Anda di halaman 1dari 20

1.

2.

KELOMPOK 7:
ESSY SULASTRI (3335121695)
TRI RINA SARI (3335120421)

REAKTOR PFR

Adalah suatu alat yang digunakan untuk


mereaksikan suatu reaktan dalam hal ini fluida
dan mengubahnya menjadi produk dengan cara
mengalirkan fluida tersebut dalam pipa secara
berkelanjutan (continuous). Biasanya reaktor ini
dipakai untuk mempelajari berbagai proses
kimia yang penting seperti perubahan kimia
senyawa, reaksi termal, dan lain-lain.

KEUNTUNGAN
Lebih mudah untuk dikontrol dibandingkan
batch
Lebih mudah dalam perawatan
Terdapat baffle yang berguna mengurangi
vorteks
Biaya operasi lebih murah
Konversi per volume lebih besar dari reaktor
batch

KERUGIAN
Harga alat dan biaya instalasi tinggi.
Memerlukan waktu untuk mencapai kondisi
steady state.
Untuk reaksi eksotermis kadang-kadang terjadi
Hot Spot (bagian yang suhunya sangat tinggi)
pada tempat pemasukan . Dapat menyebabkan
kerusakan pada dinding reaktor.
Karena tidak ada pengadukan sukar untuk
mengatur suhu

Reaktor ini biasanya di gunakan dalam fase gas


pada tekanan tinggi dan dalam suhu tinggi.

APLIKASI
Umpan dalam reaktor alir pipa biasanya umpan
dalam skala besar oleh karena itu reaktor ini
banyak di gunakan dalam industri industri
besar seperti : petrokimia gresik, pertamina dll.

NERACA MASSA
Romi Romo Romr = Roma

= - (-rA) A
= - (-rA) A
= - (-rA) A
=
=
=

FA0 = Q0 CA0
=
= CA0
t

= CA0

Dimana:
FA0
= laju alir molar umpan (mol/h)
Di = diameter dalam pipa-pipa reaktor (m)
k
= konstanta kecepatan reaksi
Xa = konversi terhadap A.
Cao
= konsentrasi mula-mula (mol/l)
Z = panjang reaktor (m)
t = waktu tinggal (s)

CONTOH SOAL
1. A gas-phase reaction between methane (A) and
sulfur (B) is conducted at 600C and 101 kPa in a
PFR, to produce carbon disulfide and hydrogen
sulfide. The reaction is first-order with respect to
each reactant, with kB = 12 m3 mole-1 h-1 (based
upon the disappearance of sulfur). The inlet molar
flow rates of methane and sulfur are 23.8 and 47.6
mol h-1, respectively. Determine the volume (V)
required to achieve 18% conversion of methane,
and the resulting residence or space time.

Diketahui: A + 2B C + D
CA= CB/2
T = 600 C
P = 101 kPa= 101000 Pa
kB = 12 m3/mol.h
FA0 = 23,8 mol/h
FB0 = 47,6 mol/h
XA= XB= 0,16
Ditamya: V dan t
Jawab: a. (-rB)
= kB.CA.CB
= kB.CB/2.CB=

= -Q0

Untuk mencari Q0, asumsi gas ideal:


PV = nRT
V = nRT/P
Q0 = ((FAFB0) RT)/ P
= ((23,8-47,6) 8,314.873)/101000
= 5,13 m3/h
V

= 0,020 m3

b. t

= 14 s

NERACA ENERGI

CONTOH SOAL
A gas phase reaction between butadiene (A) and
ethene (B) is conducted in PFR producing
cyclohexene (C). The feed contains equimolar
amount of each reactant at 525C and a total
pressure of 101 Kpa. The entalphy of reactions
is -115 Kj (mol A), and the reaction is fisrt order
with respect to each reactant, with ka= 32000
exp(-13850/T) m3/mol.s. Assuming the process
is adiabatic and isobaric, determine the space
time required for 25% conversion of butadiene.
Data: CpA= 150 J/molK; CpB: 80 J/molK; CpC: 250
J/molK
1.

TERIMA KASIH