Anda di halaman 1dari 5

METABOLIT PRIMER

Metabolit primer adalah satu grup reaksi yang saling berhubungan dalam
mikroorganisma yang berhubungan dengan pertumbuhan dan mempertahankan hidup.
Metabolit primer secara mendasar sama pada diseluruh mahluk hidup yang
berhubungan dengan pelepasan energi dan sitesis makromolekul penting seperti protein,
asam nukleat, dan material sel lainnya. Ketika metabolisme promer berhenti, maka
organisme tersebut mati. Produk dari metabolisme primer berhubungan dengan
pertumbuhan dan produksi maksimal yang terjadi pada fase logaritmik pada
pertumbuhan dalam sistem kultur batch. Produk-produk katabolik meliputi alkohol,
asam laktat, butanol sedangkan produk anabolik seperti asam amino, enzim dan asam
nukleat. Protein sel tunggal dan khamir juga termasuk dalam kategori tersebut
Jalur-Jalur Proses Terjadinya Metabolit Primer
Metabolit primer adalah senyawa yang merupakan produk akhir yang
mempunyai berat molekul rendah dan dihasilkan pada fase eksponensial oleh mikroba.
Senyawa metabolit primer digunakan untuk mebentuk makromolekul atau yang
dikonversikan menjadi koenzim senyawa intermediet/antara seperti asam amino
nukleotida purin, pirimidin, vitamin, asam organk, seperti asam sitrat, asam fumarat,
aseton butanol asam asetat dan enzim termasuk metabolit primer.
Metabolit primer lainnya adalah yang termasuk senyawa antara pada jalur reaksi
embden Meyerhof, jalur pentosafosfat, dan siklus asam trikarboksilat (siklus krebs).
Dalam memproduksi senyawa metabolit prmer harus dipilih mikroba yang potensial
untuk fermentasi.
Biosintesis Metabolit Primer
1. Biosintesis karbohidrat
a. Produksi monosakarida lewat fotosintesis.
Dalam tumbuhan yang berklorofil, monosakarida diproduksi Iewat
fotosintesis, suatu proses biologi yang mengubah energy elektromagnetik
menjadi energy kimiawi. Dalam tumbuhan hijau, fotosintesis terdiri dari dua
golongan reaksi. Satu golongan terdiri dari reaksi cahaya yang sesungguhnya
mengubah energy elektromagnetik menjadi potensi kimiawi. Golongan lain
terdiri dari reaksi enzimatik yang menggunakan energy dari reaksi cahaya untuk
mengfiksasi karbondioksida menjadi gula. Reaksi terakhir ini sering disebut

reaksi gelap. Hasil dari kedua reaksi tersebut dapat disimpulkan menjadi reaksi
sederhana sebagai berikut.
2H2O + CO2 + cahaya
(CH2O) + H2O + O2
Walaupun kesimpulan persamaan reaksi merupakan peran serta seluruh
reaktan dan produk, namun belum menggambarkan antara yang terjadi
sepanjang proses tersebut. Jadi reaksi yang terjadi tidak sesederhana dalam
persamaan reaksi tersebut. Jadi karbon dalam fotosintesis dikerjakan pertama
kali oleh Calvin dan kawan-kawan.
b. Biosintesis sukrosa.
Sukrosa merupakan produk tanaman yang sangat berguna bagi manusia.
Penelitian menunjukkan bahwa sukrosa tidak hanya gula pertama yang
terbentuk dalam proses fotosintesis tetapi juga bahan transport utama.
Pembentukan sukrosa mungkin merupakan precursor biasa untuk sintesis
polisakarida. Meskipun jalur alternative terdiri dari suatu reaksi antara glukosa
1-fosfat dan fruktosa yang bertanggung jawab untuk produksi sukrosa dalam
mikroorganisme tertentu, biosintesis metabolit penting dalam tumbuhan tinggi
Fruktosa 6-fosfat, diturunkan dan daur fotosintetik, diubah menjadi glukosa
1-fosfat yang kemudian bereaksi dengan UTP membentuk UDP-glukosa. UDPgIukosa bereaksi dengan fruktosa 5-fosfat membentuk pertama sukrosa fosfat,
kemudian berubah menjadi sukrosa atau dengan fruktosa langsung membentuk
sukrosa.
2. Biosintesis lipid
Bertahun-tahun, sintesis lemak dan minyak lemak oleh organism hidup
dipercaya dipengaruhi secara sederhana oleh reaksi balik yang bertanggung jawab
pada peruraiannya. Utamanya, hal ini termasuk hidrolisis ester gliserol-asam lemak
(gliserida) oleh enzim lipase dan diikuti penyingkiran dua unit atom karbon sebagai
asetil-KoA dan rantai asam lemak oleh -oksidasi. Studi biosintesis menunjukkan
bahwa pembentukan lipid ini menggunakan jalur kimia yang berbeda. Biosintesis
asam lemak berjalan dengan sederet reaksi melibatkan dua komplek enzim plus
ATP, NADPH2, Mn++, dan karbondioksida.
Pertama asetat bereaksi dengan KoA dan asetil-KoA yang terbentuk diubah
oleh reaksi dengan karbondioksida menjadi malonil-KoA. Ini selanjutnya bereaksi
dengan asetil-KoA membentuk zat antara dengan 5 unit karbon, yang mengalami
reduksi dan eliminasi karbondioksida membentuk butinil-KoA. Senyawa malonilKoA bereaksi lagi dengan senyawa ini membentuk antara dengan 7-atom karbon,
yang direduksi menjadi kaproil-KoA. Pengulangan reaksi ini akan membentuk

asam lemak (fatty acids) yang mempunyai atom karbon genap dalam rantainya.
Jadi bagian malonil-KoA, senyawa dengan 3 atom karbon, ternyata merupakan
pemasok satuan 2 atom karbon dalam biosintesis asam lemak.
Jalur biosintesis asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acids), rantai cabang,
jumlah atom karbon gasal dalam asam lemak, dan lain-lain modifikasi belum
ditegakkan secara rinci. Bagian molekul (moiety) gliserol yang digunakan dalam
biosintesis lipid diturunkan utamanya dari isomer-L dari -gliserofosfat (L--GP).
L-GP mungkin diturunkan baik dari gliserol bebas maupun antara glikolisis,
dihidroaseton fosfat bereaksi berturut-turut dengan 2 molekul asetil-KoA
membentuk pertama asam L--flisofosfatidat, kemudian asam L--fosfatidat.
Senyawa yang akhir ini diubah menjadi ,-digliserida, yang akan baik kembali ke
daur asam fosfatidat atau bereaksi dengan asil-KoA dan asam lemak untuk
membentuk trigliserida.
Mengenai biosintesis asam lemak yang penting dalam farmasi belum diketahui
secara rinci. Misalnya ester alcohol tinggi pada malam mungkin terbentuk dari unit
asam lemak yang lebih pendek dalam biosintesis yang analog dengan asam lemak.
Senyawa hidrokarbon dari lemak terbentuk dari reduksi sekualena atau metabolit
yang setara.
3. Biosintesis asam amino dan protein
Protein terdiri dari rangkaian asam amino. Di alam terdapat asam amino
esensial dan nonesensial. Asam amino esensial tidak dapat disintesis oleh tubuh
manusia, jadi harus diperoleh dari sumber protein dari luar.

BIOKONVERSI
Biotranformasi disebut juga biokonversi, biokonversi merupakan perubahan
suatu senyawa menjadi senyawa lain yang struktur molekulnya mirip. Biasanya

berlangsung dalam 1-2 tahap. Kelebihan biokonversi dibandingkan dengan reaksi kimia
biasa antara lain:
1.

Reaksinya spesifik
a) Spesifik substrat (Dekstro Lefo)
b) Stereospesifik (cis-trans)
c) Geometri spesifik (,,)

2. Yield tinggi (diatas 90%)


3. Kondisi reaksi netral
pH yang digunakan adalah pH netral, suhu yang digunakan cukup rendah yaitu
sekitar suhu ruang.
4. Reaksi berantai dapat dilakukan dengan 1 jenis mikroba atau lebih
Hampir semua reaksi yang berlangsung secara kimia yang berlangsung dalam
biokonversi

seperti

hidroksilasi,

hidrolisis,

kondensasi,

oksidasi,

esterifikasi,hidrogenasi, dehidrogenasi, halogenasi, dehidrasi, isomerasi,dan reduksi.


Faktor yang berpengaruh dalam reaksi biokonversi:
1.

Jenis mikroba (harus sesuai

2.

Kondisi reaksi (pH optimum

3.

Kondisi reaksi (suhu optimum

4.

Pengaturan sintesis enzim

5.

Mutasi gen

6.

Permeabilitas membran sel


Pengaturan sintesis enzim bertujuan untuk meningkatkan jumlah atau aktivitas

enzim, dilakukan melalui:


a)
b)
c)
d)

Induksi enzim
Mencegah represi katabolit
Mutasi gen misalnya digunakan untuk mencegah produk akhir yang diinginkan.
Permeabilitas seperti pengubahan guanine menjadi guanosin monophospat

Beberapa hal yang harus dilakukan untuk pelaksanaan biokonversi dan fermentasi
yaitu isolasi dan pemeliharaan kultur, persyaratannya sebagai berikut:
1. Dalam substrat dan kondisi yang cocok mikrobanya tumbuh dengan cepat dan
mudah berkembang biak (waktu generasinya pendek)
2. Menghasilkan enzim penting yang memungkinkan terjadinya perubahan
bahan/komponen kimia pangan maupun non pangan
3. Kondisi lingkungan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan produksi secara
komparatif harus sederhana
4. Mikroba non pathogen dan non pembusuk

Beberapa cara isolasi mikroba, yaitu:


1. Menggunakan medium selektif yaitu medium dimana hanya mikroba tertentu
saja yang dapat tumbuh
2. Medium padat yaitu menggunakan medium selektif yang mengandung substrat
bagi enzim sehingga mikroba penghasil enzim saja yang bisa tumbuh
3. Isolasi acak (penghasil antibiotic, asam amino dll)
Pemeliharaan kultur
Tujuan pemeliharaan kultur antara lain sebagai berikut:
1. Mencegah perubahan genetic akibat seleksi dan mutasi gen
2. Mencegah kontaminasi
3. Mempertahankan viabilitas sel
Cara pemeliharaan kultur
1. Dilakukan penyimpanan pada suhu rendah
a) Suhu refrigerasi dan suhu beku, suhu 5 dan 20 derajat, kemudian setiap 6 bulan
dipindahkan pada media media agar miring yang baru
b) Penyimpanan spora dalam aquades suhu 5 derajat
c) Penyimpanan dengan nitrogen cair, suspense sel dimasukkan ke ampul
kemudian disimpan pada nitrogen cair suhu 150-190 derajat celcius
2. Penyimpanan dalam bentuk kering
a) Kultur tanah : tanah basah yg steril diinokulasi dengan kultur mikroba dan
inkubasi selama beberapa hari, kemudian dikeringkan pada suhu kamar selama
2 minggu
b) Kultur amobil : mikroba dijerat dalam matriks polimer
Secara umum medium fermentasi menyediakan semua nutrient yang dibutuhkan
oleh mikroba untuk memperoleh energi, pertumbuhan, bahkan pembentuk sel dan
biosintesis produk-produk metabolisme.