Anda di halaman 1dari 12

Ilmu kesehatan

asuhan kebidanan dengan presentasi bokong (presbo)


| di 4:44 PM
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Letak sunggang terdiri dalam 3-4% dari persalinan yang ada. Terjadinya letak
sunggang berkurang dengan bertambahnya umur kehamilan. Letak sungsang terjadi pada
25% dari persalinan terjadi sebelum umur kehamilan 28 minggu, terjadi pada 7% persalinan
yang terjadi pada minggu ke 32 terjadi pada 1-3% persalinan yang terjadi pada kehamilan
aterm (Yatinem, 2009).
Kejadian presentasi bokong ditemukan sekitar 3-4% dari seluruh persalinan tunggal.
Presentasi bokong adalah suatu keadaan pada letak janin memanjang dimana prsentasi
bokong dengan atau tanpa kaki merupakan bagian terendahnya.
Beberapa peneliti lain seperti greenhill melaporkan sebesar kejadian persalinan
presentasi bokong sebanyak 4-4,5%. Sedangkan di RSUP Dr. Mohammad husen palembang
sendiri pada taun 2003 sampai 2007 didapatkan persalinan presentasi bokong 8,63%. Angka
morfdibitas dan mortalitas perinatal pada presentasi bokong masih cukup tinggi. Angka
kematian neonatal dini berkisar 9-25%, lebih tinggi dibandingakan pada presentasi kepala
yang hanya 2,6% atau 3-5 kali dibandingkan janin presentasi kepala cukup bulan.
Dengan meningkatknya morbiditas dan mortalitas, baik pada ibu maupun bayi dengan
kehamilan presentasi bokong, maka diupayakan beberapa usaha untuk menghindari
terjadinya persalinan dengan bayi presentasi bokong, salah satu diantaranya adalah dengan
knee-chest posotion.
Insidens presentasi bokong meningkat pada kehamilan ganda 25 % pada gemeli janin
pertama, dan 50 % pada janin kedua. Kehamilan muda juga berhubungan dengan
meningkatnya kasus ini, 35 % pada kehamilan kurang dari 28 minggu, 25 % pada kehamilan
28 32 minggu, 20 % pada kehamilan 32 34 minggu, 8 % pada kehamilan 34 35 minggu,
dan 2 3 % setelah kehamilan 36 minggu.

Adanya kehamilan presentasi bokong sering dihubungkan dengan meningkatnya


kejadian beberapa komplikasi sebagai berikut : kesulitan yang meningkat dalam persalinan
akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas perinatal, mengakibatkan persalinan prematur,
sehingga kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) meningkat, pertumbuhan janin terhambat
(PJT), tali pusat pusat menumbung, plasenta previa, anomali janin (mioma uteri), kehamilan
ganda, panggul sempit (contracted pelvis ), multiparitas, hidramnion atau oligohidramnion,
presentasi bokong sebelumnya.
B. Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari persalinan sungsang
2. Mengetahui klasifikasi persalinan sungsang
3. Mengetahui diagnosis persalinan sungsang
4. Mengetahui etiologi persalinan sungsang
5. Mengetahui mekanisme persalinan sungsang
6. Mengetahui prognosis persalinan sungsang
7. Mengetahui penanganan persalinan sungsang
C. Manfaat
1. Diharapkan mahasiswa tahu lebih dalam tentang persalinan sungsang dan cara
menolong persalinan dengan letak sungsang.
2. Diharapkan tenaga kesehatan mampu mendeteksi secara dini adanya kelainan letak
dalam kehamilan.
3. Diharapkan tenaga kesehatan mampu menolong persalinan letak sungsang dengan
tepat sesuai teknik yang digunakan agar AKI dan AKB dapat diturunkan.

BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Pengertian

Letak sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala
di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri. Dikenal beberapa jenis letak
sungsang, yakni presentasi bokong, presentasi bokong kaki sempurna, presentasi bokong kaki
tidak sempurna dan presentasi kaki. pada presentasi bokong akibat ekstensi kedua sendi lutut,
kedua kaki terangkat ke atas sehingga ujungnya setinggi bahu atau kepala janin. Dengan
demikian pada pemeriksan dalam hanya dapat diraba bokong. Pada presentasi bokong kaki
sempurna disamping bokong dapat diraba kedua kaki. pada presentasi bokong kaki tidak
sempurna hanya terdapat satu kaki disamping bokong sedangkan kaki yang lain terangkat
keatas (Sarwono, 2007).
B. Klasifikasi
Letak bokong
Pada presentasi bokong akibat ekstensi kedua sendi lutut, kedua kaki terangkat keatas
sehingga ujungnya terdapat setinggi bahu atau kepala janin. Dengan demikian pada
pemeriksaan dalam hanya dapat diraba bokong. Frekunsi 50-70 % (Sarwono, 2007).
Letak sungsang sempurna
Yaitu letak bokong dimana kedua kaki ada disamping bokong (letak bokong kaki
sempurna atau lipat kejang), frekunsinya 75%.
Letak sungsang tidak sempurna
Presentasi bokong kaki tidak sempurna dan presentasi kaki (inkomplit or footling)
(10-30%). Pada presentasi bokong kaki tidak sempurna hanya terdapat satu kaki disamping
bokong, sedangkan kaki yang lain terangkat keatas. Pada presentasi kaki bagian paling
rendah adalah satu atau dua kaki. Selain bokong bagian terendah juga kaki dan lutut, terdiri
dari:
a. Kedua kaki: letak kaki sempurna.
b. Satu kaki : letak kaki tidak sempurna, frekunsi 24%.
c. Kedua lutut: letak lutut sempurna
d. Satu lutut :letak lutut tidak sempurna, frekuensi 1%
Posisi bokong ditentukan oleh 4 sakrum, ada 4 posisi yaitu:
a) Sakrum kiri depan.
b) Sakrum kanan depan.
c) Sakrum kiri belakang
d) Sakrum kanan belakang.

C. Diagnosis
Diagnosis letak sungsang pada umumnya tidak sulit. Pada pemeriksaan luar, dibagian
bawah uterus tidak dapat diraba bagian yang keras dan bulat, yakni kepala, dan kepala teraba
difundus uteri. Kadang kadang bokong janin teraba bulat dan seolah olah memberikan
kesan kepala, tetapi bokong tidak dapat digerakan semudah kepala. Seringkali wanita tersebut
menyatakan bahwa kehamilanya terasa lain daripada kehamilan terdahulu, karena terasa
penuh dibagian atas dan gerakan terasa lebih banyak dibagian bawah. Denyut jantung janin
pada umumnya ditemukan setinggi atau sedikit lebih tinggi daripada umbilikus.
Apabila diagnosis letak sungsang dengan pemeriksaan luar tidak dapat dibuat, karena
misalnya dinding perut tebal, uterus mudah berkontraksi atau banyaknya air ketuban, maka
diagnosis ditegakan berdasarkan pemeriksaan dalam. Apabila masih ada keraguan, harus
dipertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan ultrasonografi atau MRI ( Magnetik
Resonance Imaging). Setelah ketuban pecah, dapat diraba lebih jelas adanya bokong yang
ditandai dengan adanya sacrum, kedua tuber ossis iskii, dan anus. Bila dapat diraba kaki,
maka harus dibedakan dengan tangan. Pada kaki terdapat tumit, sedangkan pada tangan
ditemukan ibu jari yang letaknya tidak sejajar dengan jari jari lain dan panjang jari kurang
kurang lebih sama dengan panjang telapak tangan. Pada persalinan lama, bokong janin
mengalami edema, sehingga kadang kadang sulit untuk membedakan bokong dengan muka.
Pemeriksaan yang teliti dapat membedakan antara bokong dengan muka karena jari yang
akan dimasukan kedalam anus mengalami rintangan otot, sedangkan jari yang dimasukan
kedalam mulut akan meraba tulang rahang dan alveola tanpa ada hambatan. Pada presentasi
bokong kaki sempurna, kedua kaki dapat diraba disamping bokong, sedangkan pada
presentasi bokong kaki tidak sempurna, hanya teraba satu kaki disamping bokong.
D. Etiologi
Letak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan
dalam uterus. Pada kehamilan sampai kurang lebih 32 minggu, jumlah air ketuban relatif
lebih banyak, sehingga memungkinkan janin bergerak dengan leluasa. Dengan demikian
janin dapat menempatkan diri dalam presentasi kepala, letak sungsang atau letak lintang.
Pada kehamilan triwulan terakhir janin tumbuh dengan cepat dan jumlah air ketuban relatif
berkurang. Karena bokong dengan dua tungkai yang terlipat lebih besar dari pada kepala,
maka bokong dipaksa untuk menempati ruang yang lebih luas di fundus uteri, sedangkan
kepala diruang yang lebih kecil di segmen bawah uterus. Dengan demikian dapat dimengerti

mengapa pada kehamilan cukup bulan, janin sebagian besar ditemukan dalam presentasi
kepala.
Faktor faktor lain yang memegang peranan penting dalam terjadinya letak sungsang
diantaranya adalah multiparitas, hamil kembar, hidramnion, hidrosefalus, plasenta previa,
dan panggul sempit. Kadang kadang letak sungsang disebabkan oleh kelainan uterus dan
kelainan bentuk uterus. Plasenta yang terletak di daerah kornu fundus uteri dapat pula
menyebabkan letak sungsang, karena plasenta mengurangi luas ruangan didaerah fundus.

E. Mekanisme Persalinan
Bokong masuk kedalam rongga panggul dengan garis pangkal paha melintang atau
miring. Setelah menyentuh dasar panggul terjadi putaran paksi dalam, sehingga di pintu
bawah panggul garis panggul paha menempati diameter anteroposterior dan trokhanter depan
berada dibawah symphisis. Kemudian terjadi fleksi lateral pada badan janin, sehingga
trokhanter belakang melewati perineum dan lahirlah seluruh bokong diikuti oleh kedua kaki.
setelah bokong lahir terjadi putaran paksi luar dengan perut janin berada di posterior yang
memungkinkan bahu melewati pintu atas panggul dengan garis terbesar bahu melintang atau
miring. Terjadi putaran paksi dalam bahu, sehingga bahu depan berada di bawah simfisis dan
bahu belakang melewati perineum. Pada saat tersebut kepala masuk kedalam rongga panggul
dengan sutura sagitalis melintang dan miring. Didalam rongga panggul terjadi putaran paksi
dalam kepala, sehingga muka memutar kearah posterior dan oksiput kearah symphisis.
Dengan sub oksiput sebagai hipomoklion, maka dagu, mulut, hidung, dahi dan seluruh kepala
lahir berturut- turut melewati perineum.
Ada perbedaan nyata antara kelahiran janin dalam presentasi kepala dan kelahiran
janin dalam letak sungsang. Pada presentasi kepala yang lahir lebih dahulu ialah bagian janin
yang terbesar, sehingga bila kepala telah lahir, kelahiran badan tidak memberi kesulitan.
Sebaliknya pada letak sungsang, berturut turut lahir bagian bagian yang makin lama
makin besar, dimulai dengan lahirnya bokong, bahu dan kemudian kepala. Dengan demikian
meskipun bokong dan bahu telah lahir, hal tersebut belum menjamin bahwa kelahiran kepala
juga berlangsung dengan lancar.
F. Prognosis
Angka kematian bayi pada persalinan letak sungsang lebih tiggi bila dibandingkan
dengan letak kepala. Di Rumah Sakit Karjadi Magelang, Rumah Sakit Umum Dr.Pirngadi

Medan dan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung didapatkan angka kematian perinatal
masing masing 38,5 %, 29,4 5, dan 16,8 %. Sebab kematian perinatal yang terpenting ialah
prematuritas dan penanganan persalinan yang kurang sempurna, dengan akibat hipoksia atau
perdarahan didalam tenggkorak. Sedangkan hipoksia terjadi akibat terjepitnya tali pusat
antara kepala dan panggul pada waktu kepala memasuki rongga panggul serta akibat retraksi
uterus yang dapat menyebabkan lepasnya plasenta sebelum kepala lahir. Kelahiran kepala
janin yang lebih lamadari 8 menit setelah umbilikus dilahirkan, akan membahayakan
kehidupan janin. Selain itu bila janin bernafas sebelum hidung dan mulut lahir dapat
membahayakan karena mukus yang terhisap dapat menyumbat jalan nafas. Bahaya asfiksia
janin juga terjadi akibat tali pusat yang menumbun, hal ini sering dijumpai pada presentasi
bokong kaki sempurna atau bokong kaki tidak sempurna, tetapi jarang dijumpai pada
presentasi bokong.
Perlakuan pada kepala janin terjadi karena kepala harus melewati panggul dalam
waktu yang lebih singkat daripada persalinan presentasi kepala, sehingga tidak ada waktu
bagi kepala untuk menyesuaikan diri dengan besar dan bentuk panggul. Kompresi dan
dekompresi kepala terjadi dengan cepat, sehingga mudah menimbulkan luka pada kepala dan
perdarahan dalam tengkorak.
Bila didapatkan disporposi sefalo pelvic, meskipun ringan, persalinan dalam letak
sungsang sangat berbahaya. Adanya kesempitan panggul sudah harus diduga waktu
pemeriksaan antenatal, khususnya pada seorang primigravida dengan letak sungsang. Untuk
itu harus dilakukan pemeriksaan lebih teliti, termasuk pemeriksaan panggul roentgenologik
atau MRI untuk menyingkirkan kemungkinan adanya kesempitan.multiparitas dengan
riwayat obstetrik yang baik, tidak selalu menjamin persalinan dalam letak sungsang akan
berlangsung lancar, sebab janin yang besar dapat menyebabkan disporposi meskipun ukuran
panggul normal.

G. Penanganan
1. Dalam kehamilan
Mengingat bahaya bahayanya, sebaiknya persalinan dalam letak sungsang harus
dihindari. Untuk itu bila pada waktu pemeriksaan antenatal dijumpai letak sungsang,
terutama pada primigravida, hendaknya diusahakan melakukan versi luar menjadi presentasi

kepala. Versi luar sebaiknya dilakukan pada kehamilan antara 34 dan 38 minggu. Pada
umumnya versi luar sebelum minggu ke 34 belum perlu dilakukan, karena kemungkinan
besar janin masih dapat memutar sendiri, sedangkan setelah minggu ke 38 versi luar sulit
untuk berhasil karena janin sudah besar dan jumlah air ketuban relatif berkurang.
2. Dalam persalinan
Menolong persalinan letak sungsang diperlukan lebih banyak ketekunan dan
kesabaran dibandingkan dengan pertolongan persalinan kepala. Selama terjadi kemajuan pada
persalinan dan tidak ada tanda-tanda bahaya yang mengancam kehidupan janin, maka
penolong tidak perlu melakukan tindakan yang bertujuan untuk mempercepat kelahiran janin.
Pertama-tama hendaknya ditentukan apakah tidak ada kelainan lain yang merupakan indikasi
untuk melakukan sectio caesaria, seperti misalnya kesempitan panggul, plasenta prefia atau
adanya tumor dalam rongga panggul. Apabila tidak didapatkan kelainan dan persalinan
diperkirakan dapat berlangsung pervaginam, hendaknya dilakukan pengawasan kemajuan
persalinan dengan seksama, terutama kemajuan pembukaan servik dan penurunan bokong.
Setelah bokong lahir, tidak boleh melakukan tarikan pada bokong maupun mengadakan
dorongan menurut Kristeler, karena kedua tindakan tersebut dapat mengakibatkan kedua
lengan menjungkit keatas dan kepalaterdorong turun diantara lengan sehingga menyulitkan
kelahiran lengan dan bahu.
Pada saat kepala masuk dalam rongga panggul tali pusat tertekan antara kepala janin
dan panggul ibu. Dengan demikian lahirnya bahu dan kepala tidak boleh memakan waktu
terlampau lama dan harus diusahakan supaya bayi sudah lahir seluruhnya dalam waktu 8
menit setelah umbilikus lahir. Setelah umbilikus lahir, tali pusat ditarik sedikit sehingga
kendor untuk mencegah teregangnya tali pusat dan tali pusat terjepit antara kawat dan
panggul.
Untuk melahirkan bahu dan kepala dapat dipilih beberapa tindakan. Pada prasat brach
bokong dan pangkal paha janin yang telah lahir dipegang dengan dua tangan, kemudian
dilakukan hiperlodosiskan tubuh janin kearah perut ibu, sehingga lambat laun badan bagian
atas, bahu, lengan dan kepala janin dapat dilahirkan. Pada prasat brach ini penolong sama
sekali tidak melakukan tarikan, dan hanya membantu melakukan proses persalinan sesuai
dengan mekanisme persalinan letak sungsang. Tetapi perlu diingat bahwa dengan prasat
brach tidak selalu bahu dan kepala berhasil dilahirkan, sehingga untuk mempercepat
kelahiran bahu dan kepala dilakukan manual aid. Untuk melahirkan lengan dan bahu dapat
dilakukan prasat secara klasik, secara mueller atau cara Loevset. Pengeluaran lengan dengan
cara klasik dilakukan sebagai berikut. Pada dasarnya, lengan kiri janin dilahirkan dengan

tangan kiri penolong, sedangkan lengan kanan janin dilahirkan dengan tangan kanan
penolong, kedua lengan dilahirkan sebagai lengan belakang. Bokong dan pangkal paha yang
telah lahir dipegang dengan dua tangan, badan ditarik kebawah sampai ujung bawah skapula
depan kelihatan dibawah simpisis. Kedua kaki janin dipegang dengan tangan yang
bertentangan dengan lengan yang akan dilahirkan, tubuh janin ditarik ke atas, sehingga perut
janin ke arah perut ibu, tangan penolong yang satu dimasukan kedalam jalan lahir dengan
menelusuri punggung janin menuju kelengan belakang sampai Fossa cubitti. Dua jari tangan
tersebut ditempatkan sejajar dengan humerus dan lengan belakang janin dikeluarkan dengan
bimbingan jari-jari tersebut.
Untuk melahirkan lengan depan dada dan punggung janin dipegang dengan kedua tangan,
tubuh janin diputar untuk mengubah lengan depan supaya berada dibelakang dengan arah
putaran demikianrupa sehingga punggung melewati simpisis, kemudian lengan yang sudah
berada dibelakang tersebut dilahirkan dengan cara yang sama. Cara klasik tersebut terutama
dilakukan apabila lengan depan menjungkit keatas atau berada dibelakang leher janin. Karena
memutar tubuh dapat membahayakan janin, maka bila lengan depan letaknya normal, cara
klasik dapat dilakukan tanpa memutar tubuh janin, sehingga lengan kedua tetap dilahirkan
sebagai lengan depan. Kedua kaki dipegang dengan tangan yang bertentangan dengan lengan
depan untuk menarik tubuh janin kebawah sehinggga punggung janin mengarah kebokong
ibu. Tangan yang lain menulusuri punggung janin menuju kelengan depan sampai fosa cubiti
dan lengan depan dikeluarkan dengan dua jari yang sejajar dengan humerus. Lengan dapat
juga dikeluarkan dengan cara muler. Dengan kedua tangan pada bokong dan pangkal paha,
tubuh janin ditarik kebawah sampai bahu depan berada dibawah simpisis, kemudian lengan
depan dikelurkan dengan cara yang kurang lebih sama dengan cara yang telah diuraikan
didepan, sesudah itu baru lengan belakang dilahirkan.
Untuk melahirkan kedua bahu dapat pula dilakukan dengan cara loevset. Dasar
pemikiran cara loevset ialah: bahu belakang janin selalu berada lebih rendah dari pada bahu
depan karena lengkungan jalan lahir, sehingga bila bahu belakang diputar kedepan dengan
sendirinya akan lahir di bawah simpisis. Setelah sumbu bahu janin terletak dalam ukuran
muka belakang, dengan kedua tangan pada bokong, tubuh janin ditarik kebawah sampai
ujung bawah skapula depan terlihat dibawah simpisis. Kemudian tubuh janin diputar dengan
cara memegang dada dan punggung oleh kedua tangan sampai bahu belakang terdapat di
depan dan tampak dibawah simpisis, dengan demikian lengan depan dapat di keluarkan
dengan mudah. Bahu yang lain yang sekarang menjadi bahu belakang dilahirkan dengan

memutar kembali tubuh janin kearah yang berlawanan, sehingga bahu belakang menjadi bahu
depan dan lengan dapat dilahirkan dengan mudah.
Kepala janin dapat dilahirkan dengan cara mauricau. Badan janin dengan perut kebawah
diletakkan pada lengan kiri penolong. Jari tengah dimasukan kedalam mulut janin sedangkan
jari telunjuk dan jari manis pada maksila, untuk mempertahankan supaya kepala janin tetap
dalam keadaan fleksi, tangan kanan memegang bahu janin dari belakang dengan jari telunjuk
dan jari tengah berada disebelah kiri dan kanan leher. Janin ditarik kebawah dengan tangan
kanan sampai suboksiput atau batas rambut dibawah simpisis. Kemudian tubuh janin
digerakan keatas, sedangkan tangan kiri tetap mempertahankan. Kemudian tubuh janin
digerakan keatas, sedangkan tangan kiri tetap mempertahankan fleksi kepala. Sehingga muka
lahir melewati perineum, disusul oleh bagian kepala yang lain.

0 komentar:
Poskan Komentar
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)
Hi, I'm Jane Smith and I write Transition Mom Blog to help women make the transition from
full-time mom to successful entrepreneur (the reader's problem or goal). I started Transition
Mom Blog in 2004 to help other women deal with the sometimes overwhelming prospect. I
write Transition Mom Blog to help women.

Blog Archive

2013 (3)

2012 (63)
o Nov 11 - Nov 18 (2)
o Okt 21 - Okt 28 (12)

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA ANAK

Asuhan Keperawatan pada Anemia

ATONIA UTERI

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI IKTERUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN PATOLOGIS


DENGA...

asuhan keperawatan pada post partum

asuhan kebidanan dengan presentasi bokong (presbo)...

asuhan kebidanan pada bayi baru lahir fisiologis

kehamilan patologis dengan Preeklamsia

Perubahan dan Adaptasi Psikologis selama Masa Keha...

Tugas Pekembangan Janin Dari Minggu Ke Minggu

Perubahan dan Adaptasi Psikologis selama Masa Keha...

o Okt 14 - Okt 21 (3)


o Okt 7 - Okt 14 (31)
o Sep 30 - Okt 7 (15)

About Me

Lihat profil lengkapku


cuity tea. Diberdayakan oleh Blogger.

Beranda

Google+ Badge


askep fraktur cruris 1/3 distal
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat ini, penyakit muskuloskeletal
telah menjadi masalah yang banyak dijumpai di pus...

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN TERMINAL


A.
Pengertian Penyakit terminal adalah suatu penyakit yag tidak bisa
disembuhkan lagi. Kematian adalah tahap akhir kehidupan....

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN PATOLOGIS DENGAN


SEROTINUS
ASUHAN KEBIDAN AN PADA IBU BERSALIN PATOLOGIS NY. S UMUR 34
TAHUN G3 P1 A1 UMUR KEHAMILAN 37 MINGGU DENGAN SEROTINUS DI
PKU MUH...

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA ANAK


Pengertian Pertumbuhan adalah bertambahnya jumlah dan besarnya sel di seluruh
bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur. ...

asuhan kebidanan dengan presentasi bokong (presbo)


BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Letak sunggang terdiri dalam 3-4%
dari persalinan yang ada. Terjadinya letak sunggang ...

ASUHAN KEPERAWATAN PERSALIN PADA IBU HAMIL


ASKEP INTRA NATAL PADA IBU HAMIL A. Pengertian Persalinan adalah proses
pengeluaran hasil konsepsi (janin dan Uri), yang dapat h...

ASUHAN KEPERAWATAN ATRESIA ANI PADA ANAK

Penyakit Atresia ani adalah tidak terjadinya perforasi membrane yang memisahkan
bagian entoderm mengakibatkan pembentukan lubang an...

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ATROFI OTOT


A. Definisi Atrofi adalah pengecilan dari jaringan tubuh yang telah mencapai
ukuran normal. Mengecilnya alat tubuh tersebu...

ASKEP Tumor Ovarium


Definisi Tumor adalah massa padat besar, meninggi, dan berukuran lebih dari 2 cm
(Corwin, 2000). Tumor Ovarium adalah benjolan yang ...

laporan Pendahuluan Hipertermi


A. Pengertian 1.
Keadaan suhu tubuh seseorang yang meningkat di atas rentang
normalnya.(nic noc.2007) 2.
Keadaan dima...

Pengikut
About
Share It
Blogger news
Blogroll
Blogger templates
Copyright 2009 Ilmu kesehatan. All rights reserved. | Blogger Template by Blogger FAQs
and Mobi123
Free WordPress Themes designed by EZwpthemes | Valid XHTML