang terang.

Menyiram masing-masing polybag dengan berbagai jenis air satu kali sehari sebagai

Polybag A menggunakan air sumur sebanyak 120 ml sebagai kontrol

Polybag B menggunakan air cucian beras sebanyak 120 ml

Polybag C menggunakan air teh basi sebanyak 120 ml

Polybag D menggunakan air cucian ikan sebanyak 120 ml

6

Mengamati dan mengukur pertambahan batang kacang hijau setiap dua hari sekali

pada pukul 18.00 WIB selama 8 hari dan mencatatnya pada tabel.

3.3

Analisis Data

Dalam menganalisis hasil penelitian, dapat dilakukan dengan membuat laporan penelitian pada kertas analisis. Pada penelitian ini, kelompok kami menggunakan tabel dan

grafik untuk menganalisis data hasil penelitian.

7

7

7

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

  • 4.1 Hasil Penelitian Polybag A (Air Sumur) Tabel 1.1 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada polybag A

No.

Tumbuhan Ke-

Pertambahan Panjang Batang Tumbuhan Hari Ke- (mm)

Rata-Rata

2

4

6

8

  • 1 1

11

53

160

203

53,37

  • 2 2

19

50

210

249

66

  • 3 3

14

95

220

202

66,37

  • 4 4

15

115

235

248

76,62

  • 5 5

5

45

180

234

58

  • 6 6

19

75

105

144

42,87

  • 7 7

12

90

130

256

61

  • 8 8

18

88

168

193

58,37

 

Rata-Rata

13,9

76,8

176

216,1

Polybag B (Air Cucian Beras)

Tabel 1.2 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada polybag B

No.

Tumbuhan Ke-

Pertambahan Panjang Batang Tumbuhan Hari Ke- (mm)

Rata-Rata

2

4

6

8

  • 1 1

9

60

172

294

66,87

  • 2 2

18

100

211

216

68,12

  • 3 3

20

80

227

244

71,37

  • 4 4

16

90

225

247

72,25

  • 5 5

15

100

200

251

70,75

  • 6 6

19

110

223

276

78,5

  • 7 7

14

92

217

259

72,75

  • 8 8

14

102

225

268

76,12

 

Rata-Rata

15,7

91,8

212,5

256,9

Polybag C (Air Teh Basi)

8

Tabel 1.3 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada polybag C

No.

Tumbuhan Ke-

Pertambahan Panjang Batang Tumbuhan Hari Ke- (mm)

Rata-Rata

2

4

6

8

  • 1 1

14

90

220

240

70,5

  • 2 2

14

75

165

235

61,12

  • 3 3

13

70

193

249

65,62

  • 4 4

6

86

203

256

68,87

  • 5 5

8

99

205

256

71

  • 6 6

23

116

245

242

78,25

  • 7 7

12

72

211

254

68,62

  • 8 8

13

100

228

230

71,37

 

Rata-Rata

12,9

89

208,8

245

Polybag D (Air Cucian Ikan)

Tabel 1.4 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada polybag D

No.

Tumbuhan Ke-

Pertambahan Panjang Batang Tumbuhan Hari Ke- (mm)

Rata-Rata

2

4

6

8

  • 1 80

1

14

190

222

63,25

  • 2 40

2

10

152

202

50,5

  • 3 80

3

9

211

246

68,25

  • 4 25

4

18

153

216

51,5

  • 5 85

5

18

202

222

68,87

  • 6 40

6

11

90

172

39,12

  • 7 70

7

13

165

190

54,75

  • 8 85

8

6

196

249

67

 

Rata-Rata

12,4

63,1

170

214,9

9

Grafik Pertumbuhan 256,9 245,0 216,1 212,5 208,8 214,9 176,0 170,0 91,8 89,0 76,8 63,1 15,7 13,9
Grafik Pertumbuhan
256,9
245,0
216,1
212,5
208,8
214,9
176,0
170,0
91,8
89,0 76,8
63,1
15,7
13,9 12,9
12,4

4.2

Pembahasan

10

Pot A (Air Sumur)

Pada hari pertama penanaman, tidak ada satupun kecambah yang tumbuh. Pada hari ke-2 hingga hari ke-8 proses pertumbuhan berlangsung normal. Pada hari ke-2 rata-rata pertumbuhan tanaman per hari adalah 13,9 mm, kemudian hari ke-4 menjadi 76,8 mm, hari ke-6 176 mm, dan hari ke-8 216,1 mm. Dari data tabel dapat dilihat bahwa pertumbuhan tanaman dengan menggunakan air sumur, pertumbuhannya masih kurang optimal dibandingkan dengan air beras dan air teh basi. Air sumur biasanya mudah terkontaminasi zat-zat dari limbah rumah tangga, walaupun hanya sedikit. Hal ini berpengaruh pada pertumbuhan tanaman kacang hijau. Tetapi dengan air sumur pertumbuhan tanaman masih lebih bagus dari air cucian ikan. Kemudian warna daun tanaman kacang hijau yang disiram dengan air sumur, warnanya hijau dan tidak pucat.

Pot B (Air Cucian Beras)

Pada hari pertama, tidak ada satupun kecambah yang tumbuh. Pada hari ke-2 hingga hari ke-8 proses pertumbuhan berlangsung normal. Pada hari ke-2 rata-rata pertumbuhan tanaman per hari adalah 15,7 mm, kemudian hari ke-4 menjadi 91,8 mm, hari ke-6 212,5 mm, dan hari ke-8 256,9 mm. Dari data tabel dapat dilihat bahwa pertumbuhan tanaman dengan menggunakan air cucian beras, pertumbuhannya paling optimal dibandingkan dengan air sumur, air teh basi, dan air cucian ikan. Hal ini dikarenakan air cucian beras mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi. Karbohidrat bisa jadi perantara terbentuknya hormon auksin dan giberelin. Dua jenis bahan yang banyak digunakan dalam zat perangsang tumbuh (ZPT) buatan. Hormon auksin tersebut kemudian dimanfaatkan untuk merangsang pertumbuhan pucuk dan kemunculan tunas baru sedangkan giberelin berguna untuk merangsang pertumbuhan akar. Kemudian dilihat dari warna daun, tanaman yang disiram dengan air cucian beras berwarna hijau dan segar.

Pot C (Air Teh Basi)

Pada hari pertama, tidak ada satupun kecambah yang tumbuh. Pada hari ke-2 hingga ke-8 proses pertumbuhan berlangsung normal. Pada hari ke-2 rata-rata pertumbuhan tanaman per hari adalah 12,9 mm, kemudian hari ke-4 menjadi 89 mm, hari ke-6 208,8 mm, dan hari ke-8 245 mm. Dari data tabel dapat dilihat bahwa pertumbuhan tanaman dengan menggunakan air teh basi, pertumbuhannya cukup optimal walaupun masih kalah optimal dibandingkan dengan air cucian beras. Air teh basi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan kacang hijau seperti halnya ar cucian beras, meskipun kandungan-kandungan mineral dalam teh banyak seperti Kalium, Magnesium, Mangan, Flour, Zinc, Kalsium, dan sebagainya. Tapi air teh basi bisa memberikan antioksidan tumbuhan terhadap stress lingkungan, sinar ultra violet, serangga, jamur, virus, dan bakteri, di samping sebagai pengendali hormon dan enzim inhibitor. Kemudian dilihat dari warna daun, tanaman yang disiram dengan air teh berwarna hijau dan segar.

Pot D (Air Cucian Ikan)

11

Pada hari pertama, tidak ada satupun kecambah yang tumbuh. Pada hari ke-2 hingga ke-8 proses pertumbuhan berlangsung normal. Pada hari ke-2 rata-rata partumbuhan tanaman per hari adalah 12,4 mm, kemudian pada hari ke-4 menjadi 63,1 mm, hari ke-6 170 mm, dan hari ke-8 214,9 mm. Dari data tabel dapat dilihat bahwa pertumbuhan tanaman dengan menggunakan air cucian ikan, pertumbuhannya paling rendah jika dibandingkan dengan air sumur, air cucian beras dan air teh basi. Pertumbuhannya pun hanya bertambah sedikit saja per harinya. Ini dikarenakan air cucian ikan masih mengandung darah ikan. Darah mengandung besi (Fe) yang jika kadarnya berlebihan akan menghambat pertumbuhan tanaman tersebut. Air cucian darah ikan cocok untuk menyuburkan tanaman saja seperti memperbanyak bunga pada tanaman. Kemudian warna daun pada tanaman yang disiram air cucian ikan berwarna hijau tetapi pucat.

12

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  • 5.1 Kesimpulan Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kandungan air cucian beras merupakan kandungan yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman kacang hijau. Maka percobaan ini hasilnya sesuai dengan hipotesis sehingga dinyatakan diterima.

  • 5.2 Saran Melalui penelitian yang telah dilakukan, diharapkan adanya penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh air terhadap perkecambahan tanaman kacang hijau. Oleh karena itu saran-saran yang dapat diberikan antara lain sebagai berikut:

    • 1. Saran untuk Masyarakat Setelah mengetahui manfaat pada air cucian beras diharapkan masyarakat mampu mengelola limbah menjadi lebih efektif agar tidak terbuang sia-sia. Sehingga ketika selesai mencuci beras atau mencuci ikan, air cucian itu dapat di manfaatkan untuk menyiram tanaman. Begitu juga ketika lupa untuk meminum air teh, sehingga air itu basi maka air itu dapat di siramkan pada tanaman ..

    • 2. Saran untuk Peneliti Lain Sebelum melakukan

penanaman, pastikan

biji

kacang

hijau

yang

dipilih

dalam

keadaan yang bagus, yaitu biji kacang hijau yang tenggelam ketika direndam. Kemudian, melaksanakan langkah demi langkah praktikum dengan teliti agar mendapat hasil praktikum yang baik pula. Dalam pembuatan laporan, hendaknya sesuai dengan kaidah- kaidah atau aturan-aturan penulisan laporan yang telah ditentukan.

  • 3. Saran untuk Pendidikan Pada setiap materi pembelajaran yang memungkinkan untuk diadakan praktikum ini, diharapkan melakukan praktikum untuk membuktikan kesesuaian setiap materi dengan teori-teori yang ada pada setiap bab.

13

13

DAFTAR PUSTAKA

Apriadi, Sandi. “Pengaruh Jenis Air terhadap Pertumbuhan”. 22 Agustus 2014.

Mutiara, Indah. “Penelitian Fisologi Tumbuhan”. 13 September 2014.

Prilia, Oktavia. “Laporan Pengaruh Air Teh terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau”. 12 September 2014.

Sukaesih, Arif. “Pengaruh Jenis Air pada Penyiraman”. 13 September 2014.

Syamsuri, Istamar, dkk 2007. Biologi 3A. Jakarta: Erlangga

14

LAMPIRAN

Gambar 1.1 Pengamatan pertumbuhan tanaman kacang hijau pada hari penanaman.

LAMPIRAN Gambar 1.1 Pengamatan pertumbuhan tanaman kacang hijau pada hari penanaman. Gambar 1.2 Keadaan pertumbuhan tanaman
LAMPIRAN Gambar 1.1 Pengamatan pertumbuhan tanaman kacang hijau pada hari penanaman. Gambar 1.2 Keadaan pertumbuhan tanaman

Gambar 1.2 Keadaan pertumbuhan tanaman kacang hijau pada hari kedua

A
A
B
B
C
C

D

Gambar 1.3 Keadaan pertumbuhan tanaman kacang hijau pada hari keempat

A B C D
A
B
C
D

15

Gambar 1.4 Keadaan batang dan daun kecambah kacang hijau pada hari keenam

A
A

B

C D
C
D

Gambar 1.5 Keadaan pertumbuhan tanaman kacang hijau pada hari kedelapan

A
A
D
D
B
B
C
C

16