Anda di halaman 1dari 41

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator
keberhasilan layanan kesehatan di suatu negara. Kematian ibu dapat terjadi
karena beberapa sebab, diantaranya karena anemia. Penelitian Chi, dkk
menunjukkan bahwa angka kematian ibu adalah 70% untuk ibu-ibu yang
anemia dan 19,7% untuk mereka yang non anemia.5
. Kematian ibu 15-20% secara langsung atau tidak langsung
berhubungan dengan anemia. Anemia pada kehamilan juga berhubungan
dengan meningkatnya kesakitan ibu. Anemia karena defisiensi zat besi
merupakan penyebab utama anemia pada ibu hamil dibandingkan dengan
defisiensi zat gizi lain. Oleh karena itu anemia gizi pada masa kehamilan
sering diidentikkan dengan anemia gizi besi Hal ini juga diungkapkan oleh
Simanjuntak tahun 1992, bahwa sekitar 70 % ibu hamil di Indonesia
menderita anemia gizi.5
Anemia defisiensi zat besi merupakan masalah gizi yang paling lazim
di dunia dan menjangkiti lebih dari 600 juta manusia. Dengan frekuensi
yang

masih

cukup

(Prawirohardjo,2002).

tinggi,
Badan

berkisar
kesehatan

antara
dunia

10%

dan

(World

20%
Health

Organization/WHO) melaporkan bahwa prevalensi ibu-ibu hamil yang


mengalami defisiensi besi sekitar 35-75%, serta semakin meningkat seiring
dengan pertambahan usia kehamilan. Anemia defisiensi zat besi lebih
cenderung berlangsung di negara yang sedang berkembang daripada negara
yang sudah maju. 36% (atau sekitar 1400 juta orang) dari perkiraan populasi

3800 juta orang di negara yang sedang berkembang menderita anemia jenis
ini, sedangkan prevalensi di negara maju hanya sekitar 8% (atau kira-kira
100 juta orang) dari perkiraan populasi 1200 juta orang. Di Indonesia
prevalensi anemia pada kehamilan masih tinggi yaitu sekitar 40,1% (SKRT
2001). Lautan J dkk (2001) melaporkan dari 31 orang wanita hamil pada
trimester II didapati 23 (74%) menderita anemia, dan 13 (42%) menderita
kekurangan besi.5
Dalam mengatasi masalah anemia pada ibu hamil Dinas Kesehatan
Propinsi Jawa Tengah mempunyai program suplementasi tablet tambah
darah yang bisa didapatkan di puskesmas daerah. Tablet tambah darah dapat
menghindari anemia besi dan asam folat. Pada ibu hamil dianjurkan untuk
mengkonsumsi tablet zat besi minimal 90 tablet selama masa kehamilan.2
Berdasarkan data yang diperoleh dari SPM Puskesmas Secang I bulan
Januari Februari 2015 didapatkan bahwa pencapaian cakupan ibu hamil
yang diberi tablet Fe 90 belum mencapai 100% yaitu sebesar 69%. Hal
inilah yang menjadi latar belakang penulis untuk mencari tahu penyebab
belum tercapainya pencapaian 100% dari program pemberian tablet Fe 90
di Puskesmas Secang I.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas maka didapatkan perumusan
masalah yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi sehingga cakupan ibu
hamil yang mendapat 90 tablet Fe di Desa Madyocondro, Kecamatan
Secang, Kabupaten Magelang pencapaiannya pada periode Januari
Februari 2015 masih kurang dari 100%.
1.3 TUJUAN

1.3.1

Tujuan Umum
Mengetahui, mengidentifikasi, menganalisis serta evaluasi cakupan

ibu hamil yang mendapat 90 tablet Fe di Desa Madyocondro, Kecamatan


Secang, Kabupaten Magelang Periode Januari Februari 2015 belum
memenuhi target.
1.3.2 Tujuan Khusus
1. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi cakupan ibu hamil yang
mendapat 90 tablet Fe di Desa Madyocondro, Kecamatan Secang,
Kabupaten Magelang Periode Januari Februari 2015 belum memenuhi
target.
2. Mampu

menganalisis

penyebaab

masalah

berdasarkan

metode

pendekatan sistem (input, proses, output, dan lingkungan).


3. Mampu memberikan alternatif pemecahan masalah yang ada.
4. Mampu menyusun Plan of Action pemecahan suatu masalah.
1.4 MANFAAT
1.4.1

Bagi Mahasiswa:

a. Sebagai syarat untuk mengikuti ujian kepaniteraan klinik Ilmu


kesehatan Masyarakat.
b. Mengetahui sistem manajemen puskesmas secara keseluruhan.
c. Mengetahui upaya-upaya pokok maupun tambahan yang di puskesmas.
d. Melatih kemampuan analisis dan pemecahan terhadap masalah yang
ditemukan didalam program puskesmas.
1.4.2 Bagi Puskesmas :
a. Mengetahui masalah atau upaya puskesmas yang belum memenuhi
target standar pelayanan minimal (SPM).
b. Membantu puskesmas dalam mengidentifikasi penyebab dari upaya
puskesmas yang belum memenuhi target standar SPM.

c. Membantu puskesmas dalam memberikan alternatif penyelesaian


terhadap masalah tersebut.
d. Membantu puskesmas dalam mewujudkan program Indonesia sehat.
1.5 BATASAN PENGKAJIAN
1.5.1

Batasan Judul
Evaluasi kegiatan dengan judul Evaluasi Cakupan Ibu Hamil Yang

Mendapat 90 Tablet Fe di Desa Madyocondro, Kecamatan Secang,


Kabupaten Magelang Periode Januari Februari 2015 mempunyai batasan
pengertian judul sebagai berikut:
1. Evaluasi
Adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai,
atribut, apresiasi, dan pengenalan serta pemberian solusi-solusi atau
permasalahan yang ditemukan.
2. Cakupan
Adalah jangkauan suatu hal.
3. Ibu Hamil
Ibu yang mengandunhh mulai trimester I s/d trimester III.
4. 90 Tablet Fe
Suatu program yang dicanangkan pemerintah dalam hal pencegahan
komplikasi kehamilan dan persalinan yang merupakan tablet tambah
darah untuk menanggulangi Anemia Gizi Besi yang diberikan kepada
ibu hamil.
5. Desa Madyocondro
Merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kerja puskesmas
Secang 1 Kabupaten Magelang.
6. Periode Januari Februari 2015
Kurun waktu selama dua bulan yang diawali dari bulan Januari 2015
dan berakhir pada Februari 2015.
1.5.2

Definisi Operasional

Cakupan Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe adalah cakupan ibu hamil


yang mendapat 90 tablet Fe selama periode kehamilannya di satu wilayah
kerja pada kurun waktu tertentu/
Cara perhitungan/ Rumus:
1) Rumus
Cakupan = Jumlah ibu hamil mendapat 90 tablet Fe selama kehamilan
Jumlah ibu hamil
2) Pembilang

X
100%

Jumlah ibu hamil yang mendapat tablet Fe selama periode kehamilannya


di satu wilayah keerja pada kurun waktu tertentu.
3) Penyebut
Jumlah ibu hamil di satu wilayah kerja pada kurun waktu yang sama.
1.5.3 Batasan Operasional
Frekuensi kegiatan berlangsung selam dua bulan
Sasaran adalah jumlah seluruh ibu hamil di Desa Madyocondro,
Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang dalam kurun waktu yang
sama

Cakupan adalah presentase hasil perbandingan antara jumlah ibu


hamil yang mendapat 90 tablet Fe dengan jumlah seluruh ibu hamil
di Desa Madyocondro, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang
pada Januari Februari 2015.

1.5.4

Ruang Lingkup
Ruang lingkup pengkajian yang dilakukan meliputi:
1. Lingkup lokasi: Desa Madyocondro, Kecamatan Secang, Kabupaten
Magelang.
2. Lingkup waktu: Januari 2015 sampai Februari 2015.
3. Lingkup sasaran: Seluruh ibu hamil yang mendapat 90 tablet Fe di
Desa Madyocondro, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.
4. Lingkup metode: Wawancara, pencatatan, dan pengamatan terlibat.

5. Lingkup materi: Evaluasi cakupan ibu hamil yang mendapat 90


tablet Fe di Desa Madyocondro, Kecamatan Secang, Kabupaten
Magelang Periode Januari Februari 2015.
1.6 METODOLOGI
Dilakukan survei di Desa Madyocondro, Kecamatan Secang,
Kabupaten Magelang Periode Januari Februari 2015 pada tanggal 4 7
Maret 2015 yang diambil secara keseluruhan berdasarkan data ibu hamil
yang mendapat 90 tablet Fe dalam dua bulan terakhir di Desa Madyocondro,
Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang sebanyak 10 orang sebagai
sampel. Jenis data yang diambil adalah data primer yang didapatkan dengan
cara observasi dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari
laporan Bidan Desa di Desa Madyocondro, Kecamatan Secang, Kabupaten
Magelang.
Data yang diperoleh dianalisis dengan metode pendekatan sistem,
dengan melihat fungsi manajemen baik input (Man, Money, Methode,
Material, Machine) maupun proses (Perencanaan/P1, Pelaksanaan/P2,
Pengawasana/P3)

dengan

tujuan

mengetahhui

permasalahan

secara

menyeluruh. Data kemudian diolah untuk mengidentifikasi permasalahan.


Selanjutnya dilakukan analisis masalah dengan mencari kemungkinan
penyebab melalui pendekatan sistemmm dengan diagram Fish Bone.
Kemudian dilakukan konfirmasi penyebab yang paling mungkin ke petugas
kesehatan/bidan, kader dan hasil survei. Kemudian menentukan prioritas
alternatif pemecahan masalah secara sistematis yang paling mungkin
dilaksanakan dengan menggunakan kriteria matriks. Setelah itu, dibuat Plan
of Action (POA) berdasarkan prioritas alternative pemecahan masalah.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1

Gizi Ibu Hamil

Kebutuhan Gizi Ibu Hamil


Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi, karena
itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan.
Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan
perkembangan janin, perubahan komposisi dan metabolisme tubuh ibu.
Pada dasarnya penambahan semua zat gizi dibutuhkan oleh ibu hamil,
namun yang sering kali menjadi kekurangan adalah energi, protein, dan
beberapa mineral seperti zat besi dan kalsium.7
Seorang wanita hamil memerlukan sekitar 80.000 tambahan kalori
pada kehamilan. Dari jumlah tersebut, berarti setiap harinya sekitar 300
tambahan kalori, 75 gr protein, 600 mg folat, 27 mg zat besi, 1000 mg
kalsium(terbanyak pada trimester ketiga), 85 mg vitamin C diburuhkan ibu
hamil.7
Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal.
Kemudian sepanjang trimester II dan III kebutuhan energi terus meningkat
sampai akhir kehamilan. Energi tambahan selama trimester II diperlukan
untuk pemekaran jaringan ibu seperti penambahan volume darah,

pertumbuhan uterus, dan payudara serta penumpukan lemak. Selama


trimester III energi tambahan digunakan untuk pertumbuhan janin dan
plasenta.7
2.2

Pelayanan Kesehatan Antenatal


Pelayanan antenatal adalah pelayanan kesehatan oleh tenaga

profesional (dokter spesialis kebidanan, dokter umum, bidan, pembantu


bidan dan perawat bidan) untuk ibu selama kehamilannya, sesuai dengan
standard minimal pelayanan antenatal yang meliputi 7T, yaitu timbang berat
badan, ukur tinggi badan, ukur tekanan darah, ukur tinggi fundus uteri,
pemberian imunisasi TT, pemberiian tablet besi minimal 90 tablet selama
masa kehamilan, dan temu wicara.8,9,11
Adapun pemeriksaan sedikitnya dilakukan 4 kali yaitu:
-

Pada trimester I dilakukan 1 kali


Pada trimester II dilakukan 1 kali

Pada trimester III dilakukan 2 kali

2.3

Konsumsi Tablet Besi (Fe)


Kenaikan volume darah selama kehamilan akan meningkatkan

kebutuhan Fe atau zat besi. Jumlah Fe yang diperlukan ibu hamil untuk
mencegah anemia akibat meningkatnya volume darah adalah 500 mg.
Selama kehamilan, seorang ibu hamil menyimpan zat besi kurang dari 1.000
mg. Berdasarkan Widyakarya Nasionalk Pangan dan Gizi tahun 1998,
seorang ibu hamil perlu tambahan zat gizi rata-rata 20 mg per hari.
Sedangkan kebuuhan sebelum hamil atau pada kondisi normal rata-rata 26
mg per hari (umur 20-45 tahun). Dengan demikian pada ibu hamil di

Indonesia diharuskan konsumsi tablet tambah darah sedikitnya 90 tablet


selama kehamilan tersebut.10
Wanita hamil cenderung terkena anemia pada tiga bulan terakhir
kehamilannya karena pada masa ini, janin menimbun cadangan zat besi
untuk dirinya sendiri sebagai persediaan bulan pertama sesudah lahir.
2.

Penyebab Anemia
Sumsum tulang membuat sel darah merah. Proses ini membutuhkan

zat besi, vitamin B12 dan Asam folat. Eritropoietin (Epo) merangsang
membuat sel darah merah. Anemia dapat terjadi bila tubuh kita tidak
membuat sel darah merah secukupnya. Anemia juga disebabkan kehilangan
atau kerusakan pada sel tersebut.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan anemia:
-

Kekurangan zat besi, vitamin B12 atau asam folat

Kerusakan pada sumsum tulang atau ginjal

Kehilangan darah akibat perdarahan dalam atau siklus haid perempuan

Penghancuran sel darah merah (anemia hemolitik)

2.5

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembentuksn Darah

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan darah adalah sebagai


berikut:

Komponen (bahan) yang berasal dari makanan terdiri dari:


-

Protein, glukosa dan lemak

Vitamin B12, B6, Asam folat dan Vitamin C

Elemen dasar Fe, ion Cu dan Zink

Kemampuan resorbsi usus halus terhadap bahan yang diperlukan

Umur sel darah merah (eritrosit) terbatas sekitar 120 hari

Terjadi perdarahan kronik


-

Bantuan menstruasi

Penyakit yang menyebabkan perdarahan pada wanita seperti mioma


uteri, polip serviks, penyakit darah.

2.6

Anemia Defisiensi Besi


Anemia dalam kehamilan yang paling sering dijumpai ialah anemia

defisiensi besi. Anemia ini disebabkan karena kurangnya asupan zat besi
yang berasal dari makanan, karena gangguan resorpsi, gangguan
metabolisme, atau karena terlampau benyaknya zat besi yang ke luar, seperti
perdarahan. Pada ibu hamil dengan risiko kehamilan yang tinggi sebaiknya
diberi sulfas ferrous atau glukonas ferrous, cukup 1 tablet sehari, selain itu
ibu hamil dinasehatkan pula untuk makan lebih banyak protein dan sayursayuran yang mengandung banyak minerl dan vitamin.10
2.7

Terapi dan Cara Pemakaian


Apabila pada pemeriksaan kehamilan hanya Hb yang diperiksa dan

Hb itu kurang dari 11 g/100 mL, maka ibu hamil dapat dianggap sebagai
penderita anemia defisiensi besi. Pengobatan dapat dimulai dengan preparat
besi per os. biasanya diberikan garam besi sebanyak 600-1000 mg/ hari,
seperti sulfas ferrous atau glukonas ferrous Hbdapat dinaikan sampai 11
g/100 mL atau lebih. Peranan vitamin C dalam pengobatan mempunyai
khasiat untuk mengubah ion ferri menjadi ion ferro yang lebih mudah
diserap oleh selaput usus.10

10

BAB III
DATA UMUM DESA MARYOCONDRO
3.1

Keadaan Geografis

3.1.1 Letak Wilayah


Desa Madyocondro terletak di wilayah Kecamatan Secang, Kabupaten
Magelang, Jawa Tengah. Desa Madyocondro terdiri dari 8 Dusun. Dusun
tersebut adalah Dusun Mertan, Dusun Kalikotes, Dusun Dawunan
(Dawunan dan Sandon), Dusun Harjosari, Dusun Mladen, Dusun Tanduran,
Dusun Catak, Dusun Sandangsari (Sandangsari dan Jomblang).
3.1.2 Batas Wilayah
Wilayah Desa Madyocondro dibatasi oleh:
a.
b.
c.
d.

Sebelah Utara : Desa Ngabean


Sebelah Timur : Desa Madusari
Sebelah Selatan : Desa Ngadirojo
Sebelah Barat : Desa Bengkal

11

Gambar 1. Peta Wilayah Desa Madyocondro


3.1.3 Luas Wilayah
Luas wilayah Desa Madyocondro berdasarkan data statistik bulan
Agustus tahun 2014 adalah 1125,26 Ha.
3.2

Keadaan Demografi

3.2.1 Jumlah Penduduk


Jumlah penduduk Desa Madyocondro pada bulan Agustus tahun 2014
berdasarkan data statistik kantor Desa Madyocondro adalah 5352 jiwa.
3.2.2

Data Penduduk
Daftar tabel dibawah ini memberikan gambaran jumlah penduduk

Desa Madyocondro menurut jenis kelamin, usia, mata pencaharian, dan


pendidikan.
Tabel 1. Jumlah Penduduk Desa Madyocondro Menurut
Umurdan Jenis Kelamin
Umur
04
59
10 14
15 19
20 24
25 29

Laki - Laki
182
158
158
171
209
201

Perempuan
163
154
172
200
183
191

Jumlah
345
312
330
371
392
392

12

30 39
40 49
50 59
60 +
Jumlah

349
414
763
367
370
737
312
377
689
463
558
1021
2570
2782
5352
(Sumber : Data Statistik Kantor Desa Madyocondro, Agustus 2014)
Tabel 2. Data Mata Pencaharian Penduduk Desa Madyocondro

Mata Pencaharian

Jumlah
Petani
175
Buruh tani
228
PNS
131
Pedagang Keliling
104
Montir
6
Dokter swasta
2
Bidan swasta
3
Perawat swasta
5
Pembantu rumah tangga
28
TNI/POLRI
36
Pensiunan
115
Arsitektur
1
Jasa pengobatan alternatif
1
Total
835
(Sumber : Data Statistik Kantor Desa Madyocondro, Agustus 2014)
Tabel 3. Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan
Pendidikan
Jumlah
Tidak sekolah
179
Belum tamat SD
978
Tidak tamat SD
351
Tamat SD/sederajat
677
Tamat SLTP/ sederajat
839
Tamat SLTA/ sederajat
881
Tidak tamat SLTP/SLTA
628
Tamat Perguruan Tinggi/ Akademi
426
Total
4959
(Sumber : Data Statistik Kantor Desa Madyocondro, Agustus 2014)
Tabel 4. Jumlah Penduduk Menurut Agama
Agama
Islam
Kristen
Katolik

Jumlah
5239
25
16

13

Hindu
Budha
(Sumber : Data Statistik Kantor Desa Madyocondro, Agustus 2014)
3.3

Data Khusus Ibu Hamil yang Mendapat 90 Tablet Fe di Desa


Madyocondro Periode Januari Februari 2015
Tabel 5. Hasil Cakupan Ibu Hamil yang Mendapat 90 Tablet Fe di
Desa Madyocondro Periode Januari Februari 2015
Indikator

Hasil

Cakupam

Kegiatan
Jan
Feb
Ibu hamil yang mendapat 90

Pencapaian

Hasil

Kegiatan
7

61,76%

69%

tablet Fe
Dari tabel 5 didapatkan cakupan ibu hamil yang mendapat 90 tablet Fe
di Desa Madyocondro pada bulan Januari Februari 2015 di dapatkan
cakupan sebesar 61,76% dan pencapaian 69%.

14

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1

HASIL

4.1.1 Sumber Data


Data yang diperoleh berupa data primer dan data sekunder. Dimana
data primer didapatkan dari bidan Desa Madyocondro pada bulan Januari
Februari 2015 dimana didapatkan jumlah cakupan ibu hamil yang mendapat
90 tablet Fe di Desa Madyocondro, Kecamatan Secang, Kabupaten
Magelang masih rendah yaitu 61%. Hal ini menunjukan cakupan, sedangkan
pencapaiannya masih < 100%.
Indikator

Ibu hamil yang


mendapat 90
tablet Fe

Target

90%

Pembilang

Jumlah ibu
hamil yang
mendapat
tablet Fe

Penyebut
(Sasaran)

Jumlah
seluruh ibu
hamik di
Dusun
Mertan ( brp
org)

Sasaran
Bulan
Berjalan
11.33

Hasil
Kegiatan
Jan Feb
4

Cakupan
Hasil
kegiatan
7

Pencapaian
%

61.76%

15

69%

4.1.2 Pengumpulan Data


Pengumpulan data primer maupun sekunder dilakukan di Puskesmas
Secang 1 dan Posyandu Dusun Mertan, Desa Madyocondro, Kecamatan
Secang, Kabupaten Magelang pada tanggal 6 Maret 2015 dilakukan dengan
cara survei posyandu dan mendatangi bidan yang berada di Puskesmas
Secang 1 dan kader yang berada di posyandu Desa Madyocondro. Survei
dilakukan pada 10 ibu hamil sebagai sampel.
Dari hasil survei diketahui bahwa tidak semua ibu hamil di rutin
memeriksakan kehamilannya di bidan desa atau posyandu. Pada setiap
kunjungan pemeriksaan ANC, bidan desa atau posyandu memberikan brp
tablet Fe kepada ibu hamil. Pemberian tablet Fe ini dilakukan secara
bertahap kepada ibu hamil pada trimester 3, yang seharusnya dapat
diberikan pada saat K1 (kunjungan pertama ibu hamil ke petugas
kesehatan). Namun, tidak semua ibu hamil yang mendapat tablet Fe
terutama ibu hamil yang tidak rutin melakukan pemeriksaan ANC. Selain
itu, bidan desa atau posyandu (juga kader) tidak memberikan penyuluhan
tentang manfaat dan efek samping tablet Fe serta bahaya yang
ditimbulkannya.
4.2

PEMBAHASAN MASALAH

4.2.1 Upaya Kesehatan Puskesmas


Menurut Hartoyo (2008) secara garis besar program kesehatan
Puskesmas dibagi menjadi 3 macam yaitu, upaya kesehatan wajib, upaya
kesehatan pengembangan dan upaya kesehatan inovasi. Upaya kesehatan
wajib ditetapkan berdasarkan komitmen nasional, regional dan global dan

16

mempunyai daya ungkit tinggi untuk peningkatan derajat kesehatan


masyarakat.12
Upaya kesehatan wajib Pukesmas yaitu:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Kesehatan ib dan anak serta Keluarga Berencana (KB)


Perbaikan gizi masyarakat
Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2M)
Promosi kesehatan
Kesehatan linngkungan
Pengobatan
Semua upaya kesehatan wajib Puskesmas ini telah dimiliki dan

dilaksanakan oleh Puskesmas Secang 1. Adapun program pelayanan gizi


meliputi adanya kasus cakupan ibu hamil yang mendapat 90 tablet Fe yang
masih rendah.
Sedangkan upaya kesehatan pemembangan UPT Puskesmas Secang 1
memiliki tiga buah program, yaitu:
1. Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas)
2. Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan Unit Kesehatan Gigi Sekolah
(UKGS)
3. Usaha Kesehatan Jiwa
Dalam memenuhi tugas pokok tersebut, UPT Puskesmas Secang 1
memiliki saran pelayanan di luar gedung, salah satunya adalah Posyandu
yang terdapat di Desa Madyocondro. Pada Desa Madyocondro terdiri dari
delapan Dusun, yaitu:
1. Dusun Mertan
2. Dusun Kalikotes
3. Dusun Dawunan (Dawunan dan Sandon)
4. Dusun Harjosari
5. Dusun Mladen
6. Dusun Tanduran
7. Dusun Catak
8. Dusun Sandangsari (Sandangsari dan Jomblang)
Terdapat berapa posyandu yang masih berjalan sampai sekarang dari
kedelapan Dusun tersebut.
4.2.2 Indikator Kegiatan yang Bermasalah

17

Berdasarkan data yang diperoleh dari Standard Pelayan Minimal


(SPM) UPT Puskesmas Secang 1 bulan Januari sampai dengan Februari
2015, didapatkan masalah yang dibahas adalah jumlah cakupan ibu hamil
yang mendapat 90 tablet Fe di Desa Madyocondro sebesar 61%. Hasil ini
menunjukan cakupan, sedangkan pencapaian masih kuraang dari 100%.
4.2.3 Kerangka Pikir Masalah
Masalah

adalah

kesenjangan

anatara

keadaan

spesifik

yang

diharapkan, yang ingin dicapai, dengan keadaan nyata yang dicapai, yang
menimbulkan rasa tidak puas, dan keinginan untuk memecahkannya.
Dengan demikian untuk memutuskan adanya masalah perlu tiga syarat
yang harus dipenuhi, yaitu: adanya Kesenjangan, adanya rasa tidak puas,
dan adanya rasa tanggung jawab untuk menanggulangi masalah tersebut.
Sehingga dari data di atas, didapatkan suatu permasalahan yaitu
rendahnya angka cakupan ibu hamil yang mendapat tablet Fe di Desa
Madyocondro, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang sehingga perlu
diupayakan pemecahan terhadap masalah tersebut dengan menggunakan
kerangka pemikiran pendekatan sistem, sebagai berikut:

INPUT

PROSES

OUTPUT

Man

P1

CAKUPAN

Money

P2

PROGRAM

Method

LINGKUNGAN
P3

Material

Fisik

Machine

Kependudukan
Sosial Budaya

18

Gambar 2. Kerangka Pemikiran Pendekatan Sistem


Cakupan masalah terdapat pada output dimana hasil kegiatan atau
cakupan kegiatan tidak sesuai dengan standar minimal. Hal yang terpenting
pada upaya pemecahan masalah adalah bahwa kegiatan dalam rangka
pemecahan masalah harus sesuai dengan penyebab masalah tersebut, yakni
berdasarkan pendekatan sistem penyebab masalah yang terjadi pada input,
proses maupun lingkungan.
4.2.4 Penentuan Penyebab Masalah
Penentuan

penyebab

masalah

digali

berdasarkan

data

atau

kepustakaan dengan curah pendapat. Untuk membantu menentukan


kemungkinan penyebab masalah dapat dipergunakan diagram tulang ikan
(Fish Bone).

Proses
P2

P1

P3
MASALAH

19

Machine
Man
Methode INPUT

Money
Material
LINGKUNGAN

Gambar 3. Diagram Fish Bone


4.2.5 Kerangka Pikir Pemecahan Masalah
Masalah

merupakan

kesenjangan

antara

keadaan

fisik

yang

diharapkan dengan kenyataan, yang menimbulkan rasa ketidakpuasan dan


keinginan untuk memecahkannya. Ciri-ciri sebuah masalah diantaranya
adalah :
-

Menyatakan hubungan dua variabel atau lebih

Dapat diukur

Dapat diatasi

Berikut ini merupakan urutan siklus pemecahan suatu masalah, yaitu :


1. Identifikasi atau Inventarisasi Masalah
Menetapkan keadaan spesifik yang diharapkan, yang ingin dicapai,
menetapkan indikator tertentu sebagai dasar pengukuran kinerja,
misalnya SPM. Kemudian mempelajari keadaan yang terjadi dengan
menghitung

atau

mengukur

hasil

pencapaian.

Kemudian

membandingkan antara kedaan nyata yang terjadi (cakupan) dengan

20

keadaan tertentu yang diinginkan atau indikator tertentu yang sudah


ditetapkan (target).
2. Penentuan Prioritas Masalah
Penentuan prioritas masalah ditentukan dengan berbagai metode
diantaranya adalah Hanlon, Delbeq, CARL, Pareto, dan lain-lain.
3. Penentuan Penyebab Masalah
Penentuan penyebab masalah dilihat berdasarkan data ataupun
kepustakaan. Penentuan penyebab masalah hendaknya jangan
menyimpang dari masalah tersebut.
4. Memilih Penyebab Yang Paling Mungkin
Penyebab masalah paling mungkin terjadi harus dipilih berdasarkan
sebab-sebab yang didukung oleh data atau konfirmasi.
5. Menentukan Alternatif Pemecahan Masalah
Pemecahan masalah dapat dilakukan dengan mudah apabila penyebab
masalah sudah dapat teridentifikasi dengan baik namun dalam
pemecahan masalah harus memiliki berbagai macam alternatif
pemecahan masalah.
6. Penetapan Pemecahan Masalah Terpilih
Setelah alternatif pemechan masalah ditentukan maka dilakukan
pemilihan pemecahan masalah terpilih (paling efektif dan efisien)
apabila ditemukan beberapa alternatif maka digunakan Hanlon
kualitatif untuk menentukan atau memilih pemecahan masalah terbaik.
7. Penyusunan Rencana Penerapan

21

Rencana penerapan masalah dibuat dalam bentuk POA (Plain Of


Action) atau rencana kegiatan.
8. Monitoring dan Evaluasi
Untuk mengetahui keberhasilan dari pemecahan suatu masalah
dilakukan monitoring pada saat proses penyelesaiaan masalah tersebut
berlangsung dan evaluasi setelah seluruh permasalahan selesai.

Gambar 4. Kerangka Pikir Pemecahan Masalah

BAB V

22

ANALISIS PENYEBAB MASALAH


5.1

Masalah Kesehatan
Berdasarkan data yang diperoleh dari bidan Desa Madyocondro,

diketahui bahwa cakupan ibu hamil yang mendapat 90 tablet Fe di Dusun


Mertan, Desa Madyocondro, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang
sebesar 61%. Hasil ini menunjukan cakupan, sedangkan pencapaiannya
masih kurang dari 100%.
5.2

Kemungkinan Penyebab Masalah


Kemungkinan penyebab masalah cakupan ibu hamil yang mendapat

90 tablet Fe di Dusun Mertan, Desa Madyocondro Periode Januari


Februari 2015 masih kurang dari 100% dilakukan dengan menggunakan
metode pendekatan sistem dan diagram Fish Bone. Analisis penyebab yang
dilakukan dengan pengamatan lapangan di Desa Madyocondro terutama
kegiatan posyandu setempat yang dikonfirmasi dengan wawancara kepada
ibu hamil sebanyak 10 orang dan melakukan wawancara pada kader dan
bidan Desa Madyocondro.
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan tersebut maka
didapatkan kemungkinan penyebab masalah cakupan ibu hamil yang
mendapat 90 tablet Fe di Desa Madyocondro, Kecamatan Secang,
Kabupaten Magelang Periode Januari Februari 2015 masih kurang 100%
sebagai berikut :

a. Input

23

Tabel 6. Analisis Penyebab Masalah Input


KATEGORI
Man

KELEBIHAN
Tersedia tenaga kesehatan yaitu

KEKURANGAN
Bidan desa kurang berperan aktif

bidan desa

dalam melakukan kunjungan rumah

Terdapat kader di setiap Dusun

bagi ibu hamil yang tidak memeriksa

Bidan

kehamilannya di Posyandu setempat

sudah

pengetahuan

mempunyai

yang

atau bidan desa

memadai

tentang manfaat pemberian zat

Kurangnya jumlah kader dan petugas

besi pada ibu hamil.

kesehatan (perawat, ahli gizi) dalam


memberikan pelayanan kesehatan
terhadap ibu hamil

Kurang terlatihnya kader desa untuk


mengenali gejala-gejala dini anemia
pada

Money

hamil

yang

Terdapatnya dana swadaya yang

diwaspadai
Kurangnya

dikumpulkan

penyuluhan-penyuluhan

Posyandu

Method

ibu

oleh

untuk

kader

penyuluhan

pendanaan

harus
untuk
tentang

pentingnya pemberian tablet Fe pada

pentingnya pemberian tablet Fe

ibu hamil secara berkala

pada ibu hamil


Bidan desa sudah melaksanakan

Belum adanya Standar Operasional

pemberian tablet Fe pada ibu

Prosedur

hamil

pemberian tablet Fe pada ibu hamil

yang

spesifik

tentang

Belum adanya jadwal kunjungan


rumah oleh bidan desa kepada ibu

Material

Sudah adanya Posyandu, PKD

hamil
Adanya Posyandu tidak membuka

setempat yang cukup memadai

pelayanan kesehatan setiap bulan

untuk melakukan penyuluhan

dan

tentang pentingnya pemberian

optimal

oleh

tablet Fe pada ibu hamil

untuk

melakukan

belum

dimanfaatkan
petugas

secara

kesehatan
penyuluhan

pentingnya pemberian zat besi pada


ibu hamil secara lebih dekat pada
24

Machine

Terdapat persediaan tablet Fe

Tersedianya

KMS

untuk

masyarakat
Belum
semua

ibu

hamil

mendapatkan tablet Fe

mencatat kesehatan ibu hamil

Kurangnya brosur, leaflet, dan poster

dan

yang berkaitan dengan pentingnya

memberikan

informasi

pemberian tablet Fe dan gejala-

dalam penggunan tablet Fe

gejala anemia yang harus diwaspadai


pada ibu hamil

b. Proses
Tabel 7. Analisis Penyebab Masalah Proses
KATEGORI
PI
(Perencanaan)

KELEBIHAN
Tersedia
jadwal

penyuluhan

pelayanan posyandu
Hari buka posyandu pukul 09.00
sampai dengan selesai
Sasaran seluruh ibu hamil yang
berada di Desa Madyocondro
Sudah ada rencana kunjungan

hamil
Belum adanya penjadwalan yang

tanggal

rumah bagi ibu hamil yang tidak


memeriksa

kehamilannya

di

Posyandu setempat atau bidan


desa
Sudah ada rencana untuk
mengadakan promosi mengenai

P2
(Penggerakan,

Pelaksanaan)

KEKURANGAN
Belum adanya perencanaan jadwal
tentang

pentingnya

pemberian 90 tablet Fe pada ibu

rutin untuk kunjungan rumah bagi


ibu hamil yang tidak memeriksa
kehamilannya di Posyandu setempat
atau bidan desa
Kurang adanya promosi penyuluhan
manfaat tablet Fe bagi ibu hamil
pada warga

manfaat tablet Fe bagi ibu hamil


Penggerak
berupa
kader

Kurangnya

berjumlah 5 orang dan 1 bidan

kesehatan

desa
Sudah adanya petugas kesehatan

mengenai pentingnya pemberian Fe

yang mengunjungi rumah ibu


hamil yang tidak memeriksakan

ditimbulkan dari kekurangan zat besi


Media promosi yang disampaikan

kehamilannya

oleh

dan

belum

edukasi
kepadaa

petugas
ibu

hamil

pada ibu hamil dan dampak yang

bidan

dan

kader

25

kurang

mendapat tablet Fe
Ketersediaan
alat
tercukupi

telah

untuk

kegiatan

menarik
Pelaksanaan

penyuluhan

manfaat

tablet Fe bagi ibu hamil belum

posyandu
Semua ibu hamil yang datang ke

menyeluruh pada semua warga

posyandu diberikan tablet Fe


P3
(Pengawasan,

Pengendalian,
Penilaian)

oleh petugas
Terdapat
laporan

bulanan

Kurangnya koordinasi pencatatan

mengenai cakupan kunjungan

terhadap

ibu

hamil

yang

ibu hamil yang diberi tablet Fe


Sudah adanya format pencatatan

mendapatkan 90 tablet Fe karena

kohort untuk mendata jumlah


ibu hamil yang mendapat 90

atau praktek dokter


Kurangnya pengawasan mengenai

tablet Fe selama kehamilan

kepatuhan

memeriksakan kehamilannya di RS

ibu

hamil

dalam

mengkonsumsi tablet besi secara


teratur selama kehamilan
c. Lingkungan
Tabel 8. Analisis Penyebab Masalah Lingkungan
KATEGORI
Lingkungan

KELEBIHAN
Jarak ke Posyandu tidak terlalu

KEKURANGAN
Masih rendahnya pengetahuan dan

jauh

penduduk

pemahaman

ibu

sekitar
Masyarakat sudah bisa diajak

keluarganya

mengenai

dari

rumah

dan

manfaat

pemberian 90 tablet Fe pada saat

bekerja sama dalam bidang


peningkatan kesehatan

hamil

hamil
Sebagian besar ibu hamil melakukan
pemeriksaan pada dokter ataupun
bidan swasta lainnya dan tidak

terdata oleh bidan desa


Efek samping mual dari tablet Fe
menyebabkan beberapa ibu hamil
menolak meminum tablet Fe

26

5.3

Inventarisasi Faktor Faktor Kemungkinan Penyebab Masalah


Dengan demikian, didapatkan daftar 20 faktor-faktor kemungkinan

penyebab masalah sebagai berikut:


1. Bidan desa kurang berperan aktif dalam melakukan kunjungan rumah
bagi ibu hamil yang tidak memeriksa kehamilannya di Posyandu
setempat atau bidan desa
2. Kurangnya jumlah kader dan petugas kesehatan (perawat, ahli gizi)
dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil
3. Kurang terlatihnya kader desa untuk mengenali gejala-gejala dini
anemia pada ibu hamil yang harus diwaspadai
4. Kurangnya pendanaan untuk penyuluhan-penyuluhan

tentang

pentingnya pemberian tablet Fe pada ibu hamil secara berkala


5. Belum adanya Standar Operasional Prosedur yang spesifik tentang
pemberian tablet Fe pada ibu hamil
6. Belum adanya jadwal kunjungan rumah oleh bidan desa kepada ibu
hamil
7. Adanya Posyandu tidak membuka pelayanan kesehatan setiap bulan
dan belum dimanfaatkan secara optimal oleh petugas kesehatan untuk
melakukan penyuluhan pentingnya pemberian zat besi pada ibu hamil
secara lebih dekat pada masyarakat
8. Belum semua ibu hamil mendapatkan tablet Fe
9. Kurangnya brosur, leaflet, dan poster yang berkaitan dengan
pentingnya pemberian tablet Fe dan gejala-gejala anemia yang harus
diwaspadai pada ibu hamil
10. Belum adanya perencanaan jadwal penyuluhan tentang pentingnya
pemberian 90 tablet Fe pada ibu hamil

27

11. Belum adanya penjadwalan yang rutin untuk kunjungan rumah bagi
ibu hamil yang tidak memeriksa kehamilannya di Posyandu setempat
atau bidan desa
12. Kurang adanya promosi penyuluhan manfaat tablet Fe bagi ibu hamil
pada warga
13. Kurangnya edukasi petugas kesehatan kepadaa ibu hamil mengenai
pentingnya pemberian Fe pada ibu hamil dan dampak yang
ditimbulkan dari kekurangan zat besi
14. Media promosi yang disampaikan oleh bidan dan kader kurang
menarik
15. Pelaksanaan penyuluhan manfaat tablet Fe bagi ibu hamil belum
menyeluruh pada semua warga
16. Kurangnya koordinasi pencatatan

terhadap

ibu

hamil

yang

mendapatkan 90 tablet Fe karena memeriksakan kehamilannya di RS


atau praktek dokter
17. Kurangnya pengawasan mengenai kepatuhan ibu hamil dalam
mengkonsumsi tablet besi secara teratur selama kehamilan
18. Masih rendahnya pengetahuan dan pemahaman ibu hamil dan
keluarganya mengenai manfaat pemberian 90 tablet Fe pada saat
hamil
19. Sebagian besar ibu hamil melakukan pemeriksaan pada dokter
ataupun bidan swasta lainnya dan tidak terdata oleh bidan desa
20. Efek samping mual dari tablet Fe menyebabkan beberapa ibu hamil
menolak meminum tablet Fe

28

Gambar

P2
ya edukasi petugas kesehatan kepadaa ibu hamil mengenai pentingnya pemberian Fe pada ibu hamil dan dampak yang ditimbulkan dari kekurangan zat besi
P1
naan penyuluhan manfaat tablet Fe bagi ibu hamil belum menyeluruh pada semua warga
Belum adanya perencanaan jadwal penyuluhan tentang pentingnya pemberian 90 tablet Fe pada ibu hamil
omosi yang disampaikan oleh
P3 bidan dan kader kurang menarik
Belum adanya penjadwalan yang rutin untuk kunjungan rumah bagi ibu hamil yang tidak memeriksa kehamilannya di Posyandu setempat atau
u hamil yang mendapatkan 90 tablet Fe karena memeriksakan kehamilannya di RS atau praktek dokter
Kurang adanya promosi penyuluhan manfaat tablet Fe bagi ibu hamil pada warga
ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi secara teratur selama kehamilan

Rendahnya cakupan ibu hamil yang mendapat 90 tablet Fe di Desa Madyocondro sebesar 6

Material
ap bulan dan belum dimanfaatkan secara optimal oleh petugas kesehatan untuk melakukan penyuluhan pentingnya pemberian
zat besi pada ibu hamil secara lebih dekat pada masyaraka
Man
Bidan desa kurang berperan aktif dalam melakukan kunjungan rumah bagi ibu hamil yang tidak memeriksa kehamilannya di Posyandu setem
Kurangnya jumlah kader dan petugas kesehatan (perawat, ahli gizi) dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil
Kurang terlatihnya kader desa untuk mengenali gejala-gejala dini anemia pada ibu hamil yang harus diwaspadai

Money
Kurangnya pendanaan untuk penyuluhan-penyuluhan tentang pentingnya pemberian tablet Fe pada ibu hamil secara berkala

Lingkungan
Masih rendahnya
pengetahuan dan pemahaman ibu hamil dan keluarganya mengenai manfaat pemberian 90 tablet Fe pada saat hamil
Method
hamiltentang
melakukan
pemeriksaan
pada
dokter
ataupun bidan swasta lainnya dan tidak terdata oleh bidan desa
Belum adanya Standar OperasionalSebagian
Prosedurbesar
yang ibu
spesifik
pemberian
tablet Fe
pada
ibu hamil
Efek samping
mual
dari
tablet ibu
Fe menyebabkan
beberapa ibu hamil menolak meminum tablet Fe
Belum adanya jadwal kunjungan rumah
oleh bidan
desa
kepada
hamil

Machine
hamil mendapatkan tablet Fe
, leaflet, dan poster yang berkaitan dengan pentingnya pemberian tablet Fe dan gejala-gejala anemia yang harus diwaspadai pada ibu hamil

INPUT

29

5.4

Konfirmasi Penyebab Masalah yang Paling Mungkin


Setelah dilakukan survei pada ibu hamil dan konfirmasi pada bidan Desa

Madyocondro, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, dari 20 kemungkinan penyebab


masalah di atas maka didapatkan penyebab masalah yang paling mungkin yaitu :
1. Kurangnya jumlah kader dan petugas kesehatan (perawat, ahli gizi) dalam memberikan
pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil
2. Kurang adanya promosi penyuluhan manfaat tablet Fe bagi ibu hamil pada warga
3. Pelaksanaan penyuluhan manfaat tablet Fe bagi ibu hamil belum menyeluruh pada
semua warga
4. Media promosi yang disampaikan oleh bidan dan kader kurang menarik
5. Masih rendahnya pengetahuan dan pemahaman ibu hamil dan keluarganya mengenai
manfaat pemberian 90 tablet Fe pada saat hamil
6. Sebagian besar ibu hamil melakukan pemeriksaan pada dokter ataupun bidan swasta
lainnya dan tidak terdata oleh bidan desa

30

BAB VI
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH
6.1

Analisis Alternatif Pemecahan Masalah


Setelah diperoleh daftar masalah, dilakukan langkah selanjutnya yaitu dibuat alternatif

pemecahan masalah. Berikut ini laternatif pemecahan masalah :


Tabel 9. Alternatif Pemecahan Masalah
No
1

Penyebab Masalah
Kurangnya jumlah
kesehatan

kader

(perawat,

ahli

dan
gizi)

Alternatif Pemecahan Masalah


petugas Melakukan penjaringan kader
dalam

untuk

memberikan pelayanan kesehatan terhadap

ibu hamil

posyandu

Desa

Madyocondro
Meningkatkan kinerja bidan desa,
kader dan petugas gizi dalam
pelayanan terhadap pemberian 90
tablet Fe kepada ibu hamil di Desa

Kurang

adanya

promosi

penyuluhan

manfaat tablet Fe bagi ibu hamil pada warga

Madyocondro
Setiap
koordinator
rencana

kegiatan

membuat
penyuluhan

bulanan dan format laporannya

lalu dilaporkan setiap bulannya


Meningkatkan kerja sama antara
koordinator KIA, Gizi dengan
Koordinator Promkes mengenai
strategi promosi kesehatan tentang

Pelaksanaan penyuluhan manfaat tablet Fe

manfaat tablet Fe bagi ibu hamil


Meningkatkan kerjasama antara

bagi ibu hamil belum menyeluruh pada

koordinator

semua warga

koordinator KIA (mencakup bidan

Promkes

dengan

desa) mengenai strategi promosi


penyuluhan manfaat tablet Fe pada
4

Media promosi yang disampaikan oleh

ibu hamil pada warga


Pembuatan proposal

pengadaan
31

bidan dan kader kurang menarik

media promosi sederhana seperti


poster

dan

leaflet

tentang

penyuluhan manfaat tablet Fe pada


ibu hamil yang menarik, isi pesan
5

Masih

rendahnya

pengetahuan

dan

menarik
Meningkatkan pengetahuan dan

pemahaman ibu hamil dan keluarganya

pemahaman

mengenai manfaat pemberian 90 tablet Fe

kelurganya

pada saat hamil

tablet Fe pada ibu hamil dan

ibu

hamil

mengenai

dan

manfaat

mengenai akibat yang ditimbulkan


6

6. 2

Sebagian

besar

ibu

hamil

melakukan

kekurangan Fe
Meningkatkan evaluasi data ibu

pemeriksaan pada dokter ataupun bidan

hamil

swasta lainnya dan tidak terdata oleh bidan

pemeriksaan di tenaga kesehatan

desa

swasta di Desa Madyocondro

yang

melakukan

Penggabungan Pemecahan Masalah


Tabel 10. Penggabungan Alternatif Pemecahan Masalah

Penyebab Masalah Yang Paling

Penyelesaian Masalah

Mungkin
32

Kurangnya jumlah kader dan


petugas kesehatan (perawat, ahli
gizi)
dalam
memberikan
pelayanan kesehatan terhadap ibu
hamil

Meningkatkan kinerja bidan


desa, kader dan petugas gizi
dalam pelayanan terhadap
pemberian 90 tablet Fe kepada
ibu
hamil
di
Desa
Madyocondro

Kurang
adanya
promosi
penyuluhan manfaat tablet Fe bagi
ibu hamil pada warga

Setiap
koordinator
membuat
rencana kegiatan penyuluhan
bulanan dan format laporannya
lalu dilaporkan setiap bulannya

Pelaksanaan
penyuluhan
manfaat tablet Fe bagi ibu
hamil belum menyeluruh pada
semua warga

Meningkatkan
kerja
sama
antara koordinator KIA, Gizi
dengan Koordinator Promkes
mengenai strategi promosi
kesehatan tentang manfaat
tablet Fe bagi ibu hamil

Media
promosi
yang
disampaikan oleh bidan dan
kader kurang menarik

Masih rendahnya pengetahuan dan


pemahaman
ibu hamil
dan
keluarganya mengenai manfaat
pemberian 90 tablet Fe pada saat
hamil

Sebagian besar ibu hamil


melakukan pemeriksaan pada
dokter ataupun bidan swasta
lainnya dan tidak terdata oleh
bidan desa

6.3

Penentuan Prioritas Pemecahan Masalah

Meningkatkan kerjasama antara


koordinator Promkes dengan
koordinator KIA (mencakup
bidan desa) mengenai strategi
promosi penyuluhan manfaat
tablet Fe pada ibu hamil pada
warga
Pembuatan proposal pengadaan
media promosi sederhana seperti
poster dan leaflet tentang
penyuluhan manfaat tablet Fe
pada ibu hamil yang menarik, isi
pesan menarik
Meningkatkan pengetahuan dan
pemahaman ibu hamil dan
kelurganya mengenai manfaat
tablet Fe pada ibu hamil dan
mengenai
akibat
yang
ditimbulkan kekurangan Fe

Meningkatkan evaluasi data


ibu hamil yang melakukan
pemeriksaan
di
tenaga
kesehatan swasta di Desa
Madyocondro

Setelah menemukan alternatif pemecahan masalah, selanjutnya dilakukan penentuan


priorotas alternatif pemecahan masalah dengan menggunakan kriteria matriks. Berikut ini

33

proses penentuan prioritas alternatif pemecahan masalah dengan menggunakan Kriteria


Matriks.
Menggunakan rumus : M. I. V
C
1. Efektivitas program
Pedoman untuk mengukur efektivitas program:
a

Magnitude ( m ) Besarnya penyebab masalah yang dapat diselesaikan.


Semakin banyak penyebab masalah yang teratasi maka nilainya semakin efektif

Importancy ( I ) Pentingnya cara penyelesaian masalah


Semakin penting masalah diselesaikan maka nilainya semakin efektif

Vulnerability ( v ) Sensitifitas cara penyelesaian masalah


Kriteria m, I, dan v kita beri nilai 1-5
Bila makin magnitude maka nilai nya makin besar, mendekati 5.
Bila makin importancy maka nilai nya makin besar, mendekati 5.
Bila makin vulnerability maka nilai nya makin besar, mendekati 5.

2. Efisiensi pogram
Biaya yang dikeluarkan untuk menyelesaikan masalah ( cost )
Kriteria cost ( c ) diberi nilai 1-5. Bila cost nya makin kecil, maka nilainya mendekati 1.
Berikut ini proses penentuan prioritas alternatif pemecahan masalah dengan
menggunakan kriteria matrix.

Tabel 11. Hasil Akhir Penentuan Prioritas Pemecahan Masalah


Penyelesaian Masalah

Nilai Kriteria

Hasil

Urutan
34

Akhir
M.I.V/C

50

II

48

III

40

IV

25

VI

32

125

1. Meningkatkan kinerja bidan desa, kader


dan petugas gizi dalam pelayanan
terhadap pemberian 90 tablet Fe kepada
ibu hamil di Desa Madyocondro
2. Setiap koordinator membuat rencana
kegiatan penyuluhan bulanan dan format
laporannya

lalu

bulannya
3. Meningkatkan

dilaporkan

setiap

kerjasama

koordinator

antara

Promkes

dengan

koordinator KIA (mencakup bidan desa)


mengenai strategi promosi penyuluhan
manfaat tablet Fe pada ibu hamil pada
warga
4. Pembuatan proposal pengadaan media
promosi sederhana seperti poster dan
leaflet

tentang

penyuluhan

manfaat

tablet Fe pada ibu hamil yang menarik,


isi pesan menarik
5. Meningkatkan
pengetahuan

dan

pemahaman ibu hamil dan kelurganya


mengenai manfaat tablet Fe pada ibu
hamil

dan

mengenai

akibat

yang

ditimbulkan kekurangan Fe
6. Meningkatkan evaluasi data ibu hamil
yang melakukan pemeriksaan di tenaga
kesehatan swasta di Desa Madyocondro

Dari hasil metode (MxIxV) / C yang dilakukan, didapatkan urutan prioritas


penyelesaian masalah rendahnya cakupan kunjungan ibu hamil yang mendapat 90 tablet Fe di
Desa Madyocondro, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang yang paling efektif dan efisien
yaitu :
35

I.

Meningkatkan evaluasi data ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di tenaga

II.

kesehatan swasta di Desa Madyocondro


Meningkatkan kinerja bidan desa, kader dan petugas gizi dalam pelayanan terhadap

III.

pemberian 90 tablet Fe kepada ibu hamil di Desa Madyocondro


Setiap koordinator membuat rencana kegiatan penyuluhan bulanan dan format

IV.

laporannya lalu dilaporkan setiap bulannya


Meningkatkan kerjasama antara koordinator Promkes dengan koordinator KIA
(mencakup bidan desa) mengenai strategi promosi penyuluhan manfaat tablet Fe pada

V.

ibu hamil pada warga


Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu hamil dan kelurganya mengenai
manfaat tablet Fe pada ibu hamil dan mengenai akibat yang ditimbulkan kekurangan Fe

VI.

Pembuatan proposal pengadaan media promosi sederhana seperti poster dan leaflet
tentang penyuluhan manfaat tablet Fe pada ibu hamil yang menarik, isi pesan menarik

6.4

Plan Of Action Cakupan Kunjungan Ibu Hamil yang Diberi 90 tablet Fe


Setelah menentukan alternatif kegiatan, kemudian dibuat sebuah tabel rencana atau

plan of action yang meliputi kegiatan, tujuan, sasaran, waktu, dana, lokasi, pelaksanaan,
metode dan tolak ukur yang sesuai dengan masalah yang ditemukan.

36

Tabel 12. Plan of Actions (POA)

N
O
1

Kegiatan

Tujuan

Sasaran

Waktu

Dana

Lokasi

Pelaksana

Meningkatkan
evaluasi data ibu
hamil yang
melakukan
pemeriksaan di
tenaga kesehatan
swasta di Desa
Madyocondro
Melakukan
evaluasi terhadap
kinerja kader,
bidan desa, dan
petugas gizi
dalam pelayanan
terhadap
pemberian 90
tablet Fe pada ibu
hamil di Desa
Madyocondro
Membuat rencana
kegiatan

Meningkatkan
jumlah
kunjungan ibu
hamil yang
datang
memeriksaka
n
kehamilannya
Meningkatnya
kinerja kader,
bidan desa
dan petugas
gizi

Ibu hamil

Menyesuaika
n dengan
jadwal
puskesmas

Dana
operasional
puskesmas

Puskesmas
Secang I

Koordinator diskusi
promkes,
KIA
dan
Gizi

Swadaya
Puskesmas
Secang 1

Balai Desa Bidan


Rapat
Puskesmas koordinator, evaluasi
Kepala
puskesmas

Kader,
1 x/ tahun
Bidan
Desa, dan
Petugas
Gizi

Meningkatkan Bidan
pendataan
Desa,

Menyesuaika
n dengan

Dana
Puskesmas
Operasional Secang 1

Metode

Koordinator Pendataan
KIA
kunjungan

Tolak Ukur
Jadwal
promosi
kesehatan

Meningkatny
a
kinerja
kader, bidan
desa
dan
petugas gizi

Kunjungan
ibu hamil
37

penyuluhan
bulanan dan
format laporannya
lalu dilaporkan
setiap bulannya

Meningkatkan
kerjasama antara
koordinator
Promkes dengan
Koordinator KIA
(mencakup bidan
desa)
Meningkatkan
pengetahuan dan
pemahaman ibu
hamil dan
keluarganya
Pembuatan
proposal
pengadaan media
promosi
sederhana dan
jelas

yang lebih
lengkap di
Desa
Madyocondro
mengenai
kunjungan ibu
hamil
Mengetahui
kunjungan ibu
hamik dan
sebagai
pelengkap
register ibu
hamil
Melengkapi
data
kunjungan ibu
hamil

Kader,
petugas
KIA, Gizi
dan
Promkes

jadwal
kegiatan di
Posyandu

Puskesmas
Secang I

(beserta
ibu hamil
bidan desa),
serta dokter
puskesmas

yang sama

Petugas
KIA, Gizi
dan
Promkes

Menyesuaika
n dengan
jadwal
kegiatan di
Posyandu

Dana
Puskesmas
Operasional Secang 1
Puskesmas
Secang I

Koordinator diskusi
KIA
(beserta
bidan desa),
serta dokter
puskesmas

Kunjungan
ibu hamil
yang sesuai
target

Bidan
Desa

Minimal
sebulan sekali

Koordinator Pertemuan
Promkes

Mengetahui
penyebab ibu
hamil tidak
melakukan
pemeriksaan

Bidan
Desa

Seminggu
sekali

Diperoleh
dana untk
pembuatan
media
promosi
Data
kunjungan ibu
hamil
dilaporkan
secara
lengkap

Puskesmas

Dana
Rumah ibu Koordinator Pertemuan
Operasional hamil
gizi
dan
Puskesmas
promkes
Secang I

38

39

DAFTAR PUSTAKA
1. Anonim. Anemia Pada Masa Kehamilan. Diunduh dari :
http://suaramerdeka.com, di akses pada tanggal 4 Maret 2015.
2. Anonim. Kebutuhan Gizi Ibu Hamil. Diunduh dari

http://medicastore.com, diakses pada tanggal 5 Maret 2015.


3. Amiruddin , R. Anemia Defisiensi Zat Besi Pada Ibu Hamil Di
Indonesia

(Evidaence

Based).

Diunduh

dari

http://ridwanamiruddin.wordpress.com. Di akses pada tanggal 4


Maret 2015.
4. Rofiq, A.

Anemia

Pada

Ibu

Hamil.

Diunduh

dari:

http://devide.student.umm.ac.id, diakses pada tanggal 4 Maret 2015.


5. Ningrum. Pemberian Tablet Fe Pada Ibu Hamil Untuk Mencegah
Anemia.

Diunduh

dari:

http://ningrumwahyuni.wordpress.com,

diakses pada tanggal 4 Maret 2015.


6. Depkes RI. 1998. Pedoman Pelayanan Antenatal Di Wilayah Kerja
Puskesmas. Jakarta.
7. Depkes RI. 2008. Buku Kesehatan Ibu dan Anak Propinsi Jawa
Tengah. Jakarta.
8. Hartoyo. 2015. Handout Konsep Paradigma Sehat Dalam Rangka
Pendekatan Kemasyarakatan Di Bidang Kesehatan. Magelang.
9. Hartoyo. 2015. Proses Pemecahan Masalah Penentuan Prioritas
Masalah Dan Pengambilan Keputusan. Handout Kuliah. Salaman.

40

41