Anda di halaman 1dari 12

10 BAKTERI PENYEBAB PENYAKIT PADA

MANUSIA
1. Pseudomonas aeruginosa

Pseudomonas aeruginosa adalah bakteri gram negatif aerob obligat,


berkapsul, mempunyai flagella polar sehingga bakteri ini bersifat motil,
berukuran sekitar 0,5-1,0 m. Bakteri ini tidak menghasilkan spora dan tidak
dapat

menfermentasikan karbohidrat.

Pada

uji

biokimia,

bakteri

ini

menghasilkan hasil negatif pada uji [indol], Merah Metil, dan VogesProskauer. Bakteri ini secara luas dapat ditemukan di alam, contohnya di tanah,
air, tanaman, dan hewan. P. aeruginosa adalah patogen oportunistik. Bakteri ini
merupakan penyebab utama infeksi pneumonia nosokomial.
Ketika bakteri ini ditumbuhkan pada media yang sesuai, bakteri ini
akan menghasilkan pigmen nonfluoresen berwarna kebiruan, piosianin.
Beberapa strain Pseudomonas juga mampu menghasilkan pigmen fluoresen
berwarna

hijau,

yaitu pioverdin.

Pseudomonas

aeruginosa

memproduksi katalase, oksidase, dan amonia dari arginin. Bakteri ini dapat
menggunakan sitrat sebagai sumber karbonnya.
P. aeruginosa menyebabkan penyakit terlokalisasi dan sistemik yang
sangat serius dan tidak jarang berakibat fatal. Penyakit karena P. aeruginosa
dimulai dengan penempelan dan kolonisasi bakteri ini pada jaringan inang.

Bakteri ini menggunakan fili untuk penempelan sel bakteri pada permukaan
inang. Selain itu, P. aeruginosa juga dapat membentuk biofilm yang terbuat dari
kapsulglikokalis untuk mengurangi keefektifan mekanisme sistem imun
inang. Jaringan inang akan mencoba merusak penempelan dan kolonisasi
bakteri. Selanjutnya, P. aeruginosa memproduksi sejumlah endotoksin dan
produk

ekstaseluler

yang

menunjang

invasi

local

dan

penyebaran

mikroorganisme. Toksin dan produk ekstraseluler ini mencakup protease


ekstraseluler, sitotoksin, hemolisin, dan piosianin. Untuk penyakit sistemik,
produk yang menunjang invasi mencakup kapsul antifagositas, endotoksin,
eksotoksin A, dan eksotoksin S.
2. Vibrio cholera

Vibrio cholerae merupakan bakteri gram negatif, berbentuk basil


(batang) dan bersifat motil (dapat bergerak), memiliki struktur antogenik
dari antigen flagelar

dan

antigen

somatik

O,

gamma-

proteobacteria, mesofilik dan kemoorganotrof, berhabitat alami di lingkungan


akuatik dan umumnya berasosiasi dengan eukariot.[1] Spesies Vibrio kerap
dikaitkan

dengan

sifat patogenisitasnya pada

manusia,

terutama V.

cholerae penyebab penyakit kolera di negara berkembang yang memiliki


keterbatasan akan air bersih dan memiliki sanitasi yang buruk.
Bakteri ini menyebabkan penyakit cholera asiatica. Gejala penyakit
yang ditimbulkan ini berupa nausea, muntah, diare, dan kejang perut. Keadaan
ini dapat menyebabkan kejang kematian dalam beberapa jam sampai beberapa

hari dari permulaan sakit. Cara penularan melalui makanan dan minuman yang
terkontaminasi bakteri ini. Pengobatan dapat dilakukan dengan mengganti
cairan dan elektrolit yang hilang, sedangkan pencegahan dapat dilakukan
dengan menjaga kebersihan makanan dan minuman serta perbaikan sanitasi
lingkungan.
3. Escherichia coli

E. coli (Juga disebut E. coli O157: H7 atau Escherichia coli) adalah


spesies bakteri yang ditemukan dalam usus manusia dan hewan sehat dan
diperlukan

untuk

membantu

dalam

pemecahan

selulosa

dan

penyerapan vitamin K (yang membantu pembekuan darah). Namun, bakteri ini


seringkali juga menjadi penyebab infeksisaluran kemih, diare pada bayi, dan
infeksi luka.
Jenis-jenis bakteri E. Coli yang berbahaya adalah:
1. Enterohemorrhagic Eschericia coli (ESEC)
Jenis bakteri Eschericia coli ini bisa menyebabkan diare berdarah pada
manusia.
2. Eschericia coli O157:H7
Jenis bakteri ini dapat menyebabkan kekurangan darah (anemia), bahkan
bakteri ini dapat menyebabkan gagal ginjal.
Jenis bakteri yang bersifat pantogen kebanyakan ditemukan di dalam
kandungan air dan juga makanan yang telah terkontaminasi, terutama yang
belum matang.

Bakteri ini dapat menyebabkan terjadinya epidemic penyakit-penyakit


saluran pencernaan makanan, seperti kolera, tipus, disentri, diare, dan penyakit
cacing. bibit penyakit ini berasal dari feses manusia yang menderita penyakitpenyakit tersebut. indicator yang menunjukkan bahwa air rumah tangga sudah
dikotori feses adalah dengan adanya E.coli dalam air tersebut, karena dalam
feses manusia baik sakit maupun sehat terdapat bakteri ini.
E.coli dapat menimbulkan pneumonia, endokarditis, infeksi pada luka
dan abses pada berbagai organ. bakteri ini juga merupakan penyebab utama
meningitis pada bayi yang baru lahir dan penyebab infeksi tractor urinarius
(pyelonephritis cysticis) pada manusia yang dirawat di rumah sakit
(nosocomial infection). pencegahan infeksi bakteri ini dilakukan dengan
perawatan yang sebaik-baiknya di rumah sakit, antara lain: pemakaian
antibiotic secara tepat, tindakan antiseptic secara benar.
4. Salmonella typhi

Salmonella adalah suatu genus bakteri enterobakteria gram-negatif


berbentuk

tongkat

yang

menyebabkan tifoid, paratifod,

foodborne. Spesies- spesies

Salmonella

dan

penyakit

dapat bergerak bebas dan

menghasilkan hidrogen sulfida. Salmonella dinamai dari Daniel Edward


Salmon, ahli patologi Amerika, walaupun sebenarnya, rekannya Theobald
Smith (yang terkenal akan hasilnya pada anafilaksis yang pertama kali
menemukan bakterium tahun 1885 pada tubuh babi.

Salmonella adalah penyebab utama dari penyakit yang disebarkan


melalui makanan (foodborne diseases). Pada umumnya, serotipeSalmonella
menyebabkan penyakit pada organ pencernaan. Penyakit yang disebabkan oleh
Salmonella

disebut salmonellosis.

Ciri-ciri

orang

yang

mengalami salmonellosis adalah diare, keram perut, dan demam dalam waktu
8-72 jam setelah memakan makanan yang terkontaminasi oleh Salmonella.
Gejala lainnya adalah demam, sakit kepala, mual dan muntah-muntah. Tiga
serotipe utama dari jenis S.enterica adalah S. typhi, S. typhimurium, dan S.
Enteritidi S. typhi menyebabkan penyakit demam tifus (Typhoid fever),
karena invasi bakteri ke dalam pembuluh darah dan gastroenteritis, yang
disebabkan oleh keracunan makanan/intoksikasi. Gejala demam tifus meliputi
demam, mual-mual, muntah dan kematian. S. typhi memiliki keunikan hanya
menyerang manusia, dan tidak ada inang lain. Infeksi Salmonella dapat
berakibat fatal kepada bayi, balita, ibu hamil dan kandungannya serta orang
lanjut usia. Hal ini disebabkan karena kekebalan tubuh mereka yang menurun.
Kontaminasi Salmonella dapat dicegah dengan mencuci tangan dan
menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi. air untuk keperluan rumah
tangga,

peningkatan

sanitasi

lingkungan

khususnya

perbaikan

cara

pembuanagn feses manusia serta pemberantasan tikus dan lalat.


5. Shigella dysenteriae

Shigella adalah genus dari Gram-negatif, non-motil, bakteri endospor


berbentuk -tongkat yang berhubungan dekat dengan Escherichia colidan
Salmonella. Shigella merupakan penyebab dari penyakit shigellosis pada
manusia. Shigellosis adalah suatu penyakit peradangan akut oleh kuman genus

Shigella spp. yang menginvasi saluran pencernaan terutama usus sehingga


menimbulkan kerusakan sel-sel mukosa usus tersebut.
Penyakit yang ditimbulkan yaitu disentri basiler dengan gejala yang
biasanya dating mendadak berupa demam, sakit perut bagian bawah, diare,
fesenya cair, bercampur lendir dan darah. Pada penyakit yang berat dapat
disertai muntah, dehidrasi, kolaps, bahkan menyebabkan kematian. Penularan
adalah lewat feses penderita. Pencegahan dilakukan dengan mencaga
kebersihan makanan dan minuman, peningkatan sanitasi lingkungan dan
hygene pribadi.
6. Clostridium botulinum

Clostridium

botulinum adalah

bakteri

yang

memproduksi

racun botulin, penyebab terjadinya botulisme. Bakteri ini masuk kedalam


genus Clostridium. Bakteri ini umumnya dapat ditemukan di tanah. C.
botulinum termasuk bakteri gram positif, anaerob obligat (tidak bisa hidup bila
terdapat oksigen) , motil (dapat bergerak), dan menghasilkan spora.
Bakteri ini sering menimbulkan keracunan makanan, hal ini karena
bakteri tersebut tumbuh dalam makanan dan menghasilkan toxin yang
berbahaya bagi manusia. Gejala penyakitnya berupa tenggorokan terasa kering,
penglihatan menjadi kabur, gangguan akomodasi, gangguan suara, kelumpuhan
otot, gangguan jantung. Pencegahan dengan menjaga kebersihan makanan dan
memasaknya sampai matang.
7. Neisseria gonorrhoeae

Neisseria gonorrhoeae adalah kuman gram negatif bentuk diplokokus


yang merupakan penyebab infeksi saluran urogenitalis. Kuman ini bersifat
fastidious dan untuk tumbuhnya perlu media yang lengkap serta baik. Akan
tetapi, ia juga rentan terhadap kepanasan dan kekeringan sehingga tidak dapat
bertahan hidup lama di luar host-nya. Penularan umumnya terjadi secara
kontak seksual dan masa inkubasi terjadi sekitar 25 hari
Gejala penyakitnya adalah kencing bernanah. pada wanita penderita
yang kronis dapat menyebabkan tertutpnya saluran telur. Bayi yang dilahirkan
oleh ibu penderita penyakit ini matanya menjadi bengkak, bernanah yang dan
dapat menyebabkan kebutaan. Untuk mencegah neonatal gonorrhoea ophtalmia
pada mata bayi yang baru lahir adalah dengan diteteskan larutan penicillin
10.000 unit dalam aqua atau larutan perak nitrat 1% atau erythromycin 0,5%
atau tetracycline 1%.
8. Bacillus anthracis

Bacillus anthracis adalah bakterium Gram-positif berbentuk


yang

berukuran

sekitar

1x6

mikrometer

dan

merupakan

tangkai
penyebab

penyakit antraks. B. anthracis adalah bakterium pertama yang ditunjukkan


dapat

menyebabkan

penyakit.

Nama anthracis berasal

dari bahasa

Yunani anthrax yang berarti batu bara, merujuk kepada penghitaman kulit
pada korban.
Bakteria ini umumnya terdapat di tanah dalam bentuk spora, dan dapat
hidup

selama

beberapa

dekade

dalam

bentuk

ini.

Jika

memasuki

sejenis herbivora, bakteria ini akan mulai berkembang biak dalam hewan
tersebut dan akhirnya membunuhnya, dan lalu terus berkembang biak di
bangkai hewan tersebut. Saat gizi-gizi hewan tersebut telah habis diserap,
mereka berubah bentuk kembali ke bentuk spora.
Bakteri penyebab penyakit antrax, yang biasanya menyerang hewan
ternak. Namun pada perkembangannya penyakit tersebut dapat menular ke
manusia melalui luka, inhalasi dan juga makanan.
Pencegahan terhadap penularan penyakit ini dapat dilakukan dengan berbagai
cara, yaitu:
a. pendidikan kesehatan agar pekerja di peternakan berhati-hati untuk
menghindari terjadinya luka atau lecet dan menghindari kontaminasi luka/ lecet
tersebut dengan bakteri.
b. Meningkatkan hygiene pribadi
c. Penggunaan masker dan alat-alat pengaman yang lain bagi pekerja yang
bekerja di peternakan.
d. Vaksinasi
e. Meningkatkan daya tahan tubuh.
9. Clostridium tetani

Clostridium tetani adalah bakteri yang terdapat di tanah yang


tercemar tinja manusia dan binatang berbentuk batang lurus, langsing,
berukuran panjang 2-5 mikron dan lebar 0,4-0,5 mikron. Clostridium
tetani termasuk bakteri gram positif anaerobic berflagel peritrik berspora yang
terletak disentral,subterminal maupun terminal. Clostridium tetani tidak
menghasilkan lipase maupun lesitinase, tidak memecah protein dan tidak
memfermentasi sakarosa dan glukosa juga tidak menghasilkan gas H2S.
Menghasilkan

gelatinase,

dan

indol

positif.

Spora

dari Clostridium

tetani resisten terhadap panas dan juga biasanya terhadap antiseptis. Sporanya
juga dapat bertahan pada autoclave pada suhu 249.8F (121C) selama 1015
menit. Juga resisten terhadap phenol dan agen kimia yang lainnya. Bentuk
koloni bakteri ini adalah koloni yang kecil meluas dalam jalinan filamen
halus.
Penyakit yang ditimbulkan adalah tetanus, dengan infeksi melalui
berbagai cara, yaitu: luka tusuk, patah tulang terbuka, luka bakar, pembedahan,
penyuntikan, gigitan binatang, aborsi, melahirkan atau luka pemotongan
umbilicus. Gejalanya berupa kaku dank ram pada otot sekitar luka, hypereflexi
pada tendon extremitas yang dekat dengan luka, kaku pada leher, rahang dan
muka, dan gangguan menelan.
Pencegahan yang dapat dilakukan adalah
a. perawatan luka yang baik sehingga luka tidka terkontaminasi
b. pemberian antitetanus serum pada penderita

c. imunisasi aktif
d. vaksinasi tetanus toxoid pada ibu-ibu.
10. Mycobacterium tuberculosis

Mycobacterium tuberculosis tidak dapat diklasifikasikan sebagai


bakteri gram positif atau bakteri gram negatif, karena apabila diwarnai sekali
dengan zat warna basa, warna tersebut tidak dapat dihilangkan dengan alkohol,
meskipun dibubuhi iodium. Oleh sebab itu bakteri ini termasuk dalam bakteri
tahan asam. Mycobacterium tuberculosis cenderung lebih resisten terhadap
faktor kimia dari pada bakteri yang lain karena sifat hidrofobik permukaan
selnya dan pertumbuhan bergerombol. Mycobacterium tuberculosis tidak
menghasilkan kapsul atau spora serta dinding selnya terdiri dari peptidoglikan
dan DAP, dengan kandungan lipid kira-kira setinggi 60%
Pada manusia bakteri ini dapat menyebabkan penyakit tuberculosa
yang menyerang paru-paru, tulang, kelenjar lympha, ginjal, otak bahkan kulit.
Gejala yang umum dijumpai adalah batuk yang tidak kunjung sembuh.
Pencegahan dapat dilakukan dengan vaksinasi BCG dan mencegah penularan.
Bakteri ini biasanya berpindah dari tubuh manusia ke manusia lainnya
melalui saluran pernafasan, keluar melalui udara yang dihembuskan pada
proses respirasi dan terhisap masuk saat seseorang menarik nafas. Habitat asli
bakteri Mycobacterium tuberculosissendiri adalah paru-paru manusia. Droplet

yang terhirup sangat kecil ukurannya, sehingga dapat melewati sistem


pertahanan mukosillier bronkus, dan terus berjalan sehinga sampai di alveolus
dan menetap disana. Infeksi dimulai saat kuman tuberkulosis berhasil
berkembang biak dengan cara pembelahan diri di dalam paru-paru

TUGAS MIKROBIOLOGI FARMASI


I
10 Bakteri Penyebab Penyakit pada
Manusia

Dosen:
Prof. Dr. Marlina, MS, Apt

Oleh:
RANI ZAFIRA ARMAN
1211011006

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2014