Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRATIKUM R-LAB

KR02
CALORIE WORK
Nama

Nadina Sabila Amany

NPM

1406533655

Fakultas

Teknik

Departemen / Jurusan

Teknik Kimia / Teknologi Bioproses

Kelompok

Nomor Percobaan

KR02

Nama Percobaan

Calori Work

Minggu Percobaan

II

Laboratorium Fisika Dasar


UPP IPD
Universitas Indonesia

KR02 - Calori Work


I.

Tujuan
Menghitung nilai kapasitas kalor suatu kawat konduktor.

II.

Alat
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

III.

Sumber tegangan yang dapat divariasikan


Kawat konduktor ( bermassa 2 gr )
Termometer
Voltmeter dan Ampmeter
Adjustable power supply
Camcorder
Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis

Teori
Hubungan kekekalan energi menyatakan energi tidak dapat dimusnahkan atau
diciptakan. Energi hanya dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Pada percobaan
kali ini akan dilakukan pengkonversian energi dari energi listrik menjadi energi panas.
Energi Listrik

Gambar 3. Rangkaian Listrik

Dalam suatu rangkaian listrik, arus listrik dapat mengalir melalui hambatan
apabila terjadi beda potensial di kedua ujungnya. Selama ada arus listrik, sejumlah
muatan listrik di dalamnya akan mengalir (bergerak) dengan jumlah yang konstan tiap
satuan waktu. Secara sistematis dituliskan sebagai berikut:
Q = I.t
Keterangan :
Q : Perubahan muatan listrik (Coulomb)
I : Arus listrik (Ampere)
t : Waktu (s)
Selain bergerak, muatan ini juga akan menghasilkan usaha. Namun, pergerakan
muatan ini tidaklah bebas, melainkan muatan berpindah sembari menempel pada partikel.
Partikel yang ditempeli ini pun terpengaruh oleh muatan dan partikel yang dikenai gaya
ini menyebabkan partikel menjadi objek dari usaha. Meski begitu, usaha tidak dimiliki
oleh partikel dan hanya energi yang ada. Energi inilah yang disebut sebagai energi listrik.
Usaha yang ada mengakibatkan energi kinetik dan energi potensialnya berkurang. Secara
sistematis, hal ini dapat dituliskan sebagai berikut:
W =
W = V.q
W = V.I.t
Keterangan :
W : Usaha (Joule)
EP : Energi potensial (Joule)
V : Beda potensial (Volt)
q : Muiatan (Coulomb)
I : Arus listrik (Ampere)
t : Waktu (s)

Energi Panas
Panas adalah energi yang ditransfer dari satu benda ke benda lain karena terdapat
perbedaan temperatur (suhu). Pada abad ke 18, dikembangkan berbagai jenis metode
yang dapat digunakan untuk melakukan pengukuran jumlah panas yang masuk atau
keluar dari suatu benda secara kuantitatif. Kemudian ditemukan bahwa apabila dua buah
benda berada dalam kontak termis, jumlah panas yang meninggalkan benda pertama
sama dengan jumlah panas yang memasuki benda kedua.
Hal ini mengarah ke pengembangan teori tentang panas sebagai zat yang kekal,
dengan suatu materi tak tampak bernama caloric yang bersifat sama seperti energi yaitu

tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi hanya dapat mengalir keluar dari satu
benda ke benda yang lain. Namun teori ini sempat diabaikan karena tampaknya dengan
gesekan terus menerus, caloric tetap ada dan tidak berpindah ke tempat lain. Pengamatan
lebih lanjut pun diadakan oleh Benjamin Thompson pada abad ke 18 di tempat
pengeboran. Di sini, Thompson melihat bahwa panas yang dihasilkan dari gesekan itu
semata mata hanya bentuk lain dari gerakan mata bor yang diteruskan ke air. Bahkan
terlihat bahwa panas yang dihasilkan sebanding dengan usaha yang dilakukan alat
pengebor.
Di akhir 1830-an, James Joule (1818-1889) mulai melakukan eksperimen terkait
panas. Joule mengungkapkan bahwa hilang atau munculnya energi termis akan selalu
diikuti munculnya atau hilangnya energi mekanika yang ekuivalen dan besarnya energi
mekanika yang hilang ini akan selalu sama dengan besar energi termis yang dihasilkan.

Gambar 1. Eksperimen Joule


(Energi Mekanik dan Energi Termis)

Di kemudian hari, Joseph Black (1728-1799) mengemukakan pendapatnya


mengenai perbedaan antara suhu dan kalor. Suhu merupakan derajat panas atau dinginnya
suatu benda yang dapat diukur dengan termometer. Panas atau dinginnya suhu benda
terjadi akibat gerak dari partikel dalam benda yang menghasilkan energi kinetik yang
ketika bergesekan akan menghasilkan suhu. Sementara itu, kalor berupa energi yang
mengalir dari benda bersuhu tinggi ke benda lain yang bersuhu lebih rendah untuk
menyesuaikan suhunya. Sehingga dapat dikatakan bahwa kalor merupakan perpindahan
sejumlah energi dalam suatu waktu akibat perubahan suhu.

Pendapat dari Joseph Black tersebut dirumuskan dalam Azas Black yang
mengatakan bahwa jumlah kalor yang dilepas setara dengan jumlah kalor yang diterima
dengan syarat sistem tidak mengalami pertukaran kalor dengan lingkungan.
Energi kalor yang dihasilkan oleh kawat konduktor dinyatakan dalam untuk kenaikan
temperatur.
Jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu zat dinyatakan dengan persamaan :

Q = m c (Ta - T)
Dimana
Q
m
c
Ta
T

=
=
=
=
=

Jumlah kalor yang diperlukan ( kalori )


Massa zat ( gram )
Kalor jenis zat ( kal/gr0C)
Suhu akhir zat (K)
Suhu mula-mula (K)

Sebuah kawat dililitkan pada sebuah sensor temperatur. Kawat tersebut akan
dialiri arus listrik sehingga mendisipasikan energi kalor. Perubahan temperatur yang
terjadi akan diamati oleh sensor kemudian dicatat oleh sistem instrumentasi. Tegangan
yang diberikan ke kawat dapat dirubah sehingga perbuahan temperatur dapat bervariasi
sesuai dengan tegangan yang diberikan.
Dalam pembahasan kalor ada dua kosep yang hampir sama tetapi berbeda yaitu
kapasitas kalor (C) dan kalor jenis (c).
Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu
benda sebesar 1 derajat celcius.

C=

( )

C = kapasitas kalor (J/oK)


Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 kg
zat sebesar 1 derajat celcius. Alat yang digunakan untuk menentukan besar kalor jenis
adalah kalorimeter.

.( )

c = kalor jenis ( J/kgoK)


Hubungan kalor jenis denga kapasitas kalor suatu benda dapat dinyatakan dengan
=.
Berdasarkan hukum kekekalan energi yang menyatakan bahwa energi tidak dapat
diciptakan ataupun dimusnahkan melainkan hanya berubah bentuk menjadi energi lain,
dalam praktikum ini sebuah sumber tegangan dihubungkan dengan kawat konduktor dan
filamen. Dalam selang waktu tertentu, dihasilkan energi listrik yang didisipasikan ketika
muatan listrik mengalir pada kawat. Besar energi listrik yang dihasilkan ini sebesar .
Energi listrik yang mengalir terus menerus inilah yang menyebabkan terjadinya Joule
Heating, yaitu panasnya kawat akibat aliran elektron dari tegangan yang tinggi ke rendah
yang sesekali menubruk ion positif dan menyebabkan ion positif bergetar. Getaran terus
menerus ini menghasilkan energi kinetik berupa panas. Besar panas yang dihasilkan ini
diukur dengan . Perubahan temperatur ini kemudian dicatat oleh sistem instrumentasi.
Dikarenakan tegangan yang diberikan dapat divariasikan, maka hasil perubahan suhu
yang didapat juga dapat bervariasi.

IV.

Cara Kerja
Eksperimen rLab ini dapat dilakukan dengan meng-klik tombol rLab di bagian
bawah halaman ini.
1.
2.
3.
4.

Aktifkan Web cam ! (klik icon video pada halaman web r-Lab) !
Berikan tegangan sebesar V0 ke kawat konduktor !
Hidupkan Power Supply dengan mengklik radio button disebelahnya.
Ambilah data perubahan temperatur , tegangan dan arus listrik pada kawat konduktor
tiap 1 detik selama 10 detik dengan cara mengklik icon ukur!
5. Perhatikan temperatur kawat yang terlihat di web cam, tunggulah hingga mendekati
temperatur awal saat diberikan V0 .
6. Ulangi langkah 2 hingga 5 untuk tegangan V1, V2 dan V3

V.

Data Pengamatan
1. Hubungan waktu dengan temperature pada 0= 0 V
Waktu (s)
Arus (A)
Tegangan (V)

Temperatur ()

23,84

0,00

21,1

23,84

0,00

21,1

23,84

0,00

21,1

12

23,84

0,00

21,1

15

23,84

0,00

21,0

18

23,84

0,00

21,0

21

23,84

0,00

21,0

24

23,84

0,00

21,0

27

23,84

0,00

20,9

30

23,84

0,00

20,9

2. Hubungan waktu dengan temperature pada 1= 0,65 V


Waktu (s)
Arus (A)
Tegangan (V)

Temperatur ()

35,13

0,65

20,9

35,25

0,65

20,9

35,13

0,65

21,1

12

35,13

0,65

21,3

15

35,13

0,65

21,4

18

35,13

0,65

21,6

21

35,25

0,65

21,8

24

35,13

0,65

21,9

27

35,13

0,65

22,0

30

35,13

0,65

22,1

3. Hubungan waktu dengan temperature pada 2= 1,57 V


Waktu (s)
Arus (A)
Tegangan (V)

Temperatur ()

51,10

1,56

21,0

51,10

1,56

21,4

51,10

1,57

22,3

12

51,10

1,57

23,3

15

51,10

1,57

24,3

18

51,10

1,57

25,1

21

51,10

1,57

25,9

24

51,10

1,57

26,6

27

51,22

1,57

27,3

30

51,10

1,57

27,9

4. Hubungan waktu dengan temperature pada 3= 1,05V


Waktu (s)
Arus (A)
Tegangan (V)

Temperatur ()

42,09

1,05

20,8

42,09

1,05

21,0

42,09

1,05

21,4

12

42,09

1,05

21,9

15

42,09

1,05

22,4

18

42,09

1,05

22,8

21

42,09

1,05

23,1

24

42,09

1,05

23,4

27

42,09

1,05

23,8

30

42,09

1,05

24,1

Grafik Data
1. Grafik perubahan suhu pada saat 0= 0 V

Hubungan waktu dan temperatur


pada V = 0 V
Temperatur (C)

21.15
21.1
21.05
Perubahan Suhu

21
20.95

Linear (Perubahan
Suhu)

20.9
20.85
0

9 12 15 18 21 24 27 30

Waktu (s)

2. Grafik perubahan suhu pada saat 1= 0,65 V

Hubungan waktu dan temperatur


pada V = 0.65 V
Temperatur (C)

VI.

22.4
22.2
22
21.8
21.6
21.4
21.2
21
20.8
20.6

Perubahan Suhu
Linear (Perubahan
Suhu)
0

12 15 18 21 24 27 30
Waktu (s)

3. Grafik perubahan suhu pada V = 1,57 V

Temperatur (C)

Hubungan waktu dan temperatur


pada V = 1.57 V
29
28
27
26
25
24
23
22
21

Perubahan Suhu
Linear (Perubahan
Suhu)
0

12 15 18 21 24 27 30

Waktu (s)

4. Grafik perubahan suhu pada V = 1,05 V

Temperatur (C)

Hubungan waktu dan temperatur


pada V = 1.05 V
24.5
24
23.5
23
22.5
22
21.5
21
20.5

Perubahan Suhu
Linear (Perubahan
Suhu)
0

12 15 18 21 24 27 30
Waktu (s)

VII. Pengolahan Data


Berdasarkan hukum kekekalan energi, dapat kita tarik kesimpulan bahwa energi listrik
sama besarnya dengan energi kalor, sehingga

Energi listrik = Energi kalor


V.I.t = m.c.T
T=

.
.

y = m

Setelah rumus yang didapat dari energi listrik = energi kalor direfleksikan terhadap
persamaan garis y = mx, didapai bahwa

yT
m

.
.

xt

1. Untuk V = 0 V
i
Xi
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

3
6
9
12
15
18
21
24
27
30
165

Yi

Xi

Yi

XiYi

21,1
21,1
21,1
21,1
21,0
21,0
21,0
21,0
20,9
20,9
210,2

9
36
81
144
225
324
441
576
729
900
3465

445,21
445,21
445,21
445,21
441
441
441
441
436,81
436,81
4418,46

63,3
126,6
189,9
253,2
315
378
441
504
564,3
627
3462,3

( )( )
( )
10 (3462,3)(165)(210,2)

m=
m=

m=

10(3465)27225
3462334683
60

7425

7425

m = - 0,008
m=
c=
c=

.
.
.

.
(0)(23,84)

(0,002)(0,008)

Jadi, c = 0 J/kgC

2. Untuk V = 0,65 V
i
Xi
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

3
6
9
12
15
18
21
24
27
30
165

Yi

Xi

Yi

XiYi

20,9
20,9
21,1
21,3
21,4
21,6
21,8
21,9
22
22,1
215

9
36
81
144
225
324
441
576
729
900
3465

436,81
436,81
445,21
453,69
457,96
466,56
475,24
479,61
484
488,41
4624,3

62,7
125,4
189,9
255,6
321
388,8
457,8
525,6
594
663
3583,8

m=
m=

( )( )
( )

10 (3583,8)(165)(215)

m=

10(3465)27225
3583835475
363

7425

7425

m = 0,048
m=
c=

c=

.
.
.

.
(0,65)(35,13103 )
(0,002)(0,048)

Jadi, c = 237,86 J/kgC

3. Untuk V = 1,57 V
i
Xi
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

3
6
9
12
15
18
21
24
27
30
165

Yi

Xi

Yi

XiYi

21
21,4
22,3
23,3
24,3
25,1
25,9
26,6
27,3
27,9
245,1

9
36
81
144
225
324
441
576
729
900
3465

441
457,96
497,29
542,89
590,49
630,01
670,81
707,56
745,29
778,41
5620,71

63
128,4
200,7
279,6
364,5
451,8
543,9
638,4
737,1
837
4181,4

m=
m=
m=

( )( )
( )

10 (4181,4)(165)(245,1)
10(3465)27225
4181440441,5 1372,5

7425

7425

m = 0,184
m=
c=

c=

.
.
.

.
(1,57)(51,10 x 103 )
(0,002)(0,184)

Jadi, c = 218,008 J/kgC

4. Untuk V = 1,05 V
i

Xi

Yi

Xi

Yi

XiYi

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

3
6
9
12
15
18
21
24
27
30
165

20,8
21
21,4
21,9
22,4
22,8
23,1
23,4
23,8
24,1
224,7

9
36
81
144
225
324
441
576
729
900
3465

432,64
441
457,96
479,61
501,76
519,84
533,61
547,56
566,44
580,81
5061,23

62,4
126
192,6
262,8
336
410,4
485,1
561,6
642,6
723
3802,5

m=
m=
m=

( )( )
( )

10 (3802,5)(165)(224,7)
10(3465)27225
3802537075,5 949,5

7425

7425

m = 0,127
m=
c=

c=

.
.
.

.
(1,05)(42,09 x 103 )
(0,002)(0,127)

Jadi, c = 173,994 J/kgC

Sehingga, dapat diperoleh kalor jenis percobaan sebesar


+ +
c = 1 2
3
237,86 + 218,008 +173,994
c =
3

c = 209,954 J/kgC
Jenis kawat konduktor yang digunakan pada percobaan dapat diketahui dengan
melihat kalor jenis logam lain yang terdekat, yaitu perak sebesar 230 J/kgC. Oleh
karena itu, dapat dihitung kesalahan literature pada praktikum yaitu sebesar
% kesalahan literatur = |

=|

209,954230

=|

230
20,046
230

= 8,71 %

| x 100 %

| x 100 %

|x 100 %

VIII. Analisis :
1. Analisis Percobaan
Praktikum Remote Laboratory KR 02 Calori Work bertujuan untuk menghitung
nilai kapasitas kalor suatu kawat konduktor. Dalam praktikum Calori Work, praktikan
mengambil data berupa arus listrik dan perubahan suhu yang dialami oleh kawat
konduktor dalam rentang waktu 3 detik yang berlangsung hingga 30 detik dengan 4 kali
variasi perubahan tegangan. Pengambilan data praktikum ini diulang sebanyak 4 kali
dengan menggunakan tegangan yang berbeda pada tiap pengulangan, yaitu V0 = 0 V, V1
= 0,65 V, V2 = 1,57 V, dan V3 = 1,05 V.
Dalam praktikum ini, dibutuhkan sebuah adjustable power supply yang
dihubungkan dengan kawat konduktor bermassa 2 gram dan filamen. Dalam selang
waktu tertentu, dihasilkan energi listrik yang didisipasikan ketika muatan listrik mengalir
pada kawat. Energi listrik yang mengalir terus menerus inilah yang menyebabkan
terjadinya Joule Heating, yaitu panasnya kawat akibat aliran elektron dari tegangan yang
tinggi ke rendah yang sesekali menubruk ion positif dan menyebabkan ion positif
bergetar. Getaran terus menerus ini menghasilkan energi kinetik berupa panas. Perubahan
panas yang dihasilkan dicatat oleh termometer dan ditampilkan dalam video rLab lewat
camcorder, PC, DAQ, dan perangkat pengendali otomatis. Perubahan panas yang
dihasilkan dari energi listrik ini tidak sepenuhnya tercatat oleh termometer karena dalam
prosesnya, panas bisa saja terlepas ke udara bebas sebelum terbaca oleh termometer.
Pelaksanaan praktikum ini dilakukan dengan mengakses rLab di website
sitrampil.ui.ac.id. Setelah terhubung dengan rLab, praktikan mencatat temperatur awal T0
dan mengatur tegangan awal V0, selanjutnya menghidupkan power supply dan data
perubahan suhu pun akan muncul dalam bentuk gambar dan video yang menunjukkan
temperatur yang naik. Sebelum mengatur tegangan selanjutnya yaitu V1, praktikan
terlebih dahulu harus menunggu temperatur untuk turun hingga mencapai atau mendekati
T0 kemudian dapat dilanjutkan praktikum untuk mencari data saat V1. Langkah tersebut
dilakukan juga untuk mencari data pada saat V2 dan V3 guna meminimalisasi kesalahan
pada pengolahan data.
2. Analisis Hasil
Data praktikum yang telah didapat diubah ke dalam bentuk tabel yang selanjutnya
akan diubah ke dalam grafik hubungan antara waktu dan perubahan temperatur yang
dialami oleh kawat konduktor. Dalam praktikum ini terdapat 4 variasi tegangan yang
menghasilkan 40 data.
Pada tegangan pertama yaitu V0 = 0 V, diperoleh data temperature yang turun
secara bertahap dari 21,1 C hingga ke 20,9 C. Suhu mula-mula sebesar 21,1 C lalu pada t
= 15s hingga t = 24s terjadi penurunan menjadi 21,0 C, dan terjadi penurunan kembali
pada t=27s menjadi 20,9 C. Selanjutnya pada saat tegangan V1 = 0,65 V, data

menunjukkan peningkatan suhu dari 20,9 C menjadi 22,1 C. Pada saat V2 = 1,57 V, data
yang diperoleh terlihat mengalami peningkatan tertinggi yaitu dari 21,0 C menjadi 27,9
C. Terakhir, pada saat V3 = 1,05 V, data perubahan suhu mengalami peningkatan dari
20,8 C menuju 24,1 C.
Berdasarkan nilai tegangan, arus, serta selang waktu dan perubahan suhu yang
terjadi, dapat dicari kalor jenis untuk tiap tegangan yang berbeda. Saat V0 = 0 V,
perhitungan menghasilkan c0 sebesar 0 J/kg C. Dengan V1 = 0,65 V, didapat c1 bernilai
237,86 J/kg C dan V2 = 1,57 V menghasilkan data c2 sebesar 218,008 J/kg C. Terakhir,
perhitungan dengan V3 = 1,05 V menghasilkan c3 sebesar 173,994 J/kg C. Dari data-data
mengenai kalor jenis tersebut, dicarilah rata-rata kalor jenis untuk menentukan jenis
logam yang dipakai sebagai kawat konduktor dan didapat = 209,954 J/kg dan logam
dengan kalor jenis yang mendekati adalah perak dengan kalor jenis sebesar 230 J/kg C
3. Analisis Grafik
Berdasarkan hasil praktikum, dapat dibuat 4 grafik berbeda mengenai hubungan
antara waktu dan perubahan suhunya. Grafik yang dihasilkan berdasarkan data yang
diperoleh seharusnya membentuk sebuah garis lurus dengan nilai gradient garis regrensi
linearnya yang sama. Namun pada grafik yang terbentuk, terlihat garis tidak lurus dengan
sempurna dan kemiringan pada tiap garis yang tidak jauh berbeda. Hal ini dapat
disebabkan diantaranya karena penggunaan skala yang berbeda di setiap grafiknya dan
kesalahan yang terjadi pada saat pengambilan data perubahan suhu.
Dalam grafik, sumbu x mewakili waktu (s) dan sumbu y mewakili perubahan
suhu yang dialami kawat konduktor (T). Dari grafik yang ada, dapat ditarik kesimpulan
bahwa semakin besar waktunya, semakin besar pula perubahan suhu yang terjadi pada
kawat konduktor dan apabila grafik digambarkan dengan skala yang sama, maka akan
terlihat bahwa gradien garis regresi linier akan mendekati sejajar dengan sumbu x.
4. Analisis Kesalahan
Kesalahan yang terjadi dalam praktikum dapat terjadi baik pada pengambilan
maupun pengolahan data yang diakibatkan oleh beberapa hal, diantaranya :
a. Pemilihan waktu yang kurang tepat untuk menekan tombol ukur pada website
rLab
b.

Koneksi internet dari praktikan yang mampu menyebabkan ketelatan dalam


pengambilan data sehingga data yang diperoleh bisa jadi berbeda dengan data yang
dilihat dalam video

c.

Terjadi perbedaan data yaitu T0 pada gambar dengan video yang ada di website rLab

d.

Pembulatan data yang kurang tepat dalam perhitungan sehingga didapat hasil yang
kurang akurat

VIII. Kesimpulan :

IX.

Besar energi yang berpindah sebelum arus dialirkan pada kawat penghantar, dengan
energi yang dihasilkan setelah arus dialirkan pada kawat penghantar nilainya pasti
sama.
Kapasitas kalor sebuah kawat konduktor dapat ditentukan dengan melakukan
percobaan caloriwork yaitu dengan memanfaatkan energi listrik yang terdisipasi pada
kawat sehingga terjadi perubahan energi pada kawat yaitu energi listrik menjadi kalor
yang mengakibatkan adanya sehingga nilai kalor jenis zat dapat ditemukan.
Setiap konduktor memiliki nilai kalor jenisnya sendiri dan spesifik pada setiap jenis
konduktor.
Ketika kawat dialiri listrik maka temperatur kawat tersebut akan naik.
Semakin tinggi arus listrik yang mengalir maka temperatur kawat akan semakin
besar.
Benda yang memiliki kalor jenis kecil, hal tersebut menandakan bahwa benda
tersebut mempunyai konduktivitas yang tinggi, karena dapat menaikkan suhunya
dengan energi yang kecil.
Benda yang memiliki kalor jenis besar menandakan bahwa konduktivitasnya rendah,
karena berarti benda tersebut membutuhkan energi yang besar untuk menaikkan
suhunya.

Daftar Pustaka

Tipler, Paul A. 1998. Fisika untuk Sains dan Teknik Jilid 1. Jakarta : Erlangga
Giancoli, D.C. 2000. Physics for Scientists & Engeeners, Third Edition. NJ : Prentice
Hall
Halliday, Resnick, Walker. 2005. Fundamentals of Physics, 7th Edition, Extended
Edition. NJ : John Wiley & Sons, Inc.

Link RLab
http://sitrampil3.ui.ac.id/kr02