Anda di halaman 1dari 17

1

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Saat ini pasar keuangan dunia mengalami perkembangan yang pesat
karena hampir setiap negara di dunia, baik itu negara maju maupun negara
berkembang terlibat dalam kegiatan pasar keuangan. Pasar keuangan merupakan
pasar dengan transfer dana dari orang-orang yang memiliki dana lebih untuk
orang-orang yang memiliki produktivitas tetapi dananya terbatas. Pasar keuangan
tidak hanya mempengaruhi kehidupan sehari-hari tetapi juga melibatkan banyak
aliran dana pada perekonomian suatu negara yang dapat mempengaruhi
keuntungan bisnis, penghasilan atau produksi dari barang-barang dan pelayanan,
dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Terdapat beberapa instrumen dalam pasar keuangan seperti investasi yang
dilakukan dalam berbagai bentuk, baik investasi riil maupun investasi non riil
seperti saham. Kegiatan investasi tersebut membuat banyak orang di tiap negara
tertarik untuk melakukannya karena orang-orang tersebut berharap mendapatkan
keuntungan atau tingkat pengembalian dari investasinya tersebut. Ketertarikan
melakukan investasi juga dialami oleh sebagian penduduk Indonesia, bahkan
terjadi peningkatan jumlah perusahaan yang melakukan investasi dalam bentuk
saham dari tahun 2008-2015. Berikut data transaksi dan indeks saham di Bursa
Efek Indonesia :
Data Transaksi dan Indeks Saham di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2015
Indeks
Tahun

Jumlah
Perusahaa

Volume
(Juta Saham)

Nilai
(Juta Rp)

Harga
Saham
Komposit

2015

506

147.941

136.604

5.289,40

2014

506

1.327.014

1.453.393

5.226,95

2013

483

1.342.655

1.522.121

4.274,18

2012

459

1.053.762

1.116.114

4.316,69

2011

440

1.203.550

1.223.441

3.821,99

2010

420

1.330.865

1.176.238

3.703,51

2009

398

1.467.660

975.135

2.534,36

2008

396

787.846

1.064.528

1.355,41

Sumber : Badan Pusat Statistik (diolah)


Data tersebut menunjukkan bahwa adanya peningkatan jumlah perusahaan
yang melakukan transaksi jual beli saham tiap tahunnya dari tahun 2008 hingga
tahun 2015. Hal ini menunjukkan bahwa investasi dalam bentuk saham banyak
diminati oleh penduduk Indonesia. Namun investasi mengandung unsur
ketidakpastian atau resiko sehingga pemodal tidak tahu secara pasti bahwa dia
akan memperoleh tingkat pengembalian yang kecil atau besar atau bahkan rugi.
Kondisi ketidakpastian tersebut dikenal dengan istilah resiko dalam berinvestasi.
Maka dari itu untuk memperkecil resiko yang mungkin terjadi, pemodal
membentuk portofolio investasi. Portofolio merupakan sekumpulan aset yang
dimiliki untuk tujuan ekonomis tertentu. Pembentukan portofolio ini memiliki
tujuan untuk meminimalisir resiko dalam berinvestasi dengan cara diversifikasi
(menyebar

investasinya

mengkombinasikan

pada

berbagai

berbagai
instrumen

kesempatan
investasi

investasi)

kedalam

dan

portofolio.

Pembentukan portofolio tersebut diharapkan dapat meminimalisir resiko


berinvestasi sehingga hal ini akan berkaitan dengan peningkatan aktivitas di pasar
keuangan dan perekonomian Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah :
Dari latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan, yakni : Bagaimana
peran pembentukan portofolio dalam pasar keuangan ?
1.3 Tujuan :
Tujuan dari perumusan masalah diatas adalah untuk menjelaskan bagaimana peran
pembentukan portofolio dalam pasar keuangan.

BAB 2. PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Portofolio
Portofolio merupakan kepemilikan aset yang memilki tujuan ekonomis,
konsep dasar dalam portofolio yaitu bagaimana mengalokasikan sejumlah dana
untuk berbagai jenis investasi guna memperoleh keuntungan yang optimal
(harold,1998). Menurut Jogiyanto Hartono dalam bukunya yang berjudul teori dan
praktik portofolio dengan excel portofolio (portofolio) adalah suatu kumpulan
aktiva keuangan dalam suatu unit yang di pegang atau disebut oleh seorang
investor, perusahaan investasi, atau institusi keuangan. Portofolio dapat dikatakan
sebuah diversifikasi investasi yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan
optimal dengan resiko tertentu, dengan resiko dan return memiliki perbandingan
yang sama, artinya semakin besar resiko yang mungkin di tanggung oleh investor,
maka semakin besar pula keuntungan yang mungkin di peroleh investor
Teori portofolio pertama kali di kembangkan oleh peraih hadiah nobel
yaitu Harry M Markowitz dalam jurnalnya yang berjudul journal of finance yang
dikenal dengan teori markowitz, dalam teori tersebut ia menggunakan perhitungan
statistik dasar untuk perencanaan portofolio, yaitu expected return, standar deviasi
sekuritas maupun portofolio, dan korelasi antar return. Teori ini memformulasikan
unsur return dan resiko pada investasi, yang didasarkan pada pendekatan mean
( pengukuran tingkat return) dan varian ( pengukuran tingkat resiko) yang
berkorelasi posiitif, teori ini disebut juga teori mean-varian model, yang menitik
beratkan pada memaksimalkan ekspektasi return ( mean) dan meminimumkan
resiko

(varian)

untuk

merencanakan

portofolio

optimal.

Dengan

mengkombinasikan berbagai instrumen investasi dalam portofolio.

Return dan Resiko


Resiko dapat dibedakan menjadi tiga berdasarkan preferensi investor terhadap
resiko yaitu:

1. Investor yang menyukai resiko (risk seeker), yaitu investor yang lebih suka
investasi yang memiliki tingkat pengembalian yang lebih besar dengan resiko
yang lebih tinggi.
2. Investor yang netral pada resiko, yaitu investor yang akan meminta kenaikan
tingkat pengembalian jika terdapat kenaikan tingkat resiko.
3. Investor yang tidak menyukai resiko ( risk averter), yaitu investor yang akan
lebih memilih investasi yang memiliki tingkat resiko yang lebih rendah
meskipun tingkat pengembaliannya juga lebih rendah.
Return yaitu hasil yang di peroleh dari investasi, return memiliki dua jenis yaitu
return realisasi ( return yang telah terjadi ) dan return ekspektasi ( return yang di
gunakan untuk mengambil keputusan investasi)
2.2 Jenis-Jenis Portofolio
2.2.1 Investasi
a. Pengertian
Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang
berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan
dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan
keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai
penanaman modal.
Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan produksi)
dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi
yang akan datang (barang produksi). Contohnya membangun rel kereta api
atau pabrik. Investasi adalah suatu komponen dari PDB dengan rumus PDB
= C + I + G + (X-M). Fungsi investasi pada aspek tersebut dibagi pada
investasi non-residential (seperti pabrik dan mesin) dan investasi residential
(rumah baru). Investasi adalah suatu fungsi pendapatan dan tingkat bunga,
dilihat dengan kaitannya I= (Y,i). Suatu pertambahan pada pendapatan akan
mendorong investasi yang lebih besar, dimana tingkat bunga yang lebih
tinggi akan menurunkan minat untuk investasi sebagaimana hal tersebut
akan lebih mahal dibandingkan dengan meminjam uang. Walaupun jika
suatu perusahaan lain memilih untuk menggunakan dananya sendiri untuk

investasi, tingkat bunga menunjukkan suatu biaya kesempatan dari investasi


dana tersebut daripada meminjamkan untuk mendapatkan bunga.
Menurut beberapa ahli, investasi merupakan:
1. Investasi adalah menempatkan uang atau dana dengan harapan untuk
memperoleh tambahan atau keuntungan tertentu atas uang atau dana
tersebut (Ahmad Kamaruddin, 2003;1-3).
2. An investment is a commitment of funds made in the expectation of
some positive rate of return, (Donald E. Fischer dan Ronald J.
Jordan: Security Analysis and Portfolio Management).
3. An investment is a commitment of money that is expected to
generate of additional money, (Jack Clark Francis: Investment
Analysis and Management).
Pihak yang melakukan kegiatan investasi disebut investor. Pada
umumnya investor dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu investor
individual

(individual/retail

investors)

dan

investor

institusional

(institutional investors). Investor individual terdiri dari individu-individu


yang melakukan aktivitas investasi. Sedangkan investor institusional
biasanya terdiri dari perusahaan asuransi, lembaga penitipan dana (bank,
asosiasi simpan pinjam, serta serikat kredit), Dana Pensiun, maupun
perusahaan-perusahaan investasi.
b.

Jenis Investasi
secara umum, investasi dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1. Tunai
Aset investasi dalam bentuk tunai umumnya ditawarkan dalam
bentuk tabungan, deposito, atau reksadana pasar uang. Potensi
keuntungan yang didapat biasanya tidak lebih dari 6 persen per
tahun, namun risiko investasi sangat kecil.
2. Pendapatan tetap
Aset finansial memiliki fitur memberikan pendapatan tetap bagi
investornya, bisa bulanan atau tahunan. Umumnya ditawarkan dalam
bentuk obligasi atau surat utang, dan reksadana pendapatan tetap.
Kemungkinan nilai investasi Anda akan berkembang di atas 10

persen per tahun sangatlah minim, namun jika terjadi gejolak di


pasar pun nilai investasi umumnya tidak berkurang drastis.
3. Saham
Ini adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Saham dibagi
menjadi dua, yaitu saham perusahaan terbuka dan saham perusahaan
tertutup. Contoh saham perusahaan tertutup adalah jika Anda
memiliki usaha waralaba, atau usaha kecil rumahan. Untuk saham
perusahaan terbuka, ada pilihan saham blue chips yang biasanya
nilai kapitalisasi pasarnya besar, dan saham lapis kedua. Saham bisa
ditemui pilihannya dalam bentuk reksadana campuran, reksadana
saham, dan juga saham biasa. Risiko investasi ini tergolong cukup
tinggi, namun potensi keuntungan yang diberikan tinggi juga.
2. Aset fisik
Jenis terakhir adalah aset fisik yang umumnya berbentuk emas, batu
permata, dan properti. Potensi keuntungannya bisa cukup bervariasi,
tergantung dari bentuk investasi yang kita pilih. Keunggulan utama
kelas aset ini tentu saja investor memegang langsung produk
investasinya. (as/berbagai sumber)
Sedangkan menurut beberapa ahli, investasi umumnya dikategorikan
dalam 2 jenis:
1. real assets, investasi yang berupa aset berwujud seperti gedung,
kendaraan, dan sebagainya.
2. Financial assets, yaitu dokumen (surat-surat) klaim tidak langsung
pemegangnya terhadap active riil pihak yang menerbitkan sekuritas
tersebut.
c.

Tujuan Investasi
menurut Gitman dan Joehnk (2005:13) ada beberapa alas an mengpa
seseorang melakukan investasi, antara lain adalah:
1. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa yang akan
datang. Seseorang yang bijaksana akan berfikir bagaimana
meningkatkan taraf hidupnya dari waktu ke waktu atau setidaknya

berusaha bagaimana mempertahankan tingkat pendapatan yang ada


sekarang agar tidak berkurang di masa yang akan datang.
2. Mengurangi tekanan inflasi. Dengan melakukan inflasi dalam
pemilihan

perusahaan

atau

obyek

lain,

seseorang

dapat

menghindarkan diri agar kekayaan atau harta miliknya tidak merosot


nilainya karena digerogoti oleh inflasi.
3. Dorongan untuk menghemat pajak. Beberapa negara di dunia banyak
melakukan kebijakan yang sifatnya mendorong tumbuhnya investasi
di masyarakat melalui fasilitas perpajakan yang diberikan kepada
masyarakat yang melakukan investasi pada bidang-bidang usaha
tertentu.
d.

Dasar Keputusan Investasi


a. Return, yaitu tingkat keuntungan yang diperoleh dari investasi.
Return dapat berupa dua macam yaitu pertama, return yang
diharapkan

(expected

return) adalah

tingkat

return

yang

diantisipasi investor di masa depan. Kedua, return realiasi atau


return aktual (realized/ aktual return) merupakan tingkat return
yang didapatkan investor di masa lalu.
b. Risiko. Ketika berinvestasi selain mengharapkan return tertentu
investor juga harus menanggung tingkat risiko. Dalam konteks
manajemen investasi risiko merupakan penyimpangan/ perbedaan
antara return yang diharapkan dengan return yang benar-benar
diterima oleh investor (return aktual).
2.2.2 Obligasi
a.

Pengertian
Obligasi adalah suatu istilah yang digunakan dalam dunia keuangan

yang merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada


pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang
beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran.
Ketentuan lain dapat juga dicantumkan dalam obligasi tersebut seperti
misalnya identitas pemegang obligasi, pembatasan-pembatasan atas
tindakan hukum yang dilakukan oleh penerbit. Obligasi pada umumnya

diterbitkan untuk suatu jangka waktu tetap di atas 10 tahun. Misalnya saja
pada Obligasi pemerintah Amerika yang disebut "U.S. Treasury securities"
diterbitkan untuk masa jatuh tempo 10 tahun atau lebih. Surat utang
berjangka waktu 1 hingga 10 tahun disebut "surat utang" dan utang di
bawah 1 tahun disebut "Surat Perbendaharaan. Di Indonesia, Surat utang
berjangka waktu 1 hingga 10 tahun yang diterbitkan oleh pemerintah
disebut Surat Utang Negara (SUN) dan utang di bawah 1 tahun yang
diterbitkan pemerintah disebut Surat Perbendaharan Negara (SPN).
Obligasi secara ringkasnya adalah utang tetapi dalam bentuk sekuriti.
"Penerbit" obligasi adalah sipeminjam atau debitur, sedangkan "pemegang"
obligasi adalah pemberi pinjaman atau kreditur dan "kupon" obligasi adalah
bunga pinjaman yang harus dibayar oleh debitur kepada kreditur. Dengan
penerbitan obligasi ini maka dimungkinkan bagi penerbit obligasi guna
memperoleh pembiayaan investasi jangka panjangnya dengan sumber dana
dari luar perusahaan.
Pada beberapa negara, istilah "obligasi" dan "surat utang" dipergunakan
tergantung pada jangka waktu jatuh temponya. Pelaku pasar biasanya
menggunakan istilah obligasi untuk penerbitan surat utang dalam jumlah
besar yang ditawarkan secara luas kepada publik dan istilah "surat utang"
digunakan bagi penerbitan surat utang dalam skala kecil yang biasanya
ditawarkan kepada sejmlah kecil investor. Tidak ada pembatasan yang jelas
atas penggunaan istilah ini. Ada juga dikenal istilah "surat perbendaharaan"
yang digunakan bagi sekuriti berpenghasilan tetap dengan masa jatuh tempo
3 tahun atau kurang . Obligasi memiliki risiko yang tertinggi dibandingkan
dengan "surat utang" yang memiliki risiko menengah dan "surat
perbendaharaan" yang memiliko risiko terendah yang mana dilihat dari sisi
"durasi" surat utang dimana makin pendek durasinya memiliki risiko makin
rendah.
Obligasi dan saham keduanya adalah instrumen keuangan yang disebut
sekuriti namun bedanya adalah bahwa pemilik saham adalah bagian dari
pemilik perusahan penerbit saham, sedangkan pemegang obligasi adalah

semata merupakan pemberi pinjaman atau kreditur kepada penerbit obligasi.


Obligasi juga biasanya memiliki suatu jangja waktu yang ditetapkan dimana
setelah jangka waktu tersebut tiba maka obligasi dapat diuangkan sedangkan
saham dapat dimiliki selamanya ( terkecuali pada obligasi yang diterbitkan
oleh pemerintah Inggris yang disebut gilts yang tidak memiliki jangka
waktu jatuh tempo.
b.

Obligasi Pemerintah
Obligasi pemerintah atau biasa juga disebut government bond adalah

suatu obligasi yang diterbitkan oleh pemerintahan suatu negara dalam


denominasi mata uang negara tersebut. Obligasi pemerintah dalam
denominasi valuta asing biasa disebut dengan obligasi internasional
(sovereign bond).
Obligasi pemerintah biasa disebut juga dengan "obligasi bebas risiko"
sebab pemerintahan suatu negara dapat menaikkan pajak ataupun mencetak
uang guna melunasi pembayaran obligasinya pada saat jatuh tempo.
Memang terdapat catatan dimana obligasi pemerintah ini mengalami gagal
bayar seperti yang terjadi pada pemerintah Rusia pada tahun 1998 yang
disebut krisis keuangan Rusia, walaupun ini sangat langka terjadi.
Sebagai contoh, obligasi pemerintah di Amerika yang disebut "Treasury
securities" adalah dalam denominasi mata uang US dollar dan merupakan
investasi dalam US dollar yang bebas risiko. Dalam hal ini yang dimaksud
dengan 'bebas risiko" adalah berarti aman dari risiko kredit. Namun risiko
lainnya masih ada misalnya risiko nilai tukar bagi investor asing dimana
nilai US dollar ini melemah terhadap mata uang negara lain. Juga terhadap
risiko inflasi dimana pada saat jatuh tempo pelunasan obligasi tersebut nilai
yang diperoleh investor mengalami pelemahan daya beli akibat inlasi lebih
besar daripada imbal hasil yang diperoleh. Banyak pemerintahan
menerbitkan obligasi indeks inflasi yang melindungi investor terhadap
risiko inflasi.

10

Obligasi pemerintah ini dapat juga mengandung risiko apabila


diterbitkan oleh pemerintah suatu negara yang negaranya memiliki
kapabilitas kebijakan finansial yang kurang bagus. Misalkan saja Bulgaria
yang memiliki ketergantungan pada ekonomi dunia dan lembaga ekonomi
dunia melebihi negara lainnya misalnya Amerika. Beberapa obligasi negara
ini memperoleh peringkat dalam skala A- setelah tahun 2004. Pada bulan
Februari February 2006 Standard & Poor's memberikan peringkat terjadap
hutang jangka panjang Bulgaria dalam mata uang domestiknya pada skala
BBB+. Dan peringkat ini adalah sebagai hasil selama beberapa dekade
mengalami penurunan risiko ( dan kenaikan peringkat).
Obligasi pemerintah diterbitkan oleh suatu lembaga yang menjadi
bagian dari departemen keuangan suatu negara, misalnya :

Bund adalah obligasi yang diterbitkan oleh Lembaga Keuangan Jerman ,


dalam denominasi mata uang euro

Gilts adalah obligasi yang diterbitkan oleh UK Debt Management Office


( Kantor Manajemen Hutang Inggris) dalam denominasi mata uang
sterling

US Treasuries adalah obligasi yang diterbitkan oleh Bureau of the Public


Debt (Biro Hutang Publik)

c.

Obligasi Swasta
Obligasi swasta atau obligasi perusahaan yang dalam istilah asing

dikenal sebagai corporate bond adalah suatu istilah yang digunakan bagi
instrumen utang jangka panjang yang pada umumnya berjangka waktu
sekurangnya 1 tahun sejak tanggal penerbitannya. Istilah surat berharga
komersial atau commercial paper" kadangkala digunakan bagi instrumen
utang dengan jangka waktu jatuh tempo yang lebih pendek.
Kadangkala istilah "obligasi swasta" digunakan bagi seluruh obligasi
yang diterbitkan oleh lembaga non pemerintah dalam denominasi mata uang
setempat. Namun secara tegas istilah ini hanya digunakan bagi obligasi yang

11

diterbitkan oleh perusahaan. Obligasi yang diterbitkan oleh penguasa


setempat dan organisasi supranasional tidak termasuk dalam kategori ini.
Obligasi swasta ini seringkali terdaftar pada bursa efek dan "Jaringan
komunikasi elektronik" (Electronic communication network - ECN) seperti
MarketAxess dan kupon obligasi biasanya tidak dikenai pajak. Kadangkala
pula obligasi ini diterbitkan dengan tanpa kupon bunga namun dengan nilai
pencairan obligasi yang tinggi sekali dibandingkan dengan nilai jualnya.
Walaupun obligasi ini terdaftar di pasar modal namun perdagangan terbesar
dari obligasi ini yang paling berkembang dibeberapa pasar perdagangan
adalah terpusat pada suatu pasar tertentu atau pialang tertentu dan sering
pula dilakukan perdagangan di luar bursa (over the counter).
Beberapa obligasi swasta diterbitkan dengan memiliki unsur opsi beli
yang memberikan hak kepada penerbit obligasi untuk melunasi / menebus
obligasinya sebelum tanggal jatuh tempo yang tercantum. Dan pada obligasi
konversi dapat pula dikonversikan dengan saham perusahaan tersebut.
obligasi swasta ini memiliki peringkat risiko yang lebih tinggi apabila
dibandingkan dengan obligasi pemerintah . Resiko ini tergantung pada jenis
perusahaan, kondisi pasar dan pemerintahan yang digunakan sebagai
pembanding dan peringkat perusahaan penerbit.
Resiko ini dapat dihitung dengan menggunakan analisis secara luas,
guna menetapkan perbedaan imbal hasil dengan obligasi pemerintah yang
bebaas risiko.
Indeks obligasi swasta ini termasuk yang dibuat oleh Lehman Brothers
Corporate Bond Index dan Dow Jones Corporate Bond Index. Indeks
obligasi yang dikenal di Indonesia adalah Indeks Obligasi Indonesia yang
diterbitkan oleh HSBC
d.

Jenis Obligasi
ada banyak jenis-jenis obligasi, antara lain adalah sebagai berikut :
1. obligasi berjamin, yaitu jenis obligasi di mana terdapat lembaga
yang memberi jaminan (garansi) terhadap obligasi yang diterbitkan

12

oleh suatu perusahaan (jaminan yang dimaksud ialah jaminan atas


pembayaran bunga dan pokok obligasi).
2. obligasi tanpa jaminan, yaitu jenis obligasi di mana tidak ada
lembaga yang memberikan jaminan terhadap bunga dan pokok
obligasi.
3. obligasi konvertibel, yaitu obligasi yang dapat dialihkan menjadi
saham.
4. obligasi atas unjuk, yaitu jenis obligasi di mana tidak ada nama
pemilik, yang ada hanya nomor seri dan nama penerbit obligasi,
sehingga lebih mudah dipindahtangankan.
5. obligasi terdaftar, sering juga disebut obligasi atas nama, yaitu
terdapat nama pemilik pada surat obligasi, kelebihan dari obligasi ini
adalah relatif lebih aman dari penyalahgunaan.
6. obligasi berjangka, yaitu obligasi yang tanggal jatuh temponya
bersamaan.
7. obligasi berseri, yaitu obligasi yang jatuh temponya bertahap.
8. obligasi pendapatan, yaitu jenis obligasi di mana perusahaan penerbit
tidak mempunyai kewajiban membayar bunga secara periodik
kepada pemegang obligasi.
2.3 Tahapan Proses Portofolio
Menurut Halim (2005:4), proses portofolio mempunyai empat tahapan
yaitu :
a. Tahap Tujuan Investasi
Tahap penentuan tujuan investasi merupakan tahapan awal yang harus
dikerjakan oleh semua pihak bila ingin melakukan pengelolaan portofolio
investasi. Ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan dalam tahap ini, yaitu
tingkat pengembalian yang diharapkan (expected rate of return), tingkat risiko
(risk of rate), ketersedian jumlah dana yang akan diinvestasikan, dan periode
investasi (time horizon). Periode investasi yang ditetapkan investor menjadi
patokan untuk menentukan instrumen investasi yang akan diinvestasikan.

13

b. Tahap Ekspektasi Pasar


Tahap kedua yang dilakukan oleh investor adalah mengumpulkan informasi
mengenai seluruh instrumen investasi yang ada, dan bagaimana keinginan
berbagai pihak terhadap seluruh pasar investasi.
c. Tahap Membangun Portofolio
Tahap ketiga, merupakan tahap implementasi keahlian manajer investasi atas
keinginan investor dan situasi pasar yang ada. Pada tahapan ini, manajer
investasi membeli dan menjual instrumen investasi yang sesuai dengan
keinginan investor. Dengan melakukan riset mengenai keadaan pasar.
d. Tahap Evaluasi Kinerja.
Tahap keempat merupakan tahap akhir dari proses portofolio yaitu melakukan
perhitungan atas portofolio yang dikelolanya. Selanjutnya, hasil pengelolaan
portofolio dalam bentuk tingkat pengembalian (return) dibandingkan dengan
tingkat pengembalian patokan (benchmark).
Keempat proses tahapan portofolio tersebut di atas saling berkaitan, karena
hasil yang dicapai merupakan output dari tahapan sebelumnya.
2.4 Peranan Pembentukan Portofolio Pada Pasar Keuangan
Pembentukan portofolio telah membantu mengembangkan pengambilan
keputusan oleh investor. Pembentukan portofolio menjelaskan adanya trade-off
antara risiko dan return, dan menunjukkan bagaimana risiko investor sangat
bergantung kepada diversifikasi. Pada prakteknya para pemodal pada sekuritas
sering melakukan diversifikasi dalam investasinya dengan mengkombinasikan
berbagai sekuritas, dengan kata lain mereka membentuk portofolio.
Misalnya saja portofolio optimal dapat dijadikan investor sebagai bahan
pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi pada saham-saham yang
diperdagangkan di pasar modal sehingga diharapkan investor tidak salah dalam
membeli saham yang akhirnya dapat berakibat kerugian di masa datang.
Lebih luas lagi, dalam pasar keuangan, didapatkan bukti pula bahwa pasar
keuangan antar negara berkembang juga saling berhubungan. Intensitas interelasi
diantara pasar modal tiap negara bervariasi tergantung kepada perkembangan

14

negara tersebut, apakah negara tersebut telah masuk katogeri pasar maju
(developed market) atau pasar berkembang (developing / emerging market).
Penting bagi manajer portofolio global dan investor internasional untuk meneliti
hubungan antar pasar modal tiap negara. Bagi pembuat kebijakan, dengan
mempelajari comovement antar bursa saham, mereka bisa mendeteksi tanda
kehati-hatian atau warning jika terjadi masalah dalam bursa suaru negara yang
dapat berakibat pada bursa negara pembuat kebijakan tersebut, dapat membuat
regulasi yang dapat meminimalisir dampak efek tersebut terhadap bursa negara
pembuat kebijakan.

15

BAB 3. KESIMPULAN
Portofolio merupakan suatu diversifikasi investasi yang bertujuan untuk
memperoleh keuntungan ekonomis secara optimal, dengan tingkat resiko dan
return

tertentu. Teori portofolio pertama kali di kemukakan oleh Harry M

Markowitz dalam jurnalnya yang berjudul Journal of Finance yang dikenal


dengan teori markowitz, dalam teori tersebut ia menggunakan perhitungan
statistik dasar untuk perencanaan portofolio, yaitu expected return, standar deviasi
sekuritas maupun portofolio, dan korelasi antar return, teori ini juga di kenal
dengan teori mean-varian model, yang memaksimalkan ekspektasi.
Secara garis besar portofolio di bagi menjadi dua yaitu investasi dan obligasi,
investasi sendiri dibagi menjadi investasi tunai, investasi pendapatan tetap,
investasi saham, dan investasi aset fisik, sedangkan obligasi dibagi menjadi
obligasi pemerintah dan obligasi swasta.
Menrut Halim Untuk ( 2005:4) membangun portovolio memiliki empat tahapan
yaitu:
a. Tahap Tujuan Investasi
Pada tahap ini investor harus menentukan instrumen investasi yang akan di
investasikan dengan meperhatikan hal yaitu tingkat pengembalian yang
diharapkan (expected rate of return), tingkat resiko ( risk of rate),
ketersiaan dana yang akan di investasikan, dan periode investasi ( time
horizon).
b. Tahap Ekspektasi Pasar
Pada tahap ini investor harus mengumpulkan informasi mengenai
instrumen investasi serta keinginan berbagai pihak untuk pasar investasi.
c. Tahap Membangun Portofolio
Pada tahapan ini, manajer investasi melakukan riset mengenai keadaan
pasar untuk membeli dan menjual instrumen investasi yang di inginkan
investor.

16

d. Tahap Evluasi Kinerja


Pada tahap terakhhir ini investor melakukan perhitungan atas portofolio
yang dikelolanya. Kemudian membandingkan tingkat pengembalian (
return) dengan tingkat pengembalian patokan ( benchmark ).
Portofoli memiliki peran yang sangat penting dalam pasar keuangan yaitu
membantu para investor untuk mengembangkan keputusannya dalam menentukan
investasinya.

17

DAFTAR PUSTAKA
Eko, umanto. 2008. Analisis Dan Penilaian Kinerja Portofolio Optimal SahamSaham LQ-45. ISSN 0854-3844. Bisnis dan birokrasi, jurnal ilmu
administrasi dan organisasi. Vol. 15. No 3.
Wardhani, Marita K. Pembentukan Portofolio Saham-Sahamperusahaan
Yang Terdaftar Di Jakarta Islamic Index (JII). di akses 10 maret
2015. http://eprints.uns.ac.id/1637/1/14-28-1-PB.pdf.
Resti, Adhitya S. Analisi Pembentukan Portofolio Pada Tiga Sekuritas
Perusahaan Tambang Yang Tercatat Sebagai Indeks LQ 45 Pada
Bursa

Efek

Indonesia.

Di

Akses

09

Maret

2015.

http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/economy/200
9/Artikel_11205007.pdf.
Sari, dan wijaya, trisnadi. Tanpa tahun. Analisis Portofolio Optimal Pada
Saham

LQ45

Tahun

2009-2011.STIE

MDP.

http://eprints.mdp.ac.id/758/1/Jurnal%20Sari%202009200004.pdf
Sukarno,mukhamad. 2007. Analisis Pembentukan Portofolio Optimal Saham
Menggunakan Metode Single Indeks Di Bursa Efek Jakarta.
Semarang. Uniersitas Diponegoro Semarang
Susanti, Syahyunan, Analisis pembentukan portofolio optimal saham dengan
menggunakan model indeks tunggal. (studi pada saham LQ-45 di
bursa efek Indonesia periode Agustus 2009- Juli 2012). di unduh 11
Maret

2015.

http://download.portalgaruda.org/article.php?

article=110837&val=4133.
Jadnika,

Okky

di

akses

10

maret

2015.

http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/economy/200
9/Artikel_11205007.pdf.