Anda di halaman 1dari 29

PENGGOLONGAN BAHAN KIMIA

BERDASARKAN FASANYA,BAHAN KIMIADIBEDAKAN


MENJADI 3, YAITU :

Fasa

Contoh

Padat

belerang, fosfor, kertas, hibrida logam, kapas

Cair

eter, alkhohol, aseton, benzena, hexana, dll

Gas

hidrogen, asetilen, etilen oksida

3. Bahan Kimia Mudah Terbakar (Flammable)

BERDASARKAN KLASIFIKASI BAHAN YANG SERING


DIGUNAKAN PADA LABORATORIUM KIMIAPADA
UMUMNYA MEMPUNYAI SIFAT :
1. Bahan Kimia Beracun
(Toxic)
2. Bahan Kimia Korosif
(Corrosive)
3. Bahan Kimia Mudah
Terbakar (Flammable)
4. Bahan Kimia Peledak
(Explosive)
5. Bahan Kimia Oksidator
(Oxidation)
6. Bahan Kimia Reaktif
Terhadap Air (Water
Sensitive Substances)
7. Bahan Kimia Reaktif
Terhadap Asam (Acid
Sensitive Substances)
8. Gas Bertekanan
(Compressed Gases)
9. Bahan Kimia Radioaktif
(Radioactive Substances)

TOXIC
Adalah bahan kimia yang dapat menyebabkan bahaya
terhadap kesehatan manusia atau menyebabkan kematian
apabila terserap ke dalam tubuh karena tertelan, lewat
pernafasan atau kontak lewat kulit.

Penempatan zat toxic:


Sebaiknya disimpan dalam ruangan yang sejuk
ada peredaran hawa
jauh dari bahaya kebakaran dan bahan yang inkompatibel ( tidak
dapat dicampur).
Panas dapat menyebabkan zat toxic terurai sehingga zat ini harus
disimpan jauh dari sinar matahari langsung dan juga jauh dari
sumber panas.

Contoh bahan kimia toxic:


-

Asam Oksalat
Kalium Sianida
Karbon Disulfida
Kolkhisin
Raksa
Raksa (I) Nitrat
Raksa (II) Nitrat
Raksa (I)Klorida

CORROSIVE

Bahan kimia korosif merupakan bahan kimia yang karena


reaksi kimia dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan
tubuh. Zat korosif dapat bereaksi dengan jaringan seperti
kulit, mata, saluran pernapasan.
Penyimpanan Bahan Kimia :
Harus disimpan diruangan yang sejuk dan ada peredaran hawa
Kemasan dari bahan ini harus tertutup(mencegah penguapan)
terpasang label ( agar dapat diketahui bahwa itu korosif)
Semua logam yang berada didekatnya harus dicat ( mencegah
kerusakan pada logam karena sifatnya yang korosif )
tempat harus terpisah dengan yang lain (dinding dan lantai tahan
korosi)
bangunan memilki saluran pembuangan untuk tumpahan,
memiliki ventilasi ruangan yang baik

Contoh Bahan
Korosif:
- Asam Asetat
- Asam Klorida
- Asam Nitrat
- Asam Sulfat
- Asam Sitrat
- Fenol
- Kalium Hidroksida
- Natrium Hidroksida
- Amonium
Hidroksida

FLAMMABLE

Flammable merupakan bahan kimia yang mudah bereaksi dengan


dengan
oksigen dan dapat menimbulkan kebakaran. Reaksi yang amat cepat
dapat
menimbulkan ledakan.
Penyimpanan Bahan Kimia Flammable:

Bahan ini harus disimpan ditempat yang dingin

Peredaran hawa nya harus cukup, terpisah dari bahan oksidator,

Jauhkan dari sumber api, tempatnya disediakan alat pendeteksi asap/api


otomatis.

Contoh Bahan Kimia Flammable:


-

Aseton
Benzena
Etanol
Eter
Etil Klorida
Na
Fosfor
Karbon Disulfida
Metanol

EXPLOSIVE
Explosive merupakan suatu zat yang karena suatu reaksi kimia
dapat menghasilkan gas dalam jumlah dan tekanan yang besar
serta suhu yang tinggi, sehingga menimbulkan kerusakan
disekelilingnya.
Penyimpanan Bahan Kimia Explosive:
- Berjarak min 60m dari sumber tenaga, terowongan, dll
- Ruang penyimpanan berupa bangunan kokoh dan tahan api
- Lantai terbuat dari bahan yang tidak menimbulkan loncatan api
- Sirkulasi udara baik,
- Penerangan dari alam/lampu listrik yang dapat dibawa/bersumber dari
luar penyimpanan
- Bangunan tidak boleh dekat dengan oli, bensin, sisa zat yang terbakar,
api
- Bebas rumput kering, sampah/material yang mudah terbakar

Contoh Bahan Kimia Explosive:


- Natrium
- Kalium
- Magnesium
- Bahan Bakar Korek Api
- Nitrogliserin
- Amonium Nitrat
- Korbit
- TNT
- Nukler

OXIDATION
Adalah suatu bahan kimia yang mungkin tidak
mudah terbakar, tetapi dapat menghasilkan oksigen
yang dapat menyebabkan kebakaran bahan-bahan
lainnya.

Penyimpanan Bahan Oksidator:


- Suhu dingin
- Terdapat Peredaran Hawa
- Gedung tahan api
- Dijauhkan dari bahan bakar, bahan yang mudah
terbakar, bahan yang memilki titik nyala api yang
rendah

Contoh bahan kimia


oksidator:
- Perklorat
- Hidrogen Peroxida
- Asetil Peroxida
- Periodat
- Persulfat
- Eter Oksida

WATER SENSITIVE SUBSTANCE

Pengertiannya yaitu merupakan bahan kimia yang


reaktif terhadap air, uap panas / larutan air yang
lambat laun mengeluarkan panas/ gas - gas yang
mudah menyala maupun yang mudah terbakar.

Penyimpanan bahan ini:


- Tahan Air
- Berlokasi di tanah yang tinggi
- Terpisah dari penyimpanan yang lain
- Jangan menggunakan sprinkler otomatis di ruang
simpan

CONTOH :
Jenis bahan

Contoh

Golongan alkali

Na, K

Logam halida anhidrat

alumunium tri bromida

Logam oksida anhidrat

CaO

Oksida non logam halida

sulfuril klorida

ACID SENSITIVE SUBSTANCES

Umumnya bahanbahan yang reaktif terhadap air juga reaktif


terhadap asam.
Selain itu dapat meledak maupun terbakar karena terjadi
reaksi eksotermik dan gas yang mudah terbakar.
Contoh :
Kalium klorat ( KClO3 )
Kalium permanganat
Kromat ( Cr2O3 )

COMPRESSED GASES

Adalah gas yang disimpan dibawah


tekanan, baik gas yang ditekan
maupun gas cair atau gas yang
dilarutkan dalam pelarut dibawah
tekanan

Bersifat aspiksian maksudnya mengganggu pernafasan dan


darah, contohnya: CO2, CO, hiodrgen sianida, argon, helium,
nitrogen

TABEL PENGGUNAAN GAS BERTEKANAN DAN


BAHAYANYA
Gas

Penggunaan

Bahaya

asetilen
amoniak
etilen oksida
hidrogen

Gas bakar
Bahan baku
Sterilisasi
Hidrogenasi

Mudah terbakar, aspiksian


Beracun
Beracun, mudah terbakar
Mudah terbakar, aspiksian

Nitrogen

Gas pencuci,
Aspiksian
pembuatan udara inert

klor
vinil klorida

Klorinasi, oksidator
Produksi plastik

Beracun, korosif
Beracun, mudah terbakar

BAHAN KIMIA RADIOAKTIF (RADIOACTIVE


SUBSTANCES)
Adalah bahan kimia yang mempunyai
kemampuan memancarkan sinar radioaktif
dengan aktivitas jenis lebih besar dari 0,002microcurie/gram.

Pemakai zat radioaktif dan sumber radiasi harus memiliki instalasi fasilitas
atom,
tenaga yang terlatih untuk bekerja denganzat radioaktif,
peralatan teknis yangdiperlukan dan mendapat izin dari BATAN.5.
Penyimpanannya harus ditempat yangmemiliki peralatan cukup
untukmemproteksi radiasi,
tidak dicampurdengan bahan lain yang dapatmembahayakan,
packing/kemasan daribahan radioaktif harus mengikutiketentuan khusus
yang telah ditetapkandan keutuhan kemasan harus

LAMBANG YANG UMUM DIPAKAI UNTUK BAHAN KIMIA YANG MEMILIKI


SIFAT BERBAHAYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT:

Keterangan :
E = Dapat Meledak T = Beracun
F+ = Sangat Mudah Terbakar C = Korosif
F = Mudah Terbakar Xi = Iritasi
O = Pengoksidasi Xn = Berbahaya Jika
Tertelan
T+ = Sangat Beracun N = Berbahaya Untuk
Lingkungan

KESIMPULAN
Bahan kimia digolongkan manjadi beberapa macam
macam sesuai dengan berat jenis dan unsurnya.
Bahan kimia umumnya merusak atau memberi efek
negatif pada tubuh karena dapat merusak sel-sel
jaringan pada tubuh. Namun pada dasarnya segala
jenis kontak dengan bahan kimia akan menimbulkan
resiko yang beragam. Segala macam interaksi dengan
bahan kimia dapat memberikan efek negative
tyerhadap tubuh, jelas bahwa bekerja dengan bahanbahan kimia mengandung risiko bahaya, baik dalam
proses, penyimpanan, transportasi, distribusi, dan
penggunaannya

KESELAMATAN KERJA DI
LABORATORIUM
DAN PENANGANANNYA

TATA TERTIB DI LABORATORIUM

1.

Dilarang bekerja sendirian di laboratorium, minimal ada asisten yang mengawasi.


2. Dilarang bermain-main dengan peralatan laboratorium dan bahan Kimia.
3. Persiapkanlah hal yang perlu sebelum masuk laboratorium seperti buku kerja, jenis percobaan,
jenis bahan, jenis perlatan, dan cara membuang limbah sisa percobaan.
4. Dilarang makan, minum dan merokok di laboratorium.
5. Jagalah kebersihan meja praktikum, apabila meja praktiukm basah segera keringkan dengan lap
basah.
6. Jangan membuat keteledoran antar sesama teman.
7. Pencatatan data dalam setiap percobaan selengkap-lengkapnya. Jawablah pertanyaan pada
penuntun praktikum untuk menilai kesiapan anda dalam memahami percobaan.
8. Berdiskusi adalaha hal yang baik dilakukan untuk memahami lebih lanjut percobaan yang dilakukan.
9. Gunakan perlatan kerja seperti kacamata pengaman untuk melindungi mata, jas laboratorium untuk
melindungi pakaian dan sepatu tertutup untuk melindungi kaki.
10. Dilarang memakai perhiasan yang dapat rusak karena bahan Kimia.
11. Dilarang memakai sandal atau sepatu terbuka atau sepatu berhak tinggi.
12. Wanita/pria yang berambut panjang harus diikat.
13. Biasakanlah mencuci tangan dengan sabun dan air bersih terutama setelah melakukan praktikum.
14. Bila kulit terkena bahan Kimia, janganlah digaruk agar tidak tersebar.
15. Bila terjadi kecelakaan yang berkaitan dengan bahan Kimia, laporkan segera pada asisten atau
pemimpin praktikum. Segera pergi ke dokter untuk mendapat pertolongan secepatnya.

PEMELIHARAAN, PENYIMPANAN, DAN PENGGUNAAN


BAHAN KIMIA

Untuk mencegah terjadinya bahaya yang tidak diinginkan, penyimpanan


bahan kimia perlu memperhatikan hal-hal berikut.
Botol-botol yang berisi bahan kimia disimpan pada rak atau lemari yang
disediakan khusus untuk itu.
Jangan mengisi botol-botol sampai penuh.
Jangan menggunakan tutup dari kaca untuk botol yang berisi basa,
karena lama kelamaan tutup itu akan melekat pada botol dan susah
dibuka.
Semua peralatan/gelas kimia yang berisi bahan kimia harus diberi label
yang menyatakan nama bahan itu.
Bahan kimia yang dapat bereaksi hebat hendaknya jangan disimpan
berdekatan.
Bahan-bahan kimia yang sangat beracun dan berbahaya hendaknya
dibeli dalam jumlah kecil dan tanggai pembeliannya dicatat.
Semua bahan persediaan bahan kimia secara teratur diteliti.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM


PENGGUNAAN ZAT-ZAT KIMIA, YAITU:

Tabung reaksi yang berisi zat kimia tidak boleh diarahkan ke wajah sendiri atau
orang lain.
Senyawa kimia tidak boleh dibau.
Larutan kimia yang tertuang di meja praktikumatau di lantai dibersihkan segera
dengan caraasam pekat dinetralkan dahulu dengan serbukNaHC03. Basa kuat
dinetralkan dahulu denganserbuk NH4CI, kemudian ditambah air yangcukup.
Larutan pekat yang tidak terpakai harus dibuangsetelah diencerkan dengan air
terlebih dahulu. Mulut tabung reaksi atau bejana, selama digunakan untuk
pencampuran atau pemanasantidak boleh ditengok langsung.
Senyawa/zat kimia tertentu (asam kuat dan basakuat) tidak boleh dicampur
karena akan terjadireaksi yang dahsyat, kecuali sudah diketahui pastitidak
menimbulkan bahaya.
Penggunaan pelindung wajah sangat diperlukanjika menangani zatzat/senyawa-senyawa kimiayang berbahaya, dan jangan mengembalikan
zat/senyawa kimia yang terlanjur tertuang untukdikembalikan ke botol asalnya.

PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT

Terkena bahan kimia


1. Jangan panik.
2. Mintalah bantuan rekan anda yang berada didekat anda.
3. Lihat data MSDS (Catatan yang berisi informasi suatu
bahan kimia)
4. Bersihkan bagian yang mengalami kontak langsung
tersebut (cuci bagian yang mengalami kontak langsung
tersebut dengan air apabila memungkinkan).
5. Bila kulit terkena bahan Kimia, janganlah digaruk agar
tidak tersebar.
6. Bawa ketempat yang cukup oksigen.
7. Hubungi paramedik secepatnya(dokter, rumah sakit).

Kebakaran

1. Jangan panik.
2. Ambil tabung gas CO2 apabila api masih
mungkin dipadamkan.

3. Beritahu teman anda.


4. Hindari mengunakan lift.
5. Hindari mengirup asap secara langsung.
6. Tutup pintu untuk menghambat api membesar
dengan cepat (jangan dikunci).
7. Pada gedung tinggi gunakan tangga darurat.
8. Hubungi pemadam kebakaran.

Gempa bumi
1. Jangan panik.
2. Sebaiknya berlindung dibagian yang kuat
seperti bawah meja, kolong kasur, lemari.
3. Jauhi bangunan yang tinggi, tempat
penyimpanan zat kimia, kaca.
4. Perhatikan bahaya lain seperti kebakaran
akibat kebocoran gas,tersengat listrik.
5. Jangan gunakan lift.
6. Hubungi pemadam kebakaran, polisi dll.

KESIMPULAN

Setiap pekerjaan pasti ada risikonya. Tingkat


risiko tersebut ada yang kecil, ada juga yang
besar. Keselamatan kerja di laboratorium
merupakan usaha atau tindakan pencegahan
agar di dalam kegiatan di laboratorium terhindar
darikecelakaan sekecil apapun. Sehubungan
dengan kemungkinan timbul bahaya-bahaya di
dalam kegiatan laboratorium, maka kalian perlu
mengetahui bahaya yang ditimbulkan oleh
benda- benda atau barang-barang yang ada di
laboratorium.