Anda di halaman 1dari 2

PENGKAJIAN PADA REMAJA DENGAN PERILAKU MEROKOK, SEKS BEBAS DAN

MENDERITA HIV/AIDS
A. INTI KOMUNITAS (CORE)
Pengkajian meliputi:
Sejarah komunitas (lama tinggal, adakah perubahan area komunitas)
Demografi (Penduduk terbanyak ada di daerah mana?, Berapa banyak jumlah remaja?
Apakah remaja banyak tinggal sendirian atau berkelompok/kos/asrama? Apakah tipe

keluarganya? Apakah angka perceraian tinggi?)


Etnis (Apakah ada festival etnis tertentu? Adakah perbedaan budaya yang mencolok? Apakah

etnis remaja tertentu suka kumpul-kumpul sambil minum alkohol?)


Nilai kepercayaan (Berapakah persentase pemeluk agama tertentu? Apakah homogen?
Adakah konflik agama? Apakah remaja memanfaatkan fasilitas agama tersebut? Apakah

perbedaan budaa, agama dan keyakinan dapat menjadi stressor bagi komunitas?)
B. SUB SISTEM (8 ELEMEN)
1) Lingkungan Fisik
Apakah remaja tinggal di daerah yang padat? Apakah banyak warung yang menjual minuman
keras dan rokok? Apakah tersedia sarana olahraga? Adakah tempat ibadah?
2) Kesehatan dan Pelayanan Sosial
Data remaja yang ketergantungan obat, HIV/AIDS, hepatitis, remaja yang mengalami
gangguan mental, adakah fasilitas kesehatan yang khusus melayani remaja seperti rumah
sakit ketergantungan obat, Puskesmas yang peduli terhadap kesehatan remaja (konseling
remaja), praktek swasta kesehatan remaja, agency home care, pelayanan emergency, rumah
rawatan, pelayanan sosial seperti rehabilitasi penggunaan obat-obatan, klinik kesehatan
mental, apakah adanya didalam komunitas atau diluar komunitas? Jam pelayanan dan
keterjangkauan harga
3) Ekonomi
Apakah keluarga remaja termasuk golongan ekonomi menengah keatas atau keluarga
miskin? Apakah ada remaja yang tinggal di kawasan industri? Apakah pekerjaan remaja yang
putus sekolah? Berapakah jumlah remaja yang menganggur? Apakah kebiasaan remaja
mengikuti trend dan perkembangan dunia?
4) Transportasi dan Keamanan
Bagaimana remaja bepergian? Apa jenis angkutan pribadi dan public yang digunakan
remaja? Apakah remaja nyaman dengan transportasi yang ada? Adakah pelayanan
perlindungan bagi remaja? Apa saja jenis kenakalan remaja yang ada? Apakah remaja merasa

aman berada di komunitas termasuk di sekolah dan lingkungan kerjanya? Apakah sering
terjadi tawuran? Apakah sering terjadi penangkapan pengguna dan pengedar NAPZA?
5) Politik dan Pemerintahan
Bagaimana keterlibatan remaja dalam politik lokal? Adakah organisasi keremajaan di
komunitas? Apakah organisasi tersebut berperan dalam mengambil kebijakan tentang
kesehatan remaja? Apakah pemerintah lokal mendukung kegiatan remaja?
6) Komunikasi
Adakah tempat remaja berkumpul untuk bertukar informasi? Apakah remaja memanfaatkan
fasilitas Koran, TV atau radio? Apakah bentuk komunikasi yang digunakan remaja (formal
atau informal)? Dari siapa remaja memperoleh informasi tentang NAPZA? Apakah informasi
yang diterima benar? Apakah tokoh masyarakat mendengarkan pendapat remaja?
7) Pendidikan
Adakah sekolah bagi remaja di komunitas? Bagaimana kondisinya? Adakah perpustakaan?
Bagaimana reputasi remaja di sekolah? Adakah remaja yang mengalami drop out? Berapa
banyak remaja yang mengalami drop out? Adakah kegiatan ekstrakurikuler di sekolah?
Adakah pelayanan kesehatan di sekolah dan program perawatan kesehatan sekolah di
komunitas?
8) Rekreasi
Dimana remaja biasa bermain? Dimana tempat rekreasi utama remaja? Siapa yang paling
banyak menggunakannya? Fasilitas apa yang ada di tempat rekreasi?
C. PERSEPSI TERHADAP ADANYA ANCAMAN (STRESSOR)
Perlu dikaji bagaimana persepsi remaja terhadap kondisi komunitas itu sendiri, apakah remaja
merasa ada masalah, merasa ada ancaman, masalah apa yang dirasakan. Tanyakan pada beberapa
warga untuk mendapatkan gambaran umum kondisi remaja dan persepsi remaja adanya
ancaman/stimulus baik dari dalam maupun luar komunitas termasuk apakah itu stressor biologis
(HIV/AIDS, ketergantungan zat, hepatitis), psikologis (gangguan mental, koping yang
maladaptif), sosial (kesenjangan ekonomi, pengangguran, banyak pusat hiburan), spiritual (minat
terhadap kegiatan keagamaan sangat kurang, kepedulian tokoh agama kurang) dan kultural
(budaya tertentu yang membolehkan minum alkohol/mabuk-mabukan).