Anda di halaman 1dari 3

Tugas Besar

Pemodelan Sistem
PT. XYZBC adalah perusahaan yang memproduksi dua jenis produk yaitu Oscilloscope (O) dan
Voltmeter (V). Proses produksi untuk kedua produk tersebut melibatkan tiga workstation (WS) yaitu
WS Circuit Board (CB), WS Chasis (CH) dan WS Final Assembly (Ass) (Lihat Gambar 1). Data waktu
proses produksi dan kapasitas jam kerja reguler pada masing-masing WS untuk ke dua produk
tersebut dapat dilihat pada Tabel 1(a) dan Tabel 1(b), dan data ongkos produksinya dapat dilihat
pada Tabel 2.
Circuit
Board

Chasis

Final
Assembly

Gambar 1: Tahapan proses produksi untuk produk O dan V


Proyeksi permintaan pasar dari ke dua produk di atas untuk 3 bulan ke depan diberikan pada Tabel 3.
Berdasarkan pengalaman masa lalu kesalahan pada proyeksi ramalan permintaan relatif kecil, yaitu
3-4% (ini merupakan Laporan dari Manajer Produksi).
Gudang penyimpanan produk O dan V memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi permintaan
untuk setengah bulan produksi, yaitu 3000 unit produk O dan 5000 unit produk V.
Ongkos inventori per bulan diestimasi sebesar 2% dari harga barang. Berdasarkan laporan gudang
diketahui bahwa persediaan pada awal bulan 1 untuk produk O dan V masing-masing 600 unit dan
1800 unit. Data masa lalu menunjukkan bahwa rata-rata inventori per bulan relatif tinggi, 300-700
unit untuk produk O dan 1000-2000 unit untuk produk V. Laporan dari bagian pengendalian kualitas
menunjukkan bahwa persentase produk cacat minimal 0,5% dan maksimal 1,5% dari jumlah
produksi per bulan. Bahan baku dan komponen untuk produk tersebut selama ini mudah diperoleh
dan dapat memenuhi kebutuhan produksi, dengan harga yang sedikit mengalami kenaikan dari bulan
ke bulan, yaitu 2-5% dari biaya pada Tabel 2.
Pangsa pasar perusahaan saat ini adalah 55,3%. Dalam rangka memperkuat posisi sebagai market
leader, perusahaan akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi permintaan pasar dengan
harga dan kualitas yang bersaing. Namun perusahaan juga bertujuan untuk mencari keuntungan agar
dapat terus tumbuh dan berkembang. Dengan memperhatikan tujuan perusahaan tersebut, manajer
produksi sekarang ini sedang merencanakan produksi pabriknya untuk 3 bulan ke depan. Manajer
Pemasara menekankan perlunya memaksimasi layanan kepada konsumen atau dengan kata lain
permintaan produk untuk setiap bulan harus dapat dipenuhi pada bulan tersebut, karena hal ini
merupakan faktor kunci agar perusahaan dapat mempertahankan pangsa pasarnya. Namun upaya
itu harus juga memperhatikan ongkos produksi dan inventori.
Apabila permintaan tidak dapat dipenuhi maka akan terjadi kehilangan penjualan karena konsumen
akan membeli produk O maupun V yang diproduksi oleh perusahaan lain. Hal ini akan menyebabkan
perusahaan akan mengalami kehilangan tidak saja keuntungan per unit tapi juga reputasi (besar
kehilangan ini diperkirakan (setara dengan) 3-4 kali dari keuntungan per unit). Manajer Pemasaran
mendapat laporan dari unit penjualannya bahwa terjadinya permintaan yang tidak dapat dipenuhi
sebesar 3-4% per bulan, dan angka ini cukup besar mengingat besarnya kehilangan yang
diakibatkannya. Isu ini kemudian mendapatkan perhatian serius dari Direktur Pemasaran dan
menyampaikannya dalam rapat direksi. Selanjutnya direksi perusahaan mengambil kebijakan tentang
perlunya meminimumkan terjadinya kehilangan penjualan (karena hal ini menentukan daya saingan

perusahaan-faktor strategis), dan meminta Direktur Produksi untuk memperhatikan hal tersebut
dalam membuat rencana produksi bulanannya. Dalam rapat produksi mingguan, Direktur Produksi
menyampaikan hasil rapat direksi dan meminta Manajer Produksi untuk memodifikasi pendekatan
dalam menyusun rencana produksi bulanan dengan memperhatikan tidak saja ongkos produksi dan
inventori tapi juga ongkos yang diakibatkan karena kehilangan penjualan.
Direktur Produksi juga meminta kepada Manajer Produksi untuk menjajaki kemungkinan
menggunakan outsourcing jika kapasitas pabrik tidak mencukupi. Subkontrak pekerjaan dapat
dilakukan untuk Chasis dan Circuit Board ke industri kecil/menengah elektronik dengan jumlah
pemesanan minimal 200 unit, ukuran lot pemesanan 50 unit. Berdasarkan survai yang dilakukan,
diperoleh bahwa ongkos pengerjaan per unit cukup kompetitif, namun karena unit yang dikerjakan
oleh pihak luar harus diinspeksi 100%, agar produk cacat mendekati 0%, maka ongkos produksi
mencapai 1,20 kali dari ongkos kerja reguler PT. XYZABC (bahan baku disediakan oleh PT. XYZABC).
Selain itu, Direktur Produksi memiliki suatu gagasan yang lain yaitu memasok saja komponen Chasis
dari luar perusahaan. Untuk itu perusahaan harus melakukan kerja sama dengan satu atau lebih
industri kecil elektronik. Selanjutnya Divisi Chasis ditutup dan karyawannya dipindahkan ke Divisi
Circuit Board dan Divisi Final Assembly sehinga kapasitas (waktu produksi tersedia) untuk ke dua
divisi akan bertambah masing-masing 1800 jam dan 600 jam. Harga komponen Chasis per unit
diperkirakan tidak akan lebih besar dari ongkos produksi per unit jika komponen dibuat sendiri. Akan
tetapi pemindahan karyawan ke Divisi lainnya memerlukan proses belajar sehingga diperlukan
kegiatan training, selain itu pemindahan tersebut juga akan menyebabkan production lost akibat
karyawan Divisi Chasis tidak berproduksi selama masa training. Diperkirakan biaya total penutupan
Divisi Chasis (training, production lost dan lain-lain) sebesar 80 juta rupiah.
Informasi tentang waktu proses tiap stasiun kerja dapat dilihat pada Gambar 2.

Produk V

Produk O

WS

WS

Ass V

Ass O

3 jam/10 unit

4 jam/10 unit

WS

WS

WS

CH

3,5 jam/10 unit

CB
7 jam/10 unit

BB1

WS

CH

CB

2 jam/10 unit

3,5 jam/10 unit

BB2
Ket:
- BB1: Bahan Baku CH
- BB2: Bahan Baku CB

Gambar 2. Diagram Penggunaan Resource per Produk

Tabel 1(a): Data waktu proses produksi


Produk O
Stasiun Kerja
(jam/10 unit)
Chasis
3,5
Circuit Board
7
Assembly
4

Produk V
(jam/10 unit)
2
3,5
3

Tabel 1(b): Kapasitas Jam Kerja


Stasiun Kerja
Chasis
Circuit Board
F. Assembly

Jam Kerja Reguler per Bulan


3000
6000
5400

Catatan: Jam kerja lembur tersedia sebesar maksimum 50% dari jam kerja reguler. Ongkos tenaga
kerja pada jam kerja lembur adalah Rp. 6000.

Tabel 2: Data Ongkos Produksi dan Harga Jual


Uraian
Produk O
Produk V
Harga Jual (Rp./Unit)
400.000
165.000
Ongkos B. Baku(Rp./Unit)
150.000*)
50.000**)
Ongkos Tenaga Kerja(Rp./jam)
5000
5000
Overhead (Rp./part)
9.200
9200
*) proporsi biaya bahan baku CH dan CB untuk produk O masing-masing 0,35 : 0,65
**) proporsi biaya bahan baku CH dan CB untuk produk V masing-masing 0,3 : 0,7

Tabel 3: Proyeksi Permintaan Produk - Bulan ke 1 s/d Bulan ke 3


Jenis Produk
Bulan ke 1
Bulan ke 2
Bulan ke 3
Produk O
7000
5500
6000
Produk V
14400
17800
13500

Tabel 4: Data Biaya Outsourcing Chasis per unit


Produk
Harga (rupiah)
O
50000
V
25000