Anda di halaman 1dari 11

TUGAS IRIGASI II

UNDERSLUICE DAN SARINGAN BATU BONGKAH


(HSKB 614)
Dosen Pengajar :
Maya Amalia, M.eng

Disusun Oleh:
M. REZA RIFANI

H1A111202

RAKHMATULLAH F

H1A111208

ABDURAHMAN

H1A111212

NASRULLAH

H1A111224

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT


FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI S1 NON REGULER TEKNIK SIPIL
BANJARMASIN
2015

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI .............. 1
BAB I : PENDAHULUAN .............. 2
A. Latar Belakang ............................ 2
BAB II : PEMBAHASAN ................................................................................. 3
A. UNDERSLUICE...................................................................................... 3
1.
Definisi
dan
Fungsi................................................................................... 3
2.
Sistem
Kerja
Pembilas
dengan
Undersluice
.......................................... 3
3.
Macam
Bangunan

dan

Tata

Letak.......................................................... 4
3.1 Bangunan Pembilas Undersluice........................................................... 4
3.1.1 Tata Letak Bangunan Pembilas Undersluice................................... 4
3.1.2 Bentuk dan Dimensi Bangunan Undersluice................................... 5
3.2 Bangunan Pembilas Shunt Undersluice................................................ 6
3.2.1 Tata Letak Bangunan Pembilas Shunt Undersluice........................ 7
3.2.2 Bentuk dan Dimensi Bangunan ShuntUndersluice......................... 7
B. BANGUNAN PENAHAN BATU (BOULDER SCREEN) ................... 8
1. Definisi dan Fungsi ................................................................................ 8
2. Persyaratan.............................................................................................. 8
3. Penempatan............................................................................................. 8
4. Komponen................................................................................................ 9
5. Tipe Bangunan........................................................................................ 9
6. Bentuk dan Ukuran................................................................................ 9
BAB III : PENUTUP......................................................................................... 10
A. KESIMPULAN........................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang

Sungai mempunyai peranan yang penting bagi kehidupan manusia. Salah satunya
adalah sebagai sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan
irigasi, penyediaan air minum, kebutuhan industri dan lain lain. Kebutuhan air
bagi kepentingan manusia semakin meningkat sehingga perlu dilakukan penelitian
atau penyelidikan masalah ketersediaan air sungai dan kebutuhan area di
sekelilingnya, agar pemanfaatan dapat digunakan secara efektif dan efisien, maka
dibuatlah dengan pembangunan sebuah bendung.
Bendung (Bangunan Sadap) atau Weir (Diversion Structure) merupakan bangunan
(komplek bangunan) melintasi sungai yang berfungsi mempertinggi elevasi air
sungai dan membelokkan air agar dapat mengalir ke saluran dan masuk ke sawah
untuk keperluan irigasi.
Definisi bendung menurut ARS Group, 1982, Analisa Upah dan Bahan BOW
(Burgerlijke Openbare Werken), Bendung adalah bangunan air (beserta
kelengkapannya) yang dibangun melintang sungai atau pada sudetan untuk
meninggikan taraf muka air sehingga dapat dialirkan secara gravitasi ke tempat
yang membutuhkannya.
Berdasarkan Standar Nasional Indonesia/SNI 03-2401-1991 tentang Pedoman
Perencanaan Hidrologi Dan Hidraulik Untuk Bangunan Di Sungai adalah
bangunan ini dapat didesain dan dibangunan sebagai bangunan tetap, bendung
gerak, atau kombinasinya, dan harus dapat berfungsi untuk mengendalikan aliran
dan angkutan muatan di sungai sedemikian sehingga dengan menaikkan muka
airnya, air dapat dimanfaatkan secara efisien sesuai dengan kebutuhannya.

BAB II
PEMBAHASAN

A. UNDERSLUICE
4. Definisi dan Fungsi

Salah satu perlengkapan pokok bangunan pembilas pada bendung yang


terletak di dekat intake dan menjadi satu kesatuan dengan intake. Fungsinya
untuk menghindarkan angkutan muatan sedimen dasar dan mengurangi
angkutan muatan sedimen layang masuk ke intake.
Komponen bangunan undersluice terdiri dari :

5.

Lobang/terowongan
Plat undersluice
Lantai dengan lapisan tahan aus
Tembok penyangga bila lubang lebih dari satu buah
Mulut undersluice
Pintu bilas atas dan bawah
Saringan batu dsb

Sistem Kerja Pembilas dengan Undersluice


Aliran sungai dari udik menuju bangunan akan terbagi dua lapis oleh
plat undersluice
Aliran sungai lapisan atas yang relatif tidak mengandung sedimen
dasar mengalir ke intake.
Aliran sungai di lapisan bawah bersama-sama dengan sedimen dasar
mengalir dan masuk ke lubang undersluice, yang akhirnya terbuang ke
hilir bendung melalui pintu bilas.
Pembilasan dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu sehingga
mendapatkan

daerah

bebas

endapan

di

udik

dan

mulut

intake/undersluice.
6. Macam Bangunan dan Tata Letak
3.3 Bangunan Pembilas Undersluice
3.3.1 Tata Letak Bangunan Pembilas Undersluice
Bangunan pembilas dengan undersluice banyak dijumpai pada bendung
yang dibangun sesudah tahun 1970-an, untuk bendung irigasi teknis. Pembilas
ditempatkan pada bentang dibagian sisi yang arahnya tegak lurus sumbu
bendung. Pembilas bawah direncanakan untuk mencegah masuknya angkutan
sedimen dasar dan fraksi pasir yang lebih kasar kedalam pengambilan. Mulut
pembilas bawah ditempatkan dihulu pengambilan dimana ujung penutup
pembilas membagi air menjadi dua lapisan, lapisan atas mengalir ke intake dan
lapisan bawah mengalir dan masuk ke lubang undersluice. Saluran pembilas

bawah harus direncana dengan hati hati untuk menghindari sudut mati (dead
corner) dengan kemungkinan terjadinya sedimentasi atau terganggunya aliran.
Tata Letak Bangunan Diatur Sebagai Berikut :

Pintu pembilas diletakkan segaris dengan sumbu bendung,


Bangunan diletakkan di sisi luar tubuh bendung dekat tembok pangkal,

arahnya tegak lurus sumbu bendung,


Mulut undersluice mengarah ke udik bukan ke arah samping.

Gambar 1. Bangunan Pembilas Tipe Undersluice


3.3.2 Bentuk dan Dimensi Bangunan Undersluice
a) Bentuk Mulut
Mulut undersluice diletakkan di udik mulut intake dengan arah tegak

lurus,
Lebar mulut undersluice harus lebih besar dari (1,2 x lebar intake),
Elevasi bagian atas palat undersluice diletakkan sama tinggi atau lebih
rendah dari pada elevasi ambang/lantai intake, Lubang dapat terdiri dari

atas 2 bagian atau lebih,


Bila lebar mulut bagian udik jauh lebih lebar dari bagian hilir dapat

dipersempit dengan tembok penyangga.


b) Lebar bangunan
lebar pembilas total diambil (1/6 1/10) dari lebar bentang bendung

untuk sungaisungai yang lebarnya kurang dari 100 meter.


Lebar satu lubang maksimum 2,5 m untuk kemudahan operasi pintu dan

jumlah lubang tidak lebih dari tiga buah.


c) Tinggi dan panjang undersluice

Tinggi lubang undersluice diambil 1,5 m


Panjang ditentukan, mulut undersluice harus terletak dibagian udik

intake, 5 20 m.
Bentuk lantai undersluice rata tanpa kemiringan.
d) Elevasi lantai lubang
sama tinggi dengan lantai udik bendung,
lebih rendah atau lebih tinggi dari lantai udik bendung.
e) Ketebalan plat undersluice
Berkisar antara 2 35 cm.
f) Dimensi dimensi dasar pembilas bawah (undersluice)
Dimensi dimensi dasar pembilas bawah hendaknya lebih besar 1,5 x

diameter terbesar sedimen dasar sungai.


Tinggi saluran pembilas bawah sekurang kurangnya 1,0 m.
Tinggi sebaiknya diambil (1/3 1/4)x kedalaman air didepan
pengambilan selama normal.

Luas saluran pembilas bawah (lebar x tinggi) harus sedemikian rupa sehingga
kecepatan minimum dapat dijaga (V = 1,0 1,5 m/dtk).

Gambar 2. Macam Penempatan Lantai Lubang Undersluice


3.4 Bangunan Pembilas Shunt Undersluice
3.4.1 Tata Letak Bangunan Pembilas Shunt Undersluice
Bangunan pembilas shunt underslice adalah bangunan undersluice yang
penempatannya diluar bentang sungai dan diluar pangkal bendung, dibagian
samping melengkung kedalam dan terlindung tembok pangkal.

Pembilas shunt undersluice dipilih pada bendung-bendung yang dibangun


di sungai ruas hulu. Bermaksud agar pilar dan bangunan undersluice terhindar
dari bahaya benturan batu dan kayu yang hanyut sewaktu banjir. Manfaatnya
yaitu kapasitas pelimpah bendung tidak dikurangi oleh adanya pilar pembilas
atau seluruh bentang bendung tidak terganggu melimpahkan debit banjir
sungai
Tata Letak Bangunan Diatur Sebagai Berikut :

3.4.2

Bersatu dengan bangunan intake,


Ditempatkan dibagian luar tubuh atau diluar tembok pangkal bendung,
Mulut undersluice mengarah ke samping bukan ke arah udik,
Pilar pembilas berfungsi sebagai tembok pangkal.
Bentuk dan Dimensi Bangunan ShuntUndersluice
Kelemahan pembilas shunt underslice yaitu kurang diperolehnya efek

penggurusan di mulut shunt undersluice yang diakibatkan aliran helicoidal


seperti yang biasanya terbagi pada bangunan undersluice.
Bentuk dan ukuran :
a
b
c
d

Tinggi lubang 12 m, diusahakan 1,5 m. Lebar sekitar 2 m.


Mulut undersluice mengarah kearah bendung bukan kearah udik.
Bentuk melengkung kearah luar bendung.
Umumnya dilengkapi dengan dinding banjir ditempatkan di hilir pintu
bilas.

Gambar 3. Bangunan Pembilas Tipe Shunt Undersluice

B. BANGUNAN PENAHAN BATU (BOULDER SCREEN)


1. Definisi dan Fungsi
Penahan Batu(Boulder screen)/Saringan Batu Bongkah atau disebut juga
Saringan Trasrak adalah suatu bangunan yang ditempatkan di udik bangunan
pembilas bendung. Terdiri dari barisan tiang-tiang dan berfungsi sebagai alat
untuk mencegah batu-batu dengan diameter tertentu yang akan masuk ke
intake. Bangunan penahan batu dapat pula sebagai sampah.

Gambar 4. Saringan Batu Bongkah/Trasrak


2. Persyaratan
Harus diperhatikan debit yang masuk ke intake tidak berkurang dari jumlah
yang dibutuhkan karena adanya kemungkinan terjadinya endapan batu diantara
batang-batang cerucuk.
3. Penempatan
Ditempatkan di udik intake/undersluice dengan arah yang didesain
sedemikian sehingga tercipta tikungan luar aliran dan menjadi deflector untuk
melemparkan angkutan sedimen dasar menjauh dari intake dan dapat pula
menyaring batu-batu dengan diameter tertentu yang akan masuk ke intake.

4. Komponen

Barisan cerucuk pipa bulat di pasang vertikal


Balok beton sebagai pengikat horizontal
Pondasi bangunan

5. Tipe Bangunan
Berbentuk pagar yang terdiri dari batang tegak dan bagian atasnya diikat
dengan balok pengikat. Batang pengikat dibagian tengah tidak dianjurkan
6. Bentuk dan Ukuran
a) Pipa untuk cerucuk
Pipa besi bulat dengan diameter 15 cm, yang diisi dengan beton tumbuk
dan dipasang berbaris secara vertikal.
b) Balok beton pengikat
Dipasang secara horizontal di bagian ujung atas cerucuk vertikal.
Berfungsi sebagai batang pengikat untuk memperkokoh batang-batang
vertikal. Disamping itu berfungsi pula sebagai jalan pembersih
membersihkan sampah yang menyangkut di pipa-pipa cerucuk vertikal.
Balok dibuat berbentuk persegi dengan lebar 50 70 cm dan tinggi 20
40 cm.
c) Elevasi balok pengikat berada pada 1 atau 2 meter di atas mercu
bendung
d) Jarak antara tiang diambil sesuai dengan diameter batu yang akan
ditahan atau dapat diambil antara 15 20 cm.
e) Pondasi tiang disesuaikan kedalamannya dengan kedalaman elevasi
dasar sungai dan lantai undersluice.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Bendung berfungsi mengatur ketinggian muka air di hulu dan hilir sungai,
menyediakan air untuk saluran irigasi, menahan debit banjir sehingga
fungsinya sangat penting bagi masyarakat di sepanjang aliran sungainya.
Oleh karena itu sistemnya tidak boleh mengalami gangguan, maka dalam
desain bendung dibangunlah bangunan pembilas yang fungsinya untuk
membersihkan saluran agar tidak terjadi gangguan pada saluran bendung,
bangunan pembilas ini seperti Saringan Batu bongkah yang berfungsi untuk
menyaring batuan agar tidak masuk ke saluran intake, dan saluran
undersluice yaitu saluran yang berfungsi memisahkan sendimen yang
terbawa air sungai agar tidak memasuki saluran intake.

DAFTAR PUSTAKA
Wahyudi.BANGUNAN PEMBILAS.1 Maret 2015.
http://www.scribd.com/doc/92870284/BANGUNAN-PEMBILAS

Mawar.Bahan IRBANG II.1 Maret 2015.

http://www.scribd.com/doc/86446826/Bahan-IRBANG-II#scribd

Tomy .Penjelasan Tentang Bendung.1 Maret 2015.


https://totobolacrot.wordpress.com/2011/08/30/var-adfly_id-811511var-adfly_advert-int-var-frequency_cap-5-var-frequency_delay-5-varinit_delay-3/