Anda di halaman 1dari 9

PENATALAKSANAAN DIIT

PENYAKIT STROKE
KASUS NOMOR 1

Disusun oleh:
TRI HANDARTIWI
P07131112037
GIZI A SEMESTER V

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA
JURUSAN GIZI
2014

STUDY KASUS NOMOR 1:


Ny. W, umur 64 tahun seorang pensiunan. KU pasien : composmentis, lemah.
Lima jam sebelum masuk RS mengalami kelemahan anggota gerak bagian kanan,
merasa berat dan susah digerakkan, sulit bicara (pelo). Riwayat penyakit keluarga:
hipertensi. RPD : tahun 2008 pernah terserang stroke. Hasil pengukuran
antropometri : LLA = 22 cm, RL = 152 cm. Pemeriksaan lab : Kalium darah : 3,3
mg/dl (N: 3,5-5,1 mg/dl), Natrium : 140 mg/dl (N: 136-145), SGOT : 16,
Kreatinin : 0,61 (0,60-1,3), BUN : 12,4 (6-20), LDL : 179 mg/dl. Respirasi : 24
x/mnt, Nadi : 84x/mnt, suhu : 36,2 C, tensi : 170/120 mmHg. Riwayat makan
pasien : makan pokok nasi/ supermie, lauk hewani : telur 2-3x/mgg, ikan asin. LN
: tahu/ tempe goreng, Sayur : lodeh jipang, sayur bayam, tumis, senang lodeh
karena bisa dipanasi berulang dan tambah enak. Buah : pisang, jeruk, pepaya 34x/mgg. Makanan selingan : gorengan hampir tiap hari. Hasil recall asupan kalori
54 %, protein 24 % dan lemak 25 % dari total kebutuhan sehari. Susunlah rencana
pelayanan dietnya.
A. Identitas Pasien
Nama
: Ny. W
Usia
: 64 tahun
Jenis Kelamin
: Perempuan
Pekerjaan
:Diagnosa
:B. Skrining Gizi
Mini Nutritional Assasment-Screening Form (MNA - SF)
Nama : Ny.W
Sex : Perempuan
Tanggal :
Umur : 64 th
LLA = 22 cm, RL = 152 cm
No.ID :
SKRINING
A. Apakah asupan makanan menurun selama 3 bulan terakhir karena
hilangnya nafsu makan, masalah pencernaan, mengunyah, atau kesulitan
menelan ?
0 = kehilangan nafsu makan tingkat berat
1 = kehilangan nafsu makan tingkat sedang
2 = tidak kehilangan nafsu makan/nafsu makan baik
B. Apakah dalam 1 bulan terakhir mengalami penurunan berat badan?
0 = penurunan berat badan lebih dari 3 kg
1 = tidak diketahui
2 = penurunan berat badan antara 1 dan 3 kg
3 = tidak ada penurunan berat badan/BB tetap
C. Aktivitas
0 = bedrest

1=bisa bangun dari tempat tidur/kursi tetapi tidak beraktivitas di luar


tempat tidur
0
2 = aktivitas normal
D. Apakah menderita stres psikologis atau penyakit akut dalam 3 bulan
terakhir
0 = ya
0
1 = tidak
E. Masalah neuropsikologis
0 = demensia berat atau depresi
1 = demensia ringan
2
2 = tidak ada masalah psikologis
F. Indeks Massa Tubuh (IMT) (berat badan dalam kg) / (tinggi badan dalam
m)2
0 = IMT < 19
1 = IMT 19 sampai < 21
2 = IMT 21 sampai < 23
3 = IMT > 23

Skor skrining (subtotal maksimal 14 points)


4

>12 poin = normal tidak berikiso


Tidak perlu assasment lanjut
<11 poin = kemungkinan malnutrisi memelukan assasment lanjut
Kesimpulan : Ny.W berisiko malnutrisi dan membutuhkan skrining
lanjut.
C. Nutrition Assessment
Antropometri

LLA = 22 cm
BB ideal = 153,96 100 10% (153,96-100)= 48,51 kg
RL = 152 cm TB = 81,0 + (0,48 x RL)
= 81 + 72,96 = 153,96 cm.
LLA PENGUKURAN

x 100
LLA
LLA STANDAR
22
x 100
= 30,7
= 71,661
Berdasarkan interpretasi hasil LLA menunjukkan Gizi
Kurang (N: > 85 %) (Almatsier, 2004)

Kesimpulan : Berdasarkan LLA status gizi Ny.W adalah


Biokimia

GIZI KURANG
Kalium Darah = 3,3 mg/dl (N = 3,5 5,1 mg/dl)
Rendah
Natrium = 140 mg/dl (N = 136 -145 mg/dl) Normal
SGOT = 16 (N = < 37) Normal
Kreatinin = 0,61 (N = 0,60- 1,3) Normal
BUN = 12,4 (N = 6-20) Normal
LDL = 179 mg/dl (N = < 130 mg/dl Tinggi
Kesimpulan : Berdasarkan pemeriksaan biokimia LDL

Fisik/klinis

pasien tinggi
Respirasi : 24x/mnt (N = 12-20x/mnt) Tinggi
Nadi : 84x/mnt (N = 60-90x/mnt) Normal
Suhu : 36,2 C (N = 36 37C) Normal
Tensi : 170/120 mmHg (N= 120/80 mmHg) Tinggi
Kelemahan gerak anggota bagian kanan
Merasa berat dan susah digerakkan
Sulit bicara (pelo)
Riwayat penyakit dahulu : Tahun 2008 pernah terserang
stroke
Kesimpulan : Berdasarkan pemeriksaan fisik klinis

Dietary History

tekanan darah pasien tinggi


Makanan pokok : nasi / supermie.
Lauk hewani : telur 2-3x/mgg, ikan asin
Lauk nabati : tahu/ tempe goreng.
Sayuran : lodeh jipang, sayur bayam, tumis, senang

lodeh karena bisa dipanasi berulang dan tambah enak.


Buah : pisang, jeruk, pepaya 3-4/mgg.
Makanan selingan : gorengan hampir tiap hari.
Asupan kalori 54 %, protein 24 % dan lemak 25 % dari

total kebutuhan sehari.


Kesimpulan : Asupan makan pasien tergolong kategori
defisiensi berat (<70%) dan pasien sering mengkonsumsi
Ekonomi, dll

gorengan, lodeh, ikan asin, supermie.


Riwayat penyakit keluarga : Hipertensi

Kesimpulan : Pasien memiliki status gizi kurang, LDL tinggi, tekanan darah
pasien tinggi, asupan makan pasien tergolong kategori defisiensi berat (<70%)
dan pasien sering mengkonsumsi gorengan, lodeh, ikan asin, supermie.
D. Nutrition Diagnosis

Domain
NC-3.1

Problem

Etiologi

Berat Badan

Intake energi

Asupan kalori 54 %, protein 24 %

Kurang dari

kurang

dan lemak 25 % dari total kebutuhan

Normal
NB-1.2

Sign

sehari.

Kebiasaan yang

Kebiasaan

salah mengenai

makanan yang

makanan dan zat

salah

gizi

Makanan pokok : nasi /

supermie.
Lauk hewani : telur 2-3x/mgg,

ikan asin
Sayuran : Senang lodeh karena
bisa dipanasi berulang dan

tambah enak.
Makanan selingan : gorengan
hampir tiap hari.

NI- 5.4

Penurunan

Konsumsi

Kebutuhan Zat

berlebihan dari

Gizi (Natrium)

jenis makanan

Tensi : 170/120 mmHg

yang dibatasi,
yaitu
mengkonsumsi
supermie, ikan
asin.
NI-51.3

Intake Lemak

Konsumsi

dalam makanan

gorengan

tidak tepat

hampir setiap

LDL = 179 mg/dl

hari
E. Nutrition Intervention
1. Jenis Diet
: Diet Stroke II A + RG
2. Bentuk makanan
: Lunak
3. Tujuan Diet :
a. Menaikkan berat badan dan memperbaiki status gizi pasien.
b. Menurunkan tekanan darah pasien mendekati normal.
c. Membantu menurunkan kadar LDL pasien.
d. Memperbaiki kebiasaan salah mengenai makanan / zat gizi.
4. Syarat Prinsip Diet

a.
b.
c.
d.

Energi cukup, yaitu 35 kkal/kgBB.


Protein diberikan 1,2 g/kg BB.
Lemak diberikan 20% dari jumlah energi total
Karbohidrat diberikan sisa dari pengurangan energi dengan protein

dan lemak.
e. Mengutamakan makanan sumber lemak tidak jenuh dan membatasi
asupan cholesterol.
f. Pemberian garam pada pengolahannya menggunakan sdt garam
dapur (2 g).
g. Hindari makanan yang dibuat dari garam dapur seperti soda/ baking
powder, produk kaleng, makanan yang diawetkan, asinan, dll.
Perhitungan Kebutuhan Sehari
Kebutuhan Energi
= 35 kkal x kg BBI
= 35 kkal x 48,51
= 1697,85 ~ 1700 kkal
Kebutuhan Zat Gizi
1. Protein
= 1,2 g x BB (Kg)
= 1,2 g x 48,51 Kg = 58,2 g = 232,8 kkal
2. Lemak
= 20% x TE
= 20% x 1711,2 kkal = 340 kkal = 37,8 g
3. KH
= TE Protein(kkal) Lemak(kkal)
= 1700 kkal 232,8 kkal 340 kkal
= 1127,2 kkal = 281,8 g
Perencanaan Edukasi
1. Permasalahan
2. Sasaran
3. Waktu
4.
5.
6.
7.

: Penyakit Stroke dan Hipertensi


: Pasien dan keluarga pasien
: Pada saat dirawat di RS dan saat akan pulang

(15menit)
Tempat
: Bangal RS / Ruang Ahli gizi
Metode
: Konsultasi tanya- jawab
Media Alat Bantu : Food sampel, leflet RG
Materi :
a. Pengertian Penyakit stroke dan hipertensi
b. Penjelasan diet yang tepat (makanan yang dianjurkan dan tidak
dianjurkan)
c. Penjelasan mengenai konsumsi makanan yang seimbang & pola

makan yang benar.


d. Penjelasan mengenai pola hidup yang sehat.
8. Tujuan :

a. Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang Diet stroke dan


Diet rendah garam.
b. Memperbaiki status gizi pasien dengan menaikkan berat badan
pasien menjadi normal.
c. Memberikan contoh bahan makanan yang dianjurkan dan yang
tidak dianjurkan.
F. Implementasi
1. Penyusunan menu sehari
2. Konsultasi
G. Monitoring dan Evaluasi
a. Monitoring
Parameter yang dimonitor :
-

Asupan makanan perhari

Berat badan pasien

Kondisi fisik setelah diet

- Perubahan hasil lab (LDL dan Tensi)


b. Evaluasi
-

Mengukur asupan makanan yang dikonsumsi

Mengukur berat badan

Melihat Kondisi fisik dan perubahan hasil lab (LDL, Tensi)

H. Rekomendasi
a. Perlu ditekankan mengenai perilaku pasien dan keluarga dalam
mengontrol pola makan agar penyakit bisa sembuh.
b. Pasien diharapkan tetap mematuhi diet agar kondisi tubuh tetap
terjaga
c. Perlu ditekankan mengenai perilaku pasien dalam menjalankan diet
agar tercapai tujuan diet.
d. Perlu adanya pengawasan tentang pola makan pasien.
e. Mengkonsumsi makanan dengan asupan zat gizi yang seimbang

ASUPAN SEHARI

Waktu

Menu
Nasi Tim
Pepes Telur Tahu
kuning

06.30

Sayur Sop
Buah
Susu

09.30

Puding Sari Kacang


Hijau
Nasi Tim
Pepes Ikan
Pepes Tempe

12.00

Tumis Ketimun
Jus Belimbing

15.00

Bubur Sumsum

Bahan Makanan
Beras giling
Tahu
Telur ayam bagian putih
Wortel
Brokoli
Kentang
Apel
Susu skim
Gula pasir
Sari kedelai
Agar-agar
Gula pasir
Beras giling
Ikan segar
Tempe kedele murni
Ketimun
Wortel
Minyak wijen
Belimbing
Gula pasir
Tepung beras
Santan peras, dengan air
Gula aren

Berat
(g)
40
30
20
30
20
30
100
40
10
20
5
10
50
50
20
40
20
2,5
150
10
20
50
20

Energi
(kkal)
144
20,4
10
12,6
4,8
29,05
58
14,4
36,4
68,8
0
36,4
180
56,5
29,8
4,8
8,4
22,55
54
36,4
72,8
61
73,6

Protein (g)
Hewani
Nabati
0
2,72
0
2,34
2,16
0
0
0,36
0
0,28
0
0,7
0
0,3
1,4
0
0
0
0
6
0
0
0
0
0
3,4
8,5
0
0
3,66
0
0,28
0
0,24
0
0
0
0,6
0
0
0
1,4
0
1
0
0

Lemak
(g)
0,28
1,38
0
0,09
0,04
0,035
0,4
0,04
0
4
0,01
0
0,35
2,25
0,8
0,68
0,06
2,5
0,6
0
0,1
5
0

KH
(g)
31,56
0,48
0,16
2,79
1,06
6,685
14,9
2,04
9,4
8,6
0
9,4
39,45
0
2,54
1,08
1,86
0
13,2
9,4
16
3,8
19

Nasi Tim

18.00

20.00

Beras giling
Tahu
Pepes Tahu Tempe
Tempe kedele murni
Ayam
Tumis Ayam Cincang
Minyak wijen
Bayam
Sayur Bening Bayam
Wortel
Kacang panjang
Buah
Pepaya
Kacang ijo
Bubur Kacang Hijau
Santan peras, dengan air
Gula aren
Susu
Susu skim
Gula pasir
Total
Kebutuhan
Prosentase
Selisih Prosentase

50
30
20
30
5
20
30
20
100
10
30
15
50
10

180
20,4
29,8
90,6
45,1
7,2
12,6
8,8
46
34,5
36,6
55,2
18
36,4
1655,9
1700
97,4 %
2,6 %

0
0
0
5,46
0
0
0
0
0
0
0
0
1,75
0

3,4
2,34
3,66
0
0
0,7
0,36
0,54
0,5
2,22
0,6
0
0
0
56,87
58,2
97,7 %
2,3 %

0,35
1,38
0,8
7,5
5
0,1
0,09
0,06
0
0,12
3
0
0,05
0
37,065
37,8
98,05 %
1,95 %

39,45
0,48
2,54
0
0
1,3
2,79
1,56
12,2
6,29
2,28
14,25
2,55
9,4
288,495
281,8
102,3 %
2,3 %