Anda di halaman 1dari 4

A.

DEFINISI
Congestive heart failure atau gagal jantung adalah suatu kondisi
dimana jantung tidak secara memadai memompa darah ke seluruh tubuh
(Black, 2009)
Gagal jantung adalah kondisi dimana jantung tidak dapat memompa
cukup darah untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Gagal jantung kongestif adalah keadaan dimana ketidakmampuan
jantung

untuk

memompa

darah

yang

adekuat

untuk

memenuhi

kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi dikarenakan adanya


kelainan fungsi jantung yang berakibat jantung gagal memompa darah
untuk

memenuhi

kebutuhan

metabolisme

jaringan

dan

atau

kemampuannya hanya ada kalau disertai peninggian tekanan pengisian


ventrikel kiri (Braundwald).
Gagal jantung kongestif (CHF) adalah ketidakmampuan jantung
untuk memompa darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan
jaringan akan oksigen dan nutrisi. Secara klinis keadaan pasien sesak
napas disertai dengan adanya bendungan vena jugularis, hepatomegali,
asites dan edema perifer. Gagal jantung kongestif biasanya diawali lebih
dulu oleh gagal jantung kiri dan secara lambat diikuti gagal jantung
kanan.
CHF menurut New York Heart Assosiation (NYHA) dibagi menjadi :
a.
Grade 1 : Penurunan fungsi ventrikel kiri tanpa gejala.
b.
Grade 2 : Sesak nafas saat aktivitas berat
c.

Grade 3 : Sesak nafas saat aktivitas sehari-hari.

d.

Grade 4 : Sesak nafas saat sedang istirahat.

B. TANDA GEJALA
Gagal jantung kiri
1. Dyspneu (sesak akibat penimbunan cairan dalam alveoli yang
mengganggu pertukaran gas)

2.
3.
4.
5.
6.
7.

Orthopneu (kesulitan bernapas saat berbaring)


Paroxysmal nokturnal dyspneu
Batuk
Mudah lelah (akibat cairan jantung yang kurang)
Gelisah (akibat gangguan oksigenasi jaringan)
Cemas

Gagal jantung kanan


1.
2.
3.
4.
5.

Pitting edema
Anoreksia
Hapatomegali
Nokturia
Kelemahan

C. PENYEBAB GAGAL JANTUNG


1. Kelainan Otot Jantung
Penderita kelainan otot

jantung

menyebabkan

menurunnya

kontraktilitas jantung. Kondisi yang mendasari penyebab kelainan


fungsi otot mencakup aterosklerosis koroner, hipertensi arterial, dan
penyakit oto degeneratif atau inflamasi.
2. Aterosklerosis Koroner
Mengakibatkan disfungsi miokardium karena terganggunya aliran
darah ke otot jantung.
3. Hipertensi Sistemik atau Pulmonal
Meningkatkan beban kerja jantung

dan

pada

gilirannya

mengakibatkan hipertropi serabut otot jantung.


4. Peradangan dan Penyakit Miokardium Degenaratif
Berhubungan dengan gagal jantung kerena kondisi ini secara
langsung merusak serabut jantung, menyebabkan kontraktilitas
menurun.
5. Penyakit Jantung Lain
Mekanisme yang biasanya terlibat mencakup gangguan aliran darah
melalui jantung, ketidakmampuan jantung untuk mengisi darah,
peningkatan mendadak afterload akibat meningkatnya tekanan
darah sistemik dapat mengakibatkan gagal jantung meskipun tidak
ada hipertropi miokardial.
6. Faktor Sistemik
Meningkatnya laju metabolisme (demam, tirotoksikosis)

D. HAL

Hipoksia dan anemia


Asidosis (respiratori atau metabolik)
Disritmia jantung
YANG

HARUS

DIPERHATIKAN

PADA

PENDERITA

GAGAL

JANTUNG
1. Mengambil dan minum obat setiap hari, sesuai program.
2. Jangan berhenti minum obat sendiri tanpa pesanan dokter.
3. Anjurkan pasien cara menghitung detak jantung sendiri dengan
meletakkan jari di arteri radialis selama satu menit, demonstrasikan
prosedur tersebut.
4. Timbang berat badan sendiri setiap hari.
5. Dapatkan berat pada waktu yang sama setiap hari (misalnya, setiap
pagi setelah buang air kecil). mencatat dan melaporkan kenaikan
berat badan

2-3 lb (0,9-1,4 kg) dalam 1 hari atau 5 lb (2,3 kg)

dalam 1 minggu.
6. Batasi asupan natrium untuk 2-3 g sehari: beradaptasi diet dengan
memeriksa
melayani;

label

nutrisi

menghindari

untuk

memeriksa

makanan

kaleng

kandungan

atau

olahan;

natrium
makan

makanan segar atau beku; berkonsultasi rencana diet ditulis dan


daftar

makanan

diperkenankan

dan

dibatasi;

menghindari

penggunaan garam, dan menghindari ekses dalam makan dan


minum.
7. Mengkonsumsi makanan tinggi kalium seperti pisang dan juice jeruk
8. Berpartisipasi dalam program latihan sehari-hari.
9. Meningkatkan kemampuan berjalan dan kegiatan lainnya secara
bertahap, asalkan tidak menyebabkan kelelahan yang tidak biasa
atau dyspnea.
10.

Menghemat energi dengan menyeimbangkan aktivitas dengan

waktu istirahat.

11.

Hindari aktivitas pada titik ekstrim panas dan dingin, yang

meningkatkan kerja jantung.


12.

Mengembangkan metode untuk mengelola stres.

13.

buat janji teratur dengan dokter atau klinik (kontrol).

E. WASPADA UNTUK GEJALA YANG MUNGKIN MENGINDIKASIKAN CHF


BERULANG.
1. Ingat gejala yang dialami ketika sakit dimulai.
2. Laporkan segera ke dokter atau klinik hal-hal berikut: peningkatan
berat badan 2-3 lb (0,9-1,4 kg) dalam 1 hari, atau 5 lb (2,3 kg)
dalam 1 minggu
3. Kehilangan nafsu makan
4. sesak napas yang tidak biasa dengan aktivitas
5. Pembengkakan pergelangan kaki, kaki, atau perut
6. Batuk terus-menerus
7. Gelisah saat tidur; peningkatan jumlah bantal yang diperlukan
untuk tidur
8. Segera

mencari pertolongan medis bila irama jantung tidak

teratur,detak jantung < 60 x/menit, mengalami pusing,pandangan


kabur, napas pendek, sesak yang timbul saat tidur malam
hari,bengkak pada kaki, atau urin yang sedikit, batuk kering yang
menetap, berdebar-debar dan kelelahan yang meningkat.