Anda di halaman 1dari 5

PENGOLAHAN LIMBAH BOTOL INFUS PLASTIK DAN

KEMASAN BEKAS PRODUK FARMASI


RSUD
Dr. SOETOMO
SURABAYA

No. Dokumen
B.12.020/PARS.RSDS/I/
SPO/2013

No. Revisi
01

Halaman
1/6

DITETAPKAN OLEH DIREKTUR


STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN

Tanggal Terbit
15 Januari 2013
dr. DODO ANONDO, MPH
N I P . 19550613 198303 1 013
Standar Prosedur Operasional pengelolaan limbah botol infus plastik dan
kemasan bekas produk farmasi adalah upaya penanganan bekas botol
infus berbahan baku plastik yang dimulai sejak dari pengumpulan,
penyobekan/pengguntingan, dekontaminasi sampai dengan pengambilan

TUJUAN

oleh distributor botol infus plastik dan kemasan bekas produk Farmasi.
1. UMUM
Mengelola bekas botol infus plastik dan kemasan bekas produk
farmasi dengan sedemikian rupa agar tidak mencemari lingkungan
secara fisik, kimia maupun bakteriologi.
2. KHUSUS
a. Mencegah menumpuknya botol infus plastik di ruangan
perawatan dan mencegah terjadinya pencemaran udara akibat
pembakaran botol infus plastik yang berlebihan.
b. Mencegah penularan penyakit akibat terjadinya kontaminasi pada
bekas botol infus plastik yang sering kali tidak terdeteksi.
c. Mencegah terjadinya pemalsuan produk botol infus oleh orang-

KEBIJAKAN

orang yang tidak bertanggung jawab.


1. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1204 / 2004 tentang
Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.
PENGOLAHAN LIMBAH BOTOL INFUS DAN
KEMASAN BEKAS PRODUK FARMASI

RSUD
Dr. SOETOMO
SURABAYA

No. Dokumen
B.12.020/PARS.RSDS/I/
SPO/2013

No. Revisi
01

Halaman
2/6

2. SK Direktur No. 188.4/5000/304/SK/2008 tentang Pengelolaan


Lingkungan Fisik, Biologis dan Kebersihan Rumah Sakit Beserta
Pemantauannya.
3. Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan
PROSEDUR

I.

Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.


Tata Laksana Pengumpulan Botol Infus Plastik Bekas &
Kemasan Bekas Produk Farmasi di Ruangan Penghasil Botol
Infus Plastik Bekas.
a. Botol infus berbahan baku plastik yang sudah kosong / bekas /
tidak lagi digunakan setelah terlepas dari infusset atau selang
infus, secara langsung dimasukkan kedalam kontainer sampah
medis khusus botol infus yang telah dilapisi kantung plastik
b.

warna kuning.
Botol infus plastik bekas ditampung dalam kontainer khusus
botol infus atau kantong plastik ukuran jumbo, begitu pula untuk
kemasan bekas produk farmasi ditampung dalam kontainer

c.

khusus atau kantong plastik ukuran jumbo.


Untuk infusset / slang infus langsung dimasukkan dalam

d.

kontainer sampah medis.


Mengikat botol infus bekas untuk menghindari penyalahgunaan

e.

atau pemanfaatan di luar ketentuan.


Bila kontainer sampah medis khusus botol infus telah penuh,
diharuskan pihak ruangan menghubungi Instalasi Sanitasi untuk
pengambilan dan dilakukan pengamanan dengan cara kantong
plastik yang melapisinya diikat tali kuning untuk menghindari
penyalahgunaan atau pemanfaatan diluar ketentuan.
PENGOLAHAN LIMBAH BOTOL INFUS DAN
KEMASAN BEKAS PRODUK FARMASI

RSUD
Dr. SOETOMO
SURABAYA

No. Dokumen
B.12.020/PARS.RSDS/I/
SPO/2013

No. Revisi
01

Halaman
3/6

PROSEDUR

II. Petunjuk Pelaksanaan Pengakutan ke Unit Pengolahan


Limbah Medis.
a. Dengan menggunakan trolly tertutup warna kuning botol infus
berbahan baku plastik diangkut dan dilakukan penggantian
kantong plastik warna kuning berukuran jumbo sebagai tempat
penampungan, begitu pula untuk kemasan bekas produk
b.

Farmasi.
Trolly yang berisi limbah botol infus bekas dan kemasan bekas
produk farmasi langsung di bawa menuju ke tempat
pengolahan limbah medis untuk dilakukan proses pengelolaan

c.

lanjutan termasuk dekontaminasi dan pengepakan.


Tenaga pengangkutan harus dilengkapi sarana alat pelindung
diri (APD) : baju kerja, sarung tangan, masker dan sepatu
panjang.

III. Pelaksanaan Dekontaminasi dan Penyaluran Barang


a. Botol infus bekas berbahan baku plastik dilakukan
penyobekan atau sejenisnya oleh karyawan dari distributor
botol infuse dimaksudkan untuk menghindari pemalsuan
produk dan memudahkan proses dekontaminasi oleh Instalasi
Sanitasi. Untuk kemasan bekas produk Farmasi yang tidak
b.

terkait dengan pasien tidak perlu didekontaminasi.


Botol infus bekas berbahan baku plastik dan kemasan bekas
produk Farmasi yang telah disobek kemudian direndam
dengan larutan hypochloride 0,5 % selama 10 15 menit
kemudian ditiriskan di udara terbuka sampai kering.
PENGOLAHAN LIMBAH BOTOL INFUS DAN
KEMASAN BEKAS PRODUK FARMASI

RSUD
Dr. SOETOMO
SURABAYA
PROSEDUR

No. Dokumen
B.12.020/PARS.RSDS/I/
SPO/2013
c.

No. Revisi
01

Halaman
4/6

Botol infus bekas berbahan baku plastik pasca dekontaminasi


dan kemasan bekas produk farmasi lainnya dikemas dalam
kantong plastik, dalam jumlah kecil dibakar di Incinerator,

sedangkan dalam jumlah besar dilakukan penggilingan oleh


karyawan dari distributor botol infuse kemudian dilakukan
pengemasan dalam karung dan dikembalikan ke distributor
Farmasi yang mengadakan bahan-bahan cairan infuse dan
d.

kemasan bekas produk Farmasi lainnya.


Pembuangan cairan bekas dekontaminasi disalurkan ke
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

dalam kondisi

kandungan hypochloride yang tidak merusak sistem IPAL.


IV. Cara Pembuatan Larutan Chlorin 0,5 %
a. Ambil larutan Chlorin 10 12% sebagai bahan baku.
b. Buat larutan untuk dekontaminasi sebanyak 1 m3 (1000 lt)
Cara :

0,5
1000 lt = 50 lt hypochlorid 10%.
10

Ambil cairan hypochloride 10% sebanyak 50 lt, kemudian


tambahkan air sebanyak 950 lt dan campurkan sampai
homogen. Bila membutuhkan larutan kurang dari 1 m3 bisa
dibuat sesuai perhitungan yang diinginkan.
V. Pelaksanaan Pengawasan
Pengawasan dari pemantauan pengelolaan :
1. Serah terima barang dari ruangan harus dicantumkan berapa
biji botol infus bekas yang diserahkan ke petugas pengambil
PENGOLAHAN LIMBAH BOTOL INFUS DAN
KEMASAN BEKAS PRODUK FARMASI
RSUD
Dr. SOETOMO
SURABAYA
PROSEDUR

No. Dokumen
B.12.020/PARS.RSDS/I/
SPO/2013

No. Revisi
01

Halaman
5/6

dan harus ditanda tangani oleh petugas ruangan, begitu pula


2.

untuk kemasan bekas produk Farmasi.


Serah terima dengan petugas distributor kemasan produk
Farmasi harus dicantumkan berapa jumlah barang yang disetor

3.

ke distributor dan harus ditanda tangani ke dua belah pihak.


Pengawasan pembuatan larutan kimia untuk proses

4.

dekontaminasi oleh Petugas Instalasi Sanitasi.


Pengawasan pengepakan (kemasan) oleh petugas Instalasi
Sanitasi.

VI. Evaluasi
Evaluasi dilakukan rutin berkala :
Jenis yang di evaluasi :
1. Ketertiban pengambilan bahan ke ruangan
2. Ketertiban prosedur pelaksanaan mulai

penyobekan,

pengepakan, dekontaminasi dan pengiriman/ penyetoran ke


distributor.
VII.

Pelaporan.
Setiap 1 bulan sekali dilaporkan:
- Direktur
- Wadir penunjang Medik
- Komite Dalin
- PML (Panitia Mutu Lingkungan)
- Dan Instansi Terkait
PENGOLAHAN LIMBAH BOTOL INFUS DAN
KEMASAN BEKAS PRODUK FARMASI

No. Dokumen
RSUD
No. Revisi
Halaman
B.12.020/PARS.RSDS/I/
Dr. SOETOMO
01
6/6
SPO/2013
SURABAYA
UNIT TERKAIT Irna Medik, Irna Jiwa, Irna Bedah, Irna Obgyn, Irna anak, Unit
Penunjang serta unit kerja lainnya.
RUANG
LINGKUP
PENGAWASAN

Irna Medik, Irna Jiwa, Irna Bedah, Irna Obgyn, Irna anak, Unit
Penunjang serta unit kerja lainnya.