Anda di halaman 1dari 4

Dialog Wawancara dengan Narasumber :

1.
2.
3.

Tema
Narasumber
Pewawancara

: Kesehatan Gigi
: Drg.Hj.Nurlina Aritonang
: Muhammad Rizki

Pewawancara : Assalamualaikum, Wr.Wb


Narasumber : Waalaikumsalam Wr.Wb
Pewawancara : Ibu, perkenalkan nama saya Muhammad Rizki, saya mendapat tugas
wawancara dari guru bahasa indonesia saya, apakah diizinkan ?
Narasumber : Iya.
Pewawancara : Terimakasih bu.
Narasumber : Iya sama-sama .
Pewawancara : Siapa nama ibu ?
Narasumber : Nama saya Drg.Hj.Nurliana Aritonang
Pewawancara : Ibu , lulusan dari Universitas mana??
Narasumber : Saya lulusan dari FKG UGM.
Pewawancara : Sudah berapa tahun, ibu menjadi dokter gigi ?
Narasumber : Sudah dari tahun 1889.
Pewawancara : Mengapa ibu memilih dokter gigi, dibandingkan dengan dokter-dokter yang
lainnya?

Narasumber

: Kalau pada zaman saya dahulu, dokter gigi itu adanya di Kota, jadi saya
tidak siap kalau tinggal di daerah pedesaan .karena saya seorang wanita,
dan itu merupakan bayangan saya.

Pewawancara : Selama ibu bekerja , resiko apa yang pernah dialami dokter saat menangani
pasien?
Narasumber : Resikonya tidak ada, namun saya pernah menangani pasien yang pada saat
itu terlalu lelah atau kurang tidur ,tetapi ia ingin mencabut gigi . ketika
ingin disuntik tiba-tiba ia pingsan.
Pewawancara : Bagaimana penaganan dokter, apabila ada yang yang diperiksa , ada pasien
khusunya anak-anak yang memberontak atau bereaksi ?
Narasumber : Kalau anak-anak memberontak sih, gak ada masalah sama sekali, namun saya
harus membujuknya dengan kata-kata yang halus dan lembut, memberi
senyuman diajak berdialog, kalau pasien anak itu sudah merasa nyaman
,dan menikmati, barulah saya mulai bekerja.
Pewawancara : Hal apa yang dokter senangi dalam menganani pasien ?
Narasumber : Saya paling senang, bila pasiennya ramah,sopan, dengan wajah yang
sumeringah, jadi jika pekerjaan yang melelahkan cukup hilang dan tak
terasa bila ada pasien yang seperti itu .
Pewawancara : Apa penyebab gigi berlubang, gusi berdarah, dan plak pada gigi ?
Narasumber : Pada prinsipnya seperti gigi berlubang, gusi berdarah, dan plak gigi itu
karena orangnya kurang bersih dalam menyikat gigi atau jarang sikat gigi.
Mungkin juga dia sikat gigi tetapi asal menyikat gigi.
Pewawancara : Bagaimana cara membersihkan gigi yang baik dan benar, dan kapan waktu
yang tepat untuk menyikat gigi ?
Narasumber : Pada saat setelah makan dan sebelum tidur.
1. Mulailah dengan menyikat gigi yang digunakan untuk mengunyah untuk
menghilangkan sisa-sisa makanan
2. Sikat gigi dimiringkan dan disikat memutar dengan sudut sedikat 45
derajat
3. Hilangkan kebiasaan buruk menyikat gigi dengan gerakan kiri-kanan.
Gerakan yang benar adalah merah-putih, yaitu dari gusi ke gigi.
4. Sikat gigi dengan lembut untuk membantu mengurangi plak dan
merangsang gusi. Lakukan pijatan gusi untuk memperlancar peredaran
darah.
5. Pindahkan sikat gigi ke posisi vertikal dan fokus dan gigi depan atas dan
bawah dalam. Ini adalah bagian gigi tempat plak sering terakumulasi.
6. Bersihkan gigi pada seluruh permukaan gigi sampai ke celah-celah gigi
dan saku gusi
7. Buka mulut Anda lebar-lebar dan sikat juga permukaan lidah, bagian
dalam pipi dan lagit-langit mulut. Ini merupakan langkah penting dalam
menyikat gigi yang benar, karena kotoran bisa menjadi 80 persen
penyebab bau mulut.
8. Bila dirasa kurang bersih, bisa diulangi cara-cara di atas.

9. Setelah selesai, bilas mulut dan sikat gigi dengan air bersih. Dan rendam
sikat gigi beberapa menit di dalam air untuk membunuh bakteri mulut yang
mungkin tertinggal di sikat gigi.
Pewawancara : Bagaimana cara memilih sikat gigi yang benar ?
Narasumber :
1. Sesuaikan ukuran sikat gigi dengan rongga mulut, terutama untuk
menggosok bagian yang sulit dijangkau. Selain itu, dengan memiliki sikat
gigi yang sesuai dengan rongga mulut, dapat mengoptimalkan tingkat
fleksibilitas yang lebih tinggi. Terutama bagi yang memiliki struktur gigi
cukup kecil, disarankan gunakan sikat gigi berukuran kecil pula. Bentuk
kepala sikat gigi yang berbentuk oval dapat melindungi gusi dari
kemungkinan terluka.
2. Pilihlah bulu sikat gigi yang halus. Hal ini berguna untuk melindungi
gusi dari kemungkinan terluka ketika menyikat gigi. Pun, bulu sikat yang
terlampau kasar dapat merusak lapisan gusi sehingga menyebabkan gigi
sensitif. Sebaliknya, jika bulu sikat terlalu halus, kebersihan gigi menjadi
kurang optimal.
3. Sikat gigi dengan pegangan yang cukup lebar dapat membantu untuk
menggenggam dengan lebih kuat dan mantap, sekalipun dalam keadaan
basah.
4. Jika menggunakan jenis sikat gigi yang memiliki penutup kepala sikat,
pastikan penutup sikat memiliki lubang ventilasi udara. Dengan demikian
proses tumbuhnya bakteri akibat tingkat kelembaban yang tinggi di kepala
sikat dapat terhindari.
5. Batas pemakaian sebuah sikat gigi adalah 3 bulan, jika digunakan lebih
dari tempo yang ditentukan, maka berpotensi untuk melukai gusi ketika
proses penyikatan berlangsung.
Pewawancara : Apa faktor dan penyebab gigi sensitive ?
Narasumber : Gigi sensitive terjadi karena akar-akar gigi yang terbuka selain itu ada faktor
lain yakni umur,pola makan,pola sikat gigi yang tidak benar
Pewawancara : Factor dan penyebab bau nafas , dan bagaimana cara mencegahnya ?
Narasumber : Factor bau nafas ada 2, yaitu dari dalam seperti dari perut dan dari mulut
pasien itu tersebut. Misalnya giginya ada yang busuk, plaknya
banyak( jigong)nya banyak, gigi yang berlubang tidak di tambal. Kalau dari
mulut masih bau, cek internis .
Pewawancara : Apa ada pengaruhnya bagi anak yang tidak menyukai susu sapi, sehingga
gigi pada balita terkesan tidak rapi?
Narasumber : Iya, karena anak yang tidak suka susu bisa menyebabkan gigi tidak
sempurna, disebabkan gigi kekurangan kalsium, untuk itu anak diusia balita
sangat butuh asupan susu untuk pembentukan gigi. Namun anak yang ada
di pesisir pantai yang cenderung di papua, mungkin cenderung tidak
mengenal susu , tetapi ada pengganti susu , yakni ikan-ikan laut dalam yang
mempunyai kalsium juga, untuk pembentukan gigi.

Pewawancara : Kenapa rokok menyebabkan gigi menjadi kuning ?


Narasumber : Karena ada zat nikotin yang terkandung didalam rokok, sehingga menempel
di permukaan gigi.
Pewawancara : Bagaimana cara membersihkan gigi bagi perokok, lalu pastagigi yang mana ,
yang cocok bagi perokok ?
Narasumber : Seperti biasa saja, dan harus ke dokter gigi untuk membuat gigi perokok
tersebut jika ingin menjadi putih kembali. Dan hindari merokok supaya
gigi kita, tidak rusak, dan tidak menjadi kuning.
Pewawancara : Apa pengaruh dan manfaat behel untuk kesehatan gigi kita?
Narasumber : Sangat berpengaruh, karena behel itu memperbaiki hubungan gigi kita antara
rahang atas dan rahang bawah , sehingga jika rahang atas dan rahang bawah
kita normal , untuk mengunyah dan mengigitnya bagus, makanya jangan
mengira behel itu bagus, bukan hanya untuk life style (gaya hidup), dan
kembali kepada pemakainya , jika pengontrolan gigi behel tidak bagus, dan
ditempat yang tidak bertanggung jawab, maka gigi itu akan mengalami
kerusakan dan berakibat fatal. Manfaat behel itu sebenarnya
mengembalikan fungsi gigi.
Pewawancara : Apa bedanya tempat pemasangan behel yang ditukang ahli gigi
dibandingkan dengan klinik ataupun Rumah sakit?
Narasumber : Tentu sangat berbeda, karena dari tempatnya saja, kalau di ahli gigi
dipinggir jalan belum tentu sudah diberi izin dari BPOM kesehatan R.I dan
ada pihak yang tidak bertanggung jawab, bahkan bisa membuat kerusakan
gigi dan berakibat fatal. sedangkan di Klinik atau Rumah sakit pasti sudah
dapat izin dari BPOM Kesehatan R.I, dan mutu pelayanan bagi para pasien
sudah terjamin dan pelayanan kesehatan, serta alat-alat pun canggih dan
terdapat Dokter yang professional.