Anda di halaman 1dari 9

Formulir Ujian Kasus

Waktu

: 45 menit

Intruksi untuk Kandidat:


Lakukanlah pengambilan anamnesis, pemeriksaan fisik, diagnosis banding serta rencan
penatalaksanaan untuk pasien ini
Instruksi untuk Penguji:
1.
Penguji mengevaluasi mahasiswa
2.
Penguji memberikan informasi mengenai hasil pemeriksaan fisik &
Pemeriksaan penunjang
3.
Penguji bertanya mengenai patofisiologi pasien
Skenario kasus:
Seorang laki-laki 20 tahun, mahasiswa datang ke poliklinik dengan keluhan hidung tersumbat
pada kedua hidung sejak 1,5 tahun yang lalu. Keluhan dirasakan hampir setiap hari, terutama
pada pagi hari, cuaca dingin atau di lingkungan berdebu. Keluhan hidung tersumbat dirasakan
kadang bergantian, tetapi dirasakan tidak berhubungan dengan stress.
Keluhan juga disertai : bersin-bersin, dahak terutama pagi hari yang berkumpul di belakang
mulut dan tertelan, tidur sering terbangun karena sulit bernafas lewat hidung, sulit
berkonsentrasi saat kuliah dan badan sering lemah lesu.
Keluhan tidak disertai : meler, gatal hidung, sakit kepala, nyeri di daerah pipi atau dahi,
otalgia atau otorrrhea.
Untuk keluhannya penderita sering minum obat pilek dari warung dan kadang-kadang berobat
ke dokter umum. Biasanya setelah berobat keluhan hilang, tetapi bila obat habis, keluhan
timbul kembali.
Riwayat atopi pada keluarga ada, ayah penderita asma dan kakak penderita sering
biduran/kaligata/gatal-gatal setelah makan udang.
Hasil pemeriksaan dari pasien yang harus disampaikan kepada kandidiat adalah
sebagai berikut
Status generalis:
- Keadaan umum : tampak sakit ringan kompos mentis, gizi cukup, allergic shinners,
bibir pecah-pecah.
- Tensi 110/70 mmHg, nadi 60 x/menit, suhu 36 C
- Cor dan pulmo : dalam batas normal

Lain-lain : dalam batas normal

Status lokalis

Auris Dekstra Sinistra :

Kanalis akustikus eksternus : tenang +/+


Serumen : -/-, Sekret : -/Membran timpani : intak +/+, bulging +/+, tidak hiperemis
Tes suara 1 meter : penderita dapat mengulang kata-kata dengan suara bisikan oleh
pemeriksa pada kedua telinga.
- Tes Rinne +/+
- Tes Weber : tidak didapatkan lateralisasi
Cavum Nasi :
- mukosa : tampak edematous, pucat kebiruan
- sekret : +/+ , jernih, encer
- konkha inferior : hipertrofi +/+, pucat kebiruan +/+
- Septum deviasi (-)
- Massa -/-, Polip -/- Pasase udara menurun +/+
- Transiluminasi :
4
4
4
4
Naso-orofaring :
- Tonsil : T1 T1 tenang,
- Faring : tenang, granul (-)
- Gigi geligi: karies (-)
- Nasofaring : dalam batas normal
Leher :
- Kelenjar getah bening tak teraba membesar
Maksilofasial :
- simetris
- parese nervus kranialis -/-

Hasil pemeriksaan laboratorium :


- Hb 12,3 gr%, lekosit 7.000/mm3, trombosit 250.000/mm3
- Diff count : 0/15/2/30/50/3

1. Data apa saja yang telah saudara dapatkan pada pasien ini ?
2. Apa diagnosis banding (bila ada) dan diagnosis kerja pasien ini ? Mengapa saudara
memikirkan hal tersebut ?
3. Pemeriksaan apa lagi yang perlu saudara usulkan ?
4. Bagaimana rencana pengelolaan penderita ini ?
5. Bagaimana patogenesis penyakit pada penderita ini ?
6. Apa saja komplikasi yang perlu diwaspadai pada penderita ini ?
Jawaban Pertanyaan : pada checklist
Instruksi untuk pasien / Standardized patient:
Anda adalah seorang laki-laki 20 tahun, mahasiswa, datang ke poliklinik dengan keluhan
hidung tersumbat pada kedua hidung sejak 1,5 tahun yang lalu. Keluhan dirasakan hampir
setiap hari, terutama pada pagi hari, cuaca dingin atau di lingkungan berdebu. Keluhan hidung
tersumbat dirasakan kadang bergantian, tetapi dirasakan tidak berhubungan dengan stress.
Keluhan juga disertai : bersin-bersin, dahak terutama pagi hari yang berkumpul di belakang
mulut dan tertelan, tidur sering terbangun karena sulit bernafas lewat hidung, sulit
berkonsentrasi saat kuliah dan badan sering lemah lesu.
Keluhan tidak disertai : sakit kepala, nyeri di daerah pipi atau dahi, otalgia atau otorrrhea.
Untuk keluhan di atas anda sering minum obat pilek dari warung dan kadang-kadang berobat
ke dokter umum. Biasanya setelah berobat keluhan hilang, tetapi bila obat habis, keluhan
timbul kembali.
Riwayat atopi pada keluarga anda ada yaitu ayah anda menderita asma dan kakak anda sering
menderita biduran atau kaligata setelah makan udang.
Nama peserta P3D

Nomor

Tanggal ujian

Penguji 1
Nama
Tanda tangan
No

1.

:
:

Penguji 2
Nama
Tanda tangan

MATERI YANG DIANALISIS

Anamnesis
16
Laki-laki 20 tahun
Hidung tersumbat pada kedua hidung
Bersin-bersin
Dahak terutama pada pagi hari yang

berkumpul di belakang mulut (Post Nasal


Drip)
Gangguan tidur
Gangguan sekolah
Badan lemah lesu
Riwayat atopi pada keluarga

Pemeriksaan fisik
- Pemeriksaan status generalis :
Allergic shinners
Bibir pecah-pecah

Pemeriksaan status lokalis


ADS : Membrana timpani bulging +/+,
tidak hiperemis +/+
Pendengaran : kesan dalam batas normal
Cavum nasi : mukosa livide +/+, konka
hipertrofi dan livide, pasase udara
menurun

NILAI
MAKS
IMAL

1
1
1
1

1
1
1
1

2
1

2
1
2

:
:
NILAI
MAHASI
SWA

2.

Pemeriksaan penunjang

Diff count lekosit :


Eosinofil meningkat
limfositosis

3.

Diagnosis Banding (dengan alasan)


-

4.

10

Rhinitis Alergi Persisten Sedang- Berat


+ Otitis Media Efusi Bilateral (ADS)
Rhinitis Vasomotor + Otitis Media Efusi
Bilateral (ADS)

Usul pemeriksaan :

Boleh pilih salah satu :


- Skin Prick test
- IgE total
- Nasal sitologi
- IgE RAST (IgE Spesifik)
Audiometri
Timpanometri atau tes fungsi tuba (pilih
salah satu)

5
5

5
3

1
1

5.

6.

Pengelolaan (harus dengan alasan)


Medikamentosa :
Anti histamin
Dekongestan atau preparat kombinasi
dekongestan - anti histamin
Kortikosteroid nasal spray
Rencana imunoterapi

15

Patogenesis

14

Rhinitis Alergi Persisten Sedang Berat


3 tahap terjadinya Rhinitis alergi :
1. tahap sensitisasi
2. Reaksi alergi fase cepat
3. Reaksi alergi fase lambat
3 tahapan ini menyebabkan pelepasan mediatormediator pro inflamasi, terutama histamin, yang
berakibat timbulnya gejala-gejala utama Rhinitis
alergi yaitu : Bersin, meler, tersumbat dan gatal
pada hidung.
Apabila salah satu atau semua 4 gejala di atas
menetap, artinya : lebih dari 4 hari dalam
seminggu dan lebih dari 4 minggu (kriteria
ARIA-WHO Th 2001) maka termasuk kriteria :
persisten (menetap).
Apabila rhinitis alergi sudah menyebabkan
minimal salah satu gangguan kualitas hidup,
yaitu :
- gangguan tidur
- gangguan sekolah/pekerjaan
- gangguan aktivitas/olahraga
- gangguan rekreasi
maka termasuk kriteria : moderate severe

3
3
5
4

(sedang berat), menurut kriteria ARIA-WHO


Th 2001.
Otitis Media Efusi
Adanya sumbat hidung menyebabkan lebih
mudah terkumpulnya sekret di nasofaring (post
nasal drip) yang dapat menyebabkan proses
inflamasi di sekitar muara tuba eustachius
sehingga terjadi oklusi. Selain itu, proses alergi
sendiri menyebabkan inflamasi kronis di area
muara tuba eustachius yang juga menyebabkan
muara ini oklusi. Adanya oklusi pada muara tuba
akan menyebabkan gangguan drainase dan
ventilasi dari telinga tengah sehingga terjadi
tekanan negatif di telinga tengah. Adanya
perbedaan tekanan ini akan menyebabkan
terjadinya eksudasi di telinga tengah sehingga
lama-kelamaan akan terkumpul cairan di telinga
tengah yang cukup banyak dan terlihat membran
timpani menjadi bulging.

7.

Komplikasi dan ko-morbiditas Rhinitis alergi

8.

Konseling

18

Sinusitis
Polip
Otitis Media (akut,efusi kronis)
Asma
Konjunctivitis
Urtikaria

2
2
2
4
4
4

9.

Menghindari
alergen
(Avoidance
allergen)
Edukasi pasien antara lain :
Olahraga teratur, menyadarkan pasien
akan penyakitnya.

Performance

4
4

10

Ketrampilan komunikasi

Sistematika presentasi
Sikap dan kepribadian

3
3

TOTAL

100

Batas Lulus : 68
Hasil akhir : Lulus / Gagal
Peralatan yang dibutuhkan
Satu set pemeriksaan THT minimal (Lampu kepala, spekulum hidung, otoskop,
spatula lidah)
Tempat tidur / kursi
Pembuat soal / Bagian:
Sinta Sari Ratunanda,dr,M.Kes.,SpTHT-KL / IK THT-KL
Arif Dermawan, dr,M.Kes., SpTHT-KL / IK THT-KL
Referensi:
ARIA-WHO 2001. Panduan Penatalaksaan Rinitis alergi-Asma
Byron JB,eds. Head and Neck Surgery Otolaryngology, 3rd ed. Philadelphia:

Lippincott Williams & Wilkins. 2001. Ch 81: 979-991.