Anda di halaman 1dari 2

Laporan Biologi Cendawan

Budidaya Jamur Tiram (Pleurotus sp.)


Tujuan
Mengetahui cara membudidayakan jamur tiram dengan baglog dan cara
perawatannya.
Alat dan Bahan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Plastik 2kg
Karet
Penutup berbentuk silinder
Kapas
Kertas
Serbuk gergaji
Gips
Benih jamur tiram (F2)
Air

Metode
1. Sekam dicampur dengan gips 15%, kemudian dicampurkan dan diaduk dengan air
70%. Air ditambahkan secara perlahan hingga serbuk gergaji tidak mengeluarkan air
ketika digenggam (lembab).
2. Hasil campuran dimasukkan ke dalam plastik 2kg kemudian dipadatkan dengan cara
ditumbuk-tumbuk. Wadah plastik diberi penutup berbentuk silinder dengan cara diikat
dengan karet
3. Benih jamur tiram yang berasal dari inokulasi F2 dimasukkan sebanyak hingga 1
sendok makan. Kemudian baglog ditutup dengan kapas dan kertas di atasnya.
4. Baglog disimpan pada tempat yang lembab dengan perkiraan persentase kelembaban
80%. Ditunggu hingga seluruh permukaan baglog tertutup oleh hifa dari jamur tiram,
dengan ciri-ciri berwarna putih.
5. Setelah seluruh permukaan baglog tertutupi, kapas dibuka. Baglog kembali dibiarkan
hingga muncul tubuh buah.

Hasil pengamatan

Sisi sekitar baglog

Bagian bawah belum tertutupi

tubuh buah belum muncul

Pembahasan
Permukaan baglog sudah tertutupi oleh hifa dari jamur tiram, kecual bagian bawah
dari baglog. Saat percobaan diasumsikan pada keadaan tersebut bila kapas dibuka, tubuh
buah dapat muncul. Tetapi setelah dibuka, hingga dibuatnya laporan ini tidak ada tanda-tanda
akan munculnya tubuh buah. Ini mungkin dikarenakan permukaan baglog belum sepenuhnya
tertutupi hifa jamur tiram. Ada kemungkinan juga tingkat kelembaban dari tempat
disimpannya jamur tiram kurang untuk munculnya tubuh buah.