Anda di halaman 1dari 7

Perekonomian menurut Teori Klasik

Kaum klasik mengatakan bahwa perekonomian suatu Negara menganut


system Laissez faireyakni system perekonomian yang masyarakatnya bebas
melakukan segala kegiatan ekonominya tanpa campur tangan Negara. Dalam
pelaksanaannya, apabila Pemerintah terpaksa ikut campur, itu hanyalah pada
bidang yang sector swasta tidak mampu melaksanakan secara efisien.
Analisis mengenai pandangan ahli ekonomi klasik tentang perekonomian adalah
perekonomian yang diatur oleh mekanisme pasar tingkat penggunaan tenaga
kerja penuh akan selalu tercapai. Pandangan ini didasarkan kepada keyakinan
bahwa dalam perekonomian tidak akan terdapat kekurangan permintaan.
Apabila produsen menaikkan produksi atau menciptakan jenis barang yang
baru, maka dalam perekonomian akan selalu terdapat permintaan terhadap
barang-barang tersebut. Pandangan Klasik yang demikian ini disebut juga
dengan full employment level of capacityyang artinya bahwa penggunaan factor
factor produksi dapat mencapai pada tingkat kegiatan ekonomi nasional
penuh.
Analisis mengenai pandangan ahli ekonomi klasik akan ditekankan kepada halhal yang dikritik oleh Keynes. Adapun hal hal tersebut ialah :
- Peranan Sistim Pasar Bebas
Adam Smith, dalam bukunya The Wealth of Nations, telah mengemukakan
pendapat yang mendukung agar kegiatan perekonomian diatur oleh sistem pasar
bebas. Pengaturan ekonomi ini akan mewujudkan efisiensi yang tinggi karena
menurut pendapatnya setiap pelaku kegiatan ekonomi akan selalu berusaha
untuk mencapai prestasi yang paling maksimum. Sebagai seorang individu dan
pengusaha mereka akan bekerja dengan efisiensi dan memaksimumkan
pendapatan dan keuntungannya. Sedangkan sebagai konsumen mereka akan
memaksimumkan kepuasan dari menggunakan sejumlah pendapatan mereka.
Rasionalisasi dalam kegiatan tiap-tiap individu akan menyebabkan
perekonomian secara keseluruhan akan beroperasi secara efisien dan
menimbulkan kekuatan dalam pertumbuhan ekonomi.
- Pasar Barang
Menurut teori klasik, pada jangka panjang barang dipasar tidak mungkin
mengalami surplus( kelebihan) atau shortage (kekurangan). Hal ini karena
berlaku hukum permintaan dan penawaran. Jadi, kalaupun terjadi over atau
kekurangan produksi itu hanya bersifat sementara.Karena barang dalam pasar
tersebut secara otomatis melakukan penyesuaian. Oleh karena itu, lama

kelamaan dengan jangka panjang, dengan sendirinya akan mencapai


tingkat equilibrium dan secara otomatis dapat memenuhi kebutuhan total
masyarakat atau lebih sering disebut full employment level of Activity
Pandangan semacam itu dilandasi oleh kepercayaan kaum klasik tentang:
Hukum Say yang ditemukan oleh jean Baptise Say yaitu supplay creats its
own demand(penawaran menciptakan permintaan sendiri). Barang barang
yang diproduksi oleh produsen itu pasti ada yang membutuhkan.
- Pasar Tenaga Kerja dan fleksibilitas upah
Ahli ekonomi Klasik berkeyakinan bahwa kesempatan kerja penuh akan selalu
tercapai dalam perekonomian. Pandangan ini didasarkan atas keyakinan bahwa
Fleksibilitas tingkat upah akan mewujudkan keadaan di mana permintaan dan
penawaran tenaga kerja akan mencapai keseimbangan.
Para ahli ekonomi klasik beryakinan apabila terjadi pengangguran, mekanisme
pasar akan menciptakan penyesuaian di dalam pasar tenaga kerja sehingga
pengangguran dapat dihapuskan. Asumsi yang digunakan oleh para ahli yaitu
Para pengusaha akan selalu mencari keuntungan yang maksimum dan
keuntungan maksimum akan dicapai pada keadaan di mana upah adalah sama
dengan produksi marjinal ( biaya untuk memproduksi tambahan produk baru ).
Dengan demikian, jumlah pengangguran akan terserap semua, sehingga selalu
terjadi kondisi penggunaan tenaga kerja penuh (Full Employment).
- Pasar Uang
Dalam teori klasik, pasar uang terdapat Money of Demand ( Permintaan uang)
dan juga Money of Supply (Penawaran Uang). permintaan uang yaitu keinginan
masyarakat untuk memperoleh uang untuk digunakan berbagai keperluan
seperti transaksi, tabungan, spekulasi atau untuk kebutuhan mendadak
sedangkan penawaran uang yaitu uang yang ada dalam perekonomian dan dapat
digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa.
Ahli ekonomi Klasik menunjukkan bahwa peranan uang dalam perekonomian
adalah netral yaitu perubahannya tidak akan mempengaruhi produksi nasional.
Tingkat produksi hanya ditentukan oleh faktor riil yaitu faktor-faktor produksi
yang tersedia dalam perekonomian. Perubahan penawaran uang hanya akan
mempengaruhi harga.. Perubahan penawaran uang akan menimbulkan
perubahan harga yang sama kelajuannya.

- Pasar Luar Negeri


Dipasar Luar negeri, kaum kaum klasik juga mempertahankan pandangan yang
selalu terkoreksi oleh dunia. Esensi teori mereka disektor luar negeri yakni
suatu perekonomian national tidak perlu menyeimbangkan neraca perdagangan
dengan kebijaksanaan kebijaksanaan khusus asalkan pemerintahnya sepakat
menggunakan salah satu dari system pembayaran luar negeri.
- Peranan pemerintah dalam perekonomian
Ahli ekonomi klasik tidak menyetujui campur tangan pemerintah yang aktif
untuk mengatur kegiatan perekonomian. Dalam masa pengangguran maupun
inflasi ahli ekonomi Klasik berpendapat agar pemerintah bersifat pasif yaitu
tidak perlu berusaha mengatasinya.
Sistem pasar bebas akan dengan sendirinya mengatasi masalah tersebut dan
kesempatan kerja penuh akan tercapai kembali.

Perekonomian menurut neo-klasik


Pemikiran ekonomi klasik telah banyak mendapat kritik tajam dari
berbagai ahli ekonomi, baik yang berasal dari kubu faham sejarah, maupun
kubu sosialis. Kritik-kritik tersebut diakibatkan karena ramalan kaum Klasik
yang pesimis dan tidak terbukti kemudian.
Sejak tahun 1870 pengembangan teori mengalami perubahan konsep dan
metodologi yang sangat besar. Perubahan-perubahan tersebut sering dinamakan
revolusi teori ekonomi. Dikatakan demikian karena lingkungan teori ekonomi
tidak lagi bersifat makro, tetapi cenderung lebih membahas aspek-aspek mikro.
Disamping itu dasar penentuan nilai tidak lagi ongkos produksi atau nilai kerja
saja, tetapi telah beralih pada teori kepuasan nilai marginal.
Karena analisis yang dibuat marx untuk meramal kejatuhan sistem
kapitalis bertitik tolak dari teori nilai kerja dan tingkat upah, oleh pakar Neo
Klasik teori-teori tersebut dipelajari kembali secara mendalam. Dari sekian
banyak pakar-pakar Neo Klasik, ada empat orang yang melakukan penelitian
tentang hal yang sama, yaitu W. Stanley Jevons (1835), Leon Warlas (18371910), Carl Menger (1840-1921) dan Alfred Marshall (1842-1924).
W. Stanley Jevons menulis Theory of Political Economy pada tahun
1871, Leon Warlas dari sekolah Lausanne (swiss) menulis Elements of pure
economics pada tahun 1874, Carl Menger dari Austria menulis Principles of
economics in germany pada tahun 1871, dan Alfred Marshall dari Cambridge
University sebetulnya pernah menulis Principles of economics pada awal tahun
1870-an, namun buku tersebut baru diterbitkan 20 tahun kemudian.

Walupun mereka melakukan penelitian secara terpisah, dari hasil


penelitian masing-masing mereka mengemukakan hal yang sama. Di samping
kesimpulan yang dihasilkan pun sama, bahwa teori nilai lebih (surplus value)
Marx tidak menjelaskan secara tepat tentang nilai komoditas. Mereka seperti
menyepakati bahwa teori Marx tersebut tidak memberikan sumbangan apapun
dalam perkembangan teori ekonomi. Oleh karena itu dapat diabaikan.

Perekonomian menurut Keynes


Teori makro ekonomi berkembang setelah J.M. Keynes menunjukkan
kelemahan-kelemahan pandangan para ahli ekonomi klasik mengenai penentuan
tingkat perekonomian suatu negara yang didasari oleh penggunaan tenaga kerja
penuh.
Pandangan Keynes yaitu penggunaan tenaga kerja penuh (full employment)
adalah keadaan yang jarang terjadi.
dan hal itu disebabkan karena kekurangan permintaan agregat yang ada dalam
perekonomian. Analisis Keynes menunjukkan tentang pentingnya peranan
pengeluaran barang dan jasa yang diproduksi oleh sektor perusahaan di dalam
menentukan kegiatan ekonomi. Ini berarti analisis Keynes lebih banyak
memperhatikan permintaan yaitu menganalisis mengenai peranan dari
permintaan golongan masyarakat di dalam menentukan tingkat kegiatan
ekonomi yang akan dicapai oleh suatu perekonomian.
Pada hakikatnya analisis Keynes berpendapat bahwa tingkat kegiatan ekonomi
negara ditentukan besarnya permintaan efektif yaitu permintaan yang disertai
oleh kemampuan untuk membayar barang dan jasa. Bertambah besar
permintaan efektif dalam perekonomian, bertambah pula tingkat produksi yang
akan dicapai oleh sektor perusahaan. Keadaan ini menyebabkan pertambahan
dalam tingkat kegiatan ekonomi dan penggunaan tenaga kerja dan faktor-faktor
produksi.
- Pasar Barang
Menurut pandangan Keynes, dalam jangka panjang kemungkinan terjadi Over
stock yang diakibatkan oleh permintaan barang oleh masyarakat lebih kecil dari
produk yang tersedia. Hal ini berarti keynes menolak pendapat J.B Say yang
menyatakan bahwa Over stock tidak mungkin terjadi.
Keynes menyatakan bahwa terdapat 2 pengertian didalam pasar barang yakni :
1. Daya beli yakni daya beli menggunakan semua uang yang diterima
masyarakat

2. Daya beli (permintaan) efektif yakni daya beli menggunakan uang


masyarakat, namun tidak semua dibelanjakan. Hal ini Karena sebagian uang ada
yang ditabung. Hal inilah yang menyebabkan barang dipasar tidak habis terjual
sehingga menimbulkan over stock.
- Pasar Uang
Pada dasarnya teori antara klasik dan juga Keynes memiliki kesamaan pada
tingkat pasar uang ini. Didalam Keynes juga trdapat Demand of money dan
juga Supply of Money. Kemudian bertemunya keduanya ini dapat menimbulkan
harga dari uang tersebut.
Keynes mengatakan bahwa harga uang adalah harga yang harus dibayar untuk
penggunaan dari sejulmlah uang tertentu. Harga uang tersebut ialah tingkat
bunga.
- Pasar Tenaga Kerja.
Para ahli ekonomi klasik beranggapan bahwa penurunan tingkat upah tidak akan
mempengaruhi biaya produksi marjinal (biaya untuk memproduksi tambahan
produk baru). Akan tetapi menurut Keynes, penurunan tingkat upah akan
menurunkan daya beli masyarakat dan menurunkan tingkat pengeluaran yang
berakibat pada turunnya tingkat harga barang dan jasa. Turunnya tingkat
permintaan terhadap barang dan jasa akibat lemahnya daya beli masyarakat
akan berakibat pada penurunan kapasitas produksi yang artinya pengurangan
sejumlah tenaga kerja. Dengan demikian penurunan tingkat upah tidak dapat
menciptakan penggunaan tenaga kerja penuh (Full Employment).
- Peranan Pemerintah dalam Perekonomian
Berbeda dengan pendapat klasik, Keynes menyatakan bahwa peranan
pemerintah dalam perekonomian juga penting. Pemerintah dapat ikut campur
tangan dalam kegiatan ekonomi meskipun kegiatan tersebut tidak sepenuhnya
dikuasai oleh pemerintah. Dalam kondisi kondisi tertentu, pemerintah dapat
melakukan kebijakan kebijakan untuk mengatasinya berbagai permasalahan
ekonomi.

Kesimpulan
Teori Keynes merupakan teori yang mempromosikan teori campuran
dimana baik Negara maupun sector swasta memiliki peranan penting bagi.
Adanya teori Keynes mematikan teori lama yakni teori klasik yang memiliki
dasar keyakinan bahwa pasar dan sector swasta berjalan sendiri tanpa ada
campur tangan Negara.
Kesimpulan dari ke empat tokoh neo Klasik telah meruntuhkan seluruh
bangunan teori sosialis yang dikembangkan marx dan Engels, sekaligus
menyelamatkan sistem liberal/kapitalis dari kemungkinan krisis sebagaimana
diramal Marx.
Pada dasarnya teori Keynes tidak ada kecenderungan otomatis untuk
menggerakkan output dan lapangan kerja kekondisi full employment ( lapangan
kerja penuh). Hal ini berbeda dengan prinsip klasik.
Teori Keynes merupakan teori yang mempromosikan teori campuran
dimana baik Negara maupun sector swasta memiliki peranan penting bagi.
Adanya teori Keynes mematikan teori lama yakni teori klasik yang memiliki
dasar keyakinan bahwa pasar dan sector swasta berjalan sendiri tanpa ada
campur tangan Negara.
Pada dasarnya teori Keynes tidak ada kecenderungan otomatis untuk
menggerakkan output dan lapangan kerja kekondisi full employment ( lapangan
kerja penuh). Hal ini berbeda dengan prinsip klasik.
SUMBER Andriani, Dewi, www.google.com

MAKRO EKONOMI
TEORI KLASIK, NEO KLASIK DAN
KEYNES TERHADAP PENENTUAN
HARGA PASAR

Disusun :

YUNI ABDILLAH

C1C112128

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TAHUN AJARAN
2015