Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM BIOKIMIA

REAKSI UJI PROTEIN

KELOMPOK

:7

HARI/ TANGGAL PRAKTIKUM

: SENIN, 17 MARET 2015

ASISTEN

:1. DEVI RAHMAWATI


2. SHINTA A. SIHOMBING

LABORATORIUM BIOKIMIA
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2015

Abstrak
Tujuan percobaan kali ini adalah untuk mengidentifikasi adanya senyawa protein
dalam sampel dengan berbagai macam metode secara kualitatif. Percobaan ini
didasarkan pada sifat asam amino pada protein yang mudah mengalami perubahan
struktur dan kelarutan protein pada suhu dan pH tertentu. Sampel yang digunakan
pada percobaan ini adalah 2 mL albumin dari putih telur ayam yang dilarutkan dalam
10 mL aquades. Larutan albumin selanjutnya dibagi ke dalam lima perlakuan dari
beberapa metode uji protein, seperti uji Biuret, pengendapan oleh garam organik
NH4Cl, pengendapan oleh alkohol dalam kondisi asam, basa, dan dapar asam, uji
koagulasi protein, dan uji denaturasi pada suhu dan pH tertentu, kemudian masingmasing perlakuan diberi indikator pereaksi yang sesuai seperti Millon dan Biuret.
Pada uji biuret, larutan albumin memberikan hasil positif berupa perubahan warna
menjadi ungu saat diteteskan biuret dan larutan CuSO4 suasana basa. Pada metode
pengendapan protein oleh garam NH4Cl, larutan albumin memberikan hasil positif
yang terlihat dari endapan putih yang terbentuk saat ditambahkan garam NH4Cl
hingga larutan lewat jenuh dan ditambahkan pereaksi Millon, sedangkan filtrat
larutan yang ditambahkan biuret menjadi warna biru keunguan yang menunjukan
adanya sedikit protein yang terkandung di dalamnya, begitu pula hasilnya pada uji
koagulasi. Sedangkan untuk hasil uji pengendapan protein oleh alkohol dan uji
denaturasi protein, pada suasana asam (1 mL HCl 0,1 N) dan dapar asam (1 mL
buffer asetat) terdapat endapan putih sebagai hasil positif untuk protein pada albumin
yang mengalami penurunan kelarutan, sedangkan pada suasana basa (1 mL NaOH 0,1
N) larutan tetap bening yang menunjukkan protein tidak mengalami pengendapan.
Kata kunci : Protein, albumin, biuret, pengendapan, millon.

Abstract
The purpose of this experiment is to identify proteins in the sample by using some
qualitative methods. This experiment based on characteristics of amino acid of
protein which are easily get changing on its structure and its solubility on certain pH
and temperature. The sample of this experiment is 2 mL albumin of chickens egg
white solved in 10 ml water. Next, the albumin solution is devided into five different
methods, these are Biuret test, precipitation test by inorganic salt NH4Cl and alcohol
on acid base situation, coagulation test, and also denaturation of protein test, further
the result will be observed by Millon and Biuret as reagents. On biuret test, albumin
solution gave positive result as the color changed to slight violet when added by
biuret and CuSO4 in base situation. On precipitation test by NH4Cl, the solution also
gave a positive result observed from white sediment which was formed by saturated
solution, and the filtrate gave purple color by biuret reagent. As the result same as
coagulation and denaturation test of protein. In the acidic and acidic buffer

condition, solution got white sediment as the positive result of protein in albumin,
while in the base condition, the mixing solution didnt change which shows that
protein wouldnt get any precipitation in base condition.
Keywords :protein, albumin, biuret, precipitation, millon.

0,80-2,00%

Pendahuluan
Istilah

protein,

yang

belerang

(Sumardjo,

2008).

dikemukakan pertama kali oleh pakar

Struktur

protein

dapat

kimia Belanda, G. J. Mulder pada

dikelompokkan

menjadi

empat

tahun 1939 berasal dari bahasa Yunani

golongan,

yaitu

struktur

primer,

proteios. Proteios mempunyai arti

sekunder,

tersier,

dan

yang pertama atau yang paling

Struktur primer adalah struktur linier

utama . Protein mempunyai peranan

dari rantai protein. Dalam struktur ini

yang sangat penting yaitu dalam

tidak terjadi antar aksi, baik dengan

struktur,

fungsi,

rantai protein yang lain maupun rantai

Karena

protein

dan

reproduksi.
atas

protein itu sendiri. Struktur sekunder

asamasamalfa amino, maka susunan

adalah dua dimensi dari protein.

kimianya mengandung unsure seperti

Terdapat ikatan hidrogen dan ikatan

karbon,

protein polipeptida. Struktur tersier

oksigen,

tersusun

kuartener.

hidrogen,

dan

nitrogen. Pada protein majemuk, selain

merupakan

struktur

unsur- unsure tersebut, kemungkinan

sederhana dari rantai protein. Dalam

masih mengandung fosfor, besi atau

struktur

magnesium. Susunan bagian berbagai

polipeptida juga terjadi antar aksi van

macam protein tidak jauh berbeda,

der waals dan antar aksi gugus

yaitu sekitar 52,40-54,50% karbon;

nonpolar

6,90-7,30% hidrogen; 15,50-18,00%

lipatan. Struktur tertinggi dari protein

nitrogen; 21,00-23,30% oksigen; dan

adalah

ini

selain

yang

struktur

tiga

terjadi

mendorong

kuartener.

dimensi

ikatan

terjadi

Pada

struktur ini di samping memiliki ikatan

hidrogen, gaya van der waals, dan

Dengan perbandingan kurang lebih

antar

aksi

memiliki

gugus

ikatan

membentuk

nonpolar,

juga

1:5. Lalu aduk hingga homogen,

nonkovalen

yang

setidaknya

struktur

dimensi

kompleks (Sunarya, 2007).


Albumin

mempunyai

bobot

mengandung belerang, tetapi miskin


residu

asam

amino

glisin.

Larutannya dalam air menggumpal


apabila

dipanaskan,

dan

dapat

mengendap apabila ditambah dengan


larutan

ammonium

sulfat

jenuh.

Albumin susu disebut laktabumin,


sedangkan

albumin

gandumdisebut

leukosin. Albumin plasma berperan

telur

tidak

mengendap di bawah.
Pengujian

molekulnya 17.000 - 70.000. Albumin

akan

albumin

Kadar

Protein

Menggunakan Reaksi Biuret


3 mL larutan protein diambil, dan
ditetesi dengan NaOH 2,5 N sebanyak
1 mL. Setelah itu ditambahkan 1 tetes
CuSO4 0,01 M. Kemudian campuran
tersebut

diaduk.

Jika

belum

ada

perubahan warna, ditambahkan terus


NaOH
perlahan

dan

CuSO4

lahan.

secukupnya

Sampai

terbentuk

kompleks warna.

dalam memberikan tekanan osmotik

Pengendapan Protein oleh Garam

koloid, yang selanjtunya mencegah

Anorganik.

plasma keluar dari sel (Kuchel, 2006).

Albumin telur yang sebelumnya telah


dibuat, diambil sebanyak 10 mL, untuk

Metode

dijenuhkan dengan ammonium sulfat,


Pembuatan Larutan Protein dengan
Mengggunakan Albumin Telur

dengan

cara

penambahan

kristal

ammonium sulfat secara perlahan-

Alat dan bahan disiapkan, seperti:

lahan,

tabung reaksi, gelas ukur, pipet, dan

hingga semua kristal larut. Garam

zat yang akan diuji, yaitu albumin

ammonium sulfat ditambahkan terus

telur. Albumin telur yang akan diuji

menerus

dilarutkan

kembali oleh solven. Ini menunjukkan

dalam

air

secukupnya.

campuran

hingga

tersebut

tidak

bisa

diaduk

larut

larutan telah dalam keadaan lewat

Tabung kedua ditambahkan 1 mL

jenuh. Endapan dan filtratnya disaring

NaOH 0,1 M dan 6 mL etanol 95%.

dan dipisahkan. Untuk endapannya


diuji

dengan

reagen

millon

dan

filratnya diuji dengan reagen biuret.


Perubahan diamati.

Larutan protein yang telah disiapkan


dimasukkan ke dalam tabung reaksi
sebanyak 5 mL. lalu ditambahkan 2
tetes asam asetat 1M atau secukupnya.
Tabung tersebut dicelupkan ke dalam
tabung mendidih selama kurang lebih
5 menit. Setelah terbentuk endapan,
pemanasan dihentikan, dan dipisahkan
filtrat

mL buffer asetat dan 6 mL etanol 95%.


Perubahan diamati
Denaturasi Protein

Uji Koagulasi

antara

Pada tabung ke tiga ditambahkan 1

dan

endapannya,

Protein disiapkan di dalam tabung


reaksi sebanyak 3 buah masingmasing sebanyak 9 mL. Larutan
protein pertama ditambahkan sebanyak
1 mL HCl 0,1 M, tabung kedua
ditambahkan 1 mL NaOH 0,1 M, dan
pada tabung ketiga ditambahkan 1 mL
buffer asetat dengan pH 4,7.
Celupkan ketiga tabung kedalam air

kemudian endapannya dibagi 2 bagian.

mendidih

selama

15

menit

1 bagian diuji dengan air dan 1 bagian

didinginkan. Perubahan yang terjadi

yang lain diuji dengan pereaksi millon.

diamati. Tabung 1 dan 2 ditambahkan

Hasil diamati.

kembali buffer asetat kurang lebih


sebanyak 10 mL tiap tabungnya.

Pengendapan oleh Alkohol


3 tabung berisi masing masing protein
disiapkan sebanyak 5 mL. Tabung
pertama ditambahkan 1 mL HCl 0,1 M
dan 6 mL etanol 95%.

lalu

Hasil
Uji Biuret
Tabung

Pereaksi

Hasil

Keterangan

Biuret

Terbentuk kompleks ungu

(+) Protein

Gambar 1. Hasil Uji Biuret


Pengendapan Protein oleh Garam Anorganik
Tabung

Pereaksi

Hasil

Keterangan

I (endapan)

Millon

Endapan kuning

(+) Protein

II (filtrat)

Biuret

Kompleks
keunguan

biru (+) Protein

Tabung 1

Tabung 2

Gambar 2. Hasil Uji Pengendapan oleh Garam Anorganik

Pengendapan oleh Alkohol


Tabung

Pereaksi

Hasil

1 ml HCl 0.1 N + Etanol Putih keruh

Keterangan
(+) protein

95%
II

1 ml NaOH 0.1 N +Etanol Bening

(-) protein

95%
III

1 ml Buffer asetat +Etanol Putih keruh


95%

(+) protein

Tabung 1

Tabung 3

Tabung 2

Gambar 3. Hasil Pengendapan oleh Alkohol

Uji Koagulasi
Tabung

Pereaksi

Hasil

Keterangan

I (endapan)

Air

Bening

(-) protein

II (endapan)

Millon

Endapan Putih

(+) protein

Gambar 4. Hasil Uji Koagulasi

Denaturasi Protein
Tabung

Pereaksi

Hasil

Keterangan

1 ml HCl 0.1N

Terjadi endapan

(+) protein

II

1ml NaOH 0.1 N

Tidak ada endapan

(-) protein

III

1 ml buffer asetat

Endapan

(+) protein

IV(hasil tabung I 10ml buffer asetat

Endapan

(+) protein

endapan

(+) protein

+buffer)
V(hasil
II+buffer)

tabung 10 ml buffer asetat

Tabung 1

Tabung 3

Tabung 2

Tabung 4

Tabung 5

yang bereaksi dengan pereaksi biuret,


yang bertindak sebagai pembentuk
kompleks warna adalah protein dengan
ion Cu2+ yang terdapat pada pereaksi
biuret dalam suasana basa. Sampel
albumin

telur

dilarutkan

dalam

aquades kemudian diteteskan pereaksi


CuSO4 pada
kemudian

tabung

reaksi

menimbulkan

yang

kompleks

warna ungu. Reagen CuSO4 berperan


sebagai penyedia ion Cu2+ yang akan

Gambar 5. Denaturasi Protein

membentuk

kompleks

warna

jika

direaksikan dengan protein.


Pembahasan

Gambar 1. Hasil Uji Biuret

Pengujian kadar protein yakni pada

Tabel 1. Hasil Uji Biuret

sampel

albumin

telur

dilakukan

dengan menggunakan lima metode


pengujian,

yakni

Uji

Biuret,

Tabung Pereaksi
I

Biuret

oleh

Alkohol,

Uji

Koagulasi, dan Denaturasi.

Kompleks
warna ungu

Pengendapan oleh Garam Anorganik,


Pengendapan

Hasil

Hasil yang diperoleh adalah larutan


albumin mengalami perubahan warna
menjadi ungu hal ini menunjukkan

1. Uji Biuret
Sampel berupa albumin telur diuji
kadar proteinnya menggunakan uji

bahwa

albumin

telur

positif

mengandung protein. Reaksi yang


terjadi adalah sebagai berikut :

biuret yang memiliki prinsip pengujian

CuSO4.5H2O + 2NaOH Cu(OH)2 +

yakni pengukuran serapan cahaya

NaSO4 + 5H2O

kompleks warna ungu dari protein

Cu(OH)2

Cu2+ + 2OH-

rantai peptida pada sampel protein


yang digunakan yakni albumin telur.
2. Pengendapan

oleh

Garam

Anorganik
Sampel protein yang digunakan
yakni albumin telur dilakukan uji
pengendapan oleh garam anorganik.
Garam anorganik yang digunakan
adalah

amonium

sampel

sulfat.

dijenuhkan

Larutan
dengan

penambahan garam amonium sulfat


sampai lewat jenuh kemudian diuji
kelarutannya menggunakan pereaksi
Millon dan filtrat yang dihasilkan diuji
oleh pereaksi Biuret.

Pereaksi biuret memiliki komposisi

Gambar 2. Hasil Uji Pengendapan

senyawa kompleks yang mengandung

oleh Garam Anorganik

atom karbon, hidrogen, oksigen, dan

Tabel 2. Hasil Uji Pengendapan oleh

nitrogen serta merupakan hasil reaksi

Garam Anorganik

antara dua senyawa urea (CO(NH2)2).


Pada keadaan basa yakni dengan
penambahan NaOH, ion Cu2+ yang

Tabung Pereaksi
I

Millon

Endapan
bewarna kuning

berasal dari CuSO4 akan bereaksi


dengan gugus CO dan NH dari

Hasil

II

Biuret

Filtrat berwarna
biru keunguan

Endapan yang terbentuk terjadi


karena

kelarutan

berkurang

akibat

protein
larutan

yang
protein

dijenuhkan

dengan

endapan

yang

(NH4)2SO4,

terbentuk

kelarutannya

diuji

dalam

millon.

ditambahkan garam anorganik yakni

Berdasarkan percobaan, endapan yang

amonium

dihasilkan memberikan uji yang positif

sulfat

pembentukkan

endapan protein ini disebut salting out.

karena

Kemampuan

Endapan tersebut menunjukkan protein

ion

menghidrasi

garam

untuk

menyebabkan

menghasilkan

yang

mengendap

pengendapan terus terjadi, sehingga

menghasilkan

terjadi kompetisi antara ion garam

dipanaskan.

endapan.

dan

warna

akan

merah

jika

anorganik dengan molekul protein

Selanjutnya filtrat larutan tersebut

untuk mengikat air. Karena garam

direaksikan dengan pereaksi biuret dan

anorganik lebih menarik air maka

berdasarkan

jumlah

telur menunjukkan hasil positif yang

air

yang

tersedia

untuk

percobaan,

larutan

albumin

molekul protein akan berkurang.

ditandai

berwarna

Reaksi yang terjadi adalah sebagai

keunguan.

berikut :

dengan pereaksi biuret bertujuan untuk

Pengujian

biru
filtrat

mengetahui ada tidaknya gugus amida


pada filtrat yang dihasilkan.

3. Pengendapan oleh Alkohol


Uji pengendapan oleh alkohol
pada

larutan

albumin

dilakukan

dengan penyiapan tiga tabung reaksi


yang telah diisi oleh larutan protein.
Larutan albumin dalam air
dapat diendapkan dengan penambahan
ammonium

sulfat

((NH4)2SO4)

hingga jenuh. Setelah larutan albumin

Kemudian pada tabung I ditambahkan


HCl dan etanol 95%, tabung II
ditambahkan NaOH dan etanol 95%,
tabung III ditambahkan buffer asetat

dan etanol 95%. Pengujian endapan

ada dalam larutan, sehingga pada

protein oleh alkohol ini bertujuan

suasana tertentu mampu membentuk

untuk

endapan. Pada tabung reaksi I larutan

mengidentifikasi

pengaruh

alkohol terhadap kelarutan protein

sampel

albumin

ditambahkan

pada suasana asam dan basa serta pada

HCl menghasilkan

pH isoelektriknya.

endapan yang dihasilkan sedikit, ini

Tabel 3. Hasil Pengendapan oleh

terjadi karena gugus positif pada

Alkohol

protein berikatan dengan gugus Cl- dan

endapan

namun

gugus negatif yang ada pada larutan


sehingga

terbentuk

endapan

pada

Tabung

Pereaksi

Hasil

HCl + etanol

Endapan

suasana asam. Pada tabung reaksi II

95%

putih

yang ditambahkan dengan NaOH tidak

NaOH +

Bening

terjadi pengendapan karena pH nya

II

terlampau jauh dari titik isoelektrik

etanol 95%
III

Buffer asetat

Endapan

+ etanol 95%

putih

protein. Pada tabung reaksi III yang


ditambahkan
penyangga

dengan
(buffer)

larutan
pH

4,7

menghasilkan endapan yang banyak,


Gambar 3. Hasil Pengendapan oleh

hal ini terjadi karena pH tersebut

Alkohol

merupakan titik isoelektrik protein.

Etanol

yang

digunakan

berperan

4. Uji Koagulasi

sebagai penurun konstanta dielektrik

Uji Koagulasi yang dilakukan pada

larutan sehingga gaya tarik - menarik

sampel larutan albumin memiliki dua

antar molekul jadi semakin kuat.

parameter yakni pengaturan nilai pH

Gugus

asam

amino

dan suhu. Larutan albumin yang telah

etanol

untuk

dimasukan ke dalam tabung reaksi

bereaksi dengan gugus negatif yang

ditambahkan dua tetes asam asetat

positif

dikondisikan

dari
oleh

kemudian

diletakkan

dalam

air

mendidih selama lima menit. Endapan

muatan protein pada albumin yang

yang

diuji

telah dipengaruhi oleh ion H+ dari

kelarutannya dalam air dan pereaksi

asam asetat menyebabkan konformasi

Millon.

alamiah protein seperti struktur tersier

diperoleh

kemudian

dan struktur kuartener protein pada


Gambar 4. Hasil Uji Koagulasi

albumin

akan

konformasi
Tabel 4. Hasil Koagulasi

rusak.

Rusaknya

alamiah

protein

menyebabkan terganggunya stabilitas

Tabung

Pereaksi

Hasil

dari larutan albumin, sehingga larutan

Air

Bening

albumin mengalami koagulasi.

II

Millon

Endapan

5. Denaturasi Protein

putih
Penambahan

asam

Denaturasi sampel larutan albumin


asetat

menyebabkan albumin mengendap dan


menghasilkan hasil positif terhadap
pereaksi Millon dengan terbentuknya
kompleks

warna

endapan

putih.

Endapan yang terbentuk adalah hasil


perubahan struktur tersier albumin.
Protein pada albumi terkoagulasi oleh
pemanasan
Terjadinya

pada
koagulasi

suhu

60 C.

disebabkan

karena ion H+ dari CH3COOH terikat


pada gugus negatif pada protein.
Ketika ion H+ dari asam asetat masuk
ke dalam larutan, akan mempengaruhi
keseimbangan

dan

pengkutuban

muatan dari molekul protein. Kutub

dilakukan dengan larutan albumin


ditempatkan pada tiga tabung reaksi
yang

kemudian

ditambahkan

pada

HCl,

tabung
tabung

I
II

ditambahkan NaOH, dan tabung III


ditambahkan buffer asetat pH 4,7.
Ketiga tabung ditempatkan pada air
mendidih selama 15 menit. Hasil pada
tabung I dan II ditambahakan buffer
asetast pH 4,7. Prinsip denaturasi
yakni pemecahan struktur sekunder,
tersier, dan kuartener dari protein
namun tidak untuk struktur primernya.
Tabel 5. Hasil Denaturasi
Tabung

Pereaksi

Hasil

HCl

Terdapat

II

III

Hasil I

Hasil II

endapan

Pada

Tidak ada

penambahan HCl 0.1 M terbentuk

endapan

endapan. Tabung reaksi II dengan

Buffer

Terdapat

penambahan NaOH 0.1 M tidak

asetat

endapan

terjadi pengendapan, dan tabung

Buffer

Terdapat

reaksi III ditambahkan buffer asetat

asetat

endapan

terdapat endapan. Tabung reaksi I

Buffer

Terdapat

dan II didinginkan lalu pada tabung I

asetat

endapan

dan II ditambahkan Buffer asetat pH

NaOH

tabung

4,7.
Gambar 5. Hasil Denaturasi

reaksi

dengan

Kedua

tabung

tersebut

menimbulkan

endapan.

Endapan

yang terjadi pada tabung I yang


Proses

denaturasi

akibat

pecahnya

terjadi

ditambahkan HCl memiliki jumlah

hidrogen,

paling banyak. Pada tabung reaksi III

albumin
ikatan

ikatan garam, interaksi hidrofobik, dan

yang

ditambahkan

buffer

terbentuknya lipatan molekul protein

menghasilkan

pada larutan protein.

memiliki pH 4,7 yang sama dengan

endapan

asetat
karena

pH albumin yaitu 4,5-4,9. Titik


isoelektrik

memiliki

hubungan

dengan sifat fisika dan kimia.. Titik


isoelektrik pada albumin adalah pH
4,5-4,9.

Berdasarkan

percobaan

albumin berdenaturasi lebih banyak


pada

penambahan

HCl,

dengan

demikian dapat disimpulkan bahwa


pada protein albumin, asam amino
yang mendominasi
amino

yang

adalah asam

bersifat

asam.

Denaturasi yang umum ditemukan

adalah

proses

koagulasi

presipitasi

protein

dan

seperti

asam

2. Sumardjo, D. 2008. Pengantar


Kimia Buku Panduan

amino, protein yang larut dalam air

Mahasiswa Kedokteran dan

akan

yang

Program Strata I Fakultas

dan

Bioeksata. Jakarta: EGC.

membentuk

mempunyai

ion

muatan

positif

negatif. Protein pada albumin akan

3. Sunarya, Y. 2007. Mudah dan

membentuk muatan positif pada

Aktif Belajar Kimia. Bandung:

suasana asam, sedangkan dalam

Setia Purna Inves.

suasana basa akan membentuk ion


negatif.
Simpulan
Pada percobaan ini digunakan
albumin putih telur, yang dihasilkan
positif protein pada uji biuret, uji
pengendapan

alkohol

dalam

suasana asam, uji koagulasi pada


millon, dan denaturasi pada proses
pemanasan dan susasana asam.
Adapun semua hasil yang didapat
berada dalam suasana asam, dan
ketika pada suasana basa protein
tidak

mengalami

reaksi

positif

protein.
Daftar Pustaka
1. Kuchel, P. 2006. Biokimia.
Jakarta: Erlangga.

Anda mungkin juga menyukai