Anda di halaman 1dari 4

Laboratorium Makropaleontologi 2012

PROSES PEMFOSILAN

Fosil ( bahasa latin : fossa yang berarti "menggali keluar dari dalam tanah")
adalah bekas-bekas makhluk hidup yang menjadi batu atau mineral. Untuk menjadi
fosil, sisa-sisa hewan atau tanaman ini harus segera tertutup sedimen. secara
singkat syarat-syarat

suatu benda di definisikan /disebut

fosil harus sebagai

berikut:
1. Sisa-sisa organisme.
2. Terawetkan secara alamiah.
3. Pada umumnya padat/kompak/keras.
4. Berumur lebih dari 10.000 tahun.
Fosilisasi / proses pemfosilan adalah semua proses yang melibatkan
penimbunan hewan atau tumbuhan dalam sedimen yang terakumulasi serta
pengawetan ( seluruh atau sebagian ) maupun pada jejak-jejaknya.. Syarat syarat
terjadinya fosilisasi :
1. Mahkluk hidup yang mati tidak menjadi mangsa mahkluk lainnya.
2. Punya bagian tubuh seperti rangka (tulang/gigi) yang keras (resisten)
3. Rongga-rongga pada bagian yang keras terisi oleh zat kerisik sehingga
struktur kimianya berubah tanpa mengubah struktur fisik.
4. Terkondisikan dengan pengawetan oleh Es atau salju
5. Organisme mengalami penutupan / kejatuhan oleh Getah
6. Organisme berada pada lingkungan Anaerob (tida ada kandungan oksigen)
Faktor faktor penghambat fosilisasi adalah suatu kondisi di mana
mahkluk hidup yang mati tdak akan menjadi fosil karena terganggu proses
pemfosilanya yang disebabkan oleh :
1. Setelah mahkluk hiudp mati, organisme tersebut di makan oleh pemangsa
2. Setelah mahkluk hiudp mati, organisme tersebut di uraikan oleh bakteri
pembusuk
3. Adanya pengaruh lamanya pengendapan atau proses sedimentasi
Nama : Petra Ardianta
Nim : 111.110.032
Plug : 2

Laboratorium Makropaleontologi 2012

4. Pegaruh besarnya butir pada material sediment yang merusakkan fosil


5. Pengaruh dari proses proses geologi yang berakibatkan merusak calon fosil
(contoh : kekar, sesar, intrusi magma dll)
6. Adanya pengaruh dari zat zat kimia yang merusakkan fosil (contoh : zat
yang dapat melarutkan dan menghancurkan fosil dll)
Asal usul dari Fosil (dengan tinjauan tempat dan proses hidup sampai
pemfosilannya) di bagi menjadi dua yaitu :

1. Biocoenoses

: fosil yang dari masa hidupnya

,lalu mati sampai

terfosilkannya berada di tempat yang sama

2. Thanatocoenoses : fosil yang dari masa hidupnya

,lalu mati sampai

terfosilkannya berada di tempat yang berbeda


Jenis jenis pemfosilan di tinjau dari sifat terbentuknya fosil serta
bentuk fosil yang terawetkan, maka jenis-jenis pemfosilan di bagi menjadi tiga
kelompok yaitu :
1. Fosil yang tidak terminineralisasikan : Kondisi pemfosilan yang tidak ada
campur tangan mineral yang masuk dalam fosil (sangat mirip dengan kondisi
awal saat hidup)
Fosil yang tidak mengalami perubahan : fosil yang mendekati dengan
kondisi diwaktu fosil tersebut masih hidup. Ini disebabkan oleh
proses pemfosilan yang terjadi di lingkungan yang sangat ekstrim.
Contoh : mammoth dalam kondisi utuh
Fosil yang terubah sebagian : fosil yang ditemukan drngan bentuk
tidak utuh dan hanya tertinggal dalam bentuk bagian bagian tubuh
yang keras. Contoh : taring, tulang, kuku, cangkang dll.
Distilasi atau hasil karbonisasi : hilangnya zat zat kimia di dalam
tubuh mahkluk hidup yang terfosilkan dan meninggalkan sisa / residu
karbon ( C ) yang kemudian terkumpul dan terakumulasi. Contoh :
Batu bara.

Nama : Petra Ardianta


Nim : 111.110.032
Plug : 2

Laboratorium Makropaleontologi 2012

Amber : suatu kondisi dimana suatu mahkluk hidup yerfosilkan karena


terperangkap oleh getah tanaman . ciri ciri dari amber adalah fosil
yang terjadi bila di keluarkan dari amber akan terasa lunak dan
kondisinya masih bagus seperti aslinya. Contoh : serangga yang
terjebak di dalam getah pohon pinus.
2.

Fosil yang termineralisasikan : adanya penambahan , pengurangan atau


penggantian (seluruh atau sebagian) zat-zat penyusun pada fosil. Contoh :
Replacement : penggantian seluruh bagian fosil dengan mineral lain
lain (tak terlihat lagi struktur dari fosil dan hanya bentuknya yang
masih sama )
Histometabasis : penggantian sebagian bagian fosil dengan mineral
lain(struktur mikroskopisnya

masih

terpelihara dan

nampak

dengan jelas mineral-mineral penggantinya )


Permineralisasi : proses masuknya mineral mineral lain melewati
celah / pori dalam tubuh mahkluk hidup tetapi tidak merusak fosil (
material penyusun fosil tetap )
Dehydase / Leaching / Pelarutan : adanya pelarutan dinding fosil
oleh air tanah
3. Pemfosilan yang lain : adanya sisa sisa aktifitas maklukhidup purba yang
menjadi fosil dalam betuk jejak jejak kehidupan yaitu :
Eksternal mold : bagian luarnya terisi oleh lempung
Internal mold : bagian dalamnya terisi oleh lempung
Trail : cetakan aktifitas bagian tubuh (selain kaki) seperti cetakan
ekor hewan
Track : sama dengan trail tapi ukurannya lebih besar
Burrow : lubang tempat hasil kegiatan mahkluk hidup seperti sisa
rumah cacing/serangga
Koprolit : kotoran dari hewanyang menjadi fosil
Gastrolit : fosil yang pernah tertelan oleh hewan

Nama : Petra Ardianta


Nim : 111.110.032
Plug : 2

Laboratorium Makropaleontologi 2012

Cast : jejak hewan yang terisi zat lain, sedangkan hewan tersebut
tidak ada
Impression : jejak bertekanan rendah, biasanya tercetak oleh
tumbuhan

Gambar : proses fosilisasi dengan adanya pengendapan oleh sediment

Nama : Petra Ardianta


Nim : 111.110.032
Plug : 2