Anda di halaman 1dari 36

Pola Pangan Di Indonesia

dan Aspek Sosio-budaya

Pola Pangan Di Indonesia


dan Aspek Sosio-budaya
Makanan tidak hanya sekedar memelihara
dan meningkatkan kesehatan saja
Kecukupan gizi dan pangan merupakan salah
satu faktor penting dalam mengembangkan
kualitas sumberdaya manusia, faktor kunci
dalam pembangunan suatu bangsa
Aspek pola pangan, sosio budaya, pengaruh
konsumsi makanan terhadap status gizi

Food patern (Margareth Mead) : cara


seseorang atau sekelompok orang
memanfaatkan pangan yang tersedia
sebagai reaksi terhadap tekanan
ekonomi dan sosiobudaya yang
dialaminya.
Pola pangan ada kaitannya dengan
kebiasaan makan (food habit)

Aspek sosiobudaya pangan adalah


fungsi pangan dalam masyarakat yang
berkembang sesuai dengan keadaan
lingkungan, agama, adat dan
kebiasaan, dan pendidikan masyarakat
tersebut
Konsumsi makanan adalah makanan
yang dimakan seseorang

Perkembangan pola pangan


di dunia
Berubah sesuai perkembangan
ekonomi dan industrialisasi
Penemuan alat berburu, penemuan api
Budidaya hewan dan tumbuhan
Perdagangan, peperangan dan
migrasimenyebabkan penyebarluasan
penggunaan makanan

Pembudidayaan hewan lebih cepat


berkembang di daerah empat musim
Pola pangan di derah 4 musim lebih
banyak unsur dari makanan hewani, di
banding pola pangan tropis
Pengaruh industrialisasi membawa
perubahan pada pola pangan, tidak
mengandalkan dari usaha tani tetapi
makanan yang diolah secara industri

Perkembangan teknologi pangan


menyebabkan bahan pangan dapat
diperoleh sepanjang musim, melalui
teknik pengeringan, pengalengan,
pendinginan dan radiasi.

Pola pangan di indonesia


Makanan pokok, beras, jagung, umbi,
sagu
Penggunaan makanan pokok
didasarkan atas ketersediaan di
daerah bersangkutan yang kemudian
berkembang menjadi kebiasaan makan
di daerah tersebut

Pola bahan makanan pokok


(BPS, 1990)
Pola Beras (konsumsi karbohidrat berasal
dari beras > 90% total kalori karbohidrat.
Sumatera kecuali lampung, jawa barat,
kaliomantan dan NTB
Pola beras jagung serta beras jagung dan
umbi-umbian, Jawa tengah, sulawesi
selatan, sulawesi utara dan timor timur
Pola beras umbi-umbian Irian jaya

Pola beras umbi-umbian jagung. Lampung,


yogyakarta, maluku
Lainnya : jawa timur, bali, sulawesi tengah,
sulawesi tenggara, ntt
Dari data diatas dapat dilihat bahwa
sebagian besar penduduk indonesia
menggunakan beras sebagai bahan makanan
pokok
Dilihat dari nilai gizinya, padi-padian lebih
baik dari umbi-umbian (energi dan protein)

Komposisi energi, protein,


lemak (100 gr)
Bahan
makanan
Beras

Energi
(kkal)
360

Protein
(gram)
6.8

Lemak
(gram)
0.7

Jagung

355

9.2

3.9

Ubi jalar

123

1.8

0.7

singkong

146

1.2

0.3

Selain makanan pokok penduduk


indonesia juga memakan lauk, sayuran
dan buah-buahan
Secara relatif lebih banyak
mengkonsumsi ikan (sumatra selain
lampung, kalimantan, sulawesi, maluku,
irian jaya) daripada telur dan daging
(timor timur, jakarta, NTT) (BPS,
1997)

Kacang-kacangan lebih banyak


dikonsumsi di NTT dan jawa
Konsumsi rata-rata sayuran masih
rendah (paling banyak dikonsumsi
adalah kol/kubis)
Konsumsi buah-buahan masih
rendah,paling banyak dikonsumsi
adalah pisang

Aspek sosio-kultural makanan


Fungsi kenikmatan atau gastronomik,
makanan di negara tropik berbeda dengan
makanan di negara empat musim. Di
indonesia kesukaan makanan berbeda
antara daerah/suku. Secara umum
makanan yang disukai adalah makanan yang
memenuhi selera atau citarasa yaitu berupa
rupa, warna, bau, rasa, suhu dan tekstur

Makanan untuk menyatakan jati diri,


contohnya di jepang, ikan mentah/sushi
merupakan makanan terhormat untuk
disajikan pada para tamu, di sebagian
sumatera daging merupakan makanan yang
berprestise
Fungsi religi dan magis, banyak simbol
religi dan magis yang dikaitkan dengan
makanan, misalnya daging kambing untuk
upacara selamatan, nasi tumpeng atau nasi
kuning, dll

Fungsi komunikasi, media penting untuk


berhubungan satu sama lain
Fungsi status ekonomi, makanan sering
digunakan untuk menunjukkan prestise dan
satus ekonomi (mis: makan beras lebih
dianggap berprestise dibanding makan
jagung dan umbi-umbian,dll)
Simbol kekuasaan, mis: majikan memberi
makanan yang berbeda kepada bawahannya,
dll

Penganekaragaman pangan
Meningkatkan status gizi penduduk
Upaya mengubah perilaku masyarakat agar
mengkonsumsi beraneka ragam pangan yang
bermutu gizi tinggi
Pola konsumsi pangan yang lebih banyak
menekankan pada energi yang berasal dari
karbohidratdidorong untuk berubah ke
arah pola pangan sesuai dengan Pedoman
Umum Gizi Seimbang (PUGS)

Konsep

Yang dimaksud penganekaragaman


pangan adalah upaya untuk
menganekaragamkan pola konsumsi
pangan masyarakat dalam rangka
meningkatkan mutu gizi makanan yang
dikonsumsi yang pada akhirnya akan
meningkatkan status gizi penduduk

Arah penganekaragaman
pangan
Pola pangan yang dikonsumsi oleh
penduduk indonesia harus bergeser
pada lebih banyak konsumsi sumber
hewani, kacang-kacangan dan bijibijian berminyak, serta sayuran dan
buah-buahan

Peranan teknologi pangan


Penganekaragaman pangan pada dasarnya
adalah upaya perubahan perilaku manusia
dalam memilih pangan untuk dikonsumsi.
Selain faktor pengetahuan dan faktor
ekonomi, juga dipengaruhi oleh
ketersediaan pangan di pasar atau tempat
makan dalam bentuk yang mudah diolah,
mempunyai daya simpan, bersih, aman,
serta memenuhi cita rasa inderawi dalam
hal kemasan, bentuk, rupa, rasa, tekstur
dan suhu

Pola menu seimbang


Sejak 1950, pedoman 4 sehat 5
sempurna.
Tahun 1995 : pedoman Umum gizi
seimbang
Konsep : menu adalah susunan
makanan yang dimakan seseorang
untuk sekali makan atau untuk sehari.
Menu bisa diartikan hidangan

Menu seimbang
Menu yang terdiri dari beranekaragam makanan
dalam jumlah dan proporsi yang sesuai sehingga
memenuhi kebutuhan gizi seseorang guna
pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh dan
proses kehidupan serta pertumbuhan dan
perkembangan
Kehadiran atau ketidakhadiran suatu zat gizi
esensial dapat mempengaruhi ketersediaan,
absorpsi, metabolisme, atau kebutuhan zat gizi
lain. Adanya saling keterkaitan antar zat gizi ini
menekankan keanekaragaman makanan dalam menu
sehari-hari

Pola menu 4 sehat 5


sempurna
Merupakan pola menu seimbang yang
bila disusun dengan baik mengandung
zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh
Dikenalkan th 1950 oleh bapak ilmu
gizi Prof. DR. Dr. Poorwo Soedarmo,
dalam rangka gerakan sadar gizi

Golongan makanan pokok


Jenis padi-padian seperti beras, jagung,
gandum, mempunyai kadar protein lebih
tinggi (7-11%) daripada umbi dan sagu (12%)
Beras tumbuk dan roti dari tepung gandum
yang tidak digiling halus lebih banyak
kandungan vit B dibanding beras putih dan
roti putih
Porsi makanan pokok yang dianjurkan untuk
dewasa adalah 300-500 gr beras sehari

Golongan lauk
Lauk hewani, mempunyai protein dengan nilai biologi
yang lebih tinggi dibanding lauk nabati
Kekurangan metionin pada kacang-kacangan dapat
diisi dengan bahan lain seperti beras dan serealia
lain
Pengolahan kacang-kacangan menjadi tempe, tahu,
susu kedelai dan oncom tidak saja meningkatkan
cita rasa tetapi juga meningkatkan kecernaan dan
ketersediaan zat gizi bagi tubuh
Porsi lauk yang dianjurkan perhari adalah 100 gr
atau 2 potong ikan/daging/ayam. Sedangkan lauk
nabati sebanyak 100-150 gr atau 4 6 potong
tempe sehari. Tempe dapat diganti dengan tahu
atau kacang-kacangan kering

Golongan sayuran
Sayuran daun berwhijau dan berwarna
jingga atau oranye mengandung lebih
banyak provitamin A berupa beta karoten
dibanding sayuran tidak berwarna
Sayuran yang dianjurkan setiap hari terdiri
dari campuran sayuran daun, kacangkacangan, dan sayuran berwarna jingga
Porsi sayuran dalam bentuk tercampur
untuk orang dewasa sehari adalah 150-200
gr atau 1mangkuk perhari

Golongan buah

Buah berwarna kuning kaya akan


provitamin A
Buah kaya akan vitamin C
Porsi buah yang dianjurkan sehari
untuk orang dewasa adalah 200-300
gram atau 2-3 potong sehari

Susu dan hasil olahannya


Susu merupakan makanan alami yang hampir
sempurna
Sebagian zat gizi esensial ada dalam susu
(protein, kalsium fosfor, vit A dan tiamin)
Pengasaman susu membuat susu lebih
mudah dicernakan
Porsi susu yang dianjurkan adalah untuk
anak-anak dan ibu hamil/menyusui1-2 gelas
sehari

Lain-lain
Disamping kelima golongan bahan makanan
diatas menu sehari-hari biasanya
mengandung gula dan mintak/ kelapa
sebagai penyedap atau pemberi rasa gurih
Gula rata-rata dimakan sebanyak 25-35 gr
sehari dalam minuman atau makanan,
sedangkan minyak sebanyak 25-50 gr untuk
menggoreng atau dalam kue-kue atau
sebagai santan dan kelapa parut

Pedoman umum gizi


seimbang
1995, PUGS, disusun dalam rangka
memenuhi salah satu rekomendasi
konferensi gizi internasional di Roma tahun
1992 untuk mencapai dan memelihara
kesehatan dan kesejahteraan gizi
(nutritional well-being)
PUGS merupakan penjabaran lebih lanjut
dari pedoman 4 sehat 5 sempurna

Konsep dasar gizi


seimbang

Sumber zat energi atau tenaga : padipadian, tepung, umbi-umbian, sagu, yang di
beberapa bagian di indonesia dimakan
sebagai makanan pokok
Sumber zat pengatur, sayuran dan buahbuahan
Sumber zat pembangun, ikan, ayam, telur,
daging, susu, kacang-kacangan dan hasil
olahan seperti tahu, tempe dan oncom

PUGS, memuat tiga belas pesan


dasar
1. Makanlah aneka ragam makanan
2. Makanlah makanan untuk memenuhi
kecukupan energi
3. Makanlah makanan sumber karbohidrat,
setengah dari kebutuhan energi
4. Batasi konsumsi minyak dan lemak sampai
seperempat dari kebutuhan energi
5. Gunakan garam beriodium
6. Makanlah makanan sumber zat besi

7. berikan ASI saja pada bayi sampai umur empat


bulan
8. Biasakan makan pagi
9. Minumlah air bersih dan aman yang cukup
jumlahnya
10. Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara
teratur
11. Hindari minum-minuman beralkohol
12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan
Bacalah label pada makanan yang dalam kemasan

Daftar bahan makanan


penukar
Untuk memudahkan penyusunan menu
yang bervariasi dan bergizi disusun
daftar bahan makanan penukar yang
mengelompokan bahan makanan
berdasarkan peranannya dalam pola
menu seimbang dan zat gizi utama
yang dikandungnya

Daftar bahan makanan penukar


Bahan makanan
yaitu :
Bahan makanan
Bahan makanan
Bahan makanan
Sayuran
Buah-buahan
Susu
Minyak
gula

dibagi dalam 8 kelompok


sumber karbohidrat
sumber protein hewani
sumber protein nabati