Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Tomat (solanum lycopersicum L) berasal dari Amerika Latin dan merupakan
tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat
merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter.
Tomat merupakan keluarga dekat dari kentang. Ciri morfologi tanaman tomat adalah
akar tunggang, batang lunak, sedikit berkayu hingga mudah patah, daun majemuk dan
bercelah menyirip.
Tanaman tomat dapat tumbuh di dataran rendah dengan ketinggian 200-- 500 m
di atas permukaan laut, tetapi biasanya tumbuh lebih baik di dataran tinggi (> 900 m
dpl) (Supriati dkk. 2008: 12). Relf dkk. (2004: 428) menyatakan bahwa titik kritis pada
pembentukan buah tomat adalah suhu malam hari. Kisaran suhu malam hari yang
optimal untuk tanaman tomat adalah 15 -- 20o C. Suhu malam hari yang rendah (< 13o
C) akan menurunkan produksi dan viabilitas polen, sedangkan suhu tinggi (> 32o C)
bersamaan dengan kelembapan yang rendah disertai angin kering, dapat menghambat
polinasi dan fertilisasi sehingga buah tidak dapat terbentuk. Sebaliknya kelembapan
udara yang tinggi akan menyebabkan tanaman tomat banyak diserang penyakit busuk
daun (Relf dkk. 2004: 428).
Tanaman tomat pada umumnya tidak menyukai tanah yang tergenang dan
becek. Tanaman tomat menghendaki tanah yang gembur dengan pH 5,6 6,8
(Sunarjono, 1990). Tanaman tomat meupakan tanaman yang memerlukan unsur hara
dalam jumlah yang cukup banyak, terutama unsur NPK (Anonim, 2013). Menurut IFA
World Fertilizer Use Manual (1992) dalam Sutarya dkk 1995, serapan unsur hara makro
oleh tanaman tomat antara lain adalah, N = 177 kg/ha, P2O5= 46 kg/ha, K 2O = 319
kg/ha, CaO = 129 kg/ha, MgO = 43 kg/ha.
Kemampuan produksi buah tomat dari tahun ke tahun terus bertambah, hal ini
terlihat dari angka produksi Nasional terus meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat
Statistik dan Direktotar Jendral Hortikultura (2012) produksi tomat pada tahun 2010
secara Nasional produksi sebesar 891.616 ton dengan luas panen 61.154 ha dan
produktivitasnya sebesar 14,11 ton ha. Kemudian pada tahun 2011 produksi tomat

secara Nasional mencapai hasil sebesar 954.046 ton dengan luas panen 57.302 ha dan
produktivitasnya sebesar 16,64 ton ha.
1.2 Tujuan
Tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui benih tomat
yang baik digunakan untuk dibudidayakan, faktor lingkungan biotik dan abiotik seperti
pemberian air, media tanam, kondisi tempat tumbuh, dll yang akan mendukung
pertumbuhan tanaman tomat, serta pemnerian dosis pupuk yang sesuai dan berimbang
yang dibutuhkan tanaman tomat.
DAFTAR PUSTAKA
Desmarina. Riszky. respon tanaman tomat terhadap respon pemberian air
2009 [online] tersedia di: https://www.scribd.com/doc/102014900/ResponTanaman-Tomat-Pada-Frekuensi-Pemberian-Air (diakses tanggal 18 maret 2015)
Anonim. Pengaruh pemberian pupuk organik cair menggunakan MPHP terhadap
pertumbuhan dan hasil panen tanaman tomat. [online] tersedia di:
http://www.academia.edu/9596956/PENGARUH_PEMBERIAN_PUPUK_ORGANIK_CAIR_
MENGGUNAKAN_MPHP_TERHADAP_PERTUMBUHAN_DAN_HASIL_PANEN_1_and_
2_TANAMAN_TOMAT(diaksestanggal18maret2015)

Sutini. Literatur tanaman tomat. 2008. [online] tersedia di:


http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/124338-BIO.036-08-Analisis%20stabilitasLiteratur.pdf (diakses tanggal 18 maret 2015)