Anda di halaman 1dari 4

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN dan E-BUSINESS

Dosen : Dr. Harjanto Prabowo

Nama
NPM

Oleh:
: Ani Mariani
: L2K050263

Program Magister Manajemen


Universitas Padjadjaran Bandung
2007

Analisis Perusahaan DotCom di Indonesia


1

Bisnis di Internet tampaknya akan / sedang booming, hampir semua orang tampaknya sibuk
membicarakan hal ini dan bersiap-siap untuk turut berkiprah dalam dunia perdagangan millenium ini.
Tentunya sebelum melakukan terjun bebas ke dunia perdagangan elektronik ini ada baiknya kita
mengetahui sedikit tentang teknologi yang digunakan, berbagai standard, maupun regulasi yang ada
dalam bisnis online di Internet tersebut.
Bisnis online yang paling banyak ditawarkan di internet dewasa ini adalah bisnis affiliate dan network
marketing.

I. Memulai Bisnis Online


Saat ini banyak sekali produk-produk yang memungkinkan kita mensetup situs e-commerce dan
langsung berjualan dalam waktu beberapa hari / minggu, mulai dari yang simple, murah hingga mahal
dan kompleks.
Para pengusaha kecil mungkin harus melihat jauh diluar ISP-nya untuk melihat solusi-solusi murah
tadi. Contohnya, Forman interactive http://www.formaninteractive.com/ memberikan produk Internet
creator seharga kurang dari US$150. Perangkat lunak tersebut menggunakan beberapa wizard untuk
menolong anda membuat halaman web yang aman untuk menjual produk anda. Bahkan jika meletakan
halaman web tersebut di server Forman, mereka akan membantu menangani pembayaran melalui
CheckFree http://www.checkfree.com/.
Jika kita sudah siap untuk masuk ke bisnis ini, kita dapat juga menggunakan yahoo store
http://store.yahoo.com/ yang akan memungkinkan anda untuk membangun situs web untuk
bertransaksi melalui browser web di rumah anda. Yahoo akan berfungsi sebagai host, biaya di
sesuaikan dengan jumlah barang yang di jual yaitu US$100 / bulan untuk toko yang menjual 50
barang, US$300 / bulan untuk toko dengan barang sampai dengan 1000 barang.
Solusi-solusi yang murah dan menarik ini juga tampaknya juga diberikan oleh indosatcom sebuah anak
perusahaan dari Indosat yang memfokuskan diri di e-commerce. Salah satu produk indosatcom adalah
EDIWeb menjadi menarik untuk para pengusaha kecil yang hanya bermodal akses ke WARNET.
Telkom juga meluncurkan plasa.com belum terhitung inisiatif lain seperti Wasantara dll.
Tentunya untuk solusi-solusi komplex yang membutuhkan kemampuan integrasi yang tinggi antara
berbagai proses transaksi yang dilakukan ada banyak perangkat lunak yang berharga cukup tinggi di
antara US$5000 s/d US$100000 cukup untuk membuat seorang pengusaha kecil jatuh bangkrut.
Tampaknya solusi paling menarik adalah jasa e-commerce hosting yang dijalankan banyak perusahaan
termasuk
indosatcom,
AT&T
http://www.ipservices.att.com/wss/,
MCI
http://www.wcom.net/commercehost/, dan GTE BBN Planet http://www.bbn.com/. Karena resiko &
biaya rendah untuk melakukan e-commerce demikian dikatakan oleh Karl Lewis dari Proxicom
http://www.proxicom.com/ yang merupakan perusahaan konsultan web yang mensetup situs ecommerce Day-Timer http://www.daytimer.com/ dan extranet untuk Mobil Oil dan distributor-nya.

II. Tantangan Bisnis E-Commerce di Indonesia


Tantangan yang cukup serius bagi orang-orang pajak di Indonesia karena transaksi-transaksi yang
bersifat intangible melalui Internet sangat sulit di deteksi, semakin hari semakin banyak transaksi jenis
ini terjadi di Internet. E-Commerce yang melibatkan pemindahan barang cukup mudah di deteksi di
pelabuhan atau bandar udara sehingga dapat di deteksi oleh beacukai / custom, selain itu rasanya sulit.
Pelanggan e-commerce masih takut ada pencuri kartu kredit, rahasia informasi personal mereka
menjadi terbuka, dan kinerja jaringan yang kurang baik. Umumnya pembeli masih belum yakin bahwa
akan menguntungkan dengan menyambung ke Internet, mencari situs shopping, menunggu download
gambar, mencoba mengerti bagaimana cara memesan sesuatu, dan kemudian harus takut apakah nomor
kartu kredit mereka di ambil oleh hacker.

Tampaknya untuk meyakinkan pelanggan ini, e-merchant harus melakukan banyak proses pemandaian
pelanggan. Walaupun demikian Gail Grant, kepala lembaga penelitian di CommerceNet
http://www.commerce.net/ meramalkan sebagian besar pembeli akan berhasil mengatasi penghalang
tersebut setelah beberapa tahun mendatang.

III. Tips Memilih Bisnis Online yang Baik


1. Pelajari seluk beluk tentang perusahaan online tersebut.
a)

Siapa pemilik bisnis online tersebut, apakah kredibilitasnya baik? Pemilik bisnis yang
memiliki reputasi baik atau kredibel otomatis akan meningkatkan kepercayaan pelanggan atau
pembeli.
b) Sudah berapa lama bisnis tersebut berdiri?
Bisnis online yang masih baru (<4 tahun) biasanya lebih berisiko dibandingkan bisnis yang
sudah berumur minimal 4 tahun..
c)

Adakah lembaga resmi yang mengakuinya?


Sebagai contoh di Indonesia ada lembaga APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia
http://www.apli.org/), di dunia WFDSA (http://www.wfdsa.org/) untuk bisnis direct selling
dan di Amerika BBBonline (Better Business Bureau Online http://www.bbbonline.org/)
khusus untuk bisnis online. BBBOnline merupakan lembaga yang mengeluarkan sertifikasi
perusahaan bisinis online. Perusahaan online yang sudah memiliki sertifikasi dari lemabaga
tersebut lebih terjamin keamanannya. Sehingga langkah kita adalah mencari kebenaran
apakah bisnis tersebut sudah terdaftar di lembaga resmi tersebut.

d) Apakah bagian customer servicenya bisa dihubungi ?


Salah satu cara menguji apakah perusahaan/bisnis online tersebut kredibel adalah apabila
benar-benar ada orang-orang di balik mesin canggih yang bertanggungjawab mengelola
bisnis online tersebut dan mereka harus dapat dihubungi melalui email, messengger, surat pos
atau bahkan melalui telpon dengan respon yang cepat.
e)

Apakah produk atau jasa/servis yang ditawarkan bermutu? Kenapa demikian? Karena bila
ternyata bisnis/produk/jasa yang kita tawarkan tidak bermutu maka kredibilitas kita (sebagai
orang yang menawarkan kembali) menjadi taruhannya. Sehingga kita harus benar-benar yakin
bahwa kita merekomendasikan bisnis/produk/jasa yang berkualitas.

f)

Apakah perusahaan/bisnis online tersebut menerapkan ZERO SPAM policy? Setiap


perusahaan bisnis online harus menerapkan kebijakan Anti Spam. Artinya perusahaan
tersebut tidak mentolerir aktivitas SPAM. Jadi bila ada dari member bisnisnya yang ketahuan
melakukan SPAM maka otomatis member tersebut harus dipecat dan bahkan diblack list.

2. Lihat cakupan pasarnya


Apabila kita menghendaki bisnis yang dapat mendatangkan peluang income yang besar, maka
sebaiknya dipilih bisnis online yang dapat diterima diseluruh dunia. Apakah produk atau jasanya bisa
dijual dan dapat diterima di seluruh dunia?
Internet memiliki daya ungkit (laverage) yang sangat besar karena mampu menembus batas-batas
geografis (borderless) sehingga mampu membuka pasar yang sangat besar. Sayang apabila daya ungkit
ini hanya dipakai untuk memasarkan produk di lokal saja (1 negara saja).
3.Pelajari sistem kompensasinya (Compensation Plan)
Apakah sistem kompensasinya dapat membayar dengan komisi yang tinggi dengan mekanisme
pembayaran komisi yang canggih.
Kebanyakan bisnis online menawarkan alat pembayaran dengan menggunakan cek yang dapat
diuangkan di seluruh dunia. Tetapi kendala cek ini adalah memakan waktu pengiriman yang cukup
lama dan administrasi di bank setempat yang rumit serta memakan waktu.

Saat ini ada sistem pembayaran yang sudah lebih maju. Salah satunya yaitu dengan menggunakan
Kartu Visa Paycard yaitu semacam kartu ATM yang dapat menarik uang di ATM berlogo Visa
diseluruh dunia.
4. Pelajari produk yang ditawarkan
Jenis produk juga akan menentukan besar komisi yang akan diterima. Di internet ada dua jenis produk
yang dapat ditawarkan yaitu Barang fisik atau Barang virtual / jasa (servis).
Produk berjenis barang fisik biasanya akan menyebabkan komisi yang diterima lebih kecil
dibandingkan dengan barang virtual / produk jasa (ebook, jasa konsultasi, jasa sewa webconference,
beli domain dll). Kenapa bisa begitu? Hal ini disebabkan karena barang membutuhkan biaya per unit,
gudang, pengiriman dan penanganan (shipping and handling), sedangkan produk virtual/jasa dapat
dikonversi ke format digital sehingga tidak ada biaya produksi ulang, pergudangan dan biaya
pengiriman.
Contohnya untuk memproduksi ebook pemiliknya cukup membuat sekali saja, tetapi memproduksi bisa
tidak terbatas tanpa ada biaya tambahan lagi, sedangkan pihak pembeli/pengguna hanya cukup
mendownload saja dan barang virtual sudah sampai di pengguna.
5.Bagaimana Marketing dan Supporting Systemnya?
Marketing sistem mencakup beberapa hal antara lain Lead Capturing Website (Situs untuk
mengundang para prospek) dan Mesin Penjawab Pesan Otomatis (Autoresponder). Supporting system
antara lain adanya bagian yang menangani mulai masalah teknis hingga komplain/keluhan.
6.Perikasa apakah bisnis tersebut memiliki Mentoring System Bekerja online membutuhkan
banyak pengetahuan dan keahlian di bidang internet marketing, sehingga apabila kita bekerja
sendirian akan membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang mahal hingga kita menjadi
mahir.
Periksa bisnis online tersebut apakah ada program bimbingan dari mentor atau melalui milis khusus
anggota untuk saling sharing . Bila sistem ini berjalan baik maka memungkinkan percepatan dalam
peningkatan keahlian kita di bidang internet marketing. Perlu diingat bahwa keberhasilan kita di bisnis
apapun ditentukan dari tingkat keahlian kita dan kredibilitas kita.
Tampaknya e-commerce mempunyai masa depan yang cerah. Jika berbagai detail dari perdagangan
online ini dapat di selesaikan maka bukan mustahil e-commerce dan Internet akan mengubah struktur
dunia usaha secara global.
Dengan perkembangan masyarakat virtual yang demikian besar, banyak orang yang berpartisipasi
dalam berbagai interest group online memperlihatkan pergeseran pardigma dari kekuatan ekonomi
yang bertumpu pada pembuat / manufacturer ke kekuatan pasar. Paling tidak demikian yang dilihat
oleh John Hagel dan Arthur Armstrong, sepasang analis dari McKinsey http://www.mckinsey.com/
sebuah perusahaan konsultan manajemen internasional.
Masyarakat virtual telah memperlihatkan effek-nya. Situs investment seperti Motley Fool
http://www.fool.com/ memungkinkan anggota untuk bertukar pengalaman tanpa melalui broker /
perantara. ParentsPlace http://www.parentsplace.com/ merupakan tempat pertemuan para orang tua
yang akhirnya memberikan kesempatan pada vendor-vendor kecil untuk mencapai pelanggan potensial
mereka untuk produk yang sangat spesifik seperti makanan bayi dan shampo.
Masyarakat virtual akan menggoyang kehebatan divisi marketing dan penjualan di perusahaanperusahaan besar. Justru perusahaan-perusahaan kecil dengan produk yang lebih baik dan customer
service yang baik akan dapat menggunakan masyarakat virtual ini untuk mengalahkan perusahaan
besar, sesuatu yang cukup sulit dimengerti di dunia nyata.

~ ~