Anda di halaman 1dari 33

Diskusi Simulasi

Alat Kelamin Kecil


Oleh,
SARAH FATIMAH
Dokter Pembimbing:
dr. ErwinPrasetyo S Sp.A

Seorang anak laki


laki 5 tahun datang ke
poliklinik dibawa
ibunya karena penisnya
lebih kecil dari teman
sebayanya. Berat
badan penderita saat
ini 38 kg.

Fungsi Endokrin

Respon terhadap stess dan cedera


Pertumbuhan dan perkembangan
Reproduksi
Homeostasis ion
Metabolisme energi
Respon kekebalan tubuh.

PUBERTAS

DEFINISI
PUBERTAS
Suatu periode dengan ciri ciri seks
sekunder mulai berkembang dan
kemampuan reproduksi seksual mulai
didapat.
TELARS (perkembangan payudara)
PUBARKE (perkembangan rambut pubis)
GROWTH SPURT (pacu tumbuh)
Kamus kedokteran DORLAND. Edisi 29. EGC:2005.

DEFINISI
PUBERTAS PREKOKS
Onset kematangan seks yang lebih dini dari
pada normal (<8 thn perempuan; <9 thn laki
laki).
PUBERTAS TARDA
Seseorang perempuan yang belum
mendapat merache pada hingga usia 18
tahun.
GYNECOMASTIA
Pembesaran kelenjar mamae pada laki laki.

Kamus kedokteran DORLAND. Edisi 29. EGC:2005.

DEFINISI
GONAD
Pada wanita ovarium
Pada pria testis
GENITAL (G)
Pada pria skrotum, testis dan
penis
Sumber: Lauralee, sheerwood. Fisiologi Manusia dari Sel ke sistem.2001
Kamus kedokteran DORLAND. Edisi 29. EGC:2005.

Anatomi

Brook G.D Charles, Brown S Rosalind. Handbook of clinical Pediatrics. First published,2008. Diakses dari <http://www.blackwellpublishing.com>

Kelenjar
endokrin

Hormon

Sel Taget

Fungsi Utama

Hipothalam
us

Hormon yang
melepaskan dan
menghambat (TRH,
CRH, GnRH, GHRH,
GHH, PRH, PIH)

Hipofisis anterior

Mengontrol pengeluaran hormon hormon


hipofisis anterior

Pituitary
Posterior

Vasopresin
(antidiuretik)

Tubulus ginjal
Arteriol

Meningkatkan reabsorbsi H2O


Menimbulkan vasokonstriksi

Oksitosin

Uterus
Gl. Mamaria

Meningkatkan kontraktilitas
Menyebabkan pengeluaran susu

TSH (Thyroid
stimulating
hormone)

Sel folikel tiroid

Merangsang sekresi T3 dan T4

ACTH
(Adrenocorticotropic
Hormone)

Zona fasikulata dan


retikularis adrenal

Merangsang sekresi kortisol

GH (growth
hormone)

Tulang dan jaringan


lunak

Merngsang pertumbuhan tulang dan jaringan


lunak; anabolisme protein, metabolisme lemak
dan konservasi glukosa

FSH (Follicle
stimulating
hormone)

Wanita (Folikel
ovarium)

Mendorong pertumbuhan dan oerkembangan


folikel, merangsang sekresi estrogen
Merangsang produksi sperma

Pituitary
Anterior

Pria (tubulus
seminiferus)
LH (Luiterizing
hormone)

Wanita (Folikel
ovarium dan korpus
luteum)

Merangsang ovulasi, perkembangan korpus


luteum, dan sekressi estrogen dan progesteron
Merangsang sekresi testosteron

Pria (sel interstisium


leydig ditestis)
Prolaktin
mamaria
Sumber: Lauralee, sheerwood.
Fisiologi Manusia dari SelGl.
ke sistem.2001

Mendorong perkembangan payudara, merangsang


sekresi air susu.

Kelenjar
endokrin

Hormon

Sel Taget

Fungsi Utama

GONAD
Wanita :
ovarium

Estrogen
(estradiol
)

Progester
on
Pria:
Testis

Testis dan
Ovarium

Organ seks wanita,


tubuh secara
keseluruhan
Tulang

Mendorong perkembangan folikel,


berperan dalam pengembangan
karakteristik seks sekunder, merangsang
pertumbuhan uterus dan payudara
Mendorong penutupan epifise

Uterus

Mempersiapkan rahim untuk kehamilan

Testostero Organ seks pria,


n
tubuh secara
keseluruhan

Inhibin

Merangsang produksi sperma;


bertanggung jawab untuk perkembangan
karakteristik seks sekunder;
meningkatkan dorongan seks

Tulang

Meningkatkan lonjakkan pertumbuhan


masa pubertas; mendorong penutupan
epifisis

Hipofisis anterior

Menghambat sekresi FSH (follicle


stimulating hormone)

Sumber: Lauralee, sheerwood. Fisiologi Manusia dari Sel ke sistem.2001

Aktivitas Aksis
Hipothalamus HipofisisGonad

Brook G.D Charles, Brown S Rosalind. Handbook of clinical Pediatrics. First published,2008. Diakses dari <http://www.blackwellpublishing.com>

LH secretion
Prepubertal

Peripubertal

Puberty

Mekanisme Feedforward dan


Feedback Aksis Hypothalamo
Pituitari- Gonad

PERUBAHAN FISIS PADA


PRIA DAN WANITA PADA
MASA PUBERTAS....

Klasifikasi Tingkat Maturitas


Kelamin (P) Payudara
M 1: Prapubertas
M 2: Menonjol seperti
bukit kecil, areola melebar
M 3: Payudara dan areola
membesar tanpa dapat
dipisahkan bentuknya
masing-masing
M 4: Areola dan papila
membentuk bukit kedua
M 5: matang, papila
menonjol, areola sebagai
bagian dari bentuk
payudara

Diagnosis Fisis pada Anak, penyunting Matondang S. Corry, Wahidiyat Iskandar, sastroasmoro Sudigdo. Jakarta: PT. Sagung
seto,2000. Hal. 159-64

Klasifikasi Tingkat Maturitas


Kelamin genital (L)
G 1: Prapubertas
G 2: diameter testes
> 2.5 cm, kulit
skrotum menipis dan
berwarna merah
muda
G 3: penis membesar
dan memanjang,
skrotum membesar
G 4: penis lebih
membesar, skrotum
berwarna lebih gelap
G 5: bentuk dewasa
Diagnosis Fisis pada Anak, penyunting Matondang S. Corry, Wahidiyat Iskandar, sastroasmoro Sudigdo. Jakarta: PT. Sagung
seto,2000. Hal. 159-64

Klasifikasi Tingkat Maturitas


Kelamin Rambut Pubis
P 1: Prapubertas
P 2: jarang, pigmen sedikit, lurus/
sedikit ikal, hanya pada labia
() /pangkal penis ()
P 3: lebih hitam, ikal, menyebar
ke mons pubis
P 4: tebal, seperti bentuk dewasa
tapi belum menyebar ke medial
paha
P 5: bentuk dewasa, berbentuk
segitiga () , menyebar ke medial
paha

Diagnosis Fisis pada Anak, penyunting Matondang S. Corry, Wahidiyat Iskandar, sastroasmoro Sudigdo. Jakarta: PT. Sagung
seto,2000. Hal. 159-64

Archidometer

...Penulisan Status
Pubertas...
Perempuan M...., P...., A...
Laki laki G...., P...., A...
Ket: G Skrotum, testis dan penis

Diagnosis Fisis pada Anak, penyunting Matondang S. Corry, Wahidiyat Iskandar, sastroasmoro Sudigdo. Jakarta: PT. Sagung
seto,2000. Hal. 159-64

KEMBALI PADA POKOK


MASALAH...

PUBERTAS TERHAMBAT
KLASIFIKASI
Hipergonadotropik hipogonadisme
Hipogonadotropik hipogonadisme

DIAGNOSIS DAN DIAGNOSIS BANDING


DARI VARIASI NORMAL DAN TIPE
PATOLOGIS DARI PUBERTAS

Brmswig Jrgen, Dbbers Angelika. Disorder Of Pubertal Development. Continuing Medical Education. Dtsch Arztebl Int 2009; 106(17): 295304

GAMBARAN SKEMATIK AKSIS


HIPOTHALAMUS- PITUITARI
GONAD

Brmswig Jrgen, Dbbers Angelika. Disorder Of Pubertal Development. Continuing Medical Education. Dtsch Arztebl Int 2009; 106(17): 295304

HIPERGONADOTROPIK
HIPOGONADISME

HIPOGONADOTROPIK
HIPOGONADISME

Pemeriksaan
Hipogonadisme

www.arupconsult.com .(ARUP Laboratories).2009

DAFTAR PUSTAKA

Kamus kedokteran DORLAND. Edisi 29. EGC:2005. Hal1808.


Prince A. Sylvia, Wilson M. Lorraini. Patofisiologi: konsep klinis proses proses penyakit.
Alih bahasa, Brahm U. Pendit [et.al]; editor edisi bahasa indonesia, Huriawati Hartanto
[et.al]. Edisi 6. Jakarta:EGC.2005. Bab 10. Hal 1202 12.
Departemen Ilmu Kesehatan Anak. Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan. Ilmu Kesehatan
Anak XLVI. Current Management of Pediatrics Problems. Jakarta: 5 6 September 2004.
Bab 2. Masalah Pubertas Sehari Hari. Hal. 10 21.
Said Usman. Interaksi Hormonal dan Kualitas Kehidupan Pada Wanita. Simposium
Pengaruh Hormonal Pada Kualitas Kehidupan. FK UNSRI ke 42. Palembang. 2 Oktober
2004.
Brmswig Jrgen, Dbbers Angelika. Disorder Of Pubertal Development. Continuing
Medical Education. Dtsch Arztebl Int 2009; 106(17): 295304
Medical Guidelines for clinical practice for the evaluation and treatment of hypogonadism
in adult male patients 2002 Update. AACE Hypogonadism Guidelines, Endocr Pract.
2002;8(No. 6)
Brook G.D Charles, Brown S Rosalind. Handbook of clinical Pediatrics. First
published,2008. Diakses dari http://www.blackwellpublishing.com
Diagnosis Fisis pada Anak, penyunting Matondang S. Corry, Wahidiyat Iskandar,
sastroasmoro Sudigdo. Jakarta: PT. Sagung seto,2000. Hal. 159-64
Widley, LS, Byrd GM, Biro FM. Pubertal Growth and Maturation. Center for Continuing
Education in Adolescent Health, Division of Adolescent Medicine. Childern Hospital
Medical Center. 1996
www.arupconsult.com .(ARUP Laboratories).2009. diakses pada tanggal .....