Anda di halaman 1dari 3

PENGENALAN NERACA DI LABORATORIUM

Ita Puspitasari
133020014
Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

ABSTRAK
Pengenalan neraca di Laboratorium adalah serangkaian pengerjaan yang bertujuan untuk mengenal macam-macam neraca
yang ada di Laboratorium dan agar dapat menggunakan neraca tersebut pada saat penimbangan ketika praktikum. Prinsip
pengenalan neraca di Laboratorium ini berdasarkan atas keseimbangan gaya-gaya yang bekerja pada kedua lengan neraca dan
merupakan aplikasi dari Hukum Newton II, tentang keseimbangan gaya-gaya yang bekerja pada kedua lengan neraca dengan
persamaan F = m.a dan Hukum Newton III, tentang keseimbangan gaya-gaya dengan persamaan F aksi = F reaksi. Berdasarkan hasil
percobaan menggunakan neraca digital didapatkan hasil penimbangan berat zat garam kotor sebesar 0,846 gram dan hasil
penimbangan berat zat garam kotor menggunakan neraca triple beam sebesar 8 gram.
Key words

: Keseimbangan gaya, Hukum Newton II, Hukum Newton III

PENDAHULUAN
Neraca adalah sebuah alat yang berfungsi
untuk mengukur suatu zat, benda, bahan, atau unsur
dalam skala tertentu. Neraca terdiri dari dua jenis,
yaitu neraca halus dan neraca kasar. Neraca kasar
biasanya digunakan dalam suatu perdagangan atau
perindustrian. Baik dalam industry besar maupun
industry kecil. Neraca halus terdiri dari dua jenis, yaitu
neraca rem dan neraca ayun. Dalam neraca halus ini
biasanya menggunakan satuan miligram (mg),
sedangkan kilogram (kg) merupakan satuan maksimal
satuan SI. Neraca terdiri dari beberapa macam
diantaranya neraca ayun, neraca digital, dan neraca
triple beam.
Tujuan pengenalan neraca ini adalah untuk
mengenal macam-macam neraca yang ada di
Laboratorium dan agar dapat menggunakan neraca
tersebut pada saat penimbangan ketika praktikum.
Prinsip pengenalan neraca di Laboratorium ini
berdasarkan atas keseimbangan gaya-gaya yang
bekerja pada kedua lengan neraca dan merupakan
aplikasi dari :
1. Hukum Newton II, tentang keseimbangan
gaya-gaya yang bekerja pada kedua
lengan neraca dengan persamaan :

F = m. a

HASIL PENGAMATAN
Tabel 1. Hasil Pengamatan Pengenalan Neraca di
Laboratorium

No

Neraca

Hasil

NeracaBerat alas (Wo) = 15, 276 gram


Digital Berat alas + zat (W1) = 16,122 gram
Berat zat (Wzat) ?
Jawab : Wzat

= W1 W0
= 16,122 15, 276
= 0,846 gram

NeracaBerat alas (Ws) = 70 gram


Triple Berat alas + zat (W2) = 78 gram
Beam
Berat zat (W1) ?
Jawab : Ws

= W2 W1

70

= W2 78

W2

= 78 70
= 8 gram

(Sumber : Ita Puspitasari, 133020014, meja 6, kelompok A,


2013)

PEMBAHASAN
2. Hukum Newton III, tentang keseimbangan
gaya-gaya dengan persamaan :

F aksi = F reaksi

Neraca terdiri dari bermacam-macam jenis


diantaranya neraca digital dan neraca triple beam.
Neraca digital terbagi menjadi 2, yaitu neraca digital
tertutup dan neraca digital terbuka. Neraca digital
tertutup memiliki minimun penimbangan 0,02 gram
dan maksimun penimbangan 81 gram. Neraca ini

memiliki piringan yang berfungsi untuk meletakkan


alas dan sampel. Terdapat waterpass yang
menunjukkan keseimbangan tersebut. Neraca digital
tertutup lebih sensitif terhadap udara yang ada di
sekitanya atau apapun dibandingkan neraca digital
tertutup. Maka dari itu neraca ini memiliki tutup untuk
melindunginya dari udara yang dapat mempengaruhi
penimbangan. Neraca ini lebih teliti dibandingkan
dengan neraca terbuka dan hasil penimbangan 3
angka dibelakang koma (,). Oleh sebab itu biasanya
neraca ini digunakan untuk penimbangan zat yang
memiliki ketelitian yang tinggi.
Neraca digital terbuka termasuk ke dalam
neraca piring tunggal. Memiliki minimal penimbangan
3 gram dan maksimal 5 kg. Neraca ini tidak terlalu
sensitif dibandingkan neraca digital tertutup. Angka
yang dihasilkannya pun merupakan bilangan bulat.
Oleh sebab itu biasanya neraca ini digunakan untuk
penimbangan zat dalam skala besar.
Neraca triple beam termasuk neraca kasar
karena digunakan untuk memperhitungkan benda
yang massa zatnya cukup besar. Mempunyai
perhitungan maksimal 500 gram dan perhitungan
minimalnya 1 gram. Dalam penggunaan neraca ini
praktikan tidak terlalu sulit untuk memperhitungkan
suatu massa zat benda. Praktikan hanya
menggeserkan batu penyeimbang yang memiliki
ukuran beda pada setiap batu penyeimbang, hingga
berat beban sama besar dengan berat batu
penyeimbang. Neraca ini biasanya digunakan untuk
penimbangan yang tidak memerlukan tingkat
ketelitian yang tinggi.

Gambar 1. Neraca Digital Tertutup

Gambar 2. Neraca Digital Terbuka

Gambar 3. Neraca Triple Beam

Dalam ketelitiannya neraca terbagi menjadi 2,


neraca halus dan neraca kasar. Neraca halus
digunakan dalam mengambil zat yang memerlukan
pengukuran yang lebih tepat, contohnya neraca
digital. Sedangkan neraca kasar digunakan untuk
menimbang zat-zat yang tidak memerlukan ketelitian
tinggi, contohnya neraca Triple Beam. Skala neraca
halus dapat dibaca secara otomatis sedangkan
neraca kasar dapat dibaca pada batang skala.

Gambar 4. Contoh Neraca Halus yaitu neraca digital

Gambar 5. Contoh Neraca kasar yaitu neraca triple beam

Dalam aturan umum penggunaan neraca kita


harus menentukan titik no dengan beban (o),
menentukan titik nol beban (1), menentukan harga
skala (HS) dan menentukan berat benda sebenarnya.
Dalam cara penimbangan kita harus keadaan neraca
harus siap dipakai, bila menggunakan neraca digital
harus dipastikan waterpass di set terlebih dahulu dan
bila menggunakan neraca triple beam posisi awal
jarum sebelum digunakan harus pada posisi nol (0),
neraca harus bersih, penimbangan harus
menggunakan alas, anak timbangan dalam keadaan
lengkap, penimbangan harus sesuai dengan ukuran

minimum dan maksimun neraca, suhu harus stabil,


aliran udara dan getaran harus diperhatikan.
Kesalahan-kesalahan yang terjadi pada saat
penimbangan diantaranya: piring neraca kotor,
waterpass tidak berada di tengah, pintu neraca
terbuka sehingga udara dapat masuk dan
pempengaruhi penimbangan, getaran pada meja yang
dapat mempengaruhi berat penimbangan.
Elevasi pada neraca adalah posisi vertikal
suatu objek dari suatu titik tertentu. Sedangkan
deviasi adalah penyimpangan dari peraturan.
Aplikasi dalam bidang pangan biasanya neraca
digunakan untuk mengukur berat dari suatu bahan
pangan dalam pembuatan makanan atau minuman
atau yang kita kenal dengan komposisi. Dalam dunia
industry makanan neraca juga digunakan untuk
menimbang produk yang akan dijual ke pasar.

KESIMPULAN
Setelah praktikum pengenalan neraca
dilaksanakan di Laboratoroium Kimia Dasar, saya
dapat lebih mengenal bahwa neraca digunakan untuk
mengukur massa dari suatu benda. Neraca terdiri dari
dua jenis yaitu neraca kasar dan neraca halus.
Neraca halus terdiri dari dua jenis yaitu neraca rem
dan neraca ayun. Dalam neraca halus biasanya

menggunakan satuan mg, sedangkan kg merupakan


satuan maksimal SI. Selain dapat mengenal jenisjenis neraca kita juga dapat mempelajari cara
menggunakan neraca digital dan triple beam dengan
baik dan benar supaya pada praktikum selanjutnya
kita dapat melakukan penimbangan secara tepat.
Neraca biasanya ditemukan dalam suatu
perdagangan dan perindustrian.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
http://www.affordablescales.com/TripleBeamBalan
ce.html. Diakses pada 14 Oktober 2013.
Anomin.
http://www.scribd.com/doc/173901801/ArtikelNeraca. Diakses pada 14 Oktober 2013
Eendraswati.
2012.
Neraca.
http://eendraswati.blogspot.com/2012/09/neraca_2
9.html. Diakses pada 14 Oktober 2013.
Hemilia Juraida. 2013. Jenis Jenis Satuan.
http://juraidahemilia.blogspot.com/2013/06/jenisjenis-satuan.html. Diakses pada 14 Oktober 2013.
Sutrisno, Ela Turmala dan Nurminabari, Ina Siti. 2013.
Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Bandung :
Universitas Pasundan.