Anda di halaman 1dari 47

KASUS

KEDOKTERAN
KELUARGA: TB
ANAK
Cut Aisyah Khumairah, S.Ked

(1310.221.070)

Tutuko Radite PN, S.Ked

(1310.221.075)

Novika Mega W, S.Ked

(1310.221.083)

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat UNDIP


Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional
Veteran Jakarta Tahun 2015

BAB I LATAR BELAKANG


BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB III HASIL KDK
BAB IV PENUTUP

BAB I
LATAR BELAKANG
TUBERKULOSIS ANAK

LATAR BELAKANG

TB merupakan salah satu penyakit menular yang penularanny


M
H
Penyakit
Pendekatan

TUJUAN
Tujuan Umum

TUJUAN KHUSUS

MANFAAT
Bagi Penulis

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
TUBERKULOSIS ANAK

Mycobacterium
Tuberculosis
Bakteri berbentuk batang aerob yang tidak

membentuk spora

Bakteri berbentuk batang aerob yang tidak

membentuk spora

Basil tuberkulosis ditandai dengan tahan

asam.

Mikobakterium kaya akan lipid yang terdiri dari

asam mikolat (asam lemak rantai panjang C78C90), lilin, dan fosfat.

Sifat Pertumbuhan

TUBERKULOSIS ANAK
Menurut Kartasasmita (2009),
sulitnya konfirmasi diagnosis TB
pada anak mengakibatkan
penanganan TB anak terabaikan

FAKTOR RISIKO
Risiko Infeksi TB
Terpajan dengan orang

dewasa dengan TB aktif


Daerah endemis
Kemiskinan
Lingkungan yang tidk

sehat
Tempat penampungan

umum
dll

Risiko Sakit TB
Usia
Uji tuberkulin (+)
Malnutrisi
Imunokompromais
Epidemiologi TB
Kepadatan hunian
Pendidikan rendah
dll

RISIKO SAKIT TB PADA ANAK


YANG TERINFEKSI TB
Umur saat infeksi

Tidak Sakit

Primer

Risiko Sakit
TB Paru

(Tahun)

TB Diseminata
(milier, meningitis)

<1

50%

30-40%

10-20%

1-2

75-80%

10-20%

2-5%

2-5

95%

5%

0,5%

5-10

98%

2%

<0,5%

>10

80-90%

10-20%

<0,5%

BAB III
LAPORAN HASIL
KUNJUNGAN RUMAH

IDENTITAS
Pasien

Kepala Keluarga

Nama : An. MN

Nama : Tn. MS

Umur

Umur : 30 Tahun

Jenis kelamin : Laki-laki

: 5 Tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Status : Tidak Kawin
Agama: Islam
Suku bangsa : Jawa
Pendidikan
: TK
Pekerjaan : Alamat lengkap : Perumahan
Sandangsari Gg Kapas Tengah no 44
RT/RW 001/008 Desa Madyocondro
Kecamatan Secang, Kabupaten
Magelang, Jawa Tengah

Status

: Menikah
Agama
: Islam
Suku bangsaz
: Jawa
Pendidikan : SLTA
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat lengkap : Perumahan
Sandangsari Gg Kapas Tengah no 44
RT/RW 001/008 Desa Madyocondro
Kecamatan Secang, Kabupaten
Magelang, Jawa Tengah

KARAKTERISTIK
KEDATANGAN PASIEN KE
PUSKESMAS SECANG 1
Pasien datang ke Puskesmas Secang I
pertama kali bulan Januari 2015. Pasien
datang dengan keluhan sering batukbatuk yang sudah lama. Pasien datang
diantar oleh ibu yang melakukan
kunjungan kontrol rutinnya untuk
pengobatan TB paru

KARAKTERISTIK DEMOGRAFI
KELUARGA
Pasien tinggal bersama kedua orangtua dan adik perempuan
yang berusia 3 tahun di Perumahan Sandangsari Gg Kapas
Tengah no 44 RT/RW 001/008 Desa Madyocondro Kecamatan
Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Daerah tempat
tinggal pasien merupakan daerah pemukiman penduduk
yang baik dan dengan keadaan lingkungan yang bersih

PROFIL KELUARGA PASIEN


Status
Umur
No

Pendidika

Nama

Hubungan
Pekerjaan

(Tahun)

Keteteranga
Perkawina

Keluarga

n Kesehatan
n

Wiraswast
1.

MS

30

SLTA

Suami

Kawin

Sehat

Post
2.

RM

29

SLTA

Pedagang

Istri

Kawin

Pengobatan
TB paru

Tidak
3

MN

TK

Pelajar

Anak I

TB anak
Kawin
Tidak

Anak II

Sehat
Kawin

GENOGRAM

DENAH RUMAH

RESUME PENYAKIT DAN PENATALAKSANAAN


YANG SUDAH DILAKUKAN

Anamnesis dilakukan secara


alloanamnesis dan
autoanamnesa pada tanggal 8
Maret 2015 pukul 19.00 WIB di
rumah pasien

Keluhan Utama

Riwayat Penyakit Dahulu

KEPALA

dicabut
MATA
(-/-),
TELINGA
Sekret (-)
HIDUNG
BIBIR
TENGGOROK

nyeri
LEHER

: Normocephali, rambut hitam, distribusi


rambut merata, tidak mudah
: Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik
mata cekung (-)
: Benjolan (-), Oedem (-), Nyeri tekan (-),
: sekret (-), deviasi septum (-)
: Pucat (-), sianosis (-), bibir kering (+)
: T1-T1, faring hiperemis (-), granulasi (-),
telan (-)
: Trakhea di tengah, pembesaran KGB (-)

THORAKS :
COR
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

:
:
:
:

Iktus cordis tak tampak


Iktus cordis teraba tidak kuat angkat
Dalam batas normal
BJ I-II Normal, murmur (-), gallop (-)

:
:
:
:

Normochest, simetris.
Fremitus kanan = kiri
Sonor di seluruh lapangan paru
Suara napas vesikuler, ronkhi (-/-),

PULMO
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

wheezing (-/-)

ABDOMEN

Inspeksi
Palpasi

abdomen (-),
Perkusi
Auskultasi

: Datar
: Supel, hepar / lien tidak teraba
membesar, nyeri tekan
turgor baik
: Timpani
: Bising usus (+) normal

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Rontgen
: Sugestif TB
Mantoux Test

: (+)

DIAGNOSIS KERJA
Skoring TB anak = 9 (>6) DIAGNOSIS
PARAMETER
SKOR
TB KEADAAN
ANAK PASIEN
Kontak

dengan Kontak dengan pasien 3

pasien TB
Uji Tuberkulin

BTA (+)
+

Keadaan Gizi

Demam tanpa sebab >2 minggu

jelas
Batuk

>3 minggu

Pembesaran KGB

Pembengkakan

tulang
Foto TB

Sugestif TB

PENATALAKSANAAN
Non Medikamentosa

HASIL PENATALAKSANAAN MEDIS

Pemeriksaan dilakukan saat


kunjungan ke rumah pasien pada
tanggal 10 dan 12 Maret 2015, pasien
merasa sesekali batuk-batuk namun
sudah tidak dmam, berat badan belum
ada peningkatan.

Faktor Pendukung

IDENTIFIKASI FUNGSI-FUNGSI
KELUARGA
FUNGSI BIOLOGIS DAN REPRODUKSI

Pasien batuk-batuk sudah 1 bulan belum berhenti. Pasien sering batuk-batuk


namun tidak pernah sesak dan belum pernah lebih dari 3 minggu. Selama dua
bulan terakhir pasien tidak pernah sakit yang lain atau menjalani perawatan di
RS namun keluhan batuk disertai uga dengan demam yang hilang timbul tanpa
penyebab yang jelas. Pasien memiliki riwayat kontak dengan pasien BTA positif
yaitu sang ibu pasien sendiri. Pasien saat ini berusia 5 tahun, tidak pernah
mengalami kelaianan sejak lahir. Penolong persalinan oleh dokter spesialis
kandungan dan kebidanan.

FUNGSI PSIKOLOGIS

Pasien tinggal bersama kedua orangtua dan satu adik perempuan dengan
selisih usia 2 tahun. Sehari-hari pasien aktif bermain dengan adik dan kedua
orangtuanya. Orangtua tidak memiliki masalah dalam mendidik anak-anaknya.

FUNGSI EKONOMI

Sumber penghasilan dari keluarga pasien


didapatkan
dari
hasil
kerjaayah
sebagai
wiraswasta
dengan
penghasilan
rata-rata
sebulan 4.000.000 per bulan dan hasil
berdagang ibu. Penghasilan tersebut dipakai
untuk membayar listrik, telepon seluler, dan
untuk belanja harian. Untuk kebutuhan primer
(makan,
minum,
sandang,
papan)
serta
kebutuhan sekunder (ibadah, alat elektronik)
sudah tercukupi dengan baik.

Fungsi Pendidikan

Pendidikan terkhir pasien saat ini adalah Taman KanakKanak, sedangkan pendidikan terakhir orangtua pasien
adalah SLTA.
Fungsi Religius

Pasien dan keluarga memeluk agama islam yang


menjalankan ibadah sholat lima waktu dan sering
sholat berjamaah di mushola dekat rumahnya
Fungsi Sosial Budaya

Pasien diberikan pembekalan agama sejak kecil dan


mengikutsertakan anaknya untuk kegiatan-kegiatan
keagamaan yang ada di sekolah. Pasien sebagai
seorag anak memiliki waktu untuk bermain dengan
teman-teman sebaya yang biasa dilakukan sore hari.

Pola Konsumsi Makan Pasien

Frekuensi makan ratarata pasien setiap


harinya 3x sehari dengan mengolah makanan
sendiri di rumah. Variasi makanan sebagai
berikut: nasi, lauk (ayam, telur, ikan, tempe,
tahu), sayur (bayam, kangkung,sop). Pasien
kadang mengkonsumsi buah-buahan. Buah
favorit pasien yang biasa diberikan oleh
orangtua adalah pepaya dan mangga.

IDENTIFIKASI FAKTORFAKTOR YANG


MEMPENGARUHI KELUARGA
Faktor Perilaku

Pasien tidur rata-rata pada pukul 22.00 WIB.


Pasien tidur bersama adik dan kedua orangtuaya.
Kegiatan sehari-hari pasien sekolah dari pukul
07.00 hingga 10.00 WIB diantar jemput oleh ibu.
Pasien dibiasakan makan di rumah sehingga tidak
terlalu sering jajan di luar. Pasien memeilki waktu
istirahat siang dan bermain di sore hari. Saat
maam hari sehabis makan malam pasien biasa
bermain dengan adik perempuan dan
orangtuanya.

Faktor Non Perilaku

Sarana pelayanan kesehatan di sekitar rumah


cukup dekat seperti puskesmas. Hal ini cukup
berpengaruh terhadap kemudahan
mendapatkan pelayanan kesehatan jika ada
anggota keluarga yang sakit. Jarak rumah ke
Puskesmas Secang Ikurang dari 1 km.Keluarga
pasien memiliki kendaraan pribadi untuk
bepergian ke pelayanan kesehatan.

IDENTIFIKASI
LINGKUNGAN RUMAH
Pasien tinggal di rumah milik sendiri yang berasal dari warisan kedua

orangtua ayah pasien. Terletak di daerah pemukiman perumahan


yang asri, cukup bersih dan teratur. Bentuk bangunan 1 lantai.Secara
umum gambaran rumah terdiri dari 3kamar tidur, 1 dapur,1 kamar
mandi+WC, dan 1 ruang tamu.Lantai rumah hanya di bagian ruang
tamu keramik dan di bagian dapurplester,dinding tembok dari bata,
atap dari genteng dengan langit-langit.Ventilasi dan penerangan
disetiap ruangan kurang,terdapat jendela di ruang tamu dan ruang
tidur namun tidak pernah dibuka.Kebersihan dalam rumah dan luar
rumah cukup baik, danuntuk tata letak barang cukup rapi.Listrik 900
watt, sumber air bersih untuk keperluan sehari-hari dari PAM.
Fasilitas MCK dengan jamban jongkok, bak mandi dikuras sesuai
kebutuhan. Jarak antara septic tank dengan sumber air minum
kurang dari 10 meter. Kebersihan dapur cukup baik, pembuangan air
limbah ke selokan dan aliran lancar. Di dalam rumah terdapat
tempat sampah yang tidak tertutup. Jalan di depan rumah terbuat
dari plester semen. Kebersihan lingkungan pemukiman sudah baik.

DIAGNOSIS FUNGSI
KELUARGA
Fungsi Biologis

Fungsi penguasaan masalah dan kemampuan beradaptasi

DIAGRAM REALITA YANG ADA


PADA KELUARGA

DIAGNOSIS HOLISTIK
ASPEK 1

DIAGNOSIS HOLISTIK
ASPEK IV

PENGELOLAAN SECARA
KOMPREHENSIF
Promotif

RISIKO, PERMASALAHAN, DAN


RENCANA PEMBINAAN KESEHATAN
KELUARGA
Risiko dan Masalah
No.

Rencana pembinaan

Sasaran

Kesehatan
1.

Penyakit Tuberkulosis pada

Memberikan edukasi mengenai penyakit

Orangtua

Anak

Tuberkulosis yang meliputi:faktor risiko,rencana

pasien

pengobatan,komplikasi dan pencegahan

2.

Kebiasaan mengkonsumsi

Edukasi dan motivasi pasien tentang manfaat

Orangtua

makanan dengan menu

mengkonsumsi makanan dengan menu seimbang

pasien

Edukasi tentang pentingnyamembuka jendela

Orangtua

agar sirkulasi udra lancar

pasien

Melakukan pemeriksaan

Memberikan edukasi kepada orangtua pasien

Orangtua

untuk keluarga yang tinggal

mengenai pentingnya memeriksakan seluruh

pasien

satu rumah dengan

anggota keluarga untuk mencari sumber

penderita

penularan dan segara dilakukan pengobatan.

seimbang
3.

4.

Membuka Jendela

PEMBINAAN DAN HASIL


KEGIATAN
Tanggal

10-03-2015

Kegiatan yang dilakukan

Edukasi mengenai penyakit TB

Keluarga yang terlibat

Orangtua pasien.

anak yang meliputi,faktor

Hasil kegiatan
Oragtua pasien memahami
penjelasan yang diberikan.

risiko,rencana pengobatan
komplikasi dan pencegahan.
12-03-2015

Edukasi mengenai pola makan

Orangtuapasien

dengan menu seimbang

Orangtua pasien memahami


penjelasan yang diberikan.

diantaranya karbohidrat tinggi,


lemak rendah, protein sedang,
dengan porsi kecil tapi banyak.
Edukasi mengenai perilaku hidup Orangtua pasien

Orangtua pasien memahami

sehat diantaranya adalah

penjelasan yang diberikan.

membuka jendela, tidak


membuang dahak ditempat
terbuka, barang yang digunakan
penderita dipisahkan,
pentingnya untuk melakukan
pemeriksaan terhadap seluruh
anggota keluarga yang tinggal
satu rumah dengan penderita

BAB IV. PENUTUP


Kesimpulan Pembinaan Keluarga
Hasil pembinaan keluarga dilakukan pada tanggal 10 Maret 2015

dan 12 Maret 2015 pada pukul 19.00 WIB. Dari pembinaan


keluarga tersebut didapatkan hasil sebagai berikut

Tingkat pemahaman :Pemahaman terhadap penyuluhan yang

dilakukan sudah baik. Oragtua pasien memiliki pengetahuan


tambahan mengenai alur pengobatan anak dan terapi penujang
lain selain dari obat-obatan
Hasil Pemeriksaan

Keadaan Umum
Keluhan
TTV

: Baik

: Tidak ada

: dalam batas normal

BAB IV. PENUTUP


KESIMPULAN

SARAN

Faktor pendukung :

Orangtua pasien kooperatif


dalam menerima pembinaan
yang dberikan, kesadaran
orangtua pasien baik untuk
dapat merawat anaknya dan
memeriksakan seluruh
anggota keluarga, oragtua
mau belajar untuk
menyediakan makanan menu
bergizi.
Faktor penyulit : tidak ada
Indikator keberhasilan:
Pengetahuan dan kesadaran
sudah meningkat

Dalam rangka

mengurangi angka
kesakitan anak
terutama akibat TB
diperlukan pendekatan
keluarga dalam
penatalaksanaan
secara komprehensif